cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa di Desa Padamukti Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13202

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan jiwa merupakan  suatu kondisi yang memungkinkan dari  perkembangan fisik, intelektual, dan emosional menjadi lebih optimal. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kesehatan jiwa yang baik yaitu  kondisi ketika batin kita  berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga  individu  dapat menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitarnya . Salah satu cara untuk mengetahui masalah kesehatan jiwa dimasyarakat dan yang  lebih dekat serta memahami keadaan masyarakat yaitu kader,maka kader kesehatan jiwa sangat penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa ,sehingga akan ketahuan sejak dini masyarakat yang mengalami masalah psikososial dan  gangguan  jiwa ,maka akan segera di laporkan dan ditangani secara langsung oleh petugas kesehatan setempat.  Kegiatan ini bertujuan untuk membantu  meningkatkan  pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa sehingga bisa mendeteksi secara dini , memfasilitasi dan memberikan penyuluhan terhadap  masyarakat yang mengalami ganguan jiwa. . Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan kader secara tatap muka dan melatih cara mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu 57,2 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  kader desa Padamukti tentang kesehatan jiwa, cara mengatasi dan mendeteksi secara dini tentang masalah kesehatan jiwa, sehingga  diharapkan  angka kesakitan jiwa baik yang psikososial maupun psikosa menurun, masyarakat menjadi sehat  jiwa. Kata Kunci:  Kesehatan Jiwa,  Kader, Pelatihan  ABSTRACT Mental health is a condition that allows physical, intellectual, and emotional development to be more optimal. According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, good mental health is a condition when our mind is in a state of calm and calm so that individuals can enjoy daily life and appreciate others around them. One way to find out about mental health problems in the community and to be closer and understand the situation of the community is through cadres, mental health cadres are very important to detect mental health problems early so that people who experience psychosocial problems and mental disorders will be caught early and will be immediately reported and handled directly by local health workers. This activity aims to help increase the knowledge of cadres about mental health so that they can detect early, facilitate, and provide counseling to people who experience mental disorders. The method used in this activity is face-to-face cadre training and training on how to detect mental health problems early. The result of this activity is an increase of 57.2 points. Conclusion There is an increase in knowledge of Padamukti village cadres about mental health, and how to overcome and detect early mental health problems, so it is hoped that the number of mental illnesses, both psychosocial and psychotic, will decrease, and the community will become mentally healthy. Keywords: Mental Health, Cadres, Training.
Pelatihan Kewirausahaan Bisnis Kopi Pada Generasi Milenial dan Gen Z di Kota Palembang Meiriasari, Vhika; Emilda, Emilda; Ratu, Mutiara Kemala; Kgs. M. Nurkholis, Kgs. M. Nurkholis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13070

Abstract

ABSTRAK Beberapa tahun belakangan ini tren minum kopi semakin meningkat sehingga tak heran jika kedai kopi semakin bermunculan di mana-mana. Apalagi penikmat kopi tidaklah sedikit, baik remaja, dewasa, atau bahkan yang sudah tua sekalipun menjadikan kopi sebagai minuman favorit mereka. Peluang inilah yang harus Anda manfaatkan saat menjalani bisnis kedai kopi kekinian.Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada generasi milenial dan gen Z. Sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sebagai dukungan menuju visi Indonesia Emas 2045. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari generasi milenial dan gen z. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan. Pelatihan yang dilakukan terdiri dari pelatihan motivasi berwirausaha dan pelatihan perencanaan bisnis. Setelah diadakannya pelatihan, dapat diketahui bahwa minat berwirausaha generasi milenial dan gen z meningkat. Hal ini dibuktikan dengan mambandingkan hasil pretest dan post-test peserta. Sebelum pretest, jumlah peserta yang berminat berwirausaha berjumlah 18 orang atau hanya 45% dari total peserta keseluruhan. Sedangkan setelah pelatihan, dari hasil post-test jumlah peserta yang berminat berwirausaha meningkat menjadi 26 orang atau 65% dari total peserta keseluruhan. Kata Kunci: Kewirausahaan, Generasi Milenial, Generasi Z, Kopi  ABSTRACT In recent years, the trend of drinking coffee has increased so it is not surprising that coffee shops are popping up everywhere. Moreover, there are quite a few coffee lovers, whether teenagers, adults or even old people, who make coffee their favorite drink. You must take advantage of this opportunity when running a contemporary coffee shop business.The aim of this community service activity is to foster an entrepreneurial spirit in the millennial and gen Z generations. So that they can create new jobs as support for the vision of a Golden Indonesia 2045. This service activity was attended by 40 participants from the millennial and gen z generations. The method used in this service activity is training. The training carried out consisted of entrepreneurship motivation training and business planning training. After the training was held, it can be seen that the interest in entrepreneurship among the millennial generation and Gen Z has increased. This is proven by comparing the participants' pretest and post-test results. Before the pretest, the number of participants interested in entrepreneurship was 18 people or only 45% of the total participants. Meanwhile, after the training, from the post-test results the number of participants interested in entrepreneurship increased to 26 people or 65% of the total participants. Keywords: Entrepreneurship, Millennial Generation, Generation Z, Coffee
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Sari Gadung melalui Diversifikasi Produk Olahan Bayam Merah Rahmi Muthia; Helmina Wati; Yustin Ari Prihandini; Untung Santoso; Vina Salviana Darvina Soedarwo; Fatimah Nursandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12744

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu defisiensi gizi kronis yang banyak terjadi pada anak-anak. Salah satu cara mengatasi stunting adalah dengan pemenuhan gizi anak. Bayam merah merupakan sayuran yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk pemenuhan gizi. Bayam merah perlu mengalami diversifikasi produk olahan agar mudah dikonsumsi. Melakukan pembuatan diversifikasi produk olahan dari bayam merah untuk mengatasi stunting. Terdapat beberapa tahapan yaitu perizinan, persiapan alat dan bahan, sosialisasi diversifikasi produk olahan, pembuatan produk dan pendampingan, perencanaan kemasan dan evaluasi.  Terdapat dua produk olahan yaitu cookies dan stik bayam merah. Hasil evaluasi diversifikasi produk menunjukkan kelompok ibu PKK sangat setuju untuk produk dapat diolah secara mandiri (70%), peralatan produksi mudah digunakan (75%), kemasan yang disarankan menarik (85%) dan penggunaan sosial media untuk pemasaran dapat dilakukan mandiri (50%). Produk yang dihasilkan ibu PKK Sari Gadung berupa cookies bayam merah dan stik bayam merah yang dapat diberikan untuk pencegahan stunting. Kata Kunci: Sari Gadung, Produk, Bayam Merah, Stunting ABSTRACT Stunting is one of the chronic nutritional deficiencies that often occurs in toddlers. One way to overcome stunting is to fulfill children's nutrition. Red spinach is a vegetable that can be an alternative for fulfilling nutrition. Red spinach needs to be diversified into processed products so that it is easy to consume. To diversify processed products from red spinach to overcome stunting. There are several stages, namely licensing, preparation of tools and materials, socialization of processed product diversification, product creation and assistance, packaging planning and evaluation. There are two processed products, namely cookies and red spinach sticks. The results of the evaluation of product diversification showed that the PKK women group strongly agrees that products could be processed independently (70%), production equipment was easy to use (75%), the recommended packaging was attractive (85%) and the use of social media for marketing could be done independently (50% ). The products produced by PKK Sari Gadung are red spinach cookies and red spinach sticks which can be given to prevent stunting. Keywords: Sari Gadung, Product, Red Spinach, Stunting
Digitalisasi UMKM Murtiningsih, Dewi; Caroline, Rona Tumiur Mauli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13861

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan solusi atau membantu masyarakat terhadap permasalahan yang sering muncul tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membuka wawasan dan juga menambah pengetahuan bagi para pelaku UMKM yang sebagian besar dalam kegiatan usahanya masih melakukan pencatatan secara manual. Kegiatan ini diikuti oleh para pengusaha UMKM Kecamatan Srengseng, pada tanggal 17 Mei 2023 secara daring dengan pelaksanaan berupa sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM. Hasil yang diperoleh dari pelatihan singkat pembukuan sederhana menggunakan aplikasi “Akuntansi UKM” bagi pengusaha UMKM berjalan dengan baik dan lancar, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengusaha UMKM dalam mencatat keuangannya. Kata Kunci: Digitalisasi, UMKM, Akuntansi UKM, Pencatatan Keuangan  ABSTRACT Community service is one of the pillars of the Tri Dharma of Higher Education, which aims to provide solutions or help the community with problems that often arise without expecting any form of reward. This activity is intended to open up insights and also increase knowledge for MSME entrepreneurs, most of whom in their business activities are still recording manually. This activity was attended by Srengseng sub-district MSME entrepreneurs, on May 17, 2023 online with the implementation in the form of socialization and assistance to MSMEs. The results obtained from a short training on simple bookkeeping using the "Akuntansi UKM" application for MSME entrepreneurs went well and smoothly, which is expected to increase the ability and skills of MSME entrepreneurs in recording their finances. Keywords: Digitalization, MSME, Akuntansi UKM, Financial Records
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Daun dan Umbi Talas sebagai Hand Sanitizer dan Masker Wajah di Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis Nitya Nurul Fadilah; Ayu Rahmawati; Adinda Putri Amanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12290

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan tumbuhan sebagai alternatif pengobatan banyak ditemukan di masyarakat desa. Salah satunya Desa Padamulya yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Sebagian besar mata pencaharian penduduk di sana merupakan petani yang sedang menggalakan kegiatan penanaman talas di Desa tersebut dalam rangka menjamin ketersediaan bahan pangan alternatif dari tanaman talas yang selain memiliki kandungan gizi juga memiliki manfaat yang tinggi. Namun, permasalahan di daerah mitra yakni pemanfaatannya masih belum optimal karena kurangnya pengetahuan dalam mengolah potensi sumber daya yang dimiliki sebagai sumber bahan pangan maupun sebagai produk kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menginisiasi pembuatan produk hand sanitizer dari daun talas dan masker wajah dari umbi talas yang ditanam sendiri serta siap digunakan kapan saja. Metode dari program pengabdian masyarakat ini adalah pembinaan Masyarakat Desa Padamulya melalui penyuluhan dan praktik pembuatan produk hand sanitizer dari daun talas dan masker wajah dari umbi talas. Selain itu, kelompok ibu rumah tangga ini akan dibekali tentang bagaimana cara komersialisasi produk melalui media sosial untuk memasarkan produknya. Hasil dari program pengabdian ini dilakukan pada tanggal 16 September 2023 di Aula Desa Padamulya, Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis pada pukul 13.00-15.30 WIB yang diikuti oleh 20 peserta yang merupakan ibu rumah tangga serta petani di Desa Padamulya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh dosen anggota kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa, serta kepala Desa Padamulya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah berjalan lancar serta para peserta antusias serta memahami materi yang disampaikan dan dapat terlihat dari hasil post test para peserta yang menunjukkan bahwa penyampaian materi dilakukan secara efektif. Kata Kunci: Talas, Desa Padamulya, Masker, Hand sanitizer ABSTRACT The use of plants as alternative medicine is often found in village communities. One of them is Padamulya Village, which is one of the villages in Cihaurbeuti District, Ciamis Regency. Most of the people there work as farmers who are promoting taro planting activities in the village in order to ensure the availability of alternative food ingredients from taro plants which, apart from having nutritional content, also have high benefits. However, the problem in partner areas is that utilization is still not optimal due to a lack of knowledge in processing the potential of the resources they have as a source of food and as health products. The aim of this activity is to initiate the manufacture of hand sanitizer products from taro leaves and face masks from home-grown taro tubers that are ready to be used at any time. The method of this community service program is to develop the Padamulya Village Community through counseling and practice in making hand sanitizer products from taro leaves and face masks from taro tubers. Apart from that, this group of housewives will be provided with information on how to commercialize products through social media to market their products. The results of this service program were carried out on September 16 2023 in the Padamulya Village Hall, Padamulya Village, Cihaurbeuti District, Ciamis Regency at 13.00-15.30 WIB, which was attended by 20 participants who were housewives and farmers in Padamulya Village. This community service activity was attended by lecturers, members of community service activities, students, and the head of Padamulya Village. The conclusion of this activity was that it went smoothly and the participants were enthusiastic and understood the material presented and it can be seen from the results of the participants' post test which showed that the delivery of the material was carried out effectively. Keywords: Talas, Desa Padamulya, Mask, Hand Sanitizer
Personal Hygiene Education melalui Pemberdayaan Kader Cilik untuk Mendukung Kesehatan Reproduksi Sejak Dini pada Anak Sekolah Dasar Depok Jawa Barat Fithri, Nayla Kamilia; Rosaline, Mareta Dea; Anggraeni, Diah Tika; Ramadhanti, Ismaya; Arianti, Anggrahita Dwi; Pambudi, Muhammad Rayhan Mahardika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12997

Abstract

ABSTRAK  Personal hygiene kesehatan reproduksi pada remaja merupakan isu kritis sebagai deteminan status kesehatan remaja yang akan berpengaruh dalam kehidupan masa tua. Kurangnya pengetahuan terkait reproduksi dapat menjadi faktor risiko munculnya berbagai penyakit infeksi pada organ reproduksi, terutama pada saat remaja menaglamai masa pubertas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SDN 2 Grogol Depok, dengan jumah peserta 44 siswa siswi dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam menjaga organ reproduksinya untuk menghadapi masa pubertas. Metode yang digunakan adalah dengan cara ceramah, diskusi, dan praktik dengan media ppt, vidio animasi dan buku saku panduan personal higiene menstruasi pada anak usia sekolah. Instrumen yang digunakan dalam melakukan evaluasi kegiatan pengabdian adalah dengan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa siswi terhadap kesehatan reproduksi setelah diberikan edukasi, dalam kegiatan ini juga dibentuk kader cilik kespro. Pihak sekolah diharapkan dapat mengaktifkan UKS dan juga pemberian edukasi terkait kespro yang rutin dengan bantuan institusi kesehatan setempat. Kata Kunci: Menstruasi, Kesehatan Reporoduksi Usia Dini, Personal Higiene  ABSTRACK Personal hygiene, and reproductive health in adolescents a critical issues as a determinant of adolescent health status which will influence their life in old age. Lack of knowledge regarding reproduction can be a risk factor for the emergence of various infectious diseases in the reproductive organs, especially when teenagers reach puberty. This service activity was carried out at SDN 2 Grogol Depok, with a total of 44 female students participating with the aim of increasing their understanding of maintaining their reproductive organs to face puberty. The method used is lectures, discussions, and practice using PowerPoint media, animated videos, and a pocketbook on personal menstrual hygiene for school-age children. The instruments used in evaluating service activities are pre-test and post-test. Based on the results of the knowledge evaluation, it was found that there was an increase in female students' understanding of reproductive health after being given education. In this activity, a female reproductive health cadre was also formed. The school is expected to be able to activate the UKS and also provide routine education related to reproductive health with the help of local health institutions. Keyword: Menstruation, Early Childhood Reproductive Health, Personal Hygiene
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita untuk Pencegahan Stunting dengan Memanfaatan Nutraseutikal Daun Kelor (Moringa oleifera) Budiastuti, Rizky Farmasita; Sabila, Ahda; Yuwanda, Alhara; Zhafira, Bilqis; Indriani, Melis; Imanda, Radita Cahya; Hermawati, Shakira Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12950

Abstract

ABSTRAK Permasalahan gizi buruk berkaitan dengan kekurangan gizi kronis, seperti stunting pada anak-anak yang mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat. Berdasarkan data WHO tahun 2020, sekitar 149 juta (21,3%) anak di seluruh dunia mengalami stunting. Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 27,7%, atau sekitar 9 juta anak di Indonesia mengalami stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevalensi stunting di Kota Depok sebesar 12,6%, sedangkan di Jawa Barat sendiri mencapai 24,5%. Upaya pencegahan dan intervensi, seperti program gizi, pendidikan gizi, dan dukungan pangan, menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan gizi buruk. Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Posyandu Flamboyan tentang gizi balita dengan memanfaatkan nutrasetikal daun kelor (Moringa olifiera). Kader Posyandu Flamboyan Kelurahan Cipayung Depok diberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pengolahan makanan bergizi dari daun kelor sebagai solusi nutrasetikal pendukung gizi sehat dan diberikan sebagai PMT saat penyelenggaraan posyandu. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan dari pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan tentang stunting dan pemenuhan gizi balita pada kader posyandu Flamboyan (sig 2-tailed<0,050). Kader Posyandu juga telah mampu membuat produk nutraseutikal daun kelor dan memberikan edukasi gizinya ke ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Flamboyan. Manfaat gizi yang melimpah, ketersediaan lokal, dan kemudahan pertumbuhannya menjadikan PMT nutraseutikal Moringa oleifera sebagai alternatif bahan pangan dalam upaya mengatasi masalah stunting. Kata Kunci: Moringa Oleifera, Posyandu, Kelor, Nutrisi, Stunting, Edukasi  ABSTRACT Malnutrition issues are associated with chronic nutritional deficiencies, such as stunting in children, leading to inhibited growth. According to WHO data in 2020, approximately 149 million (21.3%) children worldwide experience stunting. In Indonesia, based on Riskesdas 2018 data, the prevalence of stunting is 27.7%, with around 9 million Indonesian children affected. According to the 2022 Indonesia Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Depok City is 12.6%, while in West Java, it reaches 24.5%. Prevention and intervention efforts, such as nutrition programs, education, and food support, are key to addressing malnutrition issues. This community service aims to enhance the knowledge and skills of Flamboyan Posyandu cadres regarding toddler nutrition by utilizing moringa (Moringa oleifera) as a nutraceutical. Flamboyan Posyandu cadres in Cipayung, Depok, were educated on stunting and trained in the preparation of nutritious food from moringa leaves as a supportive nutraceutical solution. These products were provided as supplementary feeding during posyandu activities. Conclusion: There is a significant influence of education on the level of knowledge about stunting and nutritional fulfillment for toddlers among Flamboyan Posyandu cadres (sig 2-tailed <0.050). Posyandu cadres have also successfully created moringa nutraceutical products and provided nutritional education to mothers with toddlers at Flamboyan Posyandu. The abundant nutritional benefits, local availability, and ease of cultivation make moringa oleifera nutraceutical supplementary feeding an alternative solution to address stunting issues. Keywords: Moringa oleifera, Posyandu, Moringa Leaves, Nutrition, Stunting, Education
Pelatihan Pemandu Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Sutoman (Sustainable Tourism Mandalagiri) Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya Hartiningrum, Chanty Yunie; P, Adrian Wirahardi; Paflefi, Alfi Reza; Islami, Aziziyah Al; Suherman, Doni; Herdiana, Herdiana; Fikri, Lutfi Ahmad; Zakaria, Muhammad; Jannah, Miftahul; Hidayah, Nadia; Rolena, Nitamara; Saputri, Rissa Fadilla; Padilah, Rizki; Fauzi, Salman; Agustina, Sinta Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12838

Abstract

ABSTRAK Desa Mandalagiri amat unik dan beragam serta layak dikembangkan diantaranya wisata alam Curug Wallet, Curug Citereup, dan Sanghiang Hayang. Dan banyak keseniannya seperti kesenian lodong gejlig, reog, rumah pohon, dan rumah persinggahan yang lebih dikenal dengan sebutan home stay. Dan wisata lain seperti wisata sejarah dimana Desa Mandalagiri ini merupakan salah satu tempat yang dijadikan pendirian pos-pos pagar betis saat tentara dan masyarakat menghadapi kelompok DI/TII. Termasuk keberadaan makam Syekh Ngari, tokoh masyarakat yang menyebarkan agama islam diwilayah Desa mandalagiri beragam potensi wisata yang dimiliki akan di kembangkan untuk kemajuan desa dan meningkatkan kesjahteraan masyarakatg di kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya, Jawa Barat. Prospek industri pariwisata di Indonesia sangat besar mengingat kekayaan alam Indonesia yang melimpah. Sektor pariwisata memberikan kontribusi yang cukup besar untuk Produk Domestik Bruto (PDB) nasional (Ardhikrisna YB, 2016). Pemandu Wisata adalah sumber daya manusia yang berperan sebagai ujung tombak dalam kegiatan wisata. Oleh karena itu pemandu wisata harus memiliki kompetensi yang memandai untuk melaksanakan tugas dan kewajibanya. Peningkatan kompentsi sumber daya manusia dapat dilakukan memelalui pelatihan kemanduan bagi pemandu wisata khususnya pemandu wisata Kawasan Desa Mandalagiri. Desa wisata sudah mampu mewarnai variasi destinasi yang lebih dinamis dalam suatu kawasan pariwisata. Perkembangan industri pariwisata yang dalam hal ini adalah desa wisata mempunyai dampak bagi ekonomi suatu wilayah, antara lain peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan pemerintah desa, peningkatan permintaan produk lokal dan peningkatan fasilitas untuk masyarakat (Pangestuti, 2018).  Keselamatan kerja dalam suatu tempat mencangkup berbagai aspek yang berkaitan dengan aspek yang berkaitan dengan kondisi dan keselamatan sarana dan prasarana produksi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemandu wisata dalam memandu wisatawan yang berkunjung ke Desa Mandalagiri Kecematan Leuwisari Tasikmalaya Jawa Barat. Sasaran dari Kegiatan ini adalah  masyarakat ataupun tokoh pemuda yang mau dan ingin secara sukarela berpartisipasi untuk menjadi seorang pemandu wisata. Pendekatan yang dugunakan dalam kegiatan ini meliputi metode kualitatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemandu wisata dalam memandu wisatawan yang berkunjung ke Desa Mandalagiri Kecematan Leuwisari Tasikmalaya Jawa Barat. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Program-program yang telah dilakukan berupa sosialisasi pengembangan desa wisata yang meliputi sosialisasi mengenai maksud dan tujuan program yang akan dilaksanakan, Pemandu wisata, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan pelatihan pemandu wisata. Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata memberikan implikasi terhadap ketahanan budaya wilayah berupa penguatan budaya khususnya panahan dan beberapa perubahan pada tata nilai sosial serta lingkungan. Kegiatan pelatihan pemandu wisata dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata sutoman (sustainable tourism mandalagiri) Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya tahun 2023 sosialisasi Pelatihan Pemandu wisata dan Pelatihan. Harapannya setelah mengikuti kegiatan tersebut masyarakat mendapat kemampuan berupa memahami tentang pemandu wisata. Kata Kunci: Desa Mandalagiri, Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat   ABSTRACT Mandalagiri Village is very unique and diverse and worthy of development, including the natural attractions of Curug Wallet, Curug Citereup, and Sanghiang Hayang. And there are many arts such as lodong gejlig, reog, tree houses, and transit houses which are better known as home stays. And other tourism such as historical tourism where Mandalagiri Village was one of the places where posse posts were set up when the army and the community faced the DI/TII group. Including the existence of the grave of Sheikh Ngari, a community figure who spread Islam in the Mandalagiri Village area, the various tourism potentials will be developed for village progress and improving the welfare of the community in Leuwisari sub-district, Tasikmalaya, West Java.Tour guides are human resources who act as the spearhead in tourism activities. Therefore, tour guides must have competent competence to carry out their duties and obligations. Increasing human resource competency can be done through scouting training for tour guides, especially tour guides in the Mandalagiri Village Area. Work safety in a place covers various aspects related to aspects related to the condition and safety of production facilities and infrastructure. This activity aims to improve the understanding and skills of tour guides in guiding tourists visiting Mandalagiri Village, Leuwisari District, Tasikmalaya, West Java. The target of this activity is the community or youth leaders who are willing and wish to voluntarily participate in becoming a tour guide. Research Method: The approach used in this activity includes qualitative methods to improve the understanding and skills of tour guides in guiding tourists visiting Mandalagiri Village, Leuwisari District, Tasikmalaya, West Java. Data collection was obtained through interviews and observations. Results: The programs that have been carried out are in the form of outreach on the development of tourist villages which includes outreach regarding the aims and objectives of the program to be implemented, tour guides, occupational safety and health (K3), and tour guide training. Community empowerment through the development of tourist villages has implications for regional cultural resilience in the form of strengthening culture, especially archery and several changes to social and environmental values. Conclusion: Tour guide training activities and community empowerment through the development of the Sutoman tourist village (sustainable tourism Mandalagiri) Leuwisari sub-district, Tasikmalaya district, in 2023, socialization of tour guide training and training. The hope is that after participating in this activity, people will gain the ability to understand tour guides. Keywords: Mandalagiri Village, Tourism Village, Community Empowerment
Pengaruh Senam Ibu Hamil terhadap Pengurangan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Paguyaman Retni, Ani; A. Lihu, Fahmi; Harismayanti, Harismayanti; Mantu, Reivan Angreiani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13981

Abstract

ABSTRAK Perubahan yang besar akan terjadi pada wanita hamil yaitu termasuk pada punggung. Dimulai dari trimester kedua sebagian ibu hamil akan mengalami nyeri punggung karena bayi yang berada dirahim yang semakin membesar. Sekitar 50-80% wanita pernah mengalami nyeri punggung dan pinggul selama kehamilan. Tujuan penelitian ini mahasiswa mampu mengetahui Pengaruh Senam Ibu Hamil Terhadap Pengurangan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Paguyaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan menggunakan pre experimental design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 responden ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Hasil analisa uji T-Test didapatkan sign.(2-tailed) pre= -000≤0.05 dan T-Test didapatkan sign.(2-tailed) post= -000≤0.05 hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dilakukan senam Ibu hamil terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil terimester III. Kesimpulan pada penelitian ini kiranya dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya senam hamil untuk mengurangi nyeri pada bagian punggung. Kata Kunci: Ibu Hamil, Nyeri Punggung, Senam, Trimester III ABSTRACT Big changes will occur in pregnant women, including in the back. Starting from the second trimester, some pregnant women will experience back pain because the baby in the womb is getting bigger. About 50-80% of women experience back and hip pain during pregnancy.The purpose of this researchcapable studentsdetermine the effect of exercise for pregnant women on reducing back pain in pregnant women in the third trimester at the Paguyaman Community Health Center. The research method used is quantitative using pre-experimental design. The sample used in this research was 15 respondents from third trimester pregnant women who experienced back pain. The results of the T-Test analysis showed sign (2-tailed) pre= -000≤0.05 and the T-Test obtained sign.(2-tailed) post= -000≤0.05,this shows that there is an effect of doing exercise for pregnant women on the reduction of back pain in third trimester pregnant women.The conclusion of this research is that it can increase pregnant women's knowledge about the importance of pregnancy exercise to reduce back pain. Keywords: Pregnant Women, Back Pain, Exercise, Third Trimester
Pemberdayaan Lansia dalam Penanganan Hipertensi dengan Terapi Komplementer Akupresur Muhdiana, Dedi; Nurhayati, Nurhayati; Herlinah, Lily; Rosyati, Heri; Al-Ashri, Azizah; Rohanah, Rohanah; Atifa, Anggita Delia Putri; P, Shalza Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13326

Abstract

ABSTRAK Hipertensi pada lansia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST). Upaya pengendalian Tekanan Darah secara Farmakologi dengan penggunaan Obat Anti Hipertensi dalam jangka panjang dapat memberikan dampak negative terhadap kesehatan secara umum terlebih tanpa adanya pengawasan dan control yang ketat dari tenaga medis. Upaya penangulangan hipertensi secara aman dan mudah dilakukan oleh masyarakat dapat dilakukan melalui upaya penerapan terapi komplementer diluar pengobatan secara farmakoterapi yang telah terbukti dan mudah dilakukan oleh masyarakat secara mandiri dengan Teknik akupresur.Tujuan dari pemberdayaan lansia ini menitik beratkan pada upaya promotif,  preventif dan kuratif dalam penanganan masalah hipertensi pada masyarakat  untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan penanganan  hipertensi berbasis upaya kuratif non farmakologi dengan penerapan terapi komplementer dan alternative secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyakat dilakukan melalui tahapan kegiatan-kegiatan: 1. Melakukan analisis kebutuhan mitra. 2. Kegiatan pemberdayaan dengan   memberikan pendidikan dan pelatihan kepada mitra PKM tentang terapi komplementer hipertensi dengan teknik akupresur. 3. Melakukan bina suasana dengan cara mengembangkan kegiatan inovatif untuk keberlangsungan kegiatan dengan menciptakan suasana kegiatan yang aman, nyaman, menyenangkan serta efisien dan efektif. Peserta yang mengikuti kegiatan 25 orang. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahun dan keterampilan peserta dalam penanganan hipertensi di masyarakat. Kesimpulan, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat penyandang hipertensi dan keluarganya dalam memahami hipertensi serta cara penangananya dengan terapi komplementer dalam bentuk akupresur. Kata Kunci: Pemberdayaan, Lansia, Hipertensi, Komplementer, Akupresur  ABSTRACT Hypertension in the elderly is mostly isolated systolic hypertension (HST). Efforts to control blood pressure pharmacologically by using anti-hypertensive drugs in the long term can have a negative impact on health in general, especially without strict supervision and control from medical personnel. Efforts to treat hypertension safely and easily by the community can be carried out through efforts to implement complementary therapies outside of pharmacotherapy treatment which have been proven and are easy for the community to carry out independently using acupressure techniques. The aim of empowering the elderly focused on promotive, preventive, and curative efforts in handling hypertension problems in the community to increase knowledge, awareness, and ability to treat hypertension based on non-pharmacological curative efforts by implementing complementary and alternative therapies independently. The method used in community service activities was carried out through stages of activities: 1. Analyzing partner needs. 2. Empowerment activities by providing education and training to PKM partners regarding complementary therapy for hypertension using acupressure techniques. 3. Building an atmosphere by developing innovative activities for the continuity of activities by creating an atmosphere of activities that is safe, comfortable, enjoyable as well as efficient, and effective. There were 25 participants who took part in the activity. The results of the activity were increased in participants' knowledge and skills in treating hypertension in the community. The conclusion was that there was an increase in knowledge and skills among people with hypertension and their families in understanding hypertension and how to treat it with complementary therapy in the form of acupressure. Keywords: Enpowerment, Elderly, Hypertension, Complementary, Acupressure

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue