cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba terhadap Peningkatan Kasus Penyakit Menular Seksual melalui Video Animasi di SMK Muhammadiyah Cilegon Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15829

Abstract

ABSTRAK Penyalahgunaan narkoba dan penularan PMS memiliki kaitan yang erat bahwa penularan HIV/AIDS dikalangan pecandu narkoba terjadi amat cepat, antara lain disebabkan karena kebiasa pinjam meminjam jarum suntik tanpa disterilkan terlebih dahulu. Hal  ini menjelaskan bahwa, ada berbagai macam cara penularan PMS dan berkaitan erat dengan penyalahgunaan narkoba. Metode yang dilakukan dengan memberikan program edukasi tentang bahaya narkoba di SMK Muhammadiyah Cilegon menggunakan video animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan peningkatan risiko PMS melalui video animasi. Memberikan pendidikan kesehatan berupa Pendidikan kesehatan/edukasi melalui video animasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap peningkatan kasus PMS. Menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa, dengan nilai rata-rata pre-test 52.97 dan post-test 76.22. Kendala utama adalah penyesuaian waktu penyuluhan dengan jadwal akademik siswa yang tidak serentak. Program ini menegaskan pentingnya edukasi narkoba sejak dini dan penggunaan media yang menarik seperti video animasi. Video animasi terbukti menjadi alat yang sangat efektif dalam pembelajaran di sekolah, karena mampu menampilkan konsep yang sulit dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti. Penggunaan video animasi dalam pendidikan bahaya narkoba tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga kesadaran mereka terhadap risiko narkoba dan penyakit menular seksual. Kata Kunci: Edukasi, Video Animasi  ABSTRACT Drug abuse and the transmission of sexually transmitted infections (STIs) are closely related, with HIV/AIDS transmission among drug users occurring rapidly. This is largely due to the practice of sharing non-sterilized needles. This relationship highlights the various ways in which STIs can be transmitted and their strong association with drug abuse. To address this issue, an educational program using animated videos was implemented at SMK Muhammadiyah Cilegon to enhance students' understanding of the dangers of drug abuse. The goal of the program was to create an engaging and effective learning approach to increase students' awareness of the dangers of drug abuse and the associated risk of STIs Through animated videos. Health education was provided through animated videos that illustrated the risks of drug abuse and its impact on the increase in STI cases. The program showed a significant improvement in students' knowledge, with the average pre-test score being 52.97 and the post-test score rising to 76.22. The main challenge encountered was aligning the educational sessions with students' academic schedules, which were not synchronized. The program underscores the importance of early drug education and the use of engaging media such as animated videos. Animated videos have proven to be a highly effective tool in school-based education. They present complex concepts in a compelling and easily understandable manner. The use of animated videos in drug abuse education not only enhances students' comprehension but also increases their awareness of the risks associated with drug abuse and sexually transmitted infections. Keywords: Education, Animated Video
Upaya Peningkatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Megasari, Anis Laela; Noviantari, Yonanda Regita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14330

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian mordibitas dan mortalitas akibat penyakit tidak menular saat ini semakin meningkat. Sayangnya, intervensi yang berbasis preventif belum banyak dilakukan. Deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular merupakan intervensi berbasis preventif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu melakukan deteksi dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemantauan penyakit tidak menular. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan cek kesehatan. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat di Desa Tegalmulyo, Pabelan, Surakarta. Deteksi dini diukur dengan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu, dan asam urat. Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa sebanyak 60% masyarakat memiliki riwayat hipertensi, 40% masyarakat memiliki kadar kolesterol tinggi, 50% masyarakat memiliki kadar gula darah tinggi, dan 55% masyarakat memiliki kadar asam urat yang tinggi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa deteksi dini penyakit tidak menular penting dilakukan. Hal ini sebagai salah satu cara peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pencegahan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular, Masyarakat ABSTRACT The incidence of morbidity and mortality due to non-communicable diseases is currently increasing. Unfortunately, preventive-based interventions have not been widely implemented. Early detection of risk factors for non-communicable diseases is a preventive-based intervention that can be used to overcome this problem. The aim of this service activity is to carry out early detection and increase public awareness in monitoring non-communicable diseases. The methods used in this activity are counseling and health checks. The partners for this activity are the community in Tegalmulyo Village, Pabelan, Surakarta. Early detection is measured by checking blood pressure, cholesterol levels, instant blood sugar and uric acid. Early detection results show that as many as 60% of people have a history of hypertension, 40% of people have high cholesterol levels, 50% of people have high blood sugar levels, and 55% of people have high uric acid levels. The results of this activity show that early detection of non-communicable diseases is important. This is one way to improve the level of public health through preventing non-communicable diseases.  Keywords: Early detection, Non-Communicable Diseases, Society
Pelaksanaan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri di SMKS Santu Petrus Ruteng Banul, Maria Sriana; Halu, Silfia A.N; Dafiq, Nur; Manggul, Makrina S.; Banur, Patrisia M.S; Pati, Maria V.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15552

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan salah salah satu penyakit ganas yang paling umum dan terus berkembang dikalangan perempuan saat ini. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian akibat kanker payudara termasuk kurangnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini, terutama di kalangan wanita yang tinggal di daerah pedesaan atau dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Pemeriksaan payudara sendiri merupakan salah satu metode yang sederhana namun efektif untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara yang mungkin menjadi tanda awal kanker payudara. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan kanker payudara sejak dini sehingga meningkatkan kesadaran untuk melakukan SADARI secara teratur. Kegiatan ini diikuti oleh remaja putri SMKS Santu Petrus Ruteng yang berjumlah 45 orang. Motode yang digunakan adalah melalui edukasi dengan penyajian materi menggunakan metode ceramah, demosntrasi, diskusi serta tanya jawab. Semua peserta yang ikut dalam kegiatan ini sangat antusias dan aktif dan mampu memahami materi yang disampaikan. Ada perubahan pengetahuan ditandai dengan peningkatan hasil post test  secara signifikan. Semakin sering seseorang terpapar informasi maka akan semakin meningkat pemahamannya yang akan berpengaruh pada sikap dan tindakannya para remaja putri untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur. Oleh karena itu diharapkan  keterlibatan  semua  pihak  untuk menyusun program berkelanjutan terkait pencegahan kanker payudara melalui teknik pemeriksaan payudara sendiri. Kata Kunci: Kanker Payudara, SADARI, Remaja  ABSTRACT Breast cancer is one of the most common malignant diseases and continues to grow among women today. Several factors that contribute to the high death rate from breast cancer include a lack of awareness of the importance of early detection, especially among women who live in rural areas or with limited access to health services. Breast examination itself is a simple but effective method for detecting abnormalities in the breast that may be an early sign of breast cancer. This activity was carried out to increase the knowledge of young women regarding breast cancer prevention from an early age so as to increase awareness of doing BSE regularly. This activity was attended by 45 young women from SMKS Santu Petrus Ruteng. The method used is education by presenting material using lecture, demonstration, discussion and question and answer methods. All participants who took part in this activity were very enthusiastic and active and were able to understand the material presented. There is a change in knowledge marked by a significant increase in post test results. The more often someone is exposed to information, the more their understanding will increase, which will influence the attitudes and actions of young women to carry out regular breast examinations. Therefore, it is hoped that all parties will be involved in developing a sustainable program related to breast cancer prevention through breast self-examination techniques. Keywords: Breast Cancer, Breast Examination, Adolescent
Edukasi Teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking with Controlled Breathing Pasien Penyakit Jantung Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14833

Abstract

ABSTRAK Dispnea atau sering disebut sebagai sesak napas adalah sensasi subjektif dari pernapasan yang tidak normal seperti sensasi bernapas dengan intensitas yang berbeda-beda. Upaya dalam mengontrol gejala sesak nafas pasien dengan penyakit jantung dapat dilakukan dengan memberikan sebuah manajemen dengan cara non farmakologi dengan Teknik relaksasi. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gejala sesak nafas di ruang Tulip Atas RSUD Sumedang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan sangat baik, cukup dan kurang. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang berada dirumah. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan keluarga pasien terkait teknik Relaksasi Pursed Lip Breathing dan Latihan Intoleransi Aktivitas Walking With Controlled Breathing untuk mengurangi gejala sesak dan meningkatkan intoleransi aktivitas yang dirasakan pada pasien jantung. Rekomendasi, Diharapkan semua petugas kesehatan yang ada di ruangan tulip dapat mengaplikasikan Pursed Lip Breathing dan Walking With Breathing Controlled dan menjadi intervensi pendukung yang dilakukan secara rutin 2 kali sehari untuk meningkatkan toleransi aktivitas dan saturasi oksigen pada pasien jantung. Kata Kunci: Edukasi, Relaksasi Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Pasien Jantung  ABSTRACT Dyspnea or often referred to as shortness of breath is a subjective sensation of abnormal breathing such as the sensation of breathing with varying intensity. Efforts to control the symptoms of shortness of breath in patients with heart disease can be done by providing a management in a non-pharmacological way with relaxation techniques. This health education aims to improve the quality of life of patients with symptoms of shortness of breath in the Tulip Atas room of Sumedang Hospital. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as very good, sufficient and lacking. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can apply them independently even when they are at home. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of the patient's family related to Pursed Lip Breathing Relaxation techniques and Walking With Controlled Breathing Activity Intolerance Exercises to reduce symptoms of tightness and increase activity intolerance felt in heart patients. Recommendation, It is expected that all health workers in the tulip room can apply Pursed Lip Breathing and Walking With Breathing Controlled and become a supporting intervention carried out routinely 2 times a day to increase activity tolerance and oxygen saturation in heart patients.          Keywords: Education, Relaxation Pursed Lip Breathing, Walking With Controlled Breathing, Heart patients
Pendampingan Pelaksanaan Program Promotif dan Preventif Poskestren dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Mardiyah, Adiyati; Julianti, Erna; Mareti, Silvia; Maktum, Ummi; Azmy, Restu Amalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17292

Abstract

ABSTRAK Lingkungan sehat, perilaku sehat dan pelayanan kesehatan bermutu adil dan merata merupakan tiga pilar Kebijakan Indonesia sehat 2025. Masalah Kesehatan remaja banyak dialami di pondok pesantren yaitu masalah Kesehatan reproduksi, PHBS dan penyakit menular. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan melakukan pendampingan pelaksanaan program promotive dan preventif untuk dapat mengembangkan kemampuan warga pondok pesantren sehingga menjadi perintis/pelaku dan pemimpin yang dapat menggerakkan masyarakat berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan dalam meningkatkan perilaku hidup sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk program kegiatan pendampingan kepada santri dan membentuk Rekestren (Relawan Kesehatan Pesantren). Kegiatan pelatihan dilakukan Assalafiah Nurul Hidayah di Pondok Pesantren  dengan memberikan Edukasi terkait PHBS, Kesehatan Reproduksi, Penyakit Menular dan Bahaya Merokok serta domonstrasi cara deteksi dini terkait skrening Pengukuran tanda-tanda vital, pemeriksaan berat badan, Tinggi badan, Indeks masa tubuh dan skrinng penyakit menular. Selain itu dilakukan pemeriksaan Hemoglobin dan Hepatitis. Rata-rata pengetahuan santri sebelum di berikan penyuluhan sebesar 41,84 dan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan setelah diberikan penyuluhan sebesar 86,13 dan terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan dan keterampilan santri sebelum dan setelah diberikan penyuluihan dengan p Value 0,001. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri terkait Kesehatan resproduksi, dan PHBS serta terbentuknya RESKESTREN dalam upaya pencegahan promotive dalam pengendalian penyakit menular dan Kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Promotif, Preventif, Poskestren
Skrining Bank Darah untuk Pemeriksaan Sifilis di Kelurahan Pasalakan Kecamatan Sumber Solikhah, Solikhah; Supriyatin, Supriyatin; Supenah, Pipin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14948

Abstract

ABSTRAK Sifilis atau penyakit raja singa merupakan penyakit Infeksi Menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit sifilis dapat menular melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan dari ibu ke janin. Tes serologis untuk deteksi antibodi mencakup tes rnon-treponemal untuk menyaring dan mengevaluasi pengobatan serta tes treponemal untuk Konfirmasi diagnosis. Berdasarkan standar WHO, jumlah kebutuhan minimal darah di Indonesia sekitar 5,1 juta kantong darah pertahun (2% jumlah penduduk Indonesia), Data Kementerian Kesehatan menunjukkan pada 2016, kebutuhan total kantong darah se-Indonesia sekitar 5,1 juta kantong tapi yang tersedia hanya 4,2 juta atau sekitar 81% dari kebutuhan. Artinya, masih ada sekitar 19% atau 1 juta kantong darah yang belum terpenuhi. Donor darah atau donasi darah di Indonesia naik dalam 10 tahun namun masih kurang 20%. Jumlah pendonor darah di Indonesia dalam 10 tahun terakhir terjadi peningkatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui skrining donor darah untuk sifilis pada masyarakat Kelurahan Pesalakan Kec. Sumber Kab. Cirebon. Didapatkan hasil RPR dan TP Rapid reaktif (terinfeksi sifilis) sebanyak 0 orang dan dengan hasil non reaktif (tidak terinfeksi sifilis) Kelurahan Pasalakan sebanyak 45 orang. Kata Kunci: Skrining Bank Darah, Tes Serologi, Sifilis, Transfusi Darah ABSTRACT Syphilis or lion king disease is a sexually transmitted infectious disease (STI) caused by the bacterium Treponema pallidum. Serological tests for antibody detection include rnon-treponemal tests to filter and evaluate treatment as well as treponemal testing for confirmation of diagnosis. According to WHO standards, the minimum blood requirement in Indonesia is about 5.1 million blood bags per year (2% of the Indonesian population), according to data from the Ministry of Health, in 2016, the total needs of Indonesians in blood bags are about 5,1 million bags but are available only 4.2 million or about 81% of the needs. I mean, there's still about 19% or 1 million blood bags out of stock. The number of blood donors in Indonesia has increased in the last 10 years but is still below 20%. This activity aims to find out the screening of blood donors for syphilis in the community Kelurahan Pesalakan Kec. Source Kab. Cirebon. RPR and Rapid Reactive (infected with syphilis) results were obtained of 0 people and with non-reactive (non-infected) results of 45 people. Keywords: Blood Bank Screening, Serology Test, Syphilis, Blood transfusion.
Skrining Faktor Risiko dan Konseling Penyakit Tidak Menular Mustajab, Abdullah Azam; Setiani, Fibrinika Tuta; Purnamasari, Ika; Raharyani, Anisa Ell; Astuti, Banar; Khotimah, Triani Husnul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16429

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) menjadi isu dunia termasuk di Indonesia. Pergeseran penyakit yang awalnya didominasi penyakit menular sekarang didominasi penyakit tidak menular. PTM jika tidak ditangani segera dan tepat bisa mengakibatkan komplikasi penyakit seperti penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke. Kegiatan melakukan skrining faktor risiko dan pemberian konseling terkait dengan penyakit tidak menular pada Pegawai UNSIQ Wonosobo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melakukan skrining faktor risiko PTM, pengukuran antropometri (pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar perut), pemeriksaan kesehatan (pengecekan gula darah, kolesterol dan asam urat) dan diberikan konseling penyakit tidak menular. Pegawai antusias mengikuti kegiatan skrining faktor risiko dan pemberian konseling terkait dengan penyakit tidak menular. Pegawai yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 128 orang, setelah dilakukan skrining PTM dan pemeriksaan kesehatan, pegawai aktif melakukan tanya jawab pada saat sesi konseling penyakit tidak menular. Semakin dini terdeteksi terkait dengan penyakit tidak menular maka akan semakin cepat pula diberikan penanganan sehingga kesehatan bisa terpantau dan terjaga. Kata Kunci: Deteksi Dini, Konseling, Faktor Risiko, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) have become a global issue, including in Indonesia. The shift in disease that was initially dominated by infectious diseases is now dominated by non-communicable diseases. NCDs if not treated immediately and appropriately can cause complications such as heart disease, kidney failure and stroke. The activity is to conduct risk factor screening and provide counseling related to non-communicable diseases for UNSIQ Wonosobo Employees. Method: this community service activity is carried out by conducting NCD risk factor screening, anthropometric measurements (measurement of weight, height and waist circumference), health checks (checking blood sugar, cholesterol and uric acid) and providing counseling for non-communicable diseases. Employees enthusiastically participated in risk factor screening activities and provided counseling related to non-communicable diseases. Employees who participated in this community service activity were 128 people, after NCD screening and health checks, employees actively asked questions during the non-communicable disease counseling session. The earlier it is detected related to non-communicable diseases, the faster the treatment will be provided so that health can be monitored and maintained.  Keywords: Counseling, Early Detection, Non-Communicable Disease, Risk Factors
Optimalisasi Self-Management Diabetes melalui Health Coaching bagi Kader Kesehatan Sebagai Upaya Pengontrolan Kadar Gula Darah Penderita DM Sari, Ratna Yunita; Septianingrum, Yurike; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Irawan, Danny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15984

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus dengan kadar gula tidak terkontrol menyebabkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular yang dapat menurunkan dan memperburuk kualitas hidup penderitanya. Komplikasi terjadi diakibatkan oleh self management yang rendah, perilaku perawatan diri yang buruk sehingga kadar gula darah tidak terkontrol. Hal ini, jika tidak diatasi dan melaksanakan self management yang tepat, dampak terburuknya menyebabkan kematian akibat komplikasi. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan warga tentang self-management diabetes melalui health coaching sebagai upaya pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah RT 09 RW 08 Kelurahan Banyuurip Kota Surabaya. Metode kegiatan menggunakan pelatihan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, tukar pendapat dan demonstrasi guna meningkatkan pengetahuan kader dan warga mengenai spiritual diabetes self-management health coaching untuk pengontrolan kadar gula darah penderita DM. kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2024 dan diikuti oleh 2 kader dan 15 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang ditunjukkan dengan hasil pretest 54% meningkat menjadi 95% hasil posttest dan disertai ketrampilan yang meningkat baik kader dan warga dapat melaksnakan Self-Management Diabetes Melalui Health Coaching dan kader mampu memberikan penyuluhan terhadap warga secara langsung maupun daring, sehingga dapat menjadi support system bagi warganya mempertahankan status kesehatan di area binaanya.   Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Kadar Gula Darah, Self-Management Diabetes  ABSTRACT Diabetes Mellitus with uncontrolled sugar levels causes microvascular and macrovascular complications which can reduce and worsen the sufferer's quality of life. Complications occur due to low self-management, and poor self-care behavior so that blood sugar levels are not controlled. This, if not addressed and implemented with proper self-management, can have the worst impact of causing death due to complications. This service activity aims to increase the knowledge and skills of cadres and residents regarding diabetes self-management through health coaching to control blood sugar levels in DM sufferers. Community service activities are carried out in the area of RT 09, Banyuurip Village, Surabaya City. The activity method uses participatory approach training using lectures, discussions, exchange of opinions and demonstrations to increase the knowledge of cadres and residents regarding spiritual diabetes self-management health coaching for controlling blood sugar levels in DM sufferers. This activity was carried out in May-July 2024 and was attended by 2 cadres and 15 diabetes mellitus sufferers. The results of the evaluation of training activities showed that there was an increase in knowledge and skills as shown by the pretest results increasing from 54% to 95% posttest results and accompanied by increased skills, both cadres and residents were able to carry out Diabetes Self-Management through Health Coaching and cadres were able to provide counselling to residents directly. or online, so that it can become a support system for residents to maintain their health status in the areas they support. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Blood Sugar Levels, Diabetes Self-Management
Pemberdayaan Laskar Gertak Kita dengan Edukasi Sadari sebagai Upaya Menuju Kampung Sehat Rusdianingseh, Rusdianingseh; Muhith, Abdul; Rohmawati, Riska; Afiyah, R. Khairiyatul; Hatmanti, Nety Mawarda; Shodiq, M; Maimunah, Siti; Damawiyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17615

Abstract

ABSTRAK Laskar Gertak Kita merupakan singkatan dari Laskar Gerakan Serentak Kesehatan Ibu dan anak. peran kader laskar Gertak Kita ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kesehatan diberbagai topik terkait kesehatan ibu dan balita, salah satunya adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Angka kejadian kanker payudara semakin meningkat sehingga perempuan didorong untuk lebih mengenal tubuh sendiri dan bertindak proaktif dalam menjaga kesehatan payudara sendiri. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah dan demonstrasi. Sasaran terlebih dahulu diberikan edukasi tentang proses SADARI, kemudian dilakukan demonstasi menggunakan alat peraga manikin yang diikuti oleh semua sasaran. Tingkat pengetahuan sasaran diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil pretest dan postest terhadap 20 sasaran kader laskar Gertak Kita, didapatkan peningkatan pengetahuan dari 62% menjadi 89% dan peningkatan ketrampilan melakukan SADARI menjadi 90%. Edukasi kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi SADARI dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader untuk mendeteksi masalah kesehatan di payudara sendiri. Kata Kunci: Laskar Gertak Kita, Sadari, Edukasi ABSTRACT Laskar Gertak Kita is an abbreviation of Laskar Simultaneous Movement for Maternal and Child Health. The role of the Gertak Kita cadres is to increase health knowledge and skills on various topics related to maternal and toddler health, one of which is breast self-examination (BSE). The incidence of breast cancer is increasing, so women are encouraged to know their own bodies better and act proactively in maintaining their own breast health. The method used is to provide education using lecture and demonstration methods. The targets are first given education about the BSE process, then a demonstration is carried out using a manikin which is attended by all the targets. The target knowledge level was measured using a pretest and posttest questionnaire. The pretest and posttest results of the 20 target Gertak Kita cadres showed an increase in knowledge from 62% to 89% and an increase in skills in performing BSE to 90%. Health education through lectures and BSE demonstrations can increase cadres' knowledge and skills in detecting health problems in their own breasts. Keywords: Laskar Gertak Kita, BSE, Education
Optimalisasi Kesehatan dan Daya Tahan Tubuh dalam Rangka Menyambut Puasa Ramadhan Hardayati, Yunita Astriani; Utami, Tuti Asrianti; Lisum, Kristina; Alfriyani, Monica; Riana, Steffy Cintya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.13803

Abstract

ABSTRAK Optimalisasi kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh ketika menjalani puasa Ramadhan, salah satunya dapat dilakukan dengan mengkonsumsi Vitamin C. Vitamin C atau asam askorbat merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memperkuat imunitas atau sistem kekebalan tubuh, mencegah kerusakan sel, membentuk kolagen, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi civitas akademika dilingkungan LLDKTI Wilayah 3 dengan mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan melalui pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan tinggi vitamin atau konsumsi suplemen vitamin untuk mencegah berbagai penyakit. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan skrining awal status kesehatan civitas akademika LLDIKTI wilayah III kepada peserta yang sudah dianyatakan aman dan melakukan pemberian injeksi vitamin C. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat dari 150 peserta diantaranya 2 peserta (1,3 %) berminat untuk suntik vitamin dengan alasan mengatasi pegal dan lelah, 4 peserta (2,56 %) untuk menjaga kesehatan kulit, dan 150 peserta (96,2%). Saran pengabdian masyarakat ini penting dilakukan secara berkala, agar civitas akademika mampu meningkatkan kesehatan secara optimal dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Kata Kunci: Imunitas Tubuh, Optimalisasi Kesehatan, Puasa  ABSTRACT Optimizing health and increasing body endurance when fasting during Ramadan can be achieved by consuming Vitamin C. Vitamin C or ascorbic acid is a nutrient that the body needs to strengthen immunity or the immune system, prevent cell damage, form collagen, and improve the wounds healing process. The aim of this community service is expected to increase the motivation of the academic community in the LLDKTI Region 3 environment by maintaining and improving health status through a healthy lifestyle and consuming foods high in vitamins or vitamin supplements to prevent various diseases. The method used was to carry out an initial screening of the health status of the LLDIKTI region III academic community for participants who had been declared safe and administered vitamin C injections. The results of community service activities from 150 participants included 2 participants (1.3%) interested in injecting vitamin C. reasons for overcoming aches and fatigue, 4 participants (2.56%) to maintain healthy skin, and 150 participants (96.2%). This community service suggestion is important to carry out regularly so that the academic community can improve health optimally and increase energy. hold your body. Keywords: Immunity, Health Optimization, Fasting

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue