cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,077 Documents
Implementasi aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Akuntansi Keuangan (PPAK) dalam meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan BUMDes APN BAYA di Kabupaten Lombok Utara Sofia Aulia Citra; Brenda Kharisma Aulia; Victoria Kusumaningtyas Priyambodo; Indrawan Noviansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39922

Abstract

Abstrak      Akuntabilitas laporan keuangan masih menjadi permasalahan utama pada sebagian besar Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), termasuk BUM Desa APN BAYA Desa Gondang Kabupaten Lombok Utara yang bergerak pada unit usaha ayam petelur ketahanan pangan. Permasalahan yang dihadapi meliputi pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual, laporan keuangan yang belum tersusun secara periodik, serta rendahnya pemahaman pengelola terhadap penyusunan laporan keuangan berbasis akuntansi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Akuntansi Keuangan (PPAK) dalam meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan BUM Desa APN BAYA melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Mitra kegiatan adalah pengelola BUM Desa APN BAYA yang mengikuti Program Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyusunan Laporan Keuangan BUM Desa Tematik Ketahanan Pangan Usaha Ayam Petelur di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2026. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelatihan penggunaan aplikasi PPAK, pendampingan penginputan data transaksi usaha ayam petelur, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi aplikasi PPAK mampu membantu pengelola BUM Desa dalam melakukan pencatatan transaksi secara lebih sistematis, mempercepat penyusunan laporan keuangan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Selain itu, pengelola BUM Desa mulai memahami proses penyusunan jurnal umum, buku besar, laporan laba rugi, dan laporan posisi keuangan secara digital. Kendala yang ditemukan selama kegiatan meliputi keterbatasan kemampuan penggunaan teknologi dan data transaksi yang belum tersusun secara lengkap, namun dapat diatasi melalui pendampingan bertahap dan praktik langsung penggunaan aplikasi. Kata kunci: BUM Desa; akuntabilitas; laporan keuangan; PPAK; ayam petelur. AbstractFinancial report accountability remains one of the main problems faced by many Village-Owned Enterprises (BUM Desa), including BUM Desa APN BAYA in Gondang Village, North Lombok Regency, which operates in the food security sector through a laying hen business unit. The problems encountered include manual transaction recording, financial reports that are not prepared periodically, and the limited understanding of managers regarding accounting-based financial reporting. This community service activity aimed to implement the Financial Accounting Recording and Reporting Application (PPAK) to improve the accountability of financial reports at BUM Desa APN BAYA through training and assistance in preparing financial statements. The activity partners were the managers of BUM Desa APN BAYA who participated in the Capacity Building Training Program for Financial Statement Preparation of Food Security-Based Laying Hen BUM Desa in North Lombok Regency in 2026. The implementation methods included preparation, training on the use of the PPAK application, assistance in inputting laying hen business transaction data, as well as evaluation and monitoring activities. The results showed that the implementation of the PPAK application helped BUM Desa managers record transactions more systematically, accelerate the preparation of financial reports, and improve transparency and accountability in financial management. In addition, the managers began to understand the process of preparing general journals, ledgers, income statements, and statements of financial position digitally. The obstacles encountered during the activity included limited technological skills and incomplete transaction data, which were addressed through gradual assistance and direct practice in using the application. Keywords: BUM Desa; accountability; financial reports; PPAK; laying hens.
Pelatihan sistem kendali dan autonomous dasar pada robot dengan model robot transporter sebagai media peningkatan kompetensi anggota robotic vokasi Soraya Norma Mustika; Muladi Muladi; Anik Nur Handayani; Syaghlu Natsalam Saputra; Gavyn Rafael Davasco; Alifia Fitri Wahyudi; Maula Zikri Renaldi; Yusuf Tri Hadi Mulyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40646

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi robotika dan otomasi membutuhkan peningkatan kompetensi mahasiswa dalam memahami sistem kendali, pemrograman, serta integrasi perangkat elektronika. Robotic Vokasi sebagai organisasi pengembangan robotika memiliki potensi inovasi, namun masih membutuhkan penguatan kemampuan dasar terkait sistem kendali dan autonomous robot. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi anggota Robotic Vokasi melalui pelatihan sistem kendali dan autonomous dasar menggunakan model robot transporter berbasis mikrokontroler. Kegiatan melibatkan 25 peserta dengan metode pelaksanaan berupa identifikasi kebutuhan mitra, perencanaan workshop, penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, dan evaluasi melalui post-test. Materi yang diberikan meliputi konsep robot autonomous, arsitektur Sense-Think-Act, sistem kendali, sensor, aktuator, dan tahapan pengembangan robot. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami dasar kendali robot serta penerapan konsep autonomous melalui simulasi yang diberikan. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan sehingga mampu meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan proyek robotika secara lebih terstruktur. Kata kunci: pelatihan; robotika; sistem kendali; autonomous robot; mikrokontroler Abstract Advances in robotics and automation technology require students to enhance their competencies in understanding control systems, programming, and the integration of electronic devices. Robotic Vokasi, as a robotics development organization, has the potential for innovation but still needs to strengthen its foundational skills related to control systems and autonomous robots. This community service activity aims to improve the competencies of Robotic Vokasi members through a workshop on basic control systems and autonomy using a microcontroller-based robot transporter model. The activity involved 25 participants and was conducted through the following methods: identifying partner needs, workshop planning, material delivery, interactive discussions, simulations, and evaluation via a post-test. The material covered included the concepts of autonomous robots, the Sense-Think-Act architecture, control systems, sensors, actuators, and the stages of robot development. The results of the activity showed that participants were able to understand the basics of robot control and the application of autonomous concepts through the simulations provided. Participants also showed great enthusiasm throughout the event, which helped enhance their readiness to develop robotics projects in a more structured manner. Keywords:  training; robotics; control systems; autonomous robots; microcontrollers
Peningkatan Nilai ekonomi produk tanaman pangan dan perkebunan melalui teknologi tepat guna di Arso IV, Kabupaten Keerom Papua Yulius Gae Lada; Novita Condro; Efraim Mangaluk; Triana M. Kubelaborbir; Ermy D. Sumanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41254

Abstract

Abstrak Kawasan Arso IV, Kabupaten Keerom, memiliki potensi agraris yang melimpah pada komoditas keladi dan kakao, namun mayoritas petani masih menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah (raw material) yang memicu fluktuasi harga dan rendahnya pendapatan. Permasalahan ini diperparah oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam melakukan diversifikasi produk serta minimnya penerapan standar pascapanen, khususnya proses fermentasi kakao. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok ibu-ibu PKK/KWT sebagai pengelola hilirisasi dan bapak-bapak tani sebagai penyedia bahan baku di Kampung Arso IV melalui pendekatan partisipatif bottom-up. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi dan demonstrasi audiovisual (penayangan video tutorial secara terstruktur tanpa praktik langsung di tempat), yang mencakup aspek manajemen usaha agrisbisnis, diversifikasi pengolahan keladi menjadi keripik, dan pencetakan cokelat batang sesuai standar higienitas serta parameter teknis. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan pencapaian yang optimal, di mana aspek kognitif peserta mengalami peningkatan pemahaman melampaui target minimal 75% dari kondisi awal, serta aspek psikomotorik prosedural berhasil membekali peserta dalam mengenali tahapan kritis dan parameter teknis pengolahan. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik serta mendapat respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta. Sebagai tindak lanjut, program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan fasilitasi bantuan alat tepat guna dan pendampingan pemasaran guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: diversifikasi produk; pemberdayaan perempuan; kakao; keladi; demonstrasi audiovisual. Abstract Arso IV region in Keerom Regency possesses abundant agricultural potential, particularly in taro (keladi) and cocoa commodities. However, the majority of farmers still sell their harvest in the form of raw materials, which triggers price fluctuations and low incomes. This problem is exacerbated by the community's limited knowledge in product diversification and the minimal implementation of post-harvest standards, especially proper cocoa fermentation processes. This Community Service Program (PkM) aims to empower PKK/Women Farmers Groups (KWT) as downstream management agents and male farmers as raw material suppliers in Arso IV Village through a participatory bottom-up approach. The implementation method utilized socialization and audiovisual demonstrations (structured video tutorial screenings without direct hands-on practice on-site), covering aspects of agribusiness management, taro chips processing diversification, and chocolate bar molding in accordance with hygiene standards and technical parameters. The evaluation of the activity showed optimal achievements, wherein the participants' cognitive aspect experienced an increase in understanding exceeding the minimum target of 75% from the initial condition, and the procedural psychomotor aspect successfully equipped participants in recognizing critical stages and technical parameters of processing. The activity was successfully implemented and received a positive response and high enthusiasm from the participants. As a follow-up, the program is recommended to be continued with appropriate technology tool assistance and marketing mentoring to strengthen community economic independence sustainably. Keywords: product diversification; women empowerment; cocoa; taro; audiovisual demonstration.
Pelatihan pembuatan prototipe smart environment monitoring berbasis Internet of Things (IoT) di SMK Negeri 4 Pontianak Ferry Hadary; Husnul Amri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40918

Abstract

AbstrakTeknologi Internet of Things (IoT) memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pembelajaran kejuruan, namun kesenjangan antara kurikulum SMK dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta didik dan guru di bidang IoT melalui pelatihan pembuatan prototipe smart environment monitoring di SMK Negeri 4 Pontianak. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dan diikuti oleh 25 siswa kelas XI dan 2 guru pendamping dari program keahlian Teknik Elektronika Industri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan hands-on learning yang terstruktur dalam empat tahap, yaitu: (1) sosialisasi teoritis, (2) demonstrasi sistem, (3) pelatihan praktik langsung, dan (4) evaluasi kegiatan. Pada tahap praktik, peserta dibagi menjadi enam kelompok dan membangun prototipe berbasis mikrokontroler ESP32 C3 Super Mini yang terintegrasi dengan sensor LDR dan sensor mikrofon untuk memantau intensitas cahaya dan tingkat kebisingan secara real-time melalui platform Blynk. Seluruh enam kelompok berhasil menyelesaikan prototipe yang fungsional dalam durasi yang dialokasikan. Evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert yang diisi oleh 25 peserta siswa menunjukkan hasil yang positif pada keempat aspek yang diukur: rerata skor Pemahaman Materi IoT mencapai 3,79/5,00, Keterampilan Praktik dan Implementasi 3,59/5,00, Ketertarikan dan Motivasi Peserta 4,01/5,00, dan Evaluasi Pelaksanaan Pelatihan 4,09/5,00. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendekatan hands-on learning efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis sekaligus menumbuhkan minat peserta terhadap pengembangan teknologi IoT di lingkungan pendidikan kejuruan. Kata kunci: Internet of Things; hands-on learning; smart environment monitoring; pelatihan IoT; SMK Negeri 4 Pontianak. AbstractInternet of Things (IoT) technology holds significant potential for vocational education; however, a gap between SMK (vocational high school) curricula and current industry demands remains a persistent challenge. This community service activity aimed to enhance the IoT competence of students and teachers through a smart environment monitoring prototype training at SMK Negeri 4 Pontianak. The activity was conducted on May 12, 2026, and attended by 25 Grade XI students and 2 teachers from the Industrial Electronics Engineering program. The implementation employed a structured hands-on learning approach across four stages: (1) theoretical socialization, (2) system demonstration, (3) direct practice training, and (4) activity evaluation. During the practice stage, participants were divided into six groups and tasked with building a prototype based on the ESP32 C3 Super Mini microcontroller, integrated with an LDR sensor and a microphone sensor to monitor light intensity and noise levels in real-time via the Blynk platform. All six groups successfully completed functional prototypes within the allocated time. Evaluation using a Likert-scale questionnaire completed by 25 student participants yielded positive results across all four measured aspects: the mean score for IoT Material Understanding was 3.79/5.00, Practical Skills and Implementation 3.59/5.00, Interest and Motivation 4.01/5.00, and Training Implementation Evaluation 4.09/5.00. These findings indicate that the hands-on learning approach is effective in enhancing participants' technical competencies while fostering their interest in IoT technology development within the vocational education context. Keywords: Internet of Things; hands-on learning; smart environment monitoring; IoT training; State Vocational High School 4 Pontianak
Pelatihan pemanfaatan peace card game bagi guru sekolah dasar untuk mengintegrasikan pendidikan toleransi dan resolusi konflik dalam pembelajaran Muhammad Nurwahidin; Dayu Rika Perdana; Ari Sofia; Lungit Wicaksono; Marta Dinata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40772

Abstract

AbstrakGuru memiliki peran penting dalam mengintegrasikan pendidikan toleransi dan resolusi konflik ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung penguatan karakter masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar dalam memanfaatkan Peace Card Game sebagai media pembelajaran untuk mengintegrasikan pendidikan toleransi dan resolusi konflik. Kegiatan dilaksanakan menggunakan rancangan one-group pretest-posttest design yang melibatkan 30 guru sekolah dasar di Kota Metro. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi dan modul, pelaksanaan pretest, penyampaian materi, demonstrasi, simulasi penggunaan Peace Card Game, diskusi kelompok, praktik penyusunan skenario pembelajaran, serta posttest. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan Normalized Gain (N-Gain) untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest meningkat dari 54,00 menjadi 80,10 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Sebanyak 26,7% peserta memperoleh kategori N-Gain tinggi dan 73,3% berada pada kategori sedang, tanpa peserta berkategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam memahami konsep toleransi, resolusi konflik, serta implementasi Peace Card Game sebagai media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Pelatihan ini juga mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Dengan demikian, Peace Card Game berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila dan menciptakan budaya sekolah yang damai, inklusif, serta menghargai keberagaman. Kata kunci: peace card game; guru sekolah dasar; toleransi, resolusi konflik; pendidikan karakter. AbstractTeachers play a crucial role in integrating tolerance and conflict resolution education into elementary school learning. However, the use of innovative instructional media to strengthen character education remains limited. This community service program aimed to improve elementary school teachers' knowledge and skills in utilizing the Peace Card Game as a learning medium to integrate tolerance and conflict resolution education. The program employed a one-group pretest-posttest design involving 30 elementary school teachers in Metro City, Indonesia. The implementation stages included needs assessment, preparation of training materials and modules, pretest administration, lectures, demonstrations, Peace Card Game simulations, group discussions, lesson planning practices, and posttest administration. Data were analyzed using descriptive statistics and the Normalized Gain (N-Gain) to determine participants' learning improvement. The results indicated that the mean pretest score increased from 54.00 to 80.10 on the posttest, with an average N-Gain score of 0.58, categorized as moderate. A total of 26.7% of participants achieved a high N-Gain category, while 73.3% were in the moderate category, and none were categorized as low. These findings demonstrate that the training effectively enhanced teachers' understanding of tolerance, conflict resolution, and the implementation of the Peace Card Game as an interactive and contextual learning medium. Furthermore, the training encouraged teachers to develop more participatory, collaborative, and character-oriented learning practices. Therefore, the Peace Card Game has strong potential as an effective instructional medium to support the implementation of the Pancasila Student Profile while fostering a peaceful, inclusive, and diversity-respecting school culture. Keywords: peace card game; elementary school teachers; tolerance; conflict resolution; character education.
Pendampingan praktikum virtual IPA di MTs Alkhairaat Langaleso Arda Arda; Riswandi Riswandi; Ardiansyah Ardiansyah; Mirnawati Mirnawati; Indri Pratiwi; Widya Auliya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.38044

Abstract

AbstrakKeterbatasan sarana dan prasarana laboratorium IPA di banyak sekolah berdampak pada minimnya pelaksanaan praktikum yang seharusnya menjadi komponen penting dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan praktikum virtual IPA kepada peserta didik MTs Alkhairaat Langaleso sebagai solusi atas keterbatasan fasilitas laboratorium fisik. Mitra sasaran adalah seluruh peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026 yang terlibat dalam kegiatan praktikum virtual, dengan 25 peserta dipilih secara acak untuk evaluasi. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan pendampingan menggunakan platform PhET Interactive Simulations pada materi zat dan perubahannya, tekanan zat cair, serta listrik dinamis, dan evaluasi menggunakan angket respon berskala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan respon sangat positif dengan skor rata-rata 3,31 dari skala 4,00. Aspek ketertarikan belajar mencapai kategori sangat baik (3,47), pemahaman materi kategori baik (3,19), motivasi belajar sangat baik (3,28), dan kemudahan penggunaan sangat baik (3,31). Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterlibatan, pemahaman konseptual, dan motivasi belajar peserta didik, sekaligus membuktikan efektivitas praktikum virtual sebagai alternatif pembelajaran IPA di sekolah dengan keterbatasan infrastruktur laboratorium. Kata kunci: praktikum virtual; PhET Interactive Simulations; pembelajaran IPA. AbstractThe limited availability of science laboratory facilities and infrastructure in many schools has resulted in minimal practicum implementation, which should be an essential component of learning. This community service activity aims to provide virtual science practicum assistance to students at MTs Alkhairaat Langaleso as a solution to the limitations of physical laboratory facilities. The target partners were all students in the 2025/2026 Academic Year involved in virtual practicum activities, with 25 students randomly selected for evaluation. The implementation method included three stages: preparation, implementation of assistance using the PhET Interactive Simulations platform on materials related to substances and their changes, liquid pressure, and dynamic electricity, and evaluation using a Likert scale response questionnaire. The results showed a highly positive response with an average score of 3.31 out of 4.00. The learning interest aspect achieved an excellent category (3.47), material understanding in good category (3.19), learning motivation excellent (3.28), and ease of use excellent (3.31). This activity successfully increased student engagement, conceptual understanding, and learning motivation, while proving the effectiveness of virtual practicum as an alternative for science learning in schools with limited laboratory infrastructure. Keywords: virtual practicum; PhET Interactive Simulations; science learning
Edukasi penggunaan antibiotik yang bijak untuk pencegahan resistensi di Kelurahan Bumi Waras Kota Bandar Lampung Ihsanti Dwi Rahayu; Dwi Aulia Ramdini; Citra Yuliyanda Pardilawati; Okta Puspita; Made Laksmi Meiliana; Denny Ardhianto; Syaripah Ulandari; Athaya Aulia Rannisa; Azzahra Hasrianti; Putri Berliana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40232

Abstract

Abstrak Penggunaan antibiotik yang semakin luas di masyarakat perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai fungsi dan aturan pakai yang bijak dalam penggunaannya. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang bijak dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Lampung Tahun 2026 bertujuan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada ibu-ibu kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terkait penggunaan antibiotik yang bijak serta bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode edukasi secara langsung melalui media seperti slide presentasi, flyer, dan poster. Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui pengisian kuesioner dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Analisis statistik dilakukan pada hasil pengisian kuesioner untuk melihat ada tidaknya perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu kader PKK dengan hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai peserta 82,80±11,37 sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 95,60±7,11. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta yang signifikan (p < 0,05) dari pemberian edukasi. Kegiatan pengabdian ini dapat menjadi salah satu strategi upaya promotif terkait penggunaan antibiotik yang bijak guna mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik di masyarakat. Kata kunci: antibiotik; edukasi; bijak konsumsi; resistensi antibiotik; pencegahan Abstract The increasingly widespread use of antibiotics in the community needs to be balanced with a good understanding of their function and wise usage rules. Low public understanding of the wise use of antibiotics can increase the risk of antibiotic resistance. Community service activities in Bumi Waras Village, Bandar Lampung City in collaboration with the University of Lampung's 2026 Impactful Community Service Program (KKN) aimed to provide direct education to women cadres of the Family Empowerment and Welfare (PKK) regarding the wise use of antibiotics and the dangers of antibiotic resistance. This service activity was carried out using direct educational methods through media such as presentation slides, flyers, and posters. Evaluation of the success of the education was carried out by filling out a questionnaire with a one-group pretest–posttest approach. Statistical analysis was conducted on the results of the questionnaire to see whether there were changes in participants' understanding before and after the education. This service activity was attended by 25 women cadres of the PKK with pretest results showing an average score of 82.80±11.37 while the average posttest score increased to 95.60±7.11. The Wilcoxon Signed-Rank test results showed a significant increase (p < 0.05) in participants' knowledge and understanding as a result of the education provided. This community service activity can be a promotional strategy for the wise use of antibiotics to support efforts to prevent antibiotic resistance in the community. Keywords: antibiotics; education; prudent use; antibiotic resistance; prevention
Edukasi dan implementasi 3M untuk mengurangi limbah rumah tangga di RT 14 Dusun Mukti Sari Aftari Salsadila Nurfazira; Bella Permatasari; Muhammad Fachri Saputra; Horasma Sagita Manurung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40477

Abstract

AbstrakMasalah limbah rumah tangga masih jadi isu lingkungan yang cukup serius di banyak tempat, termasuk RT 14 Dusun Mukti Sari, Kabupaten Muaro Jambi. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, kebiasaan mencampurkan sampah organik dan anorganik, membakar sampah, dan tingginya penggunaan plastik sekali pakai menjadi penyebab utama pengelolaan sampah yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga dengan menerapkan konsep 3M, yaitu Menghabiskan Makanan, Memisahkan Sampah, dan Mengurangi Pemakaian Plastik Sekali Pakai. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui observasi, wawancara, sosialisasi, praktik pemilahan sampah, pelatihan pembuatan kompos, serta monitoring dan evaluasi. Target kegiatan adalah pemuda Karang Taruna dan ibu-ibu rumah tangga di RT 14 Dusun Mukti Sari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengurangi sisa makanan, memilah sampah berdasarkan jenisnya, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Masyarakat juga dapat mempraktikkan pemilahan sampah dan pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan lebih baik dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan. Selain itu, pemberian sarana berupa tempat sampah organik, tempat sampah anorganik, dan drum komposter turut mendukung keberlanjutan program. Meskipun masih ada kendala berupa keterbatasan fasilitas dan perubahan perilaku yang memerlukan waktu, kegiatan ini telah berhasil menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Dengan pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan, penerapan konsep 3M diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kata kunci: 3M; limbah rumah tangga; pengelolaan sampah; pemilahan sampah; pengurangan plastik sekali pakai; edukasi masyarakat. AbstractHousehold waste remains a significant environmental issue in many areas, including RT 14 Mukti Sari Hamlet, Muaro Jambi Regency. Low public awareness regarding waste management, the habit of mixing organic and inorganic waste, burning waste, and the high use of single-use plastics are the main factors contributing to suboptimal waste management practices. This community service program aimed to increase public knowledge and awareness of household waste management through the implementation of the 3M concept: Finishing Food, Separating Waste, and Reducing the Use of Single-Use Plastics. The methods employed were educational and participatory approaches, including observation, interviews, socialization sessions, waste-sorting practices, compost-making training, as well as monitoring and evaluation activities. The target participants were youth members of the Karang Taruna organization and housewives in RT 14 Mukti Sari Hamlet. The results indicated an improvement in community understanding of the importance of reducing food waste, sorting waste according to its type, and minimizing the use of single-use plastics. Community members were also able to practice waste segregation and process organic waste into compost more effectively compared to before the program was implemented. In addition, the provision of facilities such as organic waste bins, inorganic waste bins, and composting drums supported the sustainability of the program. Although challenges remain, including limited facilities and behavioral changes that require time, this program has successfully served as an initial step toward increasing public awareness of environmentally friendly household waste management. Through continuous assistance and education, the implementation of the 3M concept is expected to create a cleaner, healthier, and more sustainable environment. Keywords: 3M; household waste; waste management; waste segregation; reduction of single-use plastics; community education.
Sosialisasi literasi komunikasi kesehatan berbasis sekolah sebagai pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Zikri Fachrul Nurhadi; Siti Nor Amalina binti Ahmad Tajuddin; R. Ismira Febrina; Adzkia Safitri Anggraeni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41343

Abstract

AbstrakProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak usia sekolah. Namun, efektivitas program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan bergizi, melainkan juga pada pemahaman dan perilaku siswa terhadap pola makan sehat. Rendahnya literasi gizi serta kurangnya komunikasi kesehatan yang partisipatif di lingkungan sekolah menjadi tantangan dalam mendukung keberlanjutan program MBG. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan sosialisasi komunikasi kesehatan berbasis sekolah sebagai upaya penguatan pemahaman dan perubahan perilaku orangtua, dan siswa. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi gizi, kesadaran siswa, serta peningkatan pemahaman orang tua mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi melalui pendekatan komunikasi kesehatan yang partisipatif di Sekolah Dasar Negeri 2 Regol, Garut. Metode pengabdian dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta praktik langsung membaca komposisi makanan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang gizi seimbang dan pentingnya program MBG. Nilai rata-rata pemahaman siswa bertambah dari 55,67% pada pre-test menjadi 92,98% pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, sosialisasi komunikasi kesehatan berbasis sekolah terbukti efektif sebagai strategi pendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: gerakan literasi; komunikasi kesehatan; berbasis sekolah; makan bergizi gratis. AbstractThe Free Nutritious Food Program (MBG) is a strategic government policy aimed at improving the nutritional status of school-aged children. However, the effectiveness of this program depends not only on the availability of nutritious food, but also on students' understanding and behavior towards healthy eating patterns. Low nutritional literacy and the lack of participatory health communication in schools pose challenges to the sustainability of the MBG program. Therefore, a school-based health communication outreach approach is needed to strengthen understanding and change the behavior of parents and students. The purpose of this community service activity is to improve nutritional literacy and student awareness of the importance of consuming nutritious food through a participatory health communication approach at Regol 2 Elementary School, Garut. The community service method is carried out through the stages of planning, implementation, and evaluation. Activities include interactive counseling, group discussions, educational games, and hands-on practice in reading food composition. Assessment was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in students' understanding. The results of the community service activity indicate a significant increase in students' understanding of balanced nutrition and the importance of the MBG program. The average student understanding score rose from 55.67% in the pre-test to 92.98% in the post-test.. Furthermore, students demonstrated enthusiasm and active engagement throughout the activity. Thus, school-based health communication activities have proven effective as a supporting strategy for the success of the Free Nutritious Meals Program at the elementary school level. Keywords: literacy movement; health communication; school-based; free nutritious meals.
Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi manajemen anestesi pra-operasi (PRIMA BEDAH) Richa Noprianty; Fikri Mourly Wahyudi; Cici Valiani; Madinatul Munawaroh; Wahyu Wahdana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41250

Abstract

AbstrakTindakan pembedahan menuntut kesiapan pasien secara fisik, psikologis, dan kognitif sejak fase pra-operasi. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai persiapan, risiko, dan prosedur anestesi berpotensi meningkatkan kecemasan serta menurunkan keterlibatan aktif pasien dalam proses persiapan pembedahan. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman pra-operasi pada masyarakat, tim dosen dan praktisi Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas Bhakti Kencana melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Program Edukasi Manajemen Anestesi untuk Kesiapan Pra Operasi ditinjau dari Persiapan, Risiko, Informasi, Manajemen, dan Anestesi (PRIMA BEDAH) pada masyarakat RT 02 RW 06 Kelurahan Randusari, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terkait kesiapan pra-operasi, sekaligus menjadi model hilirisasi hasil penelitian ke dalam kegiatan aplikatif berbasis bukti. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi tanya-jawab, dan pembagian media edukasi kepada 30 responden, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan responden pada kategori Baik dari 6,7% menjadi 63,3%, serta hilangnya seluruh responden pada kategori Kurang. Sikap responden turut menguat, dari 83,3% menjadi 100% pada kategori Baik. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi tindakan operasi, sekaligus menjadi model hilirisasi penelitian yang berkelanjutan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kata kunci: anestesi; edukasi kesehatan; hilirisasi penelitian; kesiapan pra-operasi; risiko anestesi. Abstract      Surgical procedures require adequate physical, psychological, and cognitive patient readiness beginning in the preoperative phase. Limited community understanding of preoperative preparation, risks, and anesthesia procedures may increase anxiety and reduce active patient involvement. Building on prior research findings that identified gaps in preoperative understanding, lecturers and practitioners from the Anesthesiology Nursing Study Program, Bhakti Kencana University, conducted a community service program titled PRIMA BEDAH (Preparation, Risk, Information, Management, Anesthesia) for residents of RT 02 RW 06, Randusari Village, Semarang City. This activity aimed to improve community knowledge and attitudes toward preoperative readiness and to serve as a model for the downstream application of research findings into evidence-based practice. The program was delivered through interactive lectures, discussions, and educational media to 30 respondents, evaluated using pre-test and post-test measures. Results showed knowledge in the "Good" category increased from 6.7% to 63.3%, while all respondents in the "Poor" category disappeared post-intervention. Attitude scores also improved, from 83.3% to 100% in the "Good" category, demonstrating the program's effectiveness in enhancing community preoperative readiness. Keywords: anesthesia; health education; research downstreaming; preoperative readiness; anesthesia risk.