cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,490 Documents
Prevalensi Retinopati Diabetik di JEC-ORBITA Makassar pada Tahun 2022 Karisman, Karisman; K, Sri Irmandha; Malinda, Meriam; M, Ratih Natasha; Ardiyanto, Ardiyanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14022

Abstract

Kondisi hiperglikemia yang berkepanjangan pada DM dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik makrovaskular dan mikrovaskular. Diabetic Retinopathy adalah komplikasi dari penyakit diabetes yang memicu terjadinya penyumbatan pembuluh darah pada daerah retina mata, dan dapat menyebabkan kebutaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi retinopati diabetik di JEC-ORBITA Makassar Pada Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional untuk mengetahui prevalensi retinopati diabetik. Kasus Retinopati Diabetik di JEC-ORBITA Makassar pada tahun 2022 sebanyak 882 kasus (100%) dilihat dari jenis kelamin, responden yang berjenis kelamin laki-laki adalah sebanyak 354 orang (40,1%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 528 orang (59,9%). Dilihat dari usia, usia ? 30 tahun sebanyak 8 orang (0,9%), usia 31-40 tahun sebanyak 37 orang (4,2%), usia 41-50 tahun sebanyak 196 orang (22,2%), usia 51-60 tahun sebanyak 388 orang (44,0%), usia > 60 tahun sebanyak 253 orang (28,7%). Dilihat dari diagnosis, Proliferative Diabetic Retinopathy sebanyak 472 orang (53,5%), Non-Proliferative Diabetic Retinopathy sebanyak 410 orang (46,4%). Prevalensi pasien dengan jenis Proliferative Diabetic Retinopathy lebih banyak yaitu 472 (53,5%) dan Non-Proliferative Retinopathy 410 (46,5%). Prevalensi pasien retinopati diabetik terbanyak adalah dengan kelompok umur 41-50 tahun (44,0%). Prevalensi pasien retinopati diabetik terbanyak adalah dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 528 (59,9%) dari 882 pasien.
Karakteristik Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Ulkus Diabetik dan Non Ulkus Diabetik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2019-2021 Ramadani, Amalia Putri; Ekayanti, Andi Kartini; Putra, Fadil Mula
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14023

Abstract

Jumlah penderita penyakit diabetes melitus (DM) setiap tahun meningkat, diikuti peningkatan risiko terjadinya komplikasi kronik, salah satunya ialah ulkus diabetik. Salah satu faktor risiko terjadinya ulkus diabetik pada penderita DM meliputi jenis kelamin, usia, lama menderita penyakit DM dan penyakit arteri perifer. Penyakit arteri perifer dapat disebabkan oleh proses aterosklerosis. Pada pasien DM kadar profil lipid kolesterol, LDL dan trigliserida cenderung meningkat dan kadar HDL cenderung lebih rendah yang meningkatkan resiko terbentuknya plak aterosklerosis sehingga mudah terjadi ulkus kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan unutuk mengetahui karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan ulkus diabetik dan non ulkus diabetik di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2019-2021. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medik.Hasil yang didapatkan yaitu 66 sampel pasien DM dengan ulkus dan non ulkus. Usia terbanyak ulkus dan non ulkus >60 tahun, jenis kelamin terbanyak ulkus dan non ulkus adalah perempuan, lama menderita DM terbanyak ulkus dan non ulkus
Karakteristik Penderita Vertigo Perifer yang Berobat di Rumah Sakit Jala Ammari Lantamal VI Makassar Tahun 2020-2022 Ardiani, Tasya; Yudhiono, Fanny; Nikmawati, Nikmawati; Sanna, Andi Tenri; Gani, Sri Wahyuni Saraswati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14024

Abstract

Vertigo merupakan perasaan yang abnormal mengenai adanya gerakan penderita terhadap sekitarnya atau sekitarnya terhadap penderita, tiba-tiba semuanya terasa berputar atau bergerak naik turun di hadapannya. Secara global kejadian vertigo umur 18 tahun hingga 79 tahun adalah 30%, 24% diantaranya diasumsikan karena gangguan vestibuler, 64 dari 100.000 orang dengan kecenderungan terjadi pada wanita (64%). Berdasarkan latar belakang tersebut diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai karakteristik dari penderita vertigo perifer. Penelitian ini di Rumah Sakit Jala Ammari Lantamal VI Makassar tahun 2020-2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari penderita vertigo perifer yang berobat di Rumah Sakit Jala Ammari Lantamal VI Makassar tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Jala Ammari Lantamal VI Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 123 sampel yang memenuhi kriteria dan didapatkan hasil dengan usia terbanyak yaitu pada Usia 46 – 55 tahun sebanyak 37 orang (30,0%), perempuan adalah populasi terbanyak yaitu sebanyak 73 orang (59,35%), dan berdasarkan pekerjaan didapatkan hasil terbanyak pada pekerjaan tidak beresiko yaitu sebanyak 106 orang (86,18%). Kesimpulannya, penderita vertigo perifer yang berobat di Rumah Sakit Jala Ammari Lantamal VI Makassar tahun 2020-2022 terbanyak terjadi pada usia tua, perempuan, dan pada pekerjaan yang tidak beresiko.
Pengaruh Penggunaan Obat Antipsikotik Atipikal terhadap Peningkatan Berat Badan dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Ardiansyah, Handi; Azis, Uyuni; Susanto, Ham Fransiskus; Limoa, Erlyn; Wijaya, Fanny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14025

Abstract

Skizofrenia ditemukan pada 24 juta orang atau 1 dari 300 orang di seluruh dunia. Antipsikotik merupakan lini pertama untuk terapi skizofrenia, antipsikotik generasi kedua (atipikal) saat ini sering digunakan karena efek samping ekstrapiramidalnya minimal, namun dapat menyebabkan gangguan metabolik. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan obat antipsikotik atipikal terhadap peningkatan kadar glukosa darah puasa pasien skizofrenia. Penelitian ini dilaksanakan di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan selama bulan September sampai Desember 2023. Penelitian ini menggunakan metode Cohort Prospektif. Subjek penelitian sebanyak 30 pasien rawat inap yang terdiagnosis Skizofrenia berdasaarkan PPDGJ-III yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek dilakukan pemeriksaan berat badan dan glukosa darah puasa pada minggu pertama penggunaan dan setelah dua minggu penggunaan obat antipsikotik. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa setelah penggunaan obat antipsikotik atipikal ditemukan peningkatan median data berat badan setelah 2 minggu penggunaan antipsikotik atipikal sebesar 0,1 kg dengan Wilcoxon Hitung sebesar 2.027 > Wilcoxon Tabel 1.64 (sig. 0.001) dan peningkatan rata-rata kadar gula darah puasa setelah 2 minggu penggunaan sebesar 9,6 mg/dL dengan T-Hitung sebesar 3.834 > T-tabel 1.699 (sig. 0.027).Sehingga Ditemukan peningkatan berat badan dan kadar gula darah puasa pada pasien skizofrenia yang menggunakan antipsiotik atipik setelah dua minggu penggunaan
Karakteristik Penggunaan Obat Herbal pada Pasien Rawat Inap di RSP Ibnu Sina Makassar Nurdin, Abbas Zavey; Yusril, Moh.; Makmun, Armanto; Syamsu, Rachmat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14026

Abstract

WHO melaporkan bahwa pada tahun 2008, lebih dari 80% penduduk di beberapa negara Asia dan Afrika memilih pengobatan tradisional untuk menjaga kesehatannya. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik penggunaan obat herbal pada pasien rawat inap RSP Ibnu Sina Makassar. Metode penitilian ini bersifat deskriptif kuantitatif yang dilakukan di RSP Ibnu Sina Makassar. Hasil penelitian ini berjumlah 123 responden. Dengan usia pasien 41-60 tahun sebanyak 51 responden (41.5%). Responden perempuan sebanyak 79 orang (64.2%). Pekerjaan pasien sebanyak 42 responden (34.1%) sebagai ibu rumah tangga. Suku pasien sebanyak 49 responden (39.8%) suku Makassar. Pendidikan terakhir Sarjana sebanyak 44 responden (35.8%). Penyakit yang diderita sebanyak 29 responden (23.6%) penyakit tumor, Responden yang menggunakan herbal sebanyak 78 responden (63.4%). Sebanyak (21.1%) responden menggunakan jahe sebesar 69,2%, Jenis obat herbal sebesar 71.8% responden memilih bukan salah satu dari jenis obat herbal yang diketahui. Hasil penelitian tingkat kepercayaan sebesar 92.3% responden. Didapatkan kesimpulan populasi responden yang berusia 41-60 tahun, terutama perempuan, dengan latar belakang suku Makassar dan pendidikan tinggi, terdapat tingkat penerimaan dan kepercayaan yang tinggi terhadap penggunaan herbal jahe.
Angka Kejadian dan Karakteristik Baby Blues Harianti, Tri Dini; Syauki, Suheyra; Aman, Abadi; Isra, Nur; Ananda, Fadli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14027

Abstract

Baby blues merupakan perasaan hipersensitif yang wajar terjadi pada ibu setelah melahirkan, tetapi yang perlu diwaspadai, hal ini dapat bertambah serius dan bertahan lama yang biasanya disebut dengan postpartum depression. Baby blues dapat terjadi sejak hari pertama pasca persalinan atau fase taking in, cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima dan berlangsung dalam rentang waktu 14 hari atau dua minggu pasca persalinan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 (Riskesdas 2018), prevalensi depresi di Indonesia mencapai 6,1% dan tersebar di seluruh Indonesia, baik diperkotaan maupun di pedesaan. Berdasarkan jenis kelamin, ada 7,4% perempuan yang mengalami depresi dan 5,8% wanita yang berada pada usia subur (usia 10-54 tahun) mengalami depresi. Tujuan : Mengetahui angka kejadian dan karakteristik baby blues. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review atau tinjauan pustaka dengan desain Narrative Review.Hasil : Angka kejadian baby blues syndrome adalah Penelitian yang dilakukan oleh Ekadewi Dkk (2022), dari total sampel 208 ditemukan 34 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Namira Dkk(2022), dari total 50 sampel ditemukan 19 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Iceu Dkk (2019), dari 53 sampel ditemukan 13 sampel Penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati Dkk (2023), dari 40 sampel ditemukan 13 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Roza Dkk(2022), dari 50 sampel ditemukan 34 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Linco Dkk(2021) dari 93 sampel didapatkan 26 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Nova Dkk(2018) dari 30 sampel didapatkan 9 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Ilham(2018) dari 40 sampel didapatkan 20 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Putri(2017) dari 69 sampel didapatkan 44 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Lisna(2018) dari 40 sampel didapatkan 17 sampel. Penelitian yang dilakukan oleh Intan(2019) dari 90 sampel didapatkan 42 sampel.Kesimpulan : Usia yang lebih sering mengalami baby blues syndrome adalah usia 20-35 tahun,Ibu dengan pendidikan menengan (SMP/SMA) lebih sering mengalami baby blues syndrome, Ibu dengan cara persalinan section cecaria lebih sering mengalami baby blues syndrome,Ibu dengan paritas primigravida lebih sering mengalami baby blues syndrome.
Prevalensi Otitis Media Akut di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2021 Dandung, Muhamad Ilhamsyah; Sulaiman, Andi Baso; Lestari, Nur Ayu; Sujuthi, Ade Rahmy; Jafar, Muhammad Alfian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14028

Abstract

Otitis media akut (OMA) merupakan penyakit kedua tersering pada masa kanak-kanak setelah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Insidensi puncak terjadi pada anak–anak berusia 18-20 bulan. Prevalensi global tertinggi terjadi pada anak–anak berumur 1-4 tahun (60,99%) dan anak berusia < 1 tahun (45,28%). Angka kejadian OMA menurun pada orang dewasa tetapi meningkat sebesar 2,3% setelah usia 75 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prevalensi Otitis Media Akut di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian potong lintang (Cross sectional) dengan pengambilan data sekunder dalam satu waktu bersamaan. Prevalensi penderita OMA dari 115 orang berdasarkan jenis kelamin didapatkan jenis kelamin laki-laki banyak menderita OMA sebanyak 60 orang (52,2%). Berdasarkan kelompok usia, banyak terjadi pada kelompok usia 0-5 tahun sebanyak 45 orang (39,1%). Berdasarkan stadium OMA, stadium yang banyak ditemukan pada pasien yaitu stadium hiperemis sebanyak 42 orang (36,5%). Berdasarkan sisi telinga yang terlibat, OMA banyak didapatkan pada salah satu sisi telinga (unilateral) sebanyak 89 orang (77,4%). Kemudian berdasarkan respon pengobatan, banyak dari pasien yang sembuh setelah diberikan pengobatan sebanyak 87 orang (75,7%). Pada penelitian ini prevalensi penderita OMA banyak dialami oleh laki-laki, banyak terjadi pada anak-anak, dengan stadium OMA terbanyak yaitu stadium hiperemis, banyak terjadi pada salah satu sisi telinga (unilateral), dan pasien yang telah diberikan pengobatan banyak yang mengalami perbaikan.
Karakteristik Pasien Ileus Obstruktif di RSUD Haji Makassar Tahun 2021-2022 Rifai, Ayu Wira Saputri; Rasyid, Mahyudin; Melinda, Meriam; Gani, Aziz Beru; Widyaningrum, Widyaningrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14029

Abstract

Ileus adalah oklusi atau kelumpuhan usus yang menyebabkan akumulasi proksimal ke lokasi penyumbatan. Data WHO tahun 2020 penyakit traktus digestivus berada dalam 10 besar penyakit yang mengakibatkan kematian di dunia. Sekitar 60-90% kasus ileus menjadi penyebab dari akut abdomen. Ileus obstruksi membutuhkan penanganan yang segera karena merupakan suatu keadaan darurat. Faktor-faktor yang menentukan morbiditas meliputi usia pasien, komorbiditas, dan keterlambatan dalam perawatan. Data yang diperoleh, mortalitas obstruksi usus secara keseluruhan masih sekitar 5-8%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ileus obstruktif di RSUD Haji Makassar tahun 2021-2022. Penelitian ini dilakukan dengan cara deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Pada penelitian ini diperoleh 24 sampel pasien ileus osbtruksi. Usia terbanyak pada 46-55 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (67%), etiologi terbanyak adalah adhesi (54%), luas obstruksi terbanyak adalah obstruksi total (54%), letak obstruksi terbanyak adalah letak rendah (71%), pemeriksaan penunjang terbanyak adalah foto polos abdomen 3 posisi (58%), penatalaksanaan terbanyak adalah tindakan operatif (79%).
Angka Kejadian Tuberkulosis Anak dengan Imunisasi BCG di RSUD dr. La Palaloi Maros Syukur, Muhammad; Jafar, Muh. Alfian; Pancawati, Erni; Darma, Sidrah; Akib, Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14030

Abstract

Tuberkulosis (TB) ialah persoalan Kesehatan yang penting didunia. Dimana tuberkulosis pada anak terjadi di usia 0 – 14 tahun. Dinegara berkembang jumlah dari anak yang usianya kurang dari 15 tahun yakni 40 – 50% dari jumlah keseluruhan populasi umum serta ada kurang lebih 500.000 anak didunia menderita tuberkulosis tiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode berupa crosssectional yang bersifat deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling. Tujuan penelitian ini menganalisis angka dari kejadian tuberkulosis anak dengan imunisasi BCG pada RSUD dr. La Palaloi Maros pada Agustus 2022 – Juli 2023. Resultan penelitian diperoleh bahwasanya penderita TB paru anak di RSUD dr. La Palaloi Maros periode Agustus 2022 – Juli 2023 sebanyak 70 penderita TB. Sebagian besar penderita tuberkulosis pada anak berusia 6 – 18 tahun yang jenis kelaminnya laki – laki sejumlah 24 orang (34,2%) serta Perempuan sejumlah 19 orang (27,1%), dimana jenis tuberkulosis terbanyak adalah tuberkulosis paru sebanyak 31 orang (44,2%) dan tuberkulosis ekstra paru sebanyak 12 orang (17,1%) dengan riwayat imunisasi BCG sebanyak 25 orang (35,7%) dan pasien yang tidak melakukan imunisasi BCG sebanyak 18 orang (25,7%). Penderita TB paru anak banyak terjadi pada usia 6 – 18 tahun, jenis kelamin laki – laki, terdiagnosis TB paru, serta mempunyai riwayat imunisasi BCG.
Faktor Risiko Terjadinya Ulkus Diabetik di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Tahun 2020-2022 Budiman, Resita Aulia; Nasir, Pratiwi; Imran, Muh.; Putra, Fadil Mula; Rajab, Risna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14031

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah cedera pada seluruh lapisan kulit, nekrosis atau gangren yang biasanya terjadi pada telapak kaki, sebagai akibat dari neuropati perifer atau penyakit arteri perifer pada pasien diabetes mellitus (DM). Ulkus diabetikum merupakan kejadian luka yang timbul pada penderita DM akibat komplikasi mikroangiopati dan makroangiopati. Tujuan Penelitian mengetahui faktor risiko terjadinya ulkus diabetik di rumah sakit umum kota makasaar tahun 2020-2022. Metode Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Faktor risiko terjadinya ulkus diabetik didapatkan hasil uniavriat usia ? 60 tahun sebanyak 20 pasien (64,5%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 17 pasien (54,8%), status gizi obesitas sebanyak 17 pasien (54,8%), lama DM > 10 tahun sebanyak 20 pasien (64,5%), nilai HbA1c > 7 sebanyak 20 pasien (64,5%). Dan dari hasil bivariat didapatkan tidak ada pengaruh usia, jenis kelamin dan gizi terhadap terjadinya ulkus diabetik dilihat dari hasil uji Pearson Chi Square diperoleh nilai ? > ? (?=0,05) dan hasil penelitian pengaruh lama DM dan HbA1C berpengaruh terhadap terjadinya ulkus diabetik dilihat dari hasil uji Pearson Chi Square diperoleh nilai ? < ? (?=0,05).