cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Optimalisasi Pengetahuan Ibu Postpartum tentang Teknik Menyusui untuk Mencegah Masalah Laktasi di Puskesmas Watu Alo Afrinita, Maria; Padeng, Eufrasi P.; Trisnawati, Reineldis; Halu, Silvia Angela Norce
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15587

Abstract

ABSTRAK Penyebab kegagalan dalam menyusui salah satu diantaranya adalah kurang atau tidak sama sekali mempunyai pengalaman serta pengetahuan tentang bagaimana cara menyusui yang benar. Sehingga sangat penting dilakukan penyuluhan tentang Kesehatan selama menyusui dan Teknik menyusui yang benar untuk mempersiapkan fisik dan psikologis ibu untuk memberikan ASI pada bayi. Memberikan asuhan pada ibu nifas dengan melakukan penyuuluhan dan demonstrasi cara menyusui yang benar untuk mengatasi masalah laktasi. Pemecahan masalah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi dengan media leaflet dan demonstrasi tentang Teknik menyusui yang baik. Dari edukasi dan demonstrasi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa ibu mengerti dan dapat mempraktikan cara menyusui dengan baik. Adanya peningkatan pengetahuan ibu dimana dapat mempraktikan kembali Teknik menyusui yang benar dan cara meningkatkan produksi ASI sehingga diharapkam kepada ibu-ibu postpartum yang telaah diberikan edukasi dan pelatihan Teknik menyusui ini dapat mewujudkan tercapainya ASI Ekslusif. Kata Kunci: Pengetahuan, Teknik Menyusui, Postpartum ABSTRACT One of the causes of failure in breastfeeding is lack or no experience and knowledge of how to breastfeed correctly. So it is very important to carry out counseling about health during breastfeeding and correct breastfeeding techniques to prepare the mother physically and psychologically to give breast milk to the baby. Provide care to postpartum mothers by conducting counseling and demonstration of the correct way to breastfeed to overcome lactation problems. The problem solving carried out in this community service activity is to provide education with leaflet media and demonstrations about good breastfeeding techniques. From the education and demonstrations carried out, the results were obtained that mothers understood and could practice breastfeeding properly. there is an increase in maternal knowledge where they can practice the correct breastfeeding techniques and how to increase breast milk production so that it is hoped that postpartum mothers who are studied to be given education and training in breastfeeding techniques can realize the achievement of Exclusive Breastfeeding. Keywords: Knowledge, Postpartum Breastfeeding Techniques, Lactation Problems
Program Pemeriksaan Fungsi Paru Dengan Peak Flow Meter pada Komunitas Olahraga Pernapasan Abhinaya di Kelurahan Antapani Kidul, Bandung Huda, Latifa Nurul; Zahrah, Najla Rafifah; Fatkhiyah, Khusnul; Fauziah, Syifa; Nuraya, Tabina Alaika; AR, Keisha Shafira; Reizaputra, Hafizh Al-Gazhali; Mangnga, Vanessa Angelica Grace; Nurfauzi, Najla Aulia Shafa'; Zakira, Adila Jihan; Rismansyah, Aishwarya Zahra Raissa; Maran, Novia Vina; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17601

Abstract

ABSTRAK Seiring bertambahnya usia, fungsi paru dapat menurun akibat penurunan imunitas serta perubahan dalam struktur dan elastisitas jaringan. Faktor risiko seperti riwayat penyakit, kebiasaan merokok, dan paparan polusi udara dapat memperburuk kesehatan paru pada lansia, sementara aktivitas fisik berperan penting dalam pemeliharaan fungsi paru. Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi paru pada lansia sangat penting untuk mengevaluasi kesehatan pernapasan sehingga intervensi yang tepat dapat dilakukan lebih awal guna meningkatkan kualitas hidup. Program pemeriksaan fungsi paru pada komunitas olahraga pernapasan Abhinaya ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak olahraga pernapasan terhadap fungsi paru anggota komunitas, serta mengidentifikasi hubungan antara usia, riwayat kesehatan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan paparan polusi dengan nilai peak expiratory flow rate (PEFR) sebelum dan setelah pelaksanaan olahraga pernapasan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi penilaian PEFR menggunakan peak flow meter (PFM), serta pengukuran tekanan darah, saturasi oksigen, dan antropometri, disertai dengan pendataan riwayat kesehatan subjek melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan hubungan antara faktor risiko dan nilai PEFR. Hasil menunjukkan bahwa olahraga pernapasan memberikan dampak positif terhadap fungsi paru, dengan peningkatan rata-rata PEFR dari 309,15 L/menit (SD=73,65) sebelum olahraga menjadi 321,89 L/menit (SD=70,36) setelah olahraga. Selain itu, frekuensi aktivitas fisik yang lebih tinggi dan durasi aktivitas di luar rumah menunjukkan korelasi positif dengan hasil PEFR, sementara usia berpengaruh negatif terhadap nilai PEFR. Oleh karena itu, program pemeriksaan fungsi paru disarankan untuk dilakukan secara rutin guna memantau kesehatan paru dan mendeteksi potensi gangguan pernapasan pada lansia. Kata Kunci: Lansia, Pemeriksaan Fungsi Paru, Peak Flow Meter, Olahraga Pernapasan ABSTRACT As age increases, lung function may decline due to decreased immunity and changes in the structure and elasticity of lung tissue. Risk factors such as medical history, smoking habits, and exposure to air pollution can worsen lung health in the elderly, while physical activity plays a crucial role in maintaining lung function. Therefore, lung function assessments in older adults are essential for evaluating respiratory health, allowing for timely interventions to enhance quality of life. This lung function assessment program within the Abhinaya respiratory exercise community aims to evaluate the impact of respiratory exercise on the lung function of community members and to identify the relationship between age, health history, smoking habits, physical activity, and pollution exposure with peak expiratory flow rate (PEFR) values before and after respiratory exercises. The assessments included measuring PEFR using a peak flow meter (PFM), as well as evaluating blood pressure, oxygen saturation, and anthropometry, alongside gathering health history data from subjects through questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to illustrate the relationship between risk factors and PEFR values. Results showed that respiratory exercises positively affected lung function, evidenced by an increase in average PEFR from 309.15 L/min (SD=73.65) before exercise to 321.89 L/min (SD=70.36) after exercise. Furthermore, higher frequencies of physical activity and longer durations of outdoor activity were positively correlated with PEFR results, while age negatively impacted PEFR values. Therefore, it is recommended that lung function assessment programs be conducted routinely to monitor lung health and detect potential respiratory disorders in older adults. Keywords: Elderly, Lung Function Examination, Peak Flow Meter, Respiratory Exercise
Pemberdayaan Remaja Karang Taruna dalam Pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Kecamatan Beji Kota Depok Fithri, Nayla Kamilia; Nurcandra, Fajaria; Anggraini, Nourmayansa Vidya; Ramadhanti, Ismaya; Ariantini, Anggrahita Dwi; Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan; Asmara, Danadipa; Nursalsabila, Nursalsabila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18132

Abstract

ABSTRAK  Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2020, Desa STBM merupakan wilayah yang mencapai 100% dari 5 pilar STBM dan telah mendapatkan sertifikat wilayah STBM. Sampai tahun ini wilayah STBM belum terjangkau di Kota Depok. Hal tersebut menunjukkan bahwa masalah STBM masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan dan diberikan solusi yang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian STBM adalah dengan memberikan pelatihan terkait dengan pemahaman STBM. Tujuan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pemicuan dalam kegiatan STBM kepada remaja karang taruna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan materi melalui cermah dan praktik, dilanjutkan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pemberdayaan remaja melalui kegiatan ini menunjukkan keberhasilannya terhadap peningkatan pengetahuan remaja dan kader sebesar 12% dan signifikan secara statistik. Pengetahuan yang diperoleh para remaja karang taruna dan kader melalui penyuluhan ini bisa menjadi bekal untuk mencegah penyakit menular yang terkait dengan lingkungan dan meningkatkan capaian STBM di daerahnya. Untuk pemerintah setempat diharapkan dapat mendukung kegiatan remaja agar capaian STBM dapat tercapai melalui pemberdayaan kader remaja. Kata Kunci: Pemberdayaan Remaja, Sanitsi Total Berbasis Masyaraka, Penyakit berbasis Lingkungan. ABSTRACT Based on the 2020 profile data from the Depok City Health Office, the STBM Village was the area that achieved 100% of the 5 pillars of STBM and had received the STBM area certificate. Up to that year, the STBM area had not yet been reached in the entire city of Depok. This indicated that STBM issues were still a priority that needed to be addressed with appropriate solutions. One effort to improve STBM achievements was by providing training related to STBM understanding. The objective of this activity was to provide triggering training in STBM activities to youth groups (karang taruna). The method used in this community service was delivering material through lectures and practical sessions, followed by discussions and Q&A sessions. The empowerment of youth through this activity showed success, with a 12% statistically significant increase in the knowledge of both the youth and cadres. The knowledge gained by the youth groups and cadres through this outreach could serve as a foundation for preventing environmentally related infectious diseases and enhancing STBM achievements in their areas. The local government is expected to support youth activities so that STBM achievements can be reached through the empowerment of youth cadres. Keyword: Environment-based diseases, Sanitation Total Based on Community, Youth Empowerment
Skrining Variasi Tekanan Darah dalam Penentuan Klasifikasi Derajat Hipertensi di Kelurahan Antang Kota Makassar Abbas, Mutmainnah; Mus, Rosdiana; Tamalsir, Dylan; Thaslifa, Thaslifa; Sunaidi, Yanti; Fitriana, Fitriana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16773

Abstract

ABSTRAK Hipertensi atau dengan kata lain penyakit darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah diatas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Menurut WHO, batas tekanan darah yang dianggap normal adalah <130/85 mmHg. Skrining variasi tekanan darah ini untuk memantau dan mengetahui variasi tekanan darah sebagai usaha pencegahan peningkatan tekanan darah lebih lanjut sehingga memungkinkan dalam penangan yang tepat pada penderita hipertensi. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada bulan Desember 2023 dengan melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Antang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sebanyak 50 orang. Dari hasil pemeriksaan, terdapat 25 orang yang masuk dalam kategori Hipertensi Derajat 1 dan 25 orang yang berada dalam kategori Hipertensi Derajat 2. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketahui bahwa seluruh subjek mengalami hipertensi dengan variasi tekanan darah dan derajat hipertensi yang berbeda. Kata Kunci: Tekanan Darah, Hipertensi, Skrining  ABSTRACT Hypertension, or, in other words, hypertension is the occurrence of an increase in blood pressure above the normal threshold of 120/80 mmHg. According to the WHO, the normal limit of blood pressure is <130/85 mmHg. Screening blood pressure variations to monitor and identify blood pressure fluctuations as an attempt to prevent further blood pressure increases so as to enable proper treatment in hypertensive patients. This community dedication is carried out in December 2023 by making direct approach to the community in the Puskesmas Antang work area consisting of 50 men and women. From the results of the examination, there are 25 people who fall into the category of High Blood Pressure Grade 1 and 25 people in the category Hypertension Grade 2. Conclusion: Based on the outcomes of dedication to this community, it is known that the whole subject suffers from hypertension with varying blood pressure and different degrees of hypertension. Keywords: Blood Pressure, Hypertension, Screening
Optimalkan Layanan Posyandu Siklus Hidup melalui Pemberdayaan Kader dengan Edukasi Kesehatan Cegah Anemia pada Remaja Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Erda, Gustriza; Yolanda, Anne Mudya; Finda, Ingla; Tata, Tata
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17574

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami anemia karena memiliki gaya hidup sedentary dan pola konsumsi yang tidak sehat. Walaupun upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah di sekolah, peran posyandu perlu dioptimalkan untuk mencegah kejadian anemia pada remaja. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada remaja dan mengoptimalkan layanan posyandu siklus hidup. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui kegiatan edukasi pada kader kesehatan dan ibu yang memiliki remaja yang berjumlah 20 orang. Terjadi peningkatan pengetahuan dari hasil pre test dengan tingkat pengetahuan cukup (60%), menjadi baik (80%). Layanan posyandu siklus hidup dapat dioptimalkan melalui edukasi kesehatan pada kader. Kader yang telah mengikuti kegiatan diharapkan dapat menyebarkan informasi pencegahan anemia pada remaja untuk keluarga-keluarga yang memiliki anak remaja. Kata Kunci: Anemia, Posyandu Siklus Hidup, Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to anemia because they have a sedentary lifestyle and unhealthy consumption patterns. Although efforts to prevent anemia have been made by providing blood supplement tablets at schools, the role of posyandu needs to be optimized to prevent the incidence of anemia in adolescents. This service activity is to increase knowledge about preventing anemia in adolescents and optimizing life cycle posyandu services. Community service is carried out through educational activities for health cadres and mothers who have 20 teenagers. There was an increase in knowledge from the pre-test results from a sufficient level of knowledge (60%), to good (80%). The life cycle of posyandu services can be optimized through health education for cadres. Cadres who have taken part in the activity are expected to be able to disseminate information on preventing anemia in teenagers to families with teenage children. Keywords: Anemia, Life Cycle Posyandu, Teenagers
Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Penyakit Diare dengan Pengelolaan Bank Sampah di Desa Plumbon Gambang Nurmayanti, Demes; Sari, Ernita; Kriswandana, Ferry; Marlik, Marlik; Amalina, Avita; Setiawan, Mahawiraja
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17475

Abstract

ABSTRAK Desa Plumbon Gambang Kabupaten Jombang menghadapi masalah timbulan sampah yang signifikan akibat dari aktivitas industri manik-manik dan kunjungan turis. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemilahan dan pengelolaan sampah menyebabkan tingginya insiden penyakit seperti diare. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat di desa ini bertujuan untuk membentuk organisasi bank sampah dan meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah menggunakan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode yang digunakan adalah penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memilah sampah, pendampingan dalam pembentukan organisasi bank sampah, dan pelatihan kepada pengelola bank sampah dalam melakukan pemilahan sampah. Hasil setelah sosialisasi, terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai 53 menjadi 73 dan telah terbentuk organisasi bank sampah. Kesimpulannya bank sampah yang terbentuk memiliki struktur lengkap dan diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah serta meningkatkan ekonomi lokal melalui pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Bank Sampah, 3R, Penyakit Diare ABSTRACT Plumbon Gambang Village in Jombang Regency faces significant waste generation problems due to the bead industry and tourist visits. The community's lack of knowledge about waste sorting and management has led to high incidences of diseases such as diarrhea. Purpose Community service activities in the village aim to establish a waste bank organization and raise awareness and knowledge about waste management using the 3R method (Reduce, Reuse, Recycle). The methods were counseling to increase community knowledge in sorting waste, assistance in forming waste bank organizations, and training for waste bank managers in sorting waste. Result There was an increase in participants' knowledge from an average score of 53 to 73 and a waste bank organization was formed. Conclusion The waste bank organization that was formed has a complete structure and is expected to be able to reduce waste accumulation and improve the local economy through more effective waste management. Keywords: Waste Management, Waste Bank, 3R, Diarrhea
Program Peningkatan Ketrampilan Menolak Rokok Secara Sopan untuk Remaja di Aceh Besar Tahlil, Teuku; Maulina, Maulina; Hadi, Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18129

Abstract

ABSTRAK Merokok salah satu masalah kesehatan utama yang sering ditemukan pada masyarakat di dunia termasuk pada remaja di semua wilayah di Propinsi Aceh, Indonesia. Intervensi peningkatan kemampuan menolak rokok (tobacco refusal skill) dianggap penting bagi remaja dan dipercayai dapat memberikan hasil positif untuk pencegahan dan/atau penghentian merokok pada remaja dibanyak negara di dunia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan ketrampilan dan melatih kemampuan menolak rokok (tobacco refusal skill) remaja dengan benar dan berbasis bukti. Metode kegiatan dimulai dengan pemilihan wilayah dan seleksi remaja peserta, implementasi kegiatan dan evaluasi efektivitas program, dan terminasi. Pengkajian awal (pre-test) dan pengkajian akhir (post-test) dilakukan pada 14 remaja terpilih dari sebuah Gampong (Desa) di Aceh Besar dengan memberikan melalui google form untuk evaluasi efektivitas kegiatan yang dilakukan. Implementasi berupa edukasi tentang rokok dan bahayanya serta demontrasi dan latihan refusal skill dalam beberapa scenario diberikan kepada remaja peserta program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan menolak rokok remaja setelah mengikuti kegiatan yang diberikan. Pelatihan kemampuan menolak rokok (tobacco refusal skill) terbukti memberikan hasil positif untuk meningkatkan pengetahuan dan strategi merokok bagi remaja. Kepada pihak desa, Puskesmas dan tenaga kesehatan direkomendasikan untuk menggunakan tobacco refusal skill dalam kegiatan pencegahan perilaku merokok pada remaja. Kata Kunci: Refusal Skill, Tembakau, Perilaku Merokok, Remaja  ABSTRACT Smoking is one of the main health issues commonly found in societies around the world, including among teenagers in all regions of Aceh Province, Indonesia. Interventions to improve refusal skills are considered important for teenagers and believed to have positive impact in the prevention and/or cessation of smoking among teenagers in many countries abroad. The current community service program aims to develop and install an appropriate and evidence-based tobacco refusal skill on teenagers.Program Intervention method was started with the selection of intervention setting and participants, followed by implementation intervention, program effectiveness evaluation, and termination. An initial assessment (pre-test) and after intervention completion evaluation (post-test) were administered to the 14 selected students from one village in Aceh Besar using  a google form to determine the effectiveness of the administed program intervention. Program implementation included education about smoking and its dangers as well as demonstration and tobacco refusal skill training in several scenerios were given to program participants. The evaluation results showed an increase in teenagers’knowledge and tobacco refusal skill after the program intervention completion. A tobacco refusal skills training has proven to have positive impacts in enhancing knowledge and strategies regarding smoking among teenagers. It is recommended the village authorities, health centers, and healthcare workers to utilize tobacco refusal skills in their smoking prevention smoking behaviors among adolescents. Keywords: Refusal Skill, Tobacco, Smoking Behavior, Adolescents
Penguatan Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Perekonomian di Desa Wates Tulungagung Berbasis Kearifan Lokal Berupa Jamu Brotowali Martha, Rahma Diyan; Danar, Danar; Putri, Amalia Eka; Setyaningrum, Dyah; Nurin, Wachidatun; Fadila, Natasya Nurul; Widodo, Wimbuh Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17122

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini dilakukan di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, untuk menangani minimnya pemanfaatan tanaman herbal, khususnya brotowali, yang memiliki potensi besar sebagai obat tradisional. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi dampak program pemberdayaan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman herbal ini. Metode penelitian meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam pembuatan jamu, serta penanaman tanaman herbal di pekarangan rumah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat masyarakat tentang tanaman herbal dan pembuatan jamu. Sebelum program, 40% responden memiliki tanaman herbal di pekarangan rumah, sedangkan setelah program, 100% responden melaporkan adanya tanaman herbal di pekarangan mereka. Keinginan untuk menanam tanaman herbal juga meningkat dari 80% menjadi 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Tanaman Herbal, Brotowali, Pembuatan Jamu  ABSTRACT This activity was carried out in Wates Village, Sumbergempol District, Tulungagung Regency, to address the minimal use of herbal plants, especially brotowali, which has great potential as a traditional medicine. The aim of this activity is to evaluate the impact of community empowerment programs related to the use of this herbal plant. Research methods include counseling, training and assistance in making herbal medicine, as well as planting herbal plants in the home yard. The research results show a significant increase in people's knowledge and interest about herbal plants and making herbal medicine. Before the program, 40% of respondents had herbal plants in their yard, while after the program, 100% of respondents reported having herbal plants in their yard. The desire to plant herbal plants also increased from 80% to 100%. The conclusion of this research is that the community empowerment program has succeeded in increasing people's knowledge, skills and motivation in using herbal plants.  Keywords: Community Empowerment, Herbal Plants, Brotowali, Making Herbal Medicine.
Metode Digital Health sebagai Salah Satu Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melda Yenni; Isti Harkomah; Rasmala Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17567

Abstract

ABSTRAK Stunting  pada  anak  memiliki  banyak  dampak  negatif  yang  berpengaruh  pada seluruh aspek kehidupan dan kualitas hidup. Metode Digital Health Sebagai Salah Satu Upaya Percepatan Penurunan Stunting memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kondisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi stunting dalam suatu komunitas. Dari Segi permasalahan masyarakat ditemukan tingginya anggka stunting di wilayah kerjasama Tanjung Pinang sebanyak 314 kasus data Desember 2023 dan ditemukan kejadian ektrem miskin yaitu 174 kasus . Menambah atau merubah tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi dan stunting sebelum dan setelah mengikuti program, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sanitasi pembuangan, Masyarakat bisa melakukan pemantauan kesehatan anak secara mandiri dan konsultasi kesehatan  melalui platform digital. Perapan IPTEKS berupa pembuatan media edukasi aplikasi metode digital helath. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode strategi kolaborasi tenaga kesehatan, kader kesehatan, ibu balita, dan mahasiswa dengan Instrumen pertanyaan terkait dengan pengetahuan, akses pelayanan, sarana dan prasara serta peran kader. Dari kegiatan Pengabdian didapatkan hasil, Peningkatan pengetahuan ibu balita dan kader posyandu terkait stunting mengalami peningkatan menjadi 62,80% yang sebelumnya sebesar 58,10% hasil pengabdian yang telah dilakukan terkait dengan kesadaran ibu balita dalam menjaga lingkungan rumah dan sanitasi pembuangan menunjukan bahwa sebelum diberikan edukasi Penyuluhan dalam menjaga lingkungan dan sanitasi pembuangan Sebagian besar yakni 60,5% memiliki kesadaran kurang baik dan setelah diberikan penyuluhan Sebagian besar memiliki kesadaran baik yakni 72,10%. Sudah terbentuknya aplikasi metode digital health dengan webe : https://giziuntukmasadepan.com/. Kegiatan sosialisasi media edukasi kreatif berbasis digital dinilai cukup efektif dalam peningkatan pengetahuan ibu balita dan memberikan kemudahan bagi  kader-kader posyandu dalam penyimpanan data balita.  Strategi ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas di Provinsi Jambi.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Metode Digital Health, Perkembangan Balita  ABSTRACT Stunting in children has many negative impacts that affect all aspects of life and quality of life. The Digital Health Method as an Effort to Accelerate Stunting Reduction requires a deep understanding of the conditions and factors that influence stunting in a community. In terms of community problems, it was found that the high rate of stunting in the Tanjung Pinang cooperation area was 314 cases in December 2023 data and extreme poverty was found, namely 174 cases. Purpose: Increase or change the level of knowledge of parents about nutrition and stunting before and after participating in the program, increase public awareness in protecting the environment and sanitation of disposal, the community can carry out independent monitoring of children's health and health consultations via digital platforms. The application of science and technology takes the form of creating educational media for the application of digital health methods. This community service is carried out using a collaborative strategy method of health workers, health cadres, mothers of toddlers, and students with question instruments related to knowledge, access to services, facilities and infrastructure as well as the role of cadres. From the service activities, results were obtained, the increase in knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres regarding stunting increased to 62.80%, which was previously 58.10%. The results of the service that had been carried out were related to the awareness of mothers of toddlers in maintaining the home environment and sanitation of disposal. education, counseling in protecting the environment and sanitation, disposal. The majority, namely 60.5%, had poor awareness and after being given counseling, the majority had good awareness, namely 72.10%. A digital health method application has been established using the website: https://giziuntukmasadepan.com/. Digital-based creative educational media socialization activities are considered quite effective in increasing the knowledge of mothers of toddlers and making it easier for posyandu cadres to store toddler data.  This strategy can be implemented on a wider scale in Jambi Province. Keywords: Health Education, Digital Health Methods, Toddler Development
Pemberdayaan Remaja SMA dalam Pemantauan Status Gizi melalui Edukasi dan Demonstrasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting Zukhra, Ririn Muthia; Putri, Syeptri Agiani; Putri, Fachriani; Khairiyah, Putri Adila; Rendi, Gusti; Alamsyah, Qodri; Ananda, Shalsabila Aulia; Aprianto, Azat; Putri, Abel Aprilia; Adesyahpuri, Diva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18029

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi yang timbul akibat asupan gizi yang tidak mencukupi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi ini dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti tinggi badan yang lebih rendah atau pendek dibandingkan standar usia, serta keterlambatan dalam kemampuan motorik. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 menurun dari 24,4% menjadi 21,6% dan di Provinsi Riau 17%. Remaja putri memiliki peran penting dalam pencegahan stunting karena mereka adalah calon ibu yang akan berkontribusi langsung terhadap status gizi anak-anak mereka di masa depan. Jika status gizi remaja putri tidak segera diperbaiki, maka di masa depan akan semakin banyak ibu hamil yang memiliki postur tubuh pendek atau menderita KEK, yang pada gilirannya akan meningkatkan prevalensi stunting di Indonesia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengukuran dan pemantauan status gizi remaja sebagai upaya pencegahan dini stunting. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di SMAN 3 Pekanbaru. Kegiatan ini dengan melakukan pelatihan kepada 43 Siswa anggota PMR melalui pemberian edukasi kesehatan dan demonstrasi gizi seimbang. Pelatihan dilakukan sebanyak sekali seminggu selama 3 minggu. Setiap kali pemberian edukasi kesehatan terdiri dari ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi. Evaluasi keberhasilan dinilai dengan posttest yang diberikan kepada kelompok remaja sehat yang sudah mengikuti pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan siswa pada kategori baik yaitu sebanyak 30 orang atau 69,7%, kategori cukup sebanyak 10 orang atau 23,2% dan kategori kurang sebanyak 3 orang atau 6,9%.Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan keterampilan siswa kelompok remaja sehat mengenai cara pengukuran dan pemantauan status gizi remaja sebagai upaya pencegahan dini stunting. Kata Kunci: Demonstrasi, Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan, Remaja, Stunting ABSTRACT Stunting is a nutritional problem that arises due to inadequate nutritional intake continuously over a long period of time. This nutritional deficiency can result in impaired growth and development in children, such as a height that is lower or shorter than age standards, as well as delays in motor skills. Based on data from the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in Indonesia in 2022 will decrease from 24.4% to 21.6% and in Riau Province 17%. Adolescent girls have an important role in preventing stunting because they are prospective mothers who will contribute directly to the nutritional status of their children in the future. If the nutritional status of adolescent girls is not immediately improved, then in the future more and more pregnant women will have short stature or suffer from CED, which in turn will increase the prevalence of stunting in Indonesia. The aim of this community service is to increase students' knowledge and skills in measuring and monitoring the nutritional status of adolescents as an effort to prevent early stunting. This community service activity was carried out at SMAN 3 Pekanbaru. This activity involved training 43 PMR student members through providing health education and demonstrations of balanced nutrition. Training is carried out once a week for 3 weeks. Each time the health education is provided consists of lectures, video screenings and demonstrations.Evaluation of success was assessed by a posttest given to a group of healthy teenagers who had taken part in the training. The results of the activity showed an increase in students' skills in the good category, namely 30 people or 69.7%, in the sufficient category 10 people or 23.2% and in the poor category 3 people or 6.9%. The conclusion from this community service activity was that it was found that the skills of students in the healthy adolescent group had increased regarding how to measure and monitor the nutritional status of adolescents as an effort to prevent early stunting. Keywords: Adolescent, Demonstrations, Empowerment, Health Education, Stunting

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue