cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979272     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 530 Documents
Kemiskinan Desa dalam Perspektif Keberlanjutan: Pendekatan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) di Kabupaten Kuningan Casnan Casnan; Irman Firmansyah; Heti Triwahyuni; Ratnawati Ratnawati; Wawang Anwarudin; Ilham Ramdhani
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.81880

Abstract

Kemiskinan di desa masih menjadi persoalan struktural di Kabupaten Kuningan, meskipun berbagai program pengentasan kemiskinan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Permasalahan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh dimensi sosial, lingkungan, dan kelembagaan yang saling berinteraksi secara sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status kemiskinan di tiga desa di Kabupaten Kuningan menggunakan pendekatan MSA, menilai kontribusi masing-masing aspek (ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan) terhadap keberhasilan pengentasan kemiskinan di tingkat desa, serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis bukti empiris yang relevan dengan strategi pembangunan desa berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan data sekunder, Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan MSA yang merupakan teknik multivariat yang dapat digunakan untuk menentukan posisi objek relatif terhadap objek lainnya. Analisis MSA dilakukan terhadap empat aspek utama, yaitu aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kemiskinan desa pada kondisi eksisting berada pada kategori yang sama, yaitu hampir miskin. Hasil skenario terhadap variabel atau faktor yang memengaruhi status kemiskinan di 3 desa bervariasi, seperti Desa Kalimanggis Wetan, nilai statusnya hampir miskin; Desa Taraju, nilai statusnya sejahtera; Desa Margamukti, nilai statusnya tidak miskin. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan memerlukan pendekatan multidimensi dan berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan desa sebagai penggerak utama pembangunan lokal.
Strategi Smart Branding untuk Meningkatkan Potensi Kunjungan Pariwisata di Pesisir Barat Daya Pangandaran Yunita Salsabila; Dias Oktri Raka Setiadi; Ivan Royfani; Noverienda Elsya Kirana; Cahyarani Adiningtyas; Wahyu Hidayat; Gilang Cahya Nusantara; Sephia Virginovaristha; Rini Rachmawati
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.79051

Abstract

Wisata bahari merupakan salah satu jenis wisata alam yang hampir dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Pangandaran yang memiliki garis pantai sepanjang ±91 km, namun saat ini pengembangan wisata bahari masih terfokus di Pantai Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi smart branding pada wilayah pesisir barat daya Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode campuran, melalui kegiatan observasi lapangan, wawancara mendalam, focus group discussions, dan studi literatur. Analisis dalam kualifikasi objek daya tarik wisata (ODTW) menggunakan pendekatan skoring terhadap pilar pariwisata terdiri dari atraksi, aksesibilitas, amenitas, ancillary services, aktivitas, dan akomodasi (6A) yang selanjutnya dilakukan analisis SWOT untuk merumuskan strategi smart branding. Hasil menunjukkan bahwa Pantai Batukaras memiliki kekuatan sebagai arena surfing spot kelas dunia dan Pantai Madasari unggul sebagai destinasi nature-adventure sehingga keduanya menjadi ODTW unggulan dengan skor 6A tertinggi dan terkualifikasi. Branding eksisting masih bersifat terbatas, sehingga diperlukan pendekatan smart branding berbasis teknologi digital, narasi lokal, dan partisipasi komunitas. Aspek penting dalam penyusunan strategi smart branding tersebut meliputi penentuan aktivitas unggulan, penentuan segmentasi wisatawan, dan penyusunan branding pemasaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan dan memperpanjang lama tinggal wisatawan dalam rangka mewujudkan Pangandaran sebagai World Class Destination.
Enhancing Urban Mobility Efficiency Through Intersection Coordination in the Context of Sustainable Urban Development Sri Sarjana; Andrean Izza Maulana
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.82082

Abstract

Intersection coordination is a strategic approach in traffic management that aims to manage signal timing in an integrated manner at several adjacent intersections to improve the smooth flow of vehicles. This study focuses on evaluating the performance of intersection coordination using Transyt software as an optimization tool. The study was conducted at two major intersections, namely the Stadion intersection and the RSUD Sayyidiman intersection in Magetan Regency, Indonesia, which are experiencing increasing traffic activity as the area grows. Before coordination, both intersections showed levels of delay, queue length, and saturation levels that indicated a decrease in mobility efficiency. Through a process of optimizing cycle times and signal phases, a green wave system was implemented between intersections to smooth the movement of vehicles within a single corridor. The results showed significant improvements in intersection performance, including reduced delays, shortened queues, and an overall increase in the level of service. This study confirms that intersection coordination not only improves the efficiency of urban mobility but also contributes to the goal of sustainable urban development by reducing the environmental impact of congestion and excessive fuel consumption. 
Strategi Adaptasi Banjir Pesisir Berbasis Narasi Lokal: Pendekatan Bottom-Up di Medan Belawan Hafiza Fikri Naipospos; Taryono Taryono; Zairion Zairion; Fery Kurniawan
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.78799

Abstract

Banjir pesisir di Kecamatan Medan Belawan semakin meningkat akibat kombinasi kenaikan muka laut, penurunan muka tanah, dan pengaruh debit sungai, sehingga menimbulkan gangguan sosial-ekonomi yang signifikan. Pendekatan adaptasi yang selama ini didominasi oleh kebijakan top-down sering kali belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi adaptasi banjir pesisir berbasis narasi lokal melalui pendekatan partisipatif bottom-up yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 di Kecamatan Medan Belawan dengan metode purposive sampling. Penyusunan strategi dilakukan melalui pengembangan skenario partisipatif menggunakan pertanyaan "Bagaimana-jika" yang dianalisis dalam kerangka Factors–Actions–Actors–Sectors (FAAS). Aktor yang terlibat terdiri atas Pemerintah Kota Medan, DPRD Kota Medan, Kecamatan Medan Belawan, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II, BMKG Medan Belawan, masyarakat, dan NGO Yagasu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang disepakati mencakup kombinasi pendekatan struktural (grey solution) dan berbasis ekosistem (green solution). Strategi utama meliputi penguatan tanggul dan rumah pompa, normalisasi sungai dan pengelolaan muara, rehabilitasi mangrove, pengendalian pemanfaatan air tanah, peningkatan kualitas permukiman, relokasi sukarela pada zona berisiko tinggi, diversifikasi mata pencaharian, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis integrasi data pasang, debit sungai, dan informasi komunitas. Keberhasilan implementasi strategi tersebut bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan penguatan tata kelola partisipatif. Pendekatan FAAS terbukti mampu menghasilkan rekomendasi adaptasi yang kontekstual, inklusif, dan relevan untuk meningkatkan ketahanan wilayah pesisir Medan Belawan hingga tahun 2050.
Analisis Tren Spasial-Temporal Area Terbangun di Kota Palu Tahun (1975-2020) Yunifar Susanto D. Madusila; Iwan Alim Saputra; Rendra Zainal Maliki
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.79177

Abstract

Perkembangan pada kawasan perkotaan mengalami peningkatan pesat terutama di negara berkembang, seperti Indonesia, yang telah mendorong perluasan dari area terbangun secara signifikan. Faktor utamanya didorong oleh peningkatan jumlah penduduk yang menyebabkan permintaan lahan terbangun meningkat, keterbatasan lahan di pusat kota memicu ekspansi ke pinggiran wilayah kota, dan mengorbankan ruang hijau dan lahan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dari dinamika perubahan area terbangun di Kota Palu berbasis spasial-temporal dari tahun 1975 sampai 2020, menghitung laju pertumbuhan, dan mengevaluasi tren pertumbuhan berbasis analisis regresi linear. Data yang digunakan berasal dari dataset GHSL: Build-up-Surface 1975-2030 (P2023A) dengan resolusi spasial 100 m. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan luas area terbangun yang konsisten dari 83,51 km2 pada tahun 1975 yang kemudian menjadi 109,73km2 pada tahun 2020, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 0,61% per tahun yang termasuk dalam kategori moderat. Pertumbuhan tertinggi pada awal periode 1985-1990 diduga berkaitan dengan program transmigrasi nasional pada era pemerintahan saat itu, dan pertumbuhan melambat pada periode 2015-2020 yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19. Model regresi menunjukkan tren pertumbuhan linear dengan koefisien 0,089 km2/tahun dan nilai R2 sebesar 0,8977, serta memproyeksikan luas area terbangun sampai tahun 2050 mencapai 128 km2. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya kebijakan tata ruang yang berkelanjutan dan adaptif untuk mengelola ekspansi perkotaan, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan fisik seperti Kota Palu, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan perkotaan.
Zoning Schools by Proximity, Radius, or Network: Spatial Method Performance and its Equity Implications in Langsa City Farah Faradiba; Zainuddin Hasan; Fahmi Aulia
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.74584

Abstract

The school zoning system used in Indonesia's New Student Admission (PPDB) is meant to equalise access to education, yet in Langsa City it is still drawn from administrative boundaries that say little about whether students can actually reach a school. This study compares three ways of delineating zones for public junior and senior high schools, judged by how well each covers residential areas: the Thiessen polygon, the buffer, and network analysis (service area). All three were built in a Geographic Information System, with a Model Builder workflow used to automate the mapping. Coverage varied markedly across methods. At the junior high level the Thiessen polygon reached the highest residential coverage at 98.21%, ahead of the service area at 79.63% and the buffer at 75.37%. At the senior high level the ranking changed: the buffer led with 88.50%, followed by the service area at 79.21% and the Thiessen polygon at 71.62%. The reversal shows that no single method is best everywhere; methods that account for the road network and travel distance describe accessibility more faithfully, while purely geometric partitions can mislead where schools are few and clustered. Automating the workflow in Model Builder made the analysis reproducible and transferable to other regions. Together the results offer a defensible, accessibility-based footing for designing fairer educational zones.
Pola Adaptif dan Placemaking sebagai Alternatif Penataan Kawasan Kumuh untuk Kota Berketahanan Dzulfajrie Rahim; Asep Yudi Permana
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.80059

Abstract

Perumahan kumuh dan permukiman kumuh merupakan suatu permasalahan yang umumnya banyak terjadi di kota-kota besar. Berdasarkan acuan peraturan dan kebijakan, penanganan kumuh dilaksanakan dengan dengan 2 (dua) pendekatan, yakni pencegahan dan peningkatan kualitas. Kawasan Karang Mumus merupakan salah satu kawasan kumuh yang ada di Kota Samarinda. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana menerapkan pola penanganan yang cukup efektif dalam menangani masalah kumuh perkotaan pada sempadan sungai dimana terdapat dua isu utama yaitu permukiman yang rawan bencana dan permukiman padat yang tidak memiliki ruang terbuka hijau sebagai ruang sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran kuantitatif dan kualitatif melalui sumber data numerik kondisi kekumuhan yang diverifikasi melalui wawancara pada narasumber terpilih. Tujuan dari penelitan ini yaitu memberikan gambaran studi kasus kawasan kumuh yang masuk dalam karakteristik squatter dan penerapan desain berbasis adaptif dan placemaking. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penataan permukiman pada kawasan kumuh di kawasan Karang Mumus Kota Samarinda dapat dilakukan melalui intervensi berbasis zonasi geografis dan karakter kawasan: (1) Segmen di bagian utara (Kelurahan Sempaja Selatan), strategi pemugaran mempertahankan rumah panggung dengan penataan kaveling yang adaptif dan penyediaan prasarana dasar secara terpadu; (2) Segmen di bagian selatan (Kelurahan Temindung Permai), strategi relokasi diterapkan untuk mengembalikan fungsi ekologis sempadan sungai dan menciptakan ruang publik yang optimal.
Pemetaan Kenyamanan Suhu Permukaan di Destinasi Pariwisata: Sebuah Strategi untuk Pariwisata Perkotaan yang Berkelanjutan Rois Dinan; MH Nateq Nouri; Fardiah Qonita Ummi Naila; Jasman Jasman; Andi Abriani
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.75909

Abstract

Isu sustainability dalam konteks pariwisata sangat penting untuk ditanamkan, khususnya pada jenis pariwisata yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan seperti urban tourism. Terdapat banyak kota di dunia ataupun di indonesia mengalami fenomena urban heat island yang salah satunya disebabkan oleh aktivitas Urban tourism. Penelitian ini berfokus pada pemetaan kenyamanan suhu udara bagi wisatawan di Kota Makassar sebagai salah satu urban tourism di Indonesia. Terdapat 2 komponen utama yang menjadi inti dalam penelitian ini, yakni kondisi suhu permukaan eksisting dan tingkat kenyamanan suhu udara bagi manusia. Untuk mengetahui kondisi suhu permukaan di Kota Makassar, digunakan analisis land surface temperature menggunakan penginderaan jarak jauh. Tingkat kenyamanan suhu bagi manusia dirumuskan dengan tinjauan 3 standar yang digunakan dalam penelitian, yakni standar nasional indonesia, WHO dan ASHRAE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu permukaan Kota Makassar relatif tinggi. Jika dikomparasikan dengan tingkat toleransi kenyamanan suhu udara manusia, terdapat beberapa Kecamatan yang masuk dalam kategori tidak nyaman bagi manusia atau wisatawan yang berkunjung. Penerapan green infrastructure menjadi pendekatan yang sesuai bagi Kota Makassar untuk mereduksi dampak urban heat island. 
Perilaku Masyarakat di Permukiman Pesisir Dalam Pengelolaan Hasil Laut dan Limbah: Aspek Sosial-Ekonomi Siti Nuurlaily Rukmana; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty; Annisa B Tribhuwaneswari; Sugito Sugito
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.81352

Abstract

Wilayah pesisir memiliki peran penting dalam sektor perikanan dan perekonomian masyarakat. Namun, pemanfaatan hasil laut yang kurang optimal serta pengelolaan limbah yang belum berkelanjutan masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat pesisir berdasarkan tingkat pendidikan dan usia, yang mencakup (1) pengolahan limbah dan sampah, (2) pemilihan alat tangkap ikan, serta (3) pengolahan hasil tangkapan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara (kepada pelaku nelayan sebanyak 28 narasumber) dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis konten dengan software NVivo 12 plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah (SMP) dan kategori usia dewasa lebih aktif dalam pengelolaan limbah dan sampah. Pada pemilihan alat tangkap ikan, sebagian besar responden berpendidikan SMP dengan kategori usia dewasa menggunakan jaring sebagai alat utamanya. Pengolahan hasil tangkapan laut diolah menjadi ikan asap, didapatkan pada masyarakat berpendidikan SMP dan usia dewasa yang memiliki partisipasi tertinggi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa perilaku masyarakat pesisir dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya perikanan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh pengalaman hidup, pengetahuan lokal, usia produktif, dan kondisi sosial ekonomi yang berkembang dalam masyarakat pesisir
Kesiapan Ekonomi Cerdas Desa Mandiri dalam Mendukung Implementasi Desa Cerdas di Kabupaten Sanggau Nana Novita Pratiwi; Iwan Rudiarto; Wiwandari Handayani; Charmyllia Charmyllia
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.78738

Abstract

Pembangunan desa di Indonesia mengalami pergeseran paradigma menuju pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi melalui konsep Desa Cerdas. Salah satu dimensi penting dalam mendukung implementasi Desa Cerdas adalah Ekonomi Cerdas yang berperan dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesiapan Ekonomi Cerdas pada desa mandiri di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung implementasi Desa Cerdas. Metode penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan kombinasi analisis deskriptif kualitatif dan analisis skoring. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari 18 desa mandiri yang tersebar di enam kecamatan. Variabel yang dianalisis meliputi fleksibilitas pasar tenaga kerja, keberadaan merek lokal, pangsa pasar produk, strategi pemasaran, produktivitas ekonomi masyarakat, serta jiwa kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesiapan Ekonomi Cerdas pada desa mandiri di Kabuapten Sanggau berada pada kategori sedang hingga tinggi. Desa Menyabo memperoleh skor tertinggi (4,00) dengan kategori sangat tinggi, sedangkan Desa Pana, Sungai Batu, dan Binjai berada paka kategori rendah. Mayoritas desa berada pada kategori tinggi dan sedang, yang menunjukan bahwa fondasi Ekonomi Cerdas telah terbentuk, meskipun masih terdapat kesenjangan antar desa. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan merek lokal, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran menjadi aspek penting untuk meningkatkan kesiapan Ekonomi Cerdas dan mendukung implementasi Desa Cerdas yang inklusif dan berkelanjutan

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026 Vol 22, No 1 (2026): JPWK Volume 22 No. 1 March 2026 Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025 Vol 21, No 3 (2025): JPWK Volume 21 No. 3 September 2025 Vol 21, No 2 (2025): JPWK Volume 21 No. 2 June 2025 Vol 21, No 1 (2025): JPWK Volume 21 No. 1 March 2025 Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024 Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024 Vol 20, No 2 (2024): JPWK Volume 20 No. 2 June 2024 Vol 20, No 1 (2024): JPWK Volume 20 No. 1 March 2024 Vol 19, No 4 (2023): JPWK Volume 19 No. 4 December 2023 Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023 Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023 Vol 19, No 1 (2023): JPWK Volume 19 No. 1 March 2023 Vol 18, No 4 (2022): JPWK Volume 18 No. 4 December 2022 Vol 18, No 3 (2022): JPWK Volume 18 No. 3 September 2022 (in progress) Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022 Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022 Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021 Vol 17, No 3 (2021): JPWK Volume 17 No. 3 September 2021 Vol 17, No 2 (2021): JPWK Volume 17 No. 2 June 2021 Vol 17, No 1 (2021): JPWK Volume 17 No. 1 March 2021 Vol 16, No 4 (2020): JPWK Vol. 16 No. 4 December 2020 Vol 16, No 3 (2020): JPWK Vol 16. No. 3 September 2020 Vol 16, No 2 (2020): JPWK Vol 16. No. 2 June 2020 Vol 16, No 1 (2020): JPWK Vol 16. No. 1 March 2020 Vol 15, No 4 (2019): JPWK Vol. 15 No. 4 Desember 2019 Vol 15, No 3 (2019): JPWK Vol. 15 No. 3 September 2019 Vol 15, No 2 (2019): JPWK Vol 15 No 2 June 2019 Vol 15, No 1 (2019): JPWK Vol 15 No 1 March 2019 Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018 Vol 14, No 3 (2018): JPWK Vol 14 No 3 September 2018 Vol 14, No 2 (2018): JPWK Vol 14 No 2 June 2018 Vol 14, No 1 (2018): JPWK Vol 14 No 1 March 2018 Vol 13, No 4 (2017): JPWK Vol 13 No 4 December 2017 Vol 13, No 3 (2017): JPWK Vol 13 No 3 September 2017 Vol 13, No 2 (2017): JPWK Vol 13 No 2 June 2017 Vol 13, No 1 (2017): JPWK Vol 13 No 1 March 2017 Vol 12, No 4 (2016): JPWK Vol 12 No 4 December 2016 Vol 12, No 3 (2016): JPWK Vol 12 No 3 September 2016 Vol 12, No 2 (2016): JPWK Vol 12 No 2 June 2016 Vol 12, No 1 (2016): JPWK Vol 12 No 1 March 2016 Vol 11, No 4 (2015): JPWK Vol 11 No 4 December 2015 Vol 11, No 3 (2015): JPWK Vol 11 No 3 September 2015 Vol 11, No 2 (2015): JPWK Vol 11 No 2 June 2015 Vol 11, No 1 (2015): JPWK Vol 11 No 1 March 2015 Vol 10, No 4 (2014): JPWK Vol 10 No 4 December 2014 Vol 10, No 3 (2014): JPWK Vol 10 No 3 September 2014 Vol 10, No 2 (2014): JPWK Vol 10 No 2 June 2014 Vol 10, No 1 (2014): JPWK Vol 10 No 1 March 2014 Vol 9, No 4 (2013): JPWK Vol 9 No 4 December 2013 Vol 9, No 3 (2013): JPWK Vol 9 No 3 September 2013 Vol 9, No 2 (2013): JPWK Vol 9 No 2 June 2013 Vol 9, No 1 (2013): JPWK Vol 9 No 1 March 2013 Vol 8, No 4 (2012): JPWK Vol 8 No 4 December 2012 Vol 8, No 3 (2012): JPWK Vol 8 No 3 September 2012 Vol 8, No 2 (2012): JPWK Vol 8 No 2 June 2012 Vol 8, No 1 (2012): JPWK Vol 8 No 1 March 2012 More Issue