cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PELATIHAN ENRICHMENT DAPHNIA UNTUK MENINGKATKAN KECERAHAN WARNA IKAN CUPANG (Betta sp.) Andika Putriningtias; Siti Komariyah; Silvia Anzitha
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6433

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang dihadapi mitra adalah rendahnya kualitas warna ikan cupang yang mitra peroleh dari agen, sehingga harga jual ikan cupang juga rendah. Setelah mengetahui permasalahan mitra, tim menawarkan solusi yaitu pelatihan enrichment Daphnia untuk memanipulasi pigmen warna ikan cupang. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada pemuda dan para penggiat ikan cupang di Gampong Teungoh, Kota Langsa tentang enrichment Daphnia sebagai pakan ikan cupang yang dapat meninngkatkan kecerahan warna ikan cupang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan penjaringan mitra, pemberian materi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kecerahan warna ikan cupang serta teknik enrichment pakan ikan cupang dan pelatihan teknik enrichment pakan ikan cupang. Mitra yang mengikuti kegiatan ini adalah pemuda gampong dan penggiat ikan cupang di Gampong Teungoh yang berjumlah 25 orang. Evaluasi keberhasilan pelatihan dihitung berdasarkan kepahaman para peserta terhadap materi pelatihan. Hasil yang dicapai dari pelatihan ini yaitu adanya peningkatan ketrampilan para pemuda dan penggiat ikan cupang dalam meningkatkan warna ikan cupang dan juga adanya peningkatan harga jual ikan yang telah diberikan pakan Daphnia yang telah di enrichment. Kata kunci: astaxhantin; daphnia; ikan cupang; kecerahan warna; pakan alami. ABSTRACTThe problem faced by partners is the low quality of betta fish colors that partners get from agents, so the selling price of betta fish is also low. After knowing the partners' problems, the team offered a solution, namely Daphnia enrichment training to manipulate betta fish color pigments. The purpose of this service is to provide training to youth and betta fish activists in Gampong Teungoh, Langsa City on the enrichment of Daphnia as betta fish food that can increase the brightness of the color of betta fish. The methods used were socialization and partner networking, providing material about the factors that affect the color brightness of betta fish and betta fish feed enrichment techniques and training on betta fish feed enrichment techniques. Partners who participated in this activity were village youth and betta fish activists in Teungoh Village, totaling 25 people. The evaluation of the success of the training is calculated based on the participants' understanding of the training material. The results achieved from this training are an increase in the skills of young people and betta fish activists in increasing the color of betta fish and also an increase in the selling price of fish that have been given enrichment Daphnia feed. Keywords: astaxhantin; daphnia; betta fish; color brightness; natural food
EDUKASI MASYARAKAT PEDULI AIR BERSIH DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG CARA PENGELOLAAN AIR MINUM DI DESA PEMURUS RT 3B KECAMATAN ALUH-ALUH BERBASIS DARING Nadia Hildawati; Meliyana Meliyana; Rizka Elma Selviana; Asrina Magfiroh; Atikah Rahayu; Anugrah Nur Rahmat
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5583

Abstract

ABSTRAKAir merupakan kebutuhan bagi setiap kehidupan, semua makhluk hidup memerlukan air dalam kehidupannnya sehingga tanpa air dapat dipastikan tidak akan ada kehidupan. Sebagian besar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk digunakan sebagai air minum tersebut adalah masyarakat yang tinggal di perdesaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang cara pengelolaan air minum di Desa Pemurus RT.3B Kecamatan Aluh-Aluh. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Pemurus RT.3B Kecamatan Aluh-Aluh yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang cara pengelolaan air minum. Metode pelaksanaan kegiatan intervensi berupa penyuluhan yang dilakukan melalui media whatsApp group. Hasil pre dan post test dilakukan analisis statistik menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil penyuluhan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pre test dan post test pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (p-value=0,038). Namun pada sikap didapatkan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antara sikap masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (p-value=1,000). Diharapkan masyarakat bisa mengelola air minum agar nantinya dapat menciptakan derajat kesehatan yang lebih baik. Kata kunci: air bersih; pengelolaan air minum; penyuluhan ABSTRACTWater is a necessity for every life, all living things need water in their life so that without water it is certain that there will be no life. Most of the people who have difficulty obtaining clean water to use as drinking water are people who live in rural areas. This activity aims to increase public knowledge and attitudes about how to manage drinking water in Pemurus Village RT.3B, Aluh-Aluh District. The target of this activity is the Pemurus Village community, RT.3B, Aluh-Aluh District, totaling 15 people. This activity is a form of increasing community knowledge and attitudes about how to manage drinking water. The method of implementing intervention activities is in the form of counseling carried out through whatsapp group media. The results of the pre and post tests were statistically analyzed using the Wilcoxon test to determine whether there were differences before and after the intervention. The results of this counseling showed that there were differences in the results of the pre-test and post-test of knowledge before and after the counseling (p-value 0.038). However, in attitudes, the results showed that there was no significant difference between the attitudes of the community before and after the counseling (p-value 1,000). It is hoped that the community can manage drinking water so that later it can create a better health degree. Keywords: clean water; drinking water management; counseling
PELATIHAN TEKNIK PEWARNAAN BAGI PENGRAJIN TENUN DESA NEKMESE KECAMATAN AMARASI SELATAN Rima Nindia Selan; Ariency K. Ada Kale; Theodora M. Tualaka
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6400

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan dan melatih para pengrajin untuk menggunakan teknik pewarnaan celup dengan zat warna napthol, yang dapat menjaga warna tetap awet dan kualitas hasil tenun lebih baik. Kain Tenun NTT memiliki banyak motif yang sangat menarik dan sudah terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Luar Negeri. Untuk mempertahankan kualitas kain tenun, maka pengrajin harus memperhatikan teknik pewarnaan. Selama ini pengrajin tenun Desa Nekmese menggunakan wantex sebagai bahan untuk pewarna, tetapi kelemahannya warna kain tenun akan luntur jika dicuci. Dengan kegiatan pengabdian ini pengrajin mendapat tambahan pengetahuan teknik pewarnaan dengan menggunakan zat warna napthol yang dapat menjaga kualitas warna kain tenun. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan dan praktek langsung, sehingga peserta bisa memahami setiap prosesnya serta hasil pengabdian peserta sudah mampu mengalikasikan teknik pewarnaan celup dengan zat warna napthol. Kata kunci: teknik pewarnaan; pengrajin tenun; zat warna napthol. ABSTRACTThis Community Service activity aims to introduce and train craftsmen to use the dyeing technique with naphthol dyes, which can keep the color durable and the quality of the weaving better. NTT Woven Fabrics have many very interesting motifs and are well known not only in Indonesia but also abroad. To maintain the quality of woven fabrics, craftsmen must pay attention to coloring techniques. So far, the weaving craftsmen of Nekmese Village use wantex as a dye, but the weakness is that the color of the woven fabric will fade when washed. With this service activity, craftsmen get additional knowledge of coloring techniques using naphthol dyes that can maintain the color quality of woven fabrics. This service activity is carried out using a training approach and direct practice so that participants can understand each process and the results of the service participants can apply dyeing techniques with naphthol dyes. Keywords: coloring technique; weavers; naphthol dye.
PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI BOOKLET SEBAGAI SARANA PROMOSI KEDAI NYOSOE CAK NANANG DI DESA KEMUNING LOR KABUPATEN JEMBER Titik Ismailia; Alfi Hidayatu Miqawati; Fitri Wijayanti; Septian Hadi Pratama Sasmita; Ulfa Denadia
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6324

Abstract

ABSTRAKPengabdian kepada  masyarakat merupakan salah satu Tridharma perguruan tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen. Kegiatan  Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di salah satu UMKM, Kedai Nyosoe Cak Nanang, yang terletak di Desa Kemuning Lor Jember. Kedai ini memiliki  produk andalan susu murni segar dan olahannya seperti susu rasa-rasa, milkshake, dan yogurt Letak kedai ini sangat strategis karena berada di wilayah rekreasi Rembangan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui produk kedai tersebut karena minimnya media promosi dan pengelola memiliki pengetahuan terbatas terkait promosi produk. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang media promosi dan mengembangkan booklet sebagai media promosi Kedai Nyosose Cak Nanang. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah adalah sosialisasi dan penyusunan media promosi untuk kedai tersebut.  Berdasarkan hasil yang dilakukan selama pelaksanaan pengabdian diperoleh hasil yaitu satu produk booklet bilingual dengan informasi lokasi kedai, produk susu beserta foto, dan nomor narahubung serta meningkatnya pemahaman pengelola tentang pentingnya promosi menggunakan booklet bilingual untuk meningkatkan omset penjualan. Kata kunci: media promosi; booklet; produk susu. ABSTRACTCommunity service is one of the Tridharma of higher education that must be carried out by lecturers. This Community Service (PkM) activity was carried out in Kedai Nyosoe Cak Nanang, which is located in Kemuning Lor Village, Jember. This shop has main products of fresh milk and its processed products such as flavored milk, milkshakes, and yogurt. Its location is very strategic because it is located in the Rembangan recreation area. However, there are still many people who do not know about its products because of the lack of promotional media and the owners have limited knowledge about product promotion. The purpose of this activity was to socialize about promotional media and develop a booklet as a medium of promotion for Kedai Nyosoe Cak Nanang. The method used to overcome the problem is socialization and making promotional media for the shop. Based on the results carried out during the implementation of the service, the results obtained were one bilingual booklet product completed with information about the location of the shop, dairy products along with photos, and contact numbers as well as the staffs’ understanding about the importance of promotion using bilingual booklets to increase sales. Keywords: promotional media; booklet; dairy products.
VAKSINASI MASAL COVID-19 DI PELABUHAN LEMBAR LOMBOK BARAT Desi Rofita; Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Catur Esty Pamungkas; Aulia Amini; Siti Mardiyah WD; Biantari Alika Maharani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5995

Abstract

ABSTRAKWHO (World  Health  Organization) secara  resmi  mendeklarasikan  virus  corona (Covid-19)  sebagai  pandemi. Virus Covid-19 menyebabkan gejala seperti demam dan batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut  usia  dan  orang  dengan masalah  kesehatan  menahun, seperti  penyakit  jantung,  tekanan darah  tinggi,  atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Ada dua  jalur  utama  penularan COVID-19, yakni penularan droplet pernapasan dan penularan kontak dekat. Dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19 tidak hanya dilaksanakan dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga intervensi dengan vaksinasi sebagai bagian dari upaya pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Kegiatan vaksinasi masal ini bertujuan agar dapat terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok) dan berkurangnya angka kematian akibat COVID-19 pada masyarakat.Jenis vaksin yang digunakan pada kegiatan vaksinasi masal ini adalah Moderna. Jumlah responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 1.581 orang. Hasil pengabdian didapatkan bahwa jumlah yang melakukan vaksinasi sebanyak 1.581 orang yang terdiri remaja sebanyak 60 orang dewasa sebanyak 1497 orang dan lansia sebanyak 24 orang, diberikan vaksin sebanyak 1.536 orang, ditunda sebanyak 45 orang. Kata kunci: vaksinasi; covid-19; komunitas. ABSTRACTWHO (World Health Organization) has officially declared the coronavirus (Covid-19) as a pandemic. The Covid-19 virus causes symptoms such as fever and cough, and most recover within a few weeks. But for some people who are at high risk (the elderly and people with chronic health problems, such as heart disease, high blood pressure, or diabetes), the coronavirus can cause serious health problems. There are two main routes of transmission of COVID-19, namely respiratory droplet transmission and close contact transmission. In the context of dealing with the COVID-19 pandemic, it is not only implemented in terms of implementing health protocols but also interventions with vaccinations as part of efforts to prevent and control COVID-19. This mass vaccination activity aims to form herd immunity and reduce the mortality rate due to COVID-19 in the community. The type of vaccine used in this mass vaccination activity is Moderna. The number of respondents who participated in this activity was 1,581 people. The results of the service found that the number of people who registered for Pcare was 1,581 people, consisting of 60 teenagers, 1497 adults, and 24 elderly people, 1,536 people were given the vaccine, 45 people were delayed. Keywords: vaccination; covid-19; community. 
PELATIHAN KELOMPOK USAHA INDUSTRI KERAJINAN BAMBU RUKUN MAKMUR DI DESA PANCA TUNGGAL KECAMATAN SUNGAI LILIN KABUPATEN MUSI BANYU ASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Husni Mubarat; Aji Windu Viatra; Mukhsin Patriansah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6044

Abstract

ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat dengan tema Pelatihan Kelompok Usaha Industri Kerajinan Bambu Rukun Makmur ini dilaksanakan di Desa Panca Tunggal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyu Asin. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu dari tanggal 1-2 November 2021. Adapun tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan dasar bagi pemula dalam membuat kerajinan bambu, memberikan pengetahuan tentang pemakaian alat-alat mesin dan manual, memberikan pengetahuan tentang pengembangan desain produk bagi pengrajin yang sudah melewati tahap pemula. Metode kegiatan pelatihan ini menggunakan metode ceramah dalam bentuk penyampaian materi teori, praktik, dan evaluasi. Adapun hasil pelatihan selama kegiatan ini yakni pengetahuan secara teoritik dan praktek. Secara teori peserta mendapatkan pengetahuan tentang industri kerajinan dan tahap-tahap pengembangan desain. Secara praktek kegiatan ini menghasilkan produk kreasi lampu hias dari bahan bambu dan stand handphone yang dilengkapi dengan tempat pena. Pelatihan ini memberikan peningkatan dan pengembangan dari jenis produk, yang mana sebelumnya mitra hanya menghasilkan produk seperti miniatur kapal. Kegiatan ini sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan mitra, yang mana mitra dapat mempraktikkan secara langsung dalam pembuatan produk kerajinan bambu.   Kata kunci: industri; kerajinan; bambu; panca tunggal. ABSTRACTCommunity Service with the theme of the Rukun Makmur Bamboo Craft Industry Business Group Training was held in Panca Tunggal Village, Sungai Lilin District, Musi Banyu Asin Regency. This activity lasts for two days, from November 1-2, 2021. The purpose of this activity is to provide basic skills for beginners in making bamboo crafts, provide knowledge about the use of machine tools and manuals, provide knowledge about product design development for craftsmen who have passed the beginner stage. The method of this training activity uses the lecture method in the form of delivering theoretical, practical, and evaluation material. The results of the training during this activity are theoretical and practical knowledge. In theory, participants gain knowledge about the craft industry and the stages of design development. Practically, this activity produces decorative lighting products from bamboo and a mobile phone stand equipped with a pen holder. This training provides improvement and development of product types, where previously partners only produced products such as miniature ships. This activity is very effective in improving the skills of partners, which partners can practice directly in the manufacture of bamboo handicraft products. Keywords: industry; craft; bamboo; panca tunggal. 
EDUKASI PROGRAM INOVASI DESAIN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PENGENDALI ALAT PAKAN TERNAK OTOMATIS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS DI DESA KERTASARI, KECAMATAN RENGASDENGKLOK, KARAWANG, JAWA BARAT Lela Nurpulaela; Arnisa Stefanie; Dedi Pahroji; Susilawati Susilawati
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6059

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap produktifitas peternakan unggas di Indonesia, khussusnya di Jawa Barat. Pembatasan gerak berskala besar menjadi salah satu penyebab yang menyebabkan terhambatnya distribusi pakan, produktifitas unggas menurun, penurunan minat konsumen. Sakah satu kendala yang dihadapi peterna pada skala mikro dan makro adalah manajemen pakan secara langsung di dalam kandang perwatan, yaitu proses pemberian dan penjadwalan pakan dan suplemen. Edukasi program inovasi desain dan pengembangan perangkat pengendali alat pakan ternak dengan teknologi IoT dapat menjadi akternatif perbaikan produktifitas peternakan unggas. Proses kerja yang efektif dengan otomatisasi penjadwalan dan pengaturan kuantitas pakan, serta pengguna akan mendapatkan data notifikasi dari aplikasi blynk tentang kondisi ketersediaan pakan dan nutrisi. Kata kunci: alat pakan otomatis; IoT; peternakan unggas ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has a very significant impact on the productivity of poultry farming in Indonesia, especially in West Java. Large-scale movement restriction is one of the causes which causes the distribution of feed to be obstructed, poultry productivity decreases, and consumer interest decreases. One obstacle faced by peterna at the micro and macro scale is direct feed management in the care cage, namely the process of feeding and scheduling feed and supplements. Educational design innovation programs and development of animal feed control devices with IoT technology can be an alternative to improve the productivity of poultry farms. Effective work processes by automating the scheduling and setting of feed quantities, and users will get notification data from the Blynk application regarding conditions of feed availability and nutrition. Keywords: automatic feed equipment; Iot, poultry farming
PENINGKATAN DAYA IMUN KELUARGA MELALUI TOGA BERBASIS KEGIATAN PKK DESA KREBET Nur Chayati; M. Fariez Kurniawan; Ambar Relawati
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6721

Abstract

ABSTRAKKrebet adalah sentra industri batik kayu yang mempunyai potensi kepariwisataan baik dari sisi budaya maupun alamnya. Pemberdayaan kelompok PKK di desa Krebet sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan keluarga baik dari segi ekonomi, sosial, budaya maupun agama. Berbagai keterampilan yang diperoleh, akan bisa membekali anggotanya  untuk bisa hidup lebih baik. Kondisi pandemi Covid sangat membutuhkan daya imun yang cukup kuat untuk bisa menangkal virus Covid-19. Hasil need assessment menunjukkan bahwa kelompok PKK memerlukan tambahan informasi tentang Toga. Toga termasuk tanaman yang murah dalam produksinya, tidak membutuhkan lahan yang luas, cocok ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi, sudah dikenal masyarakat Indonesia serta cara pengolahan hasil produksi yang mudah untuk skala rumah tangga. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah mengenalkan tentang jenis Toga, manfaat Toga dan pengolahan Toga sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 14 peserta diawali pemberian pendidikan kesehatan tentang Toga dan manfaatnya, dan tata cara budidaya Toga. Kegiatan berikutnya adalah praktek mengolah jahe menjadi puding. Evaluasi berdasarkan kuesioner menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan. Kata kunci: toga; desa wisata krebet; covid-19; pemberdayaan masyarakat; ketahanan keluarga.ABSTRACTKrebet is the center of the wooden batik industry that has tourism potential both in terms of culture and nature. The main activities carried out by mothers are mostly housewives, and are involved in PKK social activities. The Covid-19 pandemic requires a strong immune system to be able to ward off the Covid-19 virus. The results of the assessment in the area, the agreed skill to be taught to PKK mothers is the cultivation of the Toga plant. Toga is a plant that is cheap to produce, does not require a large area of land, suitable for planting in both the lowlands and highlands, well known to the Indonesian people and  an easy way of processing production for household scale. Empowerment of the PKK group is very useful for increasing family resilience in terms of economic, social, cultural and religious aspects. Various skills obtained will be able to equip its members to be able to live better. This community service activity was attended by 14 participants, carried out in three stages, namely providing health education about Toga and its benefits, as well as procedures for cultivating Toga. The third stage is the practice of how to process the Toga. The evaluation was carried out by giving a questionnaire of knowledge about Toga and skills in practicing how to process Toga results before and after the activity. The results of data analysis showed an increase in participants' knowledge before and after the provision of health education. Keywords: toga; krebet tourism village; covid-19; community empowerment; family resilience
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN KEPADA IBU HAMIL Romadona Fatimah Dewi; Very Kusuma Ningtyas; Anisah Nasih Zulfa; Farrah Farandina; Vivi Nuraini
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6487

Abstract

ABSTRAKMasalah stunting menjadi isu penting yang harus diselesaikan secara bersama-sama.  Faktor kemiskinan dan pengetahuan yang rendah menjadi faktor utama yang harus dihadapi untuk pencegahan stunting.  Pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin, sejak janin masih di dalam kandungan.  Periode 1000 hari pertama anak harus diselamatkan. Untuk menekan jumlah stunting harus ada kerjasama  antara pemerintah, dinas kesehatan, dinas sosial dan masyarakat luas. Salah satu cara menekan stunting adalah dengan peningkatan kesadaran stunting melalui sosialisasi dan pendampingan. Pengabdian dilaksanakan oleh tim KKN kelompok 24 yang berkerjasama dengan fakultas teknologi dan industri Pangan Universitas Slamet Riyadi Surakarta serta pemerintah Kelurahan Semanggi.  Kelurahan Semanggi kecamatan pasar Kliwon termasuk salah satu Desa dengan angkat stunting tinggi. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari FGD. Hasil FGD menunjukkan bahwa bahnya masyarajat Desa Semanggi masih memiliki pengetahuan dan kesadaran yang rendah terhadap penanggulangan bahya stunting. Untuk itu Tim KKN Kelompok 24 memulai kegiatan dengan pendataan dengan tujuan mendapatkan data terbaru jumlah ibu hamil di Kelurahan Semanggi, Hasil pendataan menunjukkan bahwa terdapat 55 ibu hamil yang 34 diantaranya termasuk dalam program keluarga miskin (GAKIN).  Setelah  pendataan dilanjutkan dengan penyusunan materi, pembuatan video penyuluhan, proses penyuluhan dan terahir evaluasi dan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa ibu hamil menjadi lebih memahami bahaya stunting dan terjadi peningkatan upaya pencegahan dari diri sendiri.  Kata Kunci: pencegahan stunting; pemberian makanan tambahan (PMT) ABSTRACTThe problem of stunting is an important issue that must be solved together. Poverty and low knowledge are the main factors that must be faced for stunting prevention.Prevention of stunting must be done as early as possible, since the fetus is still in the womb. The period of the first 1000 days of the child must be saved. To reduce the number of stunting, there must be cooperation between the government, health services, social services and the wider community. One way to suppress stunting is to increase awareness of stunting through socialization and mentoring. The service is carried out by a group of 24 KKN team in collaboration with the Faculty of Technology and Food Industry, Slamet Riyadi University, Surakarta and the Semanggi Village government.Semanggi Village, Pasar Kliwon Subdistrict, is one of the villages with high stunting rates. The implementation of activities starts from the FGD. The results of the FGD showed that the people of Semanggi Village still had low knowledge and awareness of stunting prevention. For this reason, the KKN Group 24 Team started activities with data collection with the aim of getting the latest data on the number of pregnant women in Semanggi Village. After data collection, it was continued with the preparation of materials, making counseling videos, the counseling process and finally evaluating and providing additional food for pregnant women. The results of the counseling showed that pregnant women became more aware of the dangers of stunting and there was an increase in self-prevention efforts. Keywords: stunting prevention; supplementary feeding
PENGUATAN MASYARAKAT DESA PANYAMPA KABUPATEN POLEWALI MANDAR MELALUI EDUKASI STUNTING Arlinda Puspita Sari; Firdaus Firdaus; M Irfan
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6256

Abstract

ABSTRAKDesa Panyampa terletak di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Berdasarkan penelitian Indeks Pembangunan Manusia tahun 2019, Desa Panyampa merupakan salah satu desa dengan angka kasus stunting yang cukup tinggi. Stunting merupakan kondisi tidak tercukupinya gizi anak yang menyebabkan permasalahan pada tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat perihal stunting terutama mengenai pentingnya kecukupan gizi dalam pertumbuhan anak pada 1000 hari pertama kehidupan. Metode yang dilakukan adalah Edukasi Stunting melalui penyampaian materi oleh narasumber kompeten yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan konsultasi. Hasil evaluasi kepuasan kegiatan Edukasi Stunting menunjukkan bahwa sebagain besar peserta berusia 25-34 tahun dan kini telah memiliki dua hingga lebih dari tiga orang anak. Sebanyak 65,31% peserta merasa sangat setuju bahwa narasumber menyampaikan materi dengan baik serta memberi tanggapan yang baik terhadap pertanyaan peserta. Peserta juga memperoleh informasi yang baru mengenai stunting melalui kegiatan ini. Kata kunci: edukasi stunting; desa panyampa ABSTRACTPanyampa Village is located in Campalagian District, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province. Based on the 2019 Human Development Index research, Panyampa Village is one of the villages with a high enough number of stunting cases. Stunting is a condition of inadequate child nutrition that causes problems in child growth and development. This community service activity aims to increase public knowledge and understanding about stunting, especially regarding the importance of adequate nutrition in children's growth in the first 1000 days of life. The method used is Stunting Education through the material presentation by competent resource persons followed by questions and answers then consultations sessions. The results of the satisfaction evaluation of Stunting Education activities show that most of the participants are aged 25-34 years old and now have two or more than three children. A total of 65.31% of the participants strongly agreed that the resource persons conveyed the material well and gave good responses to the participants' questions. Participants also received new information about stunting through this activity. Keywords: stunting education; panyampa village 

Page 53 of 272 | Total Record : 2711