cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
ABCDE PANGKAL PENTING CEGAH STUNTING DESA MELATIWANGI Tambunan, Irisanna; Mulyani, Yani; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Dirgahayu, Inggrid; Sari, Mela Mustika; Melysa, Melysa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19700

Abstract

ABSTRAKDesa Melatiwangi merupakan desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Terdapat beberapa permasalahan diantaranya yaitu kurangnya gizi pada balita, anak-anak, ibu hamil. Hasil riset Kesehatan dasar terakhir prevalensi stunting di Kabupaten Bandung khususnya di Desa Melatiwangi sudah masuk zona kuning yang artinya masyarakat beresiko terkena stunting. Salah satu upanya yaitu ABCDE Pangkal Penting Cegah Stunting Desa Melatiwangi (Centing Delangi) adalah langkah penting dari Kementerian Kesehatan dalam pencegahan stunting. Pangkal Penting merupakan singkatan dari panganan lokal pencegah stunting. Inovasi ini hadir karena ingin memaksimalkan panganan lokal di sekitar masyarakat hal ini dilakukan untuk pencegahan stunting. Secara umum terdapat 6 zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh salah satunya yaitu protein merupakan zat yang membantu untuk membangun sel tubuh sehingga sangat penting bagi balita yang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Pentingnya asupan nutrisi yang adekuat karena semakin rendahnya konsumsi zat gizi pada balita, maka semakin berisiko mengalami stunting. Tujuan pengabdian masyarakat kali ini yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai stunting dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui pengolahan bahan pangan bergizi berbasis sumber daya pangan lokal. Tahapan kegiatan meliputi: survei lokasi, perizinan, persiapan, penyuluhan, evaluasi. Metode pelaksanaan dengan sosialiasi dan demonstrasi pengolahan panganan lokal. Dari hasil pemberian kuesioner kepada masyarakat Desa Melatiwangi (22 responden) menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Melatiwangi tentang stunting setelah penyuluhan yaitu sebesar 27,27% dengan nilai akhir rata-rata 75.45 (kategori baik). Kata kunci: gizi; melatiwangi; panganan local; stunting. ABSTRACTMelatiwangi Village is one of the villages in the Cilengkrang District, Bandung Regency. There are several problems including lack of nutrition in toddlers, children, pregnant women. The results of the latest basic health research on the prevalence of stunting in Bandung Regency, especially in Melatiwangi Village, have entered the yellow zone, which means the community is at risk of stunting. One of the efforts, namely ABCDE, The Main Principles to Prevent Stunting in Melatiwangi Village (Centing Delangi) is an important step from the Ministry of Health in preventing stunting. Pangkal Penting is an abbreviation for local food to prevent stunting. This innovation is present because we want to maximize local food in the community, this is done to prevent stunting. In general, there are 6 nutrients needed by the body, one of which is protein, which is a substance that helps to build body cells, so it is very important for toddlers who are in the growth and development stage. The importance of adequate nutritional intake is because the lower the consumption of nutrients in toddlers, the greater the risk of experiencing stunting. The aim of this community service is to improve the level of public health, increase public knowledge, awareness and concern regarding stunting and increase community creativity in efforts to prevent stunting through processing nutritious food based on local food resources. Activity stages include: location survey, licensing, preparation, counseling, evaluation. The implementation method is socialization and demonstration of local food processing. The results of giving questionnaires to the people of Melatiwangi Village (22 respondents) showed that there was an increase in the knowledge of the people of Melatiwangi Village about stunting after counseling, 27.27% with an average final score of 75.45 (good category). Keywords: nutrition; melatiwangi; local food; stunting.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOENZIM SEBAGAI TRANSFORMASI KULIT BUAH MENJADI DISINFEKTAN CERDAS DI KECAMATAN SUMBERASIH, PROBOLINGGO Nur Aini Fauziyah; Reva Edra Nugraha; Ar Yelvia Sunarti; Sakinah Sakinah; Ayunda Wulan Permatasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17079

Abstract

ABSTRAKPelatihan pembuatan ecoenzim sebagai transformasi kulit buah menjadi disinfektan cerdas di Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memproduksi ecoenzim sebagai alternatif disinfektan yang ramah lingkungan. Ecoenzim ini dihasilkan melalui proses fermentasi kulit buah yang tidak terpakai, sehingga dapat mengurangi limbah organik dan membantu dalam upaya pengolahan limbah. Pelatihan ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi yang diikuti oleh empat puluh warga. Selain itu, pemahaman tentang prinsip-prinsip penggunaan ecoenzim sebagai disinfektan dalam berbagai situasi, seperti di rumah tangga, tempat kerja, dan lingkungan umum juga diberikan. Berdasarkan angket yang diberikan, peningkatan pemahaman warga terhadap pengolahan sampah organik terutama kulit buah sebagai ecoenzim meningkat sebesar 75%. Peningkatan ini cukup baik dan diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, warga dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mengurangi limbah organik, menghasilkan produk yang ramah lingkungan, dan mempromosikan kebersihan dan kesehatan (Hygiene) di masyarakat Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. Kata kunci: ecoenzim; limbah kulit buah; organic. ABSTRACTTraining on making ecoenzymes as the transformation of fruit peel into a smart disinfectant in Sumberasih District, Probolinggo, aims to provide knowledge and skills to participants in producing ecoenzymes as an environmentally friendly alternative disinfectant. This ecoenzyme is produced through the fermentation process of unused fruit peels, so it can reduce organic waste and help in waste processing efforts. This training was carried out through counseling and demonstration activities which were attended by fourty residents. In addition, an understanding of the principles of using ecoenzymes as disinfectants in various situations, such as in households, workplaces and general environments is also provided. Based on the questionnaire given, the increase in residents' understanding of the processing of organic waste, especially fruit peels as ecoenzymes, increased by 75%. This improvement is quite good and it is hoped that after participating in this training, residents can apply the knowledge and skills gained to reduce organic waste, produce environmentally friendly products, and promote cleanliness and health in the community of Sumberasih District, Probolinggo. Keywords: ecoenzyme; fruit peel waste; organic.
Sosialisasi pemanfaatan teknologi biopori kepada aktivis bidang lingkungan IMM kabupaten Jember untuk mengantisipasi banjir dan kekeringan Abadi Sanosra; Totok Dwi Kuryanto; Amri Gunasti; Muhtar Muhtar; Eko Budi Satoto; Nely Ana Mufarida; Taufan Abadi; Budi Satria Bakti; Iskandar Umarie; Aditya Dimas Pratama; Setiyo Ferdi Yanuar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21566

Abstract

Abstrak Isu lingkungan hidup dan dampaknya serta penanganannya termasuk dalam concern Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember. Hanya saja, Aktivis Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Jember memiliki beberapa permasalahan diantaranya, (1) Belum mengenal teknologi bipori yang bermanfaat  untuk mengatasi banjir dan sampah serta kekeringan, (2) Belum mampu memaksimalsimalkan program kewirausahaan untuk kemandirian pendanaan kegiatan organisasi. Adapun tujuan dari kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) ini adalah (1) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil Menerapan Teknologi Biopori untuk mengantisipasi Banjir, Kekeringan Serta Menghasilkan Kompos atau Pupuk Organik, (2) Aktivis lingkungan Hidup Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Terampil melakukan Manajemen Usaha Kompos atau Pupuk Organik. Solusi yang ditawarkan adalah Solusi 1-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Teknologi Biopori, solusi 1-b yakni  Simulasi Penerapan Teknologi Biopori untuk Meresapkan Air ke Tanah dan Mengisi Sampah Organik, Solusi 2-a yakni Bimbingan dan Penyuluhan Mengenai Manajemen Pemasaran 2-b yakni simulasi manajemen pemasaran kompos atau pupuk organik. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pretest sebelum dimulai pelaksanaan program dan postest setelah kegiatan. Setelah dilakukan pengukurun diketahui bahwa kemampuan peserta telah meningkat rata-rata 40 poin dan kemampuan rata-rata menjadi 85 poin dari rata-rata 41 poin sebelum pelaksanaan pengabdian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian Masyarakat ini telah mampu meningkatkan kemampuan peserta. Kata kunci: biopori; sampah organik; pupuk organik; manajemen usaha AbstractEnvironmental issues and their impact and handling are included in the concern of Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency. However, Activists in the Environmental Field of the Branch Leadership (PC) of the Muhammadiyah Student Association (IMM) of Jember Regency have several problems including, (1) Not yet familiar with bipori technology which is useful for overcoming floods and waste and drought, (2) Not yet able to maximize entrepreneurship programs for independent funding of organizational activities. The objectives of this Stimulus Community Partnership Service (PKMS) are (1) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in applying biopori technology to anticipate floods, drought and produce compost or organic fertilizer, (2) Environmental activists of the Muhammadiyah Student Association Branch Leadership are skilled in conducting compost or organic fertilizer business management. The solutions offered are Solution 1-a, namely Guidance and Counseling on Biopori Technology, solution 1-b, namely Simulation of the Application of Biopori Technology to Impregnate Water into the Soil and Fill Organic Waste, Solution 2-a, namely Guidance and Counseling on Marketing Management 2-b, namely simulation of compost or organic fertilizer marketing management. To measure the success of the activity, a pretest was conducted before starting the program implementation and a posttest after the activity. After the measurement, it is known that the participants' abilities have increased by an average of 40 points and the average ability to 85 points from an average of 41 points before the implementation of the service. These results show that this community service activity has been able to improve the ability of participants. Keywords: biopore; organic waste; fertilizer; business management
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SEBAGAI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI Syafruddin Syafruddin; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini Nursaptini; Imam Malik; Ananda Wahidah; Aryati Risma Ade
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.18049

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat dilatarbelakangi  kondisi yang memprihatinkan tentang kecenderungan tingginya angka pernikahan dini dan masih rendahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja terutama siswa Sekolah Menengah Pertama. Remaja harus disiapkan menjadi Sumber Daya Manusia berkualitas karena menentukan masa depan suatu bangsa. Pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini sangat perlu untuk dilakukan. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini dengan topik pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini adalah meningkatnya pemahaman siswa akan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Adapun pengabdian masyarakat dilakukan melalui jalur pendidikan formal dengan metode penyuluhan yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu sosialisasi dan koordinasi kepada sekolah mitra, penyuluhan terkait pendidikan kesehatan reproduksi dan dampak buruk pernikahan dini, tahapan lainnya yang dilakukan yaitu diskusi dan tanya jawab serta evaluasi.  Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu siswa memiliki pemahaman tentang konsep kesehatan reproduksi, pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, dan dampak buruk pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Kata kunci: pendidikan;; kesehatan reproduksi; remaja; pernikahan dini ABSTRACTCommunity service activities are motivated by worrying conditions regarding the tendency of high rates of early marriage and low understanding of reproductive health among teenagers, especially junior high school students. Teenagers must be prepared to become quality human resources because they determine the future of a nation. Reproductive health education for teenagers as a prevention of early marriage is very necessary. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini dengan topik pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja sebagai pencegahan pernikahan dini adalah meningkatnya pemahaman siswa akan kesehatan reproduksi dan dampaknya. Meanwhile, community service is carried out through formal education with an outreach method which consists of several stages, namely socialization and coordination with partner schools, counseling related to reproductive health education and the negative impacts of early marriage, other stages carried out are discussion, question and answer and evaluation. The results of the community service that has been carried out are that students have an understanding of the concept of reproductive health, the importance of reproductive health education, and the negative impact of early marriage on reproductive health. Keywords: education; reproduction health; teenager; early-age marriage
OPTIMALISASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SERTA EDUKASI GIZI DI DESA BINUANG KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Pijaryani, Indria; Gama, Sabaniah Indjar; Junaidin, Junaidin; Fricillia, Onny Ziasti; Mahmudah, Febria; Fitriyati, Fitriyati; Evilia, Evilia; Linda F., Noor; Yanuarti, Gita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17767

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan salah satu masalah malnutrisi pada anak yang memiliki efek berkepanjangan yang dimulai dari kegagalan dalam pertumbuhan sampai dengan resiko penyakit degeneratif di masa depan. Prevalensi stunting secara global sebesar 149,2 juta anak pada tahun 2021 terjadi di bawah usia 5 tahun. Kejadian ini juga terjadi di Desa Binuang. Kabupaten Penajam Paser Utara dimana anak-anak stunting mencapai >20%. Salah satu upaya dalam menurunkan stunting dengan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu balita dan kader posyandu dalam bentuk penyuluhan untuk mencegah peningkatan stunting dikemudian hari. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan pengisian pre dan post-test. Dari hasil kegiatan diketahui bahwa antusiame peserta sangat tinggi yang dibuktikan dengan keaktfifan peserta dalam bertanya dan mengutarakan pendapat. Selain itu, dari pre-test dan post-test terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 69% dari sebelum dilakukan penyuluhan. Kata Kunci: edukasi; stunting; pemerdayaan masyarakat ABSTRACTStunting is one of the problems of malnutrition in children which has long-lasting effects starting from failure in growth to the risk of degenerative diseases in the future. The global prevalence of stunting is 149.2 million children under 5 years of age in 2021. This incident also occurred in Binuang Village. Penajam Paser Utara Regency where stunting children reach >20%. One effort to reduce stunting is by increasing the knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres in the form of counseling to prevent an increase in stunting in the future. The methods used in this activity are lectures, discussions and completing pre and post-tests. From the results of the activity, it was discovered that participant enthusiasm was very high, as evidenced by the participants' activeness in asking questions and expressing opinions. Apart from that, from the pre-test and post-test there was an increase in participants' knowledge by 69% compared to before the counseling was carried out. Keywords: education; stunting; community empowerment
PENDAMPINGAN PERIZINAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH BINAAN KAMPUNG KB SEMBADA, DESA SAMIRONO Evi Maria; Martin Setyawan; Hanna Prillysca Chernovita; Tri Harjani; Kristoko Dwi Hartomo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19719

Abstract

ABSTRAKTujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Kampung KB Sembada, Desa Samirono untuk memperoleh legalitas bisnis melalui pendampingan pengurusan perizinan berusaha. Ada tiga perijianan yang didampingi, yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, dan Sertifikat Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Peserta kegiatan ini berjumlah 18 UMKM. Ada tiga tahapan dalam kegiatan pengabdian ini. Pertama, sosialisasi perizinan berusaha. Kedua, pendataan dan pendampingan perizinan berusaha. Ketiga, pendaftaran perizinan berusaha. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dari tanggal 5 sampai 23 September 2023. Dari 18 UMKM, hanya 13 UMKM yang berkomitmen untuk didampingi dalam kegiatan pengurusan perizinan, tiga UMKM sudah memiliki izin berusaha lengkap, dan dua UMKM tidak bersedia mengurus perizinan berusaha karena merasa belum membutuhkannya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat 10 (sepuluh) UMKM yang mendapatkan NIB, delapan UMKM yang telah mengajukan permohonan untuk Sertifikat Halal, dan 6 (enam) produk UMKM yang telah terbit SPP-IRT. Produk UMKM yang telah terbit SPP-IRT masih memiliki kewajiban memenuhi komitmen mengikuti penyuluhan keamanan pangan dan memenuhi persyaratan cara produksi pangan dalam jangka waktu tiga sampai enam bulan, sehingga Kampung KB Sembada masih harus terus melakukan pendampingan hingga kewajiban tersebut terpenuhi. Kata kunci: kampung KB; perizinan berusaha; UMKM ABSTRACTThis community service activity aims to help Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) assisted by Kampung KB Sembada, Samirono Village, obtain business legality through assistance in processing business permits:Business Permit Number (NIB), Halal Certificate, and Household Food-Industry Production Certificate (SPP-IRT). Participants in this activity were 18 MSMEs. There are three stages in this community service. First, socialization of business licensing. Second, data collection and business licensing assistance. Third, registration of business permits. This service activity was held from 5 to 23 September 2023. Of the 18 MSMEs, only 13 were committed to being assisted in the business permits, three had complete business permits, and two were unwilling to take care of business permits because they felt they did not need them. This community service activity shows that 10 MSMEs have had NIB issued, eight MSMEs have submitted applications for Halal Certificate, and six MSME products have had SPP-IRT issued. MSMEsproducts that have been issued SPP-IRT still must fulfill their commitment to follow food safety education and satisfy the requirements for suitable food production methods within a period of three to six months so that the Kampung KB Sembada still have to continue to assist until this obligation fulfilled. Keywords: kampung KB ; business permits; MSME
Pembuatan herbal param dan terapi latihan sebagai penanganan masalah otot dan sendi Henry Surya Widigdo; Jelita Lupiana; Nimas Viki Andrianti; Shita Ariska Putri; Armelia Vidi Andani; Muhammad Saiful Amin; Nastiti Utami; Diyono Diyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21773

Abstract

Abstrak Penurunan fungsi anggota tubuh akibat proses penuaan merupakan salah satu dampak yang sering diderita oleh lansia. Dampak tersebut dapat mengganggu aktifitas sehari-hari karena timbulnya rasa tidak nyaman terhadap otot dan sendi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Gedangan, khususnya para peserta yang mengikuti program kegiatan ini di balai Desa Gedangan, terkait penyakit peradangan sendi dan otot. Rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali jenis-jenis penyakit sendi dan otot, beserta faktor risiko penyakit merupakan permasalahan yang perlu ditangani sebagai upaya pencegahan peradangan sendi dan otot. Keterampilan masyarakat untuk melakukan terapi pencegahan secara mandiri juga perlu diberikan, seperti terapi latihan dan terapi dengan herbal param yang dapat diracik sendiri oleh masyarakat. Terdapat cukup banyak warga Desa Gedangan yang berprofesi sebagai penjual aneka makanan, namun penggunaan empon-empon selama ini terbatas untuk olahan makanan saja. Oleh sebab itu, penggunaan empon-empon perlu dimaksimalkan untuk terapi herbal, khususnya untuk terapi peradangan sendi dan otot. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 31 peserta, yang mayoritas merupakan ibu-ibu lansia. Peserta diberikan informasi baru terkait penyakit tersebut beserta terapi yang dapat dilakukan berupa demonstrasi beberapa terapi latihan, penjelasan cara pembuatan herbal param beserta demonstrasi pengguaannya, kesempatan untuk diskusi, dan konsultasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dibuktikan dengan nilai post-test yang lebih tinggi dari nilai pre-test. Nilai rata-rata pre-test masyarakat sebesar 65,8, kemudian dilakukan penyuluhan dan workshop, sehingga terjadi peningkatan nilai dengan nilai rata-rata post-test sebesar 91,9. Kata kunci: radang; artritis; otot; param; latihan Abstract The decline in function of several body parts due to the aging process is one of the impacts often experienced by the elderly. This impact can disrupt daily activities due to the discomfort in muscles and joints. The implementation of this community service aims to increase the knowledge of Gedangan Village residents, especially the participants who take part in this activity program at the Gedangan Village Hall, regarding inflammatory joint and muscle diseases. The low level of public knowledge in recognizing the types of joint and muscle diseases, along with disease risk factors, is a problem that needs to be addressed as an effort to prevent joint and muscle inflammation. Community skills to carry out preventive therapy independently also need to be provided, such as exercise therapy and therapy with herbal medicines that can be prepared by the community themselves. There are quite a lot of Gedangan Village residents who work as sellers of various foods, but the use of empon-empon has so far been limited to processed food only. Therefore, the use of empon-empon needs to be maximized for herbal therapy, especially for treating joint and muscle inflammation. This service activity was attended by 31 participants, the majority of whom were elderly mothers. Participants were given new information regarding the disease along with the therapies that could be carried out in the form of strengthening several exercise therapies, an explanation of how to make herbal param and its application, opportunities for discussion and consultation. This activity successfully increased community knowledge as evidenced by the higher post-test scores compared to the pre-test scores. The average pre-test score of the community was 65.8, followed by education and workshops, resulting in an increase in scores with an average post-test score of 91.9. Keywords: inflammation; arthritis; muscle; param; exercise
Pemahaman potensi kebakaran permukiman siswa SMAN 8 kota Banjarmasin melalui pengembangan buku saku kebakaran permukiman Sidharta Adyatma; Akhmad Munaya Rahman; Sunia Galih Saputri; Nila Sari; Agus Riyanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.20945

Abstract

Abstrak                                                                            Kebakaran permukiman di Kota Banjarmasin sering terjadi. Penyebabnya dikarenakan kurang pengetahuan, kesadaran masyarakat, sosialisasi dan pengorganisasian dari pihak yang berwenang. Upaya meningkatkan pemahaman sejak dini mengenai potensi kebakaran permukiman diantaranya melalui pengembangan buku saku. Sosialisasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik akan potensi kebakaran permukiman. Peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat meliputi kepala sekolah, guru pengampu, dan 55 orang peserta didik di SMAN 8 Banjarmasin. Kegiatan yang dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Pelaksanaannya terdiri dari pendahuluan, analisis kebutuhan, perancangan buku saku, pengembangan buku saku Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Permukiman, penyampaian materi, evaluasi hasil kegiatan, dan laporan. Hasil kegiatan dipaparkan menjadi dua tahapan besar. Pertama, penyampaian materi dan diskusi dilakukan agar memberikan pemahaman kepada peserta didik di SMAN 8 Banjarmasin mengenai bencana kebakaran di Kota Banjarmasin. Kedua, evaluasi kegiatan mengenai pemahaman peserta didik dilakukan dengan cara membagikan kuesioner sebelum kegiatan dan setelah kegiatan. Sebelum kegiatan rata-rata pemahaman peserta didik sebesar 62% sedangkan setelah kegiatan menjadi meningkat 93%. Dengan demikian, tingkat pemahaman peserta didik akan potensi kebakaran permukiman sudah sangat baik setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian. Kata kunci: potensi; kebakaran permukiman; buku saku. AbstractResidential fires often occur in Banjarmasin City. The cause is due to lack of knowledge, public awareness, socialization and organization from the authorities. Efforts to increase early understanding of the potential for residential fires include the development of a handbook. The socialization aims to increase students' understanding of the potential of residential fires. Participants involved in community service activities include the principal, teachers, and 55 students at SMAN 8 Banjarmasin. The activities to be carried out use the Participatory Action Research (PAR) method. The implementation consists of introduction, needs analysis, handbook design, development of the Settlement Fire Disaster Preparedness handbook, material sharing, evaluation of activity results, and reports. The results of the activity are presented in two major stages. First, the delivery of material and discussion was carried out in order to provide students at SMAN 8 Banjarmasin with an understanding of fire disasters in Banjarmasin City. Second, the evaluation of activities regarding the understanding of students was carried out by distributing questionnaires before and after the activities. Before the activity, the average understanding of students was 62% while after the activity it increased to 93%. Thus, the level of understanding of students about the potential of residential fires is very good after the implementation of service activities. Keywords: potential; residential fires; handbook
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MEMANFAATKAN OLAHAN UBI JALAR GUNA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA ALAI SELATAN KABUPATEN MUARA ENIM Febriansyah, Pebi; Afriyani, Fauziah; Meiriasari, Vhika; Ratu, Mutiara Kemala
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17277

Abstract

ABSTRAKSumber daya manusia mempunyai peranan cukup penting bagi kehidupan. SDM ini berperan dalam pembentukan peradaban kehidupan manusia, sehingga setiap budaya dan etnis memiliki konsepsi dan pandangan dunia tersendiri tentang penguasaan dan pengelolaan dari sumber daya alam. Desa Alai Selatan Kabupaten Muara Enim merupan salah satu desa yang mana Sumber Daya Alam yang dihasilkan di Desa ini sangat melimpah, akan tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat karena kurangnya edukasi mengenai pengembangan SDM yang ada, sehingga perlu adanya bimbingan atau pendampingan kepada masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya dengan memanfaatkan produk tanaman ubi jalar yang dibuat menjadi sebuah makanan dan memiliki ciri khas tersendiri yang tidak pernah dibuat oleh orang lain, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Tulisan ini berusaha memaparkan bagaimana perkembangan dan permasalahan/ tantangan yang dihadapi UMKM yang ada di Desa Alai selatan serta beberapa pemikiran strategi dalam rangka memberdayakan sektor ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya dengan memanfaatkan SDA yang ada seperti olahan ubi jalar yang menjadi salah satu mata pencarian sebagian besar masyarakat di Desa Alai Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pelatihan secara lansung kepada masyarakat di Desa Alai Selatan khususnya yang bertekun di bidang UMKM olahan ubi jalar. Kata kunci: sumber daya manusia; olahan ubi jalar; UMKM ABSTRACTHuman resources have an important role for human life. These human resources play a role in the formation of civilization of human life, so that every culture and ethnicity has its own conception and worldview regarding the control and management of natural resources. Alai Selatan Village, Muara Enim Regency is one of the villages where the natural resources produced in this village are very abundant, but the community has not fully utilized it because of a lack of education regarding the development of existing human resources, so there is a need for guidance or assistance to the community to take advantage of their potential. which exists. One of them is by utilizing sweet potato plant products which are made into food and have their own characteristics that have never been made by other people, so they have a high selling value. This paper attempts to explain how the developments and problems/challenges faced by MSMEs in South Alai Village as well as some strategic thoughts in order to empower the economic sector of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), especially by utilizing existing natural resources such as processed sweet potatoes which are one of the the livelihood of most of the people in South Alai Village. This community service activity uses the training method directly to the community in South Alai Village, especially those who are devoted to MSME processing of sweet potatoes. Keywords: human resources; sweet potato processing; MSMEs
URGENSI PENDIDIKAN BERKUALITAS BAGI PEKERJA ANAK Suryanti, Ni Made Novi; ZM, Hamidsyukrie; Wadi, Hairil; Nursaptini, Nursaptini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.18308

Abstract

ABSTRAKAnak memiliki peran strategis penentu masa depan bangsa. Anak harus di lindungi segala kepentingannya, baik fisik, psikis dan intelektualnya serta hak-hak lainnya beserta harkat dan martabatnya. Namun bagi pekerja anak hak-haknya kurang sempurna didapatkan, di mana prestasi anak lemah, kemudian kecakapan sosial dan kepribadiannya kurang bisa dikembangkan. Padahal pendidikan sesungguhnya bertujuan membentuk manusia cerdas intelektualnya, serta mampu mengembangkan spiritualnya. Berkaitan dengan hal tersebut urgensi pendidikan berkualitas bagi pekerja anak sangat penting untuk dilakukan.  Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat yang memberikan penjelasan dan pemahaman pentingnya pendidikan berkualitas bagi pekerja anak.  Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya pelaksanaan yang berisi pelatihan terkait penjelasan tentang konsep pendidikan secara umum, penjelasan pentingnya pendidikan berkualitas bagi pekerja anak kemudian  sesi interaktif. Selanjutnya evaluasi dan pelaporan. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat bahwa peserta mendapatkan pemahaman yang kompleks tentang urgensi pendidikan berkualitas bagi pekerja anak dengan mengenal pekerja anak, identifikasi permasalahan belajar pekerja anak, serta langkah yang dapat dilakukan dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi pekerja anak. Kata kunci: urgensi; pendidikan berkualitas; pekerja anak ABSTRACTChildren have a strategic role in determining the future of the nation. Children must have all their interests protected, both physical, psychological and intellectual, as well as other rights along with their honor and dignity. However, for child workers, their rights are less than perfect, where children's performance is weak, their social skills and personality cannot be developed. In fact, education actually aims to form people who are intellectually intelligent and able to develop spiritually. In this regard, the urgency of quality education for child workers is very important. The techniques used in this activity include several stages including: preparation is carried out in coordination with community service partners. Next, the implementation contained training related to an explanation of general education concepts, an explanation of the importance of quality education for child workers and then an interactive session. Next is evaluation and reporting. The results of community service activities show that participants gain a complex understanding of the urgency of quality education for child workers by getting to know child workers, identifying learning problems for child workers, as well as steps that can be taken to provide quality education for child workers. Keywords: urgency; quality education; child labor