cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus@staiabogor.ac.id
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
admin@staiabogor.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Dramaga KM. 7, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25811754     EISSN : 22528970     DOI : https://doi.org/10.30868
Core Subject : Education,
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam focuses on publishing articles that contain ideas, research results, and literature studies in the field of Islamic Education. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Scope are: Al Quran and Hadith-based Islamic Education, Media and Learning Resources in Islamic Education, Study of Islamic Education Figures, Islamic Religion Education Curriculum, History of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Research on Islamic Religion Education, Issues about Islamic Religion Education, Psychology of Islamic Religion Education, Management of Islamic Religion Education, Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Articles 2,616 Documents
Pendidikan Islam pada Pesantren Pertanian untuk Membangun Ekosofi (Ekologi Filosofi) Bagi Penyelamatan Lingkungan Rini, Darlina Kartika; Adiwibowo, Soeryo; Alikodra, Hadi Sukadi; Hariyadi, Hariyadi; Asnawi, Yudha Heryawan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2779

Abstract

Degradasi lingkungan  sangat mengkhawatirkan, peran seluruh pihak diperlukan dalam menjaga kelestarian lingkungan.Pesantren menghasilkan generasi muda agen perubahan sebagai penggerak proses perubahan sosial di masyarakat, menuju masyarakat  sejahtera yang peduli terhadap penyelamatan lingkungan. Pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang Islami, untuk memelihara, mengajar,  menjaga anak didik supaya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dan menjadikannya sebagai pandangan hidup, menjadi insan berilmu, berakhlak mulia, dan peduli penyelamatan lingkungan. Penanaman nilai-nilai kearifan lokal sangat penting dan diperlukan  untuk membangun filosofi lingkungan (ekologi filosofi: ekosofi) melalui pendidikan Islam dalam bentuk fikih lingkungan untuk pemeliharaan lingkungan berkelanjutan bagi generasi mendatang sebagai amal soleh bagi alam semesta dan seluruh isinya. Penelitian  bertujuan menganalisis penerapan pendidikan Islam dalam membangun ekosofi santri dan menemukan rekomendasi pembelajaran pendidikan Islam berbasis ekosofi. Metode yang digunakan yaitu analisis konstruktivistik dan Analytical Hierarchy Proses (AHP). Berdasarkan analisis  konstruktivistik, penerapan ekosofi untuk menanamkan filosofi lingkungan pada santri di pesantren  dilakukan melalui  pendidikan Islam dalam fikih lingkungan. Berdasarkan AHP diperoleh alternatif prioritas program penerapan ekosofi melalui pendidikan Islam di pesantren dengan nilai bobot tertinggi dibanding program lainnya yang dirumuskan, yaitu praktek budidaya pertanian di lahan bagi santri, penanaman nilai kearifan lokal,  dan membangun karakter dan filosofi lingkungan. Kata kunci: pendidikan Islam, agen perubahan, ekosofi.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis E-Learning di Madrasah Aliah Negeri Kota Bogor Bahruddin, AH; Mujiono, Mujiono; R, M. Dahlan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2785

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyiapan pembelajaran PAI berbasis E-learning, upaya meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PAI berbasis E-learning. Penelitian dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 1 dan 2 Kota Bogor, sejak Januari sampai April 2022. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa, sampel ditentukan dengan non probibilitas, pengambilan datanya dengan wawancara yang mendalam dan divalidasi dengan Peer debriefing kemudian dianalisis dengan analisis deskriftip. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyiapan E-learning telah dilakukan oleh guru sejak awal sebelum mulai pembelajaran dilaksanakan, upaya peningkatan pemahaman materi PAI dan menumbuhkan motivasi dilakukan oleh guru dan siswa secara bersama-sama.
KONSTRUKSI PENDIDIKAN PESANTREN BERBASIS TASAWUF-ECOSPIRITUALISM Husna Nashihin; Noor Aziz; Ida Zahara Adibah; Neni Triana; Qiyadah Robbaniyah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2794

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pondok pesantren untuk ikut berperan serta dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup yang kian melejit melalui model pesantren berbasis tasawuf-ecospiritualism. Penelitian pustaka ini menggunakan pendekatan filsafat pendidikan Islam, Islam interdisipliner, dan ilmu pendidikan Islam dengan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan majalah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa landasan filosofis pendidikan pesantren berbasis tasawuf-ecospiritualism yaitu guna mewujudkan Islam yang progresif terhadap isu yang berkembang di masyarakat. Pendidikan pesantren berbasis tasawuf mengembangkan nilai muraqabah (mawas diri), mahabbah (cinta) kepada Allah Swt, khauf (takut) kepada Allah Swt, raja’ (berharap) kepada Allah Swt, ‘uns (dekat) kepada Allah Swt, dan yakin. Pendidikan pesantren berbasis ecospiritualism dikembangkan melalui kegiatan khalifah (mengelola), taskhir (memanfaatkan), amanah (menjaga), dan ‘abd (merawat) alam yang bermuara pada rasa syukur kepada Allah Swt. Desain pendidikan pesantren berbasis tasawuf-ecospiritualism memiliki kegunaan, tujuan, dan indikator keberhasilan yang jelas, sehingga layak diimplementasikan. Ada empat manfaat pendidikan pesantren berbasis tasawuf-ecospiritualism, yaitu alternatif solusi terkait isu lingkungan, menurunkan angka kerusakan lingkungan, peran serta pesantren dalam  pembangunan nasional, serta membantu pemerintah dalam mengatasi isu lingkungan melalui jalur pendidikan pesantren.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH PADA ERA SOCIETY 5.0 Rhindra Puspitasari; Dasim Budimansyah; Sapriya Sapriya; Rahmat Rahmat
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2796

Abstract

Penelitian ini tergolong penelitian pustaka library research. Ada empat alasan yang melatarbelakangi penelitian tentang konstruksi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah pada era distrubsi ini urgen untuk dilakukan, pertama, seharusnya pendidikan karakter yang berlangsung saat ini mampu menurunkan kasus dekandensi moral anak bangsa, namun kenyataannya angka kasus dekandensi moral semakin meningkat. Kedua, diperlukan sebuah konstruksi pendidikan karakter yang ideal untuk bisa dijadikan sebagai model pengembangan pendidikan karakter. Ketiga, Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang cukup ideal dijadikan sebagai contoh pengembangan pendidikan karakter. Keempat, belum adanya penelitian sejenis tentang konstruksi pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah pada era distrubsi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa model pendidikan karakter di madrasah ibtidaiyah memiliki distingsi atau kekhasan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan formal sejenis lainnya. Sebagai rekomendasi, penelitian ini mendorong model pendidikan karakter di madrasah untuk senantiasa direkonstruksi secara lebih massif sehingga bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan model pendidikan karakter di lembaga lain yang sejenis.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Dalam Pendidikan Agama Islam Sa'diyah, Maemunah; Naskiyah, Naskiyah; Rosyadi, Abdu Rahmat
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2802

Abstract

Di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengunaan internet menjadi sangat mudah. Hal ini disebabkan kebutuhan terhadap akses informasi, gaya hidup, komunikasi, hiburan, dan pengetahuan yang tersedia pada berbagai sosial media. Media sosial memiliki peranan dalam pembentukan jati diri seseorang dan tingginya penggunaan sosial media dikalangan mahasiswa akan berdampak pada kesehatan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa PAI Universitas Ibn Khaldun Bogor. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian  kuantitatif dengan jenis korelasional (correlational reserch). Subjek dalam penelitian ini adalah 87 mahasiswa PAI. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampling yaitu simple random sampling. Analisis data dengan uji Korelasi Pearson Product Moment. Hasil  dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang negatif signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa PAI. Hasil koefisien korelasi menghasilkan r = -0,220 dengan taraf signifikansi p =  0,041 (< 0,05). Artinya semakin tinggi intensitas mahasiswa dalam menggunakan media sosial maka semakin rendah kesehatan mentalnya. Berlaku juga sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan media sosial maka kesehatan mental akan semakin tinggi.
Religiusitas dan Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia Halil Khusairi; Ifdil Ifdil; Perengki Susanto; Yuda Syahputra; Rima Pratiwi Fadli; M. Fahli Zatra Hadi; Suhartiwi Suhartiwi; Nilma Zola; Nikmarijal Nikmarijal
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2804

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi religius dan literasi keuangan Indonesia berdasarkan gender dan pendidikan terakhir. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 1044 responden (laki-laki = 271; perempuan = 773), individu yang menjadi sampel penelitian memiliki latarbelakang pendidikan yang beragam mulai tingkat sekolah dasar sampai dengan S3 (SD = 5, SLTP = 3, SLTA = 796, D3 = 4, Profesi = 4, S1 = 139, S2 = 77, dan S3 = 16). Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala religius (17 item) dan skala literasi keuangan (13 item). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan perangkat lunak JASP. Temuan pada penelitian menunjukkan religius responden berada pada kategori tinggi dengan nilai 55,6% dan pemahaman literasi keuangan responden berada pada kategori sangat tinggi 26%. Selain itu, kondisi religius dan literasi keuangan menunjukkan laki-laki lebih religius dan lebih memiliki pemahaman literasi keuangan dibandingkan perempuan Lebih lanjut, pendidikan terakhir mempengaruhi tingkat religius dan pemahaman literasi keuangan seseorang, terlihat dari nilai rata-rata pendidikan terakhir S3 tertinggi dibandingkan dengan pendidikan terakhir lainnya.
Manajemen Pendidikan Dasar dan Pengembangannya (Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Pengembangan Organisasi di SMP Islam Terpadu Al-Hijrah 2 Lau Dendang) Sigerar, Jailani Syahputra; Suryadi, Agus; Nasution, Khairani; Mesiono, Mesiono
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2807

Abstract

Lembaga pendidikan Islam adalah wadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan Islam yang bersamaan dengan proses pembudayaan salah satu contoh lembaga pendidikan yang ada saat ini adalah Yayasan Al Hijrah. ... Adapun secara umum teknik pengumpulan data terdapat tiga macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa model pengembangan organisasi di SMP Islam Terpadu Al-Hijrah 2 Lau Dendang sekolah yang menerapkan full day, dan menggunakan dua kurikulum sekaligus yaitu kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional dan Kurikulum Kementerian Agama, sehingga diakhir pembelajaran siswa akan mendapatkan dua ijazah sekaligus. Faktor pendukung dan penghambat pengembangan organisasi di SMP Islam Terpadu Al-Hijrah 2 Lau Dendang, faktor pendukung letak lokasi yang sangat strategis, dukungan kuat dari masyarakat sekitar lingkungan sekolah, dukungan dari orang tua siswa, guru yang profesioal di bidangnya, memiliki program unggulan seperti tahfiz, tahsin, dhuha dan program unggulan lainnya seperti renang, memanah, dan tilawah. Sedangkan faktor penghambat proses pengembangan organisasi di SMP Islam Terpadu Al-Hijrah 2 Lau Dendang ialah mengenai dengan keterbatasan lahan. Lahan yang dimiliki Yayasan Al Hijrah sangat terbatas di samping setiap tahunnya minat calon pendaftar meningkat namun tidak diterima disebabkan jumlah kuota sudah habis dan sangat terbatas. Kebijakan kepala sekolah kuotan calon siswa ditambah karena akan dibangun lokal di lahan parkiran sekolah namun tidak mengubah fungsinya sebagai tempat parkir.
Equal Protection, English Language Learners, and Desegregation (Study of Islamic Educational Leadership Management) Suryadi, Agus; Nasution, Khairani; Harahap, Muhammad Rifai; Lubis, Mhd Syahdan; Siahaan, Amiruddin; Nasution, Inom
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.2808

Abstract

The difference principle is designed to be applied in a school community setting where the previous conditions have been met. Inequality may or may not be defined in terms of race, ethnicity, gender, or socioeconomic status. For example, a student may be advantaged in one area (musical talent, for example) and disadvantaged in another (mathematical talent, for example), with little association with gender or race. This paper wants to know how the form of freedom of expression of students. The first amendment rights of students limit the freedom of students, how is the role of educational institutions in managing the freedom of students. Freedom is situationally limited in religion, law, ethics, culture and morals. The Supreme Court seeks to enforce students' First Amendment rights while knowingly admitting that students don't have the same expressive rights inside the school building gates as they do outside the gates. Legal guidelines can be ambiguous, and finding the right balance between student rights, a positive school environment, and the obligations of order and discipline can be difficult. The interaction of the system world and the lifeworld determines the school's normative environment.
TRANSFORMASI FILOSOFI PENDIDIKAN ISLAM PADA PONDOK PESANTREN DI ERA SOCIETY 5.0 Amie Primarni; Sugito Sugito; M. Daud Yahya; Nurul Fauziah; Syamsul Arifin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2812

Abstract

Penelitian ini memiliki 5 (lima) latar belakang masalah, yaitu pertama, problematika pendidikan Islam pada pondok pesantren senantiasa dinamis. Kedua, problematika pendidikan Islam pada pondok pesantren berakar dari filosofi pendidikan Islam. Ketiga, dekonstruksi dan rekonstruksi filosofi pendidikan Islam pada pondok pesantren urgen dilakukan. Keempat, transformasi filosofi pendidikan Islam pada pondok pesantren perlu dirumuskan dan dipetakan. Kelima, belum adanya penelitian yang memfokuskan pada transformasi filosofi pendidikan Islam pada pondok pesantren di Era Society 5.0. Pendidikan Islam di pondok pesantren sebagai bagian dari way of life atas segala problematika kehidupan masyarakat, harus melakukan proses transformasi filosofi pendidikan Islam, sehingga rumusan pendidikan Islam pondok pesantren dapat menjawab segala bentuk tantangan yang ada pada Era Society 5.0. Untuk itu, urgen rasanya mengkaji tentang transformasi filosofi pendidikan Islam pada pondok pesantren di Era Society 5.0. Penelitian pustaka ini menggunakan pendekatan filsafat pendidikan Islam, Islam interdisipliner, dan ilmu pendidikan Islam dengan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan majalah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam pada pondok pesantren di Era Society 5.0 harus mengacu pada terma pendidikan Islam yang secara khusus tidak hanya mengajarkan ilmu agama Islam, akan tetapi juga mencakup ilmu umum dalam rangka menjawab tantangan pendidikan Islam yang ada pada Era Society 5.0.  Filosofi pendidikan Islam pada pondok pesantren di Era Society 5.0 harus dikembalikan kepada filosofi manusia sebagai makhluk materiil dan immateriil, sehingga filosofi pendidikan Islam pada pondok pesantren harus dikembalikan pada pengembangan aspek fisik dan non fisik secara holistik dan simultan. Tipologi filosofi pendidikan Islam pada pondok pesantren di Era Society 5.0 harus meninggalkan tipologi filosofi pendidikan Islam dikotomis serta mengacu pada tipologi filosofi pendidikan Islam sistemik, sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan Islam secara komprehensif. Adapun tujuan filosofis pendidikan Islam pada pondok pesantren di Era Society 5.0 harus dikembalikan pada tujuan individual, sosial, dan profesional, sehingga mampu menghasilkan lulusan pendok pesantren yang berkarakter baik serta memiliki landasan pendidikan formal.
DESAIN PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Muslimah Muslimah; Indhra Musthofa; M. Daud Yahya; Zulkifli Musthan; Annisa Wahyuni
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2813

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 4 (empat) latar belakang masalah, yaitu, pertama, pembelajaran Akhlak masih bersifat formalistik belaka, sehingga belum bisa berkontribusi secara nyata menyelesaikan problematika yang dinamis. Kedua, perlu adanya pembelajaran Akhlak yang berbasis pada konteks kehidupan empiris di masyarakat, sehingga pembelajaran Akhlak bisa menjadi way of life. Ketiga, implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak mampu menjadikan pembelajaran lebih terkait dengan konteks empiris kehidupan masyarakat. Keempat, belum adanya penelitian terkait desain pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara komprehensif. Penelitian pustaka ini menggunakan pendekatan ilmu pendidikan Islam dengan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan majalah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara esensial mengandung arti mengkaitkan antara pembelajaran Akhlak dengan lingkungan. Ada 3 (tiga) prinsip pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu sesuai dengan kebutuhan jiwa untuk mencari makna (the psychis need to create meaning), sesuai dengan fungsi otak (the brain function), dan sesuai dengan prinsip sains modern (acting in harmony with scientific principles). Ada 6 (enam) kata kunci implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu belajar pada hakikatnya adalah real-word learning, adalah belajar dari kenyataan yang bias diamati, dipraktikan, dirasakan dan diuji coba, belajar adalah mengutamakan pengalaman nyata, bukan pengalaman yang hanya diangan-angankan saja, yang tidak bias dibuktikan secara empiris, belajar adalah berpikir tingkat tinggi, kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa, kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan kritis, dan kegiatan pembelajaran memberikan pengetahuan. Ada 7 (tujuh) karakteristik pembelajaran dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik (learning ini life setting), pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningfull learning), pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing), pembelajaran diberikan dengan kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in a group), pembelajaran menciptakan kebersamaan, kerjasama dan saling memahami satu sama lain secara mendalam (learning to know each other deeply), pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif dan mementingkan kerjasama (learning to ask, to inquiry, to work together), dan pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity). Metode pembelajaran Akhlak dalam pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) antara lain model pembelajaran dengan metode menonton film, model pembelajaran dengan metode diskusi, model pembelajaran dengan metode peer lesson, dan model pembelajaran dengan metode kisah.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 15 No. 01 (2026): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article On Progress) Vol. 14 No. 001 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Spesial Issue) Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 03 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 02 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 01 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 04 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 03 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 02 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (In Press) Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023) Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20 Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022) Vol. 10 No. 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue) Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 01 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 01 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 01 (2019) Vol. 8 No. 01 (2019) Vol 7, No 02 (2018) Vol. 7 No. 02 (2018) Vol 7, No 01 (2018) Vol. 7 No. 01 (2018) Vol 6, No 11 (2017) Vol. 6 No. 11 (2017) Vol. 6 No. 02 (2017) Vol 6, No 02 (2017) Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016 Vol 5, No 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 5 No. 09 (2016): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islam Januari 2016 Vol. 4 No. 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 08 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami JULI 2015 Vol 4, No 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol. 4 No. 07 (2015): Edukasi Islami - Jurnal Pendidikan Islami Januari 2015 Vol. 3 No. 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol 3, No 06 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2014 Vol 3, No 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol. 3 No. 05 (2014): Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam - Januari 2014 Vol 2, No 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 04 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2013 Vol. 2 No. 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013 Vol 1, No 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol. 1 No. 02 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Juli 2012 Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 Vol. 1 No. 01 (2012): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2012 More Issue