cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE SITE GUNA MENUNJANG PENGUASAAN TIK GURU DI MAS NURUL JANNAH AMPENAN Linda Sekar Utami; Zulkarnain Zulkarnain; M. Isnaini; Khairil Anwar; Islahudin Islahudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15837

Abstract

ABSTRAKPerkembangan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini semakin pesat. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan juga semakin digiatkan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan diantaranya dapat membantu dalam proses pembelajaran. Namun hal ini tidak berbanding lurus dengan fakta dilapangan dimana tidak sedikit guru selaku tenaga pendidik masih belum menguasai pemanfaatan TIK dalam mengoptimalkan proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan guna membantu para guru di MAS Nurul Jannah Ampenan dalam menerapkan TIK dalam pembelajaran berupa  pemanfaatan Google Site dalam membuat media pembelajaran sehingga diharapkan para guru dapat memaksimalkan proses belajar dan mengajar di kelas. Metode kegiatan berupa ceramah, diskusi dan praktek. Mitra sasaran kegiatan yaitu para guru di MAS Nurul Jannah berjumlah 17 orang. Berdasarkan data kuesioner kepuasan peserta, diperoleh 64,7% responden menyatakan sangat setuju terkait penyampaian materi oleh narasumber. Menurut 52,9% responden menyatakan sangat setuju terkait sesi tanya jawab berjalan efektif dan narasumber dapat menjawab pertanyaan peserta. Sebanyak 70,6% responden mengakui narasumber tanggap merespon segala permasalahan yang dihadapi peserta. Menurut 41,2% responden menyatakan sangat setuju terkait pelaksanaan praktek pembuatan media pembelajaran menggunakan Google site disampaikan secara terstruktur sesuai modul, hal ini berbanding lurus dengan konten modul praktek yang dibagikan mudah dipahami menurut 58,8% responden. Kata kunci: pemanfaatan TIK; google sites; proses pembelajaran. ABSTRACTDevelopments in Information and Communication Technology (ICT) today are growing rapidly. The use of technology in the world of education is also increasingly encouraged. The use of information technology in the world of education can help in the learning process. However, this is not directly proportional to the facts on the ground, where not a few teachers as educators still have not mastered the use of ICT in optimizing the learning process. This service activity aims to help teachers at MAS Nurul Jannah Ampenan apply ICT to learning by using Google Sites to make learning media so that teachers can maximize the teaching and learning process in class. Methods of activity in the form of lectures, discussions, and practice The target partners of the activity are the teachers at MAS Nurul Jannah, totaling 17 people. Based on the participant satisfaction questionnaire, it was found that 64.7% of respondents stated that they strongly agreed regarding the delivery of material by the resource person. According to 52.9% of respondents, they strongly agreed that the question-and-answer session was effective and that the resource persons were able to answer participant questions. As many as 70.6% of respondents acknowledged that the resource persons were responsive in responding to all the problems faced by the participants. According to 41.2% of respondents, they strongly agreed regarding the implementation of the practice of making learning media using the Google site delivered in a structured manner according to modules; this was directly proportional to the practice module content, which was easily understood according to 58.8% of respondents. Keywords: utilization of ICT; google sites; learning process.
PELATIHAN PENGOLAHAN SNACK SEHAT BERBAHAN DASAR UMBI KEMILI DI DESA SIMPANG YUL KABUPATEN BANGKA BARAT Novidiyanto Novidiyanto; Sutyawan Sutyawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15196

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan pangan lokal sumber karbohidrat merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan. Umbi kemili merupakan salah satu jenis pangan lokal di Desa Simpang Yul Kabupaten Bangka Barat. Secara umum, umbi kemili hanya diolah dengan cara dikukus atau digoreng. Umbi kemili memiliki zat gizi dan serat yang tinggi sehingga berpotensi untuk diolah menjadi snack sehat. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah snack sehat yang berbahan dasar umbi kemili. Pelaksanaan kegiatan bertempat di salah satu pengurus KUB Kemili Sejahtera pada Bulan Maret 2022 dengan melibatkan 15 orang anggota. Kegiatan pengabdian ini menerapkan metode transfer knowledge pada saat penyuluhan dan metode simulisasi saat praktik pengolahan snack. Indikator yang digunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan adalah peningkatan pengetahuan dari skor pre dan post test, nilai tingkat kesukaan dari uji hedonik dan lembar evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yakni adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyampaian materi. Hal ini dibuktikan dengan uji paired sample t-test dimana terdapat perbedaan signifikan antara skor pre dan post test (p<0.05). Semua snack hasil pengolahan memiliki skor tingkat kesukaan di atas 4 atau sebagian besar panelis menilai suka. Hasil evaluasi kegiatan keseluruhan menunjukkan 75% peserta menilai baik untuk semua unsur penilaian. Kata kunci: pangan local; snack sehat; umbi kemili ABSTRACTUtilization of local food sources of carbohydrates is an effort to diversify food. Kemili tuber is a type of local food in Simpang Yul Village, West Bangka Regency. Kemili tubers are usually only processed by steaming or frying. Kemili tubers have high nutrients and fiber so it can be processed into healthy snacks. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of the community in processing healthy snacks from kemili tubers. This service activity is carried out in a member’s house from KUB Kemili Sejahtera in March 2022 involving 15 members. This service activity applies the transfer of knowledge method during counseling and the simulation method when practicing snack processing. The indicators used to assess the success of the activity were the increase in knowledge from the pre and post test scores, the preference level score from the hedonic test and the activity evaluation sheet. The result of this community service activity is that there is an increase in the participants' knowledge after delivering the material. This is proven by the paired sample t-test where there is a significant difference between the pre and post test scores (p <0.05). All snacks have a preference score above 4 or most of the panelists like it. The results of the evaluation showed that 75% of the participants gave good grades for all elements of the assessment. Keywords: healthy snack; kemili tuber; local food
PENYULUHAN KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA PADA SISWA SMK PRAJA PANDWAWA Nyoman Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15058

Abstract

Perkembangan akan sebuah zaman dan teknologi baru telah menghadirkan berbagai persoalan bagi sebuah negara terutama eksistensi sebuah negara. Negara akan tetap eksis jika rakyatnya memiliki akan kesadaran berbangsa dan bernegara. Untuk dapat mewujukan akan kesadaran berbangsa dan bernegara perlu di lakukan sebuah action atau tindakan yang mampu menggugah atau menanamkan akan pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara bagi kalangan pelajar. Salah satu tindakan yang bisa di lakukan  ialah memberikan sebuah penyuluhan kepada kalangan pelajar akan arti atau makna pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara sejak dini. Melalui sebuah kegiatan pegabdian masyarakat tim ITP Markandeya Bali merancang kegiatan berupa pegabdian masyarakat yang di lakukan di SMK Praja Pandawa. Adapun bentuk pegabdianya ialah berupa penyuluhan akan penting penanaman sikap  kesadaran berbangsa dan bernegara bagi siswa SMK Praja Pandawa. Hasil dari kegiatan ini siswa memiliki pemahahan dan makna akan perlunya kesadaran berbangsa dan bernegara di tanamkan sejak masih berada dalam masa sekolah
PENGUATAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIK SECARA ELEKTRONIK PADA PETUGAS KESEHATAN DI RSD IDAMAN BANJARBARU Raziansyah Raziansyah; M. Noor Ifansyah; Melinda Restu Pertiwi; Kusnindyah Praedevy Reviagana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15134

Abstract

ABSTRAKSalah satu permasalahan yang terjadi pada proses pendokumentasian rekam medis adalah ketidaklengkapan dokumen, dan hal ini juga terjadi RSD Idaman Banjarbaru. Jika menyesuaikan sesuai standar kelengkapan pengisisan rekam medik (RM), maka harus senilai 100% berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI. Akibat yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medik di sebuah rumah sakit yaitu dapat menunjukkan mutu atau kualitas pelayanan yang kurang baik. Selain dari kelengkapan, sesuai dengan Permenkes No.24 Tahun 2022 tentang rekam medik bahwa seluruh fasilitas kesehatan termasuk RS wajib menyelenggarakan rekam medik secara elektronik (RME) untuk menunjang kualitas pelayanan di RS. Berdasar dari latar belakang tersebut, maka kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai upaya penguatan pengisian dokumen rekam medik secara elektronik pada petugas kesehatan di RSD Idaman Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan focus group discussion (FGD), dan ceramah serta diskusi partisipatif. FGD dilakukan berkaitan dengan penggalian informasi terkait modalitas dan hambatan dalam pendokumentasian RM, serta upaya persiapan peralihan kepada rekam medik elektronik. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pihak RSD Idaman sudah mulai menuju RME, walaupun masih terdapat permasalahan antara lain ketidaksamaan format dan ketidaklengkapan pengisian RM, pengisian formulir menggunakan bahasa yang tidak standar, dan umpan balik laporan dari bagian RM tidak tertulis secara jelas. Rekomendasi yang diberikan oleh pihak RSD Idaman adalah dilaksanakan pelatihan terkait dengan pengisian formulir RM dengan tujuan peningkatan pemahaman tentang alur dan pengisian RM, pengadaan petunjuk teknis (juknis) untuk pengisian formulir RM, dan penambahan petugas RM di masing-masing ruangan agar mempercepat proses pengisian RM. Kata kunci: rumah sakit; rekam medik; kelengkapan ABSTRACTOne of the problems that occur in the process of documenting medical records is the incompleteness of medical record’s document, and this problem also follows at Idaman Banjarbaru Hospital. Based on Ministrial Decree of Health in Republic of Indonesia states about the standard for completeness of medical record (MR) filling must be 100%. The consequences of incomplete filling out of medical record documents in a hospital is indicate that the quality of service is remain low. Apart from completeness, in accordance with Permenkes No. 24 of 2022 concerning medical records that all health facilities including hospitals are required to maintain electronic medical records (EMR) to support the quality of services in hospitals. Based on this background, this community service activity aims to strengthen the electronic filling of medical record documents for health workers at Idaman Banjarbaru Hospital. The methods used in this activity were focus group discussions (FGD), and participatory lectures and discussions. FGDs were conducted in connection with extracting information related to modalities and obstacles in documenting MR, as well as efforts to prepare for the transition to electronic medical records. The result of this community service activity is that Idaman Hospital has started towards EMR, although there are still problems including format discrepancies and incomplete MR filling, filling out forms using non-standard language, and feedback reports from the MR department not being written clearly. The recommendations given by Idaman Hospital are to carry out training related to filling out MR forms with the aim of increasing understanding of the flow and filling out of MR, procuring technical instructions (juknis) for filling out MR forms, and adding MR officers in each room to speed up the MR filling process. Keywords: hospital; medical record; completeness
PELATIHAN PEMBUATAN WEBSITE BAGI PERANGKAT DESA DAN KARANG TARUNA UNTUK DIGITALISASI DESA KARANGSALAM LOR BANYUMAS Nandang Hermanto; Pungkas Subarkah; Alya Khansa Dzakkiyah; Ragil Wilujeng
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14823

Abstract

ABSTRAKTujuan pelaksanaan pengabdian ini untuk meningkatkan penguasaan teknologi informasi khususnya digitalisasi desa yaitu dalam pembuatan website bagi perangkat desa dan karang taruna di desa Karangsalam Lor sehingga perangkat desa maupun anggota karang taruna dapat membuat website yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan pada pengabdian menggunakan Participatory Action Research (PAR). PAR merupakan salah satu pendekatan yang mengombinasikan antara penelitian dengan tindakan yang berkelanjutan. Hasil pengabdian ini adalah kegiatan pelatihan ini ditujukan bagi perangkat desa dan angota karang taruna dapat membuat sendiri aplikasi web yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan yang ada di  desa karang tengah maupun karang taruna, dan dalam pembuatan website diharapkan lebih optimal dan menarik untuk pelayanan desa.Dalam pembuatan website, perangkat desa dan karangtaruna berhasil membuatnya dengan capaian 100% dengan website sederhana. Kata kunci: pelatihan; website; digitalisasi; desa. ABSTRACTThe purpose of implementing this service is to increase mastery of information technology, especially village digitization, namely in making websites for village officials and youth organizations in Karangsalam Lor village so that village officials and youth youth members can create websites that suit their needs. The method used in the service uses Participatory Action Research (PAR). PAR is an approach that combines research with ongoing action. The results of this service are training activities aimed at village officials and youth youth members who can create their own web applications needed to support the smooth running of existing work in Karang Tengah and Karang Taruna villages, and in making websites it is hoped that they will be more optimal and attractive for village services. making a website, village officials and Karangtaruna managed to make it 100% with a simple website. Keywords: training; website; digitalization; village.
PELATIHAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI KEBUN SAYUR ORGANIK Yeremias M. Pell; Rima Nindia Selan; Gusnawati Gusnawati; Wenseslaus Bunganaen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15207

Abstract

ABSTRAKBerkebun tidak harus memerlukan lahan yang luas, di lahan kecil pun bisa dilakukan, asal ada kemauan untuk memulainya. Berkat kemauan itu, gagasan ini berhasil diwujudnyatakan dalam kegiatan pengabdian pada Kelompok Arisan Ibu-ibu KUB YOMAVI di Kelurahan Bello. Adapun tujuan kegiatan yaitu memberi pelatihan tentang pemanfaatan lahan sempit seperti pekarangan rumah sebagai lahan berkebun. Metode kegiatan yaitu pelatihan dan praktek percontohannya. Ibu-ibu dalam kelompok arisan yang berjumlah 12 orang ini. Dari kegiatan terbukti bahwa dengan luas lahan yang kecil hanya 4 x 5 m2  bisa menghasilkan sayur sawi yang layak dikonsumsi bahkan layak untuk  dipasarkan. Dalam kegiatan ini media tanam digunakan polibag berukuran 40cm x 20cm. Sedangkan pupuk yang dipakai yaitu pupuk organik campuran sekam padi dan kotoran ayam. Semua bahan dicampur  merata dengan perbandingan tertentu kemudian difermentasi selama 14 hari  sampai 3 bulan. Pembuatan pupuk berhasil dilakukan dengan indikator keberhasilannya yaitu tidak berbau dan warnanya hitam, maka pupuk siap digunakan. Jenis sayuran yang ditanam yaitu kangkung dan sawi. Khusus sawi setelah disemai  2 minggu, dipindahkan ke polibag. Setelah 4 minggu sawi dan kangkung  sudah bisa dipanen. Inilah hasil akhir dari kegiatan yang bisa diperoleh para ibu kelompok arisan ini, selain pengetahuan tentang pemanfaatan  pekarangan rumah sebagai lahan berkebun. Kata kunci: polybag; sayuran organik; lahan sempit; pekarangan. ABSTRACTGardening doesn't have to require a large area of land, even on small land it can be done, as long as there is a will to start it. Thanks to that will, this idea was successfully realized in a community service activity for the KUB YOMAVI Women's Gathering Group in Bello Village. The purpose of the activity is to provide training on the use of narrow land such as yards as gardening land. The activity method is training and pilot practice. There are 12 women in the lottery club. From the activities, it is evident that with a small land area of only 4 x 5 m2, mustard greens are suitable for consumption and even marketable. In this activity, the planting media used polybags measuring 40cm x 20cm. While the fertilizer used is organic fertilizer mixed with rice husk and chicken manure. All ingredients are mixed evenly with a certain ratio and then fermented for 14 days to 3 months. Fertilizer making was successfully carried out with indicators of success, namely no smell and black color, then the fertilizer is ready for use. Types of vegetables planted are kale and mustard greens. Specifically for mustard after sowing for 2 weeks, it is transferred to polybags. After 4 weeks, mustard greens and kale can be harvested. This is the final result of the activities that can be obtained by the women of this lottery club, in addition to knowledge about using the yard of the house as gardening land. Keywords: polybags;organic vegetables; narrow land; yard.
EDUKASI PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN SAYUR BENING DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI PELANCAR ASI Yopi Suryatim Pratiwi; Sri Handayani; Yesvi Zulfiana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14929

Abstract

ABSTRAKAngka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Angka kematian bayi sebagian besar disebabkan oleh faktor gizi. Pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Alasan paling umum ditemukan pada ibu menyusui yang berhenti menyusui adalah karena produksi ASI yang tidak mencukupi. Pemanfaatan tumbuhan/sayuran yang berfungsi sebagai galaktogogue dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi ASI. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan masyarakat untuk meningkatkan produksi ASI. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan edukasi peningkatan pengetahuan tentang penggunaan sayur bening daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pelancar ASI. Tujuan dilakukan edukasi yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang kegunaan sayur bening daun kelor sebagai pelancar ASI. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2022 di Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode ceramah, dan untuk medianya yaitu menggunakan leaflet. Mitra Pengabdian masyarakat ini yaitu Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram yang melibatkan 23 ibu nifas. Hasil pretest didapatkan sebagain besar pengetahuan ibu nifas yaitu 47,8% memiliki pengetahuan baik, dan mengalami peningkatan menjadi 73,9% setelah diberikan edukasi kesehatan tentang kegunaan sayur bening daun kelor sebagai pelancar ASI. Setelah kegiatan pengabdian ibu nifas diharapkan dapat memanfaatkan daun kelor yang diolah menjadi sayur bening sebagai upaya dalam meningkatkan kelancaran ASI.  Kata kunci: ASI; pengetahuan; sayur bening daun kelor ABSTRACTThe Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still high. The infant mortality rate is largely due to nutritional factors. Exclusive breastfeeding can reduce infant morbidity and mortality. The most common reason found in breastfeeding mothers who stop breastfeeding is due to insufficient milk production. Utilization of plants/vegetables that function as galactogogue can be used as an alternative to increase milk production. Moringa leaves are one of the plants that people often use to increase milk production. Based on this, it is necessary to carry out education to increase knowledge about the use of clear vegetable Moringa leaves (Moringa oleifera) as a facilitating breast milk. The aim of this education is to increase the knowledge of postpartum mothers about the use of clear vegetable Moringa leaves as a means of facilitating breast milk. This health education activity was carried out on December 17 2022 in Jempong Baru Village, Sekarbela District, Mataram City. The method used in this community service activity is using the lecture method, and for the media, using leaflets. This community service partner is Jempong Baru Village, Sekarbela District, Mataram City which involved 23 postpartum mothers. The pretest results showed that most of the knowledge of postpartum mothers, namely 47.8% had good knowledge, and increased to 73.9% after being given health education about the use of clear vegetable Moringa leaves as a breast milk booster. After the service activities, postpartum mothers are expected to be able to utilize Moringa leaves which are processed into clear vegetables as an effort to improve the smoothness of breast milk. Keywords: breast milk; knowledge; clear vegetable moringa leaves
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA GRIYA DALAM PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN SEDIAAN GUMMY CANDIES (YUPPI) YANG BERNILAI EKONOMIS Yuli Fitriana; Irmatika Hendriyani; Dzun Haryadi Ittiqo; Nur Furqani; Baiq Nurbaety; Abdul Rahman Wahid; Melati Permata Hati; Taufan Hari Sugara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15322

Abstract

ABSTRAKNutrceutical dapat didefinisikan sebagai makanan (bagian dari makanan) yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, termasuk pencegahan dan atau pengobatan penyakit.  Salah satu bentuk sediaan nutrceutical ialah Soft candy. Tanaman yang sering dijumpai dan cukup tinggi untuk menangkal radikal bebas adalah tanaman daun kelor. Metode yang digunakan dalam pembuatan soft candy dari daun kelor adalah mengekstraksi dengan menggunakan metode maserasi yang akan diambil ekstraknya untuk dijadikan soft candy. Perlakuan uji terhadap soft candy antara lain uji flavonoid, organoleptis, dan fisika. Dalam uji flavanoid potif mengandung flavonoid pada sediaan soft candy. Kata kunci: soft candy; kelor; flavonoid ABSTRACTNutrceutical can be defined as food (part of food) that provides medical or health benefits, including the prevention and or treatment of disease. One of the nutrceutical dosage forms is soft candy. Plants that are often found and are tall enough to ward off free radicals are Moringa leaves. The method used in making soft candy from Moringa leaves is extraction using the maceration method which will be extracted to make soft candy. The test treatment for soft candy includes flavonoid, organoleptic, and physical tests. In the positive flavanoid test it contains flavonoids in soft candy preparations. Keywords: soft candy; moringa; flavonoid
IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN NETIKET DALAM MASYARAKAT DIGITAL DI SMK PARIWISATA HARAPAN DENPASAR Ketut Queena Fredlina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15410

Abstract

ABSTRAKTeknologi digital yang canggih telah membawa perubahan besar dalam cara komunikasi masyarakat. Dengan adanya internet, media sosial, dan aplikasi chatting, masyarakat dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat dengan orang-orang dari berbagai negara dan budaya yang berbeda. Berkembangnya teknologi ini menimbulkan berbagi permasalahan salah satunya adalah orang dapat berbicara dan bertindak semaunya di dunia maya dengan komentar kasar, menyudutkan, sampai menyinggung SARA. Oleh karena itu, segala aktivitas digital membutuhkan etika digital yang harus diterapkan agar dapat berjalan dengan baik dan benar. Setiap individu harus memahami dan menerapkan etika yang baik dalam setiap aktivitas di dunia digital sehingga dibutuhkan sebuah pelatihan mengenai tantangan netiket serta bagaimana implementasinya agar dapat menjaga keharmonisan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Pada kegiatan kali ini dilaksanakan di SMK Pariwisata Harapan Denpasar karena masih banyak siswa di SMK Pariwisata Harapan Denpasar belum mengetahui dampak negatif dari penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab. Remaja merupakan generasi yang akan menentukan masa depan teknologi dan memainkan peran penting dalam bagaimana teknologi digunakan dan diterima dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan pelatihan. Menyediakan mereka dengan pelatihan tentang etika digital adalah sangat penting untuk memastikan bahwa mereka menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab dan bijak. Dengan dilaksanakannya pengabdian ini, tujuan pengabdian seperti mengedukasi siswa, meningkatkan kesadaran netiket, mendorong penerapan netiket, serta membangun kesadaran tentang dampak negative dari pelanggaran netiket dapat tercapai. Kata kunci: etika digital; literasi, netiket. ABSTRACTThe advancement of digital technology has brought about significant changes in the way society communicates. With the internet, social media, and messaging applications, people can easily and quickly interact and communicate with individuals from different countries and cultures. However, the development of this technology has also given rise to various issues, and one of them is the freedom for individuals to speak and act as they please in the online world, using offensive language, engaging in cyberbullying, or making discriminatory remarks. Therefore, every digital activity requires digital ethics that need to be applied to ensure smooth and responsible conduct. Each individual must understand and practice good ethics in every digital activity, making it crucial to provide training on the challenges of netiquette and its implementation in order to maintain harmony and well-being in society. The chosen venue for this activity is SMK Pariwisata Harapan Denpasar as many students in the school are still unaware of the negative impacts of irresponsible technology use. Teenagers represent the generation that will determine the future of technology and play a vital role in how technology is utilized and accepted in society. The method employed in this community service is through training. Providing them with training on digital ethics is essential to ensure that they become responsible and wise technology users. By implementing this community service, the objectives of educating students, raising awareness of netiquette, promoting its implementation, and building awareness of the negative consequences of netiquette violations can be achieved. Keywords: digital ethics; literacy; netiquette.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH DI SD NEGERI LANTENG BARU Puji Utomo; Annisa Mu’awanah Sukmawati; Algazt Aryad Masagala
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15184

Abstract

ABSTRAKSanitasi sekolah merupakan salah satu pilar penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Aspek penting penerapan sanitasi sekolah salah satunya adalah pemenuhan akses terhadap air bersih layak dan aman dari pencemaran. SD Negeri Lanteng Baru memiliki permasalahan akses sarana air bersih yang belum layak. Perlu ada alternatif lain sebagai sumber air bersih. Tujuan kegiatan untuk mengimplementasikan teknologi pemanenan air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di SD Negeri Lanteng Baru, untuk keperluan fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun. Implementasi teknologi ini menggunakan atap bangunan perpustakaan di SD Negeri Lanteng Baru. Implementasi program, meliputi tahap pengumpulan data, perancangan desain, sosialisasi program, pemasangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil implementasi pemanenan air hujan di SD Negeri Lanteng Baru, terdiri dari beberapa sub-sistem, yaitu areal penangkap hujan, saluran distribusi air hujan, tangki penyimpanan, saluran pembuangan, dan media filter. Selain itu, hasil pemeriksaan sampel air pemanenan hujan menunjukkan semua parameter uji masih berada di bawah ambang batas maksimum sehingga sudah sesuai baku mutu air bersih. Mitra mendukung keberlanjutan program untuk mengimplementasikan pemanenan air hujan dengan memanfaatkan atap bangunan lain di area SD Negeri Lanteng Baru. Kata kunci: sanitasi; air bersih; pemanenan air hujan; baku mutu air ABSTRACTSchool sanitation is an important pillar in improving the quality of education in Indonesia. One of the important aspects of implementing school sanitation is the fulfillment of access to clean water and safety from defilement. SD Negeri Lanteng Baru had improper access to clean water facilities. Therefore, it needs to be an alternative source of clean water. The program aimed to implement rainwater harvesting technology as an alternative to providing clean water at SD Negeri Lanteng Baru, mainly for Handwashing with Soap facilities. The implementation of this technology involved the use of the roof of the library building at SD Negeri Lanteng Baru. The implementation stages included data collection, design planning, program socialization, installation process, monitoring, and evaluation. The results of the implementation of rainwater harvesting at SD Negeri Lanteng Baru consist of several subsystems, namely rain catchment areas, rainwater distribution channels, storage tanks, drains, and filter media. In addition, the testing results of rainwater samples indicated that all test parameters were still below the maximum threshold, so it was inherent to clean water quality standards. Partners support the continuity of programs to implement rainwater harvesting by utilizing the roofs of other buildings in SD Negeri Lanteng Baru. Keywords: sanitation; clean water; rainwater harvesting; water quality standards