cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Demam Berdarah dan Chikungunya dengan Penanaman Bunga Lavender Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15750

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dan Chikungunya menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Upaya pencegahan melalui gerakan 3M dan penggunaan insektisida sudah dilakukan. Namun penggunaan insektisida dalam jangka panjang menimbulkan resistensi pada nyamuk dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penularan penyakit menggunakan tanaman pengusir nyamuk yaitu bunga lavender. Bunga lavender lebih ramah terhadap lingkungan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya DBD dan Chikungunya serta pentingnya pencegahan penularan DBD dan Chikungunya melalui penanaman bunga lavender sebagai tanaman pengusir nyamuk. Metode yang dilakukan berupa penyampaian materi dan pendistribusian serta penanaman bunga lavender bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2024 dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan yang dihadiri oleh 15 orang warga RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan yaitu sebanyak 25 tanaman bunga lavender telah didistribusikan kepada warga dan ditanam selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Sosialisasi program penanaman bunga lavender sebagai upaya pencegahan nyamuk penyebab DBD dan Chikungunya telah menunjukkan hasil yang positif. Kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, diharapkan penanaman bunga lavender dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mencegah penyebaran DBD dan Chikungunya. Kata Kunci: Demam Berdarah, Chikungunya, Bunga Lavender  ABSTRACT Dengue fever and Chikungunya are serious health problems in Indonesia caused by viruses transmitted through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Prevention efforts through the 3M movement and the use of insecticides have been made. However, the long-term use of insecticides causes resistance in mosquitoes and has a negative impact on the environment and humans. One of the efforts that can be made to prevent the spread of disease transmission is using mosquito repellent plants, namely lavender flowers. Lavender flowers are more environmentally friendly. The purpose of this community service is to increase public awareness of the dangers of DHF and Chikungunya and the importance of preventing the transmission of DHF and Chikungunya through planting lavender flowers as mosquito repellent plants. The method used was in the form of delivering material and distributing and planting lavender flowers with the community. This activity was carried out on May 16, 2024, attended by residents of RT 04, RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City. The results of the activity which was attended by 15 residents of RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, namely 25 lavender flower plants were distributed to residents and planted during the implementation of this community service. The socialization of the lavender flower planting program as an effort to prevent mosquitoes that cause dengue and chikungunya has shown positive results. Good cooperation between the community, government, and related institutions, it is hoped that planting lavender flowers can be an effective and sustainable solution in preventing the spread of DHF and Chikungunya. Keywords: Dengue, Chikungunya, Lavender Flower
Bridging Theory and Practice: Applying Vrio and Pest to Foster Digital Transformation in Kadin Bandung City Msmes Asmara, Maisa Azizah; Arissaputra, Rivaldi; Sabila, Sherly Nur; Arrizki, Aril Lyan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17480

Abstract

ABSTRACT The data indicates that approximately 70% of MSMEs in Indonesia operate within the food and beverage sector, with 99.5% falling under the MSME classification. Despite being perceived as having numerous advantages, MSMEs face several limitations that hinder their ability to enhance competitiveness and growth. The PKM program is designed to equip participants with relevant knowledge and skills, aiming to improve product quality, expand market access, and implement effective digital strategies. The approach employed involved direct counseling and mentoring sessions for 20 women-led MSMEs supported by KADIN Bandung City. The most notable improvement was observed in participants' understanding of the benefits of digital transformation, along with a strong motivation to apply it within their business practices. Overall, the counseling and mentoring activities demonstrated their effectiveness in enhancing participants' comprehension and motivation to implement the three concepts presented in a practical business context. Keywords: PEST Analysis, VRIO Analysis, Digital Transformation
Program Cegah Stunting melalui Pendidikan Pola Asuh Keluarga di Desa Temajok Kab. Sambas Kalimantan Barat Masmuri, Masmuri; Limansyah, Dodik; Hidayah, Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15371

Abstract

ABSTRAK Masalah stunting masih ditemukan dengan jumlah kasus relatif banyak dan merupakan daerah prioritas dalam pencegahan stunting di Pulau temajuk Propinsi Kalimantan barat. Stunting saat ini masih menjadi masalah Nasional, penurunan angka stunting telah dinyatakan sebagai program prioritas nasional. Pada Global Nutrition Target 2025, Penurunan Balita yang mengalami Stunting diharapkan dapat mencapai 40%, selain itu   keluarga masih banyak belum menyadari anak stunting sebagai suatu masalah, karena anak stunting ditengah-tengah  masyarakat terlihat sebagai anak dengan aktivitas yang normal.  Edukasi dan one-on-one konseling dan dilakasanakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga tentang stunting dan pola asuh. Hasil menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan partisipan 20-25 % tentang pola asuh yang benar dan melakukan pencegahan stunting. Kegiatan berupa edukasi Stunting dan pola asuh dilakukan evaluasi dengan cara diskusi dan pre tes dan post tes, serta merencanakan program pendampingan intensif kepada keluarga dengan stunting untuk memastikan penerapan pengetahuan yang telah diberikan. Kata Kunci: Stunting Pola Asuh, Pendidikan Kesehatan ABSTRACT In Temajuk Island, West Kalimantan Province, the issue of stunting remains prevalent with a relatively high number of cases, making it a priority area for stunting prevention. Stunting continues to be a national problem, and reducing stunting rates has been declared a national priority program. The Global Nutrition Target for 2025 aims for a 40% reduction in stunting among toddlers. However, many families are still unaware that stunting is a problem because children with stunting appear to have normal activities within the community. Education and one-on-one counseling were implemented in this community service program to enhance families' knowledge and understanding of stunting and parenting practices. The results showed a 20-25% increase in participants' knowledge about proper parenting practices and stunting prevention. The activities, which included education on stunting and parenting practices, were evaluated through discussions, pre-tests, and post-tests. Additionally, an intensive mentoring program for families with stunted children was planned to ensure the application of the knowledge provided. Keywords: Stunting, Parenting, Education
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga dan Pembuatan Sirup Bit Merah sebagai Minuman Kesehatan untuk Pencegahan Anemia Kehamilan Dewita, Dewita; Henniwati, Henniwati; Aulianshah, Vonna; Sari Hrp, Lili Kartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17045

Abstract

ABSTRAK Kematian ibu sering terjadi pada saat kehamilan, persalinan dan masa nifas yang disebabkan oleh berbagai penyakit karena faktor resiko/komplikasi yang parah pada saat hamil.  WHO menyebutkan bahwa penyebab kematian ibu di negara berkembang terjadi karena anemia sebesar 40 %. Hal ini terjadi karena perdarahan akut dan status gizi buruk pada masa kehamilan. Bit kaya akan antioksidan dan mineral seperti kalium magnesium, betalain, vitamin C, dan natrium. Bit warna merah tua mengandung bahan kimia karotenoid, saponin, betasianin, betanin, polifenol, dan flavonoid. Bit merah dapat mencegah anemia dalam kehamilan. Untuk memberdayakan kelompok ibu rumah tangga dalam pengenalan dan pembuatan sirup Bit merah (Beta vulgaris L) sebagai minuman kesehatan untuk pencegahan anemia selama kehamilan di wilayah Kecamatan Langsa Baro. Metode yang digunakan tim pengabdian adalah edukasi tentang pemanfaatan dan pelatihan sirup Bit merah dapat mencegah anemia dalam kehamilan. Kegiatan dilaksanakan di Lengkong Kecamatan Langsa Baro pada tanggal 27-29 Mei 2024. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga, kader dan bidan desa. Setelah dilakukan evaluasi tingkat pengetahuan peserta meningkat dari pengetahuan cukup sebesar 55 % menjadi pengetahuan baik 100 %. Sedangkan pelatihan pembuatan sirup Bit merah terjadi peningkatan kemampuan pembuatan sirup Bit untuk mencegah anemia dalam kehamilan. Kelompok ibu rumah tangga terbukti meningkatkan pengetahuan setelah diberi edukasi tentang anemia dalam kehamilan dan pemanfaatan sirup Bit merah sebagai minuman kesehatan untuk mencegah anemia. Seluruh peserta terjadi peningkatan kemampuan pembuatan sirup Bit merah.  Kata Kunci: Ibu Rumah Tangga, Anemia Kehamilan, Sirup Bit Merah  ABSTRACT Maternal deaths often occur during pregnancy, childbirth and the postpartum period caused by various diseases due to severe risk factors or complications during pregnancy. WHO states that the cause of maternal death in developing countries is due to anemia by 40%. This occurs due to acute bleeding and poor nutritional status during pregnancy. Beets are rich in antioxidants and minerals such as potassium magnesium, betalain, vitamin C, and sodium. Dark red beets contain carotenoid chemicals, saponins, betacyanins, betanin, polyphenols, and flavonoids. Red beets can prevent anemia in pregnancy. To empower groups of housewives in the introduction and manufacture of red beet syrup (Beta vulgaris L) as a health drink to prevent anemia during pregnancy in the Langsa Baro District area. Method used by the community service team is education and training on the use of red beet syrup to prevent anemia in pregnancy. The activity was carried out in Lengkong Village, Langsa Baro District on May 27-29, 2024. The target of the activity was the group of housewives, cadres and village midwives. Post evaluation, the level of knowledge of the participants increased from sufficient knowledge of 55% to good knowledge of 100%. While the training on making beet syrup occurred, all participants experienced an increase in the ability to make beet syrup to prevent anemia in pregnancy. Conclusion: the group of housewives was proven to increase their knowledge after being educated about anemia in pregnancy and the use of red beet syrup as a health drink to prevent anemia. All participants experienced an increase in their ability to make red beet syrup. Keywords: Housewives, Pregnancy Anemia, Red Beet Syrup
Edukasi (Penyuluhan) Bahaya Menghirup Lem Pada Anak Usia Sekolah Pada Kepala Lingkungan dan Ibu PKK di Kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan Yusniar, Yusniar; Hariani, Muthoh; Sitohang, Tiur Romatua
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15020

Abstract

ABSTRAK Perilaku menghisap lem ini sangat populer dikalangan remaja dan usia anak sekolah dasar karena memberikan sensasi euforia dan sensasi “fly” dengan cara mudah dan murah pada penggunanya. Hal ini tentu saja merupakan batu loncatan untuk ke tingkat yang lebih lanjut, narkoba. Masalah ini jangan dianggap masalah remeh sepele atau dianggap masalah yang kecil. Tujuan : untuk memberikan edukasi sebagai upaya preventif dengan harapan peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan yang dilakukan kepada para kepala lingkungan dan Ibu-ibu PKK di kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga. Jumlah responden sebanyak 27 responden, Ibu-ibu PKK dan Kepala Lingkungan wilayah kerja se- Kelurahan Aek Manis dengan tujuan dapat peningkatan pengetahuan, sikap dan Tindakan kepada para sasaran. Adapun metodenya dengan membagikan kuesioner dengan pre dan post test. Hasil kegiatan di dapatkan hasil terjadi peningkatan pengetahuan responden dari 40,7% menjadi 100%, variabel sikap dari 85,1 % naik menjadi 96,3 % begitu juga dengan variabel Tindakan dari 81,4 % menjadi 96,3 %. Disarankan pada pengabdi berikutnya melakukan kegiatan pengabdian melakukan dengan format FGD yang melibatkan pemerintah Kota Sibolga Kata Kunci: Edukasi, Bahaya Menghirup Lem, Pengetahuan, Sikap dan Tindakan  ABSTRACT This glue sucking behavior is very popular among teenagers and elementary school age children because it gives the user a sensation of euphoria and the sensation of "flying" in an easy and cheap way. This is of course a stepping stone to the next level, drugs. This problem should not be considered a trivial problem or a small problem. Education is one of the ways of preventive efforts with the hope of increasing knowledge, attitudes and actions carried out by environmental heads and PKK women in the Aek Manis sub-district, South Sibolga District, Sibolga City. The number of respondents was 27 respondents; PKK women and neighborhood of work areas throughout Aek Manis Subdistrict with the aim of increasing knowledge, attitudes and actions for the targets. The method is by distributing questionnaires with pre and post tests. The results of the activity resulted in an increase in respondents' knowledge from 40.7 % to 100 %, the attitude variable from 81.4 % to 96.3 % as well as the Action variable from 81.4 % to 96.3 %. It is recommended that the next service member carry out service activities in an FGD format involving the Sibolga City government Keywords: Education, Dangers of Inhaling Glue, Knowledge, Attitudes and Actions
“CEMARA JUKAJU” Cegah Anemia dengan Jus Kacang Hijau Nurhayati, Diah; Rahayu, Dida Hera; Rohani, Rohani; Jahinus, Yuliana; Novida, Novida; Sugiharti, Novi; Arlym, Lisa Trina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15535

Abstract

ABSTRAK Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan anemia di Indonesia tahun 2018 pada karakteristik umur 5- 14 tahun sebesar 26,8% dan umur 15-24 tahun sebesar 32,0%dan prevalensi anemia secara keseluruhan dari jenis kelamin menunjukkan anemia pada laki-laki sebesar 20,3%dan perempuan sebesar 27,2% dapat dilihat dari data tersebut bahwa kejadian anemia lebih tinggi terjadi padaperempuan (Sandala et al., 2022). Tujuan dilakukannya sosialisasi ini adalah agar masyarakat di kelurahan Sukamaju dapat lebih memperhatikan bagaimana kondisi gizi anak dan bagaimana cara memanfaatkan Kacang Hijau. Hasil penelitian Meishella Ayu Reyaning Tyas tahun 2022, Berdasarkan penelitian ini menunjukkan hasil setelah diberisari kacang hijau pada kelompokintervensi (sari kacang hijau) dengan kategori anemia tidak ada, 17 orang kelompok intervensi setelahdiberi sari kacang hijau berada di kategori tidak anemia (100%). Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi, yang berfokus pada Remaja. Remaja dapat memahami konseling dan demonstrasi mengenai Anemia dan asuhan komplementer “CEMARA JUKAJU” yang bisa di diberika pada Remaja untuk mencegah Anemia. Berdasarkan hasil evaluasi setelah pemberian konseling dan demonstrasi asuhan komplementer saat pengabdian masyarakat. Intervensi berjalan dengan baik dan efektif dengan hasil partisipan dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dan dapat mempraktekan kembali asuhan komplementer yang dipraktikan yaitu untuk mengatasi payudara bengkak menggunakan kubis dingin. Kata Kunci: Anemia, Kacang Hijau, Remaja  ABSTRACT The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) show that anemia in Indonesia in 2018 was 26.8% for those aged 5-14 years and 32.0% for those aged 15-24 years, and the overall prevalence of anemia by gender shows anemia in men. men amounted to 20.3% and women amounted to 27.2%. It can be seen from this data that the incidence of anemia is higher in women (Sandala et al., 2022). The aim of this outreach is so that people in the Sukamaju sub-district can pay more attention to the nutritional conditions of children and how to use Mung Beans. Meishella Ayu Reyaning Tyas' research results in 2022, based on this research, showed that the results after being given green bean juice in the intervention group (green bean juice) were in the no anemia category, 17 people in the intervention group after being given green bean juice were in the no anemia category (100%). This community service uses lecture, discussion and demonstration methods, which focus on teenagers. Adolescents can understand counseling and demonstrations regarding Anemia and the complementary care "CEMARA JUKAJU" which can be given to Adolescents to prevent Anemia. Based on evaluation results after providing counseling and demonstration of complementary care during community service. The intervention went well and effectively with the result that participants were able to answer the questions given and were able to re-practice the complementary care that was being practiced, namely to treat swollen breasts using cold cabbage. Keywords: Anemia, Green Beans, Adolescents
Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu dalam Rangka Pencegahan Stunting di Desa Taman Bogo Ridwan, M; Fairus, Martini; Kodri, Kodri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14743

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak kurang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan upaya pencegahan stunting adalah kemampuan kader dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita di wilayahnya masih lemah. Keterampilan dan kemampuan kader dalam pengukuran antropometri yang dilakukan oleh kader sebagian besar kurang akurat (over estimate). Selain itu, belum tersedianya alat untuk mengukur stunting menggunakan antropometri kit yang sesuai standar SNI. Tujuan: Meningkatkan kemandirian masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dengan memberikan edukasi tentang stunting dan pemantauan pertumbuhan balita dan makanan balita. Sasaran kegiatan pengabmas ini adalah seluruh kader kesehatan di Desa Taman Bogo Kec. Purbolinggo Kab. Lampung timur berjumlah 35 orang. Metode: Kegiatan pengabmas meliputi; sosialisasi kegiatan, edukasi tentang stunting, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting, penyuluhan teknik pengukuran dan penilaian status gizi balita khusus stunting menggunakan antropometri kit yang sesuai standar SNI serta monitoring dan pendampingan kader kesehatan. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang stuntung dari perolehan nilai rerata pretest 44,74 meningkat saat postest dengan rerata menjadi 52,46. Juga terjadi peningkatan pengetahuan kader  tentang teknik pengukuran dan penailaian status gizi balita menggunakan antropometri kit terstandar dari rerata pretest 40,66 meningkat saat postest dengan rerata menjadi 50,37. Serta terdapat peningkatan keterampilan kader menilai status gizi balita menggunakan antropometri terstandar dari rerata pretest 41,86 meningkat menjadi rerata 52,46 saat postest. Kesimpulan: Kegiatan pelatihan kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya deteksi kasus stunting pada balita. Kata Kunci: Pelatihan, Kader Posyandu, Stunting ABSTRACT Stunting is a growth disorder experienced by toddlers which results in delays in the child's growth that are not in accordance with standards, resulting in negative impacts, both short and long term. One of the problems faced in relation to efforts to prevent stunting is that cadres' ability to monitor the growth of toddlers in their area is still weak. The skills and abilities of cadres in anthropometric measurements carried out by cadres are mostly inaccurate (overestimated). Apart from that, there are no tools to measure stunting using anthropometric kits that comply with SNI standards. Objective: Increase community independence by increasing the knowledge and skills of cadres by providing education about stunting and monitoring the growth of toddlers and toddler food. The target of this community service activity is all health cadres in Taman Bogo Village, District. Purbolinggo District. East Lampung numbered 35 people. Method: Community service activities include; socialization of activities, education about stunting, providing additional food (PMT) for stunted toddlers, counseling on measuring techniques and assessing the nutritional status of stunting toddlers using anthropometric kits that comply with SNI standards as well as monitoring and assisting health cadres. The results of the activity showed an increase in cadres' knowledge about stunting from the pretest mean score of 44.74, increasing during the posttest with the average being 52.46. There was also an increase in cadres' knowledge about techniques for measuring and assessing the nutritional status of toddlers using standardized anthropometric kits from a pretest mean of 40.66, increasing during the posttest with a mean of 50.37. There was also an increase in cadres' skills in assessing the nutritional status of toddlers using standardized anthropometry from a pretest mean of 41.86 increasing to a mean of 52.46 at posttest. Conclusion: Posyandu cadre training activities can increase cadres' knowledge and skills in monitoring children's growth and development, especially detecting cases of stunting in toddlers. Keywords: Training, Posyandu Cadres, Stunting
Upaya Peningkatan Edukasi terhadap Masyarakat Mengenai Penyakit Infeksi Kulit dan Pengobatan di Desa Limbangan Kec. Wanareja Kab. Cilacap Jawa Tengah Wulandari, Winda Trisna; Rijkiyah, Gina Sheli; Yassinqi, Manita Cenda; Nurfadhilla, Dilla; Muhtar, Muhammad Wildan; Augie, Andrea; Maolana, Ananda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14600

Abstract

ABSTRAK Penyakit infeksi kulit adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, jamur, bakteri dan parasite. Kulit merupakan pelindung beberapa organ yang ada di dalam tubuh dan bagian tubuh yang cukup sensitive terhadap beberapa penyakit. Penyuluhan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat Desa Limbangan Kec. Wanareja Kab. Cilacap Jawa Tengah untuk tetap menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar serta pengobatan dari penyakit infeksi kulit. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang dilakukan berupa pemaparan materi dan pre-test serta post-test pemahaman mengenai penyakit infeksi kulit Peserta kegiatan ini adalah masyarakat posyandu lestari 06 Dusun Saungluhur Desa Limbangan. Hasil test sebelum pemaparan materi memiliki nilai rata-rata 75.45 sedangkan setelah pemaparan materi menjadi 96.82. Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan masyarakat posyanda antara sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Penyuluhan menganai pemberian penyakit infeksi kulit memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat setempat. Kata Kunci: Penyakit, Kulit, Kesehatan, Penyuluhan  ABSTRACT Skin infections are skin diseases caused by microorganisms such as viruses, fungi, bacteria, and parasites. The skin is a protector of several organs in the body and parts of the body that are quite sensitive to several diseases. Counseling was carried out to increase the knowledge and awareness of the community to maintain cleanliness and the surrounding environment as well as treatment for skin infections. Implementation of counseling activities carried out in the form of presentation of material and an understanding test about skin infections. The test results before the presentation of the material had an average value of 75.45 while after the presentation of the material it became 96.82. There was a significant difference in the community's knowledge between before and after the extension activities. Education regarding the treatment of skin infections provides increased knowledge of the local community. Keywords: Disease, Skin, Health, Counseling
Edukasi Melalui Media Audio Visual Pada Ibu Hamil yang Mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan Anemia Dalam Mencegah Stunting di Puskesmas Langsa Kota Magfirah, Magfirah; Idwar, Idwar; Veri, Nora; Emilda, Emilda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15689

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu sumber daya yang tangguh secara fisik, kuat mental, bugar, dan cerdas. Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi yang cukup lama, sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan anak yaitu kurang gizi. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut dari sudut pandang ibu adalah status gizi buruk pada masa pubertas, calon pengantin, pada masa hamil dan menyusui, terdapat beberapa penyakit seperti kekurangan energi kronis yang diukur dengan lingkar lengan atas (LILA), anemia (kekurangan sel darah merah) dan juga tingkat pendidikan ibu. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil Yang Mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan Anemia dalam Mencegah Stunting melalui edukasi media audio visual. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah program pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, ceramah, Tanya jawab dan menonton video untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam pencegahan stunting. Melalui Edukasi media audio visual dapat mencegah terjadinya kekurangan energi kronik (kek) dan anemia pada ibu hamil, terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan yaitu 5 % sebelum penyuluhan dan 27% sesudah diberikan penyuluhan. Suluruh peserta telah mengerti dan terjadi peningkatan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka kesakitan akibat dari stunting. Kata Kunci: Stunting, KEK dan Anemia Pada Ibu Hamil  ABSTRACT The success of a nation's development is determined by the availability of quality human resources, namely resources that are physically tough, mentally strong, fit and intelligent. Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a long-term lack of nutritional intake, resulting in stunted growth in children, namely malnutrition. One of the factors that influences this decline from the mother's perspective is poor nutritional status during puberty, prospective brides, during pregnancy and breastfeeding, there are several diseases such as chronic energy deficiency as measured by upper arm circumference, anemia (lack of blood cells). red) and also the mother's education level. Increasing the knowledge and skills of pregnant women experiencing Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia in preventing stunting through audio-visual media education. The service method used in this activity is a community education program through counseling, lectures, questions and answers and watching videos to increase the knowledge of pregnant women in preventing stunting. There was an increase in knowledge before and after being given counseling, namely 5% before counseling and 27% after being given counseling. All participants have understood and there has been an increase in knowledge in the health sector for the community in order to reduce morbidity due to stunting. Keywords: Stunting, Chronic Energy Deficiency and Anemia in Pregnant
Pelatihan Penanggulangan Krisis Kesehatan bagi Petugas Kesehatan di Kota Langsa Abdurrahman, Abdurrahman; Mutiah, Cut; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Oktabina, Rizky Wan; Helmi, Alfian; Zakirullah, Zakirullah; Alchalidi, Alchalidi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16996

Abstract

ABSTRAK Indonesia sering mengalami bencana alam dan non alam (wabah) yang menimbulkan krisis kesehatan, seperti korban mati, korban luka, sakit, pengungsi, lumpuhnya pelayanan kesehatan, penyakit menular, sanitasi lingkungan, gangguan jiwa dan masalah kesehatan lainnya. Kegiatan Penanggulangan Krisis Kesehatan dilaksanakan mulai pra-krisis kesehatan, tanggap darurat, dan pasca krisis kesehatan dengan menitikberatkan pada Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan. Salah satu permasalahan di Kota Langsa adalah banjir yang membuat rumah dan fasilitas publik termasuk Puskesmas terendam air sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak maksimal serta berpotensi menimbulkan krisis kesehatan serta terbentuknya Emergency Medical Team (EMT) yang mencakup lintas profesi kesehatan Kota Langsa untuk menghadapi ancaman bencana. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang penanggulangan krisis kesehatan serta meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pembentukan tim tenaga kesehatan tanggap bencana dan selanjutnya pelatihan mencakup simulasi Penanggulangan Krisis Kesehatan. Peserta belum mendapatkan pelatihan tentang latihan Table Top dengan jumlah 27 orang (90%) peserta, terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Dengan hasil kategori berpengetahuan baik sebelum edukasi yaitu 12 peserta (40%) menjadi 18 orang (60%) serta peserta mampu melakukan pelatihan penanggulangan bencana di mulai dari pencegan mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan pada fase pra bencana, kegiatan tanggap darurat pada saat bencana dan fase pemulihan pasca bencana. Peserta telah memahami tentang penanggulangan krisis kesehatan dan telah terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat dan mencegah terjadinya penurunan status kesehatan pada daerah yang rawan bencana. Kata Kunci: Pelatihan, Penanggulangan Krisis Kesehatan, Rawan Bencana  ABSTRACT Indonesia often experiences natural and non-natural disasters (outbreaks) which cause health crises, such as deaths, injuries, illnesses, refugees, paralyzed health services, infectious diseases, environmental sanitation, mental disorders and other health problems. Health Crisis Management activities are carried out starting from pre-health crisis, emergency response, and post-health crisis with an emphasis on Reducing the Risk of Health Crisis. One of the problems in Langsa City is flooding which causes houses and public facilities including the Community Health Center to be submerged in water so that health services to the community are not optimal and have the potential to cause a health crisis and the formation of an Emergency Medical Team (EMT) which includes a cross-section of health professions in Langsa City to face the threat of disaster. Increase health workers' understanding of how to deal with health crises and increase the capacity and skills of health workers in providing health services in emergency conditions and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. The method or form of activity used in this community service begins with the formation of a team of disaster response health workers and then training includes a Health Crisis Management simulation. Participants had not received training on table top exercises with a total of 27 people (90%) participants, there was an increase in knowledge before and after education. With the results of the good knowledge category before education, namely 12 participants (40%) to 18 people (60%) and participants were able to carry out disaster management training starting from prevention, mitigation and preparedness carried out in the pre-disaster phase, emergency response activities during the disaster and the post-disaster recovery. Conclusion: Participants understand how to deal with health crises and are skilled in providing health services in emergency situations and preventing a decline in health status in disaster-prone areas. Keywords: Training, Health Crisis Management, Disaster Prone

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue