cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 343 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN SILASE RUMPUT KUME (Shorgum plumosum var. timorense) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN LEVEL BERBEDA TERHADAP FERMENTASI RUMEN SECARA IN-VITRO Maria Nita; Markus Miten Kleden; Luh Sri Enawati
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.23621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fermentasi rumen In vitro silase campuran rumput kume  dan daun kelor dengan level berbeda.  Parameter yang dikur meliputi pH, Volatile Fatty Acid (VFA), dan ammonia (NH?). Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dimaksud adalah P0: 100% umput kurme; P1: 75% rumput kume + 25% daun kelor; P2: 50% rumput kume + 50% daun kelor; P3: 25% rumput kume + 75% daun kelor.  Analisis data dilakukan dengan ANOVA, dilanjutkan uji LSD menggunakan SPSS Seri 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH berturut-turut adalah P0:7,167; P1:7,167; P2:7,267; dan P3:7,367. Konsentrasi VFA masing-masing adalah P0:57,597; P1:68,198; P2:82,050; dan P3:99,849, sedangkan konsentrasi NH? berturut-turut adalah P0:2,946; P1:5,089; P2:7,762; dan P3:8,904. Hasil analisis statistik menunjukkan penggunaan daun kelor yang semakin tinggi mempengaruhi konsentrasi VFA dan NH3 namun tidak mempengaruhi  pH rumen. Dapat disimpulkan bahwa  konsentrasi VFA dan NH? sangat tergantung pada level daun kelor sedangkan nilai pH cairan rumen tidak tergantung pada level daun kelor dengan level daun kelor terbaik adalah 75%
PENERAPAN GOOD DAIRY FARMING PRACTICES (GDFP) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS SUSU DI REMBANGAN DAIRY FARM Septian Pawulan Catur Lestari; Ahmad Humaidi Kamil; Ani Sulistyawati Ramli; Iis Nur Asyiah; Imam Mudakir
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.24264

Abstract

The implementation of Good Dairy Farming Practices (GDFP) is an important component in ensuring the quality and safety of fresh milk produced by dairy farms. This study aims to analyze the implementation of GDFP at Rembangan Dairy Farm Jember and evaluate its impact on the quality of milk produced. The research method used a quantitative descriptive approach through field observations, structured interviews, and laboratory analysis of milk quality parameters, including total plate count (TPC), fat, protein, solids-not-fat (SNF), pH, and hygiene levels during the milking process. The results showed that most GDFP indicators have been implemented well, especially in aspects of animal health management, barn sanitation, and milking procedures. Consistent implementation of GDFP contributed to the achievement of milk quality with TPC values within the national standard limits, and fat, protein, and SNF levels that meet SNI 3141.1: 2011. However, improvements are still needed in aspects of feed management and cow stress control to optimize productivity and milk quality stability. Overall, the implementation of GDFP at Rembangan Dairy Farm has had a positive impact on milk quality and can serve as a model for implementing sustainable dairy farming practices.
PENGARUH SUBSTITUSI RUMPUT STAR GRASS (Cynodon plectostachyus) DENGAN MARKISA HUTAN (Passiflora foetida) DALAM SILASE TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN KARBOHIDRAT,VFA RUMEN SERTA GLUKOSA DARAH PADA TERNAK KAMBING KACANG JANTAN Calvin Juliardo Marcus; Jalaludin Jalaludin; Imanuel Benu; Daud Amalo
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.21832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi substitusi rumput Star Grass (Cynodon plectostachyus) dengan markisa hutan (Passiflora foetida) dalam silase terhadap konsumsi dan kecernaan karbohidrat, konsentrasi VFA rumen, serta kadar glukosa darah pada kambing Kacang jantan. Penelitian menggunakan tiga ekor kambing Kacang jantan berumur 6–8 bulan dengan bobot badan awal 12,5–13,5 kg, yang ditata berdasarkan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 3×3. Perlakuan terdiri atas MH80 (20% Star Grass + 80% markisa hutan), MH90 (10% Star Grass + 90% markisa hutan), dan MH100 (100% markisa hutan). Pakan diberikan dalam bentuk silase dan konsentrat, sedangkan parameter yang diamati meliputi konsumsi dan kecernaan karbohidrat, konsentrasi VFA rumen, dan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi markisa hutan hingga 100% tidak mengubah konsumsi dan kecernaan karbohidrat, konsentrasi VFA rumen, maupun kadar glukosa darah. Dengan demikian, markisa hutan dapat digunakan sebagai bahan hijauan dalam silase tanpa menurunkan efisiensi pemanfaatan pakan dan fungsi metabolisme pada kambing Kacang jantan.
PENGARUH SUBSTITUSI SEBAGIAN RANSUM KOMERSIL DENGAN TEPUNG DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DALAM RANSUM BROILER TERHADAP INTAKE ENERGI, INTAKE PROTEIN DAN RASIO EFISIENSI PROTEIN Teguh Purwanto; Doharni Pane; Nursanti Laia
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.23735

Abstract

Penggunaan daun pepaya dengan tujuan untuk meningatkan performa unggas secara umum sangat memungkinkan. Hal ini disebabkan karena adanya enzim papain yang berfungsi meningkatkan nafsu makan dengan adanya polifenol yang membrikan cita rasa khas. Enzim papain juga membantu proses penyerapan nutrisi, pengaturan asam amino, mengoptimalkan kerja usus, dan mengeluarkan racun tubuh sehingga kekebalan tubuh dapat ditingkatkan dan performa ayam dapat ditingkatkan pula. Aplikasi tepung daun pepaya (TDP) dalam ransum ayam broiler sebagai penghasil daging belum banyak diketahui. Ayam broiler merupakan ayam yang telah mengalami banyak modifikasi genetik, sehingga mampu memanfaatkan pakan untuk menghasilkan daging dalam waktu yang relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun pepaya dalam ransum ayam broiler terhadap intake energi, intake protein dan rasio efisiensi protein. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dimana terdapat 5 ekor ayam setiap ulangan, sehingga ayam yang digunakan sebanyak 100 ekor. Perlakuan penelitian ini adalah tingkat penggunaan TDP dalam ransum yang terdiri dari : tanpa penambahan TDP(kontrol, P0), penggunaan TDP sebanyak 4% (P1), 8% (P2), dan 12% (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TDP ke dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap intake energi, intake protein dan rasio efisiensi protein.
PENGARUH PEMBERIAN AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantiifiolia) PADA DUA JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER Faldi Alberto Teuf; Agustinus Konda Malik Konda Malik; Simon Edison Mulik
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.24402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian air perasan jeruk nipis pada dua jenis pakan yang berbeda terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 120 ekor ayam broiler umur sehari strain CP 707. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 4. Faktor pertama adalah jenis pakan (J) yang terdiri atas dua jenis pakan, yaitu komersial (J1=CP11,12, J2 =BR1,2). Faktor kedua adalah level pemberian air perasan jeruk nipis (P) yang terdiri atas level, (P0=0%, P1=0,5%, P2=1%, dan P3=1,5%). Terdapat delapan kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, dan setiap ulangan terdiri atas lima ekor ayam broiler. Variabel yang diteliti meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan bobot badan akhir. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan air perasan jeruk nipis pada pakan CP12 dan BR2 dengan Level 0%, 0,5%, 1%, 1,5% berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan bobot badan akhir. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan antara kedua jenis pakan dan level pemberian air perasan jeruk nipis hingga 1,5%, belum menunjukkan pengaruh secara nyata performa ayam broiler.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK MELALUI PENGGUNAAN FEED SUPPLEMENT UREA MOLASES BLOCK PADA TERNAK RUMINANSIA: REVIEW Roselin Gultom; Beatus Gregorio Randiman Lagur; Katharina Chantika Idim Nguru; Petrus Canisius Dario Tangi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.21984

Abstract

Feed plays a crucial role in the global food industry, and it is the largest and most important production component, ensuring safe, plentiful, and affordable animal-based protein. The main challenge to livestock development in developing countries is the scarcity and fluctuations in the quality and quantity of feed supplies throughout the year. The use of feed supplements, in the form of Urea Molasses Block (UMB), to provide nitrogen, minerals, and vitamins that are lacking in fibrous feed offers several benefits, including convenience, storable, and usable, as well as lower risks compared to other methods. Supplementing Urea Molasses Block creates beneficial conditions in the rumen, thereby increasing the digestibility of fibrous animal feed. Giving Urea Molasses Block (UMB) to ruminant livestock has a positive impact on dry matter intake, rumen microbes, body weight gain, milk production, and reproductive performance in ruminants..
KUALITAS SILASE RUMPUT GAJAH DENGAN PENAMBAHAN PROBIOTIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERFORMA SAPI POTONG Fitri Herayati Hasibuan; Doharni Pane; Nursanti Laia
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.23736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) dengan penambahan probiotik serta pengaruhnya terhadap performa sapi potong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu silase tanpa probiotik (P0), silase dengan probiotik 1% (P1), dan silase dengan probiotik 2% (P2). Parameter yang diamati meliputi kualitas silase (pH, sifat organoleptik, bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan asam laktat) serta performa sapi potong yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap penurunan pH dan peningkatan kadar asam laktat silase, serta memperbaiki kualitas fisik dan kimia silase. Pemberian silase berprobiotik meningkatkan konsumsi pakan dan PBBH serta menurunkan konversi pakan sapi potong secara signifikan. Perlakuan P2 memberikan hasil terbaik terhadap kualitas silase dan performa sapi potong.
PENILAIAN PETERNAK TERHADAP KINERJA PENYULUH DALAM DISEMINASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH SAPI POTONG DI DESA PADANG SAKTI KECAMATAN MUARA SATU Ahmad Syakir; Wenny Novita Sari Sari; Haryadi Haryadi; Mhd Taufik Hadi Widjaya; Mustafa Kamal
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.24691

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Padang Sakti Kota Lhokseumawe pada bulan Maret – April 2026. Tujuan penelitian ini untuk Penilaian Peternak terhadap Kinerja Penyuluh dalam Diseminasi Teknologi Pengolahan Limbah Sapi Potong di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu Populasi dalam penelitian ini adalah 30 peternak yang kesemuanya dijadikan sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan angket. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah responsivitas, responsibilitas, dan kualitas layanan. Data dianalisa secara deskriptif. Karakteristik responden berdasarkan umur peternak terbanyak berumur 40-60 tahun yaitu sebesar 60%. Berdasarkan tingkat pendidikan peternak mayoritas berpendidikan yaitu SMA sebesar 50%. Dan berdasarkan skala kepemilikan ternak yaitu 1-5 ekor yaitu sebanyak 73.33%. Hasil penelitian dapat diamati dari hasil tertinggi tiap indikator pada instrument pengukuran persepsi peternak terhadap kinerja penyuluh dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah sapi potong. Untuk responsivitas bimbingan, cukup baik sebanyak 53.33%, pembinaan cukup baik yaitu 60% dan pendampingan cukup baik sebesar 56.66%. Indikator Responsibilitas semangat cukup baik sebesar 56.66%, pemberian motivasi cukup baik sebesar 60%, dan mengajak peternak untuk melakukan pengolahan liimbah cukup baik sebanyak 60%. Dari indikator kualitas layanan kepuasan terhadap layanan penyuluh dinilai sangat baik oleh 63.33% peternak, dan kepuasan peternak terhadap komunikasi penyuluh adalah cukup baik sebesar 36.67%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pinilaian peternak terhadap kinerja penyuluh dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah sapi potong di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu sudah cukup baik. Penyuluh disarankan lebih meningkatkan materi penyuluhan dan melakukan bimbingan, motivasi, dan praktik langsung lapangan agar peternak lebih giat dalam mengembangkan teknologi pengolahan limbah.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DAN TEPUNG JAHE (Zingiber officinale) DALAM RANSUM TERHADAP ORGAN DALAM AYAM BROILER Carolus Gito Djuniardi Paur; N G. A Mulyantini; Jonas Frits Theedens
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.23487

Abstract

Kajian ini diarahkan untuk menelaah sejauh mana pemberian tepung daun lamtoro dan tepung jahe dalam ransum terhadap organ dalam ayam broiler mempengaruhi kondisi fisiologis bagian visceral unggas pedaging. Proses pengujian dilakukan melalui pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun atas empat skema perlakuan disertai lima kali lipat, di mana setiap unit uji yang melibatkan lima ekor ternak. Komposisi perlakuannya meliputi P0 sebagai ransum tambahan tanpa tepung daun lamtoro dan tepung jahe (kontrol), P1 dengan kombinasi 97,5% ransum basal ditambah 2% tepung daun lamtoro serta 0,5% tepung jahe, P2 yang tersusun atas 95% ransum basal, 4% tepung daun lamtoro, dan 1% tepung jahe, serta P3 yang mengandung 92,5% ransum basal dengan suplementasi 6% tepung daun lamtoro dan 1,5% tepung jahe. Parameter yang dikhususkan pada proporsi hati, jantung, ampela, serta usus halus. Statistik evaluasi menunjukkan penambahan tepung daun lamtoro dan tepung jahe dalam ransum tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan ( P 0,05) pada seluruh indikator yang dianalisis. Oleh karena itu, dapat ditarik simpulan suplementasi tepung daun lamtoro ( Leucaena leucocephala ) hingga taraf 6% serta tepung jahe ( Zingiber officinale ) senilai 1,5% di dalam ransum tidak menimbulkan konsekuensi merugikan fungsi organ dalam ayam broiler.
ESTIMASI POTENSI BIOGAS DARI LIMBAH PETERNAKAN RUMINANSIA DAN KONVERSINYA TERHADAP LPG DAN ENERGI LISTRIK DI KABUPATEN CIREBON Ahmad Nasihin
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 2 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i2.24052

Abstract

Peningkatan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk sebesar 1,2% pada tahun 2020-2023 di Kabupaten Cirebon menghadirkan sebuah tantangan baru dalam pemenuhan kebutuhan energi dan mengatasi permasalahan lingkungan. Limbah peternakan ruminansia memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi terbarukan, khususnya sebagai energi biogas. Penelitian dilakukan guna mengidentifikasi potensi biogas yang dapat dihasilkan dari limbah peternakan ruminansia di Kabupaten Cirebon dan equivalensinya terhadap LPG dan energi listrik. Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan BPS Kabupaten Cirebon dan dianalisis menggunakan metode perhitungan dengan mengacu pada parameter teknis potensi biogas. Variabel yang diteliti meliputi populasi ternak ruminansia, jumlah kotoran yang dihasilkan, potensi biogas harian, serta equivalensinya terhadap LPG dan energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 337.738 ekor ternak ruminansia mampu menghasilkan kotoran 669.919 kg/hari, dengan potensi biogas sebesar 17.355 m3/hari. Potensi tersebut setara dengan 7.983 kg LPG, yang apabila dimanfaatkan dapat menghemat Rp53,22 juta/hari untuk biaya penggunaan LPG. Apabila dimanfaatkan sebagai energi listrik, biogas tersebut dapat menghasilkan 81.569 kWh/hari energi listrik. Penelitian ini menggambarkan bahwa limbah peternakan ruminansia memiliki potensi besar untuk dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, mendukung transisi energi secara berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomis.