cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PERBERDAYAAN MASYARAKAT MELALAUI PELATIHAN PEMBUATAN ECOBRICK SEBAGAI UPAYA MENGURANGI SAMPAH PLASTIK RUMAH TANGGA DI DESA BENTEK Rahmi, Siti Atika; Elvira, Richa; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Mustamin, Mustamin; Selva, Selva; Rosada, Rosada; Ningsih, Ade
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17847

Abstract

ABSTRAKSampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Kegiatan manusia yang mencemari lingkungan dengan membuang sampah sembarangan dapat mengurangi kebersihan lignkungan. Desa Bentek merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Desa Bentek telah memiliki Bumdes pada tahun 2019 dengan salah satu unit usahanya adalah Bank Sampah sudah tidak beroprasi sejak tahun 2021. Ecobrick merupakan teknologi berbasis kolaborasi sebgai salah satu solusi dalam mengurangi limbah pelastik rumah tangga. Isu permasalahan yang ada di Desa Bentek yaitu kurangnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, belum adanya proses pengelolaan pemanfaatan sampah plastik, serta belum tersedianya fasilitas tempat pembuangan sampah sehingga sampah menumpuk dan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Solusi yang di tawarkan tim pengapdian adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara sebagai upaya penanggulangan sampah plastik rumah tangga dengan menggunakan metode Ecobrick. Tujuan jangka panjang dari kegiatan pengabdian adalah kemandirian dalam mengelolah sampah plastik sebagai peluang usaha baru menjadikan suatu peroduk yang berdaya jual. Produk yang akan dihasilkan dari k  egiatan ini adalah satu set kursi dan meja Ecobrick yang akan diserahkan kepada masyarakat sebagai contoh dengan harapan masyarakat dapat mengembangkan produk lainnya yang bernilai jual. Kata kunci: ecobrick; sampah pelastik; penanganan. ABSTRACTGarbage is part of something that is not used, is not liked, or something that must be disposed of, which generally comes from activities carried out by humans. Human activities that pollute the environment by throwing rubbish carelessly can reduce environmental cleanliness. Bentek Village is a village located in Gangga District, North Lombok Regency. Bentek Village had a Bumdes in 2019 with one of its business units, the Waste Bank, which has not been operating since 2021. Ecobricks are a collaboration-based technology as a solution for reducing household plastic waste. The problematic issues in Bentek Village are the lack of community awareness and responsibility for environmental cleanliness, the absence of a process for managing the use of plastic waste, and the unavailability of waste disposal facilities so that waste accumulates and causes environmental pollution. The solution offered by the service team is to provide training and assistance to the people of Bentek Village, Gangga District, North Lombok Regency as an effort to deal with household plastic waste using the Ecobrick method. The long-term goal of service activities is independence in managing plastic waste as a new business opportunity to make a marketable product. The product that will be produced from this activity is a set of Ecobrick chairs and tables which will be handed over to the community as an example in the hope that the community can develop other products with selling value. Keywords: ecobrick; plastic waste; handling.
Pemberdayaan kader untuk menurunkan beban yang dirasakan oleh caregiver lansia melalui meditasi dan yoga Devina Rahmasari; Oda Debora; Maria Prieska Putri Panglipur Ati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.20900

Abstract

AbstrakDalam menjalani kehidupan dan pencapaian kualitas hidup yang baik pada lansia, perlu adanya bantuan yang cukup dari keluarga maupun caregiver yang merawat lansia tersebut. Keadaan tersebut seringkali dapat menimbulkan beban yang dirasakan caregiver lansia baik dari segi beban psikologis maupun fisik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan serta kemampuan caregiver lansia tentang pengelolaan dan menurunkan beban baik psikologis maupun fisik. Mitra dalam kegiatan ini yakni kader posyandu lansia di RW 1 yang berlokasi di Kelurahan Sukoharjo, Kec. Klojen. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi dan pelatihan dengan 3 tahap yaitu : tahap persiapan terdiri atas perijinan dan persiapan materi, tahap pelaksanaan terdiri atas edukasi dan pelatihan yoga dan meditasi, dan tahap evaluasi terdiri atas evaluasi hasil dan proses. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan caregiver lansia tentang pengelolaan beban psikologis dan fisik yang mulanya 41% setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 72%, sedangkan untuk meditasi dan yoga terjadi peningkatan sebesar 78% dan 75%. Meskipun belum mencapai 100%, namun angka persentase sudah menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan caregiver lansia tentang pengelolaan beban. Dengan dilakukannya kegiatan pengabdian ini diharapkan kader posyandu lansia yang telah diberikan edukasi mengenai yoga dan meditasi mampu menyalurkan ilmu yang telah diberikan kepada para caregiver yang berada di lingkungan RW 1 tentang pengelolaan beban psikologis dan fisik. Kata kunci: caregiver; edukasi; kader posyandu lansia; meditasi; pelatihan; yoga Abstract In living a life and achieving a good quality of life in the elderly, there needs to be sufficient help from both the family and caregivers who care for the elderly. These conditions can often cause the burden felt by elderly caregivers both in terms of psychological and physical burden. The goal of this activity is to increase the knowledge and abilities of elderly caregivers about management and reduce both psychological and physical burdens. Partners in this activity are elderly posyandu cadres in RW 1 located in Sukoharjo Village, Kec. Clojen. The methods used in this activity are education and training with three stages: preparation stage consists of licensing and material preparation, implementation stage consists of yoga and meditation education and training, and evaluation stage consists of evaluation of results and processes. The results of this activity showed that there was an increase in elderly caregiver knowledge about psychological and physical burden management, which was 41% after education increased to 72%, while for meditation and yoga there was an increase of 78% and 75%. Although it has not reached 100%, the percentage figure has shown a significant improvement regarding the elderly caregiver's knowledge of load management. With this devotion activity, it is hoped that the elderly posyandu cadres who have been given education on yoga and meditation will be able to channel the knowledge that has been given to caregivers in RW 1 environment about psychological and physical burden management.Keywords: caregiver; education; elderly posyandu cadres; meditation; training; yoga
PENYULUHAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES PADA KEGIATAN BUDIDAYA TANAMAN PETANI DI DESA MANTAR KABUPATEN SUMBAWA BARAT Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Ahmad Akromul Huda; Suhairin Suhairin; Ida Wahyuni; Farhatunnisa Farhatunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19795

Abstract

ABSTRAKPengetahuan Kelompok Tani di Desa Mantar tentang teknik instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian masih kurang dan terbatas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik perakitan instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi produksi pertanian. Kendala utama dalam peningkatan produksi pertanian di Desa Mantar adalah lokasi desa yang berada di ketinggian menyebabkan ketersedian air yang terbatas sehingga produksi pertanian hanya dilakukan di musim penghujan saja. Mengatasi permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian tentang instalasi teknologi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Manatar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk penyuluhan yang terdiri atas beberapa teknik penyampaian informasi melalui ceramah, diskusi, dan pemutaran vidio. Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik pembuatan dan pengoperasian instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi tanaman. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa para peserta mampu memahami apa yang disampaikan oleh tim pengabdian. Hal tersebut terlihat dari antusiasnya peserta dalam bertanya. Berdasarkan evaluasi terlihat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,87% dimana awalnya 56,739% saat pretest menjadi 92,608% setelah posttest. Hasil uji paired semple T-test menunjukkan angka yang signifikan antara pretest dan posttest sengan nilai signifikasi (2-tailed)  yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Kata kunci: berkelanjutan; irigasi tetes; penyuluhan; produksi; teknologi ABSTRACTThe knowledge of farmer groups in Mantar Village about drip irrigation installation techniques to increase agricultural production is still lacking and limited. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of farmer groups about drip irrigation installation assembly techniques to increase agricultural production production. The main obstacle in increasing agricultural production in Mantar Village is the location of the village which is at an altitude causing limited water availability so that agricultural production is only carried out in the rainy season. Overcoming these problems, a service activity was carried out on the installation of drip irrigation technology to increase agricultural production. This activity was carried out in Manatar Village, Poto Tano District, West Sumbawa Regency. The implementation of this activity is in the form of counselling which consists of several techniques for delivering information through lectures, discussions, and video screenings. The target of this activity is to increase the knowledge of farmer groups about the techniques of making and operating drip irrigation installations to increase crop production. The results of the service activities showed that the participants were able to understand what was conveyed by the service team. This can be seen from the enthusiasm of the participants in asking questions. Based on the evaluation, it can be seen that the participants' knowledge increased by 35.87% from 56.739% during the pretest to 92.608% after the posttest. The results of the paired semple T-test showed a significant number between the pretest and posttest. Keywords: drip irrigation; extension; production; sustainable; technology
Workshop foto produk sebagai edukasi keterampilan promosi digital pada siswa SMK Negeri 7 kota Bandung Yoka Pradana; Rajiv Dharma Mangruwa; Adrio Kusmareza Adim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21248

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman dan skil mitra dalam aktivitas promosi digital, khususnya memproduksi foto produk. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan skil mitra tentang foto produk. Adapun metode yang digunakan terbagi dalam tiga tahapan, yakni pra-kegiatan adalah koordinasi dengan mitra untuk menggali masalah dan potensi mitra selanjutnya dirumuskan menjadi program. Tahap kegiatan pelaksanaan workshop dengan pemaparan materi dan praktik, serta terakhir evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat adalah peningkatan pengetahuan mitra tentang foto produk dan kemampuan mitra untuk memproduksi foto produk sebagai sarana promosi digital. Hal ini dibuktikan dari hasil foto produk siswa menjadi lebih baik setelah mengikuti kegiatan workshop. Kata kunci: workshop; foto produk; promosi digital; siswa smk. AbstractThe problem faced by partners is the lack of understanding and skills of partners in digital promotion activities, especially producing product photos. The purpose of this Community Service activity is to increase partners' knowledge and skills about product photos. The method used is divided into three stages, namely pre-activity is coordination with partners to explore the problems and potential of partners and then formulated into programs. The activity stage is the implementation of workshops with material exposure and practice, and finally the evaluation of activities. The results of the implementation of Community Service are an increase in partner knowledge about product photos and the ability of partners to produce product photos as a means of digital promotion. This is evidenced by the results of student ' product photos becoming better after participating in the workshop activities. Keywords : workshop; product photos; digital promotion; vocational school students.
PENDAMPINGAN BAHASA INGGRIS YANG MENYENANGKAN BAGI SISWA SMPN DI PINGGIRAN KOTA MATARAM Ilham Ilham; Irwandi Irwandi; Hijril ismail; Fauzi Bafadal; M. Hudri; Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19602

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan survey awal yang dilakukan oleh tim PKM pengabdian masyarakat Univeritas Muhammadiyah Mataram, tim menemukan bahwa siswa-siswa di SMPN 17 Mataram mengalami kesulitan dalam belajar Bahasa Inggris, hal ini disebabkan karena kurangnya  pembelajaran yang bervariasi yang mengapilkasikan teknik-teknik pembelajaran yang menyenangkan. Mitra sasaran dari kegiatan pelatihan ini adalah siswa kelas VII SMPN 17 Mataram sejumlah 35 orang. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris siswa dalam pembelajaran bahasa. Kegiatan ini bertemakan kegiatan belajar bahasa inggris yang menyenangkan dengan metode games untuk menyampaikan materi bahasa inggris yang menyenangkan.  Metode dalam pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan.  Pencapaian hasil pengabdian masyarakat ini adalah menigkatnya kemampuan peserta dalam menguasai beberapa kosakata dengan benar, peserta telah memahami  cara menulis kalimat sederhana dengan benar dan peserta dapat berbicara bahasa Inggris. Kata kunci: belajar bahasa inggris; pembelajaran yang menyenangkan; games ABSTRACTBased on an initial survey conducted by the community service team of Muhammadiyah Mataram University, the team found that students at SMPN 17 Mataram had difficulty learning English, this was due to the lack of varied learning that applied fun learning techniques. The target partners of this training activity are seventh grade students of SMPN 17 Mataram totaling 35 people. This community service activity aims to improve students' English language skills in language learning. This activity is focused on fun English learning activities with the method of games to deliver fun English material.  The method in training is carried out using the training method.  The results of this community service is the improvement in the ability of participants to master some vocabulary correctly, understood how to write simple sentences correctly and speak simple English. Keywords: learning English; fun learning; games
PENGEMBANGAN ASESMEN DIGITAL BERBASIS HOTS PADA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU EKONOMI Kamalia, Putri Ulfa; Kurniawan, Riza Yonisa; Prakoso, Albrian Fiky; Ghofur, Muhammad Abdul; Ginanjar, Ardhita Eko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17046

Abstract

ABSTRAKPenggunaan teknologi pada era revolusi industri 4.0 belum dapat diantisipasi sepenuhnya oleh para guru ekonomi SMA se-Kota Surabaya. Hal ini berdampak pada penerapan asesmen kurikulum merdeka yang belum optimal. Para guru ekonomi di Kota Surabaya masih banyak menggunakan instrumen paper-based test dan LOTS (Lower Order Thinking Skills). Untuk meningkatkan keterampilan penilaian hasil belajar yang relevan saat ini yaitu dengan menggunakan instrumen soal HOTS (High Order Thinking Skills) dan asesmen digital, perlu diadakan pelatihan pengembangan asesmen digital berbasis HOTS pada kurikulum merdeka.Melalui rangkaian pelatihan mulai dari pemaparan materi, pendampingan hingga pembuatan draft asesmen digital, sebanyak 76% peserta menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan pelatihan memberikan manfaat bagi peserta. Kemudian, sebanyak 83% peserta menyatakan sangat setuju bahwa pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan mengenai asesmen kurikulum merdeka berbasis HOTS. Sementara 94% peserta menyatakan sangat setuju bahwa pelatihan dapat meningkatkan keterampilan dalam membuat asesmen digital. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menyusun asesmen digital berbasis HOTS. Para peserta mengharapkan adanya pelatihan berkesinambungan seperti pelatihan penyusunan soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) dan modul ajar berbasis digital pada kurikulum merdeka untuk meningkatkan keterampilan. Kata kunci: asesmen digital; HOTS; guru ekonomi SMA Kota Surabaya; pelatihan ABSTRACTThe use of technology in the era of industrial revolution 4.0 cannot be fully anticipated by high school economics teachers throughout the city of Surabaya. This has an impact on the implementation of the independent curriculum assessment which is not yet optimal. Economics teachers in the city of Surabaya still use many paper-based test instruments and LOTS (Lower Order Thinking Skills). To improve current relevant learning outcome assessment skills, namely by using HOTS (High Order Thinking Skills) question instruments and digital assessments, it is necessary to hold training on developing HOTS-based digital assessments in the independent curriculum. Through a series of training ranging from material presentation, mentoring to drafting digital assessment, as many as 76% of participants stated that they strongly agreed that training activities provided benefits for participants. Then, as many as 83% of participants stated that they strongly agreed that the training could increase knowledge regarding HOTS-based independent curriculum assessments. Meanwhile, 94% of participants strongly agreed that training could improve skills in making digital assessments. So it can be concluded that training activities are able to increase participants' knowledge and skills in preparing HOTS-based digital assessments. The participants expect continuous training such as training on preparing AKM (Minimum Competency Assessment) questions and digital-based teaching modules in the independent curriculum to improve skills. Keywords: digital assessment; HOTS; economics teachers at Surabaya high school; training
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MIE BERBASIS HASIL TANGKAPAN NELAYAN DIPESISIR PANTAI MAPAK Sumahiradewi, Luh Gede; Kusnandi, Aan; Ikrom, Moh.; Muarif, Muarif; Ardianingsih, Tariska; Winasari, Hesti; Dewi, Ismiati; Sahnim, Sahnim; Islamiah, Evita Rosalinda; Bokhari, Rian Permadi; Zaini, Muhammad; Adi, Muhammad; Khair, M. Fathul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19718

Abstract

ABSTRAKPantai mapak memiliki potensi yang sangat besar baik dari segi pariwisata maupun perikanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masayarakat nelayan di pesisir pantai mapak berdasarkan potensi hasil tangkapan ikan dengan melaksananakan kegiatan pelatihan diversifikasi hasil perikanan melalui pembuatan mie berbahan ikan tongkol. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman              masyarakat terkait keterampilan pengolahan hasil tangkapan yang keuntungannya relatif lebih besar dibanding menjual ikan dalam bentuk segar dengan harga yang naik turun sesuai dengan permintaan pasar. Mie dongkol merupakan produk mie siap saji yang berbahan dasar ikan tongkol yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan observasi, penyuluhan, demonstrasi dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan yaitu masyarakat mampu mengolah ikan hasil tangkapan menjadi produk mie siap saji dan dapat melakukan pengemasan secara higienis dengan penyajian yang menarik sehingga meningkatkan pendapatan dari masyarakat. Kata kunci: mie; ikan tongkol; pantai mapak ABSTRACTMapak Beach has enormous potential, both in terms of tourism and fishing. This service activity aims to improve the economy of fishing communities on the coast of Mapak based on the potential of fish catches by carrying out training activities on fishery product diversification through making noodles made from tuna. The public's knowledge and understanding are low regarding skills in processing catches, the profits of which are relatively greater than selling fish in fresh form with prices that fluctuate according to market demand. Dongkol noodles are a ready-to-eat noodle product made from tuna that can be used as a business opportunity to increase income. The implementation methods used in this activity are observation, counseling, demonstration, and evaluation. The results of the community service activities that have been carried out are that the community is able to process the fish they catch into ready-to-eat noodle products and can package them hygienically with an attractive presentation, thereby increasing community income. Keywords: noodles; mackarel tuna; mapak beach
Peningkatan kompetensi Guru Sekolah Menengah Atas dalam penyusunan modul ajar, bahan ajar dan instrumen asesmen pada kurikulum merdeka Agung Deddiliawan Ismail; Adi Slamet Kusumawardana; Rizal Dian Azmi; Sikky El Walida
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21632

Abstract

Abstrak Jahe merah memiliki nama latin Zingiber officinale Linn varvrubrum, merupakan jenis tanaman terna dengan rimpang kuat dan menjalar, yang memiliki kandungan minyak atsiri, oleoresin dan pati lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya, pengolahan jahe merah akan meningkatkan nilai ekonomi dan nilai manfaat khususnya manfaat kesehatan. Tujuan kegiatan yaitu melakukan pendampingan kepada kader dengan memberikan edukasi mengenai manfaat dan khasit jahe merah serta pengolahan jahe merah menjadi tisane dan aromaterapi. Kegiatan yang dilaksanakan : penguatan pengetahuan kader terkait khasiat dan manfaat jahe merah terhadap kesehatan dan pembuatan produk jahe merah melalui pengolahan jahe merah menjadi tisane dan aromaterapi. Hasil evaluasi didapatkan nilai rata-rata pretest 49,23 menjadi 80,77 saat posttest atau meningkat sebesar 64,06%, sedangkan hasil evaluasi pengolahan jahe merah menjadi tisane jahe dan aromaterapi didapatkan nilai rata-rata pretest 47,69 menjadi 86,92 saat posttest atau meningkat sebesar 82,26%. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khsususnya para kader terkait peningkatan nilai ekonomi dan nilai manfaat dari jahe merah menjadi sebuah produk tisane dan aromaterapi jahe merah. Kata kunci: kader lansia;  jahe merah; tisane jahe; aromaterapi jahe; kesehatan. Abstract Red ginger has the Latin name Zingiber officinale Linn varvrubrum, is a type of herb plant with strong and spreading rhizomes, which has higher essential oil, oleoresin and starch content than other types of ginger. Processing red ginger will increase its economic value and beneficial value, especially health benefits. The aim of the activity is to provide assistance to cadres by providing education about the benefits and properties of red ginger as well as processing red ginger into tisane and aromatherapy. Activities carried out: strengthening cadres' knowledge regarding the properties and benefits of red ginger for health and making red ginger products through processing red ginger into tisane and aromatherapy. The evaluation results obtained an average pretest score of 49.23 to 80.77 during the posttest or an increase of 64.06%, while the evaluation results of processing red ginger into ginger tisane and aromatherapy obtained an average pretest value of 47.69 to 86.92 during the posttest. posttest or increased by 82.26%. It is hoped that the results of this service will provide education to the community, especially cadres, regarding increasing the economic value and beneficial value of red ginger into a red ginger tisane and aromatherapy product. Keywords: elderly cadres; red ginger; ginger tisane; ginger aromatherapy; health.
Sosialisasi dan pendampingan pengendalian hama pada sistem pertanian terpadu di desa Tanjung Bonai Aur Dedi Mardiansyah; Aditya Furqon; Vyola Maulana; Ummi Hajra Dias; Ameera Iffa Zaafira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21461

Abstract

Abstrak Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman sering menjadi kendala utama dalam meningkatkan produksi pertanian. Penurunan hasil panen akibat serangan lalat buah berkisar 50-75%, sedangkan pada kondisi lingkungan mendukung dan inang rentan kerusakan dapat mencapai 100% Penggunaan alat perangkap hama dapat membantu untuk memonitoring keberadaan dan populasi hama disekitar lokasi yang dipasang. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk sosialisasi dan pendampingan kepada Masyarakat dalam pengendalian hama pada system pertanian terpadu. Langkah yang dilakukan adalah mempelajari dan monitoring mengenai populasi hama yang terdapat dilahan pertanian Masyarakat. Upaya monitoring menjadi penting karena berdasarkan informasi populasi hama di lokasi pengamatan, dapat disusun suatu saran tindak pengendalian dan penanggulangan secara lebih dini. Hasil dari kegiatan ini berupa populasi dari hama dapat di minimalisir dan dikendalikan sehingga dapat meningkatkan hasil panen dari pertanian Masyarakat di Nagari Tanjung Bonai Aur. Kata kunci: hama; pendampingan; tanaman; pertanian. Abstract Attacks by plant pests (OPT) on plants are often a major obstacle in increasing agricultural production. The reduction in crop yields due to fruit fly attacks ranges from 50-75%, whereas in conditions that support the environment and are not susceptible to damage it can reach 100%. The use of pest traps can help to monitor the presence and population of pests around the location where they are installed. The purpose of this service activity is to socialize and provide assistance to the community in controlling pests in integrated agricultural systems. The steps taken are to study and monitor the pest population on community agricultural land. Monitoring efforts are important because based on information on pest populations at observation locations, early control and mitigation recommendations can be prepared. The results of this activity in the form of pest populations can be minimized and controlled so that it can increase agricultural harvests for the community in Nagari Tanjung Bonai Aur. Keywords: pest; accompanying; plant; agriculture.
PEMANFAATAN POJOK BACA SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN MINAT BACA PADA SISWA DI SDN II KERU Hidayati, Hidayati; Ilham, Ilham; Rahmaniah, Rima; Irwandi, Irwandi; Hudri, M.; Zainudin, Muhamad; Pratiwi, Nadila Ika; Karisma, Rosa; Amalia, Putri; Risanti, Rika; Marchela, Sarah; Turangga, Alfith
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19246

Abstract

ABSTRAKSebagai komponen vital dari lingkungan pendidikan, School Literacy Movement (GLS) melibatkan semua individu yang terkait dengan sekolah (guru, siswa, orang tua/wali, dan masyarakat) (Paradina, 2017). Penjelasan ini menunjukkan betapa pentingnya menerapkan program keaksaraan di sekolah karena mereka membantu pertumbuhan anak-anak, terutama dalam hal memelihara kecintaan membaca. Penelitian ini bermula dari masalah minat baca yang rendah di kalangan Siswa SDN 2 Keru. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan pojok baca sebagai strategi untuk meningkatakan minat baca pada Siswa SDN 2 Keru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sig[1]nifikan dalam minat baca siswa setelah implementasi pojok baca. Pembahasan mengidentifikasi pentingnya pemilihan buku yang sesuai dan lingkungan yang mendukung. Saran meliputi perluasan program pojok baca dan pengembangan koleksi buku yang lebih beragam untuk mendukung minat baca siswa secara berkelanjutan. Kata kunci: pojok baca; strategi; minat baca; siswa SD. ABSTRACTThe School Literacy Movement (GLS) encompasses all people connected to the school (teachers, students, parents/guardians, and the community) and is an essential part of the educational environment (Paradina, 2017). This demonstrates how crucial it is to conduct literacy initiatives in schools because they aid in children's development, particularly when it comes to fostering a love of reading. This research began with the issue of low reading interest among students at SDN 2 Keru. The research objective was to evaluate the effectiveness of utilizing the reading corner as a strategy to increase reading interest among SDN 2 Keru students. The research method employed was qualitative with interviews and observations as data collection tools. The research results indicated a significant increase in the students' reading interest after the implementation of the reading corner. The discussion identified the importance of selecting suitable books and creating a supportive environment. Recommendations include expanding the reading corner program and diversifying the book collection to sustain and enhance students' reading interests. Keywords: reading area; strategy; interest in reading; elementary school.