cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,727 Documents
Pemanfaatan Media Digital Berbasis AI (ChatGPT dan Gemini) untuk Perbaikan Tata Bahasa dalam Penulisan Akademik Husna Husna; Taufik Kusuma Panjaitan; Muhammad Ripai; Dhea Amalia; Rafiqah Yusna Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37321

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media digital berbasis kecerdasan buatan (AI), yaitu ChatGPT dan Gemini, sebagai alat perbaikan tata bahasa dalam konteks penulisan akademik. Penelitian tindakan kelas (PTK) diterapkan pada 20 mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di sebuah universitas di Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test penulisan esai akademik, analisis output AI. editing akademik, dengan rekomendasi pengembangan panduan etis dan pelatihan literasi AI bagi pendidik. Implikasi praktisnya mendukung transformasi digital dalam pendidikan tinggi. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menganalisis 20 sampel penulisan akademik. Data diolah melalui tahap identifikasi kesalahan awal berdasarkan kaidah tata bahasa Indonesia, penerapan koreksi AI, serta evaluasi pengukuran menggunakan analisis baca dan catat, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual untuk mengukur akurasi dan relevansi saran. Data dianalisis menggunakan teknik baca dan catat, klasifikasi data, dan interpretasi kontekstual untuk menentukan jenis pergeseran makna yang terjadi. Hasil menunjukkan bahwa ChatGPT unggul dalam koreksi tata bahasa kontekstual (akurasi 92%), sementara Gemini lebih efektif untuk saran gaya penulisan (akurasi 88%). Peningkatan skor tata bahasa peserta mencapai 35% pasca intervensi, dengan waktu pengeditan berkurang hingga 50%. Namun, tantangan seperti ketergantungan berlebih dan bias AI perlu diatasi melalui pedagogi integrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital AI berpotensi merevolusi proses.
Analisis Strategi Business Model Canvas (BMC) dalam Peningkatan Penerapan Aplikasi Byond By BSI (Studi Kasus : BSI KCP Payakumbuh) Melia Mutiara Putri; Yenty Astarie Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37322

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Business Model Canvas (BMC) yang diterapkan oleh BSI KCP Payakumbuh dalam meningkatkan penggunaan aplikasi Byond By BSI serta meninjau kesesuaiannya dengan perspektif syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam dengan pihak bank dan nasabah, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI KCP Payakumbuh telah menerapkan sebagian besar elemen BMC dengan menekankan layanan berbasis syariah sebagai proposisi nilai utama. Namun, elemen revenue streams tidak dikelola oleh cabang karena diatur oleh kantor pusat. Dari perspektif syariah, strategi yang diterapkan telah sesuai dengan prinsip muamalah seperti ukhuwah, keadilan ('adl), dan tolong-menolong (ta’awun). Penerapan BMC dinilai membantu dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih terarah.
Performatifitas Hadis dan Konstruksi Proteksi Spiritual dalam Tradisi Mayeigh Nozeigh Masyarakat Padang Sawah, Kampar Kiri: Perspektif Living Hadis Rahmalaila Dasry; Zikri Darussamin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37323

Abstract

Penelitian ini mengkaji performatifitas hadis dalam tradisi Mayeigh Nozeigh sebagai bentuk konstruksi proteksi spiritual pada masyarakat Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri. Berangkat dari perspektif living hadis, studi ini menelaah bagaimana teks hadis tidak hanya dipahami sebagai doktrin normatif, tetapi juga diaktualisasikan dalam praktik budaya yang hidup dan diwariskan secara kolektif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif-etnografis. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pelaku serta tokoh adat dan agama setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mayeigh Nozeigh merepresentasikan hadis secara performatif melalui bacaan doa, simbol-simbol ritual, serta tindakan kolektif yang diyakini memiliki daya protektif terhadap gangguan nonfisik maupun ketidakstabilan sosial. Dalam konteks ini, hadis berfungsi sebagai sumber legitimasi teologis sekaligus membentuk kesadaran religius komunal. Studi ini menegaskan bahwa relasi antara teks hadis dan praktik budaya bersifat dialogis, di mana masyarakat tidak sekadar mereproduksi teks, tetapi juga mengonstruksi makna spiritual sesuai konteks sosialnya. Temuan ini memperkaya kajian living hadis, khususnya dalam melihat dimensi performatif teks keagamaan dalam praktik proteksi spiritual masyarakat Muslim lokal.
Pengembangan Asesmen Pembelajaran Deep Learning di Sekolah Dasar Elga Novira Rizkinta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37324

Abstract

Paradigma pembelajaran abad ke-21 menuntut asesmen yang mampu menilai proses berpikir mendalam, pemahaman konseptual, dan kemampuan transfer pengetahuan, bukan sekadar hafalan. Namun, praktik asesmen di sekolah dasar masih didominasi oleh pengukuran kognitif tingkat rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengembangan asesmen yang selaras dengan konsep Deep Learning di sekolah dasar melalui studi literatur. Data dari buku dan artikel jurnal ilmiah dianalisis menggunakan sintesis tematik terhadap konsep, model, dan praktik asesmen yang relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen Deep Learning menuntut pergeseran dari tes konvensional menuju asesmen autentik, formatif, dan berkelanjutan. Asesmen ini harus mampu menilai proses berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta refleksi belajar siswa. Meskipun demikian, implementasinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, kebiasaan evaluasi tradisional, dan kurangnya perangkat asesmen kontekstual. Kajian ini menegaskan urgensi pengembangan asesmen Deep Learning sebagai bagian integral dari peningkatan kualitas pembelajaran, dan diharapkan menjadi rujukan konseptual bagi guru, pengembang kurikulum, serta peneliti pendidikan.
Peran Kepala Sekolah dalam Optimalisasi Manajemen Kurikulum di Sekolah Dasar (Studi Kasus: SD Negeri 3 Temukus) I Made Bagus Mertadana Mas; Sang Ayu Kompyang Widya Laksmi; Ni Kadek Sonia Rikayanti; I Wayan Dedy Perdana Arya Saputra; Basilius Redan Werang; Dewa Ayu Novi Kusumawardani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam optimalisasi manajemen kurikulum di sekolah dasar, khususnya di SD Negeri 3 Temukus. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mengelola kurikulum secara komprehensif melalui perencanaan partisipatif berbasis kebutuhan peserta didik, koordinasi yang komunikatif dengan guru, serta supervisi akademik yang berkelanjutan dan bersifat pembinaan. Selain itu, kepala sekolah juga berperan dalam pengembangan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan dan penguatan budaya kolaboratif di lingkungan sekolah. Meskipun terdapat berbagai tantangan seperti kesenjangan kompetensi guru, keterbatasan waktu, dan pemanfaatan teknologi yang belum merata, kepala sekolah mampu mengatasinya melalui strategi mentoring, lesson study, dan penguatan iklim sekolah yang positif. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, adaptif, dan kolaboratif terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui optimalisasi manajemen kurikulum di sekolah dasar.
Pemikiran Pendidikan Islam Menurut Kh. Imam Zarkasyi Muhammad Ilyas Sipahutar; Rahmayani Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37326

Abstract

Pemikiran Pendidikan Islam menurut KH. Imam Zarkasyi merupakan menganalisa pemikiran KH. Imam Zarkasyi tentang Pendidikan Islam yang mana materi-materi yang digunakan bersumber dari Al qur’an, Hadits dan ijtihad dari para ulama. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan library research, dengan pengumpulan data berupa artikel, buku, majalah dan surat kabar dan bahan-bahan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) KH. Imam Zarkasyi dalam pendidikan Islam tidak memisahkan antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum sehingga tidak ada pemisahan antara keduanya dan semuanya dianggap penting sehingga harus dimiliki oleh setiap orang. Sumber yang dipegang yaitu Al-Qur’an, hadist dan ijtihad para ulama. 2) Sistem yang diterapkan KH. Imam Zarkasyi menganut sistem klasikal dan sistem asrama tidak memisahkan antara keduanya. Setiap tingkatan sudah tersusun dan dalam bentuk perjenjang dalam waktu yang telah ditetapkan. Pengkajian yang mendalam terhadap kitab-kitab tradisional sehingga para santri dapat memhami sepenuhnya. 3) apa yang diterapkan KH. Imam Zarkasyi kemudian diterapkan ke lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia seperti pesantren modern, sekolah Islam terpadu boarding school dan kelas sistem klasikal. Hal ini sudah banyak diterapkan di lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia.
Pengaruh Model Pembelajaran DCI (Differentiated Science Inquiry) dan Ercore (Elicitation, Restructuring, Confirmation, Reflection) terhadap Keterampilan Proses Sains Mata Pelajaran Biologi Kelas XII SMA Negeri 3 Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2024-2025 Puspita Setyo Palupi; Hariyanto Hariyanto; I Wayan Wisa Atmaja
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi kelas XII SMA menghadapi tantangan keberagaman kemampuan siswa pada materi kompleks seperti sistem organ, metabolisme sel, dan genetika, sehingga diperlukan model inovatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh model Differentiated Science Inquiry (DCI) dan Ercore terhadap keterampilan proses sains siswa. Metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest non-equivalent control group design digunakan. Populasi seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2024/2025, sampel tiga kelas paralel (30-35 siswa/kelas) dipilih purposive sampling. Instrumen tes esai keterampilan proses sains (rubrik skala 1-4) dan observasi, dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, homogenitas Levene, serta uji-t independent sample (SPSS 26, α=0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05), dengan skor posttest DCI lebih tinggi daripada Ercore. Kesimpulan menyatakan DCI lebih efektif mengakomodasi keragaman siswa untuk keterampilan dasar, sementara Ercore kuat pada aspek konseptual, mendukung Kurikulum Merdeka
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (Cps) dan Keterampilan Proses Sains terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V SDN Patrang 01 Semester Genap Tahun Pembelajaran 2024-2025 Dewi A’isyah; Endra Priawasana; Hariyanto Hariyanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dan keterampilan proses sains dalam pembelajaran IPA, serta potensi besar model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam meningkatkan berpikir kreatif dan hasil belajar IPA di sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model CPS yang terintegrasi dengan pengembangan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Patrang 01 semester genap tahun pelajaran 2024/2025, serta untuk menguji korelasi dan interaksi antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi‑experiment) dan desain faktorial 2×2. Populasi adalah seluruh siswa kelas V SDN Patrang 01, dengan sampel dua kelas yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes objektif hasil belajar IPA dan tes keterampilan proses sains yang diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANAVA) Dua Jalur dengan α = 0,05 beserta uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh utama yang signifikan dari model CPS dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar IPA, serta terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara keduanya. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model CPS dan keterampilan proses sains secara bersama‑sama berkontribusi positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA, dengan efektivitas model CPS bergantung pada tingkat keterampilan proses sains siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script & Keterampilan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas 5 SDN Jatisari 03 Jenggawah Semester Genap Tahun Pembelajaran 2024-2025 Moh Ali Yahya; Hariyanto Hariyanto; I Wayan Wisa Atmaja
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS kelas 5 SD akibat dominasi pembelajaran konvensional dan kurangnya pelatihan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran cooperative script dan keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar IPAS, baik secara terpisah maupun melalui efek interaksinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu dan desain faktorial 2×2, melibatkan seluruh siswa kelas V SDN Jatisari 03 Jenggawah sebagai populasi, dengan dua kelas dipilih sebagai sampel melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar IPAS pilihan ganda dan tes keterampilan berpikir kritis uraian yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi uji normalitas (Kolmogorov–Smirnov), uji homogenitas (Levene’s Test), ANOVA Dua Jalur, N‑gain, dan effect size dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model cooperative script dan keterampilan berpikir kritis berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS, dengan efek interaksi yang juga signifikan, sehingga model ini paling efektif pada siswa berpikir kritis tinggi. Kesimpulan penelitian adalah bahwa kombinasi model cooperative script dan pengembangan keterampilan berpikir kritis secara bersamaan meningkatkan pemahaman konseptual dan penerapan konsep IPAS
Pemanfaatan Media Digital sebagai Sumber Referensi dalam Penulisan Teks Akademik dan Karya Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinda Ayu Dewita; Wulan Dian Sari Br. Siahaan; Sarah Kiristiyani Br. Regar; Wilda Lestari; Nurul Azizah; Verdi Christian Manalu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37364

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai sumber informasi yang mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Salah satu pemanfaatan teknologi tersebut adalah penggunaan media digital sebagai sumber referensi dalam penulisan teks akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media digital sebagai sumber referensi dalam penulisan teks akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui kajian terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku ilmiah, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu, serta didukung oleh informasi dari beberapa mahasiswa mengenai penggunaan media digital dalam mencari referensi akademik. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memiliki peran penting dalam mendukung penulisan teks akademik mahasiswa. Berbagai media digital yang dimanfaatkan antara lain jurnal ilmiah daring, buku elektronik (e-book), repository perguruan tinggi, dan mesin pencari akademik seperti Google Scholar. Pemanfaatan media digital memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, memperkaya sumber referensi, serta meningkatkan efisiensi dalam pencarian literatur. Namun, masih terdapat kendala dalam menyeleksi sumber informasi yang kredibel sehingga diperlukan kemampuan literasi digital yang baik agar pemanfaatan media digital dapat dilakukan secara lebih efektif dan bertanggung jawab.