cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pengembangan Media Promosi Potensi Wisata di Desa Karyawangi melalui Pelatihan Mobile Videografi Kepada Kelompok Sadar Wisata Iskandar, Asep Deni; Setyadharma, I Gede Nyoman Wisnu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15265

Abstract

ABSTRAK Desa wisata yang dibangun dengan menggunakan strategi berbasis masyarakat harus melibatkan peran serta warga. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di desa, seperti halnya di desa Karyawangi Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat menjadi subjek yang sangat penting dalam pengembangan desa wisata. Masyarakat yang berperan langsung harus memasarkan atau mempromosikan objek yang berpotensi dapat dijadikan distinasi wisata kepada dunia luar. Salah satu media untuk mempromosikan tempat wisata melalui videografi. Permasalahan yang timbul, masyarakat di desa Karyawangi kurang terampil dalam membuat konten video yang menarik. Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membuat videografi yang menarik, maka diadakan pelatihan videografi. Pelatihan videografi untuk pengurus Pokdarwis ini menggunakan metode PLA dan dilaksanakan beberapa tahapan. Hasil yang didapatkan dari pelatihan ini berupa peningkatan kemampuan peserta dalam membuat konten videografi yang menarik untuk kebutuhan promosi desa wisata. Kata Kunci: Pelatihan, Videografi, Promosi  ABSTRACT Tourism villages that are built using a community-based strategy must involve the participation of residents. Thus, the people who live in the village, as is the case in Karyawangi Village, Parongpong Subdistrict, West Bandung Regency, become a very important subject in the development of a tourist village. Communities that play a direct role must market or promote objects that have the potential to be used as tourist destinations to the outside world. One of the media to promote tourist attractions through videography. The problem that arises is that the community in Karyawangi village is less skilled in creating interesting video content. To improve the community's ability to make interesting videography, videography training was held. This videography training for Pokdarwis administrators used the PLA method. The results obtained from this training are an increase in the ability of participants to create interesting videography content for the needs of tourism village promotion. Keywords: Videography, Training, Promotion
Penerapan Aplikasi Screening Stress Berbasis Android pada Anak yang Mengalami Bullying atau Perundungan di SMPIT Baitul Jannah Islamic School Bandar Lampung Chrisanto, Eka Yudha; Novikasari, Linawati; Susilawati, Susilawati; Sandayanti, Vera
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17426

Abstract

ABSTRAK Fenomena bullying di sekolah merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi, seperti memaki,  menampar, menebar gosip, mencibir,  memukul, mengancam, mengucilkan, dan lain sebagainya sudah sering terjadi di lingkungan sekolah. Perilaku ini dapat berdampak serius bagi korban bullying baik secara fisik  maupun  psikologis. Berdasarkan data yang diperoleh dari UNICEF (United Nations Emergency Children’s fund)  tahun  2015  (40%) sedangkan tahun 2016 meningkat (41-50%) terjadi pada anak sekolah pada rentang umur 13 sampai 15 tahun. Data dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)  menyebutkan  bahwa perilaku bullying tahun 2018 sebanyak 1.589 kasus.  Berdasarkan permasalah yang ada, masih tingginya angka kejadian stress pada siswa yang mengalami bullying atau perundungan di sekolah, maka diperlukan kegiatan yang dapat mengurangi angka kejadian stress pada siswa.  Meningkatkan kesehatan mitra dengan cara mengurangi angka kejadian stress melalui sosialisasi edukasi yang dilakukan oleh tim dosen pengusul dari bidang keilmuan keperawatan, kebidanan dan psikologi melalui aplikasi andoid yang ramah lingkungan karena bersifat paperless pada siswa yang mengalami stress akibat perilaku bullying atau perundungan di SMPIT Islamic School Bantul Jannah Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan Metode kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui aplikasi virtual menggunakan platform dengan metode ceramah, Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi. Jumlah audience 60 orang Audience sebelum dilakukan kegiatan peserta belum mengenal tentang upaya srceaning stress pada anak yang mengalami bullying (perundungan), setelah di lakukan edukasii peserta secara keseluruhan dapat memahami dengan benar. peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Peserta mengikuti penyuluhan dengan senang hati karena penyuluhan dilaksanakan dengan menyenangkan. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena peserta memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik. Kata Kunci: Stress, Bullying, PerundunganABSTRACT The phenomenon of bullying in schools is a familiar phenomenon, such as cursing, slapping, spreading gossip, sneering, hitting, threatening, isolating, and so on which often occur in the school environment. This behavior can have serious impacts on victims of bullying both physically and psychologically. Based on data obtained from UNICEF (United Nations Emergency Children's Fund) in 2015 (40%) while in 2016 the increase (41-50%) occurred in school children aged 13 to 15 years. Data from KPAI (Indonesian Child Protection Commission) states that bullying behavior in 2018 was 1,589 cases. Based on existing problems, there is still a high incidence of stress among students who experience bullying or harassment at school, so activities are needed that can reduce the incidence of stress among students. The health of partners by reducing the number of stress incidents through educational outreach carried out by a team of proposing lecturers from the scientific fields of nursing, midwifery and psychology through an andoid application that is environmentally friendly because it is paperless for students who experience stress due to bullying or bullying behavior at SMPIT Islamic School Bantul Jannah Bandar Lampung. This research uses a method of health promotion activities carried out by providing health education through virtual applications using a platform with lecture, question and answer, discussion and demonstration methods. Total audience was 60 people. Before the activity, the participants did not know about efforts to relieve stress in children who experience bullying. After education, the participants as a whole were able to understand correctly. Participants seemed enthusiastic about participating in the activity. Participants took part in the counseling with pleasure because the counseling was carried out in a fun way. The extension activities were conducive because the participants paid attention to the material presented well. Keywords: Stress, Bullying, Harassment
Latihan Relaksasi Birthball dan Aroma Therapy pada Ibu Hamil Sitompul, Emilia Silvana; Simbolon, Juana Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16955

Abstract

ABSTRAK Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun kedalam jalan lahir dan berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan. Ketidaknyaman melahirkan adalah sesuatu yang normal, tubuh telah beradaptasi dengan kehamilan memaksa lingkungan sekitarnya untuk berubah posisi agar dapat lahir. Masalah yang paling sering muncul pada ibu bersalin adalah nyeri persalinan. Apabila masalah nyeri tidak di atasi akan menimbulkan kecemasan, ketakutan serta stress pada ibu yang akan meningkatkan lagi intensitas nyeri yang dirasakan. Nyeri selama proses persalinan yang disertai dengan ketakutan akan memperlambat proses persalinan. Ibu hamil rentan mengalami ketegangan psikologis selama kehamilan akibat ketidaknyamanan yang dirasakan oleh perubahan fisik dan psikologis. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengajarkan  latihan tehnik relaksasi birthball dan aromatherapy dalam upaya membangkitkan kemampuan ibu hamil dan membantu ibu hamil mengurangi nyeri dan kecemasan menghadapi persalinan. Peserta pengabdian kepada masyarakat adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Situmeang Habinsaran tanpa komplikasi. Pelaksanaan Kegiatan ini diawali dengan anamnesa dan menentukan usia kehamilan trimester III dan dilanjutkan pengisian persetujuan menjadi responden dan mengisi Pretest. Selanjutnya memberikan materi tentang Relaksasi Birthball dan Aroma Therapy, kemudian dilanjutkan dengan latihan penggunaan gymbal masing-masing ibu hamil dilatih bagaimana menggunakan Relaksasi Birthball dan Aroma Therapy serta diskusi tanya jawab. Sebelum kegiatan berakhir, untuk mengetahui tingkat pengetahuan Ibu hamil setelah diberikan penyuluhan maka dilanjutkan dengan post test. Hasil didapat tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum pelatihan pengetahuan Ibu dengan tingkat pengetahuan kurang 21 orang (70%), tingkat pengetahuan cukup 4 orang (13,3%) sedangkan yang berpengetahuan baik hanya 5 orang (16,7%). Setelah dilaksanakan pelatihan tingkat pengetahuan ibu meningkat menjadi tingkat pengetahuan baik 25 orang (83,3%), Cukup 5 orang (16,7%). Setelah dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan tentang Latihan Relaksasi Birthball dan Aroma Therapy pada Ibu Hamil di Puskesmas Situmeang Habinsaran Kecamatan Sipoholon, pengetahuan Ibu meningkat. Kegiatan menjadi positif awalnya tidak tahu menjadi tahu dan semangat latihan menyiapkan proses persalinan nantinya . Kata Kunci: Relaksasi, Birthball, Aroma TherapyABSTRACT Labour is the process of opening and thinning of the cervix and the fetus descending into the birth canal and ends with the expulsion of a baby who is full term or almost full term or can live outside the womb. The discomfort of childbirth is normal, the body has adapted to pregnancy forcing the surrounding environment to change position in order to be born. The problem that most often arises in women in labour is labour pain. If the problem of pain is not addressed, it will cause anxiety, fear and stress in the mother which will increase the intensity of the pain felt. Pain during labour accompanied by fear will slow down the labour process. Pregnant women are prone to psychological tension during pregnancy due to the discomfort felt by physical and psychological changes. The purpose of this activity is to teach the practice of birthball relaxation techniques and aromatherapy in an effort to raise the ability of pregnant women and help pregnant women reduce pain and anxiety facing childbirth. Community service participants are third trimester pregnant women in the working area of Puskesmas Situmeang Habinsaran without complications. The implementation of this activity begins with anamnesa and determining the age of third trimester pregnancy and continued with filling out the consent to become a respondent and filling out the Pretest. Furthermore, providing material about Birthball Relaxation and Aroma Therapy, then continued with the practice of using gymbal each pregnant woman was trained on how to use Birthball Relaxation and Aroma Therapy and question and answer discussions. Before the activity ended, to determine the level of knowledge of pregnant women after being given counselling, it was continued with a post test. The results showed that the level of knowledge of pregnant women before the training was 21 people (70%) with poor knowledge, 4 people (13.3%) with sufficient knowledge, while only 5 people (16.7%) with good knowledge. After the training, the level of maternal knowledge increased to a good level of knowledge 25 people (83.3%), 5 people (16.7%). After the counselling and training on Birthball Relaxation Exercise and Aroma Therapy for Pregnant Women at the Situmeang Habinsaran Health Centre, Sipoholon District, the mother's knowledge increased. Activities become positive initially did not know to know and the spirit of training to prepare for the labour process later.  Keywords: Relaxation, Birthball, Aroma Therapy
Peningkatan Pengetahuan dan Pelaksanaan Keselamatan Kesehatan Kerja Tenaga Kerja di Lingkungan Panas Home Industri Aksesoris Nurmayanti, Demes Nurmayanti,; Rusmiati, Rusmiati; Suprijandani, Suprijandani; Setiawan, Mahawiraja
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14139

Abstract

ABSTRAK Pembuatan aksesoris home industri konveksional kerajinan tangan manik-manik dari kaca, dalam proses tersebut dilakukan peleburan kaca yang membutuhkan suhu tinggi, sehingga ruang produksi memberikan dampak iklim kerja pada lingkungan kerja menjadi panas. Lingkungan kerja nyaman dan aman memberikan produktivitas tinggi bagi Tenaga Kerja dan perusahaan. Lingkungan kerja panas memberikan dampak heat cramps, heat exhaustion, dan heat strok. Heat exhaustion, dehidrasi yaitu banyak mengeluarkan keringat, sehingga menimbulkan hilangnya natrium dalam tubuh. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan pelaksanaan keselamatan kesehatan kerja tenaga kerja di lingkungan panas home industri aksesoris. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada tenaga kerja home industri aksesoris manik- manik Desa Plumbon Gambang, Kec. Gudo, Kabupaten Jombang, berjumlah 35 orang yang bekerja di ruang produksi kerajinan. Metode Pengabdian Masyarakat adalah penyuluhan dan sosialisasi membiasakan tenaga kerja mengkonsumsi air mineral/ air yang mengandung elektrolit, membiasakan menggunakan pakaian berbahan mudah menyerap kringat saat bekerja, serta meningkatkan pengetahuan dalam pengendalian kecelakaan kerja dan pencegahan penyakit akibat kerja. Keberhasilan kegiatan ini dibuktikan dari hasil pretest yang memperoleh nilai di 40 sebesar 55 % dan 40 % mendapatkan nilai 30, setelah memperoleh materi hasil nilai terendah dari posttest tenaga kerja diatas 80 dengan persentase 65% dan 5 % yang memperoleh nilai tertinggi 100. Hasil monitoring setelah kegiatan pengabdian masyarakat 35 % belum menerapkan hasil penyuluhan dan sosialisasi di tempat kerja. Setelah dilakukan evaluasi dan choaching tenaga kerja terbiasa mengkonsumsi air mineral setiap 1 jam sekali dan menggunakan pakaian saat bekerja. Disarankan perlu ada kegiatan revitalisasi pada tenaga kerja langsung di tempat home industri.  Kata Kunci: Kesehatan Kerja, Keselamatan Kerja, Lingkungan Kerja, Desa Plumbon, Homeindustri Manik-Manik  ABSTRACT Making accessories for the convectional home industry for handicrafts made of glass beads, in this process glass melting is carried out which requires high temperatures, so that the production room has an impact on the working climate in the work environment which becomes hot. A comfortable and safe work environment provides high productivity for the workforce and the company. Hot work environment has the impact of heat cramps, heat exhaustion, and heat stroke. Heat exhaustion, dehydration, namely sweating a lot, causing loss of sodium in the body. The purpose of community service is to increase knowledge and implementation of occupational health safety for workers in the hot environment of the home accessories industry. Community service activities are carried out for the bead accessories home industry workers in Plumbon Gambang Village, Kec. Gudo, Jombang Regency, there are 35 people who work in the craft production room. The Community Service Method is counseling and outreach to accustom workers to consuming mineral water/water containing electrolytes, getting used to wearing sweat-absorbing clothes while working, and increasing knowledge in controlling work accidents and preventing work-related diseases. The success of this activity is evidenced by the results of the pretest which obtained a score of 40 of 55% and 40% obtained a value of 30, after obtaining the lowest score material from the posttest workforce above 80 with a percentage of 65% and 5% obtaining the highest score of 100. Monitoring results after community service activities 35% have not implemented the results of counseling and outreach in the workplace. After evaluating and coaching, the workforce is used to consuming mineral water once every 1 hour and wearing clothes while working. It is suggested that there should be revitalization activities for direct workers in home industries  Keywords: Occupational Health, Occupational Safety, Work Environment, Plumbon Village, Beads Home Industry
Edukasi Pencegahan Dermatitis pada Lingkungan Pondok Pesantren Darul Huffaz Karawang Agustin, Dewi; Nurdini, Rini; Noviyanti, Lusi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15424

Abstract

ABSTRAK Prevalensi eksim paling banyak didominasi oleh perempuan, terutama pada usia 15-49 tahun pada fase reproduksi (Zahra, 2019; Ghafur dan Syam, 2018). Angka kejadian penyakit kulit di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Dimana pada tahun 2019 prevalensi dermatitis sebesar 60,79% Dermatitis kontak seringkali berkaitan dengan kebersihan diri yang merupakan salah satu keterampilan dasar seseorang untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan hidup, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan keadaan kesehatannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Personal Hygiene dengan kejadian Penyakit Dermatitis di Pesantren. Metode pelaksanaan Metode pelaksanaannya meliputi penyuluhan dan demonstrasi cuci tangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 25 April 2024, yang dilaksanakan di pesantren pondok pesantren Darul Huffaz selama 1 hari. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa terjadi peningakatan pengetahuna santri 44 rata-rata pre test dan post test 90. Para peserta menangkap materi dengan mudah dan cepat khususnya menerima informasi dan pembelajaran tentang edukasi dermatitis dan demontrasi tentang cuci tangan yang benar dan tepat sehingga diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terhindar dari penyakit dermatitis Kata Kunci: Dermatitis, Edukasi dan Personal Hygiene  ABSTRACT The prevalence of eczema is mostly dominated by women, especially those aged 15-49 years in the reproductive phase (Zahra, 2019; Ghafur and Syam, 2018). The incidence of skin diseases in Indonesia is increasing every year. Where in 2019 the prevalence of dermatitis was 60.79%. Contact dermatitis is often related to personal hygiene, which is one of a person's basic skills to fulfill life maintenance, health and welfare needs according to their health condition. The aim of this activity is to increase knowledge and abilities of Personal Hygiene regarding the incidence of Dermatitis in Islamic Boarding Schools. The implementation method includes counseling and hand washing demonstrations. This community service activity was carried out on April 25 2024, which was held at the Darul Huffaz Islamic boarding school for 1 day. The results of community service show that there has been an increase in students' knowledge of 44, with an average pre-test and post-test of 90. The participants grasped the material easily and quickly, especially receiving information and learning about dermatitis education and demonstrations about correct and appropriate hand washing so that it is hoped that it can be applied in daily life to avoid dermatitis Keywords: Dermatitis, Education and Personal Hygiene
Edukasi Hipnoparenting pada Ibu Todler dalam Meningkatkan Nafsu Makan di Puskesmas Pangaribuan Sianturi, Elly; Hutabarat, Naomi Isabella; Simamora, Janner Pelanjani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16840

Abstract

ABSTRAK Anak usia toddler antara usia 12 sampai 36 bulan adalah periode eksplorasi lingkungan yang intensif. Perkembangan biologis selama masa toddler ditandai dengan kemampuan motorik kasar dan motorik halus yang memungkinkan anak menguasai berbagai aktivitas. Toddler secara psikologis membutuhkan cinta dan kasih sayang, rasa aman atau bebas dari ancaman. Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksternal yang mampu memberikan rasa aman, peduli, dan penuh kasih sayang. Diperoleh data dari kepala Puskesmas Pangaribuan jumlah anak toddler sebanyak 80 orang. Sasarannya adalah ibu toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Pangaribuan Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melaksanakan pre test tentang nafsu makan anak toddler, kemudian melakukan edukasi dan role play hypnoparenting untuk meningkatkan nafsu makan anak toddler.Hypnoparenting oleh ibu pada toddler secara rutin selama satu bulan, dan dilakukan evaluasi untuk menilai efektivitas hypnoparenting terhadap permasalahan nafsu makan anak melalui post test. Hasil pelaksanaan pre test toddler yang mengalami nafsu makan (kurang) sebanyak 47 orang (58,75%) dan yang memiliki nafsu makan baik 33 orang (41,25%). Hasil post test (dilakukan setelah rutin dilaksanakan hypnoparenting), didapatkan hasil toddler dengan nafsu makan baik sebanyak 74 orang (92,5%), toddler dengan nafsu makan kurang 6 orang (7,5%). Hypnoparenting efektif meningkatkan nafsu makan toddler. Kata Kunci: Hypnoparenting, Anak Toddler  ABSTRACT Toddlers between the ages of 12 and 36 months are a period of intensive environmental exploration. Biological development during the toddler years is characterized by gross motor and fine motor skills that enable children to master various activities. Toddlers psychologically need love and affection, a sense of security or freedom from threats. Children's development is greatly influenced by the external environment which is able to provide a sense of security, care and affection. Data obtained from the head of the Pangaribuan Community Health Center included 80 toddlers. The target is toddler mothers in the Pangaribuan Community Health Center Working Area, Pangaribuan District, North Tapanuli Regency. The method for carrying out service activities is to carry out a pre-test on toddler children's appetite, then carry out education and hypnoparenting role play to increase toddler children's appetite. Hypnoparenting by mothers on toddlers regularly for one month, and an evaluation is carried out to assess the effectiveness of hypnoparenting on appetite problems children through a post test. The results of the pre-test implementation included 47 toddlers (58.75%) who had poor appetite and 33 people (41.25%) who had good appetite. The results of the post test (carried out after routine hypnoparenting) showed that 74 toddlers had a good appetite (92.5%), 6 toddlers with a poor appetite (7.5%). Hypnoparenting is effective in increasing a toddler's appetite.  Keywords: Hypnoparenting, Toddler Children
Pendidikan Kesehatan Manajemen Laktasi dan Menyusui Pada Ibu Post Partum di Ruang Jade RSUD DR Slamet Garut Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15190

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik bagi bayi dan memiliki kandungan zat gizi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi..  WHO  dan  UNICEF  merekomendasikan  pemberian   ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga usia enam bulan tanpa adanya pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya.  Manfaat   dari ASI dan  pemberian ASI eksklusif sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi bayi.. Bayi yang diberikan ASI eksklusif memiliki angka morbiditas dan mortalitas infeksi yang lebih rendah, dan memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bayi yang disusui dalam periode yang lebih singkat atau tidak mendapatkan ASI. Tujuan Pelaksanaan pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu  potst partum mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif dan cara atau teknik menyusui yang baik dan benar. Metode yang digunakan  dalam pendidikan kesehatan ini  adalah dengan menggunakan metoda demonstrasi, ceramah dan tanya jawab. Dari  pendidikan kesehatan ini tujuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan  dan  ibu bisa menyusui dengan benar dan mau memberikan ASI kepada bayinya. Adanya peningkatan pengetahuan  ibu nifas ibu bisa memberikan ASI dengan benar sehinggga terpenuhi  kebutuhan nutrisi bayi. Kesimpulan  Manajemen laktasi dan posisi menyusui merupakan hal yang penting bagi ibu post partum. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, teknik menyusui, cara memerah ASI, menyimpan ASI perah dan memberikan ASI perah akan menentukan keberhasilan dari pemberian ASI kepada bayi. Kata kunci: Ibu Post Partum Manajemen Laktasi, Menyusui  ABSTRACT Mothers milk is the best food for babies and contains ideal nutrients for bby growth and development. WHO and UNICEF recommend administration exclusive breast milk (ASI) from birth until the age of six months without any additional food or drink. The benfits of breast milk and giving it exclusively are vry good for the growth and development of babies. Babies who are given breast milk exclusively have lower infection morbidity and mortality rates and have higher intelligence than babies  who are breastfed for a shorter period or do not receive breast milk. The aims of implementing this health  assessment is to increase the knowledge of post partum mothers regarding the importance of giving mothers exclusive breast milk and good and correct breast feeding techniques. The metod used in this health education is by using lectur demonstration and question and answer methods. As a result of this health education, seven participants experienced an increase in knowledge and mothers were able to breastfeed properly and monters were willing to give breast milk to their babis..There  is an increase in the knowledge of post partum mothers that mothers can provide breast milk correctly so that the babys nutritional needs are met. Lactation managemen and breastfeeding positions are important for post partum mothers, Mothers knowledge about exclusife breast milk , breast feeding techniques, how to express breast milk storing expressed breast milk providing expressed breast milk will determine the success of giving breast milk to mothers baby.  Keywords: Post Partum Mother, Lactation Manajemen, Breastfeeding
Edukasi Jamur Kuku (Tinea Unguium) pada Lansia di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Desa Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Rahmayanti, Rahmayanti; Hadijah, Siti; Darmawati, Darmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16738

Abstract

ABSTRAK Jamur kuku (Tinea unguium) adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita. Infeksi jamur tersebut menyebabkan terjadinya perubahan warna pada kuku menjadi putih, kuning atau kecoklatan, kuku mengalami onycholisis, pecah-pecah dan tidak rata. Jamur kuku dengan kondisi parah bisa menyebabkan kondisi kerusakan permanen pada kuku. Jamur kuku lebih rentan terjadi pada lansia sebab kuku lansia cenderung rapuh dan kering. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi tentang jamur Kuku (Tinea unguium) Pada Lansia di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Desa Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan, dengan menggunakan alat bantu visual dan poster. Khalayak sasaran yaitu Lansia di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Desa Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lansia berjumlah 50 orang. Tahapan kegiatan meliputi pendaftaran peserta edukasi, pembagian brosur, kemudian dilakukan pemaparan materi kegiatan. Setelah pemaparan materi, dilakukan sesi tanya jawab dengan diberikan kesempatan peserta untuk bertanya, di akhiri dengan pengisian kuesioner dan evaluasi. Berdasarkan hasil wawancara dan pengisian kuesioner oleh responden diketahui bahwa sebanyak 74% responden meningkat pengetahuannya setelah kegiatan edukasi. Lansia sudah mulai paham apa itu infeksi jamur kuku Tinea unguium, tanda dan gejala, penyebab, faktor risiko dan pencegahan kuku yang terinfeksi jamur Tinea unguium. Dengan menerapkan personal hygiene dengan baik khususnya terkait kebersihan kuku tangan dan kaki dapat mencegah terinfeksinya kuku dari jamur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi tentang jamur Kuku (Tinea unguium) Pada Lansia di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang Desa Lamglumpang Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh yang diikuti oleh 50 orang lansia berjalan dengan lancar dan sukses dari awal hingga akhir dan pengetahuan, pemahaman lansia setelah edukasi menjadi meningkat. Kata Kunci: Edukasi, Tinea unguium, Lansia  ABSTRACT Nail fungus (Tinea unguium) is a nail disorder caused by dermatophyte fungal infection. The fungal infection causes changes in nail color to white, yellow or brownish, nails experience onycholysis, cracking and unevenness. Nail fungus with severe conditions can cause permanent damage to the nails. Nail fungus is more susceptible to occur in the elderly because elderly nails tend to be brittle and dry. The purpose of this community service is to educate about nail fungus (Tinea unguium) in the Elderly at the UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang, Lamglumpang Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The method used is the counseling method, using visual aids and posters. The target audience is the Elderly at the UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang, Lamglumpang Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. Participants in this community service activity are 50 elderly people. The stages of the activity include registration of education participants, distribution of brochures, then presentation of activity materials. After the presentation of the material, a question and answer session was held with participants given the opportunity to ask questions, ending with filling out a questionnaire and evaluation. Based on the results of interviews and filling out questionnaires by respondents, it is known that 74% of respondents increased their knowledge after educational activities. The elderly have begun to understand what Tinea unguium nail fungus infection is, signs and symptoms, causes, risk factors and prevention of nails infected with Tinea unguium fungus. By implementing good personal hygiene, especially regarding the cleanliness of fingernails and toenails, it can prevent nail infection from fungus. So it can be concluded that educational activities about Nail Fungus (Tinea unguium) in the Elderly at the UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang, Lamglumpang Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City, which were attended by 50 elderly people, went smoothly and successfully from beginning to end and the knowledge and understanding of the elderly after education increased. Keywords: Education, Tinea unguium, Elderly
Pelatihan Penggunaan Bahasa Inggris untuk Pariwisata (English for Tourism) Bagi Masyarakat di Desa Sawarna, Lebak, Banten Hadianti, Siti; Isman, Suci Madiarti; Zuhairi, Aminudin; Nugraha, Benny; Kosasih, Fauzy Rahman; Hidayah, Hidayah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17550

Abstract

ABSTRAK Sektor pariwisata pedesaan semakin berkembang sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Desa Sawarna, yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, dikenal dengan keindahan alam pantainya dan aktivitas berselancar yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya kompetensi masyarakat setempat dalam berbahasa Inggris, padahal keterampilan ini penting untuk meningkatkan interaksi dengan wisatawan internasional. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Terbuka merespons kebutuhan ini dengan menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris untuk tujuan pariwisata (English for Tourism) sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing, sejalan dengan visi pemerintah dalam menjadikan Geopark Bayah Dome sebagai destinasi global. Melalui kolaborasi dengan komunitas dan dukungan program berkelanjutan, diharapkan Desa Sawarna dapat mencapai kemandirian dalam penggunaan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi, memperkaya pengetahuan, dan membuka peluang baru bagi masyarakat lokal. Kata Kunci: Pelatihan, Bahasa Inggris, Pariwisata  ABSTRACT The rural tourism sector is increasingly developing as a strategy to enhance the local community's economy. Sawarna Village, located in Lebak Regency, Banten, is known for its natural beach beauty and surfing activities that attract both domestic and international tourists. However, one of the challenges faced is the lack of English language proficiency among the local community, despite this skill being crucial for improving interactions with international tourists. The English Education Study Program of FKIP Universitas Terbuka responds to this need by organizing English for Tourism training as part of its community service activities. This training is designed to enhance the community's ability to communicate with foreign tourists, aligning with the government's vision of making the Bayah Dome Geopark a global destination. Through collaboration with the community and support for sustainable programs, it is hoped that Sawarna Village can achieve independence in using English as a means of communication, enrich knowledge, and open new opportunities for the local community.Keywords: Training, English, Tourism
Evidence Based Nursing: Penerapan Intervensi Progressive Muscle Relaxation untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pasien Hemodialisa di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Pambudiarto, Arie Agus; Azizah, Amalia Nur; Amalia, Luthfiana; Niswatin, Tsani Khoirun; Hudiyawati, Dian; Susanti, Erni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14588

Abstract

ABSTRAK Chronic kidney disease (CKD) merupakan suatu  kondisi  klinis terjadinya  penurunan  fungsi ginjal  secara  irreversible. Hemodialisis ialah suatu terapi yang saat ini berkembang sangat pesat kepada penderita CKD.  Masalah yang selalu dialami oleh pasien yang melaksanakan hemodialisa ialah hipotensi atau hipertensi, gangguan tidur, kram otot, sesak nafas, muntah, sakit dada, mual, sakit kepala, sakit punggung, menggigil, edema, serta gatal. Gangguan tidur merupakan suatu kumpulan kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan dalam jumlah, kualitas, atau waktu tidur pada seorang individu. Tujuan penerapan intervensi relaksasi Progressive Muscle Relaxation (PMR) untuk meningkatkan kualitas tidur pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (Qausy Experimental Time Series Design), dengan rancangan pre-test dan post-test with control group design. Hasil uji wilcoxon signed rank test, didapatkan nilai signifikansi pada kelompok intervensi 0,000 < p value sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh penerapan intervensi relaksasi Progressive Muscle Relaxation (PMR)  untuk meningkatkan kualitas tidur pasien hemodialisa. Kata Kunci: Progressive Muscle Relaxation, Kualitas Tidur, Hemodialisa  ABSTRACT Chronic kidney disease (CKD) is a clinical condition of irreversible decline in kidney function. Hemodialysis is a therapy that is currently growing very rapidly in people with CKD.  Problems that are always experienced by patients who perform hemodialysis are hypotension or hypertension, sleep disorders, muscle cramps, shortness of breath, vomiting, chest pain, nausea, headaches, back pain, chills, edema, and itching. Sleep disorders are a collection of conditions characterized by disturbances in the amount, quality, or time of sleep in an individual. To improve the sleep quality of patients undergoing hemodialysis at RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo with the application of Progressive Muscle Relaxation (PMR) relaxation intervention. This research is a quantitative research with a pseudo-experimental type (Qausy Experimental Time Series Design), with pre-test and post-test designs with control group design. The results of the Wilcoxon signed rank test, obtained a significance value in the intervention group of 0.000 < p value so that it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is an effect of applying Progressive Muscle Relaxation (PMR) relaxation intervention to improve the quality of sleep of hemodialysis patients. Keywords: Progressive Muscle Relaxation, Sleep Quality, Hemodialysis

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue