cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
UPAYA PENCEGAHAN PENJUALAN BARANG ILEGAL YANG TIDAK DAPAT IZIN EDAR DARI PEMERINTAH DI DESA TEBING LINGGAHARA BARU, KECAMATAN BILAH BARAT, KABUPATEN LABUHANBATU Lelisari Lelisari; Zainal Abidin Pakpahan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14468

Abstract

ABSTRAKBarang illegal merupakan barang atau produk yang tidak dijual atau diedarkan di sebuah wilayah karena berapa alasan tertentu, barang illegal barang yang tidak memiliki keabsahan hukum, dilarang pengedaran dan penjualannya karena alasan hukum. Permasalahan yang terjadi di desa Tebing Linggahara Baru adalah mengenai rendahnya pengetahuan masyarakat desa tentang barang illegal, dimana dampak dari hasil penjualan barang illegal adalah kerugian bagi Negara, perusahaan tidak mendapat keadilan dan konsumen tidak mendapatkan perlindungan barang (garansi). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat desa Linggahara Baru tentang pentingnya sosialiasi mengenai pencegahan penjualan barang ilegal yang tidak dapat izin dari pemerintah. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman masyarakat desa Tebing Linggahara Baru tentang pentingnya mencegah penjualan barang ilegal yang tidak dapat izin dari pemerintah. Kata Kunci: Barang; illegal; izin; edar ABSTRACTIllegal goods are goods or products that are not sold or circulated in a region for a certain number of reasons, illegal goods that do not have legal validity, prohibited distribution and sale for legal reasons. The problem that occurs in Tebing Linggahara Baru village is about the low knowledge of the village community about illegal goods, where the impact of the proceeds from the sale of illegal goods is a loss for the State, the company does not get justice and consumers do not get protection of goods (guarantee). This service activity aims to provide understanding and knowledge to the people of Linggahara Baru village about the importance of socialization regarding the prevention of the sale of illegal goods that cannot be licensed by the government. The result of this activity was an increase in the understanding of the people of Tebing Linggahara Baru village about the importance of preventing the sale of illegal goods that cannot be licensed by the government. Keywords: goods; illegal; permits; circulation
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN RANTAI PASOK BAGI PENGRAJIN TAHU DUSUN WONOSARI-KEDIRI Lusi Mei Cahya Wulandari; David Pieter; Fransiscus Borgia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.12423

Abstract

ABSTRAKHarga kedelai yang tidak stabil dan proses produksi dengan alat sederhana merupakan salah satu hal yang dialami oleh pengrajin tahu dusun Wonosari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen rantai pasok bagi pengrajin tahu Dusun Wonosari Kediri agar para pengrajin dapat mengelola rantai pasok secara efisien serta mengetahui risiko yang mungkin timbul dalam industri tahu. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui ceramah dan diskusi yang terbagi atas pengenalan rantai pasok, pengelolaan demand dan persediaan, serta manajemen risiko dalam rantai pasok. Pendampingan dilakukan melalui isian kuisioner yang disediakan pada setiap pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengrajin tahu memahami pentingnya mengelola rantai pasok, dapat mengelola permintaan dengan membuat jadwal produksi mingguan serta menentukan persediaan kedelai dengan Min Max. Sedangkan pada manajemen risiko rantai pasok hal yang sering terjadi adalah kualitas tahu tidak baik disebabkan kualitas kedelai yang kurang baik, proses perendaman yang tidak tetap dan tahu yang tidak terjual pada musim penghujan. Kata kunci: tahu; rantai pasok; pelatihan; pendampingan; manajemen risiko. ABSTRACTUnstable soybean prices and the production process with simple tools is one of the things experienced by tofu craftspeople in Wonosari Hamlet. This community service aims to provide supply chain management training and assistance for tofu craftspeople in Wonosari Kediri Hamlet so they can manage the supply chain efficiently and know the risks that may arise in the tofu industry. Implementation of activities is carried out through lectures and discussions which are divided into supply chain introduction, demand and supply management, and risk management in the supply chain. Assistance is carried out through filling out a questionnaire given at each training session. The results of the community service activities show that they know the importance of managing the supply chain, can manage demand by making weekly production schedules and determining soybean supplies with Min Max. Whereas in supply chain risk management, what often happens is poor quality of tofu due to poor quality soybeans, the soaking process is not fixed and tofu is not sold during the rainy season. Keywords: tofu; supply chain; risk management
PELATIHAN PENGGUNAAN E-COMMERCE DAN PELATIHAN SENAM LANSIA PADA KELOMPOK PENGAJIAN AL-FALAH DESA KEMUNING LOR KECAMATAN ARJASA Ramadhan Taufika; Christa Dyah Utami; Riskha Dora Candra Dewi; Devi Arine Kusumawardani; Dyah Nuning Erawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14062

Abstract

ABSTRAKKemajuan teknologi informasi memberikan inovasi baru pada bidang pemasaran produk salah satu contohnya adalah penggunaan e-commerce. Melalui e-commerce pemasaran produk tidak ada batasan pada satu daerah, tetapi dapat meluas sampai beberapa daerah. Mitra pengabdian adalah kelompok pengajian Al Falah dengan mayoritas anggota adalah wanita kelompok lansia. Adapun permasalahan pada mitra yaitu mitra belum memiliki kemampuan untuk memasarkan produk suplemen herbal yang telah diproduksi secara mandiri melalui e-commerce. Permasalahan lain yaitu mitra pengabdian yang didominasi oleh wanita lanisa belum memahami tentang kesehatan. Metode kegiatan yang dilaksanakan pada pengabdian ini yaitu koordinasi persiapan kegiatan, pelatihan senam lansia, pelatihan pemasaran produk melalui e-commerce, serta monitoring dan evaluasi. Solusi yang diberikan oleh tim pengabdian pada kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang pentingnya senam lansia pada mitra, mengadakan pelatihan senam lansia, mengadakan pelatihan pemasaran produk melalui e-commerce, serta melakukan evaluasi pada kemampuan dan pemahaman mitra mengenai penggunaan e-commerce, serta kemampuan mitra dalam mempraktekkan senam lansia secara mandiri. Hasil dari pengabdian adalah mitra mampu menggunakan e-commerce untuk memasarkan produk suplemen herbal serta mampu mempraktekkan senam lansia secara mandiri.   Kata kunci: e-commerce; lansia; pelatihan; produk; senam ABSTRACTAdvances in information technology provide new innovations in the field of product marketing, one example is the use of e-commerce. Through e-commerce, product marketing is not limited to one area, but can extend to several regions. The service partner is the Al Falah recitation group with the majority of members being women from the elderly group. There are problems with partners, namely partners do not yet have the ability to market herbal supplement products that have been produced independently through e-commerce. Another problem is that service partners, who are dominated by women, do not understand health. The stages of the activities carried out in this service are coordination of preparation for activities, training for elderly gymnastics, product marketing training through e-commerce, as well as monitoring and evaluation. The solution provided by the service team for this activity is to provide education about the importance of elderly exercise to partners, conduct elderly exercise training, conduct product marketing training through e-commerce, and evaluate partners' abilities and understanding regarding the use of e-commerce, as well as partners' capabilities. in practicing elderly exercise independently. The result of the dedication is that partners are able to use e-commerce to market herbal supplement products and are able to practice elderly exercise independently. Keywords: e-commerce; gymnastics; products; seniors; training
PENGUATAN TRADISI LITERASI DALAM MENGHADAPI HOAX DI KALANGAN PELAJAR BERBASIS KEAGAMAAN Alfarabi Alfarabi; Nurlianti Muzni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14632

Abstract

ABSTRAKTujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi bagi para siswa dalam menghadapi hoax. Isu agama diambil karena dianggap sebagai salah satu isu yang cenderung menjadi topik yang sengaja dibuat untuk memecah hubungan antaragama. Pemilihan siswa sebagai subyek pengabdian dilatarbelakangi oleh penggunaan gadget yang sudah menjangkau para siswa sebagai bagian kehidupan sehari-hari. Sebagai negara yang hidup dalam keberagaman, antisipasi penyebaran hoax atas isu keagamaan secara dini adalah upaya membekali generasi muda untuk menjaga keutuhan bangsa. Proses pengabdian dibagi menjadi 3 sesi; pengenalan informasi hoax terhadap isu agama, Keterampilan dalam mengenali informasi hoax, dan keterampilan dalam mengecek informasi hoax dengan menggunakan media sosial dan web. Hasilnya terlihat peningkatan kemampuan peserta dalam memahami dan mengidentifikasi berita-berita hoax. Serta antusiasme yang positif diberikan oleh peserta dan pihak sekolah untuk melakukan kegiatan yang serupa secara berkelanjutan. Kata kunci: hoax; agama; literasi; siswa ABSTRACTThe purpose of this service is to improve literacy skills for students in dealing with hoaxes. The issue of religion was taken because it was considered as one of the issues that tended to be a topic that was deliberately made to divide interreligious relations. The selection of students as subjects of service is motivated by the use of gadgets that have reached students as part of daily life. As a country that lives in diversity, anticipating the spread of hoaxes on religious issues early is an effort to equip the younger generation to maintain the integrity of the nation. The service process is divided into 3 sessions; introduction of hoax information on religious issues, skills in recognizing hoax information, and skills in checking hoax information using social media and the web. The results showed an increase in participants' ability to understand and identify hoax news. As well as positive enthusiasm given by participants and the school to carry out similar activities on an ongoing basis. Keywords: hoax; religion; literacy; student
PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KADER ANTI KOLESTEROL UNTUK PENCEGAHAN KOLESTEROL DI DESA WONOREJO RT 8 KECAMATAN SATUI Fakhriyah Fakhriyah; Hesly Yanti; Humaira Afifah; Hidayati Hidayati; Hildayana Hildayana; Husnatul 'Athiyyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14561

Abstract

ABSTRAKTubuh manusia, terutama hati, menghasilkan kolesterol, lemak kekuningan. Meskipun kolesterol adalah lipid yang diperlukan, terlalu banyak bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Karena perannya dalam sejumlah konsekuensi penyakit, kadar kolesterol tinggi merupakan masalah yang sangat parah. Berdasarkan data kegiatan Posbindu di RT. 8, Desa Wonorejo, didapatkan 22,64% atau sebanyak 12 dari 53 warga yang mempunyai kadar kolesterol di atas 200 mg/dL. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pemecahan masalah salah satunya adalah pembentukan dan pelatihan kader anti kolesterol. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemeriksaan kadar kolesterol, edukasi ataupun konseling yang akan dilakukan kader sebagai upaya untuk meminimalisir jumlah masyarakat yang menderita penyakit kolesterol di RT. 8, Desa Wonorejo. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa pemberian edukasi terkait kolesterol serta cara menggunakan alat cek kolesterol kepada kader dilengkapi dengan media booklet dan poster. Setelah itu, dilakukan pendampingan kader dalam pemeriksaan kadar kolesterol. Berdasarkan hasil kegiatan pemeriksaan yang telah dilakukan kader, disimpulkan bahwa rata-rata kadar kolesterol masyarakat RT. 8, Desa Wonorejo yaitu sebesar 198,1 mg/dL. Dalam kegiatan ini seluruh kader sudah terampil menggunakan alat pemeriksaan kolesterol serta melakukan edukasi ataupun konseling. Kata kunci: kolesterol; kader; pelatihan. ABSTRACTThe human body, particularly the liver, produces cholesterol, a yellowish fat. Although cholesterol is a necessary lipid, too much of it can be bad for your health. Due to its role in a number of illness consequences, high cholesterol levels are a highly severe issue. It was discovered that 22.64%, or as many as 12 out of 53 inhabitants, had cholesterol levels above 200 mg/dL based on Posbindu activity data in RT. 8, Wonorejo Village. Therefore, an alternative solution to the problem is needed, one of which is the formation and training of anti-cholesterol cadres. The aim is to increase knowledge and skills in checking cholesterol levels, education or counseling that will be carried out by cadres as an effort to minimize the number of people suffering from cholesterol in the RT. 8, Wonorejo Village. Strategi pelaksanaannya adalah mengedukasi kader yang dibekali media pamflet dan poster tentang kolesterol serta cara menggunakan gadget cek kolesterol. Selanjutnya, pendampingan diberikan kepada kader agar dapat memantau kadar kolesterolnya. Berdasarkan temuan kegiatan pemeriksaan kader, ditetapkan bahwa RT. 8, Desa Wonorejo, memiliki kadar kolesterol rata-rata 198,1 mg/dL. Semua kader mahir menggunakan alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan kolesterol serta menyampaikan instruksi atau penyuluhan dalam kegiatan ini. Keywords: cholesterol; cadres; training.
UPAYA PEMBERANTASAN RENTENIR MELALUI PEMBEKALAN AKSES PEMBIAYAAN KUR (KREDIT USAHA RAKYAT) PADA UMKM DI SRIHARJO, IMOGIRI, BANTUL Mardiana Susanti; Prima Sanjaya; Fitroh Adhilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15231

Abstract

ABSTRAKkajian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta pemahaman terhadap pelaku umkm khususnya di Desa Sriharjo yang akan mencari tambahan modal usaha dengan pengembalian yang ringan melalui program dana KUR (Kredit Usaha Rakyat). Metode yang digunakan adalah metode kaji tindak (Action Research) melalui pendekatan program tindak partisipatif (Partisipatory Action Program), dan studi pustaka (library research). Sasaran pada kegiatan ini adalah pelaku UMKM yang ada di Desa Sriharjo. Wawancara dan observasi langsung dilakukan ke Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul. Tahapan pelaksanaan dilakukan dengan metode ceramah yakni penyampaian materi penyuluhan berupa sosialisasi, pendampingan dan bimbingan. Tahapan FGD dilaksanakan dengan cara penyampaian materi secara langsung pada pelaku UMKM oleh narasumber yang kompeten, cara ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan dengan tanya jawab interaktif. Kegiatan ini diharapkan untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan atau permodalan bagi UMKM di Sriharjo, Imogiri, Bantul. Berdasarkan hasil observasi dan survei yang dilakukan, mayoritas masyarakat masih bergantung terhadap peminjaman kepada rentenir. Untuk menanggulangi hal tersebut perlu di adakan penyuluhan khusus terkait dampak peminjaman modal usaha kepada rentenir, dengan demikian masyarakat akan sadar bahwa peminjaman melalui rentenir sangat tidak manusiawi. Sebagai gantinya, masyarakat dapat mengajukan pinjaman KUR melalui bank pelaksana yang telah di tunjuk oleh pemerintah. Kata kunci: rentenir; pelaku UMKM; pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat). ABSTRACTThis study aims to provide knowledge and understanding to MSME actors, especially in Sriharjo Village, who will seek additional business capital with a light return through the KUR (Kredit Usaha Rakyat) fund program. The method used is the action research method through a participatory action program approach, and library research. The targets of this activity are MSME actors in Sriharjo Village. Interviews and direct observations were conducted in Sriharjo Village, Imogiri, Bantul. The implementation stage was carried out using the lecture method, namely the delivery of extension material in the form of socialization, assistance and guidance. The FGD stage is carried out by delivering material directly to MSME actors by competent resource persons, this method is adjusted to environmental conditions with interactive questions and answers. This activity is expected to bridge the financing or capital needs of MSMEs in Sriharjo, Imogiri, Bantul. Based on the results of observations and surveys conducted, the majority of people still depend on loans to loan sharks. To overcome this, it is necessary to hold special counseling related to the impact of borrowing business capital from loan sharks, so that people will realize that lending through loan sharks is very inhumane. Instead, the community can apply for KUR loans through implementing banks that have been appointed by the government. Keywords: loan sharks; MSME actors; KUR (Kredit Usaha Rakyat) financing.
PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN AMAN DAN SEHAT PADA KADER DAN IBU-IBU PKK DI WILAYAH KERJA PUESKESMAS CIKARANG Kiki Puspa Sari; Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14314

Abstract

ABSTRAKMakanan merupakan kebutuhan semua makhluk hidup. Sebelum makanan dapat dimakan maka harus diolah terlebih dahulu agar dapat dikonsumsi dengan aman. Kader merupakan salah satu agen perubahan Kesehatan masyarakat. Melibatkan kader menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan efektifitas upaya menjaga keamanan makanan di tingkat masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan edukasi kepada kader dan ibu-ibu PKK mengenai pengolahan makanan yang sehat. Metode kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan pemberian kuesioner pre dan pos -test Pengabdian ini dilaksanakan di Puskesmas Cikarang dengan melibatkan Kader Posyandu berjumlah 15 orang dan Ibu PKK 5 orang yang dilaksanakan selama dua kali kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022. Penyuluhan pertama yaitu pertemuan dengan Kader dan Ibu-ibu PKK dan pemberian post-test, lalu pertemuan kedua melalukan penyuluhan dengan memberikan materi kemudian melakukan pre-test. Hasil penyuluhan tersebut yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dengan nilai pre-test 8.10 setelah diberikan materi dan informasi meningkat menjadi 12.25. Pemberian materi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan kader terhadap pengolahan makanan. Kata kunci: kader, pengolahan makanan; sanitasi; kader. ABSTRACTFood is a necessity for all living things. Before food can be eaten, it must be processed first so that it can be consumed safely. Cadre is one of the agents of change in public health. Involving cadres is an option to increase the effectiveness of efforts to maintain food safety at the community level. The purpose of this service activity is to provide education to PKK cadres and mothers regarding healthy food processing. This activity method uses the lecture method and pre- and post-test questionnaires. This service is carried out at the Cikarang Health Center involving 15 Posyandu Cadres and 5 PKK mothers. with PKK cadres and women and giving a post-test, then the second meeting carried out counseling by giving material then doing a pre-test. The result of the counseling was that there was an increase in knowledge with a pre-test score of 8.10 after being given material and information which increased to 12.25. Providing material can increase the level of knowledge of cadres on food processing. Keywords: cadre, food processing; sanitation.
TEKNOLOGI BIOREMEDIASI MENGGUNAKAN Trichoderma sp. DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN PADA LAHAN BEKAS TAMBANG PASIR DI DESA MRAWAN-JEMBER Ankardiansyah Pandu Pradana; Deviana Fitria Astuti; Ilham Kurniawan; Ana Putri Lestari; Damaita Afriana Hartanti Br Regar; Tifana Fairus Nabillah Istiqomah; Deril Indana Damayanti; Agung Triyahya Putra; Berlian Lanny Dellasyah; Mukhammad Ibadhus Sholikhin; Aliyatun Niswah; Ali Wafa; Sigit Prastowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14144

Abstract

ABSTRAKDesa Mrawan yang terletak di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember memiliki lahan pertanian mencapai ± 1.145 ha yang menjadi salah satu desa penopang ketahanan pangan. Potensi pertanian di Desa Mrawan cukup besar dengan komoditas tanaman yang dibudidayakan meliputi tanaman padi, jagung, dan kacang-kacangan. Hasil produktivitas tanaman budidaya di Kabupaten Jember mencapai 6-8 ton per ha, akan tetapi di Desa Mrawan rata-rata hanya mencapai 3,5 sampai dengan 4 ton per ha. Adapun permasalahan disebabkan oleh degradasi lahan yang mengakibatkan rusaknya struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Selain itu permasalahan lainnya yaitu serangan hama dan penyakit pada tanaman budidaya. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penyuluhan mengenai bioremediasi lahan menggunakan bahan organik yang dikombinasikan dengan Trichoderma sp sebagai agens bioremediasi. Metode yang digunakan meliputi seminar, ceramah, dan praktik. Hasil kegiatan ini adalah petani memiliki keterampilan dalam produksi pupuk organik dan teknologi bioremediasi. Kata kunci: bioremediasi; penyuluhan; Trichoderma sp ABSTRACTThe village of Mrawan, situated in Mayang Sub-district, Jember Regency, boasts an agricultural expanse of roughly 1145 ha, thus serving as one of the key villages supporting food security. The agricultural potential of Mrawan Village is notably vast, encompassing a range of crops such as rice, corn, and legumes. While the productivity of cultivated crops in Jember Regency amounts to 6-8 tons per ha, Mrawan Village's yield is merely an average of 3.5 to 4 tons per ha, largely due to land degradation that has led to the physical, chemical, and biological degradation of the soil structure. Furthermore, pest attacks and crop diseases pose additional challenges. Consequently, to address these concerns, education on land bioremediation utilizing organic materials in conjunction with Trichoderma sp as a bioremediation agent was conducted through a range of methods including seminars, lectures, and practical exercises. As a result of this initiative, farmers have gained competencies in the production of organic fertilizers and bioremediation technology. Keywords: bioremediation; extension; Trichoderma sp.
EDUKASI PENGENALAN OBAT SERTA OPTIMALISASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR Muh. Taufiqurrahman; Maria Floriana Ping; Fransiska Novita Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14756

Abstract

ABSTRAKProgram dan layanan pendidikan kesehatan bagi siswa usia sekolah dasar sudah mulai lebih banyak melakukan pembinaan dan pemberdayaan sejak dini disekolah. Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan kesehatan difokuskan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan setiap orang untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Anak usia dini harus diajarkan bagaimana cara hidup bersih dan sehat, dan salah satu tempat untuk memulainya adalah di dalam kelas. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui proses edukasi yang meliputi penyuluhan, diskusi yang diikuti oleh siswa SDN 014 Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Materi  yang disampaikan  meliputi pengolongan obat, penggunaan obat yang tepat, tempat memperoleh obat yang baik, menyimpan obat yang benar, dan memusnahkan obat yang sudah rusak atau kadaluarsa, serta pada pengetahuan dan pemahaman peserta tentang perilaku hidup bersih dan sehat cuci tangan dengan benar, makan jajanan sehat, olahraga teratur, membuang sampah pada tempatnya, dan melakukan kerja bakti bersama dilingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Diakhir sesi pengabdian siswa antusias memberikan jawaban kuis terkait pengenalan obat serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa kegiatan dapat menambah pengetahuan siswa terkait pengunaan obat, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kata kunci: pelayanan informasi obat; PHBS; sekolah; penyuluhan. ABSTRACTHealth education programs and services for elementary school-age students have begun to provide more guidance and empowerment from an early age in school. Therefore, the implementation of health development is focused on increasing everyone's awareness, willingness and ability to live a clean and healthy life (PHBS) in the family, school and community environment. Early childhood should be taught how to live a clean and healthy life, and one place to start is in the classroom. Community service activities are carried out through an educational process which includes counseling, discussions which are attended by students of SDN 014 Muara Badak, Kutai Kartanegara Regency. The material presented includes drug classification, proper use of drugs, good places to get medicines, store the right medicines, and destroy drugs that are damaged or expired, as well as participants' knowledge and understanding of clean and healthy living behaviors, washing hands properly, eating healthy snacks, regular exercise, disposing of trash in its place, and doing community service in the school environment to create a healthy environment. At the end of the dedication session the students enthusiastically gave quiz answers related to drug introduction and clean and healthy living behavior. From the results of the dedication it can be concluded that activities can increase students' knowledge regarding drug use, clean and healthy living behavior (PHBS). Keywords: drug information; PHBS; school; extension.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA KRAMAJAYA NARMADA Desi Rofita; Yunita Marliana; Ni Putu Dian Ayu Anggraeni; Bq. Yuni Fitri Hamidiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15335

Abstract

ABSTRAKStunting masih menjadi isu besar bagi bangsa Indonesia. Stunting merupakan kondisi kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi yang berulang dan pola asuh yang tidak optimal. Pola asuh orang tua tentang tumbuh kembang, sangat membantu anak mencapai dan melewati pertumbuhan dan perkembangan sesuai tingkatan usianya dengan normal sehingga dapat mecegah terjadinya stunting. Apabila pengasuhan anak baik makan status gizi anak juga akan baik. Selain itu pencegahan stunting dapat dilakukan sejak remaja yaitu memberikan tablet tambah darah untuk mencegah anemia. Berdasarkan rekomendasi WHO tahun 2011, upaya penanggulangan anemia pada remaja dan wanita dewasa dipusatkan pada upaya promotif dan preventif, antara lain suplementasi zat besi, asupan makanan kaya zat besi, dan asam folat. Tujuan Pengabdian masyarakat ini dalah memberikan edukasi tentang stunting pada ibu ibu yang memiliki BADUTA, kader, dan remaja. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada ibu, kader, dan remaja terkait dengan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting. Instrumen penilaian edukasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Sasaran dalam kegiatan ini sebanyak 32 orang, terdiri dari 15 ibu yang memiliki BADUTA, kader sebanyak 7 orang, dan remaja sebanyak 10 orang. Hasil dari pemberian edukasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Ibu, Kader, dan Remaja terkait dengan pencegahan stunting. Kata kunci: ibu; kader; remaja; stunting ABSTRACTStunting is still a big issue for the Indonesian people. Stunting is a condition of failure in growth and development due to malnutrition in the first 1000 days of life (1000 HPK) caused by a lack of nutritional intake, recurrent infectious diseases and suboptimal parenting styles. Parents' parenting style regarding growth and development is very helpful for children to achieve and go through normal growth and development according to their age level so that they can prevent stunting. If the parenting is good, the nutritional status of the child will also be good. In addition, prevention of stunting can be done from a young age, namely giving iron tablets to prevent anemia. Based on WHO recommendations in 2011, efforts to overcome anemia in adolescents and adult women are focused on promotive and preventive efforts, including iron supplementation, intake of iron-rich foods and folic acid. The purpose of this community service is to provide education about stunting for mothers who have toddlers under two years old, cadres, and teenagers. The implementation of community empowerment is carried out by providing education to mothers, cadres, and youth regarding efforts that can be made to prevent stunting. The educational assessment instrument uses a pretest and posttest questionnaire. The targets for this activity were 15 mothers with toddlers under two years old, 7 cadres, and 10 teenagers. The results of providing education show that there is an increase in the knowledge of mothers, cadres and adolescents related to stunting prevention. Keywords: mothers; cadres; teenagers; stunting