cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
SOSIALISASI SISTEM JUAL BELI ONLINE TERHADAP IBU-IBU PENGAJIAN DI JL. AKBP H. UMAR KECAMATAN KEMUNING PALEMBANG Saprida Saprida; Zuul Fitriani Umari; Choiriyah Choiriyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.20057

Abstract

ABSTRAKKegiatan sosialisasi pengabdian ini membahas tentang keabsahan perjanjian jual beli secara online, kelebihan dan kelemahan dalam jual beli online. Sosialisasi ini dilakukan karena meningkatnya transaksi jual beli secara online dikalangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan banyaknya pertanyaan dari Ibu-ibu pengajian di Jl. AKBP H. Umar Kecamatan Kemuning tentang jual beli online. Tujuan kegiatan sosialisasi ini memberikan pemahaman tentang jual beli online terhadap Ibu-ibu pengajian dengan harapan peserta sosialisasi bisa memahami secara terperinci akan transaksi jual beli online. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Transaksi jual beli, meskipun dilakukan secara online, berdasarkan UU ITE dan PP PSTE tetap diakui sebagai transaksi elektronik yang dapat dipertanggungjawabkan. Kontrak Elektronik itu sendiri menurut Pasal 48 ayat (3) PP PSTE. Kelebihan dalam jual beli  online  yaitu  informasi  atas produk yang dijual dapat diperoleh secara detail, pembeli juga tidak perlu repot untuk datang ke banyak lokasi guna mencari produk yang diinginkan. Bagi penjual dapat memasarkan produknya secara luas, sehingga keuntungan yang dapat bisa lebih besar. Kelemahan jual beli online yaitu pembeli tidak melihat langsung barang dibelinya sehingga dapat berakibat timbulnya permasalahan yang merugikannya manakala produk yang diterima ternyata tidak sesuai dengan penawaran. Kata Kunci : sistem; transaksi; jual beli; online. ABSTRACTThis service outreach activity discusses the validity of online buying and selling agreements, the advantages and disadvantages of online buying and selling. This socialization was carried out because of the increase in online buying and selling transactions among the community to meet their daily living needs and the many questions from women studying the Koran on Jl. AKBP H. Umar Kemuning District regarding online buying and selling. The aim of this socialization activity is to provide understanding about online buying and selling to recitation mothers with the hope that socialization participants can understand in detail about online buying and selling transactions. The methods used in this service are lecture, discussion and question and answer methods. The results of this service show that sales and purchase transactions, even though they are carried out online, are still recognized as electronic transactions that can be accounted for based on the ITE Law and PP PSTE. The Electronic Contract itself is based on Article 48 paragraph (3) PP PSTE. The advantage of online buying and selling is that information about the products being sold can be obtained in detail, buyers also don't need to bother coming to many locations to look for the desired product. Sellers can market their products widely, so that profits can be greater. The weakness of online buying and selling is that buyers do not see the goods they buy directly, which can result in problems that are detrimental to them when the product they receive does not match the offer. Keywords: system; transaction; buying and selling; online.
WORKSHOP PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PEDOMAN RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Dona Fitriawan; Agung Hartoyo; Nurfadilah Siregar; Hamdani Hamdani; Revi Lestari Pasaribu; Ahmad Yani T.; Edy Yusmin; Endar Sulistyowati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.18050

Abstract

ABSTRAKTujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan penyusunan pedoman rencana pembelajaran semester (RPS) dalam menyikapi kebijakan kementerian pendidikan kebudayaan, riset, dan teknologi tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa pengembangan kurikulum baru terkhusus pada semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 tentang perihal RPS tersebut yang sangat penting dengan perkembangan kurikulum merdeka. Pengabdian ini berbentuk workshop atau pelatihan yang dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar. Teknik dan instrumen pengumpul datanya berupa teknik interview, observasi, dan dokumentasi dengan alatnya berupa wawancara langsung, lembar pengamatan, dan dokumen-dokumen. Workshop ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di kampus tersebut dengan model pelaksanaannya sebagai berikut: (1) hasil kegiatan pengabdian untuk dosen-dosen di UNU Kalbar yang bertujuan untuk mengembangkan pedoman RPS berbasis kurikulum MBKM telah berjalan dengan baik dan lancar; (2) terdapat produk yang sangat penting dan menjadi pedoman atau acuan yaitu draft panduan penyusunan RPS yang akan sudah disahkan. Kata kunci: kurikulum MBKM; RPS; workshop. ABSTRACTThe purpose of this service activity is to provide assistance in preparing semester learning plan (RPS) guidelines in responding to the policies of the ministry of education, culture, research, and technology regarding Merdeka Learning Independent Campus (MBKM) in the form of developing a new curriculum specifically in the odd semester of the 2022/2023 academic year regarding the RPS which is very important with the development of an independent curriculum. This service is in the form of a workshop or training held at the University of Nahdlatul Ulama (UNU) West Kalimantan. The techniques and instruments for collecting data are interview techniques, observation, and documentation with tools in the form of direct interviews, observation sheets, and documents. This workshop was attended by lecturers and education staff at the campus with the following implementation model: (1) the results of service activities for lecturers at UNU West Kalimantan which aim to develop RPS guidelines based on the MBKM curriculum have run well and smoothly; (2) there are products that are very important and become guidelines or references, namely the draft guidelines for preparing RPS which will be ratified. Keywords: MBKM curriculum; RPS; workshop.
PELATIHAN PEMBIMBINGAN PLP/AM UNTUK PENGUATAN PEMBELAJARAN NUMERASI BAGI GURU SEKOLAH DASAR Hidayati, Vivi Rachmatul; Jufri, A. Wahab; Sukardi, Sukardi; Amrullah, Amrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19672

Abstract

ABSTRAKPengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Asistensi Mengajar (AM) MBKM Mandiri menjadi satu kegaitan rutin yang diadakan di setiap semester. Guru pamong menjadi pembimbing yang paling sering ditemui oleh mahasiswa ketika menjalankan program PLP/AM. Pembimbingan yang dilaksanakan guru pamong sangat intensif dan tentunya harus aktual sesuai dengan permintaan pendidikan Indonesia saat ini. Terdapat 3 tahapan dalam program pengabdian ini, yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pengertian dan pentingnya numerasi, variasi pembelajaran numerasi untuk berbagai level, pembelajaran numerasi dengan pemahaman konsep matematika, serta pembimbingan mahasiswa AM dalam pembelajaran numerasi. Kegiatan pengabdian terlaksana pada 16 September 2023 di SDN 35 Cakranegara. Sebelum kegiatan dibuka, peserta diminta menyelesaikan soal pre-test. Kegiatan dilaksanakan dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian materi. Pelaskanaan materi dilakukan dengan presentasi dari pemateri diikuti dengan praktik pembelajaran numerasi yang bervariasi. Peserta terlihat senang dan antusias dalam menyimak materi dan melaksanakan praktik pembelajaran. Beberapa media manipulative dalam pembelajaran numerasi diperkenalkan pada guru. Setelah penyampaian materi, diskusi dilakukan antara guru dan pemateri. Setelahnya dilaksanakan post-test dan kegiatan pengabdian ditutup. Berdasarkan hasil analisis nilai pre-test dan post-test, didapatkan hasil terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara rerata kedua nilai tersebut. Hal ini ditunjukkan dari besarnya peningkatan rata-rata post-test sebesar 24.11%. Hal ini artinya pelatihan dirasa efektif bagi guru dalam hal kapasitas mengenai pembelajaran numerasi dan pembimbingan mahasiswa PLP/AM. Kata kunci: numerasi; PLP; pelatihan; asistensi mengajar. ABSTRACTThe introduction to the School Field (PLP) and Teaching Assistance (AM) is a routine activity held every semester. Tutors are the mentors most often encountered by students when carrying out the PLP/AM program. The guidance carried out by tutors is very intensive and of course must be current in accordance with the current demands of Indonesian education. There are 3 stages in this service program, namely preparation, implementation and evaluation. The training material includes the understanding and importance of numeracy, variations in numeracy learning for various levels, numeracy learning with an understanding of mathematical concepts, as well as mentoring AM students in numeracy learning. The service activity was carried out on September 16 2023 at SDN 35 Cakranegara. Before the activity opened, participants were asked to complete pre-test questions. The activity was carried out with an opening and continued with the delivery of material. The implementation of the material is carried out with a presentation from the speaker followed by various numeracy learning practices. Participants looked happy and enthusiastic in listening to the material and carrying out learning practices. Several manipulative media in learning numeracy were introduced to teachers. After delivering the material, a discussion was held between the teacher and presenter. After that, a post-test was carried out and the service activities were closed. Based on the results of the analysis of pre-test and post-test scores, the results showed that there was a significant average difference between the means of the two scores. This is shown by the magnitude of the post-test average increase of 24.11%. This means that the training is deemed effective for teachers in terms of capacity regarding numeracy learning and supervising PLP/AM students. Keywords: Numeracy; PLP; training; teaching assistant.
OPTIMALISASI PEMBUATAN PRESENTASI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DAN INOVATIF BAGI SISWA SMKN 6 DENPASAR Astawa, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri; Purnami, Ida Ayu Oka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19674

Abstract

ABSTRAKTujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan peserta khususnya dalam pembuatan presentasi sebagai media komunikasi yang efektif dan inovatif. 56 orang siswa SMKN 6 Denpasar terlibat menjadi peserta dalam kegiatan ini. Kegiatan ini terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu identifikasi masalah, analisis kebutuhan, dan evaluasi kegiatan. Pelaksana kegiatan menggunakan metode eksplisit dalam memaparkan materi kepada para peserta. Berdasarkan dari perbandingan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat 16.6% peningkatan pada pengetahuan siswa dalam hal melakukan presentasi yang efektif, menarik, dan inovatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi siswa. Kata kunci: powerpoint; presentasi; media komunikasi ABSTRACTThis activity aims to enhance the participants’ abilities, especially in creating presentations as an effective and innovative communication medium. Fifty-six students from SMKN 6 Denpasar participated in this activity. The activity was divided into three stages: problem identification, needs analysis, and activity evaluation. The activity organizers used an explicit method to present the material to the participants. Based on the comparison of the results from the pre-test and post-test, it was found that there was a 16.6% improvement in students' knowledge regarding effective, engaging, and innovative presentations. Therefore, the activity had a positive impact on the students. Keywords: powerpoint; presentation; communication media
PENYULUHAN TERKAIT ARTI PENTING EKOSISTEM MANGROVE DAN PERAN GENERASI MUDA DALAM MELIDUNGINYA PADA SMAN 3 AMBON Janson Hans Pietersz; Mahriyana Hulopi; Laura Siahainenia; Niette V. Huliselan; Frederika S. Pello; Charlotha I. Tupan; Maureen A. Tuapattinaja
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19156

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting  dalam menjaga kestabilan lingkungan baik di perairan laut maupun pada area terestrial, beberapa peran ekosistem mangrove untuk menjaga kestabilan lingkungan perairan laut yaitu, mangrove berperan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas suatu  perairan, mangrove berperan sebagai habitat bagi beberapa organisme perairan dan juga sebagai area penyaring bahan-bahan pencemar yang berasal dari aktivitas antropogenik di wilayah terestrial. Berdasarkan peranan-peranan tersebut maka ekosistem mangrove sangat perlu dijaga dan dilestarikan, sehingga pemberian pemahaman dan pengetahuan melalui kegiatan penyuluhan terkait arti penting perlindungan ekosistem mangrove dan peran generasi muda dalam melindunginya perlu dilakukan terhadap siswa-siswi sekolah menengah atas yang merupakan generasi penerus bangsa dan merupakan generasi yang menjadi penentu masa depan bangsa ke depan. Metode yang digunakan, yaitu dalam bentuk penyuluhan dan pengetahuan penggunaan aplikasi Monmang 2.0 dalam mendeteksi kondisi kesehatan mangrove, serta kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa. Berdasarkan kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menimbulkan kebiasaan baik dari para siswa-siswi dalam menjaga keberlangsungan fungsi ekosistem pesisir khususnya ekosistem mangrove di Pulau Ambon, sehingga dapat berdampak positif yang bersifat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Kemudian dari kegiatan ini juga dapat memberikan masukan terhadap pihak sekolah dan pengurus OSIS, sehingga salah satu kegiatan ekstra kurikuler sekolah nantinya dapat berupa kegiatan yang merujuk pada pelestarian lingkungan, seperti kegiatan penanaman mangrove dan aksi bersih pantai.  Kata kunci: peran; mangrove;  generasi muda. ABSTRACTThe mangrove ecosystem is vital to maintaining environmental stability in marine and terrestrial areas. Several roles of the mangrove ecosystem are to maintain the stability of the marine environment; namely, mangroves play an essential role in supporting increased productivity of waters, and mangroves act as a habitat for several aquatic organisms. Moreover, it is a filter area for pollutants from anthropogenic activities in terrestrial areas. Based on these roles, the mangrove ecosystem needs to be protected and preserved, so providing understanding and knowledge through outreach activities regarding the importance of protecting the mangrove ecosystem and the role of the younger generation in protecting it needs to be carried out for high school students who are the nation's next generation and are the generation that will determine the future of the nation in the future. The method used was counseling and knowledge on using the Monmang 2.0 application in detecting mangrove health conditions, and 40 students attended this activity. Based on this outreach activity, it is hoped that it can create good habits among students in maintaining the sustainability of the function of coastal ecosystems, especially the mangrove ecosystem on Ambon Island so that it can have a positive, sustainable impact on society and the environment. Then, this activity can also provide input to the school and OSIS administrators so that one of the school's extra-curricular activities can later be an activity that refers to environmental preservation, such as mangrove planting activities and beach clean-up activities. Keywords: role; mangrove; young generation.
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA DI LAHAN PEKARANGAN DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Jamili, Jamili; Usman, Ida; Yanti, Nur Arfa; Kadidae, La Ode; Muksar, Muksar; Budiman, Herdi; Rudia, La Ode Adi Parman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19643

Abstract

ABSTRAKDesa Abenggi merupakan salah satu desa di kecamatan Landono kabupaten Konawe Selatan yang dahulunya dikenal sebagai sentra pertanian, namun saat ini para petani di desa tersebut beralih menjadi pengrajin batu merah. Perkembangan usaha pembuatan batu merah di desa Abenggi menyebabkan luas lahan pertanian semakin sempit sehingga produktivitas dari sektor pertanian semakin menurun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN-Tematik bertujuan untuk introduksi teknologi budidaya tanaman hortikultura dan memberdayakan masyarakat khususnya pemuda karang taruna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dan memanfaatkan lahan pekarangan menjadi lahan produktif melalui budidaya pepaya California. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini melalui pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai teknik budidaya Pepaya Clifornia dan sharing pengalaman dengan kelompok petani lokal serta pelatihan penyiapan bibit unggul dan teknik penanaman pepaya California pada lahan pekarangan. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa KKN di desa Abenggi yang dilaksanakan selama satu bulan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpakai untuk budidaya pepaya California.    Kata kunci: budidaya; pepaya california; lahan pekarangan; desa Abenggi ABSTRACTAbenggi Village is one of the villages in Landono subdistrict, South Konawe district, which was previously known as an agricultural center, but now the farmers in the village have turned into red stone craftsmen. The development of the red stone manufacturing business in Abenggi village has caused the area of agricultural land to become increasingly narrow so that the productivity of the agricultural sector continues to decline. The integrated KKN-Thematic community service activity aims to introduce horticultural plant cultivation technology and empower the community, especially youth organizations, to increase their knowledge and skills in managing and utilizing home garden land into productive land through cultivating California papaya. The method used is the active participation of all parties involved in this activity through training and assistance to the community. The activity began with counseling regarding California papaya cultivation techniques and sharing experiences with local farmer groups as well as training in preparing superior seeds and techniques for planting California papaya in home gardens. Service activities carried out in the form of collaboration between lecturers and KKN students in Abenggi village which were carried out for one month showed an increase in community knowledge and ability in utilizing unused home garden land for cultivating Californian papaya. Keywords: abenggi village; californian papaya; cultivating;  home garden
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN TERFERMENTASI SEBAGAI PAKAN TERNAK DI DESA TERSIDILOR KECAMATAN PITURUH, PURWOREJO Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu; Utami, Efrilia Tri Wahyu; Fadhiliya, Lukman; Miftahudin, Afrigh; Windasih, Septia; Hilmi, Khaidar Mohamad; Rasmini, Rasmini; Tristiyanti, Vivi; Achmad, Iqbal Junaid Arridho; Baharudin, Mohamad; Mustajib, Ahmad Nurul; Priyanto, Miskan; Khasbiyana, Muruni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17587

Abstract

ABSTRAKDesa Tersidilor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo merupakan daerah dataran yang rendah dengan potensi limbah pertanian yang melimpah seperti jerami padi, kedelai dan kacang hijau. tetapi , belum dimanfaatkan secara optimal.  Mayoritas peternak memberikan limbah pertanian yang belum diolah sehingga kebutuhan nutrisi ternak belum tercukupi.  Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian ini bertujuan agar masyarakat di Desa Tersidilor dapat memanfaatkan limbah pertanian melalui penerapan teknologi fermentasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Metode yang dilakukan yaitu survei lapangan, penyuluhan, pelatihan pembuatan pakan dari limbah pertanian, evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan penyuluhan dan pelatihan telah terlaksana dengan baik. Peserta pelatihan menyadari pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan pembuatan pakan ternak dari fermentasi limbah pertanian.  Secara umum limbah pertanian yang difermentasi menunjukan hasil yang baik dan uji palatabilatas pada ternak menunjukan pakan fermentasi disukai ternak. Alternatif penggunaan bahan dari limbah-limbah pertanian yang lain perlu dilakukan untuk mengatasi ketersedian pakan.          Kata kunci: pakan; jerami; dedak; fermentasi. ABSTRACTTersidilor Village, Pituruh District, Purworejo Regency is a lowland area with abundant potential for agricultural waste, but it has not been utilized optimally. The majority of farmers provide agricultural waste that has not been processed so the nutritional needs of livestock have not been fulfilled. Based on these problems, this community service activity aims to enable the people in Tersidilor Village to utilize agricultural waste through the application of fermentation technology so that they can meet the nutritional needs of livestock. The methods used are field surveys, counseling, training in making feed from agricultural waste, evaluation, and monitoring. The results of counseling and training activities have been carried out well. The training participants realized the importance of meeting the nutritional needs of livestock and were enthusiastic about participating in the activity. There is an increase in understanding and skills in making animal feed from fermented agricultural waste. In general, fermented agricultural waste showed good results and palatability tests on livestock showed that fermented feed was favored by livestock. Alternative use of materials from other agricultural wastes needs to be done to overcome the availability of feed. Keywords: feed; rice straw; rice bran; ferentation.
PEMBERIAN TERAPI BEKAM SEBAGAI PENGOBATAN KOMPLEMENTER NON FARMAKOLOGIS PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI POSBINDU KELURAHAN EKA MARGA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG PERIUK KOTA LUBUKLINGGAU Zuraidah Zuraidah; Nadi Aprilyadi; Bambang Soewito
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19658

Abstract

ABSTRAKSecara global penyebab kematian Penyakit Tidak Menular  (PTM)  cenderung menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Masalah PTM ini  juga  dijumpai di Kelurahan Eka Marga Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Periuk  yaitu  kasus hipertensi dan Diabetes Mellitus menjadi kasus tertinggi pada lansia.  Penatalaksanaa PTM dapat  dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Pengobatan non farmakologi salah satunya adalah  dengan pemberian terapi Bekam. Tujuan dari pengabdiam Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia dalam mengontrol tekanan darah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan  diet hipetensi dan DM, dan melakukan terapi bekam untuk menurunkan tekanan darah pada lansia di Puskesmas Simpang Periuk Kota Lubuklinggau pada 25-26 September tahun 2023.  Pelaksanaan pengabmas ini diikuti oleh lansia yang menderita hipertensi sebanyak 20 orang, didahului dengan pemberian pendidikan Kesehatan tentang diet makanan untuk penyakit hipertensi dan Diabetes Mellitus, selanjutnya pemeriksaan Tekanan darah dilakukan  sebelum dan sesudah  terapi bekam. Kegiatan  bekam  dilakukan sebanyak dua kali dengan rentang waktu 2 minggu. Hasil yang didapatkan setelah pemberian  penkes  dan terapi bekam diketahui  pengetahuan  lansia  naik menjadi kategori baik sebanyak 9 (45%) dan tekanan darah setelah terapi bekam terjadi penurunan sebanyak 15 (75%). Diharapkan kepada kader dapat meneruskan pelaksanaan bekam sebagai alternatif dalam  mengontrol tekanan darah dan lansia  selalu mengikuti pola hidup sehat dengan diet, kontol Kesehatan di Posbindu sehingga kualitas hidup lansia dapat terpenuhi. Kata kunci: bekam; komplementer; lansia; penyakit tidak menular ABSTRACTGlobally, Non-communicable Disease (NCD) causes of death tend to be the largest cause of death in the world. This NCD problem is also found in Eka Marga Village, Simpang Periuk Health Center Working Area, namely cases of hypertension and Diabetes Mellitus being the highest cases in the elderly. NCD management can be done pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological treatments is cupping therapy. The purpose of this community service is to increase the knowledge of the elderly in controlling blood pressure by providing health education on hygiene diets and DM, and conducting cupping therapy to lower blood pressure in the elderly at the Simpang Periuk Health Center in Lubuklinggau City on September 25-26, 2023. The implementation of this community service was attended by the elderly suffering from hypertension as many as 20 people, preceded by the provision of health education about food diet for hypertension and Diabetes Mellitus, then blood pressure checks were carried out before and after cupping therapy. Cupping activities are carried out twice with a span of 2 weeks. The results obtained after the administration of health and cupping therapy are known that the knowledge of the elderly rose to a good category of 9 (45%) and blood pressure after cupping therapy decreased by 15 (75%). It is hoped that cadres can continue the implementation of cupping as an alternative in controlling blood pressure and the elderly always follow a healthy lifestyle with diet, health control at Posbindu so that the quality of life of the elderly can be fulfilled. Keywords: cupping; complementary; elderly; non-communicable diseases
PEMBERDAYAAN USAHA JAJAN UPAKARA SEBAGAI SARANA UPACARA KEAGAMAAN DI JIMBARAN Wahyuni, Luh Mei; Pratiwi, Ni Made Wirasyanti Dwi; Sukarata, Putu Gde
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17070

Abstract

ABSTRAKBanyaknya pelaksanaan upacara dalam Agama Hindu di Bali, menyebabkan kebutuhan sarana perlengkapan upacara terus meningkat dan berkembang khususnya kebutuhan jajanan khas Bali yang digunakan dalam pelaksanaan upacara. Hal ini menjadi peluang bagi usaha jajan bali berkembang. Mitra dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah usaha Jajan Upakara Bali yang berlokasi di dusun Jl. Uluwatu Gang Menaga Jati No 8 Jimbaran. Jajan Upakara Bali merupakan usaha kecil yang memproduksi Jajan untuk kegiatan upacara keagamaan yang terdiri dari produk jajan uli dan jajan begina khas Bali. Karena merupakan usaha yang diturunkan dari tradisi maka terdapat beberapa kendala berupa keterbatasan alat bantu produksi, pengemasan produk, kurangnya manajemen keuangan serta keterbatasan dalam hal pemasaran. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, maka akan dilakukan kegiatan bertahap mulai manajemen produksi sampai pemasaran. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kinerja produksi Jajan Bali, memberikan kepastian mengenai pendapatan usaha sehingga mitra dapat dengan mudah membuat perencanaan produksi maupun pemasaran, meningkatkan pemasaran mitra sehingga usaha mitra lebih dikenal oleh masyarakat. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap sosialisasi, peningkatan alat produksi, pengemasan yang menarik, pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi, pemberian peralatan sebagai alat bantu produksi seperti mesin parut, kompor, wajan, mesin sealer, alas jemur jajan, alat cetak jajan, box besi penyimpanan, pemberian bantuan kemasan dan label kemasan, pelatihan pengemasan, pelatihan manajemen keuangan, pembuatan media sosial dan pelatihan penggunaan media sosialsocial. Hasil kegiatan Berdasarkan hasil evaluasi, tahap pertama didapatkan dengan adanya penambahan alat produksiberupa percmempercepatan  proses produksi  sebanyak 50% sehinggadan menghemat waktu produksi 50%, peningkatan produksi sebanyak 50%, . Dari segi pengemasan, 100% produk telah berisi label kemasan, 1 orang anggota mitra dapat membuat manajemen keuangan sederhana. Kata kunci: pemberdayaan usaha; sarana upakara; jajan bali. ABSTRACTThe partner in this community empowerment activity is the Upakara Bali Snacks business. Jajan Upakara Bali produces snacks for religious ceremonies consisting of Balinese uli and bena snack products. Because it is a business derived from tradition, there are several obstacles in the form of limited production tools, product packaging, lack of financial management and limitations in terms of marketing. Based on the problems faced, gradual activities will be carried out starting from production management to marketing. The aim of this activity is to improve the production performance of Balinese Snacks, provide certainty regarding business income so that partners can easily make production and marketing plans, improve partner marketing so that partner businesses are better known to the public. The implementation method consists of the socialization stage, improving production equipment, attractive packaging, financial and marketing management training and activity evaluation. Activities began with socialization, providing equipment as production aids such as grating machines, stoves, frying pans, sealer machines, snack drying mats, snack molding equipment, metal storage boxes, providing assistance with packaging and packaging labels, packaging training, financial management training, media making social and training in the use of social media. The results of the activity are in the form of accelerating the production process thereby saving production time by 50%, increasing production by 50%, 100% of products contain packaging labels, 1 partner member can make financial management simple.The large number of ceremonies carried out in Hinduism in Bali, causes the need for ceremonial equipment to continue to increase and develop, especially the need for Balinese snacks used in carrying out ceremonies. This is an opportunity for the Balinese snack business to develop. The partner in this community empowerment activity is Jajan Upakara Bali, which is located in Uluwatu Gang Menaga Jati No 8 Jimbaran. Bali Upakara Snacks is a small business that produces snacks for religious ceremonial activities consisting of Balinese uli and begina. Because it is a business derived from tradition, there are several obstacles in the form of limited production aids, product packaging, lack of financial management and limitations in terms of marketing. Based on the problems, phased activities will be carried out starting from production management to marketing. Activities began with providing grating machines, stoves, frying pans, sealer, snack drying mats, iron storage boxes, providing packaging assistance and packaging labels, packaging training, financial management training, making media social media and training. Based on the results of the evaluation, the first stage was obtained by adding production equipment, accelerating the production process by 50% and saving 50% production time. 100% of products contain packaging labels. Keywords: business empowerment; ceremonial facilities; balinese snacks
WORKSHOP PENTINGNYA PELAPORAN DANA KAMPAYE BAGI PARTAI POLITIK OLEH KANTOR JASA AKUNTAN DI SUMATERA SELATAN Lesi Hertati; Asmawati Asharie; Terttiavini Terttiavini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19618

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini mengkaji peran pelaporan keuangan dana kampaye sangat penting bagi partai politik dalam menggerakan roda pemilihan umum yang bersih dan berintegritas untuk memilih wakil rakyat dalam pemilihan umum yang bersih dan berintegritas jauh labih penting agar dapat  menyaring wakil rakyat dan menempatkan orang-orang yang mempunyai skill dan kompentensi ahli dalam menjalankan roda pemerintahan yang berkeadilan. Kegiatan Pengabdian ini diambil dari perwakilan partai politik di Sumatera Selatan  sebanyak 250 anggota perwakilan dari partai politi yang aktif dari perwakilan partai yang lolos ikut pemilihan umum 2024. Hasil kegiatan pengabdian mengkomfirmasikan bahwa partai politik dan mahasiwa berkaloborasi dalam mengikuti peworkshop dan program MBKM dari Perguruan tinggi yang dapat memberi manfaat yang cukup besar seperti, kompetensi, daya tangkap, tantangan inovasi soft skill dan hard skills ketrampilan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang mempuni. Pemilihan umum yang bersih bebas dari fraud dapat meningkatkan roda kemajuan negara karena terciptanya ability dan timework  wakil rakyat yang mempunyai keahlian dibidangnya untuk kemajuan negara mendorong mahasiswa untuk mengembangkan diri, ide baru, suasana baru dapat membentuk atmosfir akademi yang baru serta pengetahuan  dan skills yang dapat motivasi belajar yang saling berbagi ilmu guna memperkaya pengetahuan dan ide yang kreatif. Kata kunci: workshop; pelaporan; dana kampaye; pemilihan umum; partai politik. ABSTRACTThis community service examines the role of financial reporting on campaign funds, which is very important for political parties in moving the wheels of clean and integrity general elections. To elect people's representatives in clean and integrity general elections, it is even more important to be able to screen people's representatives and place people who have the skills. and expert competency in running a just government. This service activity was taken from representatives of political parties in South Sumatra as many as 250 members representing active political parties from party representatives who qualified for the 2024 general election. The results of the service activity confirmed that political parties and students collaborated in participating in workshops and MBKM programs from higher education institutions. can provide quite large benefits such as competence, grasping power, innovation challenges, soft skills and hard skills, skills in using capable hardware and software. Clean general elections free from fraud can increase the wheels of the country's progress because it creates the ability and timework of people's representatives who have expertise in their fields for the progress of the country encouraging students to develop themselves, new ideas, new atmosphere can form a new academic atmosphere and knowledge and skills that can motivate learning that shares knowledge with each other to enrich knowledge and creative ideas. Keywords: workshop; reporting; campaign fund; general elections; political parties.