cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
OPTIMALISASI FOTO PRODUK UMKM DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN DI KOTA BAUBAU Muhammad Rizal Ardiansah Putra; Muhammad Hidayatullah; R. Fakril Aditama; Andi Putri Hardiyanti Tompo; Erlina Sri Khadijatun Haqqu; Ichsan Hidayat Rifaham
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16523

Abstract

ABSTRAKDengan pesatnya perkembangan media internet, UMKM kini diharapkan lebih kreatif dan unik dalam memanfaatkan internet untuk mempromosikan produknya. Dalam skenario ini, desain promosi untuk produk mereka akan berbentuk gambar produk yang menarik secara visual dan inventif. Hal ini sebagai akibat dari persaingan yang muncul, yang mengutamakan orisinalitas dan inovasi dalam kampanye pemasaran dan periklanan untuk mendongkrak penjualan bagi UMKM. Anggota UMKM masih kekurangan kemampuan tersebut, terutama yang diprioritaskan untuk memiliki akses transaksi digital oleh Fasilitator Kementerian Komunikasi dan Informatika di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Tim PkM Universitas Muhammadiyah Buton terinspirasi oleh hal ini untuk menawarkan pelatihan "Foto Produk" dengan menggunakan peralatan yang tersedia, murah, dan mudah didapat serta membuat foto produk yang memenuhi tujuan mereka untuk meningkatkan penjualan. Penyampaian materi teori dilanjutkan dengan praktek lapangan untuk melaksanakan pelatihan ini. Diskusi aktif, tanya jawab, dan jawaban mengungkapkan bahwa peserta menyadari pentingnya mengoptimalkan foto produk untuk media sosial. Peserta belajar keterampilan baru dari lokakarya ini tentang cara membuat gambar produk yang menarik menggunakan peralatan dasar hingga canggih. Kata kunci: foto produk; UMKM; penjualan ABSTRACTDue to the rapid expansion of internet media, MSMEs are now expected to be more creative and unique when utilizing the internet to promote their products. In this scenario, promotional designs for their products will take the form of visually appealing and inventive product images. This is a result of the rivalry that has emerged, which prioritizes originality and innovation in marketing and advertising campaigns to boost sales for MSMEs. Members of MSMEs still lack this capability, particularly those prioritized to have access to digital transactions by the Ministry of Communication and Informatics Facilitator in Baubau City, Southeast Sulawesi. The Muhammadiyah Buton University PkM team was inspired by this to offer "Product Photo" training using readily available, inexpensive, and simple-to-obtain equipment and create product photos that meet their goals of boosting sales. The delivery of theoretical content is followed by practical fieldwork to carry out this training. Active discussions, questions, and answers reveal that participants are aware of the significance of optimizing product photos for social media. Participants learn new skills from this workshop on how to create appealing product images using basic to sophisticated equipment. Keywords: product photos; MSMEs; selling
PELATIHAN E-MAIL MARKETING BAGI UMKM WILAYAH KELURAHAN PANINGGILAN UTARA Shita, Rizky Tahara; Hin, Lauw Li; Diana, Anita; Achadiani, Dwi; Tarigan, Fatmasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19256

Abstract

ABSTRAKSaat ini  internet menjadi kebutuhan utama dari setiap masyarakat. Salah satu fasilitas yang memanfaatkan internet adalah electronic mail (e-mail) untuk berkirim pesan dengan lebih cepat dibandingkan cara biasa. Pengiriman e-mail, dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk agar usaha dapat lebih berkembang yaitu dengan menggunakan teknik e-mail marketing. Pada pelatihan kali ini, dilakukan pelatihan e-mail marketing bagi masyarakat di wilayah kelurahan Paninggilan Utara, agar memanfaatkan e-mail untuk pengembangan usaha. Dalam kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu pengamatan langsung, wawancara, dan studi literatur. Metode yang digunakan antara lain penjelasan teori dan praktek langsung kepada peserta. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah masyarakat dapat mengetahui pemanfaatan internet dan e-mail untuk pengembangan usaha melalui teknik e-mail marketing, serta terwujudnya misi Kelurahan Paninggilan Utara  sebagai mitra pelatihan. Pemanfaatan internet dan e-mail melalui pelatihan ini, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk melakukan pemasaran dalam mengembangkan usahanya. Kata kunci: internet; e-mail; marketing. ABSTRACTCurrently, the internet is the main need of every society. One of the facilities that utilizes the internet is electronic mail (e-mail) to send messages faster than normal methods. Sending e-mail can be used to market products so that the business can develop further, namely by using e-mail marketing techniques. In this training, e-mail marketing training was carried out for people in the Paninggilan Utara sub-district area, so that they could use e-mail for business development. In this activity, several stages were carried out, namely direct observation, interviews, and literature study. The methods used include direct theoretical and practical explanations to participants. The results obtained from this training are that the public can understand the use of the internet and e-mail for business development through e-mail marketing techniques, as well as realizing the mission of North Paninggilan Village as a training partner. It is hoped that the use of the internet and e-mail through this training can help people carry out marketing in developing their businesses. Keywords: internet; e-mail; marketing.
PENDAMPINGAN KERJA PRAKTIK KIT SCIENCE MATH APLIKATIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI 7 MANUKAYA N.W.S Darmayanti; I Wayan Suantara; Ni Putu Eni Astuti; Ni Komang Ayu Ulan Dari; Ni Ketut Sri Partini; Kadek Yuni Wulandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17735

Abstract

ABSTRAKAdapun proses pembelajaran di sekolah mitra seperti pembelajaran IPA, alat-alat praktikum khusus IPA sangat terbatas. Di sekolah mitra terdapat KIT (Kotak InstrumenTerpadu) IPA sejumlah 1 buah sehingga guru jarang memberikan praktikum kepada siswa. Selain alatnya terbatas, guru juga tidak terlalu paham menggunakan KIT. Di samping itu, panduan praktikum KIT yang tersedia juga terbatas dan kurang lengkap kurang sesuai dengan apa yang diharapkan pada kurikulum merdeka, yaitu bermuatan karakter. Guru terkadang menggunakan panduan yang tersedia dikarenkan guru kurang paham dalam menyusun panduan praktikum IPA yang menarik dan bermuatan karakter. Begitu juga dengan mata pelajaran matematika, alat peraga seperti KIT Matematika belum tersedia di sekolah sehingga guru sulit menjelaskan beberapa materi Matematika yang seharusnya menggunakan alat peraga. Guru di sekolah mitra belum paham membuat suatu media untuk praktikum IPA dan Matematika yang menarik sehingga siswa sebagian besar diajarkan dengan metode ceramah. Mitra kegiatan pengabdian adalah guru-guru SD N 7 Manukaya yang terletak di Br. Belahan, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar yang berjumlah 10 orang. Metode pelaksanaan yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan pokok mitra dapat dikelompokkan menjadi 4 tahap yaitu 1) tahap pertama: persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan, 2) tahap kedua: pendampingan dan pelatihan, 3) tahap ketiga: presentasi dan konsultasi produk hasil pendampingan, 4) tahap keempat: Implementasi. Komponen yang dievaluasi dalam kegiatan PKM Pendampingan Kerja Praktik KIT Science Math Aplikatif Bagi Guru SD dengan cara observasi dan pretest-posttest dari pelaksanakan kegiatan PKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Sekitar 85% dari guru-guru dapat menggunakan KIT Matematika dan IPA, dapat menyusun panduan khusus praktikum IPAyang bermuatan karakter dan dapat membuat media Matematika dan IPA dalam sebuah aplikasi. Kata kunci: pendampingan; KIT; IPA; matematika ABSTRACTAs for the learning process in partner schools, such as science learning, special science practicum tools are very limited. In partner schools there is 1 science KIT (Integrated Instrument Box) so teachers rarely give practicums to students. Apart from limited tools, teachers also don't really understand how to use KIT. In addition, the KIT practicum guide available is also limited and incomplete, not in accordance with what is expected in the independent curriculum, namely full of character. Teachers sometimes use the available guides because teachers do not understand in compiling interesting and character-laden science practicum guides. Likewise with mathematics subjects, teaching aids such as the Mathematics KIT are not yet available in schools so it is difficult for teachers to explain some mathematics material that should use teaching aids. Teachers at partner schools do not understand how to make media for interesting science and mathematics practicums, so most students are taught using the lecture method. The service activity partners are the teachers of SD N 7 Manukaya which is located at Br. Belahan, Manukaya Village, Tampaksiring District, Gianyar Regency, totaling 10 people. The implementation methods that will be used to address the main problems of partners can be grouped into 4 stages, namely 1) first stage: preparation prior to implementation of activities, 2) second stage: mentoring and training, 3) third stage: presentation and consultation of mentoring products, 4) stage fourth: Implementation. The components evaluated in the PKM Practical Work Assistance KIT Science Math Applicative for Elementary School Teachers by way of observation and pretest-posttest from implementing PKM activities. The results of the activity showed that about 85% of the teachers could use the Mathematics and Science KIT, could develop special guidelines for science practicums that contained characters and could make Mathematics and Science media in an application. Keywords: mentoring; mathematics; science;  KIT
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAK KAMBING MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN STOK PAKAN DAN PENGOLAHAN KOTORAN DI DESA LABANASEM, BANYUWANGI Khirzin, Muhammad Habbib; Sanjaya, Aditya Wiralatief; Laksanawati, Trias Ayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19588

Abstract

ABSTRAKPenduduk Desa Labanasem secara umum bekerja sebagai petani, peternak, dan pedagang. Sistem pemeliharaan ternak di desa ini masih bersifat tradisional. Setiap hari para peternak mencari pakan dengan cara merumput ke desa-desa sekitar. Hal ini dinilai kurang efektif karena peternak tidak memiliki stok pakan harian. Selain itu, kotoran ternak dari kandang hanya dibuang begitu saja ke sungai. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pngabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tujuan meningkatkan ketrampilan peternak kambing melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan stok pakan serta pengolahan limbah kotoran ternak dengan bantuan mesin coper. Mitra dari kegiatan PKM adalah kelompok ternak Azka Farm dengan jumlah anggota sebanyak 12 orang. Mitra beralamat di Dusun Sukadi, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Prosedur pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukan bahwa peternak mulai memahami cara mengelola pakan dengan metode pembuatan stok dan membuat pupuk dari kotoran kambing. Pemahaman peternak mengenai penggunaan alat meningkat dari 25% menjadi 83%. Peternak tidak perlu setiap hari mencari pakan karena stok pakan telah tersedia untuk beberapa hari. Peternak juga dapat memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk dan disebar ke tanaman. Kata kunci: desa labanasem; pembuatan stok pakan; pengelolaan limbah kotoran; peternak kambing ABSTRACTLabanasem village residents generally work as farmers, livestock breeders and traders. The livestock rearing system in this village is still traditional. The breeders look for food by grazing in the surrounding villages everyday. This is considered less effective because farmers do not have daily feed stocks. Apart from that, livestock waste from the cages is simply thrown into the river. This causes environmental pollution. Based on this background, it is necessary to carry out community service activities (CSA) with the aim of improving the skills of goat breeders through training and assistance in making feed stocks and processing livestock waste using a coper machine. The partner for CSA activities is the Azka Farm livestock group with 12 members. Partner's address is Sukadi Hamlet, Labanasem Village, Kabat District, Banyuwangi Regency. Procedures for implementing activities include problem identification, socialization, training, and final evaluation of activities. The results of the training activities show that farmers are starting to understand how to manage feed using the method of making stock and making fertilizer from goat manure. Farmers' understanding of machine use increased from 25% to 83%. Farmers do not need to look for feed every day because feed stocks are available for several days. Farmers can also use livestock manure to make fertilizer and spread it on plants. Keywords: Labanasem village, making feed stocks, managing manure waste, goat breeders
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN DI POSYANDU LESTARI 12 DESA LIMBANGAN Aulia Nurlatifah; Rin Rin Roudatul Jannah; Ade Rahmatul Wahid; Fajar Sidiq; Indriyanti Indriyanti; Queeny Amalia Febriany
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16935

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki angka stunting yang tinggi dengan penurunan angka stunting terendah yaitu 27,67%, standar WHO yang ideal yaitu <20%. Efek jangka panjang stunting dapat menurunkan kemampuan kognitif dengan diikuti menurunnya produktifitas sehingga menyebabkan kerugian ekonomi Indonesia. Kegiatan penyuluhan dan pencegahan stunting pada masyarakat dapat dijadikan solusi untuk menurunkan angka stunting. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting sehingga dengan adanya informasi terkait maka dapat dijadikan sebagai upaya pencegahan dikemudian hari. Metode dalam kegiatan ini dilakukan bentuk ceramah dan penyebaran kuesioner untuk pre-test dan post-test. Hasil penyuluhan ini membuktikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar, dengan didukung hasil statistik dengan signifikansi nilai p-value (0.000). Kata kunci: penyuluhan; pencegahan; pengetahuan; stunting; balita. ABSTRACTIndonesia is one of the countries that has a high stunting rate with the lowest stunting rate reduction of 27.67%, the ideal WHO standard is <20%. The long-term effects of stunting can reduce cognitive abilities followed by decreased productivity, causing economic losses for Indonesia. Counseling and stunting prevention activities in the community can be used as a solution to reduce stunting rates. This activity is carried out to increase public knowledge about stunting so that with related information it can be used as a prevention effort in the future. The method in this activity was carried out in the form of lectures and distributing questionnaires for pre-test and post-test. The results of this counseling prove that this activity is very beneficial for the surrounding community, supported by statistical results with a significance p-value (0.000). Keywords: counseling; prevention; knowledge; stunt; toddler.
UPAYA PENINGKATAN EKSISTENSI PERAN FARMASIS MELALUI EDUKASI APOCIL KENAL DAGUSIBU Recta Olivia Umboro; Fitri Apriliany; Anita Mursiany; Dedent Eka Bimmaharyanto Sarsono; Dwi Monika Ningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.19833

Abstract

ABSTRAKFarmasis atau yang lebih dikenal dengan nama apoteker merupakan salah satu profesi yang memiliki peran yang cukup signifikan dalam dunia kesehatan khususnya dibidang obat. Walau telah diakui secara undang-undang oleh negara,  namun masih banyak dari masyarakat Indonesia yang belum mengenal peran dan fungsi dari apoteker. Kegiatan edukasi dengan tema APOCIL kenal DAGUSIBU yang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Karang Bata Mataram bertujuan untuk untuk memperkenalkan profesi apoteker sekaligus untuk menciptakan agen perubahan sadar obat sedini mungkin di masyarakat. Peserta edukasi merupakan siswa usia sekolah (6-12 tahun). Metode edukasi dilakukan menggunakan media pembelajaran audio-visual (power point, video animasi Acil-DAGUSIBU) dan Game Base Learning. Evaluasi dilakukan melalui kegiatan pretest dan posttest. Pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh 40 orang peserta sekolah dasar kelas 3,4,5. Hasil kegiatan berupa terpilihnya duta apocil dan diperoleh nilai rata-rata evaluasi kegiatan pretest yang sebesar 40.00 dan nilai rata-rata posttest sebesar 90.00.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini berdampak pada perubahan sikap  pemahaman dan pengetahuan dari peserta, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai evaluasi sesudah diberikan perlakuan sebesar 125%. Kata kunci: edukasi; APOCIL; DAGUSIBU. ABSTRACTThe profession of pharmacists, or just pharmacists, is important to the health sector, particularly in the area of medicine. Many Indonesians are still unaware of the role and function of pharmacists, despite the fact that the state has officially recognised them. The goal of the educational programme with the title "APOCIL knows DAGUSIBU," which is held at Madrasah Ibtidaiyah (MI) NW Karang Bata Mataram, is to raise awareness of drugs early in society and promote the profession of pharmacy. Participants in education are students in school (6–12 years old). Game Base Learning and audio-visual learning resources (Power Points, Acil-DAGUSIBU animated movies) are used in the instructional approach. Activities for the pretest and posttest are used for evaluation. Forty primary school students in grades three, four, and five participated in the exercise. The activity resulted in the selection of Apocil ambassadors; the average score on the pretest activity evaluation was 40.00, and the average score on the posttest was 90.00. Therefore, it can be said that this educational exercise has an effect on how the participants perceive and feel about themselves, as seen by the evaluation ratings rising by 125% following treatment. Keywords: education; APOCIL; DAGUSIBU.
PENGGUNAAN OVEN PENGERING BUAH SALAK UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI KURMA SALAK DI UMKM MUBAROK DESA WEDI KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO Ardana Putri Farahdiansari; Faisal Ashari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15971

Abstract

ABSTRAKDesa Wedi merupakan salah satu desa di Bojonegoro yang menjadi sentra produksi salak wedi. UMKM Mubarok milik Chafidzotul Ahkam mencoba melakukan diversifikasi produk olahan Salak Wedi yaitu berupa kurma salak, salak kismis, dan sirup salak. Dari pengamatan diperoleh waktu produksi yang paling lama adalah penjemuran kurma salak setengah jadi yang membutuhkan waktu hingga 3 (tiga) hari. Maka dalam pengabdian masyarakat ini, kami memiliki pandangan akan perlunya alat teknologi sederhana yang mampu mengatasi masalah tersebut yaitu oven pengering kurma salak. Rangkaian kegiatan dimulai dari uji coba menggunakan oven pengeringan buah salak yang telah didapatkan dari penelitian sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan menghitung efisiensi produk kurma kurma salak, dan membandingkan biaya produksi kurma salak. Diharapkan dapat diketahui perbedaan pada penerapan dengan menggunakan oven pengering, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi UMKM Mubarok. Kata kunci: salak Wedi; kurma salak; efisiensi; oven pengering. ABSTRACTWedi Village is one of the villages in Bojonegoro which is the center for the production of Salak Wedi. UMKM Mubarok owned by Chafidzotul Ahkam is trying to diversify products from processed Salak Wedi, namely in the form of salak dates, salak raisin, and salak syrup. From observations, was obtained that the longest time in production was drying semi-finished salak dates, which took up to 3 (three) days. In this community service, we have a view for the need for a simple technological tool that is able to solve this problem, namely the salak dates drying oven. This activities starting from trials using the salak fruit drying oven that has been obtained from previous research, then proceed with calculating the product efficiency’s of salak dates, and comparisons salak dates cost production . It is hoped that it will be known what the difference is from the implementation of using drying oven, that will increasing production efficiency of the UMKM Mubarok Keywords: salak wedi; salak dates; efficiency; drying oven.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KONSEP DASAR PERENCANAAN KEUANGAN PRIBADI Emilda, Emilda; Ratu, Mutiara Kemala; Meiriasari, Vhika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19758

Abstract

ABSTRAKPentingnya pengetahuan terkait konsep perencanaan keuangan pribadi dalam melalukan pengelolaan keuangan, maka perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan konsep dasar perencanaan keuangan pribadi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait konsep dasar perencanaan keuangan dan menganalisa kondisi kesehatan keuangan sebagai umpan balik (feed back) atas hasil yang telah dicapai dan sangat membantu dalam pengelolaan keuangan pribadi. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan. Peserta dalam kegiatan ini adalah pegawai puskesmas sebanyak 6 orang yang sebagian besar merupakan tenaga kesehatan dan 1 orang merupakan staf administrasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan terkait konsep perencanaan keuangan pribadi, hal ini terlihat dari peserta dapat menjawab dengan benar soal post – test. Selain itu, peserta memahami bagaimana membuat laporan keuangan pribadi, menghitung rasio keuangan pribadi, menganalisa keuangan, mengevaluasi kekuatan dan kelemahan keuangan yang dapat berguna untuk membuat perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi. Kata Kunci: perencanaan keuangan pribadi; analisa keuangan pribadi; pengelolaan keuangan pribadi. ABSTRACTThe importance of knowledge regarding the concept of personal financial planning in carrying out financial management, it is necessary to carry out training and mentoring on the basic concepts of personal financial planning. The aim of this service activity is to provide knowledge and skills related to basic financial planning concepts and analyze financial health conditions as feedback on the results that have been achieved and is very helpful in managing personal finances. This activity uses training and mentoring methods. Participants in this activity were 6 community health center employees, most of whom were health workers and 1 person was administrative staff. The results of the implementation show that this activity can increase knowledge regarding the concept of personal financial planning, this can be seen from the participants being able to answer the post-test questions correctly. In addition, participants understand how to make personal financial reports, calculate personal financial ratios, analyze finances, evaluate financial strengths and weaknesses which can be useful for planning and managing personal finances. Keywords: personal financial planning; personal financial analysis; personal financial management.
MANAJEMEN NYERI PADA LANSIA DENGAN PENDEKATAN NON FARMAKOLOGI DI PUSKESMAS PURWAKARTA Grace Evelyn; Dina Hartini; Dewi Nurfazri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17251

Abstract

ABSTRAKRasa nyeri merupakan masalah umum yang sering terjadi pada lansia. Survey kesehatan nasional 2015 menunjukkan pada usia≥ 55 tahun 40% lansia mengalami nyeri. Keluhan rasa nyeri yang dirasakan oleh para lansia biasanya bersifat multifaktorial dan terkadang menemui banyak kendala dalam penatalaksanaanya. Akibat penatalaksanaan yang kurang baik pada keluhan rasa nyeri yang dialami seseorang akan berdampak pada status kesehatan dan kualitas hidup lansia tersebut. Penatalaksanaan yang tidak adekuat dapat berhubungan dengan rasa depresi, isolasi hubungan social, ketidakmampuan dan dapat pula menyebabkan gangguan tidur. Nyeri terutama ditangani melalui penggunaan obat-obatan, namun beberapa teknik nonfarmakologik dapat membantu mengendalikan nyeri: masase, relaksasi dan imajinasi, stimulasi saraf dengan listrik transkutan, penggunaan kompres panas dan dingin, sentuhan terapeutik, meditasi, hipnotis dan akupresur, TENS (Transcutaneus Electrical Nerve stimulation) dan telah dibuktikan dalam beberapa penelitian bahwa adanya pengaruh yang signifikan penggunaan metode non farmakologik terhadap penurunan nyeri pada lansia, sehingga dengan demikian penggunaan metode nonfarmakologik dalam menurunkan nyeri pada lansia sangat disarankan digunakan dalam menurunkan nyeri pada lansia. Kata Kunci : manajemen nyeri; lansia;  pendekatan non   farmakologik ABSTRACTPain is a common problem that often occurs in the elderly. The 2015 national health survey showed that at the age of ≥ 55 years, 40% of the elderly experienced pain. Complaints of pain felt by the elderly are usually multifactorial and sometimes encounter many obstacles in their management. As a result of poor management of complaints of pain experienced by someone will have an impact on the health status and quality of life of the elderly. Inadequate management can be related to feelings of depression, social isolation, disability and can also cause sleep disturbances. Pain is mainly managed through the use of drugs, but several non-pharmacological techniques can help control pain: massage, relaxation and imagination, nerve stimulation with transcutaneous electricity, use of hot and cold compresses, therapeutic touch, meditation, hypnosis and acupressure, TENS (Transcutaneous Electrical Nerve). stimulation) and it has been proven in several studies that there is a significant effect of using non-pharmacological methods on reducing pain in the elderly, so that the use of non-pharmacological methods in reducing pain in the elderly is strongly recommended to be used in reducing pain in the elderly. Keyword : pain management; elderly; non-pharmacological approach
PEMBERDAYAAN KELOMPOK RELAWAN (NON MEDIS) DALAM MANAJEMEN PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DI LOKASI BENCANA Emmelia Kristina Hutagaol; Ice Marini; Afif Wahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15915

Abstract

ABSTRAKKejadian bencana di Indonesia pada tahun 2022 menurut data BNPB sebanyak 3.522 bencana alam yang berpotensi mengakibatkan adanya pengungsi.Pengungsian merupakan tempat berkumpulnya manusia dalam jumlah banyak namun seringkali tidak dapat didukung dengan fasilitas yang memadai dalam jangka waktu cepat karena situasi darurat bencana. Kumpulan manusia dari berbagai wilayah dengan berbagai latar belakang riwayat penyakit serta hadirnya para pekerja penanggulangan bencana dari berbagai daerah dapat meningkatkan resiko penyebaran penyakit. Untuk mencegah penyebaran penyakit dan penyebaran infeksi maka perlu ditingkatkan edukasi atau pemahaman tentang langkah  pencegahannya.Dari hasil penelitian pengabdi diketahui bahwa belum semua relawan (non medis) memahami tentang manajemen pencegahan penyakit dan pencegahan infeksi. Hal ini disebabkan karena belum adanya pelatihan sejenis yang diadakan secara gratis. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dari para relawan penanggulangan (non medis) dan  meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit dan infeksi bagi diri sendiri dan orang lain . Pada Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode diskusi dan seminar yang dilaksankan secara hybrid. Pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap pemahaman manajemen PPI Dari hasil pre-test sebanyak 36 orang mendapatkan nilai rata-rata 63 dan sebanyak 60 orang rata-rata mendapatkan nilai 48.Setelah mengikuti workshop hasil post-test peserta sebanyak 18 orang yang mendapatkan nilai rata-rata 58 dan 78 orang mendapatkan nilai rata-rata 82. Kata kunci: .penyakit menular; petugas di bencana; pencegahan infeksi. ABSTRACTAccording of BNPB data, there are 3.522 natural disaster ini Indonesia during 2022. The natural disasters resulting “disaster survival” which have to  stayed in shelter. The large number of disaster survival in one place without supported with adequate facilities in a short time due to a disaster emergency situation. Many people from various regions with various background and disease histories including the presence of disaster management worker can increase the risk of spreading disease.To prevent spreading disease and infection all people in disaster site has to understand how to do that, and it can be initiated by the disaster management officer. From the results of the volunteers’s research known that not all volunteers (non-medical) have the understanding for disease and infection prevention management.During this time there is an absence of similar training which is held free of charge. The purpose of this event is to increase the understanding about the prevention and awareness of disease transmission and infection the non-medical volunteer for disaster management. To finding out about how the training going well, there are pre-test and post-test and certificate to all participants. The result of this community service activity is the understanding the participant are increase about the prevention and awareness of disease transmission and infection in disaster area. The pre-test result shown that 36 respondent approximately 63 point and 60 respondent got 48 points, but at the end of training the result shown 78 respondents got 82 points and 18 respondents got 58 point. Keywords: communicable diseases; disaster; disaster officer; infection prevention