cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 450 Documents
Inovasi PROTEK3 Integrasi AI dan IoT dalam Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Dunia Industri Indonesia Suhartina; Muhammad Sabiq Dzakwan; Herni Johan; Siti Noorbaya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.484

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi inovasi PROTEK3 dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui integrasi AI dan IoT. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana menggabungkan AI dan IoT dapat meningkatkan keselamatan di seluruh industri. Menggunakan metode deskriptif analitis kualitatif dengan pendekatan normatif empiris, data dikumpulkan dari jurnal, dokumentasi, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dan IoT dapat mengidentifikasi bahaya secara dini, memantau kondisi secara realtime, dan memberikan peringatan dini. Aplikasi PROTEK3 yang digunakan meliputi sensor IoT untuk mendeteksi gas berbahaya dan AI untuk memprediksi kecelakaan berdasarkan data historis. Sistem ini meningkatkan respons terhadap insiden dan mengurangi waktu tindakan korektif, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Studi ini merekomendasikan adopsi AI dan IoT yang lebih luas dalam strategi K3 untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan di berbagai sektor.
Hubungan Anemia dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Puskesmas Malili Adeliana, Adeliana; Arnianti, Arnianti; Kasmayani, Kasmayani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.494

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah suatu kondisi dimana bayi memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Berat badan lahir rendah (BBLR) saat lahir merupakan salah satu faktor penentu bagaimana program kesehatan dirancang dan dilaksanakan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian neonatal. Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR antara lain Ibu dengan riwayat kehamilan anemia dazn Kekurangan Energi Kronik (KEK) . Tujuan: untuk mengetahui hubungan anemia dan kekurangan energi kronis dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Uptd Puskesmas Malili Luwu Timur Tahun 2024 . Metode: Penelitian merupakan penelitian kuantitatif  dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini semua ibu yang memiliki bayi di Uptd Puskesmas Malili Luwu Timur yaitu sebanyak 40 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat, uji bivariat yang digunakan adalah uji chi-square menggunakan laptop dengan program Microsoft Excel dan program statistik (SPSS). Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR di UPTD Puskesmas Malili Luwu Timur tahun 2024. Dengan nilai p = 0,112 > α = 0,05 dengan uji Chi Square. Dan tidak terdapat hubungan antara Kekurangan Energi Kronik (KEK) dengan kejadian BBLR di UPTD Puskesmas Malili Luwu Timur tahun 2024. Dengan nilai p = 1,345 > α = 0,05 dengan uji Chi Square
Hubungan Asupan Kalsium Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Karangmojo II Gunungkidul Zakiyah Fatiah Al Ulya Marwah; Dittasari Putriana; Ibtidau Niamilah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.495

Abstract

Stunting adalah kondisi tergangguannya pertumbuhan yang ditandai dengan panjang badan atau tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan anak seusianya. Di Kabupaten Gunungkidul, prevalensi stunting sebesar 22,2%, sedangkan prevalensi stunting di Puskesmas Karangmojo II sebesar 24,23%. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kejadian stunting adalah asupan zat gizi mikro seperti kalsium. Kekurangan kalsium dapat menghambat proses mineralisasi matriks tulang yang baru terbentuk dan menggangu fungsi osteoblast pembentukan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis hubungan antara asupan kalsium dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Karangmojo II Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan analitik cross-sectional. Sampel terdiri atas 80 balita usia 24–59 bulan, yang diperoleh melalui teknik quota sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data asupan kalsium diperoleh dengan menggunakan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan data kejadian stunting diperoleh dari pengukuran antropometri (tinggi badan) dengan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U). Uji hubungan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Correlation dengan p-value <0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai median asupan kalsium adalah 732,4 mg/hari yang dikategorikan sebagai cukup. Nilai median kejadian stunting -1,35 yang dikategorikan normal dan persentase stunting 28,75%. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dan stunting (p=0,0174).
Hubungan Literasi Label Makanan Kemasan Dengan Food Skill Pasien Diabetes Mellitus Di Sleman Haeriah, Haeriah; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Silvi Lailatul Mahfida; Salma Nabilah A’zhar Puspita; Aida Naabighotul Ummah; Galuh Nurwidyasari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.508

Abstract

Latar Belakang: Literasi label makanan kemasan merupakan kemampuan penting bagi pasien diabetes mellitus dalam memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana keterkaitan antara literasi label makanan kemasan dengan keterampilan pengelolaan makanan (food skill) pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 pasien diabetes mellitus berusia 21–60 tahun yang menjalani rawat jalan di beberapa puskesmas dan rumah sakit di Sleman. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner literasi label makanan kemasan dan food skill yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden memiliki literasi label makanan kemasan yang baik (79%), namun sebagian besar memiliki food skill yang kurang (21%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus (p = 0,003). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Peningkatan literasi label makanan kemasan perlu diikuti dengan pelatihan food skill agar pasien mampu mengelola makanan dengan baik sesuai kebutuhan gizi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. I Umur 30 Tahun Dengan HBsAg Reaktif Di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2024 Rita Sumiati Ningsih; Endang Susilowati; Kuhnelis
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.516

Abstract

Latar  Belakang: Kehamilan hasil laboratorium HBsAg adalah infeksi hepatitis B (HBV) pada ibu hamil telah terjadi perhatian dunia karna penularan yang sering terjadi di seluruh dunia terutama pada daerah edemis. Angka kasus yang begitu tinggi juga terjadi di Kabupaten Brebes. Tujuan : Untuk memberikan pelayanan Asuhan Kebidanan komprehensif dimulai dari kehamilan sampai dengan penggunaan kontrasepsi mulai pendekatan manajemen kebidanan menurut Vrnay dan Soap. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskeripsi kualitatif dengan pendekatan setudi kasus.  Hasil : Berdasarkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. I dengan hasil Laboratorium HBsAg Reaktif, pada Terimester III kunjungan 1,2,3 ditemukan masalah pada kunjungan ke 1,2 dan 3 di mana adanya HBsAg Reaktif, Ny. I bersalin dengan persalinan section caesarea atas indikasi KPD, Fetal Hipoksia. Pada Asuhan Bayi Bayi Lahir kunjungan 1,2,3 tidak ada masalah sama sekali pada Asuhan Nifas dari 6 jam post partum hingga 42 hari tidak ada masalah  sama sekali. Kesimpulan :  Asuhan yang diberikan oleh bidan secara tepat pada masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan keluarga berncanan sangan penting bagi kesehatan ibu dan bayi. Sehingga deteksi Hasil Laboratorum HBsAg Reaktif yang dapat terjadi komplikasi yang mungkin terjadi.
Analisis Status Imunisasi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Paramasan Sanah; Nita Hestiyana; Laurensia Yunita; Susanti Suharti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.445

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator yang menunjukkan buruknya status gizi generasi penerus bangsa di masa depan. Program imunisasi merupakan salah satu implementasi penurunan stunting namun capaiannya masih belum optimal. Status imunisasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan anak mengalami infeksi berulang sehingga energi dari asupan nutrisi terfokus untuk penyembuhan dan pertumbuhan anak menjadi terhambat. Tujuan: Menganalisis hubungan status imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paramasan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 30 balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Paramasan dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji korelasi fisher’s exact. Hasil: Sebagian besar responden memiliki status imunisasi tidak lengkap dengan jumlah 22 anak (73,3%), dan tergolong stunting dengan jumlah 15 dari 30 anak (50%). Analisa uji hipotesis secara bivariate menunjukkan nilai p = 0,035. Simpulan: Ada hubungan hubungan status imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paramasan.
Pengaruh Potensi Bahan Pangan Lokal Sirup Buah Pedada (Sonneratia Caseolaris) Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 7 Tarakan Erliana Kelen; Tanti Tri Lestary; Nur Indah Noviyanti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.462

Abstract

Anemia banyak terjadi pada masyarakat, terutama pada remaja putri. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri secara langsung salah satunya yaitu asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Maka dibutuhkan makanan tambahan seperti buah dan sayur yang mengandung vitamin A, C dan B yang dapat membantu penyerapan tablet Fe yang di konsumsi. Dalam penelitian kali ini menggunakan buah lokal yaitu sirup buah pedada dengan tablet Fe. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi eksperimen) dengan pretest – posttest with control group design. Hasil penelitian pada dua kelompok setelah di berikan intervensi sama-sama mengalami peningkatan, namun peningkatan yang sangat signifikan terjadi pada kelompok eksperimen. Diperoleh hasil rata-rata (mean) setelah diberikan perlakuan intervensi sirup buah pedada dan tablet Fe meningkat dengan rata rata 3.450 dengan nilai uji statistik didapatkan P value 0.000. Pada kelompok kontrol diberikan perlakuan intervensi pemberian tablet Fe selama 1 minggu juga mengalami kenaikan hemoglobin yaitu 0.238. Dengan nilai uji statistic P value 0.00
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang PCOS Pada Siswi Di SMK Karsa Mulya Palangka Raya Anjela Bajenta Putri; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Wenna Araya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.475

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) adalah gangguan hormonal yang sering terjadi pada wanita usia reproduktif, termasuk remaja putri. PCOS dapat menyebabkan gangguan menstruasi, jerawat, serta risiko komplikasi metabolik. Namun, masih banyak remaja yang tidak menyadari gejala PCOS dan menganggapnya sebagai kondisi normal. Survei pendahuluan di SMK Karsa Mulya Palangka Raya menunjukkan bahwa seluruh siswi belum pernah mendengar istilah PCOS meskipun sebagian mengalami gejalanya. Rendahnya pengetahuan ini menjadi masalah yang dapat menghambat upaya deteksi dan pencegahan sejak dini. Tujuan: Penelitian adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang PCOS pada siswi di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi- experimental dengan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 64 siswi yang dibagi dua kelompok. Kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing terdiri dari 32 orang. Pendidikan kesehatan diberikan kepada kelompok eksperimen menggunakan media PowerPoint dan leaflet. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan pendidikan kesehatan (p = 0,000), kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p=0,069). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah intervensi diberikan (p = 0,000). Penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswi tentang PCOS. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi tentang PCOS. Intervensi ini dapat menjadi strategi edukatif yang dapat diterapkan di sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan  pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi, khususnya pencegahan PCOS.
Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dan Dampak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya Inae Paramida; Hermanto; Ferry Ronaldo
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.476

Abstract

Latar Belakang : Orang tua merupakan faktor utama seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap. Imunisasi pada bayi dapat memberikan efek samping. Efek samping tersebut menyebabkan orang tua cemas dan tidak mengetahui kondisi bayi. Hal ini menjelaskan bahwa orang tua belum memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang imunisasi. Terkait masalah tersebut digunakan media audiovisual dengan tampilan yang menarik dan mudah dipahami. Fenomena di Puskesmas Pahandut Palangka Raya banyak bayi yang tidak lengkap imunisasi karena orang tua khawatir dan takut tentang efek samping yang muncul, sehingga imunisasi pada bayi tidak lengkap, serta masih ada ibu yang tidak mengetahui tentang imunisasi dan dampaknya. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Edukasi Kesehatan melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi dan Dampak Pada Bayi 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian pre experimental dengan pendekatan one-group pre test – post tes design. Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan jumlah 65 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yaitu Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu sebelum diberikan intervensi media audiovisual dari 65 responden dalam kategori, 5 responden (8%) pengetahuan kurang, 9 responden (14%) pengetahuan cukup, dan 51 responden (78%) dengan pengetahuan baik. Sesudah diberikan intervensi media audiovisual terdapat 1 responden (1,5%) pengetahuan kurang, 1 responden (1,5%) pengetahuan cukup, dan 63 responden (97%) dengan pengetahuan baik. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon yaitu didapat p value = 0,000 atau tingkat signifikasi p < 0,05, maka H1 diterima. Kesimpulan : Ada Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi dan Dampak Pada Bayi 0-12 Bulan Di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya.
Pengaruh Pemberian Kompres Air Hangat Menggunakan Warm Water Zack (WWZ) Terhadap Skala Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Asrama Beata Maria Helena Stollenwerk Palangka Raya Anggita Eklessya Ragam; Maria Adelheid Ensia; Suryagustina
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.479

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu gangguan ginekologi yang umum terjadi pada remaja putri, ditandai dengan kram, nyeri, dan ketidaknyamanan di bagian perut bawah yang dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah menstruasi. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga berdampak negatif terhadap aktivitas harian, konsentrasi belajar, dan kualitas hidup remaja secara keseluruhan. Oleh karena itu, penanganan dismenore perlu mendapat perhatian khusus. Salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif dan aman dalam mengurangi nyeri dismenore adalah pemberian kompres air hangat. Warm Water Zack (WWZ) merupakan media kompres modern yang dirancang untuk memberikan efek panas secara praktis, nyaman, dan aman bagi penggunanya, sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengurangi nyeri haid tanpa efek samping obat-obatan. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres air hangat menggunakan WWZ terhadap skala nyeri dismenore pada remaja putri di Asrama Beata Maria Helena Stollenwerk Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja putri yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala nyeri numerik (NRS), yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (≤ 0,05), yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya, terdapat pengaruh signifikan pemberian kompres air hangat menggunakan WWZ terhadap skala nyeri dismenore. Kesimpulan: Kompres air hangat menggunakan WWZ efektif mengurangi nyeri dismenore, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang sederhana dan aman.