cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Edukasi dan Pelatihan Penanganan Kondisi Gawat Darurat (Cardiac Arrest, Respiratory Arrest, dan Hemorrhage) Sari, Nurul Kartika; Kambu, Yowel
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15985

Abstract

ABSTRAK Kondisi gawat darurat dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Kader Kesehatan sebagai garda terdepan dalam masyarakat juga dituntut untuk mampu memberikan pertolongan segera jika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Agar dapat memberikan pertolongan sesuai prosedur maka kader perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penangangan kondisi gawat darurat (Cardiac Arrest, Respiratory Arrest, dan Hemorrhage) pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mariat. Berupa edukasi dan pelatihan. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 15 orang kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mariat. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan Sebelum pemberian edukasi, tingkat pengetahuan keseluruhan kader yakni 15 kader (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Sedangkan sesudah pemberian edukasi menunjukkan tingkat pengetahuan baik sebanyak 15 kader (100%). Dan Sebelum pemberian pelatihan, tingkat keterampilan keseluruhan kader yakni 15 kader (100%) memiliki tingkat keterampilan yang kurang. Sedangkan sesudah pemberian pelatihan menunjukkan tingkat keterampilan baik sebanyak 14 kader (93%) dan tingkat keterampilan cukup 1 kader (7%). Edukasi dan pelatihan penanganan kondisi gawat darurat yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mariat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan. Disarankan untuk keberlanjutan program dapat dilakukan pelatihan secara berkala tidak hanya bagi kader kesehatan tetapi masyarakat pada umumnya. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Edukasi, Pelatihan, Kondis Kegawatdaruratan  ABSTRACT emergency conditions can occur anytime and anywhere. Health cadres as the front guard in society are also required to be able to provide immediate assistance if they face an emergency situation. In order to provide assistance according to procedures, cadres need to have sufficient knowledge and skills. To increase knowledge and skills in handling emergency conditions (Cardiac Arrest, Respiratory Arrest, and Hemorrhage) among health cadres in the Mariat Health Center working area. In the form of education and training. The number of activity participants was 15 health cadres in the Mariat Health Center working area. This service activity went well and smoothly. Based on the results of the knowledge evaluation before providing education, the overall knowledge level of cadres, namely 15 cadres (100%) had a poor level of knowledge. Meanwhile, after providing education, 15 cadres (100%) showed a good level of knowledge. And before providing training, the overall skill level of cadres, namely 15 cadres (100%) had a low skill level. Meanwhile, after providing training, 14 cadres (93%) showed a good skill level and 1 cadre (7%) had a fair skill level. The education and training provided in handling emergency conditions can increase the knowledge and skills of health cadres in the Mariat Health Center working area in providing first aid in emergency cases. It is recommended that for program sustainability, regular training can be carried out not only for health cadres but the community in general. Keywords: Health Cadres, Education, Training, Emergency Conditions
Sosialisasi PHBS dalam Mencegah Penyakit Hepatitis Acut Pada Anak di Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Harahap, Meliani Sukmadewi; Lina, Lina; Nurdahliana, Nurdahliana; Henniwati, Henniwati; Kasad, Kasad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17628

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan catatan WHO, ada lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara. Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun, 17 anak di antaranya (10%) memerlukan transplantasi hati, dan satu kasus dilaporkan meninggal (Dewi, 2022). Penyakit Hepatitis dalam lima besar penyakit yang paling banyak ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Angka kunjungan masyarakat yang datang berobat paling banyak diantara penyakit dalam lainnya. Prevalensi Hepatitis Akut pada Anak berdasarkan data epidemiologi menunjukkan bahwa hepatitis akut masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Kota Langsa, terutama di kalangan anak-anak. Tingkat keparahan kasus dan dampaknya terhadap kesehatan anak-anak menjadi alasan utama untuk mengambil tindakan pencegahan yang lebih serius. Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit hepatitis yang menyerang anak-anak. Sosialisasi PHBS dilakukan melalui penyuluhan dengan pemaparan Materi PHBS, praktek cuci tangan 6 langkah dan senam sehat pada murid MI paya Bujok dan MIN 4 Geudubang Aceh di Wilayah Kecamatan Langsa Baro dengan jumlah sasaran sebanyak 80 Murid. Sebelum pelaksanaan dilakukan pretest dan sesudah pelaksanaan dilakukan postest. Kegiatan dilaksanakan dimasing – masing madrasah mulai dari tanggal 8 s/d 11 Juni 2024. Pengetahuan peserta sebelum dilakukan pengabdian didapati berpengetahuan baik  sebesar 82,3 %, Sikap positif 83,8 %, dan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi sebesar 93,8 % untuk pengetahuan baik dan 97,5% untuk sikap positif. Keterampilan murid dalam praktek mencuci tangan 6 Langkah juga mengalami peningkatan dibanding sebelum dilakukan latihan, begitu juga kemauan dan semangat murid dalam melakukan senam sehat dengan keikut sertaan yang antusias dari murid-murid.Terjadi Peningkatan yang signifikan pengetahuan dan sikap serta Keterampilan murid  dalam melaksnakan PHBS. Kata Kunci: PHBS, Perilaku, Keterampilan, Cuci Tangan, Senam Sehat  ABSTRACT Based on WHO records, there have been more than 170 cases reported by more than 12 countries. The range of cases occurred in children aged 1 month to 16 years, 17 of them (10%) required a liver transplant, and one case was reported to have died (Dewi, 2022). Hepatitis is in the top five diseases most frequently treated at the Regional General Hospital, dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. The number of people visiting for treatment is the highest among other internal diseases. The prevalence of acute hepatitis in children based on epidemiological data shows that acute hepatitis is still a significant health problem in Langsa City, especially among children. The severity of the cases and their impact on children's health are the main reasons for taking more serious preventive measures. The Indonesian government urges the public to remain alert to hepatitis which attacks children. PHBS socialization is carried out through counseling with presentation of PHBS material, 6-step hand washing practice and healthy exercise for students at MI Paya Bujok and MIN 4 Geudubang Aceh in the Langsa Baro District area with a target number of 80 students. Activities will be held from 8 to 11 June 2024. Participants' knowledge before service was found to be good knowledge at 82.3%, positive attitude at 83.8%, and after being given counseling about PHBS it increased to 93.8% for good knowledge and 97.5% for attitude. Students' skills in practicing 6 Step hand washing also increased compared to before the practice, as did the students' willingness and enthusiasm to do healthy exercise with the enthusiastic participation of the students.There has been a significant increase in students' knowledge, attitudes and skills in implementing PHBS.                                                                                   Keywords: PHBS, Behavior, Skills, Hand Washing, Healthy Exercise
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Pengolahan Tanaman Eichhornia Crassipes sebagai Bahan Dasar Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomi Serta Pembuatan Sistem Ecommerce sebagai Media Promosi dan Pemasaran Dari Hasil Produk Hasibuan, Alfiansyah; Olii, Djami; Mustafa, Mustafa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17610

Abstract

ABSTRAK Eceng gondok dapat mengganggu keseimbangan ekosistem air tawar dengan menghambat pertumbuhan tanaman air, mengurangi oksigen dalam air, dan merusak habitat ikan dan makhluk air lainnya. Ini dapat berdampak negatif pada keberlanjutan ekosistem air tawar. Kegiatan ini akan melibatkan Kelompok Pengrajin/UMKM yang ada di Kelurahan Kampung Jawa Tondano. Permasalahan yang dihadapi yaitu, Pertumbuhan dari tumbuhan Eichhornia crassipes tak terkendali sehingga menutupi aliran sungai maupun Danau, Akar yang tumbuh kebawah air mengakibatkan pendangkalan Danau dan Sungai sehingga dapat mengurangi debit air yang ditampung, Pertumbuhan yang sangat cepat sehingga mengakibatkan pendangkalan pada danau dan sungai sehingga dapat mengurangi daya tampung air pada Danau maupun sungai, Dampak yang ditimbulkan dari pendangkalan sungai dan danau yaitu air mengalir dan memenuhi jalan-jalan pemukiman disekitar danau dan sungai, Menghabat aliran air pada sungai, Menampung sampah yang dibuang masyarakat pada saluran air sungai, Akar dari tumbuhan Eichhornia crassipes membuat keramba ikan yang di budidaya menjadi rusak. Solusi yang akan diberikan dengan mengacu dari permasalahan prioritas adalah sebagai berikut, Membuat mesin untuk mengolah batang dari tumbuhan Eichhornia crassipes pada kegiatan ini teknologi tepat guna yang akan dibuat yaitu Mesin Pemilin Tali, Membuat mesin Pencacah dari akar, daun dan batang yang tidak digunakan untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk organik, Tim pelaksana kegiatan akan membuat website sebagai media pemasaran dan promosi dari produk yang dihasilkan, Tim pelaksana kegiatan akan mengadakan pelatihan khusus dalam mengolah batang dari tumbuhan Eichhornia crassipes, tim pelaksana kegaitan juga akan memberikan pelatihan proses pengolahan akar, daun dan batang yang tidak di gunakan untuk menjadi pupuk organik, Tim juga akan memberikan pelatihan terkait manajemen dan pemasaran secara digital untuk produk yang telah dihasilkan, Tim pelaksana kegiatan pengabdian akan membuat Logo sebagai identitas yang akan digunakan pada hasil produksi. Kata Kunci: Eichhornia Crassipes, UMKM, Website Pemasaran ABSTRACT Water hyacinth or scientifically known as Eichhornia crassipes is a type of aquatic plant that is often found in fresh water in tropical and subtropical areas. This plant is a habitat that grows in fresh water and is home to several Water hyacinth can disrupt the balance of freshwater ecosystems by inhibiting the growth of aquatic plants, reducing oxygen in the water, and damaging the habitat of fish and other aquatic creatures. This can have a negative impact on the sustainability of freshwater ecosystems. This activity will involve the Craftsmen/UMKM Group in the Kampung Jawa Tondano Village. The problems faced are, The growth of Eichhornia crassipes plants is uncontrolled so that it covers the flow of rivers and lakes, The roots that grow underwater cause shallowing of lakes and rivers so that it can reduce the discharge of water that is stored, Very rapid growth causes shallowing of lakes and rivers so that it can reduce the capacity of water in lakes and rivers, The impacts caused by shallowing of rivers and lakes are that water flows and fills residential roads around lakes and rivers, Inhibits the flow of water in rivers, Accommodates waste dumped by the community in river channels, The roots of Eichhornia crassipes plants damage the fish cages that are being cultivated. The solutions that will be provided with reference to the priority problems are as follows, Making a machine to process stems from Eichhornia crassipes plants in this activity, the appropriate technology that will be made is a Rope Twisting Machine, Making a Shredder machine from roots, leaves and stems that are not used to be used as materials for making organic fertilizer, The activity implementation team will create a website as a marketing and promotional media for the products produced, The activity implementation team will hold special training in processing stems from Eichhornia crassipes plants, the activity implementation team will also provide training in the process of processing roots, leaves and stems that are not used to become organic fertilizer, The team will also provide training related to management and digital marketing for the products that have been produced, The service activity implementation team will create a Logo as an identity that will be used on the production results. Keywords: Eichhornia crassipes, UMKM, Marketing website
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Adjunctive Treatment: Ozone Bagging Pada Ny. S dan Ny. N dengan Diabetic Foot Ulcer di Wocare Center Kota Bogor Amelia, Dea; Naziyah, Naziyah; Fajar, Kana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13665

Abstract

 ABSTRAK Diabetic Foot Ulcer yaitu suatu kondisi kronis yang berkaitan dengan diabetes mellitus dan memengaruhi bagian bawah tubuh, umumnya manifestasi berupa kerusakan pada jaringan yang berhubungan dengan gangguan neurologis dan penyakit pembuluh darah perifer. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor (Kusumaningrum et al., 2020). Masalah utama dalam perawatan pasien Ny. S dan Ny. N ialah gangguan integritas kulit yang dapat dilihat melalui data subjektif dan objektif, termasuk gejala dan tanda utama seperti adanya luka diabetic foot ulcer. Kedua pasien ini menjalani terapi tambahan, yakni terapi ozone bagging sebagai bagian dari perawatan luka mereka. Terapi ozone bagging telah terbukti efektif dalam mendukung proses penyembuhan luka, berkurangnya risiko infeksi, dan menghilangkan bau pada luka. Terapi ozon dilakukan setiap pertemuan perawatan luka, dengan frekuensi tiga kali seminggu, dan durasi 15 menit per sesi untuk Ny. S dan Ny. N. Hal itu bisa kita lihat pada penurunan skor luka memakai winner scale score serta penurunan parameter bau odor menggunakan odor assesment tools. Kata Kunci: Diabetic Foot Ulcer, Terapi ozone bagging ABSTRACT Diabetic Foot Ulcer is a chronic condition related to diabetes mellitus and affecting the lower part of the body, generally manifesting in the form of tissue damage associated with neurological disorders and peripheral vascular disease. This is caused by various factors (Kusumaningrum et al., 2020). The main problem in patient care Mrs. S and Mrs. N is a disorder of skin integrity that can be seen through subjective and objective data, including main symptoms and signs such as the presence of diabetic foot ulcers. These two patients underwent additional therapy, namely ozone therapy as part of their wound treatment. Ozone therapy has been proven effective in supporting the wound healing process, reducing the risk of infection, and eliminating wound odor. Ozone therapy is carried out at every wound care appointment, with a frequency of three times a week, and a duration of 15 minutes per session for Mrs. S and Mrs. N. We can see this in the decrease in wound scores using the winner scale score and the decrease in odor parameters using odor assessment tools. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Ozone Therapy  
Program Kitasuka (Kesehatan Gigi dan Kesehatan Anak Paud) sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rancaekek Haroen, Hartiah; Juniarti, Neti; Sari, Citra Windani Mambang; Witdiawati, Witdiawati; Mulya, Adelse Prima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15133

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan di Indonesia. Salah satu pencegahan stunting adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak PAUD memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak sejak dini. Melalui edukasi dan demonstrasi aktivitas kebersihan cuci tangan dan sikat gigi, anak-anak PAUD diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan langkah-langkah penting dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hasil pengabdian dapat diidentifikasi bahwa terdapat peningkatan sebanyak 68% pada skor pre-test dan post-test. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Kata Kunci: Kitasuka, Perilaku Hidup Bersih, Stunting  ABSTRACT Stunting is a problem in Indonesia. One of the prevention of stunting is the implementation of clean and healthy living behaviors including in the Early Childhood Education (PAUD) environment. PAUD children have an important role in shaping children's development from an early age. Through education and demonstration of hand washing and tooth brushing hygiene activities, PAUD children are expected to be able to understand and apply important steps in maintaining personal and environmental hygiene. The results of the service can be identified that there is an increase of 68% in the pre-test and post-test scores. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Keywords: Kitasuka, Hygiene Behavior, Stunting
Pendampingan dan Pemberian Makanan Tambahan Kepada Anak Stunting di Kelurahan Oesapa Selatan Kota Kupang Sembiring, Anita Christina; Costa, Santa Luciana D V da; Nur, Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.13104

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi  yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Dari hasil Survey Status Gizi Indonesia tahun 2021 Propinsi NTT menempati urutan tertinggi kejadian stunting. Salah satu wilayah Puskesmas dengan jumlah kasus stunting tertinggi di kota Kupang adalah Puskesmas Oesapa. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Oesapa Selatan pada bulan Mei sampai September 2023. Kegiatan terdiri dari Edukasi dan pelatihan pembuatan makanan yang bergizi untuk anak, penilaian status gizi anak dan pemberian makan siang selama 90 hari kepada anak asuh. Peserta kegiatan ini adalah kader dan orang tua yang memiliki anak stunting. Pelatihan pengolahan makanan serta edukasi tentang gizi seimbang disambut baik oleh peserta. Pemberian makan siang yang bergizi selama 90 hari dapat meningkatkan berat badan anak tapi tidak memperbaiki status gizi anak.  Sebaiknya frekuensi edukasi, keterampilan orang tua dalam pengolahan makanan anak dan pendampingan pemantauan status gizi perlu ditingkatkan untuk mencapai status gizi yang optimal. Kata Kunci: Makanan Tambahan, Stunting, Oesapa  ABSTRACT Stunting is a nutritional problem caused by insufficient nutritional intake for a long time. From the results of the 2021 Indonesian Nutrition Status Survey, NTT Province ranks highest in the incidence of stunting. The Oesapa Community Health Center working area is one of the Community Health Centers with the highest number of stunting cases in the city of Kupang. This community service was carried out in the South Oesapa Village work area from May to September 2023. The activities consisted of education and training in making nutritious food for children, assessing children's nutritional status and providing lunch for 90 days to foster children. Participants in this activity are cadres and parents who have stunted children. Food processing training and education about balanced nutrition were well received by participants. Providing nutritious lunches for 90 days can increase a child's body weight but does not improve the child's nutritional status. It is best to increase the frequency of education and assistance in monitoring nutritional status and improve parents' skills in processing children's food to achieve optimal nutritional status. Keywords: Supplementary Food, Stunting, Oesap
Pendampingan Pemberian Makanan Tambahan Anak Stunting dan Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Pencegahan Stunting Melalui Gerakan Bebas Asap Rokok Di Penfui Kota Kupang Irfan, Irfan; Handayani, Fitri; Pujiyanti, Riny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14888

Abstract

ABSTRAK Salah satu tantangan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas adalah stunting. Peningkatan prevalensi merokok akan meningkatkan pengguna rokok yang selanjutnya akan berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat merokok. Pendampingan pemberian makanan tambahan anak stunting dan optimalisasi peran keluarga dalam pencegahan stunting melalui gerakan bebas asap rokok di kelurahan penfui. Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan Pemberdayaan Masyarakat dengan pemberikan makanan tambahan pada anak asuh dan penyuluhan kesehatan pada orang tua. Pemberian makanan tambahan diberikan kepada 2 orang anak asuh, selama 90 hari pada tanggal 22 Mei s/d 22 Agustus 2023. Evaluasi pemberian makanan tambahan dilakukan secara rutin setiap 30 hari. Menu makanan tambahan yang diberikan pada anak asuh bervariasi setiap harinya. Sebelum di berikan makanan tambahan, dilakukan pengukuran antropometri terlebih dahulu pada setiap anak sebelum dilakukan pemberian makanan tambahan. Selain itu juga diberikan penyuluhan kesehatan pada orang tua balita di Posyandu Mawar Kelurahan Penfui. Terdapat peningkatan antropometri anak stunting setelah diberikan pemberian makanan tambahan. Terdapat perubahan pengetahuan yang signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Terjadi peningkatan persentase dengan pengetahuan baik sebesar 75%. Memberikan makanan tambahan kepada anak yang mengalami stunting merupakan langkah penting dalam upaya memperbaiki gizi. Melalui edukasi dan dukungan, keluarga dapat lebih menyadari peran penting mereka dalam pencegahan stunting. Dengan menerapkan kebijakan keluarga yang melarang merokok di dalam rumah dan menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok, mereka dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap anak-anak dari risiko paparan asap rokok. Kata Kunci: Peran, Keluarga, Stunting, Bebas Asap Rokok  ABSTRACT One of the challenges to Indonesia's quality human development is stunting. An increase in smoking prevalence will increase cigarette use, which in turn will result in a higher burden of smoking-related diseases and an increase in smoking-related mortality. Assistance in providing additional food for stunted children and optimizing the role of families in preventing stunting through a smoke-free movement in penfui village. Community service activities use a Community Empowerment approach by providing additional food to foster children and health counseling to parents. Supplementary food was given to 2 foster children, for 90 days from May 22 to August 22, 2023. Evaluation of supplementary feeding is carried out routinely every 30 days. The additional food menu given to foster children varies every day. Before giving additional food, anthropometric measurements were taken on each child before giving additional food. In addition, health counseling is also given to parents of toddlers at Posyandu Mawar, Penfui Village. There is an increase in anthropometry of stunted children after being given additional food. There is a significant change in knowledge based on pre-test and post-test results. There was an increase in the percentage with good knowledge by 75%. Providing supplementary food to stunted children is an important step in improving nutrition. Through education and support, families can better realize their important role in stunting prevention. By implementing family policies that prohibit smoking in the home and creating a smoke-free environment, they can better protect children from the risks of exposure to cigarette smoke.  Keywords: Role, Family, Stunting, Smoke-Free
Penguatan Kapasitas Kader dalam Pemantapan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Aplikasi Sayang Anak Harsono, Harsono; Iswandari, Hargianti Dini; Rinayati, Rinayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16139

Abstract

ABSTRAK Peran kader Posyandu menjadi krusial karena tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan primer, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menyampaikan informasi dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat lokal.  Peran kader sangat penting dalam mendukung tujuan ini dengan memberikan informasi, pendidikan serta layanan yang berkaitan dengan pertumbuhan, perkembangan dan aplikasi sayang anak. Peningkatan kapasitas kader di Posyandu, terutama terkait dengan pengetahuan tentang pertumbuhan, perkembangan, dan aplikasi sayang anak, menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan PKM ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan tentang pertumbuhan, perkembangan anak dan aplikasi sayang anak bagi kader posyandu balita Anggur 1 RW Ngesrep Banyumanik Semarang yang dapat bermuara pada peningkatan layanan kesehatan anak ditingkat wilayah serta menurunnya angka pesakitan anak.  Metode kegiatan PKM dilakukan melalui penyuluhan dan pendampingan tentang pertumbuhan, perkembangan anak dan aplikasi anak.  Hasil kegiatan PKM menyimpulkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu balita tentang perkembangan dan pertumbuhan anak serta aplikasi sayang anak yang terlihat dari rata-rata hasil evaluasi pre dan post test kader posyandu.  Simpulan kegiatan PKM dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan hasil yang diharapkan.  Hal tersebut dibuktikan dari hasil evaluasi yang dilakukan menyatakan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu balita tentang perkembangan,pertumbuhan anak dan aplikasi sayang anak. Update pengetahuan dan ketrampilan secara berkala perlu untuk diberikan kepada kader posyandu balita sebagai upaya untuk meningkatkan layanan kesehatan posyandu dan meminimalkan angka kesakita balita   Kata Kunci: Kapasitas Kader, Pertumbuhan Perkembangan Anak, Aplikasi Sayang Anak  ABSTRACT The role of Posyandu cadres is crucial not only as primary health care providers, but also as agents of change in delivering health information and education to local communities. The role of cadres is critical in supporting this goal by providing information, education and services related to children's growth, development and application of Sayang Anak.  Capacity building of cadres in Posyandu, especially related to knowledge about growth, development, and application of Sayang Anak, is very important to ensure quality and sustainable health services.  The purpose of this PKM activity is to increase knowledge and skills about growth, child development and application of Sayang Anak for toddler posyandu cadres Anggur 1 RW Ngesrep Banyumanik Semarang which can lead to improved child health services at the regional level and reduce the number of child morbidity.  The PKM activity method is carried out through counseling and mentoring on growth, child development and applications of Sayang Anak.  The results of PKM activities concluded that there was an increase in the knowledge and skills of toddler posyandu cadres about child development and growth and the application of Sayang Anak as seen from the average pre and post test evaluation results of posyandu cadres.  Conclusion PKM activities can be carried out in accordance with the objectives and expected results. This is evidenced by the results of the evaluation conducted, which stated that there was an increase in the knowledge and skills of posyandu toddler cadres about child development, growth and application of Sayahg Anak. Regular updates of knowledge and skills need to be given to posyandu cadres under five as an effort to improve posyandu health services and minimize the number of children under five. Keywords: Cadre Capacity, Child Development Growth, Application of Sayang Anak
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi dan Pendampingan Pembuatan Jamu Herbal di Desa Popalia Kecamatan Tanggetada Kamaruddin, Harni Sartika; Sabandar, Carla Wulandari; Tulak, Grace Tedy; Marwan, Marwan; Amira, Amira; Salwan, Muh Manna; Amalia, Vicky; Magfirah, Magfirah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15290

Abstract

ABSTRAK Kegiatan edukasi dan pendampingan pembuatan jamu herbal melibatkan 38 peserta yang diikuti mayoritas kaum ibu dan kalangan remaja yang dilaksanakan di Desa Popalia Kecamatan Tanggetada. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan masyarakat Desa Popalia agar dapat memproduksi jamu herbal secara mandiri dan inovatif. Jamu herbal yang diproduksi dapat dinikmati di kalangan keluarga dan dipasarkan di masyarakat luas. Luaran kegiatan edukasi dan pendampingan pembuatan jamu yaitu memberikan solusi pengetahuan pembuatan jamu dengan memanfaatkan tanaman rempah lokal dan keterampilan dalam pembuatan produk jamu herbal sehingga menjadi lapangan pekerjaan untuk peningkatan pendapatan masyarakat. Selain itu, masyarakat diharapkan memahami khasiat dan manfaat yang terkandung dalam jamu herbal dalam menjaga kesehatan dan peningkatan daya tahan tubuh. Kegiatan edukasi dan pendampingan pembuatan jamu dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi, sementara itu kegiatan pendampingan pembuatan jamu dilakukan dengan metode praktik langsung. Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat Desa Popalia memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam pengolahan dan pembuatan jamu sebagai upaya pemanfaatan tanaman rempah lokal. Kata Kunci: Edukasi, Pemberdayaan Masyarakat, Rempah, Jamu  ABSTRACT Educational activitity and assistance of the making of herbal jamu which is involved 38 participants of mothers and adolescents was held in Popalia Village of Tanggetada District. The purpose of this activity was to increase the knowledge, abilities, and skills of the people of Popalia Village so that they can produce herbal jamu independently and innovatively. So that the herbal medicine produced can be enjoyed among families and marketed in the wider community. The output of educational activities and assistance in making herbal medicine is to provide solutions for the knowledge of making herbal medicine by utilizing local spices and skills in the manufacture of herbal medicinal products so that they become jobs to increase people's income. Besides, the public is expected to understand the properties and benefits contained in herbal medicine in maintaining health and increasing endurance. Educational activities and assistance in making herbal medicine are carried out using the lecture and discussion method, while the accompanying activities for making herbal medicine are carried out using the direct practice method. The result of this service activity is the knowledge, ability, and skills in processing and making herbal medicine by the people of Popalia Village. Keywords: Education, Community Empowerment, Spices, Jamu
Pelatihan Code Blue System dan Penggunaan Automated External Defibrilator (AED) bagi Perawat Puskesmas Kustanti, Cecilya; Widyarani, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14870

Abstract

ABSTRAK Initial assessment pada kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler di puskesmas harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Perawat sebagai salah satu petugas kesehatan harus mempunyai kompetensi dalam penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah aktivasi code blue system dan penggunaan AED (Automated External Defibrillator), kompetensi tersebut diharapkan sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan di IGD puskesmas pada kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan perawat yang bekerja di IGD puskesmas, tentang aktivasi code blue system dan penggunaan AED dalam penanganan pasien dengan kegawatdaruratan jantung di puskesmas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Dinas Kesehatan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan perawat yang bekerja di IGD tentang aktivasi code blue system dan penggunaan AED dalam penanganan pasien dengan kegawatdaruratan jantung di puskesmas, meningkat dari 64,60±4,65 menjadi 83,08±2,26. Kata Kunci: Code Blue System, Automated External Defibrilator, Perawat  ABSTRACT  Initial assessments in cases of cardiovascular system emergencies at community health centers must be carried out quickly and accurately. As healthcare professionals, nurses need to be proficient in handling cardiovascular emergency patients. One of the necessary skills is knowing how to operate an Automated External Defibrillator (AED) and activate the code blue system. These competences are anticipated to be an attempt to improve the resiliency of medical services in the event of cardiovascular system problems at the health center's emergency department. The purpose of this community service project is to raise the level of awareness among the nurses who staff the community health center's emergency department on how to activate the code blue system and how to utilize AEDs when treating patients experiencing cardiac crises. The Health Service in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province, was the site of this community service project. This community service activity was carried out at the Health Service, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province. As a result of this community service activity, there was an increase in the knowledge of nurses working in the emergency room regarding activation of the code blue system and the use of AEDs in treating patients with cardiac emergencies at community health centers, increasing from 64.60 ± 4.65 to 83.08 ± 2.26. Keywords: Code Blue System, Automated External Defibrilator, Nurse

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue