cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Inovasi bentuk desain rumah lebah tanpa sengat (stingless bee) untuk di perkotaan Falia Haura Ateyana; Afifah Muthia Zahrani; Annisa Rahmaratri; Putri Octavia Regina Yahdi; Sheila Andita Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22937

Abstract

AbstrakLebah tanpa sengat dapat hidup dan dibudidayakan di perkotaan, namun keterbatasan ruang pada rumah masyarakat di perkotaan menjadi alasan mengapa mereka membutuhkan sarang lebah tanpa sengat dengan desain yang menarik dan efisien sehingga tidak memakan banyak ruang di dalam rumahnya. Beenefit adalah salah satu inisiatif yang berkomitmen untuk mempromosikan Urban Beekeeping melalui kegiatan Markethon: Urban Beekeeping Design Challenge. Tujuan dari kegiatan ini untuk dikembangkan inovasi desain rumah lebah tanpa sengat yang sesuai untuk ditempatkan di lingkungan perkotaan. Adapun metode yang dilakukan terbagi dalam lima tahapan, yakni workshop dan mentoring, designing, prototipe, presentasi dan pameran, dan awarding. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa desain yang diusulkan dapat diimplementasikan, dan masyarakat perkotaan dapat memelihara lebah tanpa sengat dan tanpa khawatir rumah lebah akan memakan banyak ruang di tempat tinggal mereka. Kata Kunci: inovasi; desain; rumah lebah; lebah tanpa sengat; perkotaan AbstractStingless bees can live and be cultivated in urban areas, however, the limited space in people’s homes in urban areas is the reason why they need stingless bee hives with an attractive and efficient design that does not consume a lot of space in their homes. Benefit is one of the initiatives committed to promoting Urban Beekeeping through Markethon: Urban Beekeeping Design Challenge. The aim of this activity was to develop an innovative stingless bee house design that is feasible in an urban environment. The method is divided into five stages, namely workshop and mentoring, designing, prototyping, presentation and exhibition, and awarding. The results of this activity indicate that designed can be implemented, and urban communities can keep stingless bees and without concern that bee houses will consume a lot of space in their residences. Keywords: innovation; design; bee houses; stingless bee; urban
Pendampingan implementasi kurikulum merdeka dalam penyusunan modul ajar di SMP Muhammadiyah 3 Gending Probolinggo Cholily, Yus Mochamad; Jamil, Anis Farida; Dintarini, Mayang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22071

Abstract

AbstrakSMP Muhammadiyah 3 Gending merupakan sekolah menengah pertama binaan Persyarikatan Muhammadiyah di kawasan Gending, Probolinggo. Berdasarkan observasi awal dan diskusi dengan mitra permasalahan prioritas yang dihadapi mitra yaitu: 1) mitra belum menerapkan Kurikulum Merdeka, 2) kurangnya pemahaman guru-guru sekolah mitra mengenai Implementasi Kurikulum Merdeka, dan 3) kurangnya pemahaman guru-guru sekolah mitra mengenai pengembangan perangkat pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam 4 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan IKM, pelaksanaan pendampingan IKM, evaluasi. Tahap persiapan dilakukan dengan kegiatan pra survey, pelaksanaan Kerjasama dengan SMP Muhammadiyah 3 Gending Probolinggo, dan mempersiapkan bahan pelatihan. Selanjutnya tahap pelatihan IKM yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Gending kemudian dilanjut pendampingan penyusunan modul ajar yang terdiri dari 3 pertemuan daring dan pengumpulan tugas akhir berupa modul ajar. Kegiatan terakhir yaitu tahap evaluasi dilakukan untuk melihat ketercapaian kegiatan pengabdian. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan ketercapaian pada kegiatan pelatihan sebesar 100% dan 83% pada kegiatan pendampingan penyusunan modul ajar. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; IKM; modul ajar AbstractMuhammadiyah 3 Gending Junior High School is the first middle school supported by the Muhammadiyah Association in the Gending area, Probolinggo. Based on initial observations and discussions with partners, the priority problems facing partners are: 1) partners have not implemented the Independent Curriculum, 2) lack of understanding of partner school teachers regarding the Implementation of the Independent Curriculum, next we call it IKM, and 3) lack of understanding of partner school teachers regarding the development of learning tools in the IKM. Service activities are carried out in 4 stages, namely preparation, IKM training, IKM mentoring, and evaluation. The preparation stage was carried out with pre-survey activities, implementing collaboration with SMP Muhammadiyah 3 Gending Probolinggo, and preparing training materials. The next stage of IKM training was carried out at Muhammadiyah 3 Junior High School, followed by assistance in preparing teaching modules which consisted of 3 online meetings and collecting a final assignment in the form of a teaching module. The final activity is the evaluation stage which is carried out to see the achievements of service activities. Based on the results of this service activity, it shows that achievement in training activities was 100% and 83% in mentoring activities in preparing teaching modules. Keywords: training; mentoring; IKM; teaching module
Peningkatan pengetahuan home-industry Opak Pajaten dalam penggunaan eco-friendly packaging “Honeycomb Paperwrap” dalam penerapan green-economy Rahma, Rana Ardila; Debora, Fransisca; Rahmani, Hani Fitria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.19567

Abstract

Abstrak                                                                                 Keberadaan limbah yang berasal dari kemasan plastik ternyata dapat memberikan dampak negatif lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan bumi. Dalam konteks penggunaannya, plastik digunakan sebagai salah satu opsi utama kemasan bagi produk pada unit usaha industri rumah tangga (home industry). Home industry Opak Pajaten menggunakan kemasan plastik pada produknya. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan mitra akan pengaruh kemasan plastik, dan jenis produk kemasan ramah lingkungan (eco-friendly packaging) yang dapat digunakan sebagai kemasan Opak. Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), dan Universitas Pasim Bandung melalui Hibah Prioritas Unsika (HIPKA) Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2023 melakukan PkM pada home industry Opak Pajaten untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait salah satu jenis eco-friendly packaging yaitu Honeycomb Paperwarp. Honeycomb Paperwrap dibuat dari bahan daur ulang dengan keunggulan ringan sehingga sangat cocok digunakan sebagai kemasan pada produk unit usaha. Kegiatan PkM dilakukan dengan memperkenalkan produk Honeycomb Paperwrap sebagai rekomendasi kemasan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen, dapat meningkatkan tampilan produk, serta tetap memberikan pengaruh pada kelestarian lingkungan.  Kata kunci: industri rumah tangga; honeycomb paperwrap; kemasan ramah lingkungan AbstractWaste originating from plastic packaging negatively impacts the environment, human health, and the earth's sustainability. In its context, plastic is one of the leading packaging options for products in home industry business units. Opak Pajaten's home industry uses plastic packaging for its products. This is due to the partners' low knowledge of the influence of plastic packaging and the types of environmentally friendly packaging products that can be used as Opak packaging. Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) and Universitas Pasim Bandung, through the Hibah Prioritas Unsika (HIPKA) Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2023  in 2023, conducted PkM at the Opak Pajaten home industry to increase partners' knowledge regarding one type of eco-friendly packaging, namely Honeycomb Paperwarp. Honeycomb Paperwrap is made from recycled materials with the advantage of being light, so it is very suitable for packaging business unit products. PkM activities are carried out by introducing the Honeycomb Paperwrap product as a recommendation for packaging that suits consumer needs and expectations, can improve the product's appearance, and still impact environmental sustainability. Keywords: home industry; honeycomb paperwrap; eco-friendly packaging
Pelatihan literasi keuangan bagi UMKM guna mencegah pinjaman online Yeni Yeni; Mohammad Kurniawan DP
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23999

Abstract

Abstrak Banyak masyarakat terjerat pinjaman online karena kebutuhan mendesak alasan  syarat ringan namun pada akhirnya membuat mereka kesulitan membayar dan terjerat bunga tinggi. Pemilik UMKM merupakan pedagang kecil sering mengambil pinjaman online untuk membeli stok barang dan kesulitan untuk membayar pinjaman tersebut karena bunga yang tinggi, sehingga harus mengambil pinjaman baru untuk menutup utang lama. Siklus ini terus berlanjut hingga utang menjadi tidak terkendali bahkan banyak diantara mereka bunuh diri akibat terbelit utang yang tidak terkendali. Pengabdian masyarakat ini  bertujuan untuk memberikan pelatihan literasi cara mengelola keuangan agar dapat mengola keuangan denagn akurat jika ada kebutuhan mendesak. Menghindari pinjaman uang secara online guna memperkecil resiko keuangan yang moderat serta terancam bunuh diri jika tidak mampu mengola bagi para pelaku UMKM. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan literasi tagungan keluarga dan kemampuan dalam mengelola keuangan secara efektif, serta mencegah penggunaan pinjaman online yang merugikan. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat kecil sering terjebak dalam lingkaran utang akibat tidak mempu mengola tabungan keluarga. Kata kunci: mengelola; keuangan; UMKM; tabungan keluarga; pinjaman online. Abstract This community service aims to provide financial literacy training to MSME players. The main aim of this training is to increase knowledge and abilities in managing finances effectively, as well as preventing the detrimental use of online loans. The results of the training show that small communities are often trapped in a cycle of debt due to online loans. MSME owners who are small traders often take out online loans to buy stock of goods, but then have difficulty paying back the loans because of high interest, so they have to take out new loans to cover old debts. This cycle can continue until the debt becomes uncontrollable and many of them even commit suicide due to being entangled in uncontrollable debt. Keywords: literacy; finance; MSMEs; family savings; online loans
Anting emas sus emil (atasi stunting melalui edukasi masyarakat khususnya pada kelompok ibu hamil) di desa Aikmel kecamatan Aikmel kabupaten Lombok Timur Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Baiq Masdariah; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24588

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di daerah bintaro Ampenan, tujuan dari kegiatan ini adalah memperkernalkan prilaku hidup bersih sehingga target sasaran pada program pengabdian ini adalah anak-anak usia 5 tahun dan sekolah dasar dimana usia tersebut adalah usia rentan lalai akan kebersihan diri. Metode penyampaian yang diberikan berupa dongeng PHBS dengan cara bercerita tentang perilaku hidup sehat yang diadaptasi dari beberapa referensi buku cerita. Tingkat keberhasilah dari kegitian ini adalah anak-anak dapat menerapkan perilaku hidup bersih dengan menerapkan cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah berkegitan atau makan, anak-anak juga mampu untuk diajak bekerjasama dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan para remaja masjid didaerah bintaro. Waktu yang dihabiskan selama kegiatan ini berlangsung adalah tiga bulan dari persiapan dan termasuk dengan monitring evaluasi kegiatan selama kurang lebih sebulan untuk memastikan kegiatan ini tetap terlaksana. Kata kunci: PHBS; literasi. AbstractThis community service activity takes place in the Bintaro Ampenan area, the aim of this activity is to introduce clean living behavior so that the targets for this service program are children aged 5 years and elementary school where this age is the age that is vulnerable to neglecting personal hygiene. The delivery method given is in the form of PHBS fairy tales by telling stories about healthy living behavior adapted from several story book references. The level of success of this activity is that children are able to adopt clean living behavior by washing their hands with soap before and after doing activities or eating, children are also able to be invited to collaborate in mutual cooperation activities involving mosque teenagers in the Bintaro area. The time spent during this activity was three months of preparation and included monitoring and evaluation of the activity for approximately a month to ensure this activity was still carried out. Keywords: PHBS; literation.
Program pemeriksaan keliling anti hipertensi pada masyarakat di Desa Aranio RT 002 sebagai upaya penanganan permasalahan hipertensi Fahrini Yulidasari; Ahmad Nasrul Aziz; Amidatun Nisa; Azhmah Hidayati; Linda Dwi Listyo Ningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23256

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan kronis. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan menurut Riskesdas 2018 sebesar 10,81%, lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional yaitu sebesar 8,8%. Berdasarkan hasil diagnosis komunitas, hipertensi juga menjadi permasalahan di Desa Aranio RT 002, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang belum menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat. Alternatif pemecahan masalah untuk menangani permasalahan mengenai permasalahan hipertensi tersebut adalah dengan adanya program pemberdayaan berupa penyuluhan, pembentukan dan pelatihan kader anti hipertensi. Tujuan dari program ini adalah untuk meminimalisir faktor risiko hipertensi pada masyarakat di Desa Aranio RT 002 dengan meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi melalui edukasi dan pemeriksaan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, pelatihan dan pemeriksaan tekanan darah kepada masyarakat di RT 002 Gang Kampung Baru Desa Aranio . Instrumen kegiatan ini di antaranya adalah kuesioner pre dan post- test. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 18%. Setelah uji statistik berupa uji one-sample statistics, diketahui terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai uji sebesar 0.026. Pada kegiatan program pemeriksaan keliling anti hipertensi, masyarakat desa bersama kader anti hipertensi berhasil melakukan kegiatan edukasi dan pemeriksaan tekanan darah. Selain itu, pada kegiatan di bagikan leaflet tentang pencegahan hipertensi juga berhasil mempengaruhi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Kata kunci: hipertensi; monitoring; kader anti hipertensi Abstract Hypertension is a non-communicable disease that is still a chronic health problem. According to Riskesdas 2018, the prevalence of hypertension in South Kalimantan is 10.81%, higher than the national figure of 8.8%. Based on community diagnosis results, hypertension is also a problem in Aranio Village RT 002, Aranio District, Banjar Regency. This is caused by people who have not adopted a healthy lifestyle and eating patterns. Alternative problem solving to deal with problems regarding hypertension is through an empowerment program in the form of counseling, formation and training of anti-hypertension cadres. The aim of this program is to minimize risk factors for hypertension in the community in Aranio Village RT 002 by increasing knowledge about hypertension through education and blood pressure checks. The methods used were lectures, discussions, training and blood pressure checks for the community at RT 002 Gang Kampung Baru, Aranio Village. The instruments for this activity include pre- and post-test questionnaires. The results of the service showed that after the outreach was carried out, there was an increase in public knowledge by 18%. After statistical tests in the form of one-sample statistics tests, it was discovered that there was a difference in knowledge between before and after counseling with a test value of 0.026. During the anti-hypertension mobile examination program, the village community together with anti-hypertension cadres successfully carried out educational activities and blood pressure checks. Apart from that, the activity of distributing leaflets about preventing hypertension also succeeded in influencing people to carry out regular blood pressure checks. Keywords: hypertension; monitoring; anti-hypertension cadres
Eksplorasi potensi bisnis perguruan tinggi melalui hilirisasi riset dan inovasi Kafka Navisa Suwarno; Ika Ayu Mentari; Fenty Fauziah; Vera Herliana Pratiwi; Muhammad Ali Syahbana; Muhammad Nor Ichsan; Rika Pratika; Rika Nur Junnah; Andini Nur Amilia; Paula Mariana Kustiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23144

Abstract

Abstrak Hilirisasi riset dan inovasi merupakan strategi penting dalam menerjemahkan hasil penelitian akademis menjadi produk dan layanan yang dapat memberikan nilai tambah di pasar. Namun, tantangan seperti kurangnya sumber daya dan budaya kewirausahaan masih menjadi hambatan yang perlu diatasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk mengoptimalkan peluang bisnis dari riset dan inovasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan riset dan inovasi yang berpotensi menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan, dan solusi terhadap permaslahan yang ada sekarang. Evaluasi terhadap kegiatan webinar dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat serupa di masa depan. Hasil dari evaluasi tersebut menunjukan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya hilirisasi riset dan inovasi. Kegiatan ini diharapkan peserta untuk terus menjadi penggerak dalam menciptakan dampak positif secara ekonomi dan sosial melalui inovasi teknologi dan layanan. Kata kunci: hilirisasi riset; inovasi; perguruan tinggi; bisnis; kolaborasi; tantangan. Abstract  The research and innovation is an important strategy in output implemetation of academic research into products and services that can provide added value in the market. However, challenges such as the limited resources and entrepreneurial culture are still obstacles that need to be overcome. Collaboration between universities, industry and government is the key to optimizing business opportunities from research and innovation. This community service activity aims to provide an understanding of the important role of universities in producing research and innovation that has potential to become sustainable business opportunities and solutions to current problems. Evaluation of webinar activities is carried out to increase the effectiveness of future activities. The results of this evaluation showed that there was an increased in participants' understanding of the importance of downstream research and innovation. Participants in this community service activity hope that this activity can be a driving force in creating positive economic and social impacts through technological and service innovation. Keywords: research downstreaming; innovation; universities; business; collaboration; challenges.
Pelatihan pembuatan herbal mineral blok untuk suplemen kambing peranakan etawa di desa Durian, kecamatan Ambawang, kabupaten Kubu Raya Harahap, Rakhmad Perkasa; Rohayeti, Yeti; Mustaqim, Zainul; Nurwahid, Nurwahid; Prabowo, Riski Abdi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21720

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam pembuatan Herbal Mineral Blok (HMB) sebagai suplemen untuk kambing Peranakan Etawa di Desa Durian, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan ramuan herbal lokal dan campuran mineral untuk meningkatkan produktivitas ternak dan mencegah penyakit. Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kegiatan dosen yang dilakukan dengan metode pelatihan. Metode pelatihan meliputi ceramah, demonstrasi langsung, dan sesi tanya jawab. Mitra yang terlibat sebagai peserta dalam pelatihan adalah kelompok tani (POKTAN) Dusun Siak yang memiliki 25 anggota. Peserta yang hadir merupakan ketua dan anggota POKTAN Dusun Siak sebanyak 10 orang. Persiapan pelatihan terdiri dari penyediaan bahan dan peralatan, serta pengorganisasian peserta. Proses pelatihan mencakup pengenalan teoritis, demonstrasi praktek pembuatan HMB, dan tanya jawab. Evaluasi yang dilakukan dengan pemberian pre-test dan post test serta observasi langsung aplikasi hasil produk oleh peserta kepada ternak kambing Peranakan Etawa. Hasil pelatihan pembuatan Herbal Mineral Blok (HMB) sebagai suplemen untuk kambing Peranakan Etawa sudah terlaksana dengan sukses. Pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa peserta telah memahami pembuatan suplemen HMB dengan baik. Kata kunci: pelatihan; herbal mineral blok; kambing peranakan etawa; pemeliharaan ternak; suplemen mineral AbstractThis community service aims to increase the understanding and skills of breeders in making Herbal Mineral Blocks (HMB) as a supplement for Etawa crossbreed goats in Durian Village, Ambawang District, Kubu Raya Regency. This training uses local herbal concoctions and mineral mixtures to increase livestock productivity and prevent disease. Community Service is a lecturer activity carried out using training methods. Training methods include lectures, live demonstrations, and question-and-answer sessions. The partners involved as participants in the training are the Siak Hamlet farmer group (POKTAN), which has 25 members. The participants who attended were the chairman and members of POKTAN Dusun Siak, as many as 10 people. Training preparation consists of providing materials and equipment and organizing participants. The training includes a theoretical introduction, a practical demonstration of making HMB, and questions and answers. The evaluation was carried out by administering pre-tests and post-tests and directly observing participants' application of the product to Etawa Peranakan goats. The training results on making Herbal Mineral Blocks (HMB) as a supplement for Etawa crossbreed goats have been carried out successfully. This training can be concluded that the participants have understood the manufacture of HMB supplements well. Keywords: training; herbal mineral block; etawa crossbreed goat; livestock maintenance; mineral supplements.
Pelatihan akuntansi dasar home industry bagi ibu rumah tangga dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga di kota Palembang Leriza Desitama Anggraini; Andini Utari Putri; Aliah Ghina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23367

Abstract

Abstrak Home industry termasuk sektor informal pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lekat dengan kearifan lokal suatu daerah atau lokasi dan menghasilkan produk buatan tangan. Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan home industry namun sering menghadapi berbagai tantangan seperti akses terhadap modal, networking bahkan pengetahuan pengelolaan keuangan yang memadai untuk mengembangkan bisnis mereka. Pelaku usaha home industry terutama ibu – ibu rumah tangga menganggap akuntansi tidak terlalu penting dan sulit untuk menerapkannya. Kegiatan ini bertujuan dapat membantu ibu – ibu rumah tangga dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya dalam mengelola home industry dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga dan perekonomian lokal. Pelatihan ini mengenalkan dasar akuntansi dengan membuat catatan jurnal umum sampai dengan menyusun laporan keuangan seperti laba rugi, arus kas dan posisi keuangan. Pelatihan diikuti oleh 25 orang peserta perwakilan dari beberapa home industry di Kota Palembang. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi dan dilaksanakan secara online menggunakan platform zoom meeting. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan capaian keberhasilan pada aspek pengetahuan akuntansi dasar sebesar 80% dan peningkatan aspek pengetahuan terhadap laporan keuangan sebesar 75%. Kata kunci: pelatihan; akuntansi dasar; home industry. Abstract The home industry is part of the informal sector in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) that is closely related to the local wisdom of a region or location and produces handmade products. Women play an important role in the development of the home industry but often face various challenges such as access to capital, networking, and even adequate financial management knowledge to develop their businesses. Home industry entrepreneurs, especially housewives, consider accounting to be unimportant and difficult to implement. This activity aims to help housewives optimize their potential in managing the home industry to increase family income and local economy. The training introduces the basics of accounting by creating general journal records and preparing financial statements such as income statements, cash flow, and balance sheets. The training was attended by 25 participants representing several home industries in the city of Palembang. The implementation method of this activity starts from preparation, execution, and evaluation, and is conducted online using the Zoom meeting platform. The results of this activity show an 80% improvement in basic accounting knowledge and a 75% improvement in knowledge of financial statements. Keywords: training; basic accounting; home industry
Workshop pertukaran budaya Indonesia-Thailand melalui aplikasi bisnis akibat perubahan sosial kerja sama PKM internasional Nani Cahyani; Ratih Puspitasari; Lesi Hertati; Janty T. Hidayat; Nabila Nurfaiza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24243

Abstract

Abstrak Kegiatan PKM Internasional dilakukan dalam rangka pertukaran budaya antara Indonesia- Tailand hal ini didorong oleh perubahan teknologi digital bisnis global yang begitu cepat sehingga  membuka peluang baru untuk pertukaran budaya antar negara. PKM  ini mengkaji bagaimana digitalisasi bisnis mempengaruhi perubahan sosial dalam praktik berjualan di media Sosial khususnya antara Indonesia dan Thailand, melalui kerja sama PKM Internasional. Pendekatan kualitatif yang mencakup wawancara dan membagi kuisioner pretest dan postest  dan analisis konten menelusuri pengalaman pedagang online antara konsumen di kedua negara. Hasil temuan membuktikan bahwa digitalisasi bisnis, terutama melalui platform marketplace, memfasilitasi pertukaran budaya antara Indonesia dan Thailand, hal ini menyebakan produk dan praktik bisnis lokal untuk menembus pasar asing. Kerja sama dalam rangka PKM Internasional memperkuat pertukaran produk  dengan memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman antara pelaku bisnis dari kedua negara. Perubahan sosial yang teramati termasuk adaptasi strategi pemasaran, pembentukan jejaring antarbudaya, dan peningkatan kesadaran akan keanekaragaman budaya. guna pengembangan bisnis internasional dan harmoni lintas budaya dibahas dalam konteks kolaborasi PKM Internasional. Kata Kunci: workshop; pertukaran budaya; digitalisasi bisnis; perubahan sosial; berjualan di marketplace; PKM internasional Abstract International PKM activities are carried out in the context of cultural exchange between Indonesia and Thailand. This is driven by rapid changes in global business digital technology, opening up new opportunities for cultural exchange between countries. This PKM examines how business digitalization influences social change in the practice of selling on social media, especially between Indonesia and Thailand, through PKM International collaboration. A qualitative approach that includes interviews and pretest and posttest questionnaires and content analysis explores the experiences of online merchants among consumers in both countries. The findings prove that business digitalization, especially through marketplace platforms, facilitates cultural exchange between Indonesia and Thailand, this allows local products and business practices to penetrate foreign markets. Cooperation within the framework of PKM International strengthens product exchange by facilitating the transfer of knowledge and experience between business people from both countries. Observed social changes include adaptation of marketing strategies, formation of intercultural networks, and increased awareness of cultural diversity. for international business development and cross-cultural harmony are discussed in the context of International PKM collaboration. Keywords: cultural exchange; business digitalization; social transformation; selling on the marketplace PKM international.