JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,490 Documents
Karakteristik Penderita Ileus Obstruksi
Tebi, Tebi;
Gani, Azis Beru;
Ginayah, Mir’atul;
Widjoyo, Widjoyo;
Juhamran, Muh. Rasyidi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14032
Ileus Obstruksi adalah keadaan darurat bedah umum karena penyumbatan mekanis usus. Ileus Obstruksi dapat disebabkan oleh banyak proses patologis, tetapi penyebab utama di negara maju adalah adhesi intra-abdominal. Faktor-faktor yang menentukan morbiditas meliputi usia pasien, komorbiditas, dan keterlambatan dalam perawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik penderita ileus obsturktif. Jenis penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka. Studi literature review merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan data atau sumber yang berhubungan dengan suatu topic tertentu. Data atau sumber tersebut berasal dari jurnal, buku, dan pustaka lain. Berdasarkan hasil pencarian literature review menunjukkan bahwa Karakteristik penderita ileus obstruksi berdasarkan usia ialah kisaran usia 30-60 tahun, sedangkan berdasarkan jenis kelamin didapatkan laki-laki, sedangkan berdasarkan letak obstruksi lebih banyak terjadi di letak tinggi (usus halus), sedangkan berdasarkan pemeriksaan penunjang didapatkan foto polos abdomen, dan berdasarkan tatalaksana didapatkan bawah tatalaksana operatif merupakan pilihan yang paling banyak dilakukan pada pasien ileus obstruksi.
Literatur Review : Hubungan Jenis Kecelakaan dengan Tipe Fraktur pada Kasus Fraktur Terbuka dan Fraktur Tertutup Ekstremitas Atas dan Bawah
Shafira, Annisa Putri;
Dhedie, Andi;
Selma, Raden
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14033
Penyakit muskuloskeletal adalah salah satu penyakit yang banyak ditemukan di hampir seluruh dunia, bahkan World Health Organization (WHO) sudah menetapkan sebagai “The Bone and Joint Decade”. Fraktur itu dapat diakibatkan oleh penyakit degeneratif misalnya pada osteoporosis, keadaan patologis, dan yang disebabkan berbagai jenis kecelakaan (traumatic fracture) seperti kecelakaan domestik atau kecelakaan rumah tangga, kecelakaan kerja, kecelakaan olahraga, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) mencatat bahwa kecelakaan lalu lintas mencapai 120.2226 kali atau 72% dalam setahun. Fraktur lebih sring terjadi pada laki-laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga, pekerjaan atau luka yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Berdasarkan latar belakang, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang fhubungan jenis kecelakaan dengan tipe fraktur pada kasus fraktur terbuka dan fraktur tertutup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan jenis kecelakaan dengan tipe fraktur pada kasus fraktur terbuka dan fraktur tertutup Ekstremitas atas dan bawah. Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan sebanyak 4 artikel yang relevan untuk digunakan dalam Narrative Review ini, 4 jurnal yang menyatakan bahwa fraktur tertutup lebih banyak dibandingkan fraktur terbuka. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara jenis kecelakaan terhadap tipe fraktur pada kasus fraktur terbuka dan fraktur tertutup ekstremitas atas dan bawah.
Hubungan Obesitas dan Diabetes Melitus dengan Gangguan Pendengaran di Poli THT-KL RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan
Misbah, Andi Rizaldi Kurniawan;
K, Rachmat Faisal Syamsu;
Mesi, Samsi;
Sulaiman, Andi Baso;
Bamahry, Aryanti R.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14035
Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih. DM ditandai dengan hiperglikemia dan intoleransi glukosa. Prevalensi menunjukkan peningkatan kejadian gangguan pendengaran pada pasien obesitas maupun diabetes melitus. Obesitas memengaruhi pendengaran melalui stres oksidatif terkait obesitas, peradangan, hipoksia, dan kematian ganglion spiral dan sel ligamen spiral. Sementara DM dapat menyebabkan gangguan pendengaran, terutama tuli sensorineural yang disebabkan karena adanya kelainan mikroangiopati terutama pada telinga bagian dalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan obesitas dan diabetes melitus dengan gangguan pendengaran di Poli THT-KL RUSD Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik, meliputi IMT, KGD, dan hasil audiometri dari 56 subjek, yang terdiri dari 28 penderita gangguan pendengaran disertai DM dan/atau obesitas sebagai kelompok kasus dan 28 penderita gangguan pendengaran dengan status gizi normal dan non-DM sebagai kelompok kontrol. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Korelasi Pearson. Hasil penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara obesitas dengan gangguan pendengaran, dimana hasil uji analisis didapatkan hasil yang tidak bermakna dengan nilai (p=0,145). Didapatkan hubungan antara DM dengan gangguan pendengaran, dimana dari hasil analisis didapatkan hasil yang bermakna dengan nilai p=0,015 (p
Gambaran Kejadian Gangguan Keseimbangan Perifer pada Pasien di Poliklinik THT di Rumah Sakit Ibnu Sina Periode Januari 2018 – Juli 2023
Ghassani, Amalia Azza;
Sanna, Andi Tenri;
Juliana, Anastasia;
Harun, Achmad;
Wartati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14036
Keseimbangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia untuk hidup mandiri. Keseimbangan memerlukan integrasi sistem visual, vestibular, dan proprioseptif. Prevalensi pusing di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama pada kelompok lanjut usia. Sekitar 80% pusing bersifat perifer. Gangguan keseimbangan jarang dikenali dan pemulihan total sulit dicapai. Hal ini berpotensi mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Untuk mengetahui prevalensi dan gambaran kejadian gangguan keseimbangan perifer pada pasien Klinik Umum THT RS Ibnu Sina Makassar periode Januari 2018 sampai dengan Juli 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan seluruh sampel. Data pasien diambil dari rekam medis RS Ibnu Sina Makassar pada Agustus 2023. Dari hasil penelusuran, 30 sampel dengan jumlah kasus terbanyak pada tahun 2019 mencapai 30%. Jenis kelamin mayoritas adalah perempuan (76,7%), dan usia mayoritas antara 56 dan 65 tahun (40%). Keluhan terkait gangguan keseimbangan perifer yang terbanyak adalah pusing (100%), dan jenis gangguan keseimbangan perifer yang terbanyak adalah BPPV (43,3%). Sebuah penelitian yang dilakukan antara tahun 2018 hingga 2023 menemukan bahwa jumlah pasien gangguan keseimbangan perifer tertinggi pada tahun 2019. Pasien dengan gangguan keseimbangan perifer sebagian besar adalah perempuan dan lanjut usia antara 56 dan 65 tahun. Keluhan terbanyak adalah pusing, dan BPPV adalah kasus paling umum yang terjadi pada gangguan jenis ini.
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Terapi pada Fraktur Terbuka dan Tertutup
Muzakky, Andi Novalika;
Dhedie, Andi;
Kidingallo, Yusuf;
Mula, Fadil;
Irsandy, Febie
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14037
Sebagian besar kualitas hidup pasien fraktur terganggu pada domain fungsi fisik dan keterbatasan fisik, sedangkan kualitas hidup ditinjau dari mental secara keseluruhan baik. Diperlukan edukasi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien pasca operasi. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui faktor keberhasilan terapi pada pasien fraktur. Puncak distribusi usia pada fraktur femur adalah pada usia dewasa (15 - 34 tahun) dan orang tua (diatas 70 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan terapi pada fraktur tertutup dan fraktur terbuka Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa lokasi pada fraktur ekstremitas bawah mempengaruhi lama penyembuhan, hubungan antara usia pasien dengan lama rawat inap dengan tingkat signifikansi sebesar 0.001 (p < 0,05), pada jenis kelamin di dapatkan (80%) pasien berjenis kelamin laki-laki, vitamin D berhubungan dengan penyembuhan fraktur dan mobilisasi dini mampu melancarkan sistem peredaran darah dan membantu system tubuh kembali normal dengan cepat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan lokasi, usia, jenis kelamin, konsumsi vitamin D dan mobilisasi merupakan faktor - faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan terapi pada fraktur tertutup dan infeksi merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan terapi pada fraktur terbuka.
Narrative Review: Karakteristik dan Prevelensi Baby Blues Syndrome
Sasmita, Irsanti;
Santy, Irma;
Abdullah, Farid;
Fujiko, Masita;
Azis, Uyuni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14038
Selama masa kehamilan, baik ibu maupun janin yang sedang berkembang dapat menghadapi berbagai risiko gangguan kesehatan. Depresi selama kehamilan dapat disebabkan beberapa faktor yaitu kerentanan individu terhadap stres, pengalaman peristiwa kehidupan yang penuh tekanan seperti kehamilan, dan riwayat depresi yang sebelumnya. Stress pasca melahirkan cenderung dialami oleh sebagian besar ibu yang baru pertama kali melahirkan. Keadaan psikologis yang berupa stress pada ibu melahirkan ini disebut dengan istilah baby blues syndrome atau postpartum blues atau yang sering disebut baby blues merupakan periode emosional stress yang terjadi pada 80% ibu setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan prevalensi baby blues syndrome. Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan sebanyak 20 artikel yang relevan untuk digunakan dalam Narrative Review ini, 20 jurnal yang menyatakan bahwa karakteristik baby blues syndrome yaitu usia, pendidikan, komplikasi persalinan, status ekonomi dan dukungan keluarga pada pasien. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik baby blues syndrome berdasarkan usia terbanyak ditemukan pada usia 20-35 tahun sebanyak 80%, berdasarkan Pendidikan terbanyak ditemukan pada Pendidikan SMA sebanyak 50%, berdasarkan komplikasi persalinan ditemukan pada tidak memiliki komplikasi persalinan sebanyak 60%, berdasarkan status ekonomi terbanyak ditemukan pada status ekonomi baik sebanyak 60%, berdasarkan dukungan keluarga ditemukan pada terdapat dukungan keluarga sebanyak 65%, dan prevelensi terjadinya baby blues syndrome adalah sebanyak 50%
Pengaruh Terapi Kinesio Taping terhadap Penurunan Nyeri Penderita Osteoarthritis
Azizah, Nur;
Sam, Dhedie Prasatia;
Kuswardhana, Helmiyadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14039
Osteoartritis (OA) merupakan penyakit yang paling banyak menyebabkan kecacatan pada orang tua. Diperkirakan mengenai 10% pria dan 18% wanita pada usia 60 tahun ke atas. OA mempunyai etiologi yang bersifat multifaktorial dan dapat dianggap sebagai produk hubungan antara sistemik dan faktor lokal. Nyeri adalah keluhan paling umum pada OA lutut yang dapat mengganggu mobilitas dan merupakan penyebab utama disabilitas. Pengobatan konservatif untuk OA terdiri dari latihan (latihan penguatan dan peregangan), terapi elektro (Ultrasound, TENS, stimulasi listrik neuromuskuler, mandi kontras, mandi pusaran air), NSAID, terapi kortikosteroid, akupuntur, manajemen berat badan, penggunaan orthosis, dan kinesio taping. Penerapan kinesio taping merupakan salah satu teknik alternatif untuk kondisi cedera pada sendi lutut yang didasarkan pada proses alami penyembuhan tubuh secara sendiri. Literatur ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh terapi kinesio taping terhadap penurunan nyeri penderita osteoarthritis. Metode Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan sebanyak 12 artikel yang relevan untuk digunakan dalam Narrative Review ini, 12 jurnal yang menyatakan bahwa terapi kinesio taping berpengaruh terhadap penurunan nyeri penderita osteoartritis. Kesimpulan dari literature ini Terdapat pengaruh terapi kinesio taping terhadap penurunan nyeri penderita osteoarthritis.
Penyelesaian Perkara Pidana Kecelakaan Lalu Lintas melalui Restorative Justice Menurut Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia
Sudiharsono, Sudiharsono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14041
Jurnal ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan mengenai penyelesaian perkara pidana kecelakaan lalu lintas melalui restorative justice menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia; Adapun rumusan masalah 1) Bagaimanakah pengaturan mengenai penyelesaian perkara pidana kecelakaan lalu lintas melalui restorative justice menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia?; 2) Bagaimanakah kebijakan hukum pidana ke depan mengenai pengaturan penyelesaian perkara pidana kecelakaan lalu lintas melalui restorative justice di Indonesia?. Dalam jpenelitian jurnal ini menunjukan bahwa: Pengaturan mengenai penyelesaian perkara pidana kecelakaan lalu lintas melalui restorative justice di Indonesia tidak diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Penyelesaian perkara pidana kecelakaan lalu lintas melalui restorative justice hanya diatur dalam sejumlah peraturan lembaga yakni Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif, Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 1691/ DJUSK/PS.00/12/2020 tentang Pedoman Penerapan Restorative Justice Di Lingkungan Peradilan Umum. Kebijakan hukum pidana ke depan mengenai pengaturan penyelesaian perkara pidana kecelakaan lalu lintas melalui restorative justice di Indonesia harus diatur secara tegas dan jelas dalam suatu undang-undang baik materil maupun formil (hukum acara) agar dapat memberikan kepastian hukum, keadilan serta kemanfaatan. Selain itu juga memberikan kekuatan hukum dan dasar hukum yang jelas bagi aparat penegak hukum dalam menerapkan restorative justice terhadap penyelesaian perkara pidana kecelakaan lalu lintas. Pembaharuan hukum tindak pidana kecelakaan lalu lintas menjadi penting untuk segera dilakukan agar paradigma restoratif justice dapat segera diintrodusir ke dalam norma-norma hukum yang baru.
Persepsi Siswa tentang Keterlaksanaan Model Problem-Based Learning dalam Pembelajaran Fisika SMA di Kota Padang
Amalia, Annisa Syukri;
Desnita, Desnita;
Festiyed, Festiyed;
Putra, Amali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14042
Keterlaksanaan model problem-based learning dalam pembelajaran fisika dapat diketahui melalui persepsi siswa selama berperan dalam kegiatan pembelajaran fisika yang berbasis model problem-based learning. Evaluasi yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran fisika berbasis model problem-based learning perlu diketahui melalui persepsi siswa. Hal ini berguna agar mengetahui bagaimana sikap dan keterampilan (soft skill) siswa berdasarkan perannya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran fisika berbasis model problem-based learning. Penelitian ini mendeskripsikan persepsi siswa tentang keterlaksanaan model problem-based learning dalam pembelajaran Fisika SMA di Kota Padang, berupa persepsi siswa pada aspek tujuan, aspek manfaat, dan aspek aktivitas belajar pada kegiatan pembelajaran fisika berbasis model problem-based learning. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 136 siswa dari tiga SMA di Kota Padang. Jenis penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Didapatkan hasil penelitian bahwa masih rendahnya persepsi aktivitas belajar siswa pada keterlaksanaan model problem-based learning dalam pembelajaran fisika. Pada persepsi siswa aspek tujuan, hampir sebagian siswa telah memiliki persepsi yang tinggi pada tujuan keterlaksanaan model problem-based learning dalam pembelajaran fisika. Pada persepsi siswa aspek manfaat, hampir sebagian besar siswa telah memiliki persepsi yang tinggi pada manfaat keterlaksanaan model problem-based learning dalam pembelajaran fisika.
Penerapan Metode Storytelling dalam Meningkatkan Karakter Religius di SKH Negeri 01 Kota Tangerang Selatan
Agustin, Eka Sonya;
Lismawati, Lismawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14044
Penelitian ini berlatarbelakang penggunaan metode storytelling untuk peserta didik tuna netra guna mengoptimalkan indera pendengaran untuk menunjang indera penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode storytelling dalam meningkatkan karakter religius di SKH Negeri 01 Kota Tangerang Selatan. Metode yang dipakai ialah metode kualitatif dengan peneltian lapang dengan Teknik, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian guru agama islam dan peserta didik tuna netra. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan metode storytelling, peserta didik tuna netra dapat mengoptimalkan indera pendengarannya untuk memunjang kebutuhan pembelajaran. Dengan metode storytelling dalam pembelajaran peserta didik tuna netra dengan mudah memahami, mengambil nilai karakter dan mengimplementasikannya dikehidupannya. Menumbuhkan rasa tolong menolong dan membentuk akhlak yang bagus, dari merenungi cerita yang diceritakan. Adapun salah satu kelebilah storytelling adalah memotivasi peserta didik. Dan salah satu kekurangannya adalah membutuhkan waktu cukup lama.