cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah di kelurahan sikumana Gusnawati Gusnawati; Jefri Semuel Bale; Jahirwan Ut Jasron; Kristomus Boimau; Defmit B.N. Riwu; Muhamad Jafri; Rima Nindia Selan; Yeremias M. Pell
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23280

Abstract

AbstrakKelurahan Sikumana terletak di Kecamatan Maulafa, luas wilayahnya 336 Ha, berbatasan dengan kelurahan Belo (Sebelah Timur), kelurahan Batuplat (Sebelah Barat), kelurahan Naikolan dan kelurahan Oepura (Sebelah Utara) dan Kelurahan Fatukoa (Sebelah Selatan). Penduduknya heterogen dengan beragam suku dan mayoritas penduduk berasal dari Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Jawa dan suku-suku lainnya, berjumlah 21.073 jiwa dengan 4.172 KK. Dalam hal pengelolaan sampah, masyarakat Sikumana belum maksimal. Sampah rumah tangga hanya dikumpulkan dan dibuang di kontainer sampah yang disiapkan pemerintah di tepi jalan, kemudian diangkut truk sampah setiap hari. Masih terdapat masyarakat yang membakar sampah dikarenakan letak tempat sampah jauh dari pemukiman mereka, terdeteksi sebagian masyarakat yang membuang sampah di kali yang ada di kelurahan mereka. Kegiatan PKM ini bertujuan melakukan pelatihan teknologi dan manajemen pengolahan sampah, terkhusus sampah organik dan sampah plastik. Pelaksanaan pengabdian ini melalui tahapan penyajian hasil penerapan teknologi pengolahan sampah dan manajemen pengolahannya, dalam hal ini pembuatan Eco Enzyme untuk sampah organik dan pengenalan serta penerapan Bank Sampah kepada masyarakat Sikumana. Harapannya menjadikan sampah mereka bernilai ekonomis yang menambah pemasukan keluarga. Pengabdian ini menjadi wadah dalam membantu masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola sampah berbasis komunitas secara bijaksana dan mengurangi kuantitas sampah yang diangkut dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hasil pre test dan post test peserta kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan. Rerata nilai pre-test peserta yang dilakukan sebelum kegiatan pengabdian sebesar 65 dan rerata nilai post-test peserta yang dilakukan setelah pemberian materi dan praktik, meningkat menjadi 88,67. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta mencapai 23,67. Kata kunci: sampah; eco enzyme; manajemen bank sampah AbstractSikumana Village is located in Maulafa District with an area of 336 Ha, bordering Belo Village (East), Batuplat Village (West), Naikolan Village and Oepura Village (North) and Fatukoa Village (South). The population is heterogeneous, consisting of various ethnic groups and the majority of the population comes from the Toraja, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Timor, Javanese and other tribes, totaling 21,073 people with 4,172 families. In terms of waste management, the Sikumana community is not optimal. Waste from their households, it is only collected and thrown away in rubbish containers prepared by the government on the side of the road which are then picked up by rubbish trucks every morning. There are still people who burn rubbish because the rubbish bins are far from their residences, and there are even a handful of people who throw rubbish away. in the river in their sub-district. This PKM activity aims to provide training on waste processing technology and management, especially organic waste and plastic waste. organic waste and the introduction and application of the Waste Bank to the Sikumana community. With the hope of making their waste economically valuable and increasing family income. This service is a forum for helping the community and local government in managing community-based waste wisely and reducing the quantity of waste transported and piling up at the Final Disposal Site (TPA). The pre-test and post-test results of service activity participants showed a significant increase. The average pre-test score of participants carried out before service activities was 65 and the average post-test score of participants carried out after providing material and practice increased to 88.67. The increase in participants' understanding and knowledge reached 23.67. Keywords: waste; eco enzyme; waste bank management
Pendampingan digital marketing melalui penjualan online pada UMKM “Pawon Menthik” Laila, Vividya; Rochmaniah, Ainur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22469

Abstract

AbstrakStrategi digital marketing membuat pemasaran lebih menguntungkan, karena memungkinkan calon konsumen untuk mengakses berbagai informasi tentang produk dan melakukan transaksi online. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM “Pawon Menthik” pada kegiatan ini, yaitu kurangnya pemahaman dalam menggunakan digital marketing sebagai promosi online dan kurangnya pemahaman dalam pembuatan logo sebagai identitas produk yang membedakan dengan produk lain. Tujuan dari kegiatan tersebut memberikan pendampingan dalam pembuatan desain logo dan akun media sosial untuk meningkatkan penjualan melalui promosi online. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan UMKM  ”Pawon Menthik” di Desa Kaliampuh Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan yang cukup baik. UMKM tersebut mampu memahami penggunaan logo, Whatsapp Business dan Google Business Profile yang dapat digunakan sebagai promosi online. Dari hasil kegiatan tersebut juga berdampak baik dengan naiknya perekonomian kepada UMKM tersebut. Kata kunci: whatsapp bisnis; profil google bisnis; logo Abstract Digital marketing strategies make marketing more profitable, because they allow potential consumers to access various information about products and carry out online transactions. The problems faced by the UMKM "Pawon Menthik" in this activity were a lack of understanding in using digital marketing as online promotion and a lack of understanding in creating a logo as a product identity that differentiates it from other products. This activity aims to provide assistance in creating logo designs and social media accounts to increase sales through online promotions. The media used are WhatsApp Business and Google Business Profile. This activity uses a qualitative descriptive method carried out by means of observation and interviews. The results of community service activities through the UMKM "Pawon Menthik" in Kaliampuh Village, Candi District, Sidoarjo Regency have increased quite well. These MSMEs are able to understand the use of logos, Whatsapp Business and Google Business Profiles which can be used for online promotions. The results of these activities also have a positive impact on the economic growth of these UMKM. Keywords: whatsapp business; google business profile; logos
Peningkatan pengetahuan orang tua sekitar panti asuhan terkait dengan demam pada anak Rahmawati, Rahmawati; Salasanti, Citra Dewi; Nurlatifah, Aulia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22102

Abstract

Abstrak Suhu tubuh di atas 38°C atau yang biasa disebut dengan demam ini banyak anak-anak sering mengalami kondisi tersebut dan sering menimbulkan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua terkait dengan demam sehingga akan meningkatkan kesiapan orang tua dalam menghadapi demam pada anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini mulai dari ceramah untuk penyampaian informasi dengan pembahasan yang menarik, dilanjutkan dengan diskusi hingga tanya jawab, kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan melakukan penilaian pretest dan post-test untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah sosialisasi. Hasil kegiatan yang dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2023 ini dengan jumlah peserta sebanyak 40 menunjukan hasil yang baik untuk hasil pretest maupun post-tes bagi masing-masing peserta,hasil tersebut dikarenakan Lokasi kegiatan yang dekat dengan perguruan tinggi, terutama di bidang kesehatan, serta adanya fasilitas pelayanan kesehatan, dapat menjadi faktor penyebab peningkatan pengetahuan. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman orang tua mengenai penanganan demam pada anak, dengan potensi dampak positif pada masyarakat sekitar yang lebih teredukasi tentang kesehatan anak. Kata kunci: kesehatan anak; pengelolaan demam; pengetahuan orang tua. Abstract Body temperature above 38°C or commonly referred to as fever, many children often experience this condition and often causes concern for parents. The purpose of this service activity is to increase parents' knowledge related to fever so that it will increase parents' readiness to deal with fever in children.   The method used in this service activity starts from lectures to deliver information with interesting discussions, followed by discussions to questions and answers, and then this activity is continued by conducting pretest and post-test assessments to measure participants' knowledge before and after socialization. The results of the activities carried out on October 10, 2023 with a total of 40 participants showed good results for the pretest and post-test results for each participant. hThese results are due to the location of activities close to universities, especially in the health sector, as well as the presence of health service facilities, which can be a contributing factor to increasing knowledge. In conclusion, this activity succeeded in increasing parents' understanding of fever management in children, with a potential positive impact on the surrounding community who are more educated about children's health. Keywords: child well-being; fever education; parental awareness.  
Sosialisasi terhadap penetapan batas usia perkawinan dalam undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan pada masyarakat Panyabungan Hamid, Asrul; Nst, Andri Muda; Idris, Idris; Hsb, Zuhdi; Siregar, Ilham Ramadan; Nasution, Suryadi; Akhyar, Akhyar; Ritonga, Raja; Ritonga, Syaipuddin; Siregar, Resi Atna Sari; Nahari, Lailan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22170

Abstract

AbstrakPerubahan batas usia perkawinan yang awalnya 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk Perempuan menjadi 19 tahun baik untuk laki-laki dan perempuan sesuai yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perubahan dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan merupakan upaya pemerintah untuk menekan tingginya angka perkawinan di bawah umur dengan memperhatikan kemaslahatan. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk mensosialisasikan perubahan aturan hukum tersebut sehingga timbul kesadaran di masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada masyarakat desa binaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal dengan latar belakang usia dan pendidikan yang berbeda dengan jumlah 100 orang. Metode dilakukan dengan beberapa tahapan; pertama, tahap persiapan dengan mengumpulkan peserta dan melakukan pretest secara sederhana kepada peserta untuk memahami sejauh mana tingkat pemahaman mereka terhadap materi sosialisasi, kedua, tahap pelaksanaan dengan memberikan materi sosialisasi, menjelaskan materi tersebut dengan baik, setelah itu dilakukan diskusi interaktif dengan peserta, ketiga,  tahap evaluasi dengan melakukan postest kepada peserta dan dari hasil postest tersebut dijadikan bahan evaluasi terhadap perbaikan pendampingan berikutnya. Hasil kegiatan pasca sosialisasi ini memberikan trend positif terlihat dari antusiasme dan kepuasan peserta mencapai 85% Puas dan 0% Tidak Puas, hal ini menunjukkan kegiatan berjalan dengan baik. Pemahaman peserta juga meningkat menjadi 45% dari sebelumnya 5%, namun karena masih ada dari peserta yang masih Tidak Paham 13% sehingga pendampingan yang berkelanjutan harus dilakukan dengan memberikan akses secara kontinu dengan berbagai media komunikasi untuk keberlanjutan dari kegiatan sosialisasi. Kata kunci : batas usia perkawinan; masyarakat panyabungan; undang-undang perkawinan. AbstractChanges to the marriage age limit from 19 years for men and 16 years for women to 19 years for both men and women as stated in Law Number 16 of 2019. Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage are The government's efforts to reduce the high number of underage marriages by paying attention to welfare. The aim of this service is to socialize changes to legal regulations so that awareness arises in society. This outreach activity was carried out among the village community assisted by the Mandailing Natal State Islamic College with different age and educational backgrounds totaling 100 people. The method is carried out in several stages; first, the preparation stage by conducting a pretest on participants to understand the extent of their understanding of the socialization material, second, the implementation stage by providing socialization material, explaining the material well, after that an interactive discussion is held with the participants, third, the evaluation stage by conducting a posttest to participants and the results of the posttest are used as evaluation material for subsequent improvements in mentoring. The results of this post-socialization activity provided a positive trend as seen from the enthusiasm and satisfaction of participants reaching 85% Satisfied and 0% Dissatisfied, this shows that the activity went well. Participants' understanding also increased to 45% from the previous 5%, however, because there were still 13% of participants who did not understand, ongoing assistance must be carried out by providing continuous access to various communication media for the continuity of socialization activities. Keywords: marriage age limit; panyabungan community; marriage law.
Peningkatan pemahaman konsep matematis berbantuan POLAGATIK (Pojok Alat Peraga Matematik) terhadap anak-anak SASUDE di Medan Zalmira Aidina Barus; Cindy Amelia Sitorus; Yuki Indayanti; Amanda Syahri Nasution; Nurhafni Siregar; Desniarti Desniarti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23481

Abstract

Abstrak Pemahaman konsep matematis yang baik tentu saja tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang berada di wilayah yang memiliki tingkat pendidikan tinggi saja melainkan juga wilayah yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah seperti wilayah tepian Sungai Deli. Wilayah tersebut masih mempunyai tingkat pendidikan yang minim maka pemahaman konsep matematis yang ada di lingkungan itu masih tergolong rendah dan masih banyak anak-anak yang buta terhadap matematika dasar seperti operasi hitung matematika. Maksud analisis ini ialah untuk mengoptimalkan pemahaman konsep matematis anak-anak di SASUDE berbantuan pojok alat peraga matematik (POLAGATIK). Kegiatan ini dilakukan di Sanggar Sungai Deli, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Peserta kegiatan ini merupakan anak-anak berumur 7-13 tahun. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dengan empat langkah utama: persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman konsep matematika anak-anak dari Pre-test ke Post-test sebesar 72%. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat tanggapan positif dari peserta anak-anak Kata kunci: pemahaman konsep matematis; alat peraga; POLAGATIK; SASUDE. Abstract A good understanding of mathematical concepts is of course not only intended for children in areas with a high level of education but also in areas with a low level of education such as areas on the banks of the Deli River. This area still has a minimal level of education, so understanding of mathematical concepts in that environment is still relatively low and there are still many children who are blind to basic mathematics such as mathematical calculation operations. The purpose of this analysis is to optimize children's understanding of mathematical concepts at SASUDE with the help of the mathematics teaching aids corner (POLAGATIK). This activity was carried out at Sanggar Sungai Deli, Kec. Medan Maimun, Medan City, North Sumatra. Participants in this activity are children aged 7-13 years. This activity uses a community education method with four main steps: preparation, implementation, monitoring and assessment. The results show an increase in children's understanding of mathematical concepts from Pre-test to Post-test by 72%. This activity ran smoothly and received positive responses from the child participants. Keywords: understanding mathematical concepts; props; POLAGATIK; SASUDE
Pendampingan penumbuhan budaya positif sekolah melalui penguatan literasi dan Personal Values di SB At-Tanzil Pandan Jaya Kuala Lumpur Ana Maghfiroh; Siti Asiyah; Subangun Subangun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23393

Abstract

Abstrak Budaya sekolah merupakan cerminan setiap individu yang berada disekolah, yang artinya semakin positif budaya yang dimiliki sekolah maka akan berimbas pada semakin berkembangnya karakter positif seluruh masyarakat sekolah. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk (1) Mendampingi pembentukan budaya positif di sekolah melalui penguatan literasi dan personal value siswa, (2)Meningkatkan budaya dan minat membaca siswa di SB At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur, (3) Mendorong terwujudnya karakater positif siswa melalui pembiasaan-pembiasaan kecil di sekolah. Sekolah yang menjadi sasaran pada program pengabdian ini adalah Sanggar Belajar At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur yang merupakan salah satu sekolah Indonesia yang diperuntukkan bagi anak buruh migran di Malaysia, yang dalam kegiatan ini melibatkan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN Internasional dan dosen pendamping di sekolah tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi  (1) kegiatan diawali dengan supervisi pendidikan, (2) Pelatihan dan workshop, (3) Pendampingan dan monitoring implementasi program intensive literacy dan budaya membaca di sekolah secara intensif, (3) Pendampingan dan monitoring implementasi karakter, habit, dan budaya sekolah secara intensif , (4) Evaluasi dan refleksi menyeluruh merupakan langkah akhir. Hasilnya menunjukkan bahaw program supervisi dan pendampingan di SB At-Tanzil Pandan Jaya Kuala Lumpur berhasil meningkatkan skor literasi siswa, mengubah sikap dan perilaku menjadi lebih positif, serta memperkuat karakter dan budaya sekolah. Dukungan intensif dari tim supervisi dan keterlibatan aktif orang tua berperan penting dalam kesuksesan ini. Konsistensi dan evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari program ini, yang secara keseluruhan telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan lingkungan belajar yang positif. Kata kunci: budaya positif sekolah; penguatan literasi; personal values Abstract School culture is a reflection of every individual in the school, which means that the more positive the culture of the school, the more positive the character of the entire school community will develop. Therefore, this activity aims to (1) Assist the formation of a positive culture in schools through strengthening students' literacy and personal values, (2) Increase students' reading culture and interest in SB At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur, (3) Encourage the realization of students' positive character through small habits at school. The target school in this service program is Sanggar Belajar At-Tanzil Pandan Jaya Kualalumpur which is one of the Indonesian schools intended for children of migrant workers in Malaysia, which in this activity involves students who are carrying out International KKN and accompanying lecturers at the school. The method of implementing this activity includes (1) the activity begins with educational supervision, (2) training and workshops, (3) mentoring and monitoring the implementation of intensive literacy programs and reading culture in schools intensively, (3) mentoring and monitoring the implementation of character, habit, and school culture intensively, (4) comprehensive evaluation and reflection is the final step. The results show that the supervision and mentoring program at SB At-Tanzil Pandan Jaya Kuala Lumpur succeeded in improving students' literacy scores, changing attitudes and behaviors to be more positive, and strengthening school character and culture. Intensive support from the supervision team and the active involvement of parents played an important role in this success. Consistency and regular evaluation are needed to ensure the sustainability and long-term impact of the program, which overall has shown significant contributions towards improving the quality of education and shaping a positive learning environment. Keywords: positive school culture; literacy reinforcement; personal values
Pengolahan bunga telang (Clitoria Ternatea) dan bunga rosela (Hibiscus Sabdariffa L.) sebagai minuman herbal pendamping pasien hipertensi di Posyandu Lansia Puskesmas Payangan Dewa Ayu Putu Satrya Dewi; Putu Yudhistira Budhi Setiawan; Ni Putu Aryati Suryaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22868

Abstract

Abstrak Hipertensi masih menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Menurut data Biro statistik presentasi lansia di Indonesia sebesar 9,6% dari total penduduk atau sekitar 25,64 juta orang. Hasil proyeksi data tersebut mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap lansia mengingat hipertensi sangat berbahaya bagi lansia dan termasuk kelompok berisiko. Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Payangan dengan melibatkan 14 orang Lansia yaitu penyuluhan, diskusi, dan praktek langsung pembuatan Minuman Bunga Telang dan Bunga Rosela sebagai minuman herbal pendamping pasien Hipertensi. Lansia kurang paham terhadap dosis dan cara pemakaian minuman herbal. Beberapa lansia justru mengkonsumsi minuman herbal secara berlebihan dengan tujuan agar Hipertensi segera membaik. Namun, setelah pemberian penyuluhan lansia memahami bahwa penggunaan minuman herbal secara berlebih juga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan. Lansia dapat menggunakan dosis dan cara pakai minuman herbal bunga Telang dan bunga Rosela 2 kali sehari 200 ml setiap 12 jam. Wawasan pasien lansia tentang penggunaan minuman herbal meningkat setelah pemberian penyuluhan ditandai dengan mampu mengulang kembali informasi yang sudah diberikan. Kata kunci: minuman herbal; bunga telang; bunga rosela; lansia AbstractHypertension remains the main cause of cardiovascular disease worldwide. According to data from the Biro Statistik, the percentage of elderly people in Indonesia is 9.6% of the total population, or around 25.64 million people. The results of these data projections indicate the need for special attention for the elderly, considering that hypertension is very dangerous for the elderly and those who are at-risk groups. Community service at the Puskesmas Payangan involved 14 elderly people, namely counselling, discussion, and direct practice in making Telang and Rosella Flower Drinks as herbal drinks to accompany hypertension patients. There are still many elderly people who do not understand the dosage or how to use herbal drinks. Some elderly people consume herbal drinks excessively to improve hypertension quickly. However, after providing counselling, eldery understood that excessive use of herbal drinks could also cause side effects. Elderly people can use the dosage and how to use the herbal drink from Telang and Rosella flowers twice a day, 200 ml every 12 hours. Elderly patients' insight into the use of herbal drinks increased after providing counselling, marked by being able to repeat the information that had been given. Keywords: herbal drinks; telang; rosella flowers; elderly  
Edukasi kesehatan lingkungan dan praktik pembuatan mainan inovatif berbahan sampah plastik Kharisma, Dwi; Febrian, Febrian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21950

Abstract

Abstrak Penanganan sampah plastik yang tidak tepat memiliki dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Kegiatan edukasi kesehatan lingkungan dan praktik pembuatan mainan dari sampah plastik ini memiliki tujuan memberikan informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta meningkatkan keterampilan siswa dalam mendaur ulang sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan terkait sampah plastik. Adapun kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, serta pelatihan dengan tahapan pelaksanaan meliputi tahap analisis situasi, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi melalui metode tanya jawab. Mitra dari kegiatan ini yaitu SDN 64 Gresik, dilaksanakan di ruang kelas 3 yang diikuti sebanyak 20 siswa. Program edukasi kesehatan lingkungan dan praktik pembuatan mainan berhasil dilaksanakan dengan efektif dan memenuhi target yang ingin dicapai. Kegiatan edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan siswa yang dibuktikan dengan seluruh pertanyaan (100%) pada sesi diskusi berhasil terjawab dengan benar. Selain itu, kegiatan praktik pembuatan mainan dari sampah plastik yang diikuti oleh sebanyak 20 orang telah berhasil meningkatkan keterampilan siswa yang dapat dilihat dari keberhasilan seluruh siswa (100%) dalam membuat mainan gangsing sebagai upaya daur ulang sampah plastik. Kata kunci: penanganan sampah plastik; dampak lingkungan; kesehatan; daur ulang. Abstract Improper handling of plastic waste has serious impacts on the environment and human health. This environmental health education activity and the practice of making toys from plastic waste have the aim of providing information about the importance of maintaining environmental health and increasing students' skills in recycling as an effort to overcome problems related to plastic waste. The activities were carried out using lecture, discussion, and training methods with the implementation stages including the situation analysis stage, activity implementation, and evaluation through the question and answer method. The partner of this activity is State Elementary School 64 Gresik, held in classroom 3 which was attended by 20 students. The environmental health education program and toy making practice can be carried out well and achieve the specified targets. Educational activities succeeded in increasing student knowledge as evidenced by all questions (100%) in the discussion session being answered correctly. In addition, the practice of making toys from plastic waste which was attended by 20 people has succeeded in improving students' skills which can be seen from the success of all students (100%) in making slipper toys as an effort to recycle plastic waste. Keywords: plastic waste management; environmental impact; health; recycling.
Pemberdayaan petugas rekam medis tentang perencanaan kebutuhan tenaga perekam medis dan informasi kesehatan di puskesmas Jabung kabupaten Malang Anugrahanti, Wisoedhanie Widi; Sigit, Nanta; Kristin, Agnes Carolina; Zulkarnaen, Lala Gayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21639

Abstract

AbstrakPuskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu secara komprehensif harus didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang bermutu, mencukupi kebutuhan, terdistribusi secara adil dan merata serta termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna mutlak diperlukan secara berkesinambungan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Jabung bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman petugas rekam medis di puskesmas Jabung Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang tentang Perencanaan Kebutuhan Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja (ABK Kes) sekaligus menyediakan data perencanaan kebutuhan sumber daya manusia perekam medis dan informasi kesehatan di Puskesmas Jabung. Kegiatan ini memberikan implikasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas rekam medis dalam penyediaan data kebutuhan sumber daya manusia perekam medis dan informasi kesehatan di Puskesma Jabung. Metode yang digunakan adalah ceramah untuk peningkatan pengetahuan dan demonstrasi untuk peningkatan keterampilan dalam penyusunan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan tenaga perekam medis dan informasi kesehatan di puskesmas Jabung, yang dilaksanakan selama 3 (tiga) kali pertemuan yaitu pada tanggal 4, 11 dan 25 November 2023. Evaluasi pencapaian kegiatan dilakukan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan kepada petugas rekam medis di puskesmas Jabung sejumlah 2 (dua) orang yang terlibat dalam kegiatan pengabdiaan masyarakat. Hasil evaluasi diperoleh peningkatan nilai pengetahuan sejumlah 50% dalam kategori baik dan peningkatan keterampilan dengan pencapaian 100% dalam kategori terampil dalam penyusunan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan PMIK di Puskesmas Jabung. Kata kunci: ABK kes; kebutuhan SDMK; perencanaan Abstract Primary Health as a health service facility, in providing comprehensive quality health services, must be supported by quality health human resources, sufficient for needs, distributed fairly and evenly and utilized effectively and efiiciently, which is absolutely necessary on an ongoing basis. Community service activites at the Jabung Community Health Center aim to broaden horizons and increase understanding of medical record officers at the Jabung Community Health Center, Tumpang District, malang Regency regarding planning the need for Medical Recordes and Health Information (PMIK) using the Workload Analysis (ABK Kes) method as well as providing needs planning data human resources for medical recorders and health information at The Jabung Community Health Center. This activity has implication for increasing the knowledge and skills for medical record officers in providing data on human resources needs for medical recorders and health information at The Jabung Community Health Center. The methods used were lectures to increasing knowledge and demontrations to increasing skills in preparing health human resources needs planning for medical recorders and health information at The Jabung Community Health  Center, which were held over three meetings namely on the 4th, 11th, and 25th November 2023. Evaluation of activity achievements was carried out through questionnaires given berfor and after the activities were carried out to medical records officers at The Jabung Community Health Center. A total two people involved in community services activities. The evaluation results showed an increase in knowledge scores of 50% in the good category and increase in skill with 100% achievement in the skilled category in preparing PMIK Health worker needs planning at The Jabung Community Health Center. Keywords: ABK kes; human resources need; planning
Training assertive sebagai upaya mencegah kenakalan remaja kepada siswa Kimmy Katkar; Maria Yuliana Wangge; Dewi Puspita Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22028

Abstract

Abstrak Di era globalisasi sekarang ini kenakalan remaja semakin marak terjadi dimana-mana. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena individu tidak mau dan tidak mampu untuk jujur, terbuka tentang sikap dan perasaannya terhadap situasi sosial dalam pergaulan teman sebayanya. Individu yang kurang memiliki kemampuan dalam berperilaku asertif, akan mudah terpengaruh lingkungan sosial yang cenderung buruk dan tidak mampu untuk menolaknya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan perilaku asertif agar dapat terhindar dari kenakalan remaja pada siswa. Mitra kegiatan ini adalah SMP Kesatrian 1 Semarang dengan jumlah peserta sebanyak 20 siswa kelas VIII & IX. Metode yang digunakan untuk mengukur kegiatan ini adalah kuantitatif dengan pemberian kuesioner. Hasil kuesioner dievaluasi dengan menggunakan model pengukuran pre-test dan post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan perilaku asertif pada siswa dengan skor sebesar 17,98. Nilai pretest yang semula 56,95 menjadi 74,93, menunjukkan adanya peningkatan perilaku asertif. Kegiatan ini bermanfaat bagi siswa, dengan adanya peningkatan perilaku asertif dapat mendorong agar lebih berani mengemukakan pendapat, perasaannya tanpa merugikan orang lain dan dapat terhindar dari kenakalan remaja. Kata kunci: asertif; kenakalan remaja; perilaku menyimpang; patologi sosial Abstract In the current era of globalization, juvenile delinquency is increasingly common everywhere. One of the reasons for this is that individuals are unwilling and unable to be honest and open about their attitudes and feelings towards social situations in the company of their peers. Individuals who lack the ability to behave assertively will easily influence a social environment that tends to be bad and will not be able to resist it. The aim of this service activity is to increase assertive behavior in order to avoid juvenile delinquency among students. The partner for this activity is SMP Kesatrian 1 Semarang with a total of 20 students from class VIII & IX. The method used to measure this activity is quantitative by administering a questionnaire. The results of the questionnaire were evaluated using a pre-test and post-test measurement model, which showed an increase in assertive behavior in students with a score of 17.98. The pretest score, which was originally 56.95, became 74.93, indicating an increase in assertive behavior. This activity is beneficial for students, by increasing assertive behavior it can encourage them to be more courageous in expressing their opinions and feelings without harming others and can avoid juvenile delinquency. Keywords: assertive; juvenile delinquency; deviant behavior; social pathology