cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Kesiapsiagaan Keluarga dengan Kelompok Rentan Ibu Hamil dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Madeni, Barirah; MS, Sri Wahyuni; Hasritawati, Hasritawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12658

Abstract

ABSTRAK Ibu hamil termasuk salah satu dari kelompok rentan ketika terjadi bencana. Sehingg, kesiapsiagaan bencana pada kelompok rentan salah satunya mencakup peran keluarga, harus  memiliki kemampuan kesiapsiagaan pada mitigasi, tanggap bencana, dan pasca bencana. Aceh Tengah merupakan daerah yang rawan bencana, salah satu contohnya adalah Desa Bebesen. Masalah mendasar yang ditemukan dimasyarakat atau keluarga diantaranya belum mengetahui ancaman dan informasi peringatan dini, lokasi titik kumpul dan arah jalur evakuasi baik di rumah maupun di luar rumah, melanggar batas rambu peringatan wilayah atau area bahaya saat erupsi gunung, panik dan tergesa-gesa saat kejadian bencana yang menimbulkan kecelakaan, kelalaian dampak arus pendek mengakibatkan terjadinya kebakaran di pemukiman, serta kurangnya pengarahan penanganan untuk kelompok rentan (BNPB, 2018). Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tanggap bencana serta meningkatkann kemandirian masyarakat dalam antisipasi tanggap bencana di wilayah kerja Puskesmas Bebesen. tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilakukan di wilayah kecamatan Bebesen Bulan Juni s/d Agustus 2023 dengan jumlah sasaran 40 orang. Adanya penigkatan pengetahuan masyarakat dengan kategori baik yatu 57,5 %. Kesimpulan: Edukasi pada ibu hamil, keluarga dengan ibu hamil sudah memiliki pengetahuan dasar tentang gempa bumi. Keluarga dengan ibu hamil  sudah memiliki sikap tanggap terhadap bencana seperti jalur evakuasi keluarga saat terjadi gempa bumi. Kata Kunci: Kesiapsiagaan Keluarga, Ibu Hamil, Bencana  ABSTRACT Pregnant women are one of the vulnerable groups when a disaster occurs. Thus, disaster preparedness for vulnerable groups, one of which includes the role of the family, must have preparedness capabilities in mitigation, disaster response, and post-disaster. Central Aceh is a disaster-prone area, one example is Bebesen Village. Fundamental problems found in the community or family include not knowing threats and early warning information, location of gathering points and directions for evacuation routes both at home and outside the home, violating regional warning signs or hazard areas during volcanic eruptions, panic and haste during incidents disasters that cause accidents, negligence of short-circuit impacts resulting in fires in settlements, as well as a lack of guidance on handling for vulnerable groups (BNPB, 2018). The aim of this activity is to increase public knowledge about disaster response and to increase community self-sufficiency in anticipating disaster response in the Bebesen Health Center work area. The service method used in its implementation is the preparation, implementation, monitoring and evaluation stages of activities carried out in the Bebesen sub-district area from June to August 2023 with a target number of 40 people. There is an increase in public knowledge with a good category, namely 57.5%. Conclusion: Education for pregnant women, families with pregnant women already have basic knowledge about earthquakes. Families with pregnant women already have a responsive attitude to disasters such as family evacuation routes when an earthquake occurs. Keywords: Family Preparedness, Pregnant Women, Disaster
Penyuluhan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada Masyarakat Di Puskesmas Tuntungan Medan Sinaga, Elvipson; Harahap, Rahmat Ali Putra; Batubara, Khairunnisa; Br. Sianturi, Marta Imelda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12586

Abstract

ABSTRAK Kondisi henti jantung dan henti napas bisa terjadi tiba-tiba dan ini bukanlah sesuatu yang diinginkan dan dapat terjadi dimanapun dan kapan saja. Oleh karena itu, masyarakat sudah seharusnya mampu melakukan tindakan bantuan hidup dasar (BHD) melalui tata laksana tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Penatalaksanan tindakan RJP merupakan upaya pertolongan awal, juga berguna untuk mempertahankan aliran darah ke otak, jantung dan seluruh tubuh sehingga diharapkan masyarakat menjadi penyelamat pertama bagi korban yang mengalami kondisi henti jantung dan nafas disekitar kita. Tujuan pengabdian ini adalah masyarakat dapat mengetahui dan melakukan tindakantata laksana BHD dan RJP pada pengunjung dan pasien di Puskesmas Tuntungan Medan. Metode yang digunakan dengan ceramah, diskusi, praktek dan pembagian leaflet mengenai materi BHD dengan RJP yang dilakukan melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Hasil yang didapatkan pada kegiatan penyuluhan yaitu peserta mampu memahami materi yang disampaikan dibuktikan dengan respon peserta penyuluhan sangat antusias dalam memperhatikan, memahami dan memperagakan tindakan. Penyuluhan terkait penatalaksanaan BHD untuk masyarakat menjadi pengubah cara pandang masyarakat tentang pentingnya memahami danmelaksanakan tindakan BHD dalam upaya mempertahankan dan menyelamatan kehidupan orang disekitar kita. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Henti Jantung, Penyuluhan  ABSTRACT Cardiac arrest and respiratory arrest can occur suddenly and this is not something that is desired and can occur anywhere and anytime. Therefore, the community should be able to perform basic life support (BHD) through the management of cardiopulmonary resuscitation (CPR). CPR action management is an early aid effort, also useful for maintaining blood flow to the brain, heart and the whole body so that it is hoped that the community will become the first savior for victims who experience cardiac arrest and breathing conditions around us. The purpose of this service is that the community can know and perform BHD and CPR management actions on visitors and patients at Puskesmas Tuntungan Medan. The method used was lecture, discussion, practice and distribution of leaflets regarding BHD material with CPR which was carried out through 3 stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages with a total of 30 participants. The results obtained in counseling activities are that participants are able to understand the material presented as evidenced by the response of counseling participants who are very enthusiastic in paying attention, understanding and demonstrating actions. Counseling related to BHD management for the community is a change in the community's perspective on the importance of understanding and implementing BHD actions in an effort to maintain and save the lives of people around us. Keywords:  Basic Life Support, Cardiac arrest, Counseling
Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Optimalisasi PHBS di Panti Asuhan Vincentius Utami, Tuti Asrianti; Daryati, Isti; Tarigan, Diana; Sondang, Lestari; Ivanka, Yuliana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13770

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada sistem reproduksi remaja perempuan perlu  dilakukan secara benar, agar remaja dapat mengambil keputusan yang bijak terkait dengan kesehatan reproduksi mereka di masa depan. Promosi kesehatan merupakan upaya penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sistem reproduksi. Tujuan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang perubahan perkembangan fisik remaja dan perilaku hidup bersih dan sehat terkait sistem reproduksi melalui praktik-praktik seperti mencuci tangan dengan sabun, melakukan aktivitas fisik teratur, menghindari perilaku berisiko, cara membersihkan organ reproduksi bahkan menjaga kebersihan lingkungan dengan mencuci dan membuang bekas pembalut dengan benar. Sasaran program adalah remaja puteri yang tinggal di Panti Asuhan Vincentius Puteri Jakarta Timur. Promosi kesehatan yang diberikan dengan metode ceramah, memberikan leaflet, video demonstrasi efektif cara mencuci pembalut Wanita diakhiri dengan tanya jawab. Hasil dari promosi kesehatan terdapat peningkatan pengetahuan tentang PHBS sistem reproduksi remaja. Saran promosi kesehatan penting dilakukan secara berkala dan optimal, agar seluruh anak-anak dan remaja mampu secara mandiri mengambil keputusan yang baik terkait kesehatannya dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Promosi Kesehatan, Remaja, Sistem Reproduksi  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the reproductive system of adolescent girls needs to be carried out correctly so that adolescents can make wise decisions regarding their reproductive health in the future. Health promotion is an important effort to increase understanding and awareness of the importance of maintaining the health of the reproductive system. Health promotion aims to increase adolescent girls' knowledge about changes in adolescent physical development and clean and healthy living behavior related to the reproductive system through practices such as washing hands with soap, doing regular physical activity, avoiding risky behavior, cleaning reproductive organs and even maintaining environmental cleanliness by washing and disposing of used sanitary napkins properly. The program targets young women living at the Vincentius Puteri Orphanage, East Jakarta. Health promotion is provided using the lecture method, giving leaflets, and effective video demonstrations on how to wash sanitary napkins, ending with questions and answers. The result of health promotion is an increase in knowledge about PHBS regarding the adolescent reproductive system. Health promotion suggestions are important to carry out regularly so that all children and adolescents can be independent make good decisions regarding their health and improve their overall quality of life. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Health Promotion, Adolescents, Reproductive System
Pendampingan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita untuk Cegah Stunting dan Mengembangkan Kelekatan Orangtua-Balita di Daerah Pesisir Pekanbaru Nurhannifah Rizky Tampubolon; Yufitriana Amir; Riri Novayelinda; Ganis Indriati; Ririn Muthia Zukhra; Syeptri Agiani Putri; Deby Octaviani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12532

Abstract

ABSTRAK Kejadian stunting masih menjadi masalah nasional yang salah satu upaya penanganannya melalui stimulasi perkembangan. Kelurahan Sri Meranti merupakan salah satu kelurahan yang menjadi lokus stunting di Kota Pekanbaru dan termasuk dalam kategori daerah pesisir. Masalah stunting di Kelurahan Sri Meranti terjadi karena banyak faktor antara lain, tingkat pendidikan orangtua, status ekonomi, dan pola pengasuhan yang masih kurang. Untuk melihat bagaimana status perkembangan balita menggunakan instrumen KPSP(Kuesioer Pra Skining Perkembangan), bagaimana kegiatan pendampingan stimulasi perkembangan dapat mencegah stunting dan mengembangkan kelekatan orangtua dengan balita. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi masalah stunting dan stimulasi perkembangan balita, kemudian dilanjukan dengan pendampingan stimulasi perkembangan balita. Kelompok sasaran kegiatan ini adalah orangtua yang memiliki anak balita dan kader posyandu. Mayoritas balita (80%) memiliki status perkembangan sesuai usia. Kegiatan pendampingan memberikan respon positif yaitu Ibu dari balita menjadi lebih mudah melakukan stimulasi perkembangan karena ada daftar kegiatan yang harus dilakukan dan ayah dari balita termotivasi untuk ikut terlibat dalam melakukan stimulasi perkembangan. Kegiatan pendampingan stimulasi memberikan hasil yang positif dan dapat dilanjutkan oleh kader posyandu sebagai salah satu upaya mencegah stunting. Kata Kunci: Balita, Stimulasi Perkembangan, Stunting  ABSTRACT The incidence of stunting is still a national problem, one of the efforts to deal with it is through stimulating development. Sri Meranti sub-district is one of the sub-districts that is the locus of stunting in Pekanbaru City and is included in the coastal area category. The problem of stunting in Sri Meranti Village occurs due to many factors, including parental education level, economic status and poor parenting patterns. To see how the development status of toddlers uses the KPSP instrument, how developmental stimulation assistance activities can prevent stunting and develop attachment between parents and toddlers. This activity is carried out by providing education on stunting problems and stimulating toddler development, then followed by assistance with stimulating toddler development. The target group for this activity is parents with children under five and posyandu cadres. The majority of toddlers (80%) have developmental status according to age. Mentoring activities provide a positive response, namely that mothers of toddlers find it easier to stimulate development because there is a list of activities that must be carried out and fathers of toddlers are motivated to get involved in stimulating development. Stimulation assistance activities provide positive results and can be continued by posyandu cadres as an effort to prevent stunting. Keywords: Stimulating Development, Stunting, Toddlers
Pemanfaatan Tanaman Lokal Moringa Oleifera dalam Bentuk Bolu Kukus sebagai Upaya Pencegahan Stunting Devita, Yeni; Puswati, Desti; Nita, Yureya; Alfianur, Alfianur; Saputra, Rahmat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13358

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah Kesehatan utama di dunia maupun di Indonesia. Salah satu upaya untuk mencegah stunting adalah meningkatakan gizi mayarakat. Peningkatan gizi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi daun kelor. Daun kelor memiliki banyak kandungan gizi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan dapat mengolah daun kelor menjadi sebuh inovasi makanan seperti membuat bolu kukus dari daun kelor yang disebut dengan bolu kukus unkel ceting, yaitu bolu kukus pencegah stunting. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Industri Tenayan Raya Kota Pekanbaru Riau. Metode kegiatan masyarakat ini terdiri dari penyuluhan, demonstrasi, pendampingan, dan penanaman bibit kelor. Tampak masyarakat sangat antusias mengikuti setiap kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kata Kunci: Tanaman Lokal, Moringa Oleifera, Bolu Kukus, Stunting  ABSTRACT Stunting is still a major health problem in the world and in Indonesia. One of the efforts to prevent stunting is to improve the nutrition of the community. Improving nutrition can be done by consuming Moringa leaves. Moringa leaves have a lot of nutritional content. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge about stunting and be able to process Moringa leaves into a food innovation such as making steamed sponge from Moringa leaves called steamed sponge unkel ceting, which is a steamed sponge that prevents stunting. This activity was carried out in the Tenayan Raya Industrial Village, Pekanbaru Riau City. This method of community activity consists of counseling, demonstration, mentoring, and planting Moringa seedlings. It seems that the community is very enthusiastic about participating in every community service activity Keywords: Local Plants, Moringa Oleifera, Steamed Sponge, Stunting
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Penyiapan Menu Makanan Pada Keluarga Berbasis Kearifan Lokal di Kaluharan Kepuharjo Sleman, Yogyakarta Merida, Yunri; Mutmainah, Dwi; Marani, Vyis; Ritania, Ritania; P. A, Listya; O. DS, Petronela Vivin; N.D, Hestia; D, Rahcma; C.C, Nadhea; L, Hana Nur; L.N, Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12964

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Hasil Riset  Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan penurunan prevalensi stunting di tingkat nasional sebesar 6,4% selama periode 5 tahun, yaitu dari 37,2% (2013) menjadi 30,8% (2018). Kalurahan Kepuharjo, ditemukan kejadian stunting di atas 5%, hal ini menunjukkan bahwa kejadian stunting melebihi target minimal nasional. Kalurahan Kapuharjo belum terlaksana cakupan  gizi secara maksimal, hal ini terlihat dari belum adanya pojok gizi. Untuk upaya pencegahan stunting melalui pemberdayaan masyarakat dalam penyiapan menu makanan pada keluarga berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan penyuluhan, demontrasi,role play,pemutaran video, pembuatan modul,pembuatan menu makanan, pemberian makan tambahan, pemberdayaan, pelatihan pada kader, ibu hamil, ibu bayi balita dan masyarakat dan pembentukan pojok gizi di kalurahan kepuharjo. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan terkait cara pembuatan modul, pemantauan tumbuh kembang bayi,pemenuhan gizi dan meal planning bagi keluarga, membuat menu makanan berdasarkan kearifan lokal dan terbentuknya pojok gizi bagi masyarakat. Upaya pencegahan stunting melalui pemberdayaan masyarakat dalam penyiapan menu makanan pada keluarga berbasis kearifan lokal di kalurahan kepuharjo, untuk tingkat pengetahuan dan ketrampilan masyarakat semakin meningkat, juga diperlukan kerjasama antar Masyarakat, Perangkat Desa, Tenaga Kesehatan, Puskesmas dan Pemerintahan dalam upaya penanggulangan stunting. Kata Kunci: Stunting, Gizi, Pemberdayaan, Menu Makanan, Kearifan Lokal  ABSTRACT Stunting is a health problem in Indonesia. The results of the 2018Basic Health Research (Riskesdas) showed a reduction in the prevalence of stunting at the national level by 6.4% over a 5 year period, namely from 37.2% (2013) to 30.8% (2018). Kepuharjo sub-district, it was found that the incidence of stunting was above 5%, this shows that the incidence of stunting exceeds the national minimum target. Kapuharjo sub-district has not yet implemented maximum nutrition coverage, this can be seen from the lack of a nutrition corner.Purpose: For efforts to prevent stunting through community empowerment in preparing food menus for families based on local wisdom. Implementation of service, counseling, demonstrations, role plays, video, screenings,  namely by making modules, making food menus, providing additional food, empowering, training cadres, pregnant women, mothers of toddlers and the community and establishing a nutrition corner in the Kepuharjo sub-district. From the implementation of this service, there is an increase in knowledge and skills related to how to make modules, monitoring baby growth and development, fulfilling nutrition and meal planning for families, making food menus based on local wisdom and forming a nutrition corner for the community. Efforts to prevent stunting through community empowerment in preparing food menus for families based on local wisdom in the Kepuharjo sub-district, to increase the level of community knowledge and skills, also require cooperation between the community, village officials, health workers, community health centers and government in efforts to overcome stunting. Keywords: Stunting,Nutrition, Empowerment, Food Menu, Local Wisdom
Sosialisasi Pengetahuan tentang Faktor Penyebab Nyeri Kepala Pada Santriwan dan Santriwati di Pondok Pesantren Al- Firdaus Bandar Lampung Yanti, Dhiny Ester; Nuryani, Dina Dwi; Anggi, Anggi; Ani, Ani; Aulia, Aulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14240

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan yang sering terjadi di pondok pesantren meliputi beberapa hal seperti yang paling sering dikeluhkan yaitu nyeri kepala, kemudian urutan kedua diare, dan urutan ketiga yaitu demam. Nyeri kepala merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dikeluhkan oleh santriwan dan santriwati di pondok pesantren Al-Firdaus, nyeri kepala termasuk ke dalam 9 kasus yang menyebabkan pasien datang menemui dokter .Nyeri kepala dapat timbul karena inflamasi atau traksi dari struktur peka nyeri, vasodilatasi, dan kontraksi otot. Hampir semua struktur intrakranial yang peka nyeri dipersarafi oleh neuron trigeminovaskular, terutama divisi oftalmika, sehingga gejala nyeri kepala banyak terkait mata atau dahi . Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 22 Januari tahun 2024 yaitu Diikuti sebanyak 88 orang peserta kepada santriwan dan satriwati di pondok pesantren Al-Firdaus. dengan metode membagikan kuisioner Pengetahuan sebanyak dua kali saat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. hasil kueisioner sebelum dilakukan penyuluhan (pre test) dan sesudah dilakukan penyuluhan (post test) diperoleh adanya peningkatan sebanyak 56,8 % yang didapatkan dari 28,4% sebelum diberikan penyulahan dan meningkat menjadi 85,2%. Kesimpulan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai faktor penyebab nyeri kepala pada santriwan dan santriwati di pesantren Al-Firdaus Bandar Lampung. Kata Kunci: Pengetahuan Nyeri Kepala, Santriwan-Santriwati, Pondok Pesantren.  ABSTRACT Health problems that often occur in Islamic boarding schools include several things, such as the most frequently complained about headaches, then second place is diarrhea, and third place is fever. Headaches are one of the health problems most frequently complained about by female students at the Al-Firdaus Islamic boarding school. Headaches are included in the 9 cases that cause patients to come to see a doctor. Headaches can arise due to inflammation or traction of pain-sensitive structures, vasodilation , and muscle contractions. Almost all pain-sensitive intracranial structures are innervated by trigeminovascular neurons, especially the ophthalmic division, so that many headache symptoms involve the eyes or forehead. This service activity was carried out on January 22 2024, namely 88 participants attended the Islamic boarding school students and female students at the Al-Firdaus Islamic boarding school. by distributing the Knowledge questionnaire twice before and after the counseling is given. The results of the questionnaire before counseling (pre test) and after counseling (post test) showed an increase of 56.8% which was obtained from 28.4% before counseling was given and increased to 85.2%. The conclusion is that there is increased knowledge regarding the factors that cause headaches in female students at the Al-Firdaus Islamic boarding school in Bandar Lampung. Keywords: Knowledge of Headache, Female Students, Islamic Boarding School.
Optimalisasi Pengetahuan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Kebon Jayanti Kota Bandung Mulya, Adelse Prima; Susanti, Raini Diah; Rahman, Elda Rasyida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12410

Abstract

ABSTRAK Sampah  selalu menjadi  permasalahan yang tidak dapat dihindari, kebiasaan mengangkut sampah ke tempat pembuangan sampah (TPS) hanya memindahkan permasalahan sampah ke tempat lain tanpa membereskan permasalahan sampah. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga dan tingkat pengetahuan Masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini dilakukan dengan metode praktik simulasi pengolahan sampah secara langsung dengan pembuatan MOL (Micro Organism Local). Kegiatan dihadiri oleh warga RW 07-RW 14 dengan jumalh peserta 18 orang. Sebelum dilakukan simulasi Masyarakat diberikan pre test dan post test. Hasil menunjukkan masyarakat melakukan pemilahan sampah sebanyak 76,2%, memiliki tempat sampah pribadi sebanyak 76,2%, memiliki tempat sampah dengan kondisi yang tertutup sebanyak 62,8% dan yang memanfaatkan jasa petugas sampah dalam pengelolaan sampah rumah tangga yaitu sebanyak 70,1%. Hasil sosialisasi mengenai pengelolaan sampah menunjukan pengetahuan yang baik dan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga setelah dilakukan intervensi dengan nilai rata rata pre test 84,7 (19,44) dan nilai rata rata post test 89,7 (17,62). Diharapkan adanya upaya tindak lanjut yang dilakukan masyarakat guna menurunkan produksi sampah dengan upaya perubahan  prinsip pengelolaan sampah dari Kumpul, Angkut, dan Buang menjadi Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan sampah rumah tangga. Kata Kunci: Pengolahan Sampah, Rumah Tangga, Sosialisasi  ABSTRACT Waste is always a problem that cannot be avoided; the habit of transporting waste to landfills (TPS) only moves the waste problem to another place without solving the waste problem. This community service aims to find out how household waste is managed and the level of community knowledge regarding household waste management. This Community Service (PPM) is carried out using a practical method of simulating waste processing directly by making MOL (Micro Organism Local). The activity was attended by residents of RW 07-RW 14, with a total of 18 participants. Before carrying out the simulation, the community was given a pre-test and post-test. The results show that 76.2% of people sort their waste, 76.2% have private trash cans, 62.8% have closed trash cans, and 70.1% use the services of waste officers in managing household waste. %. The results of socialization regarding waste management show good knowledge and an increase in public knowledge regarding household waste management after the intervention, with an average pre-test score of 84.7 (19.44) and an average post-test score of 89.7 (17.62). It is hoped that the community will make follow-up efforts to reduce waste production by changing the principles of waste management from collecting, transporting, and Disposing of to Reducing, Separating, and Utilizing household waste.  Keywords: Household, Socialization, Waste Management
Pemberdayaan Anggota PKK dalam Pengenalan dan Pembuatan Minuman Teh Kombinasi Bunga Telang, Black Garlic dan Rempah di RW 08 Kelurahan Kauman Kota Malang Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13374

Abstract

ABSTRAK  Hipertensi dan hiperkolesterol merupakan penyakit degeneratif yang menjadi masalah serius saat ini. Bahaya hipertensi dan hiperkolesterol yang tidak dapat dikendalikan dapat menimbulkan komplikasi  yang  berbahaya.  Permasalahan  yang  terjadi  pada  masyarakat  adalah  kurangnya  pengetahuan  tentang  pengendalian  penyakit  degeneratif serta  faktor  yang  mempengaruhi  kejadian  hipertensi  dan hiperkolesterol dan  pemanfaatan  bahan  herbal  yang  ada  disekitar untuk meminimalisir kejadian hipertensi dan hiperkolesterol yaitu bawang putih yang dengan cara proses pemanasan pada suhu dan kelembaban yang dikontrol, selama kurang lebih 14 hari. Penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan hiperkolesterol dan hipertensi yang semakin meningkat. Pemberdayaan anggota PKK RW 08 sejumlah 30 orang   dalam pemanfaatan, pelatihan pembuatan sediaan minuman teh kombinasi bunga telang, black garlic dan rempah serta pemberian edukasi secara tatap muka sehingga imunitas kesehatan dapat terjaga. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar pemberian Pendidikan Kesehatan dan pemberian pelatihan terkait khasiat, manfaat, dan pembuatan formula dari sediaan tersebut dapat tercapai dengan baik, sehingga Kesehatan tubuh dapat terjaga. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada anggota PKK meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan minuman kombinasi tersebut; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan terkait manfaat, cara penyajian, cara pembuatan; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre-Post Test terhadap peningkatan tingkat pengetahuan terkait manfaat dan khasiat minuman teh kombinasi bunga telang, black garlic dan rempah, sebesar 33,85%, dimana pada awal 65% dan setelah diberikan edukasi pengetahuan 87% ;  evaluasi ketrampilan dalam pembuatan sediaan rata-rata 87,5% sesuai dengan urutan yang tertulis pada ceklist. Kesimpulan untuk peningkatan tingkat pengetahuan terkait manfaat dan khasiat minuman Kesehatan tersebut sebesar 33,85% dan evaluasi keterampilannya sebesar 87%, sehingga dapat dikatakan telah tercapai. Kata Kunci: Teh, Antioksidan, Rempah, Bunga Telang, Black  Garlic    ABSTRACT Hypertension and hypercholesterolemia are degenerative diseases that are a serious problem today. The dangers of hypertension and hypercholesterolemia that cannot be controlled can cause dangerous complications. The problem that occurs in the community is a lack of knowledge about controlling degenerative diseases as well as factors that influence the incidence of hypertension and hypercholesterolemia and the use of herbal ingredients that are around to minimize the incidence of hypertension and hypercholesterolemia, namely garlic which is heated at a controlled temperature and humidity, as long as it is not enough. more than 14 days. The use of traditional medicine as part of the treatment of hypercholesterolemia and hypertension is increasing. Empowering 30 PKK RW 08 members in the use, training in making tea preparations from a combination of butterfly pea flowers, black garlic and spices as well as providing face-to-face education so that health immunity can be maintained. The aim of this activity is to ensure that health education and training related to the properties, benefits and formulation of these preparations can be achieved well, so that bodily health can be maintained. The implementation method used in community service to PKK members includes 3 activities, including: Preparation stage: taking the approach, preparing the materials and tools used to make the combination drink preparation; Implementation stage: providing health education and training regarding benefits, how to serve, how to make; The evaluation stage was carried out using a Pre-Post Test questionnaire to increase the level of knowledge regarding the benefits and efficacy of drinking tea with a combination of butterfly pea flower, black garlic and spices, amounting to 33.85%, where at the beginning it was 65% and after being given education, knowledge was 87%; Evaluation of skills in making preparations averaged 87.5% according to the order written on the checklist. The conclusion is that the increase in the level of knowledge regarding the benefits and properties of health drinks is 33.85% and the skills evaluation is 87%, so it can be said to have been achieved. Keywords: Tea, Antioxidants, Spices, Butterfly Pea Flower, Black Garlic
Penerapan Online Responsive Feeding Checklist dan Peer Support Grup Ibu untuk Mencegah Stunting Pada Anak Balita di Wilayah Puskesmas Tebing Syahbandar Reisy Tane; Zuliawati Zuliawati; Novrika Silalahi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12432

Abstract

ABSTRAK Nutrisi merupakan faktor penting untuk pertumbuhan pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Periode ini merupakan masa yang kritis yang dapat berdampak seumur hidup anak. Salah satu dampak dari nutrisi yang tidak tepat adalah stunting. Stunting dapat dicegah dengan pemberian makan yang responsive atau responsive feeding. Dukungan dari teman sebaya dan pemantauan dengan online checklist feeding dapat meningkatkan pemberian MPASI. Penerapan online responsive feeding checklist dan peer support grup ibu untuk meningkatkan pemberian MPASI yang tepat untuk mencegah stunting pada anak balita di wilayah puskesmas Tebing Syahbandar. Metode yang dilakukan adalah pengukuran terlebih dahulu praktik pemberian makan responsive pada ibu, kemudian dilakukan penyuluhan dan pembentukan kelompok ibu dimana ibu yang memiliki praktik positif responsive feeding digabungkan dengan ibu yang negatif responsive feeding. Selanjutnya pemantauan dilakukan dengan online Penerapan online responsive feeding checklist dan peer support grup ibu sebelum dilakukan peer support group diskusi mayoritas negatif responsive feeding sekitar 82.5%. Sedangkan setelah dilakukan peer support group ditemukan terjadi peningkatan praktik positif responsive feeding sebesar 87.5%. Kesimpulan dari kegiatan menjelaskan bahwa praktik pemberian makan positif responsive dapat mencegah terjadinya stunting pada anak balita. Kata Kunci: Online, Responsive Feeding, Peer Group, Stunting  ABSTRACT Nutrition is an important factor for growth in the first 1000 days of life. This period is a critical period that can have an impact throughout the child's life. One of the impacts of improper nutrition is stunting. Stunting can be prevented by providing responsive feeding. Support from peers and monitoring with online checklist feeding can increase MPASI provision. Objective of implementation of an online responsive feeding checklist and peer support group for mothers to increase the provision of appropriate MPASI to prevent stunting in children under five in the Tebing Syahbandar community health center area. The method used was to first measure responsive feeding practices in mothers, then provide counseling and form mothers' groups where mothers who had positive responsive feeding practices were combined with mothers who had negative responsive feeding practices. Furthermore, monitoring was carried out online. Application of the online responsive feeding checklist and peer support group for mothers before the peer support group discussion was carried out, the majority of negative responsive feeding was around 82.5%. Meanwhile, after the peer support group was carried out, it was found that there was an increase in positive responsive feeding practices by 87.5%. The conclusion of the activity explains that positive responsive feeding practices can prevent stunting in children under five.  Keywords: Online, Responsive Feeding, Peer Group, Stunting

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue