cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 3 (2025)" : 20 Documents clear
Genealogi pendidikan profetik: Studi fenomenologi terhadap pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima Kaharuddin; Putra, Muh. Yunan; Mutiara; Umar
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21539

Abstract

This study aims to construct a pattern of Al-Qur'an learning in the Bima society tradition and identify prophetic values in Al-Qur'an learning practices in the Bima society tradition. The research method used a qualitative approach based on phenomenological studies in the Bima region, involving national Qori from Bima, religious leaders, community leaders, Al-Qur'an education practitioners, and the Regional Ulama Council as sources of research data determined through purposive sampling techniques. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation, while data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. Research data was analyzed using the interactive analysis model steps developed by Miles, Huberman & Saldana, which included data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing, and was analyzed using Nvivo 12 software. The results of the study reveal that (1) The pattern of Al-Qur'an learning in the Bima community tradition generally takes place in religious-based communities such as langgar, mosques, TPQ or the homes of Quran teachers through various learning methods such as Iqra', Talaqqi and Tilawati, (2) the form of internalization of prophetic values in the pattern of Al-Qur'an learning humanization (humanizing humans), and transcendence (connection with God) are naturally internalized in the Qur'an learning of the Bima community. (3) The factors that influence learning patterns are divided into four main categories: family support, government support, supportive social environment, and the Bima community. (4) The implications of prophetic education on strengthening the religious and social character of the Bima community. The findings show that prophetic education through Qur'anic learning has a significant implication on the formation of values of kaadaban, religious character, social ethics, spiritual attitudes, and morals of the Bima society. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengonstruksikan pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima dan mengidentifikasi nilai-nilai profetik dalam praktik pembelajaran Al-Qur'an dalam dimensi tradisi masyarakat Bima. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, yang berbasis pada studi fenomenologis di daerah Bima dengan melibatkan, para Qori/Tahfiz nasional asal Bima, tokoh agama, tokoh masyarakat, para praktisi pendidikan Al-Qur’an, Majelis Ulama Daerah sebagai sumber data penelitian. Penentuan sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi serta keabsahan data dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah interactive analysis model dari Miles, Huberman & Saldana, mencakup; pengumulan data, kondensasi data, penyajian tampilan data, dan penarikan kesimpulan, serta dianalisis dengan bantuan software Nvivo 12. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) Pola pembelajaran Al-Qur’an dalam tradisi masyarakat Bima umumnya berlangsung dalam lingkungan komunitas berbasis keagamaan seperti langgar, masjid, TPQ atau rumah guru ngaji melalui variasi metode pembelajaran seperti Iqra’, Talaqqi dan Tilawati, (2) bentuk internalisasi nilai profetik dalam pola pembelajaran Al-Qur’an humanisasi (memanusiakan manusia), dan transendensi (penghubung dengan Tuhan) terinternalisasi secara alami dalam pembelajaran Al-Qur’an masyarakat Bima,(3) Faktor-faktor yang memengaruhi pola pembelajaran terbagi ke dalam empat kategori utama: dukungan keluarga, dukungan pemerintah, dukungan lingkungan sosial yang kondusif dan komunitas masyarakat Bima, (4) Implikasi pendidikan profetik terhadap penguatan karakter keagamaan dan sosial masyarakat Bima, temuan menunjukkan bahwa pendidikan profetik melalui pembelajaran Al-Qur’an berimplikasi besar terhadap pembentukan nilai kaadaban, karakter religius, etika sosial, sikap spiritual dan moral masyarakat Bima.
Strategies for strengthening attitudes of religious tolerance in students at junior high school Hamdani, Fakih; Nurchamidah; Safingah, Kuni
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21646

Abstract

This study is motivated by the importance of strengthening tolerance in junior secondary schools as part of efforts to cultivate a generation capable of living harmoniously in a plural society. The research aims to analyze the strategies employed to strengthen tolerance at SMP Negeri 2 Somagede and to identify the supporting and inhibiting factors. A qualitative approach with a case study design was applied. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, simple questionnaires, and document analysis, and were examined using Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings reveal that tolerance is reinforced through four main strategies: institutional policies emphasizing anti-discrimination principles, integration of tolerance values into teaching subjects such as Civic Education, Islamic Education, and Bahasa Indonesia, inclusive extracurricular activities including Scouts, student councils, and cultural arts, as well as religious accommodations provided for minority students. Supporting factors include inclusive leadership from the principal, teachers’ commitment, and acceptance from the majority group, while inhibiting factors are related to limited facilities. The study concludes that tolerance building in schools requires a synergy of policy, pedagogy, extracurricular programs, and community support, ensuring that tolerance becomes a lived practice in students’ daily life. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan sikap toleransi di sekolah menengah pertama sebagai upaya membentuk generasi yang mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi penguatan toleransi di SMP Negeri 2 Somagede serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, angket sederhana, serta telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan toleransi dilaksanakan melalui empat jalur utama, yaitu kebijakan kelembagaan yang menekankan prinsip anti diskriminasi, integrasi nilai toleransi dalam pembelajaran PPKn, PAI, dan Bahasa Indonesia, kegiatan ekstrakurikuler yang inklusif seperti Pramuka, OSIS, dan seni budaya, serta akomodasi kebutuhan keagamaan siswa minoritas. Faktor pendukung mencakup kepemimpinan kepala sekolah yang inklusif, sikap guru, serta penerimaan sosial siswa mayoritas, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan toleransi di sekolah menuntut keterpaduan antara kebijakan, pembelajaran, aktivitas kesiswaan, dan dukungan komunitas sehingga toleransi menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Deep learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis psikologi pendidikan Islam dalam konteks kajian kontemporer Firnanda, Rizky; Aziz, Fikri Fathul; Hanafi, Subhanal; Wafa, Arif Wasiatul; Fauziah, Retni Nur; Alfareza, M. Rizki
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21651

Abstract

The development of artificial intelligence technology, particularly deep learning, opens up new opportunities for improving the quality of Islamic Religious Education (IRE), but requires management that is in line with Islamic values. This study aims to analyse the application of deep learning in IRE and examine how the principles of Islamic educational psychology can form the basis for optimising the use of this technology. The study also identifies opportunities and challenges in integrating deep learning with Islamic spiritual values and character. The research uses a qualitative approach with a descriptive analytical type conducted at MAN 2 Sarolangun. Data were collected through in-depth interviews with the principal and observation of the learning process, then analysed using the Miles and Huberman model with triangulation techniques. The results show that the application of deep learning can increase student activity, motivation, and independence, as well as assist teachers in personalising PAI learning. However, the success of implementation is greatly influenced by teacher readiness, school policy support, and infrastructure availability. This study concludes that deep learning can be an effective PAI learning innovation if it is integrated in a balanced manner with the principles of Islamic educational psychology. Abstrak Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya deep learning, membuka peluang baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), namun memerlukan pengelolaan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan deep learning dalam pembelajaran PAI serta menelaah bagaimana prinsip psikologi pendidikan Islam dapat menjadi dasar optimalisasi penggunaan teknologi tersebut. Penelitian juga mengidentifikasi peluang dan tantangan integrasi deep learning dengan nilai spiritual dan karakter Islami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif analitis yang dilaksanakan di MAN 2 Sarolangun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan observasi proses pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan deep learning mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan kemandirian peserta didik serta membantu guru dalam mempersonalisasi pembelajaran PAI. Namun, keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan kebijakan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa deep learning dapat menjadi inovasi pembelajaran PAI yang efektif apabila diintegrasikan secara seimbang dengan prinsip psikologi pendidikan Islam.
Relevansi kajian hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam Milah, Saepul; Syihabuddin; Somad, Momod Abdul; Hidayat, Mupid
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21666

Abstract

The purpose of this study is to find the relevance between human nature and habituation as a method of Islamic education. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative paradigm. The data collection technique used is a literature study, using four primary data sources, namely: 1) The book Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm by Abdullah Nashih Ulwan, 2) The book Usus at-Tarbiyyah al-Islâmiyyah fî as-Sunnah an-Nabawiyyah by Abdul Hamid ash-Shaid az-Zintani, 3) The book Al-Fawâ'id by Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, and 4) the article "Human Nature and Its Implications for Islamic Education" by Miftah Syarif in the Al-Thariqah journal. The nature of human beings as al-basyar, al-insân, an-nâs, and banî Âdam has relevance to habituation as an Islamic educational method that aims to make educational materials a habit for students and become part of their daily lives. The relevance of human nature to habituation as an Islamic educational method is that understanding human nature determines the method, subject, and material of habituation in Islamic education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan relevansi antara hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan paradigma kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan menggunakan empat sumber data primer yaitu: 1) Kitab Tarbiyah al-Aulâd fî al-Islâm karya Abdullah Nashih Ulwan, 2) Kitab Usus at-Tarbiyyah al-Islâmiyyah fî as-Sunnah an-Nabawiyyah karya Abdul Hamid ash-Shaid az-Zintani, 3) Kitab Al-Fawâ'id karya Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, dan 4) artikel “Hakikat Manusia dan Implikasinya pada Pendidikan Islam” karya Miftah Syarif pada jurnal Al-Thariqah. Hakikat manusia sebagai al-basyar, al-insân, an-nâs, dan banî Âdam memiliki relevansi dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam yang bertujuan untuk membuat materi pendidikan menjadi habit bagi siswa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Relevansi hakikat manusia dengan habituasi sebagai metode pendidikan Islam adalah pemahaman tentang hakikat manusia menentukan metode, subjek, dan materi habituasi.
Pemetaan materi pendidikan seksual dalam buku ajar Pendidikan Agama Islam berdasarkan fase perkembangan anak Fadilah, Alma Nur; Hermawan, Wawan; Fakhruddin, Agus
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21673

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in schools plays an important role in shaping understanding of sexual education based on Islamic values through its teaching materials. This study aims to map and analyze the content of sexual education in PAI and Budi Pekerti textbooks according to the stages of child development based on Abdullah Nasih Ulwan’s theory. The research uses a descriptive qualitative approach with content analysis of PAI textbooks published by BSKAP Kemendikbudristek in 2021–2022 for elementary to senior high school levels. The analysis follows Ulwan’s four stages: tamyiz, murahaqah, baligh, and post-baligh. The findings show that sexual education materials are integrated progressively, but two inconsistencies remain: delayed sequencing, where murahaqah content appears only in grade X, and mis-sequencing, where baligh and post-baligh content are placed in grade XI. The study concludes that although Islamic sexual education values are presented in PAI and Budi Pekerti textbooks, their sequencing does not fully correspond with Ulwan’s framework. Keywords: Child Development Phases; Islamic Religious Education; Sexual Education Abstrak Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman tentang pendidikan seksual berbasis nilai Islam melalui materi ajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis materi pendidikan seksual dalam buku ajar PAI BP sesuai dengan fase perkembangan anak berdasarkan teori Abdullah Nasih Ulwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis konten terhadap buku ajar PAI terbitan BSKAP Kemendikbudristek tahun 2021–2022 dari jenjang SD hingga SMA. Analisis dilakukan melalui pemetaan empat fase perkembangan anak menurut Ulwan, yakni tamyiz, murahaqah, baligh, dan pasca baligh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan seksual telah terintegrasi dalam kurikulum, namun terdapat dua bentuk ketidaksesuaian, yaitu keterlambatan penyampaian (delayed sequencing) pada materi murahaqah yang baru muncul di kelas X, serta ketidakteraturan urutan (mis-sequencing) antara fase baligh dan pasca baligh di kelas XI. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun nilai-nilai pendidikan seksual Islami sudah termuat dalam buku PAI BP, penyusunannya belum sepenuhnya sesuai dengan teori Abdullah Nasih Ulwan.
Etika intelektual Ibn Khaldun: Kritik atas krisis moral akademik di era digital Hamidalloh, Ahmad Sayyidiman; Fahmi, Muhammad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21741

Abstract

This study aims to analyze intellectual ethics from Ibn Khaldun's perspective and its relevance to criticism of the moral crisis in academia in the digital era. This research uses a qualitative method with a library research approach to Ibn Khaldun's main work, Muqaddimah, as well as relevant secondary literature. The results of the study indicate that Ibn Khaldun emphasizes the importance of ethics in scholarly activities, such as honesty, discipline, the connection of knowledge with action, and social responsibility. These intellectual ethics are highly relevant to character education development in the modern era, especially in addressing the challenges of moral degradation, plagiarism, and academic integrity crises. Thus, Ibn Khaldun's thought can serve as a foundation to strengthen character-based Islamic education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika intelektual dalam perspektif Ibn Khaldun serta relevansinya bagi kritik atas krisis moral akademik di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap karya utama Ibn Khaldun, Muqaddimah, serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun menekankan pentingnya etika dalam aktivitas keilmuan, seperti kejujuran, kedisiplinan, keterkaitan ilmu dengan amal, dan tanggung jawab sosial. Etika intelektual ini memiliki relevansi kuat dengan pengembangan pendidikan karakter di era modern, terutama dalam menghadapi tantangan degradasi moral, plagiarisme, dan krisis integritas akademik. Dengan demikian, pemikiran Ibn Khaldun dapat dijadikan dasar untuk memperkuat pendidikan Islam berbasis karakter.
Model pembelajaran market place activity digital dalam meningkatkan minat belajar siswa di Sekolah Menengah Pertama Syarifah, Alfiatus; Hasan, Nor
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21857

Abstract

The Digital Market Place Activity model is an innovative learning model that adapts the concept of buying and selling knowledge to increase student interaction, participation, and learning motivation. This study aims to analyze the effect of using the Digital Market Place Activity learning model on the interest in learning Islamic Religious Education (PAI) of eighth-grade students of SMP Negeri 1 Pademawu Pamekasan. The research method used is a quantitative approach with 31 students as respondents. Data were collected through a questionnaire based on two variables, namely the effectiveness of the learning model (X) and student learning interest (Y), then analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, normality tests, Pearson Product Moment correlation tests, simple linear regression analysis, t-tests, and coefficient of determination (R²) tests with the help of IBM SPSS. The results showed that the data were valid, reliable, and normally distributed, with a correlation value of r = 0.662 and a significance of 0.000 <0.05, which means there is a positive and significant relationship between the two variables. The R² value of 0.439 indicates that 43.9% of student learning interest is influenced by the effectiveness of the Digital Market Place Activity model. Thus, this model has a positive and significant influence in increasing students' interest in learning Islamic Education subjects. Abstrak Model Market Place Activity Digital merupakan model pembelajaran inovatif yang mengadaptasi konsep jual beli pengetahuan guna meningkatkan interaksi, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Market Place Activity Digital terhadap minat belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pademawu Pamekasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 siswa. Data dikumpulkan melalui angket berdasarkan dua variabel, yaitu efektivitas model pembelajaran (X) dan minat belajar siswa (Y), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji korelasi Pearson Product Moment, analisis regresi linier sederhana, uji t, serta uji koefisien determinasi (R²) dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data valid, reliabel, dan berdistribusi normal, dengan nilai korelasi r = 0,662 dan signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel. Nilai R² sebesar 0,439 menunjukkan bahwa 43,9% minat belajar siswa dipengaruhi oleh efektivitas model Market Place Activity Digital. Dengan demikian, model ini berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
Pengembangan program pendidikan kompetensi sosial pengasuh pesantren tingkat SMP Arifin, Zainurroyyan; Al Katani, Abdul Hayyie; Syafri, Ulil Amri
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21930

Abstract

This study aims to develop an Islamic social competence education program for junior high school Islamic boarding school caregivers. The background of this research is the importance of caregivers' roles as mentors for students in character development, yet many of them lack adequate social competence. The study used a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results indicate that most Islamic boarding school caregivers have not received social training based on Islamic values and require a systematic program. The program developed encompasses the values of tazkiyatun nafs (self-control), sincerity, adab al-mu'asyarah (concerning good and forbidding evil), patience, gratitude, humility (tawadhu'), love of knowledge, asceticism (zuhud), Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah), and morally-based social leadership. Expert validation showed a feasibility level of 81.6% (highly feasible). The implementation results indicate that this program can help improve the social competence of caregivers in carrying out their social roles and fostering students in the Islamic boarding school environment. Keywords: social competence, Islamic boarding school caregivers, Islamic education, program development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan kompetensi sosial Islami bagi pengasuh pesantren tingkat SMP. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran pengasuh sebagai figur pembimbing santri dalam pembentukan karakter, tetapi banyak di antara mereka belum memiliki kompetensi sosial yang memadai. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh pesantren belum memperoleh pelatihan sosial berbasis nilai-nilai Islam dan membutuhkan program yang sistematis. Program yang dikembangkan meliputi nilai-nilai tazkiyatun nafs, keikhlasan, adab al-mu’asyarah, amar ma’ruf nahi munkar, sabar, syukur, tawadhu’, cinta ilmu, zuhud, ukhuwah Islamiyah, dan kepemimpinan sosial berbasis akhlak. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan 81,6% (kategori sangat layak). Hasil implementasi menunjukkan program ini dapat membantu meningkatkan kompetensi sosial pengasuh dalam menjalankan peran sosial dan pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Innovating Islamic religious education methods through differentiated instruction: Enhancing learning motivation and understanding of religious concepts Hardiansyah, Ilham Cahya; Afifah, Imroatul; Mardiana, Dina
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21979

Abstract

Islamic Religious Education in elementary schools requires an adaptive instructional approach to address the diverse readiness levels and learning styles of students. This study aims to analyze the strategies employed by teachers in impelementing differentiated instruction and its impact on student’s learning motivation and religious character formation. A descriptive qualitative method was applied through observation, interviews and documentation involving sixth grade Islamic education classes. The findings reveal that teachers implemented differentiation in content, process, and product by adjusting to students’ Qur’an reading proficiency, learning style preferences, and personal interests. This strategy significantly enhanced students’ active participation, confidence in expressing opinions, and intrinsic motivation driven by spiritual awareness, as indicated by voluntary engagement in religious practices such as Dhuha prayer and independent Qur’an recitation. Moreover, religious character traits such as honesty, discipline, and responsibility were fostered through authentic and personalized learning experiences. The novelty of this study lies in its emphasis that differentiated instruction in Islamic Education functions not merely as an adaptive pedagogical technique but as an instrument of conscious and humanistic value internalization rather than compliance-based religiosity. These findings provide strategic implications for developing a more personal, inclusive, and spiritually grounded PAI learning model rooted in students’ individual fitrah. Abstrak Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar membutuhkan pendekatan pembelajaran yang adaptif untuk mengatasi tingkat kesiapan dan gaya belajar siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh guru dalam mengimplementasikan pengajaran berdiferensiasi dan dampaknya terhadap motivasi belajar dan pembentukan karakter religius siswa. Metode kualitatif deskriptif diterapkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan kelas pendidikan agama Islam kelas enam. Temuan menunjukkan bahwa guru menerapkan diferensiasi dalam konten, proses, dan produk dengan menyesuaikan pada kemampuan membaca Al-Qur'an siswa, preferensi gaya belajar, dan minat pribadi. Strategi ini secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa, kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat, dan motivasi intrinsik yang didorong oleh kesadaran spiritual, seperti yang ditunjukkan oleh keterlibatan sukarela dalam praktik keagamaan seperti salat dhuha dan pembacaan Alquran secara mandiri. Selain itu, karakter religius seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dipupuk melalui pengalaman belajar yang otentik dan personal. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penekanannya bahwa pengajaran berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai teknik pedagogis yang adaptif, tetapi juga sebagai instrumen internalisasi nilai secara sadar dan humanis, bukan sebagai religiusitas berbasis kepatuhan. Temuan ini memberikan implikasi strategis untuk mengembangkan model pembelajaran PAI yang lebih personal, inklusif, dan berlandaskan spiritual yang berakar pada fitrah individu siswa.
Rekonstruksi sosio-kultural dan inovasi pendidikan dalam dinamika kepesantrenan Indonesia pasca-reformasi: Kajian systematic literature review Malik, Muhamad Ibnu; Urwah; Rusmayadi; Erihadiana, Mohamad; Mahmud
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.22002

Abstract

Pesantren, as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia, have undergone significant transformation since the post-reform era. This study aims to analyze the forms of socio-cultural reconstruction and educational innovation within the dynamics of Indonesian pesantren using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from 22 peer-reviewed articles published between 2013 and 2025 through databases such as Google Scholar, DOAJ, Garuda, and university repositories using the Publish or Perish application. The research process consisted of defining research focus and questions, identifying relevant literature, selecting articles based on inclusion and exclusion criteria, extracting data, and conducting thematic synthesis. The findings reveal three major themes of pesantren transformation: (1) socio-cultural reconstruction as an adaptive effort to maintain religious values amid modernity; (2) educational innovation through the integration of classical and modern curricula and the application of digital technologies such as Pedatren and SIPREN; and (3) policy reform that strengthens pesantren’s legitimacy within the national education system. This study concludes that post-reform pesantren have transformed into adaptive, transformative, and globally competitive Islamic educational institutions while maintaining their traditional identity. Abstrak Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan sejak era pasca-reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk rekonstruksi sosio-kultural dan inovasi pendidikan dalam dinamika kepesantrenan Indonesia dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari 22 artikel ilmiah terpublikasi pada rentang tahun 2013–2025 melalui basis data Google Scholar, DOAJ, Garuda, dan repositori perguruan tinggi dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Proses penelitian meliputi perumusan fokus riset, identifikasi literatur, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi data, serta analisis sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama transformasi pesantren, yaitu: (1) rekonstruksi sosio-kultural sebagai upaya adaptasi nilai dan peran sosial pesantren di tengah modernitas; (2) inovasi pendidikan melalui integrasi kurikulum klasik dan modern serta penerapan teknologi digital seperti Pedatren dan SIPREN; dan (3) reformasi kebijakan yang memperkuat legitimasi pesantren sebagai bagian sistem pendidikan nasional. Kajian ini menyimpulkan bahwa pesantren pasca-reformasi bertransformasi menjadi lembaga pendidikan Islam yang adaptif, transformatif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan akar tradisinya.

Page 2 of 2 | Total Record : 20