cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENDAMPINGAN BELAJAR SISWA MELALUI KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR DI DESA SONGAN DALAM MEMUTUS LAJU PENYEBARAN COVID 19 I Nyoman Sudirman; N. W. S. Darmayanti; Putu Beny Pradnyana; Pande Agus Adiwijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6553

Abstract

ABSTRAKPenyebaran virus covid 19 yang melanda dunia harus mengubah paradigma pendidikan yang sebelumnya di laksanakan secara tatap muka di sekolah berubah harus belajar secara mandiri dirumah. Tujuan belajar dirumah adalah untuk membatasi laju dan mencegah perkembangan virus covid 19. Kegiatan proses belajar di rumah memunculkan berbagai persoalan bagi anak-anak maupun orang tua, beberapa pelajaran yang harus diselesaikan oleh anak-anak tidak bisa dipahami secara baik. Harapan- anak-anak bisa dibantu belajar oleh orang tuanya masing-masing juga mengalami kendala akibat kurang pahamanya orang tua terhadap materi pembelajaran yang harus diselesaikan oleh anak-anak selama belajar di rumah. Masalah yang dihadapi oleh anak-anak maupun orang tua tim pecahkan dengan memberikan solusi melakukan pendampingan belajar dirumah. Tujuan dilaksanakan pendampingan belajar dirumah ialah untuk membantu anak-anak memahami materi serta membantu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya untuk diselesaikan dirumah selama pembelajaran di lakukan dirumah. Pendampingan belajar dirumah disusun dengan metode secara langsung dilakukan ke rumah-rumah anak-anak yang berada di wilayah desa songan untuk memberiakan bantuan pembelajaran tambahan pada materi-materi yang tidak bisa di pahami oleh anak-anak. Pegabdian masyarakat berupa pendampingan belajar di rumah telah memberikan kontribusi yang positif kepada anak-anak yang berada di wilayah desa songan. Anak-anak maupun orang tuanya yang didampingi belajar oleh tim pegabdian sangat senang dengan ada kegiatan seperti ini serta merasa terbantu untuk memahami materi yang tidak bisa di pahami secara mandiri dirumah. Kata Kunci: sekolah dasar; pendampingan belajar;covid 19 ABSTRACTCovid-19 pandemic has drastically changed the education paradigm from face-to-face interaction at school to be learning independently at home. Learning at home is aimed at restricting the spread and rate of the Covid-19 virus. Learning at home has caused various problems for the students and parents. Some subjects could not be understood well by the students. The hope of the students being assisted by their parents could not also be realized since the parents did not understand the learning materials that should be learned by the students at home. This problem was overcome by the team with learning assistance at home. The goal of learning assistance at home was assisting the students to understand learning materials and finishing the assignments from the teachers during learning from home. Learning assistance at home was conducted with a direct method to be conducted at home in Songan Village to support additional learning sessions for the subjects that are not understood yet. This community service in form of learning assistance has positively contributed to the students in Songan Village. Both the students and parents were happy to get this learning assistance since they were helped to understand the learning materials from learning at home independently.  Keywords: elementary school; learning assistance; covid-19
EDUKASI MANFAAT PIJAT BAYI, UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN PADA BAYI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA TELAGAWARU LOMBOK BARAT Catur Esty Pamungkas; Desi Rofita; Siti Mardiyah WD; Alika Biantari Maharani; Yuyun Gustiana; Annisa Annisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6250

Abstract

ABSTRAKPijat bayi merupakan upaya meningkatkan kesehatan pada bayi balita pada upaya promotif terutama pada masa pandemi covid19, Pijat merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal. Pijat bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi segar kembali. Sentuhan pijat bayi akan merangsang produksi hormon betha endorprin yang akan membantu mekanisme pertumbuhan dan merangsang produksi hormon oksitosin dan menurunkan produksi hormon kortisol sehingga bayi dan balita menjadi rileks dan tenang sehingga perkembangannya akan lebih optimal. Selain itu pijat memiliki beberapa efek positif dalam hal penambahan berat badan, pola tidur yang lebih baik, peningkatan perkembangan neuromotorik, ikatan emosional yang lebih baik, penurunan tingkat infeksi nosokomial salah satunya common cold. Solusi permasalahan yang ditawarkan yaitu edukasi manfaat pijat bayi untuk meningkatkan kesehatan bayi selama masa pandemia Covid-19. Setelah diberikan edukasi tentang manfaat pijat bayi, ibu balita dibekali modul yang dapat dipelajari di rumah dapat mempraktikan pijat bayi di rumah. Jumlah responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 11 ibu yang memiliki bayi. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan ibu meningkat tentang pijat bayi yaitu sebanyak 46%. Kata kunci: pijat bayi; balita; pandemi covid19 ABSTRACTBaby massage is an effort to improve the health of infants under five in promotive efforts, especially during the covid19 pandemic. Massage is the oldest and most popular touch therapy known. Massage aims to relieve pain and restore the body to be fresh again. The touch of a baby massage will stimulate the production of beta-endorphins which will help the growth mechanism and stimulate the production of the hormone oxytocin and reduce the production of the hormone cortisol so that babies and toddlers become relaxed and calm so that their development will be more optimal. In addition, massage has several positive effects in terms of weight gain, better sleep patterns, increased neuromotor development, better emotional bonds, decreased levels of nosocomial infections, one of which is the common cold. The solution to the problem offered is education on the benefits of baby massage to improve the baby's health during the Covid-19 pandemic. After being given education about the benefits of baby massage, mothers of toddlers are provided with modules that can be studied at home and can practice baby massage at home. The number of respondents who participated in this activity were 11 mothers who had babies. The results of the service showed that the mother's knowledge increased about infant massage as much as 46%. Keywords: baby massage ;  toddlers; the covid pandemic 19
PELATIHAN PEMBUATAN KUIS EDUKATIF SEBAGAI PENUNJANG PENGUASAAN PEMBELAJARAN DARING BAGI GURU SMP DI KECAMATAN NARMADA DAN LINGSAR LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT Hamidsyukrie ZM; Masyhuri Masyhuri; Deni Sutisna; Nursaptini Nursaptini; Nurlaili Handayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6395

Abstract

ABSTRAKKompetensi dan keahlian guru dalam memanfaatkan teknologi sangat diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam pembelajaran daring. Meski demikian tidak semua guru mampu cepat beradaptasi dalam menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan serta bimbingan kepada guru agar memiliki kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran dan evaluasi yang menyenangkan berbantukan aplikasi Quizziz. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi 3 tahapan, diantaranya: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi observasi dan FGD bersama mitra dan tim, kegiatan inti adalah pelaksanaan pelatihan, dan ketiga adalah tindak lanjut. Hasil kegiatan ini menunjukkan dimana kemampuan peserta pelatihan mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Data awal menunjukkan pada aspek pengetahuan awal terhadap aplikasi hanya 13 % diantara mereka yang mengetahui aplikasi Quizziz dan hal tersebut meningkat menjadi 100 % setelah pelaksanaan pelatihan. Selanjutnya pada aspek pemahaman,  sebelum dilaksanakan pelatihan hanya 8% peserta yang memahami aplikasi Quizziz dan setelah pelaksanaan pelatihan meningkat menjadi 70%. Dan terakhir ketertarikan dimana sebelum pelaksanaan pelatihan hanya 26% peserta yang menyatakan tertarik menggunakan aplikasi Quizziz dan setelah pelaksanaan pelatihan mengalami peningkatan menjadi 89%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan minat atau ketertarikan peserta dalam penggunaan aplikasi Quizziz pada pembelajaran. Kata kunci: pembelajaran daring; teknologi pembelajaran, aplikasi pembelajaran; quizziz . ABSTRACTThe competence and expertise of teachers in utilizing technology is needed to achieve success in online learning. However, not all teachers are able to quickly adapt in using learning applications. This service aims to provide counseling and training as well as guidance to teachers so that they have the ability to carry out fun learning and evaluations using the Quizziz application. The method used in this activity includes 3 stages, including: initial activity, core activity, and final activity. Initial activities include observation and Focus Group Discussion with partners and teams, the core activity is the implementation of training, and the third is follow-up activities. The results of this activity indicate where the ability of the training participants has increased very significantly. Preliminary data shows that in the aspect of initial knowledge only 13% of participants know the Quizziz application and eventually it increases to 100% after the training. Next on the aspect of understanding. before the training was carried out only 8% of participants understood the Quizziz application and after the training it increased to 70%. And lastly, interest, where before the training only 26% of participants expressed interest in using Quizziz and after the training increased to 89%. Based on these data, it can be concluded that this service activity went well and succeeded in increasing the knowledge, understanding, and interest of participants in using the Quizziz application for learning. Keywords: online learning; learning technology, learning applications; quizziz
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI MELALUI INTRODUKSI HIJAUAN PAKAN TERNAK UNGGUL DI PULO NASI ACEH BESAR Sugito Sugito; Dasrul Dasrul; M. Delima; T.F. Karmil; A. Haris
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6549

Abstract

ABSTRAKTernak sapi di Pulo Nasi Kabupaten Aceh Besar umumnya dipelihara seadanya, dibiarkan lepas sepanjang hari sehingga dapat menggangu usaha pertanian, jalan umum, dan masalah sosial. Permasalahan utamanya disebabkan keterbatasan tersedianya hijauan pakan ternak (HPT) dan perkandangan yang tidak memadai. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam penyediaan HPT berupa rumput unggul (odot dan lampung) dan manajemen pemeliharaan sapi. Metode pelaksanaan berupa: penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Metode pengumpulan data dengan wawancara (kuesioner). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini diukur kemampuan anggota kelompok peternak dalam menanam dan merawat HPT dan perbaikan tata laksana pemeliharaan sapi. Sasaran kegiatan adalah Kelompok Peternak Deudap Usaha Mandiri dan Beujaya Gampong di Desa Deudap Pulo Nasi Kabupaten Aceh Besar. Hasil pelaksanaan menunjukkan anggota peternak telah terampil melakukan penanaman dan pemeliharaan rumput odot dan lampung. Nilai ketercapaian materi adalah 86% dari 35 orang anggota kelompok peternak. Pemeliharaan rumput odot lebih mudah dan disukai ternak sapi. Dampak lainnya adalah kelompok peternak sepakat membuat kandang sapi komunal. Kendala yang ditemukan saat awal penanaman rumpot odot dan lampung berupa gangguan kepiting darat yang merusak tunas muda. Simpulan menunjukkan bahwa peternak telah berkomitmen untuk memelihara rumput dan mengandangkan sapinya. Kata kunci: pulo nasi aceh besar; sapi; rumpot odot; rumput lampung. ABSTRACTThe problem of cattle in Pulo Nasi, Kabupaten Aceh Besar, is generally maintained as it is without adequate management. Cows are left loose all day long so they can interfere with agricultural, pollute yard and public roads as well as social problems. This problem can occur due to the limited availability of forages and cow housing. The purpose of this service activity is to increase the knowledge and skills of farmer regarding the provision of forage to introduction (planting) of superior grass (odot and lampung) and cow rearing management. The implementation method was: counseling, training, and mentoring. The method of collecting data by interview (questionnaire). Data were analyzed descriptively qualitatively. The success of this service activity was measured by the ability of the farmer group members to plant and care for HPT and improve the management of cattle raising. The targets of the activity were two groups of farmers Deudap Usaha Mandiri and Beujaya Gampong in Deudap Village. The results showed that the members of the farmer were skilled at planting and maintaining odot and lampung grass. The value of material achievement was 86% of the 35 farmer group members. Maintenance of odot grass is easier and preferred by cattle. Another impact is that farmer groups agree to build a communal cow shed. The obstacle found at the beginning of planting odot and lampung clumps was disturbance of land crabs which damaged the young shoots. The conclusion shows that the farmer has committed to maintain the grass and house his cows. Keywords: pulo aceh; cattle; dwarf elephant grass; lampung grass; cattle farming management.
PELATIHAN PEMANFAATAN INSENTIF PAJAK BAGI UMKM PADA MASA PANDEMI COVID-19 Vhika Meiriasari; Mutiara Kemala Ratu; Andini Utari Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6437

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan bertujuan memberikan informasi perpajakan bagi UMKM agar dapat memanfaatkan program Insentif Pajak yang diberikan Pemerintah pada UMKM di masa Pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, ada sekitar 280.000 wajib pajak UMKM yang memanfaatkan atau sekitar 65% dari target. Yang artinya hanya 65% UMKM yang memanfaatkan insentif pajak tersebut. Insentif pajak merupakan kebijakan perpajakan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak tertentu baik individu atau organisasi yang mendukung pemerintah, yang digunakan dalam memberikan dorongan dan kemudahan bagi wajib pajak agar tetap patuh dalam menjalankan kewajiban perpajakannya baik sekarang maupun di masa mendatang. Dimana Pandemi Covid-19 berdampak terhadap semua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi penopang perkembangan ekonomi Indonesia, banyak usaha UMKM di Indonesia mengalami penurunan omzet penghasilan bahkan sampai menutup usahanya dikarenakan kebangkrutan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara Sosialisasi dan Pelatihan. Sosialisasi mengenai PMK Nomor 82/PMK.03/2021 yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan insentif pajak usaha mikro kecil menengah (UMKM) atau PPh final DTP. Hasil dari kegiatan ini ditemukan bahwa pelaku UMKM banyak yang belum paham cara menghitung dan menyetor Pajak Penghasilan UMKM dikarenakan terbatasnya sumber daya yang dimiliki. Dan setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dan kemampuan peserta dalam menghitung dan menyetor Pajak Penghasilan UMKM serta memanfaatkan program insentif pajak UMKM di masa Pandemi COVID-19. Kata kunci: insentif pajak; PPh final; UMKM; lapor pajak. ABSTRACTThis Community Service activity is carried out with the aim of providing tax information for MSMEs so that they can take advantage of the Tax Incentive program provided by the Government to MSMEs during the COVID-19 Pandemic. In 2020, there are around 280,000 MSME taxpayers who utilize or around 65% of the target. This means that only 65% of MSMEs take advantage of these tax incentives. Tax incentives are tax policies provided by the government to certain taxpayers, both individuals or organizations that support the government, which are used to provide encouragement and convenience for taxpayers to remain obedient in carrying out their tax obligations both now and in the future. Where the Covid-19 Pandemic has an impact on all Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) which are the pillars of Indonesia's economic development, many MSME businesses in Indonesia have experienced a decline in income turnover and even closed their businesses due to bankruptcy. The method of implementing community service activities is carried out by means of socialization and training. Socialization regarding PMK Number 82/PMK.03/2021 which was then followed by training on tax incentives for micro, small and medium enterprises (UMKM) or final PPh DTP. The results of this activity found that many MSME actors did not understand how to calculate and deposit MSME Income Tax due to limited resources. And after participating in this activity, it is expected to be able to provide additional information and participants' abilities in calculating and depositing MSME Income Tax and taking advantage of the MSME tax incentive program during the COVID-19 Pandemic. Keywords:. tax Incentives; final income tax; MSMEs; tax report.
PANGAN FUNGSIONAL UNTUK PROYEK INDEPENDEN KKN-TEMATIK DI MASA PANDEMI COVID-19 Nova Kurnia; Muhali Muhali; Hunaepi Hunaepi; Muhammad Asy'ari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5749

Abstract

ABSTRAKPandemi covid-19 telah membuat manusia  banyak menderita penyakit hingga meninggal dunia di berbagai belahan dunia. Konsumsi pangan fungsional dapat memberikan manfaat kesehatan fisiologis dalam melawan dan terlindungi dari covid-19. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan pangan fungsional untuk proyek independen KKN-Tematik dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui kegiatan proyek independen, mahasiswa dapat merancang pangan fungsional berbasis potensi desa sebagai produk akhir inovatifnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung pada tanggal 9 dan 16 September 2021 secara luring dan daring dengan menggunakan metode knowledge rasfer dan  Community development. Kegiatan ini terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan rubrik penilaian tugas dan angket persepsi mahasiswa. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa 1) mahasiswa telah mampu memetakan potensi sumber daya alam desa; 2) mahasiswa sudah memahami konsep senyawa bioaktif; dan 3) mahasiswa dapat menggunakan referensi ilmiah sebagai dasar proyek. Tanggapan mahasiswa terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat sangat positif. Kata kunci: pangan fungsional; proyek independen; KKN; pandemi covid 19 ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has caused many people to suffer from diseases and die in various parts of the world. Consumption of functional foods can provide physiological health benefits in fighting and protecting against COVID-19. The purpose of this community service activity is to introduce functional food for the Thematic-KKN independent project in the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) program. Through independent project activities, students can design functional food based on village potential as an innovative final product. Community service activities take place on 9 and 16 September 2021 offline and online using the knowledge transfer and community development methods. This activity consists of the preparation, implementation, and evaluation stages. Evaluation of activities was carried out using the assignment assessment rubric and student perception questionnaires. The results of community service activities show that 1) students have been able to map the potential of village natural resources; 2) students already understand the concept of bioactive compounds; and 3) students can use scientific references as the basis for the project. Student responses to community service activities were very positive. Keywords: functional food; independent project; community service program; covid 19 pandemic
PELATIHAN CARA PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI DESA BANTARJAYA KECAMATAN PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2021 Ika Kania Fatdo Wardani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6408

Abstract

ABSTRAKData Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2015 menyebutkan bahwa terdapat ibu nifas yang mengalami Bendungan ASI sebanyak 35.985 atau (15,60 %) ibu nifas (Meihartati, 2017). Hasil studi pendahuluan di Desa Bantarjaya tahun 2021 dengan wawancara dari 10 ibu menyusui, 7 ibu menyusui yang mengalami bendungan ASI dan penyebabnya pada saat hamil dan nifas tidak melakukan perawatan payudara. Perawatan payudara seharusnya dilakukan saat kehamila secara teratur agar produksi ASI saat menyusui cukup. Tujuan kegiatan ini adalah agar ibu hamil bisa melakukan perawatan payudara secara rutin untuk persiapan ibu saat menyusui karena pentingnya ASI maka dilakukan Pelatihan Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III Di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2021.Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat 21 Mei 2021, bertempat di Balai Desa Bantar Jaya Kecamatan Pebayuran. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil trimester III yang bertempat tinggal di Desa Bantar Jaya sebanyak 43 orang. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini ada berupa pelatihan cara perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi tahun 2021. Alat yang digunakan berupa alat peraga (phantom), video cara perawatan payudara, leafleat dan poster yang terkait materi yang akan disampaikan dalam pelatihan tersebut.Hasil nilai pretest dan posttest dari 43 responden memiliki pengetahuan sedang tentang cara perawatan payudara yaitu nilai rata-rata sebesar 75,96%, setelah penyuluhan nilai rata-rata menjadi 90,4% (Pengetahuan Baik). Berdasarkan nilai pretes dan posttest tersebut ada peningkatan pengetahuan dari responden (14,34%). Hasil nilai praktik menunjukkan sebelun dilakukan pelatihan, dari 43 responden memiliki keterampilan yang cukup dalam melakukan perawatan payudara (nilai rata-rata 75,2%), setelah evaluasi nilai rata-rata menjadi 97,7% (Keterampilan Baik). Ada peningkatan keterampilan dari responden setelah evaluasi (22,5%).Kegiatan pelatihan payudara pada ibu hamil trimester III untuk mempersiapkan ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif pada masa nifas. Dalam kegiatan ini masih kurangnya pengetahuan dan kemampuan ibu hamil melakukan perawatan payudara. Dengan diadakannya pelatihan cara perawatan payudara bagi ibu hamil trimester III, dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu hamil dalam melakukan cara perawatan payudara. Kata Kunci : pelatihan; cara perawatan payudara; ibu hamil trimester III ABSTRACTAccording to the demography survey and Indonesian health in 2015, it stated that there were 35.985 or (15,60%) of the postpartum mothers encountered the dam breast milk (Meihartati, 2017). The preliminary study result in Bantar Jaya village, 2021 said that there were 7out 10 of Breast feeding mothers by interview had the dam breast milk. It was all because when they were pregnant and after the postpartum, they did not do the breast care treatment. In fact, the breast care treatment should be done regularly during the pregnancy in order to produce the enough breast milk. This activity aimed to encourage and support the pregnant women to do the breast care treatment regularly during the pregnancy. It was because breast milk was the important thing after the birth, so it required the training of breast care treatment to the third trimester of pregnant women in Bantar Jaya village Pabayuran district Bekasi regency 2021.The activity was conducted on Friday, 21st 2021 in village hall of Bantar Jaya, Pabayuran District. The target activity was 43 of third trimester of pregnant women who lived in Bantar Jaya Village. the method activity of this dedication applied the breast care training to the third trimester of pregnant women in Bantar Jaya Village, Pabayuran district, Bekasi Regency in 2021. The activity instruments were phantom, breast care treatment video, leaflet and poster which were filled by the training materials.The pretest and posttest result score stated that there 43 respondents which had the moderate knowledge of breast care, and it was 75, 96%. After the counseling, the 43 respondents’ knowledge increased to 90,4% (good knowledge). Based on the pretest and posttest, there was some enhancement of respondents’ knowledge to 14, 34%. The practical score showed that before having the counseling, the respondents only got the enough skill to do the breast care (the average score was 75,2%). However, after evaluating, the 43 respondents’ knowledge increased to 97, 7% (good skill). Furthermore, there was some skill enhancement of 43 respondents after having the evaluation (22, 5%).The breast care training activity to third trimester of pregnant women aimed to those pregnant women to get well prepared during pregnancy to do the exclusive breast feeding after the birth. In this activity, previously, they were still lack of breast care knowledge. By having this activity, there was enhancement of knowledge and capability of pregnant women in doing the breast care treatmentKeywords: counseling; breast care treatment; third trimester of pregnant women
PERANCANGAN SOAL BERBASIS TEKNOLOGI SEBAGAI UPAYA MENUNJANG PEMBELAJARAN DARING BAGI GURU-GURU BAHASA MANDARIN SE MALANG RAYA Amira Eza Febrian Putri; Aiga Ventivani; Okti Rjeky; Sunarti Sunarti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6626

Abstract

ABSTRAKUpaya pendidik dalam memenuhi tuntutan pendidikan abad 21 saat ini telah menghadapi tantangan berat yaitu adanya pandemi. Pola pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka, mau tidak mau kini harus berjalan dengan cara daring. Ketidaksiapan ini menimbulkan berbagai masalah yang ditemukan di lapangan antara lain ketidaktercapaian tujuan pembelajaran, kesulitan penyampaian materi pembelajaran, kurangnya interaksi dengan siswa dalam proses pembelajaran, kualitas pemberdayaan sarana dan elemen dalam pembelajaran yang terbatas, terbatasnya pengetahuan tentang penggunaan media yang sesuai dengan kondisi saat ini. Sedangkan dari prespektif siswa, terdapat masalah yang sering dihadapi ketika pembelajaran daring yaitu siswa merasa jenuh karena pembelajaran  dan penugasan yang monoton, tagihan tugas yang menumpuk, pembelajaran tidak semenyenangkan pembelajaran tatap muka, mengantuk karena terlalu lama menyimak penjelasan guru via online sinkron, dan sulitnya jaringan internet. Pelatihan perangcangan soal berbasis teknologi ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kecakapan guru terkait pembuatan aktifitas daring, khususnya tes dalam bentuk kuis online yang lebih menarik daripada sekedar penugasan manual. Adapun kegiatan dalam pengabdian berupa (1) pembelajaran daring; (2) masalah yang  terjadi dalam pembelajaran daring; (3) pembelajaran daring yang ideal; (4) pemanfaatan teknologi dalam tes dan latihan. Hasil dari kegiatan pelatihan ini menunjukkan, dengan aplikasi quizizz, proprofs, dan i spring suite guru dapat menumbuhkan minat dan motivasi dalam pembelajaran bahasa Mandarin, serta tercipta pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh guru sebelumnya. Kata kunci: pelatihan; pembelajaran daring; guru; bahasa mandarin. ABSTRACTEducators' efforts to meet the demands of 21st century education have faced a severe challenge: pandemics. Learning patterns that are usually done face-to-face, inevitably now have to run in an online way. This unpreparedness raises various problems found in the field including inability of learning objectives, difficulty in delivering learning materials, lack of interaction with students in the learning process, quality empowerment of facilities and elements in limited learning, limited knowledge of media use in accordance with current conditions. While from the perspective of students, there are problems that are often faced when online learning is that students feel saturated because of monotonous learning and assignments, piling up assignment bills, learning is not as enjoyable as face-to-face learning, sleepiness because it is too long to listen to the teacher's explanation via online sync, and the difficulty of the internet network. This technology-based training is done as an effort to improve the skills of teachers related to the creation of online activities, especially tests in the form of online quizzes that are more interesting than just manual assignments. The activities in this training are (1) online learning; (2) problems that occur in online learning; (3) ideal online learning; (4) utilization of technology in tests and exercises. The results of this training activity showed that with quizizz applications, proprofs, and i spring suites teachers can foster interest and motivation in Mandarin language learning, as well as create more varied learning that has never been done by teachers before. Keywords: training; online learning; teacher; mandarin. 
PELATIHAN PEMBUATAN BANTEN BYAKALA SEBAGAI WAHANA PELESTARIAN BUDAYA HINDU YANG BERLANDASKAN SATYAM, SIWAM, SUNDARAM PADA PENGABDIAN MASYARAKAT DI PURA JAGATNATHA MAYURA I Made Ardika Yasa; Ni Putu Titin Suartini; Ni Made Laksmi Arikadanti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6325

Abstract

ABSTRAKAgama Hindu memiliki budaya yang beraneka ragam, salah satunya ialah budaya metetuasan dimana budaya ini adalah salah satu wujud penuangan ekspresi bhakti oleh si pemuja kepada yang dipuja dalam bentuk suatu simbol yang digunakan sebagai media persembahan. Salah satu hasil dari budaya metetuasan ialah dalam bentuk banten pabersihan yang dimana banten ini merupakan banten utama didalam melaksanakan upacara keagamaan khususnya bagi umat Hindu di Bali dan Lombok. Adanya beragam persepsi tentang bentuk dan komponen unsur penyusun suatu banten pabersihan  membuat Pinandita Sanggraha Nusantara Koordinator Wilayah Nusa Tenggara Barat berinisiatif melaksanakan kegiatan pengabdian ini agar dapat menyatukan persepsi dikalangan masyarakat tentang inti dari Banten Pabersihan tersebut. Salah satu banten pabersihan yang disosialisasikan dan dipraktekan pada kegiatan pengabdian yang dikemas dalam bentuk pelatihan ini ialah banten Byakala. Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan “Pembuatan Banten Byakala” ini ialah sebagai wahana pelestarian budaya Hindu yang berlandaskan satyam, siwam, sundaram agar masyarakat tahu arti makna simbolis serta fungsi dari banten byakala tersebut sehingga dalam penggunaannya dapat disesuaikan dengan mempertimbangkan iksa, sakti, desa, kala dan tattwa. Dengan situasi tersebut masyarakat Hindu tidak terbebani dalam melaksanakan praktik keagamaan. Karena yang menjadi sasaran peserta dalam kegiatan pelatihan ini orang dewasa maka pendekatan yang digunakan ialah metode pendidikan orang dewasa sehingga teknis penyampaian materi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dalam bentuk dialog interaktif dan tanya jawab yang membahas tentang segala permasalahan yang dialami peserta pelatihan terkait sarana Upakara dan kegiatan praktik tentang tetuasan ragam, variasi, sarana upakara atau banten byakala yang merupakan sarana panglukatan dalam upakara pabersihan. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini maka dapat memberikan alternatif solusi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan upacara Panca Yadnya kaitannya dengan banten byakala. Kata kunci: pelatihan; banten byakala; budaya hindu. ABSTRACTHinduism has a diverse culture, one of which is the metetuas culture where this culture is a form of pouring devotional expressions by the devotee to the worshiped in the form of a symbol that is used as a medium of offering.  One of the results of the metetuasan culture is in the form of the paclean offering where this banten is the main offering in carrying out religious ceremonies, especially for Hindus in Bali and Lombok.  The existence of various perceptions about the form and components of the constituent elements of a PaCleanan banten made Pinandita Sanggraha Nusantara the West Nusa Tenggara Regional Coordinator to take the initiative to carry out this service activity in order to unite the perception among the public about the essence of the PaCleanan Banten.  One of the offerings that are socialized and practiced in service activities that are packaged in the form of this training is the Byakala banten.  The purpose of the training activity "Making Banten Byakala" is as a vehicle for the preservation of Hindu culture based on satyam, siwam, sundaram so that people know the symbolic meanings and functions of the byakala banten so that its use can be adjusted by considering iksa, magic, village, kala.  and tattwa. With this situation the Hindu community is not burdened in carrying out religious practices.  Because the target participants in this training activity are adults, the approach used is the adult education method so that the technical delivery of material in this community service activity is in the form of interactive dialogue and questions and answers that discuss all the problems experienced by training participants related to Upakara facilities and  practical activities regarding the variety, variation, ceremony facilities or offerings byakala which are the means of panglukatan in the paCleaning ceremony.  With this service activity, it can provide alternative solutions in the order of social life, especially in the implementation of the Panca Yadnya ceremony in relation to the Byakala offering. Keywords: training; banten byakala; hindu culture 
PERSONAL HYGIENE EDUCATION SAAT MENSTRUASI SOLUSI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP REMAJA DI MASA DEPAN Nuryaningsih Nuryaningsih; Heri Rosyati; Afra Hadiyani; Syafira Nurfajri Istiqomah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6528

Abstract

ABSTRAKPersonal hygiene saat menstruasi menentukan kualitas hidup remaja puteri dimasa depan. Remaja puteri sangat rentan terkena infeksi pada organ reproduksi terutama saat menstruasi. Kondisi ini menuntut remaja puteri mendapatkan informasi yang tepat dan benar tentang personal hygiene saat menstruasi. Personal Hygiene Education saat menstruasi merupakan suatu kegiatan pemberian pendidikan kesehatan tentang upaya memelihara kesehatan diri terutama saat menstruasi. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan tentang cara membersihkan organ reproduksi ketika menstruasi pada orang tua siswa SDN 05 Marunda Kelas 6, Cilincing, Jakarta Utara. Metode yang dilakukan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu dengan menyebarkan kuesioner sebelum (pre test), pelaksanaan personal hygiene education saat menstruasi dan sesudah kegiatan (post test) sebagai bentuk evaluasi. Hasil pre test menunjukkan 6,7% orang tua kurang memahami cara melakukan personal hygiene saat menstruasi dan hasil post test menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua menjadi 86,7% tentang personal hygiene saat menstruasi. Kegiatan ini sangat didukung untuk dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kata kunci: personal hygiene education saat menstruasi; sumber informasi; pengetahuan ABSTRACTPersonal hygiene during menstruation determines the quality of life of young women in the future. Teenage girls are very susceptible to infection in the reproductive organs, especially during menstruation. This condition requires young women to get the right and correct information about personal hygiene during menstruation. Personal Hygiene Education during menstruation is an activity to provide health education on maintaining personal health, especially during menstruation. The purpose of this community service is to raise knowledge about how to clean the reproductive organs during menstruation for parents of grade 6 students at SDN 05 Marunda, Cilincing, North Jakarta. The method used in this community service activity is by distributing questionnaires before (pre-test), implementing personal hygiene education during menstruation, and after activities (post-test) as a form of evaluation. The results of the pre-test showed that 6,7% of parents did not understand how to do personal hygiene during menstruation. Meanwhile, the results of the post-test showed an increase in the knowledge of parents to 86,7% about personal hygiene during menstruation. This activity is strongly suggested to be carried out sustainably. Keywords: personal hygiene education during menstruation; source of information; knowledge

Page 52 of 272 | Total Record : 2711