cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 22,841 Documents
Representasi Bahasa Bugis dalam Semantis Bahasa Indonesia Pada Penutur Bugis di Tiktok Yazna, Vivia; Sujani, Elly Aulia; Apriliani, Rima Ayu; Alfitriani, Nisfi; Nurjamilah, Ai Siti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas representasi bahasa Bugis dalam semantis bahasa Indonesia yang digunakan oleh penutur Bugis di TikTok. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana makna dan struktur bahasa Bugis muncul dalam tuturan bahasa Indonesia pada platform tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk representasi semantis dan pergeseran sintaksis yang muncul dalam ujaran penutur dwibahasa. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat, menggunakan data dari dua akun TikTok yang menampilkan tuturan penutur Bugis. Hasil penelitian menunjukkan adanya interferensi berupa penggunaan penanda aspek, penanda fokus, serta pola pemaknaan yang mengikuti sistem bahasa Bugis sehingga menghasilkan tuturan yang kurang alami dalam bahasa Indonesia baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi tersebut merupakan fenomena wajar dalam masyarakat dwibahasa dan mencerminkan dinamika kontak bahasa.
Studi Kualitatif Efektivitas Penerapan Model CTL, Group Investigation, dan Quantum Learning dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Safitri, Rahma Ayu; Anggun, Anggun; Iryani, Eva
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, inovatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi diperlukan di abad ke-21. Paradigma pembelajaran saat ini beralih dari guru ke siswa. Guru bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan; mereka sekarang membantu siswa belajar secara mandiri sebagai fasilitator dan motivator. Studi ini akan menyelidiki bagaimana tiga model pembelajaran baru—Contextual Teaching and Learning (CTL), Group Investigation (GI), dan Quantum Learning—mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Studi dilakukan dengan membaca literatur terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa CTL membantu menghubungkan materi pembelajaran ke situasi dunia nyata siswa; GI meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan bekerja sama; dan Quantum Learning dapat membuat lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna. Mereka berbeda dalam pendekatan, strategi, dan fokus pengembangan, meskipun keduanya berfokus pada meningkatkan keaktifan dan makna belajar siswa.
Peran Manajemen SDM dalam Menyusun Analisis dan Rancangan Jabatan di PT Indofood Sukses Makmur TBK Stevani, Amelia; Riofita, Hendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam menyusun analisis dan rancangan jabatan di PT Indofood Sukses Makmur Tbk sebagai upaya meningkatkan efektivitas organisasi dan kinerja karyawan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen SDM memiliki peranan strategis dalam memastikan setiap jabatan di perusahaan memiliki deskripsi, tanggung jawab, dan kualifikasi yang jelas. Analisis jabatan berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi dan kinerja yang sesuai dengan tujuan perusahaan, sedangkan rancangan jabatan berperan dalam mengatur alur kerja yang efisien, adil, dan memotivasi karyawan. PT Indofood Sukses Makmur Tbk menerapkan kedua konsep ini secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Perusahaan juga melakukan evaluasi berkala terhadap deskripsi jabatan agar tetap relevan dengan dinamika industri serta memanfaatkan hasil analisis jabatan untuk menyusun program pelatihan dan pengembangan SDM. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa analisis dan rancangan jabatan yang efektif menjadi fondasi penting bagi Indofood dalam mengoptimalkan kinerja organisasi, meningkatkan motivasi kerja, serta memperkuat daya saing perusahaan di era globalisasi
Muhammadiyyah sebagai Gerakan Islam Berwatak Tajrih dan Tajdid Arifina, Dini Febria; Siregar, Mohd Rizky; Harahap, Nur Zakia; Ardiansyah, Ryan; Pohan, Selamat; Tanjung, Rizki Wijaya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan agama yang sempurna dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari keyakinan (akidah), ibadah, akhlak, hingga hubungan sosial. Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian umat Islam mengalami kemunduran dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, dan moral. Banyak ajaran Islam yang tidak lagi diamalkan secara murni sebagaimana pada masa Rasulullah saw. dan para sahabat. Kondisi ini menyebabkan munculnya berbagai bentuk penyimpangan dalam praktik keagamaan, seperti takhayul, bid‘ah, serta perpecahan di antara sesama umat Islam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, muncul gerakan pemurnian dan pembaruan dalam Islam yang dikenal dengan istilah tajrid dan tajdid. Dalam konteks keagamaan, tajdid merujuk pada upaya untuk mengembalikan ajaran Islam kepada sumber aslinya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian Search Library (Studi Pustaka) dengan pendekatan kualitatif, kemudian hasil penelitian dideskripsikan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kedua pergerakan tersebut membawa Islam kepada perubahan dari masa kemunduruan hingga mengalami pemurnian dan pembaharuan.
Pembiasaan Kegiatan Teladan Keagamaan sebagai Upaya Pembentukan Moral di MIS Ujung Batu Nasution, Ardian Soleh; Hasibuan, Parida Hannum; Nasution, Nova Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan moral peserta didik merupakan salah satu tantangan utama di pendidikan dasar, khususnya di madrasah. MIS Ujung Batu menghadapi masalah rendahnya konsistensi perilaku moral siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya pembiasaan kegiatan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembiasaan kegiatan teladan keagamaan sebagai upaya pembentukan moral siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta menganalisis data secara interaktif mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan rutin seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa pagi, dan pembiasaan adab sehari-hari secara signifikan membentuk disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan religiusitas siswa. Keteladanan guru dan lingkungan sekolah yang kondusif memperkuat internalisasi nilai moral. Kesimpulannya, pembiasaan kegiatan keagamaan efektif dalam menanamkan karakter dan moral Islami siswa di madrasah.
Mendidik dengan Empati: Menumbuhkan Kesadaran HAM di Kalangan Pelajar Resi, Reynathan Maulana; Putra, Bayu Pramana; Amanda, Ade Putra; Safardianur, Muhammad Rizki; Zakin, Kevin Okta; Sunaryo, Sunaryo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian bertajuk "Mendidik dengan Empati, Menumbuhkan kesadara HAM di kalangan Pelajar" yang diselenggarakan oleh kami mahasiswa Program Studi S1 Hukum di SMKN 14 Samarinda, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum di kalangan pelajar. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir dan tidak dapat dicabut. Penerapan nilai-nilai HAM dalam pendidikan sangatlah penting untuk membentuk karakter generasi muda yang beradab, menghargai keberagaman, dan menjunjung tinggi keadilan sosial. Namun, rendahnya kesadaran HAM di kalangan pelajar tercermin dari seringnya terjadi kekerasan di lingkungan sekolah, seperti perundungan, diskriminasi, dan pelecehan. Kondisi ini menunjukkan lemahnya pemahaman pelajar terhadap prinsip HAM dan kurangnya penerapan pendidikan empati. Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya pendidikan empati sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran HAM siswa. Pendidikan empati mendorong siswa untuk memahami perasaan orang lain, sehingga tercipta sikap saling menghormati hak setiap individu. Upaya ini dapat diwujudkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai HAM ke dalam kurikulum (PPKn, Agama, Sosiologi), memperkuat budaya sekolah yang humanis, dan menjadikan pendidik sebagai teladan. Selain itu, pelibatan siswa dalam kegiatan sosial dan kampanye anti-kekerasan merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran kolektif. Dengan menerapkan pendidikan HAM berbasis empati, diharapkan lingkungan sekolah menjadi aman, adil, dan inklusif. Hal ini tidak hanya memperkuat karakter siswa sebagai subjek hukum yang memahami hak dan kewajibannya, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang demokratis dan berkeadilan.
Logical Fallacy dalam Kompetensi Publick Speaking dan Debat dalam Prespektif Aristoteles Azzahra, Namamta; Faizin, Moh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logical Fallacy adalah kesalahan dalam penalaran atau kesalahan dalam berfikir yang membuat suatu argumen itu tampak benar padahal aslinya salah atau keliru. Konsep awal Logical fallacy dicetuskan oleh Aristoteles (384-322 M) dalam karyanya yaitu “Shopistical Rfutations”. Tujuan dari pembahasan Logical Fallacy agar pembicara maupun pendengar tidak terjebak pada kesalahan berfikir yang dapat menyesatkan dalam public speaking maupun debat, sehingga dapat befikir kritis, menyusun argumen yang logis dan rasionalitas. Metode yang digunakan penulis dalam membuat makalah ini adalah metode kepustakaan (Library Research), dengan menelaah dari buku, Artikel, web, dan bacaan-bacaan lainnya. Hasil dari pembahasan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenali dan menghindari logical fallacy berperan penting dalam membangun suatu argumen yang logis, etis sesuai dengan prinsip retorika milik Aristoteles, Yaitu keseimbangan antara Logos, Ethos dan Pathos. Ini menunjukkan bahwa penguasaan logika menjadi dasar utama keberhasilan dalam komunikasi public speaking dan debat.
Meningkatkan Pelafalan Bahasa Inggris melalui Teknik Shadowing pada Siswa Kelas VII SMPN Model Terpadu Madani Damayanti, Sabrina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pelafalan merupakan komponen penting dalam keterampilan berbicara, namun siswa kelas VII SMPN Model Terpadu Madani masih mengalami kesulitan dalam pengucapan bunyi segmental, penekanan kata, dan intonasi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pelafalan siswa dengan menerapkan teknik shadowing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang diimplementasikan melalui tiga siklus dengan melibatkan 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pelafalan, observasi, serta catatan lapangan, yang kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian mengindikasikan adanya kenaikan yang stabil dari tahap pra-siklus hingga siklus III. Rata-rata skor meningkat dari 54,2 pada pra-siklus menjadi 64,3 di siklus I, 72,7 di siklus II, dan akhirnya mencapai 83,1 di siklus III. Peningkatan tampak pada ketepatan vokal dan konsonan, akurasi penekanan kata dan intonasi, kelancaran artikulasi, serta kepercayaan diri siswa saat berbicara. Teknik shadowing terbukti membantu siswa mengenali pola bunyi bahasa Inggris secara lebih akurat melalui paparan audio berulang dan latihan menirukan secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa shadowing merupakan teknik yang efektif dan aplikatif untuk meningkatkan kemampuan pelafalan siswa SMP, serta dapat diintegrasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif dalam pengajaran berbicara.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pedoman Etika dalam Ruang Siber Indonesia Lutfi, Muhammad Fauzi Rais; Nurhidayat, Reza; Sa’diah, Siti Musyaropatus; Sadiyah, Siti Laelatul; Hakim, Abduh Hanif; Amengkujati, Panji; Wijaya, Bima Chandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi masyarakat Indonesia, namun juga memunculkan persoalan etika seperti disinformasi, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi. Rendahnya literasi digital dan kurangnya sikap kritis memperburuk kualitas interaksi di ruang siber, sehingga diperlukan kerangka moral yang mampu mengarahkan perilaku pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etika dalam aktivitas digital dengan menggunakan metode kualitatif dengan studi dokumen, penelitian ini menelaah literatur mengenai etika digital, kewargaan digital, dan implementasi nilai Pancasila. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap sila Pancasila menyediakan prinsip moral yang sejalan dengan kebutuhan etika siber kontemporer. Sila Ketuhanan menekankan tanggung jawab moral, sila Kemanusiaan menuntut penghormatan martabat manusia, sila Persatuan memperkuat kohesi sosial, sila Kerakyatan mendorong dialog digital yang rasional dan inklusif, sedangkan sila Keadilan Sosial menegaskan perlunya ekosistem digital yang aman dan nondiskriminatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila merupakan strategi fundamental untuk membangun budaya digital yang etis dan berkeadaban.
Reaktualisasi Nilai Pancasila Pada Era Society 5.0 dalam Pembentukan Karakter dan Etika Digital Generasi Muda Rais, Muhammad Fauzi; Putri, Danisa Cahyaning; Sari, Gadis Puspita; Febryani, Tyara; Datau, Diva Naila Davina; Arrinzani, Reiva; Pratiwi, Allya Suci
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Society 5.0 membawa tantangan baru dalam pembentukan karakter dan etika digital generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran moral yang muncul akibat derasnya budaya digital serta menjelaskan pentingnya reaktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etika yang relevan di tengah perkembangan teknologi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur mengenai perilaku digital, interaksi sosial daring, dan isu-isu etika di ruang virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus informasi yang berlebihan, perilaku impulsif di media sosial, rendahnya empati digital, serta meningkatnya pola komunikasi tidak santun berdampak pada melemahnya nilai kemanusiaan, tanggung jawab, dan persatuan. Penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan formal maupun nonformal menjadi langkah strategis dan mendesak untuk membentuk perilaku digital yang bijak, beradab, dan berkarakter, sehingga generasi muda tetap memiliki landasan moral yang kuat dalam menghadapi transformasi teknologi.