cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,077 Documents
Pendampingan optimalisasi manajemen usaha dan pemasaran produk anyaman pandan laut berbasis teknologi informasi pada UMKM RIMA Craft Tasikmalaya Herlan Sutisna; Tuafik Wibisono; Ratningsih Ratningsih; Reyhan Andrea Firdaus; Zamzam Permana Maulana Sidik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40230

Abstract

Abstrak UMKM Rima Craft di Tasikmalaya merupakan kelompok pengrajin anyaman pandan laut yang memiliki potensi ekonomi sirkular tinggi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah pencatatan keuangan yang masih manual sehingga rentan kesalahan, serta strategi pemasaran yang konvensional tanpa pemanfaatan digital branding dan kemasan yang memadai. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mentransformasi sistem manajemen UMKM dari konvensional menuju ekosistem digital yang mandiri. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 20 orang pengrajin di bawah naungan Rima Craft. Metode pelaksanaan program mencakup tahapan sosialisasi (FGD), pelatihan teknis, pendampingan intensif, dan implementasi teknologi. Solusi yang diberikan meliputi penerapan aplikasi SIMKURING berbasis web untuk otomasi laporan keuangan dan inventaris stok, pelatihan digital marketing, pembuatan konten menggunakan Artificial Intelligence (AI), serta pengembangan smart packaging dengan integrasi QR code. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mitra mengenai manajemen usaha, efisiensi pencatatan stok dan kas, serta perluasan jangkauan pasar hingga skala nasional. Inovasi kemasan kantong serut tile souvenir dengan label informasi digital berhasil meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk. Kesimpulannya, pendampingan berbasis teknologi informasi ini berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi mitra dan mendukung keberlanjutan usaha pengrajin pandan laut. Kata kunci: anyaman pandan laut; sistem informasi; digital marketing; smart-packaging; manajemen keuangan UMKM. Abstract      UMKM Rima Craft in Tasikmalaya is a group of sea pandanus woven craft artisans with high circular economy potential. However, the main problems faced are manual financial recording which is prone to errors, and conventional marketing strategies without the use of digital branding and adequate packaging. The purpose of this community service activity is to transform the MSME management system from conventional to an independent digital ecosystem. The target partners of this activity are 20 artisans under Rima Craft. The program implementation method includes the stages of socialization (FGD), technical training, intensive mentoring, and technology implementation. The solutions provided include the application of the web-based SIMKURING application for the automation of financial reports and stock inventory, digital marketing training, content creation using Artificial Intelligence (AI), and the development of smart packaging with QR code integration. The results of the activity show a significant increase in partners' understanding of business management, efficiency of stock and cash recording, and the expansion of market reach to a national scale.  Innovative Drawstring Tile Souvenir Packaging with digital information labels successfully increased the value-added and competitiveness of the product. In conclusion, this information technology-based mentoring successfully increased the economic independence of partners and supported the sustainability of the sea pandanus artisans' business. Keywords: sea pandanus woven; information systems; digital marketing; smart-packaging; msme financial management.
Rancang bangun dan implementasi prototipe HYDROWIND sebagai media edukasi energi terbarukan berbasis sistem hybrid angin dan mikrohidro bagi masyarakat di Kecamatan Padarincang Ira Rahmawati; Muhammad Syahidul Alam; Yuliana Yuliana; Miftahul Huda; Adri Farisi; Elsi Ariani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40415

Abstract

AbstrakPemanfaatan energi terbarukan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai sumber energi yang ramah lingkungan. Kecamatan Padarincang memiliki potensi energi angin dan energi air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan prototipe HYDROWIND sebagai media edukasi energi terbarukan berbasis sistem hybrid angin dan mikrohidro. Mitra sasaran kegiatan adalah masyarakat Kecamatan Padarincang dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terdiri atas anak-anak dan remaja. Kegiatan dilaksanakan melalui perancangan prototipe, pembuatan alat, pengujian kinerja, demonstrasi, dan edukasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa turbin angin menghasilkan daya maksimum sebesar 2,43 W, sedangkan turbin mikrohidro menghasilkan daya maksimum sebesar 2,53 W. Berdasarkan penjumlahan daya kedua sumber pada waktu pengukuran yang sama, diperoleh daya gabungan hasil perhitungan maksimum sebesar 4,96 W. Selanjutnya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta terhadap materi energi terbarukan mencapai 80–90%, sedangkan minat untuk mempelajari energi terbarukan lebih lanjut mencapai 95%. Kegiatan ini membuktikan bahwa HYDROWIND dapat digunakan sebagai media edukasi untuk membantu peserta memahami konsep energi terbarukan dan pemanfaatan sumber energi lokal.  Kata kunci: HYDROWIND; energi terbarukan; media edukasi; sistem hybrid; mikrohidro. Abstract The utilization of renewable energy is one of the efforts to reduce dependence on fossil fuels while increasing public awareness of environmentally friendly energy sources. Padarincang District has the potential for wind and water energy that can be utilized as alternative energy sources. This community service activity aimed to design and implement the HYDROWIND prototype as an educational medium for renewable energy based on a hybrid wind and micro-hydro system. The target participants were 20 community members in Padarincang District, consisting of children and adolescents. The activity was carried out through prototype design, device construction, performance testing, demonstrations, and educational sessions on renewable energy utilization. The testing results showed that the wind turbine generated a maximum electrical power of 2.43 W, while the micro-hydro turbine generated a maximum electrical power of 2.53 W. Based on the summation of the power generated by both sources at the same measurement time, the maximum combined calculated power was 4.96 W. Evaluation results indicated that participants’ understanding of renewable energy concepts reached 80–90%, while their interest in learning more about renewable energy reached 95%. These findings indicate that HYDROWIND can be used as an educational medium to help participants understand renewable energy concepts and the utilization of local energy resources. Keywords: HYDROWIND; renewable energy; educational media; hybrid system; micro-hydro.
Penerapan uji penyelidikan tanah sebagai dasar perencanaan pembangunan masjid tahan gempa Ani Hairani; Muhammad Nadjib; Surya Budi Lesmana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.37839

Abstract

Abstrak Kondisi tanah sangat berpengaruh terhadap kestabilan dan keamanan struktur bangunan masjid. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan, dana dan akses terhadap teknologi uji tanah menjadi kendala utama dalam pembangunan masjid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendampingan dalam melakukan penyelidikan tanah secara sederhana namun akurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid An-Nuur di Betakan, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Kegiatan ini diawali dengan diskusi, lalu pengujian tanah berupa sondir dan bor, serta pemberian rekomendasi teknis dalam perencanaan fondasi. Hasil uji dan sondir menunjukkan bahwa tanah keras ditemui pada kedalaman -4.80 m. Dari hasil pengeboran, terlihat bahwa tanah kedalaman 0 hingga 1,50 m masuk ke dalam kategori lempung (clay). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, tim pengabdian memberikan rekomendasi teknis untuk perencanaan pondasi guna mendukung keamanan dan keberlanjutan bangunan masjid. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mendukung pembangunan masjid yang aman, kuat, dan berkelanjutan. Kata kunci: daya dukung tanah; masjid; uji sondir; bor. Abstract Soil conditions significantly impact the stability and safety of mosque structures. Unfortunately, limited knowledge, funding, and access to soil testing technology are major obstacles in mosque construction. This community service activity aims to bridge this gap by assisting in conducting simple yet accurate soil investigations. This community service activity was carried out at the An-Nuur Mosque in Betakan, Moyudan District, Sleman Regency, Yogyakarta Province. The activity began with a discussion, followed by soil testing, and giving technical recommendations for foundation planning. The test and sounding results indicated that hard soil was found at a depth of -4.80 m. The drilling results showed that the soil at a depth of 0 to 1.50 m fell into the clay category. Based on these test results, the community service team provided technical recommendations for foundation planning to support the safety and sustainability of the mosque building. It is expected that the results of this activity will increase community awareness and capacity in supporting the safe, strong, and sustainable construction of the mosques. Keywords: soil bearing capacity; mosque; soil test
Sosialisasi gerakan sekolah hijau cerdas finansial berbasis ATM ecosmart kidz di sekolah dasar Ratni Purwasih; Tina Rosyana; Masta Hutajulu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41202

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah memerlukan pendekatan edukatif yang tidak hanya membangun kepedulian lingkungan, tetapi juga mengembangkan literasi finansial sejak usia dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai pengelolaan dan nilai ekonomi sampah plastik, mengenalkan konsep tabungan berbasis sampah, serta memperoleh gambaran mengenai respons siswa terhadap Gerakan Sekolah Hijau Cerdas Finansial berbasis ATM EcoSmart Kidz. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Utama 6 Cimahi melalui tahapan koordinasi dan identifikasi kebutuhan mitra, persiapan, sosialisasi, evaluasi awal dan penyusunan rencana tindak lanjut. Sosialisasi diikuti oleh sekitar 120 siswa kelas I–V melalui pemaparan interaktif, video edukatif, permainan, tanya jawab, dan simulasi konseptual. Evaluasi dilakukan setelah kegiatan terhadap 15 siswa kelas III–V menggunakan angket yang terdiri atas 12 pernyataan tertutup dan dua pertanyaan terbuka. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 98,89% dari keseluruhan respons berada pada pilihan “Ya”, 1,11% pada pilihan “Ragu-ragu”, dan tidak terdapat respons “Tidak”. Jawaban terbuka menunjukkan bahwa siswa mampu mengungkapkan kembali pesan mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah, tabungan berbasis sampah, serta rencana tindakan untuk menjaga lingkungan, membangun kebiasaan menabung, dan melibatkan teman maupun keluarga. Kegiatan ini menghasilkan penerimaan awal yang positif dan menjadi dasar pengembangan serta implementasi ATM EcoSmart Kidz secara berkelanjutan. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk mengukur perubahan pengetahuan, kebiasaan pengelolaan sampah, dan perkembangan literasi finansial setelah media diimplementasikan. Kata kunci: ATM EcoSmart Kidz; literasi finansial; pendidikan lingkungan; sampah plastik; sekolah dasar. Abstract Plastic waste problems in school environments require an educational approach that not only fosters environmental awareness but also develops financial literacy from an early age. This community service program aimed to provide students with an initial understanding of plastic waste management and its economic value, introduce the concept of waste-based savings, and describe students’ responses to the ATM EcoSmart Kidz-based Green and Financially Smart School Movement. The program was conducted at SD Negeri Utama 6 Cimahi through four stages: coordination and identification of partner needs, preparation, socialization, and initial evaluation and follow-up planning. Approximately 120 students in Grades I–V participated in interactive presentations, educational videos, games, question-and-answer activities, and conceptual simulations. Following the activity, 15 students in Grades III–V completed an evaluation questionnaire consisting of 12 closed-ended statements and two open-ended questions. The data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods. The results showed that 98.89% of all responses were “Yes,” 1.11% were “Undecided,” and no “No” responses were recorded. The open-ended responses indicated that students were able to restate key messages related to waste sorting and utilization, waste-based savings, and intended actions to protect the environment, develop saving habits, and involve friends and family. The activity generated positive initial acceptance and provided a foundation for the further development and sustainable implementation of ATM EcoSmart Kidz. Further evaluation is required to examine changes in students’ knowledge, waste-management practices, and financial literacy after the media is implemented. Keywords: ATM EcoSmart Kidz; elementary school; environmental education; financial literacy; plastic waste.
Transformasi branding visual sekolah melalui pemanfaatan teknologi AI canva Pratama Angga Buana; Saifur Rohman Cholil; Khoirudin Khoirudin; Dwi Prabowo; Jessica Eliane Utomo; Evelyn Jenny Farkha Handoko; Reva Rizki Azzahra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40705

Abstract

AbstrakMadrasah Aliyah Kejuruan Nahdlatul Ulama (MAK NU) 01 Kota Semarang merupakan madrasah yang diproyeksikan menjadi unggulan di bidang multimedia, namun masih menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya kemampuan siswa dalam menghasilkan karya multimedia dan belum adanya standar identitas visual yang kuat sebagai sarana branding sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Canva untuk menghasilkan media branding visual sekaligus memperkuat identitas visual sekolah. Berbeda dengan inisiatif sebelumnya, program ini memiliki kebaruan dengan memberdayakan langsung siswa madrasah kejuruan untuk mengintegrasikan identitas visual institusi keagamaan dengan teknologi AI modern secara mandiri. Mitra kegiatan adalah MAK NU 01 Kota Semarang dengan sasaran peserta didik kelas XI sebanyak 12 orang. Jumlah peserta tersebut merupakan peserta yang hadir dan dipilih secara purposive berdasarkan rekomendasi guru bidang studi multimedia. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan berbasis praktik (hands-on training), evaluasi menggunakan pretest dan posttest, serta tindak lanjut berupa publikasi dan penyusunan luaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan desain visual branding berupa poster dan konten promosi sekolah menggunakan AI Canva. Secara kuantitatif, seluruh indikator mengalami peningkatan setelah pelatihan. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman fitur AI Canva dengan selisih skor sebesar 1,25 dan nilai N-Gain 0,6522, sedangkan pemahaman konsep identitas visual memperoleh nilai N-Gain tertinggi sebesar 0,7692 dengan kategori tinggi. Secara keseluruhan, pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peserta dalam mengembangkan branding visual sekolah berbasis teknologi AI. Kata kunci: artificial intelligence; branding sekolah; canva; identitas visual; madrasah. AbstractMadrasah Aliyah Kejuruan Nahdlatul Ulama (MAK NU) 01 Semarang is projected to become a leading multimedia-based Islamic vocational school. However, it still faces challenges in optimizing students' multimedia competencies and establishing a strong visual identity to support school branding. This community service program aimed to improve students' competencies in utilizing Artificial Intelligence (AI) features in Canva to create visual branding media and strengthen the school's visual identity. Unlike previous initiatives, this program introduces a novelty by directly empowering vocational madrasah students to independently integrate the visual identity of a religious institution with modern AI technology. The partner institution was MAK NU 01 Semarang, involving 12 eleventh-grade students as participants. The number of participants was limited to optimize hands-on training assistance in the laboratory, and they were purposively selected based on recommendations from the multimedia subject teachers. The program employed a participatory approach consisting of preparation, hands-on training sessions, evaluation through pretest and posttest instruments, and follow-up activities through publications and dissemination of outputs. The results showed that participants were able to produce visual branding designs, including posters and promotional content using AI Canva. Quantitatively, all evaluation indicators improved after the training. The highest improvement was found in the understanding of AI Canva features, with a score increase of 1.25 and an N-Gain value of 0.6522. Meanwhile, the understanding of visual identity concepts achieved the highest N-Gain value of 0.7692, categorized as high effectiveness. Overall, the training successfully enhanced participants' knowledge, skills, and motivation in developing school visual branding through AI-based technology. Keywords: artificial intelligence; canva, madrasah; school branding; visual identity.
Peningkatan kompetensi digital petugas rekam medis melalui pelatihan prompt engineering dan AI-assisted development untuk sistem penyimpanan rekam medis di klinik XYZ Jeffry Atur Firdaus; Endang Krisnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40416

Abstract

AbstrakKlinik XYZ merupakan fasilitas kesehatan dengan kunjungan rata-rata 1.500 pasien per bulan yang hingga saat ini masih menyimpan rekam medis secara manual, di mana tiga orang petugas rekam medis berlatar belakang SLTA menjadi tulang punggung pengelolaannya. Kesenjangan kompetensi digital yang signifikan pada mitra non-IT ini, ditambah belum adanya sistem informasi manajemen klinik (SIMKlinik) untuk modul penyimpanan, menunjukkan urgensi intervensi berbasis pemberdayaan teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital petugas rekam medis secara komprehensif, meliputi aspek kognitif dan psikomotorik, dalam mengembangkan halaman penyimpanan rekam medis digital berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui pendekatan AI-assisted development yang inovatif dan pelatihan prompt engineering. Kegiatan dilaksanakan pada Maret hingga Agustus 2026 di Klinik XYZ dengan melibatkan tiga orang petugas rekam medis sebagai mitra sasaran dalam pendekatan partisipatif yang terstruktur. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan mitra, perancangan solusi, pelatihan intensif berbasis hands-on, serta evaluasi terpisah menggunakan one-group pre-test post-test dengan analisis Normalized Gain (N-gain) untuk mengukur pemahaman dan observasi praktik berbasis skala Likert 1-5 untuk mengukur keterampilan teknis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dengan rata-rata skor N-gain sebesar 0,87 pada kategori tinggi, di mana seluruh peserta (100%) berada dalam kategori tinggi. Sementara itu, observasi praktik diperoleh rata-rata skor 4,08 hingga 4,92, yang menunjukkan seluruh peserta mampu membuat halaman penyimpanan rekam medis digital secara mandiri dengan fitur form input lokasi, tabel daftar, denah rak berwarna, pencarian dengan highlight, serta form edit dan hapus data. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan AI-assisted development merupakan solusi yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kompetensi digital petugas non-IT dalam pengembangan sistem informasi kesehatan. Kata kunci: Artificial Intelligence; prompt engineering; rekam medis; SIMKlinik; pemberdayaan Abstract Klinik XYZ is a healthcare facility averaging 1,500 patient visits per month that currently maintains medical records manually, relying on three medical record staff members with high school-level education as the backbone of its management. A significant digital competency gap among these non-IT staff, combined with the absence of a clinic management information system (SIMKlinik) for data storage, highlights the urgent need for a technology-empowerment intervention. This community service activity aims to comprehensively improve the digital competence of medical records officers, covering cognitive and psychomotor aspects, in developing Artificial Intelligence (AI)-based digital medical record storage pages through an innovative AI-assisted development approach and prompt engineering training. The project was conducted from March to August 2026 at Klinik XYZ, involving the three medical record staff members as target partners through a structured participatory approach. Implementation methods included a needs analysis, solution design, intensive hands-on training, and a dual evaluation process: a one-group pre-test/post-test design with Normalized Gain (N-gain) analysis to measure understanding, and Likert-scale (1–5) observations of practical work to assess technical skills. Evaluation results demonstrated a significant improvement in understanding, with an average N-gain score of 0.87 (categorized as "high"), with all participants (100%) falling into this high category. Meanwhile, practical observations yielded average scores ranging from 4.08 to 4.92, indicating that all participants were capable of independently creating a digital medical record storage interface featuring location input forms, data listing tables, color-coded shelf layouts, highlighted search functions, and data editing and deletion forms. This initiative demonstrates that the AI-assisted development approach is an effective and innovative solution for enhancing the digital competence of non-IT staff in the development of health information systems. Keywords: Artificial Intelligence; prompt engineering; medical records; SIMKlinik; community empowerment
Optimalisasi literasi digital kader posyandu remaja melalui metode problem-based dalam pengelolaan media sosial Reva Ragam Santika; Rizka Tiaharyadini; Windhy Widhyanty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40268

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital mendorong perlunya peningkatan kapasitas kader posyandu Remaja dalam memanfaatkan media sosial sebagai media edukasi dan diseminasi infromasi kesehatan, namun keterbatasan pemahaman dan keterampilan digital masih menjadi kendala sehingga peran belum dilakukan secara optimal. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital kader Posyandu Remaja melalui pelatihan Problem Based Learning (PBL) yang dipilih karena memungkinkan peserta belajar dari permasalahan autentik dalam pengelolaan media sosial sehingga keterampilan literasi digital dapat diterapkan secara langsung dalam konteks tugas kader.  Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan meliputi beberapa tahapan , meliputi analisis situasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan tim pelaksana, orientasi masalah, penyelidikan kelompok, presentasi hasil, refleksi, serta tindak lanjut.  Evalusi dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukan peningkatan presentase  46,75% menjadi 89, 25% Hasil tersebut mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam berpikit kritis, kreativitas digital, serta kepercayaan diri dalam mengelola media sosial sebagai sarana komunikasi publik. Temuan ini menunjukan bahwa penerapan Problem-Based Learning (PBL) berpotensi meningkatkan kapasitas digital kader Posyandu Remaja dan layak dipertimbangkan sebagai model pelatihan berbasis komunitas. Kata kunci: pelatihan digital;  problem based learning; posyandu remaja; media sosial;  pemberdayaan masyarakat. Abstract The rapid advancement of digital technology has highlighted the need to strengthen the capacity of adolescent POSYANDU cadres to utilize social media as a platform for health education and the dissemination of health information. However, limited digital knowledge and practical skills continue to hinder the effective use of social media for these purposes. This community service program aimed to enhance the digital capacity of adolescent POSYANDU cadres through Problem-Based Learning (PBL), which was selected because it enables participants to learn from authentic problems encountered in social media management, thereby facilitating the direct application of digital literacy skills in their roles as health cadres. The program was implemented through several stages, including situational analysis, needs assessment, team preparation, problem orientation, group investigation, presentation of solutions, reflection, and follow-up activities. The program evaluation employed pre-test and post-test assessments, which showed an increase in the average score from 46.75% to 89.25%. These findings indicate improvements in participants' critical thinking, digital creativity, and confidence in managing social media as a medium for public communication. Overall, the findings suggest that the implementation of Problem-Based Learning (PBL) has the potential to enhance the digital capacity of adolescent POSYANDU cadres and may serve as a promising community-based training model for strengthening digital literacy and community empowerment. Keywords: digital training; problem based learning; adolescent posyandu; social media; community empowerment
Implementasi teknologi komposter ember bekas sebagai upaya pengelolaan sampah organik menuju green tourism di Bawak Goak I Made Suartika; Nur Kaliwantoro; Akbar Tawaqqal; Fikrihadi Kurnia; Yelli Fitri; Kevin Farras Dwitama; Ni Kadek Devndha Asri Widhiantika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.40750

Abstract

Abstrak      Pengelolaan sampah organik merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung penerapan green tourism di destinasi wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan komposter ember bekas sebagai teknologi tepat guna untuk mengelola sampah organik di Destinasi Wisata Bawak Goak, Desa Sesaot, Lombok Barat. Komposter yang digunakan berupa wadah kompos sederhana berbahan ember plastik bertutup yang dimodifikasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, implementasi, serta evaluasi dan monitoring. Kegiatan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada pengelola wisata, Pokdarwis, pelaku UMKM, dan masyarakat. Hasil identifikasi menunjukkan total timbulan sampah sebesar 60,93 kg dengan komposisi sampah organik sebesar 17,26 kg (28,3%). Kegiatan yang diikuti 20 peserta berhasil mengimplementasikan 10 unit komposter ember bekas. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), melalui penerapan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat guna mewujudkan kawasan wisata yang lebih bersih, berkelanjutan, serta penguatan penerapan konsep green tourism di Destinasi Wisata Bawak Goak. Kata kunci: komposter ember bekas; sampah organik; green tourism; pengabdian masyarakat; pengelolaan sampah. Abstract      Organic waste management is an important aspect of supporting the implementation of green tourism in tourist destinations. This community service program aimed to implement simple composters made from repurposed buckets as an appropriate technology for organic waste management at the Bawak Goak Tourist Destination, Sesaot Village, West Lombok. A participatory approach was employed through the stages of preparation, implementation, evaluation, and monitoring. The activities included observation, socialization, training, and mentoring for tourism managers, Pokdarwis members, MSMEs, and the local community. The results showed a total waste generation of 60,93 kg, of which 17,26 kg (28, 3%) consisted of organic waste. The program involved 20 participants and resulted in the installation of 10 simple composters. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), by promoting community-based organic waste management to create a cleaner and more sustainable tourist destination while strengthening the implementation of green tourism at the Bawak Goak Tourist Destination. Keywords: reused bucket; organic waste; green tourism; community service; waste management.
Penerapan teknologi ferrocement layers untuk perkuatan dinding rumah terhadap keruntuhan mendadak akibat gempa Monika Natalia; Vero Gusri Vernando; Muhammad Reyhan Alvanda; Casy Almia Putri; Afdaluz Zaki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40178

Abstract

AbstrakKota Padang berada pada wilayah dengan bahaya gempa yang perlu direspons melalui peningkatan kualitas konstruksi rumah tinggal. Dinding pasangan bata pada rumah sederhana rentan mengalami retak, terlepas dari rangka, dan runtuh ketika menerima gaya lateral. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali karyawan dan pekerja PT Adiwidia Cipta Amerta Padang dengan pemahaman dasar dan pengalaman praktik penerapan ferrocement layers sebagai perkuatan dinding untuk mengurangi risiko keruntuhan mendadak akibat gempa. Program dilaksanakan pada 14 Juni 2025 melalui identifikasi kebutuhan, persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, serta evaluasi dan tindak lanjut. Evaluasi kuantitatif menggunakan indikator proses dan luaran yang dapat diverifikasi dari daftar hadir, dokumentasi, dan catatan pelaksanaan. Kegiatan diikuti oleh sembilan peserta yang mengikuti rangkaian sosialisasi dan pelatihan teknis. Seluruh lima tahap program dan lima komponen inti demonstrasi terlaksana, masing-masing mencapai keterlaksanaan 100%. Kegiatan menghasilkan satu modul teknis dan satu segmen dinding demonstrasi atau dua dari dua luaran utama. Secara kualitatif, diskusi peserta berfokus pada fungsi angkur, posisi wire mesh, mutu mortar, ketebalan lapisan, biaya, dan pengendalian mutu. Program menyediakan dasar praktis bagi mitra untuk memasukkan detail perkuatan dinding ke dalam pengarahan pekerja dan pengawasan lapangan. Peningkatan pengetahuan peserta belum dapat dinyatakan dalam persentase karena kegiatan tidak memiliki rekaman skor tes awal dan tes akhir. Kata kunci: gempa bumi; ferrocement layers; perkuatan dinding, rumah tinggal; dan pelatihan teknis. AbstractPadang is exposed to substantial seismic hazards that require improved construction practices for residential buildings. Masonry walls in simple houses are vulnerable to cracking, separation from the frame, and sudden collapse under lateral loads. This community service program aimed to provide employees and construction workers of PT Adiwidia Cipta Amerta Padang with basic knowledge and hands-on experience in applying ferrocement layers as wall reinforcement to reduce the risk of sudden earthquake-induced collapse. The program was conducted on 14 June 2025 through needs identification, preparation, dissemination, technical training, evaluation, and follow-up planning. Quantitative evaluation used verifiable process and output indicators derived from attendance records, documentation, and implementation notes. Nine participants took part in both the dissemination session and technical training. All five program stages and five core technical demonstration components were completed, representing 100% implementation. The activity produced one technical module and one wall demonstration segment, fulfilling two of two principal outputs. Qualitative observations showed that participant discussions focused on anchor functions, wire-mesh positioning, mortar quality, layer thickness, costs, and quality control. The program provides a practical basis for the partner to incorporate wall-reinforcement details into worker briefings and site supervision. A percentage increase in participant knowledge is not claimed because no recorded pre-test and post-test scores were available. Keywords: earthquake; ferrocement layers; wall reinforcement; residential building; technical training.
Edukasi pentingnya perawatan kulit dan pembuatan produk alami sederhana campuran Aloe vera dengan minyak zaitun pada pelajar SMK Negeri 7 Bandar Lampung sebagai upaya menuju Regenera-CARE (remaja gen z pintar skincare) Suryadi Islami; Anisa Nuraisa Jausal; Dina Evyana; Ervina Damayanti; Ridwan Hardiansyah; Reny Arienta Putri; Putri Emylia Rossa; Muhammad Umar Abdullah Al Faruq; Nabylly Aghna Bachtiar; Fahmi Ilham Hatimi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.38740

Abstract

Abstrak Banyak remaja mengalami masalah kulit yang tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga dapat menyebabkan kepercayaan diri yang menurun, stigmatisasi, dan kondisi psikososial yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Perawatan kulit memainkan peran penting dalam kesehatan kulit. Namun, pengetahuan tentang pentingnya perawatan kulit seringkali terbatas atau kurang akurat. Ada pula miskonsepsi dan stigma yang salah di masyarakat yang menganggap bahwa kulit hanyalah muka saja dan kegiatan perawatan kulit lebih relevan bagi perempuan daripada laki-laki. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Negeri 7 Bandar Lampung, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait masalah perawatan kulit. Metode yang digunakan yaitu promosi kesehatan dengan penyuluhan interaktif yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk alami sederhana campuran Aloe vera dengan minyak zaitun. Hasil post-test menunjukkan adanya rata-rata peningkatan 50% pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Selain itu, pelatihan pembuatan produk perawatan kulit berbahan dasar Aloe vera dapat diikuti dengan baik oleh siswa, yang menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang praktis dan aplikatif berhasil meningkatkan keterampilan mereka. Kata kunci: edukasi; perawatan kulit; remaja; aloe vera; minyak zaitun. AbstractMany adolescents experience skin problems that not only affect them physically but can also lead to diminished self-confidence, stigmatization, and psychosocial conditions that impact daily activities. Skincare plays a vital role in skin health. However, knowledge about the importance of skincare is often limited or inaccurate. There are also misconceptions and social stigmas, such as the belief that skincare only pertains to the face and is more relevant to women than men. This community service was carried out at SMK Negeri 7 Bandar Lampung, with the aim of enhancing knowledge related to skincare. The method used was health promotion through interactive counseling, followed by a training session on the creation of simple natural products combining Aloe vera and olive oil. The post-test results indicated an average 50% increase in knowledge following the educational session. Moreover, the training on the creation of Aloe vera-based skincare products was well received by the students, demonstrating that a practical and applicable educational approach successfully enhanced their skills. Keywords: education; skincare; adolescents; aloe vera; olive oil.