cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Upgrading pasca panen dan pembibitan kopi menggunakan bed dryer dome di desa Kalibarumanis kabupaten Banyuwangi Saputra, Tri Wahyu; Rosyady, Muhammad Ghufron; Farisi, Oria Alit; Muhlison, Wildan; Khotijah, Khotijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22124

Abstract

AbstrakDesa Kalibarumanis merupakan daerah penghasil kopi yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Permasalahan yang terkait kopi di desa tersebut yaitu metode pengeringan kopi yang masih konvensional dan metode pembibitan kopi yang belum sesuai Good Agricultural Practices (GAP). Adapun tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat ini antara lain mengimplementasikan teknologi pengeringan yang tepat berupa Bed Dryer Dome untuk biji kopi dan mengembangkan bibit kopi yang menghasilkan tanaman kopi dengan produktivitas tinggi dan unggul. Metode pelaksanaan program dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dimulai pada bulan Juli sampai September 2022. Luaran program berupa pembangunan Bed Dryer Dome yang dapat digunakan oleh mitra untuk mengeringkan biji kopi setelah panen tanpa harus terhalang kondisi lingkungan. Luaran kedua yaitu telah tercapainya transfer knowledge dalam pembibitan kopi dengan bibit dari klon yang unggul dan metode teknik sambung-stek untuk peningkatan produktivitas tanaman dan kualitas buah kopi. Pelaksanaan program ini menjadi sebuah pijakan awal dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui komoditas kopi. Selanjutnya, tim pelaksana berkomunikasi dengan mitra petani kopi yang mempunyai peran utama dalam melanjutkan hasil program ini di masa mendatang saat panen kopi pada tahun-tahun berikutnya. Kata kunci: desa kalibarumanis; kopi; bed dryer dome; bibit unggul; kualitas. Abstract Kalibarumanis Village is a coffee producing area located in Banyuwangi Regency, East Java Province. Problems related to coffee in the village are conventional coffee drying methods and coffee seeding methods that are not in accordance with Good Agricultural Practices (GAP). The objectives of this Community Service Program include implementing appropriate drying technology in the form of a dome Bed Dryer Dome for coffee beans and developing coffee seeds that produce coffee plants with high productivity and superior quality. The program implementation method is carried out in several stages, namely preparation, implementation, and evaluation starting from July to September 2022. The output of the program is the construction of a Bed Dryer Dome which can be used by partners to dry coffee beans after harvest without having to be hindered by environmental conditions. The second output was the achievement of transfer of knowledge in coffee nurseries using seeds from superior clones and the grafting-cutting technique method to increase plant productivity and coffee cherries quality. The implementation of this program is an initial foothold in improving the community's economy through coffee commodities. Furthermore, the implementation team communicates with coffee farmer partners who have a major role in continuing the results of this program in the future during the coffee harvest in the following years. Keywords: kalibarumanis village; coffee; bed dryer dome; quality seeds; quality
Mengalihkan dana latte factor menjadi investasi: solusi smart financial bagi remaja Halpiah Halpiah; Hery Astika Putra; Sukriati Sukriati; Triana Lidona Aprilani; Baiq Rizka Milania Ulfah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23660

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat di laksanakan di MA Yususf Abdussatar Dusun Karang Bedil, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Kegiatan pengabdian dilaksanakan berdasarkan hasil analisis permasalahan remaja SMA yang cenderung hidup boros, konsumtif, tidak memiliki dana darurat, sehingga perlu edukasi pengelolaan uang agar mampu memilah kebutuhan dan keinginan serta termotivasi untuk menabung dan berinvestasi secara legal dan logis sejak dini. Peserta PKM adalah pengurus dan anggota OSIS sebanyak 15 siswa bertujuan untuk memberikan pemahaman mengalihkan latte factor menjadi investasi agar menjadi remaja smart financial sejak remaja  kegiatan di lakukan dengan metode FGD antara Tim PKM, peserta dan perwakilan guru pendamping menggunakan pendekatan sosialisasi serta edukasi yang di awali dengan observasi lapangan dan wawancara untuk mensosialisasikan kegiatan, kemudian edukasi melalui presentasi materi dengan tema latte factor, investasi, dan smart financial, dilanjutkan sharing session di akhiri dengan evaluasi yang berfokus pada goal oriented dengan memberikan enam pertanyaan sesuai judul dan materi yang telah disampaikan dengan hasil tes menunjukan setelah kegiatan PKM ada peningkatan pengetahun peserta tentang latte factor, tertarik berinvestasi saham, cryptocurrency, tabungan emas, menabung di bank dan lebih siap menjadi generasi smart finansial yang selalu meningkatkan literasi keuangan dan literasi investasi secara berkesinambungan. Kata kunci: dana latte factor; investasi; smart financial; remaja Abstract Community service was carried out at MA Yususf Abdussatar Karang Bedil Hamlet, Kediri District, West Lombok Regency, NTB. Service activities are carried out based on the results of an analysis of the problems of high school teenagers who tend to live wastefully, are consumptive, do not have emergency funds, so they need money management education so they are able to sort out their needs and desires and are motivated to save and invest legally and logically from an early age. PKM participants are administrators and OSIS members totaling 15 students, aiming to provide an understanding of converting latte factors into investments in order to become financially smart teenagers since they were teenagers. The activity was carried out using the FGD method between the PKM Team, participants and accompanying teacher representatives using a socialization and education approach which started with field observations and interviews to socialize the activities, then education through material presentations with the themes latte factor, investment, and smart finance, followed by a sharing session at the end with an evaluation that focuses on goal oriented by giving six questions according to the title and material that has been presented with the test results shows that after the PKM activity there was an increase in participants' knowledge about the latte factor, they were interested in investing in shares, cryptocurrency, gold savings, saving in banks and were better prepared to become a financially smart generation who always increase financial literacy and investment literacy on an ongoing basis. Keywords: latte factor fund; investment; smart financial; teenager
Pelatihan pelaporan keuangan berkelanjutan memasuki era digitalisasi 5.0. konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri pada SAK entitas privat Lesi Hertati; Asmawati Asarie; Haryono Umar; Winwin Yadiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22629

Abstract

Abstrak Pentingnya Pelatihan Entitas Privat guna mengkaji kesiapan dan implementasi pelaporan keuangan berkelanjutan di era digitalisasi 5.0, dengan fokus pada entitas swasta yang menerapkan SAK. Kesiapan perusahaan dalam mengadopsi digitalisasi 5.0 sangat bervariasi, tergantung pada sektor industri, ukuran perusahaan, dan tingkat teknologi yang digunakan. Implementasi teknologi dalam proses pelaporan keuangan telah membawa perubahan secara efisiensi dan akurasi dalam penyajian informasi keuangan. Konsolidasi dan penyusunan laporan keuangan tersendiri sesuai SAK untuk entitas swasta memberikan kejelasan dan kepercayaan bagi para pemangku kepentingan terkait dengan kinerja keuangan perusahaan. Kegiatan ini di ikutin oleh mahasiwa, entitas bisnis dan praktisi perusahaan dari berbagai arah secara nasional yang berjumlah 825 orang peserta. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini penerapan SAK entitas Privat yang berlaku tahun 2025 serta tantangan dalam menghadapi kompleksitas aturan SAK terintegrasi dengan teknologi dalam proses pelaporan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pretest dan postest serta materi yang berbentuk file dokumen yang dilakukan secara zoom. Kesiapan dan implementasi pelaporan keuangan berkelanjutan di era digitalisasi 5.0 membutuhkan strategi yang matang dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebijakan dan prosedur yang ada, serta memastikan konsolidasi dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar yang berlaku. Kata Kunci:  pelatihan; pelaporan keuangan berkelanjutan; era digitalisasi 5.0; konsolidasian; laporan keuangan tersendiri; SAK entitas privat. Abstract The importance of private entity training to assess the readiness and implementation of sustainable financial reporting in the digitalization 5.0 era, with a focus on private entities that implement SAK. Companies' readiness to adopt digitalization 5.0 varies greatly, depending on the industrial sector, company size, and the level of technology used. The implementation of technology in the financial reporting process has brought about changes in efficiency and accuracy in the presentation of financial information. Consolidation and preparation of separate financial reports in accordance with SAK for private entities provides clarity and confidence for stakeholders regarding the company's financial performance. This activity was attended by students, business entities and corporate practitioners from various directions nationally, totaling 825 participants. The method used in this training is the application of SAK for Private Entities which will take effect in 2025 as well as the challenges in dealing with the complexity of SAK rules integrated with technology in the reporting process. Data collection was carried out using pretest and posttest as well as material in the form of document files carried out using zoom. Readiness and implementation of sustainable financial reporting in the digitalization 5.0 era requires a mature strategy in integrating technology with existing policies and procedures, as well as ensuring the consolidation and preparation of financial reports in accordance with applicable standards. Keywords: training; sustainable financial reporting; digitalization era 5.0; consolidation; separate financial report; private entity SAK.
Menciptakan peluang usaha melalui pendampingan rintisan bisnis masker organik kunyit tepung beras di Purworejo Titin Ekowati; Fitri Rahmawati; Esti Margiyanti Utami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23022

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan rintisan bisnis  dalam hal proses produksi dan inovasi, pemasaran yang meliputi pemilihan media promosi, pengemasan dan penjualan, pembuatan laporan keuangan bisnis, pengelolaan sumber daya manusia dan pembentukan jaringan bisnis. Meode pendampingan rintisan bisnis ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pendampingan usaha bagi kelompok pelaku bisnis pemula pengolahan kunyit tepung beras menjadi Masker Organik. Hasilnya kelompok rintisan bisnis sudah dapat membuat perencanaan bisnis dengan baik, melakukan praktek bisnis dengan hasil yang cukup memuaskan, membuat berbagai sarana iklan dan promosi, serta menjalin kerjasama dengan baik dengan pemasok, peyalur dan konsumen. Melalui pendampingan kelompok rintisan bisnis dapat memiliki pemahaman tentang penyusunan rencana bisnis sampai ke praktek bisnis. Rintisan bisnis dapat mengembangkan diri menjadi bisnis yang lebih besar di masa mendatang. Kegiatan pendampingan ini juga dapat dilakukan pada kelompok rintisan bisnis dengan produk yang berbeda. Kata kunci: pendampingan; rintisan bisnis; masker organik. Abstract This community service activity is carried out in the form of mentoring business startups in terms of production and innovation processes, marketing which includes selecting promotional media, packaging and sales, creating business financial reports, managing human resources and establishing business networks. This business start-up mentoring method was implemented with the aim of providing business assistance for groups of beginner business people processing rice flour turmeric into organic masks. As a result, the business start-up group has been able to make good business plans, carry out business practices with satisfactory results, create various means of advertising and promotion, and establish good cooperation with suppliers, dealers and consumers. Through mentoring, business start-up groups can gain an understanding of the preparation of business plans down to business practices. Business startups can develop into bigger businesses in the future. This mentoring activity can also be carried out in business start-up groups with different products. Keywords: assistance; business startup, organic mask
Sosialisasi keamanan aplikasi dan penggunaan pestisida petani tanaman padi di Situ Gede Oktaviani Oktaviani; Nadila Dwi Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22278

Abstract

AbstrakPenggunaan pestisida oleh petani padi di Situ Gede umumnya dilakukan tanpa memperhatikan dosis yang tepat dan tanpa menggunakan perlindungan diri yang memadai. Hal ini mengakibatkan risiko kesehatan bagi petani dan pencemaran lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi praktek penggunaan pestisida dan meningkatkan pemahaman petani tentang keamanan aplikasi dan penggunaan pestisida yang tepat serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak lingkungan dari praktek pertanian. Metode pelaksanaan meliputi, pendekatan diskusi dan edukasi kepada 50 petani padi di Desa Situ Gede, demonstrasi teknik penggunaan pestisida yang benar, pengamatan langsung terhadap praktek penggunaan pestisida oleh petani, sesi penyuluhan dan workshop mengenai penggunaan pestisida yang aman dan bertanggung jawab, dan pendampingan petani dalam menerapkan praktek-praktek penggunaan pestisida yang lebih aman dan ramah lingkungan. Mitra sasaran kegiatan ini adalah kelompok petani padi di Desa Situ Gede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat yang menggunakan pestisida secara rutin dalam pertanian. Jumlah peserta yang terlibat adalah 50 petani yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup pengamatan di lapangan, petani umumnya menggunakan pestisida sintetik, seperti Decis 25 EC, Metindo 25 WP, Regent 50 SC, dan Furadan 3 GR, dengan alat sprayer manual. Penggunaan pestisida dilakukan tanpa memperhatikan dosis yang tepat dan tanpa menggunakan perlindungan diri yang memadai. Hasil dari sosialisasi ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan petani tentang dosis penggunaan pestisida yang tepat dan kesadaran terhadap dampak lingkungan dari praktek pertanian. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini berkontribusi pada upaya meningkatkan kesadaran dan praktek petani dalam penggunaan pestisida yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.Kata kunci: pestisida; petani; penggunaan pestisida; keselamatan lingkungan; dosis penggunaan. AbstractThe use of pesticides by rice farmers in Situ Gede was generally carried out without considering the appropriate dosage and without using adequate personal protection. Based on health risks for farmers and environmental pollution. This community service activity aimed to evaluate the practice of pesticide use, enhance farmers' understanding of the proper application and use of pesticides, and raise awareness of the environmental impact of agricultural practices. Implementation methods included discussion and education sessions with 50 rice farmers in Situ Gede Village, demonstration of correct pesticide application techniques, direct observation of pesticide application practices by farmers, information sessions and workshops on safe and responsible pesticide use, and assisting farmers in implementing safer and environmentally friendly pesticide use practices. The target partners for this activity were a group of rice farmers in Situ Gede Village, Bogor Regency, West Java Province, who routinely used pesticides in farming. The participants were 50 farmers who were selected purposefully. The results of this community service activity included field observations showing that farmers generally used synthetic pesticides, such as Decis 25 EC, Metindo 25 WP, Regent 50 SC, and Furadan 3 GR, with manual sprayer equipment. Pesticide application was done without considering the appropriate dosage and without using adequate personal protection. This socialization showed an increase in farmers' knowledge of the proper dosage of pesticide use and awareness of the environmental impact of agricultural practices. Therefore, this community service contributes to efforts to enhance farmers' awareness and practices in sustainable and environmentally friendly pesticide use.Keywords: pesticide; farmer; pesticide use; environmental safety; usage dosage.
Pengembangan ecoprint talang sarumpun di Nagari Talang Babungo kabupaten Solok Deviani, Deviani; Marna, Jean Elikal; Zona, Mega Asri; Yusra, Irdha; Nelmira, Weni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21613

Abstract

Abstrak Nagari Talang Babungo adalah sebuah desa di Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Nagari Talang Babungo merupakan  nagari yang memiliki bentang alam pertanian dan hutan yang memilki potensi wisata nagari. Selain potensi wisata, Nagari Talang Babungo memiliki produksi kain ecoprint yang merupakan manifestasi dari keindahan Nagari Talang Babungo ke kanvas dalam bentuk kain. Pengembangan Batik Ecoprint merupakan program pengembangan nagari yang di paparkan pada RPJM Nagari Talang Babungo tahun 2021-2026 sebagai potensi nagari yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag)Talang Sarumpun dengan menawarkan konsep berbasis pada isu lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Namun demikian, masih banyak permasalah yang ditemui, seperti permasalahan pada proses produksi, pemasaran produk, dan manajemen keuangan. Pada kegiatan pengabdian ini, dilakukan Pelatihan Inovasi Desain Kain Ecoprint Talang Sarumpun. Hal ini dikarenakan motif batik dari bahan baku yang berasal dari alam bisa menjadi kelemahan karena membuat kain ecoprint tidak bisa diproduksi seragam. Namun kegiatan pengabdian ini ingin menjadikan hal tersebut sebagai kekuatan dengan tujuan menjadikan batik ecoprint menjadi unik dan memiliki ciri khas. Ciri khas tersebut sebagai pembeda kain ecoprint Talang Sarumpun dengan ecoprint produksi UMKM lainnya. Selain itu, pelatihan ini juga menghasilkan desain khas yang kemudian menjadi logo yang bisa di aplikasikan pada setiap produk kain ecoprint Talang Babungo. Kata kunci: desain; BUMNag; ecoprint. Abstract Nagari Talang Babungo is a village located in Hiliran Gumanti District, Solok Regency, West Sumatra. Nagari Talang Babungo is a village that has agricultural and forest landscapes which have tourism potential. Apart from tourism potential, Nagari Talang Babungo has eco-print production which is a manifestation of the beauty of Nagari Talang Babungo on canvas in the form of fabric. The development of Ecoprint Fabric is a village development program outlined in the 2021-2026 Nagari Talang Babungo as a village potential which is implemented through the development of BUMNag Talang Sarumpun by offering concepts based on sustainable environmental and economic issues. However, there are still many problems encountered related to production, marketing, and financial management. In this community service activity, Talang Sarumpun Ecoprint Fabric Design Innovation Training was carried out. Batik from raw materials that come from nature can be a weakness because it means that eco-print fabric cannot be produced uniformly, but this can be a strength by highlighting that this is what makes eco-print fabric unique and has distinctive characteristics. This characteristic differentiates Talang Sarumpun eco-print fabric from other ecoprints produced by SMEs. Apart from that, this community service activity also produces a distinctive design which then becomes a logo that can be applied to every Talang Babungo eco-print fabric product. Keywords: design; BUMNag; ecoprint.
Pengabdian kepada masyarakat dalam sinergi kreativitas dan inovasi menuju desa Malangsari yang berdaya saing di bidang lingkungan Wahyudin Wahyudin; Hanan Muhammad; Rizal Ramli; Andira Putri Nugraha; Billy Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22546

Abstract

AbstrakSampah merupakan bagian benda yang tidak dapat digunakan kembali oleh manusia, sehingga setelah digunakan akan dibuang. Sejumlah warga di salah satu desa tengah melakukan kerja sama untuk membakar sampah-sampah yang sudah menumpuk. Namun dari hasil pembakaran tersebut malah terjadinya pencemaran terhadap udara. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan saat ini, mencoba untuk mencari tahu bagaimana cara pembakaran sampah dengan polusi asap yang minim. Sehingga dirasa penerapan alat yang akan dilakukan dapat mengurangi jumlah polusi asap yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah perancangan alat pembakaran sampah yang berlokasi di Desa Malangsari, dirancang agar tidak menimbulkan banyak asap. Maka ramah lingkungan dan tidak terganggu dengan pencemaran udara dikemudian hari. Hasil alat tersebut ketika asap yang masuk dari hasil pembakaran sampah akan menyatu dengan air, sehingga saat terjadi proses pembakaran air yang ada di dalam alat akan semakin bertambah. Selain itu, alat pembakaran sampah ini lebih ekonomis dibandingkan yang lainnya. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak memerlukan sampah dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kata kunci: polusi asap; sampah; tempat pembuangan akhir. AbstractWaste is a part of objects that cannot be reused by humans, so that after use will be removed. A number of residents in one of the villages are working together to burn the garbage that has piled up. However, from the combustion results, the occurrence of pollution to the air. The purpose of community service is done at this time, trying to find out how to burn garbage with minimal smoke pollution. So that the application of the tools to be carried out can reduce the amount of smoke pollution produced. The method used is the design of garbage burning equipment located in Malangsari Village, designed so as not to cause much smoke. Then environmentally friendly and not disturbed by air pollution in the future. The results of the tool when the smoke that enters from the combustion of garbage will be integrated with water, so that during the process of burning water in the device it will increase. In addition, this garbage burning tool is more economical than the others. It can be concluded that the community does not need garbage to be taken to a landfill (TPA). Keywords: smoke pollution; rubbish; landfills.
Pelatihan siswa & guru jurusan desain komunikasi visual SMK Negeri 1 Surabaya membuat animated sticker dan memasarkannya secara digital Miftahul Adi Suminto; Nanang Setiyoko; Thomas Hanandry Dewanto; Haekal Ridho Afandi; Sabina Raniah Yuandi; Yudha Herlambang Cahya Pratama; Saqira Kaila; Deny Hermansyah; Muhammad Zakariya Alif Ridwan; Tatik Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23403

Abstract

Abstrak Keterampilan membuat animated sticker guna menunjang aspek pemasaran dan penjualan mengalami puncak popularitas dan menjadi tren di industri digital. Animated sticker dapat dikembangkan di berbagai platform untuk dijadikan sebagai video animasi yang mudah diaplikasikan. Bentuk aplikasi dari animated sticker bisa digunakan sebagai media promosi produk, jasa, dsb. Saat ini keterampilan membuat animated sticker dilihat sebagai peluang yang dapat dikembangkan melalui keahlian dan kompetensi pada kegiatan pelatihan di Institusi Pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang memiliki beragam program keahlian yang ditawarkan. Pada pembelajaran SMK orientasi capaian akhir belajar mayoritas berupa penugasan berbasis proyek. Sehingga lulusan SMK dituntut memiliki keilmuan dan kompetensi yang dapat langsung diterapkan pada aktifitas dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dengan banyak program keahlian pada SMK, masing-masing siswa perlu ada pembekalan terhadap perkembangan industri digital yang menyajikan beragam peluang untuk siswa dapat menyalurkan minat dan bakatnya pada industri kreatif, menjadi hal yang potensial memerlukan tambahan keterampilan teknis dan pengalaman praktis khusunya pada siswa jurusan desain komunikasi visual (DKV). Peluang terhadap kebutuhan animasi digital yang dapat diintegrasikan pada platform digital seperti sosial media, website, dsb menciptakan peluang bagi siswa-siswi SMK jurusan DKV sebagai potensi bisnis dan pengembangan portofolio digital, guna menambah nilai diri dan keahlian siswa sesudah lulus. Sebab itu, diperlukan adanya bentuk pelatihan terhadap pembuatan animasi digital dalam bentuk animated sticker baik pada siswa maupun guru SMK jurusan DKV sebagai pembekalan kompetensi di industri digital, berupa perancangan desain animated sticker yang dapat dipublikasikan dan dipasarkan secara digital. Kata kunci: animated sticker; animasi; media sosial. AbstractThe skill of making animated stickers to support marketing and sales aspects is experiencing peak popularity and has become a trend in the digital industry. Animated stickers can be developed on various platforms to be used as animated videos that are easy to apply. The application form of animated stickers can be used as a promotional medium for products, services, etc. Currently, the skill of making animated stickers is seen as an opportunity that can be developed through skills and competencies in training activities at educational institutions, especially Vocational High Schools (SMK), which have a variety of skills programs on offer. In vocational school learning, the majority of final learning achievement orientations are in the form of project-based assignments. So that vocational school graduates are required to have knowledge and competencies that can be directly applied to activities in the business and industrial world (DUDI). With many skills programs at vocational schools, each student needs to be equipped with the development of the digital industry which presents various opportunities for students to channel their interests and talents in the creative industry, which has the potential to require additional technical skills and practical experience, especially for students majoring in communication design. visual (DKV). Opportunities for digital animation needs that can be integrated on digital platforms such as social media, websites, etc. create opportunities for vocational school students majoring in DKV for business potential and digital portfolio development, in order to increase students' self-worth and skills after graduation. For this reason, there is a need for training in the creation of digital animation in the form of animated stickers for both students and vocational school teachers majoring in DKV as a competency provision in the digital industry, in the form of designing animated sticker designs that can be published and marketed digitally. Keywords: animated sticker; animation; social media.
Sosialisasi dan pelatihan inovasi produk berbahan dasar jahe dan sereh sebagai aset ekonomi desa Pulungdowo Wiwied Ekasari; Suciati Suciati; Iswajuni Iswajuni; Devanus Lahardo; Ega Widya Prayogo; Afrida Yunda Nirmala; Fakhrina Fauzul Minnah; Viola Puspa Imelda; Dihan Isro Idayati; Lailatul Pratama Putri; Nindya Tresiana Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22208

Abstract

AbstrakDesa Pulungdowo yang terletak di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur memiliki sumber daya alam melimpah yakni jahe dan sereh, yang berpotensi dijadikan produk olahan inovatif dan dapat menjadi komoditas unggulan di Desa Pulungdowo, namun sampai saat ini pemanfaatannya belum maksimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengolahan serta pemasaran produknya di pasaran. Fokus utama program pengabdian adalah memberikan penyuluhan serta pelatihan baik secara teori ataupun aplikasi dalam pengembangan produk olahan berbasis jahe dan sereh, serta pemanfaatan teknologi guna memasarkan produk secara luas serta bernilai jual. Tujuan khusus yang diharapkan tercapai lewat program pengabdian masyarakat ini adalah produk olahan berbasis jahe dan sereh sebagai industri kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian Desa Pulungdowo. Adapun materi penyuluhan diberikan dengan metode ceramah mengenai pemanfaatan tanaman jahe, sereh, dan tanaman sekitar untuk kesehatan serta pembuatan produk olahannya; dan teknik pemasaran produk yang baik. Dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk yakni sirup JARECANG, permen agar JARECANG, dan stik daun kelor melalui pendampingan fasilitator. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dianalisis secara kuantitatif diperoleh nilai rata-rata sebesar 57,67 dan 72,67; yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Kata kunci: desa pulungdowo; jahe; sereh; kelor. AbstractPulungdowo Village, which is located in Tumpang District, Malang Regency, East Java, had abundant natural resources such as ginger and lemongrass, which had the potential to be developed into innovative processed products and become superior commodities in Pulungdowo Village. However, their utilization was not yet optimal due to the lack of knowledge among the community in processing and marketing of the products in the market. The main focus of the community service program was to provide education and training, both in theory and application, in the development of ginger and lemongrass-based processed products, as well as the use of technology to market the products widely and of high value. The specific goal that was expected to be achieved through this community service program was the development of ginger and lemongrass-based processed products as a creative industry that could improve the economy of Pulungdowo Village. The education materials were provided through lectures on the use of ginger, lemongrass, and other plants for health and the making of processed products, as well as techniques for marketing the products effectively. This was followed by training on the making of JARECANG syrup, JARECANG agar candy, and moringa leaf sticks through facilitator guidance. Based on the results of pre-tests and post-tests analyzed, an average score of 57.67 and 72.67 was obtained, respectively, indicating an increase in participants’ knowledge. Keywords: pulungdowo village; ginger; lemongrass; moringa.
Pelatihan produksi tv dan film di SMK Nasional Kayu Tanam Ezriani Ezriani; Nitasri Murawaty Girsang; Vicia Dwi Prakarti; Dynia Fitri; Septriani Septriani; Khairunnisa Khairunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23570

Abstract

Abstrak Proses  Produksi Televisi dan Film merupakan salah satu pengetahuan penting bagi siswa – siswi  SMK khususnya yang memilih jurusan dibidang tersebut. Namun sering sekali kegiatan proses produksi dilakukan dengan tahapannya belum sesuai, oleh karena itu sangat dibutuhkan pelatihan yang berkelanjutan untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan peserta didik di SMK Nasional Kayu Tanam tentang proses Produksi Televisi dan Film. Metode pelatihan yang digunakan pada pelaksaaan pelatihan ini adalah metode ceramah. Adapun yang menjadi mitra/peserta pelatihan adalah guru dan siswa/ siswi SMK Nasional Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat  yang terdiri dari 6 orang guru dan 21 orang siswa/siswi. Ceramah diberikan dalam ruangan kelas yang dimulai dengan perkenalan, penjelasan materi, tanya jawab, dan pemberian doorprize. Materi yang disampaikan meliputi materi tahapan pra produksi, tahapan produksi dan tahapan pasca produksi TV dan Film. Kegiatan pelatihan ini berhasil memberikan pemahaman kepada guru dan peserta didik tentang pengetahuan proses produksi televisi dan film. Pelatihan ini dapat meningkatkan kreativitas guru dalam memberikan pembelajaran melalui media audio visual, sedangkan bagi peserta didik dapat membantu kesulitan dalam belajar dengan memanfaatkan media pembelajaran  audio-visual. Pelatihan ini juga dilakukan dalam upaya untuk meningkatan SDM SMK Kayu Tanam dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dengan kebutuhan industri global. Kata kunci: pelatihan; produksi; TV dan film AbstractThe Television and Film Production Process is an important piece of knowledge for vocational school students, especially those who choose to major in this field. However, production process activities are often carried out in inappropriate stages, therefore ongoing training is needed to be able to overcome these problems. The training activity aims to increase the knowledge of teachers and students at Kayu Tanam National Vocational School about the Television and Film Production process. The training method used in implementing this training is the lecture method. The partners/training participants are teachers and students of Kayu Tanam National Vocational School, Padang Pariaman Regency, West Sumatra Province, consisting of 6 teachers and 21 students. Lectures are given in the classroom starting with introductions, explanation of the material, questions and answers, and giving door prizes. The material presented includes material on pre-production stages, production stages and post-production stages for TV and film. This training activity was successful in providing teachers and students with an understanding of the knowledge of the television and film production process. This training can increase teacher creativity in providing learning through audio-visual media, while students can help with learning difficulties by utilizing audio-visual learning media. This training is also carried out in an effort to improve the human resources of Kayu Tanam Vocational School in producing graduates who are able to compete with the needs of global industry. Keywords: training; production; TV and film.