cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penggunaan Media Audiovisual dan Booklet untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Keluarga Dalam Upaya Pengobatan dan Pencegahan Penularan TB Paru di Desa Tuntungan II Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Manurung, Risma Dumiri; Tambunan, Sulastri Galumbang Panahatan; Tarigan, Siang br
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17017

Abstract

ABSTRAK TB Paru hingga saat ini menjadi prioritas utama masalah kesehatan dan menjadi salah satu tujuan dalam Sustainability Development Goals (SDGs). Proses penularan kuman TB Paru terjadi akibat percikan ludah saat berbicara, bersin dan batuk terkait dengan perilaku dan kontak terdekat misalnya keluarga serumah akan dua kali lebih berisiko dibandingkan kontak biasa. Pencegahan menjadi sangat penting untuk memutuskan mata rantai penularan dengan mengetahui faktor yang memengaruhi penyakit TB Paru. Penanganan masalah tersebut melibatkan kerjasama dengan pemberdayaan anggota keluarga melalui pemberian edukasi/penyuluhan. Edukasi dengan penggunaan media yang tepat dan menarik dapat mempengaruhi individu untuk memiliki perilaku kesehatan yang baik, meningkatkan pengetahuan dan mau mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku anggota keluarga penderita TB Paru dalam proses pengobatan dan pencegahan penularan TB Paru di wilayah kerja Desa Tuntungan II Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Jumlah responden sebanyak 60 orang. Metode edukasi dengan ceramah, tanya jawab dan demonstrasi dengan menggunakan media audiovisual dan booklet. Untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan perilaku Keluarga setelah pemberian edukasi dilakukan pretest dan posttest menggunakan lembar kuisioner dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden dari yang sebelum edukasi pengetahuan baik sebanyak 17% dan meningkat menjadi 85%, begitu juga pengetahuan kurang yang sebelum nya 33% menjadi 0%. Begitu juga perilaku responden yang kurang terjadi peningkatan menjadi 95% melakukan perilaku yang positif. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga penderita TB Paru dalam pemecahan masalah yang ada di wilayah kerja Desa Tuntungan II Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang tentang pengobatan serta pencegahan penularan TB Paru dan disarankan dilaksanakan secara berkala dengan kerjasama dengan pihak puskesmas. Kata Kunci: TB Paru, Penularan, Pencegahan, Pengobatan, Media ABSTRACT Pulmonary TB is currently a top priority health problem and is one of the goals in the Sustainability Development Goals (SDGs). The process of transmission of pulmonary TB germs occurs due to splashes of saliva when talking, sneezing and coughing, with related behavior and close contact, for example family from the same house, which is twice as risky as normal contact. Prevention is very important to break the chain of transmission by knowing the factors that influence pulmonary TB disease. Handling this problem involves collaborating with empowering family members through providing education/counseling. Education with the use of appropriate and interesting media can influence individuals to have good health behavior, increase knowledge and be willing to practice it in everyday life. Community service activities aim to increase the knowledge and behavior of family members of pulmonary TB sufferers in the process of treating and preventing transmission of pulmonary TB in the work area of Tuntungan II Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency. The number of respondents was 60 people. Educational method with lectures, questions and answers and demonstrations using audiovisual media and booklets. To evaluate the increase in family knowledge and behavior after providing education, a pretest and posttest were carried out using a questionnaire and observation sheet. The results of the activity showed that there was an increase in respondents' knowledge from 17% before the education had good knowledge and increased to 85%, as well as poor knowledge which was previously 33% to 0%. Likewise, the behavior of respondents who were less likely to increase to 95% carried out positive behavior. It is hoped that this community service activity can be a solution in increasing the knowledge and behavior of families of pulmonary TB sufferers in solving problems in the work area of Tuntungan II Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency regarding the treatment and prevention of transmission of pulmonary TB and is carried out periodically in collaboration with the health center. Keywords: Pulmonary TB, Prevention, Transmission, Treatment, Media
Penyuluhan dan Pembuatan Puding Daun Kelor untuk Meningkatkan Gizi Ibu Hamil di Desa Warga Makmur Jaya Rianasari, Dewi; Sari, Nawang; Robbayani, Robbayani; Soeresmi, Soeresmi; Wahyuni, Sri Endah; Sunarsih, Sunarsih; Febriyanti, Hellen; Fauziah, Nur Alfi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14341

Abstract

ABSTRAK Tanaman kelor merupakan tanaman lokal yang bisa digunakan untuk peningkatan nutrisi ibu hamil dan keluarga. Tanaman kelor memiliki daun yang bisa dikonsumsi untuk makanan olahan rumah tangga. Kendati demikian tidak semua masyarakat Warga Makmur Jaya mengetahui manfaatan daun kelor (Moringa Oleifera). Dalam konteks masyarakat warga makmur jaya, daun kelor dikenal sebagai tanaman mistik atau tanaman liar yang tidak memiliki banyak khasiat serta manfaat. Stigma ini yang membuat daun kelor kurang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah warga makmur jaya. Berdasarkan hasil wawancara dengan bidan desa warga makmur jaya terdapat 27 ibu hamil dan 3 diantaranya mengalami KEK (kekurangan energi kalori). Dari masalah tersebut maka timbul gagasan dan inisiatif untuk melakukan Pengolahan daun kelor menjadi puding  untuk menambah gizi pada ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan puding daun kelor pada ibu hamil. Hasil analisis deskriptif perhitungan kuantitatif terkait dengan dampak pemberdayaan melalui penyuluhan dan pembuatan puding daun kelor, bisa ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat daun kelor sebagai sumber gizi untuk mencegah terjadinya Kekurangan energi kalori baik pada ibu hamil dan peningkatan keterampilan ibu hamil dalam mengolah daun kelor. Kata Kunci: Tanaman Kelor, Ibu Hamil KEK, Puding Daun Kelor  ABSTRACT The moringa plant is a local plant that can be used to improve the nutrition of pregnant women and families. The moringa plant has leaves that can be consumed for household food processing. However, not all residents of Warga Makmur Jaya are aware of the benefits of moringa leaves (Moringa Oleifera). In the context of the Warga Makmur Jaya community, moringa leaves are known as mystical plants or wild plants that do not have many benefits. This stigma has led to moringa leaves being underutilized by the community in the Warga Makmur Jaya area. Based on interviews with village midwives in Warga Makmur Jaya, there were 27 pregnant women, and 3 of them experienced calorie and energy deficiency (KEK). From this issue arose the idea and initiative to process moringa leaves into pudding to increase nutrition for pregnant women. The method used is by providing education and demonstrating the making of moringa leaf pudding to pregnant women. Descriptive analysis of quantitative calculations related to the impact of empowerment through education and making moringa leaf pudding leads to the conclusion that there is an increase in pregnant women's knowledge about the benefits of moringa leaves as a source of nutrition to prevent calorie and energy deficiency in pregnant women, as well as an increase in pregnant women's skills in processing moringa leaves.  Keywords: Moringa Plant, Pregnant Women with Calorie and Energy Deficiency (KEK), Moringa Leaf Pudding.
Yoga for Adult Health Susanti, Henny Dwi; Handayani, Tri Lestari; Aini, Nurul; Anggraini, Ika Rizky; Prasetyo, Yoyok Bekti; Ab Latif, Rusnani Binti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15570

Abstract

ABSTRACT Yoga is an exercise that combines mind, spirit and body. This yoga combines breathing techniques, physical postures, relaxation and meditation. The aim of this community service is to improve the health of teenagers. This community service activity starts from the preparation stage, distributing questionnaires for pre-tests, explaining the purpose, benefits of yoga, steps for yoga exercises, and doing yoga exercises. Next, participants were given a questionnaire to assess the post-test. This activity was carried out in collaboration between the University of Muhammadiyah Malang and UiTM Cawangan Pulau Pinang Bertam Campus at the Az Zahra orphanage in Bandar Laguna Merbok, Sungai Tani, Kedah, Malaysia. Showed significant resultsthat teenagers understood the importance of yoga for health and they carried out the steps of yoga exercises. Yoga is very beneficial for the health of teenagers. It is best to do yoga every day to maintain both physical and psychological health in teenagers, so that health is maintained well. Keywords: Yoga, Adult, Physic, Psychology
Pelatihan Peer Education terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Stunting Tanan, Rosmitha; Karundeng, Jeni Oktavia; Kafiar, Renny Endang; Mardona, Yeli; Diliani, Diliani; Firman, Andi Fatmawati; Onawatme, Fatima Yanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17305

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah serius yang dihadapi dunia. WHO menyebutkan terdapat 148,1 juta atau 22,3 % anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia terkena stunting, 52% dari total Global ada di benua Asia dan 43% dari total global ada di Afrika. Di Indonesia terdapat 4.7% dari total global anak-anak yang mengalami mengalami stunting. Dari Pengabdian Masyarakat ini dengan memberikan Pelatihan Peer Education (PE) bagi Remaja di SMA St. Ignatius Kabupaten Mimika. Metode palaksanaan Pengabdian masyarakat ini menggunaka “Peer Tutor” dengan 4 tahapan yaitu Perencanaan, pelaksanaan, Observasi dan Evaluasi yang dilakukan pada 18 Siswa/i SMA. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan Siswa/i terhadap Stunting. Menunjukan bahwa tingkat pengetahuan responden mengalami peningkatan (100%). Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan pada anak Sekolah Menengah Atas (SMS) ditemukan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Remaja mengenai pencegahan stunting dan Remaja sebagai Peer Educator dapat menularkan pengetahuan yang dimilikinya pada teman sebaya, keluarga dan masyarakat dalam penerapan pencegahan stunting Kata Kunci: Peer Education, Peer Tutor, Stunting  ABSTRACT Stunting is a serious problem facing the world. WHO states that there are 148.1 million or 22.3% of children under the age of 5 worldwide affected by stunting, 52% of the global total are in Asia and 43% of the global total are in Africa. In Indonesia, there are 4.7% of the global total of children who experience stunting. Objective of this Community Service by providing Peer Education (PE) Training for Adolescents at St. Ignatius High School, Mimika Regency. The method of implementing this Community Service uses "Peer Tutor" with 4 stages, namely Planning, Implementation, Observation and Evaluation carried out on 18 High School Students. The implementation of this Community Service was successful in increasing Students' knowledge of Stunting. Shows that the level of respondent knowledge has increased (100%). Based on the results of community service carried out on Senior High School (SMS) children, it was found that there was an increase in adolescent knowledge regarding stunting prevention and adolescents as Peer Educators can transmit their knowledge to peers, families and communities in implementing stunting prevention Keywords: Peer Education, Peer Tutor, Stunting
Peningkatan Kesehatan Remaja Putri melalui Penapisan dan Pendampingan Kesehatan Reproduksi Remaja di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Al Islami Metro Fibrila, Firda; Widiyanti, Septi; Lestari, Gangsar Indah; Ridwan, M
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17565

Abstract

ABSTRAK Kelompok remaja dianggap selalu dalam kondisi sehat, kenyataannya banyak permasalahan kesehatan yang dialami oleh remaja. Terdapat 4 masalah kesehatan remaja Indonesia yaitu 48,9% anemia, 21,6% stunting, 36,3% kekurangan energi kronik (KEK), obesitas usia > 18 tahun dengan IMT≥25 sebesar 13,5% dan dengan IMT≥27 sebanyak 15,4%. Hal ini jelas memberikan dampak buruk dalam mencetak kualitas generasi di masa datang. Meningkatnya pengetahuan dan Memberdayakan remaja dalam meningkatkan status kesehatan reproduksi  dan gizi seimbang melalui penapisan di kelas reproduksi remaja. Pembentukan tim konselor teman sebaya kesehatan reproduksi remaja yang diikuti oleh 14 orang remaja putri. Edukasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan status gizi remaja yang ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dengan nilai rerata 8,16 poin dan menjadi 70 poin setelah edukasi. Pelatihan tim konselor teman sebaya kesehatan reproduksi remaja yang  ditunjukkan adanya peningkatan keterampilan remaja putri sebelum dengan nilai rata-rata 4,46 menjadi 7,86 setelah pelatihan.  Melakukan skrining kesehatan peserta oleh tim pengabmas meliputi pengukuran TB, BB, IMT, LILA dan TD, lalu melakukan evaluasi kegiatan pengabmas. Terbentuknya tim konselor sebaya, adanya peningkatan pemahaman remaja tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan status gizi, dteridentifikasi status kesehatan remaja serta adanya berpartisipasi aktif santriwati dalam semua kegiatan pengabdmas, dan semua santriwati memiliki raport kesehatanku. Kata Kunci: Peningkatan dan Pelatihan, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi  ABSTRACT Teenage groups are considered to always be in good health, but in reality teenagers experience many health problems. There are 4 health problems among Indonesian teenagers, namely 48.9% anemia, 21.6% stunting, 36.3% chronic energy deficiency (KEK), obesity aged > 18 years with a BMI≥25 by 13.5% and by a BMI≥27 by 13.5% 15.4%. This clearly has a negative impact on the quality of future generations. Increase knowledge and empower teenagers in improving their reproductive health status and balanced nutrition through screening in adolescent reproduction classes. Formation of a team of adolescent reproductive health peer counselors which was attended by 14 young women. Education about the importance of reproductive health and nutritional status of adolescents showed an increase in knowledge beforehand with an average score of 8.16 points and 70 points after education. The peer counselor team training on adolescent reproductive health showed an increase in the skills of adolescent girls before with an average score of 4.46 to 7.86 after the training.  Carrying out health screening of participants by the community service team includes measuring TB, BB, BMI, LILA and BP, then evaluating community service activities. The formation of a team of peer counselors, increased understanding of adolescents about the importance of reproductive health and nutritional status, identification of adolescent health status and active participation of female students in all community service activities, and all female students have health reports. Keywords: Improvement and Training, Young Women, Reproductive Health
Implementasi Program Semak Merah sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi Putra, Narendra Duta Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17793

Abstract

ABSTRAK Data yang didapatkan dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) pada tahun 2022 menyatakan bahwa hipertensi adalah penyakit tidak menular dengan kasus terbanyak di Provinsi Jawa Timur. Adapun berdasarkan data yang didapat dari Ponkesdes Desa Klampok, Kabupaten Bojonegoro tahun 2022, penyakit tidak menular tertinggi adalah hipertensi dengan jumlah 141 orang. Hal ini selaras dengan hasil identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah menggunakan metode USG, serta penentuan penyebab masalah menggunakan pohon masalah bahwa hipertensi merupakan permasalahan kesehatan di Desa Klampok. Diperlukan program intervensi kesehatan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan hipertensi di desa Klampok. Kegiatan SEMAK MERAH yang terdiri dari sosialisasi makanan rendah natrium, demo memasak makanan ramah hipertensi, serta lomba memasak menu masakan rendah natrium merupakan salah satu kegiatan dalam program KLAMPOK SIGAP “Siap Cegah Hipertensi” sebagai alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan kesehatan hipertensi. Kegiatan sosialisasi dan demo memasak makanan ramah hipertensi dihadiri oleh 31 orang ibu-ibu dari tiap RT di desa Klampok. Peningkatan hasil post-test sebanyak 10% dibandingkan dengan nilai pre-test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait materi yang diberikan. Adapun lomba memasak menu masakan rendah natrium dihadiri oleh 28 orang dengan 4 orang perwakilan dari tiap RT. Dengan capaian tersebut, indikator keberhasilan yang telah ditetapkan tercapai seluruhnya. Kegiatan SEMAK MERAH diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan tema penyakit tidak menular lainnya. Kata kunci: Kesehatan Masyarakat, Penyakit Tidak Menular, Hipertensi  ABSTRACT Data obtained from the Hospital Information System (SIRS) in 2022 states that hypertension is a non-communicable disease with the most cases in East Java Province. Based on data obtained from the Ponkesdes in Klampok Village, Bojonegoro in 2022, the highest non-communicable disease was hypertension with a total of 141 people. This is in line with the results of identification of problem, determining problem priorities using the USG method, and determining the cause of the problem using a problem tree that hypertension is a health problem in Klampok Village. A health intervention program is needed as an effort to overcome the problem of hypertension in Klampok Village. SEMAK MERAH’s activities, which consist of socialization about low-sodium foods, demonstrations on cooking hypertension-friendly foods, and low-sodium cooking competitions, are one of the activities in the KLAMPOK SIGAP "Ready to Prevent Hypertension" program. as an alternative solution to overcome the health problem of hypertension. This socialization activity and demonstration of cooking hypertension-friendly food was attended by 31 women from every RT in Klampok Village. An increase in post-test results of 10% compared to pre-test scores indicates an increase in participants' understanding of the material provided. This low sodium cooking menu competition was attended by 28 people with 4 representatives from every neighbourhood in Klampok Village. With this achievement, the predetermined success indicators have been fully achieved. It is hoped that SEMAK MERAH activities can continue to be carried out periodically with the theme of other non-communicable diseases. Keywords: Public Health, Non-Communicable Diseases, Hypertension
Increasing Pregnant Women's Readiness in Fulfilling The Welfare of Breastfeeding Mothers Okvitasari, Yenny; Ruslinawati, Ruslinawati; Yuniarti, Kristina; Wulandary, Ni Putu Cindy; Zinan, Rabiatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15337

Abstract

ABSTRAK Kesehatan ibu dan anak dalam keluarga merupakan salah satu indikator kesejahteraan ibu dan anak, keberhasilan upaya kesejahteraan dan kesehatan ibu diantaranya, dapat dilihat dari angka kematian ibu (AKI). Peran tenaga kesehatan sangat berpengaruh dan merupakan faktor dominan. Kesejahteraan ibu yang berhasil menyusui dari enam bulan dilukiskan sebagai keberhasilannya memberikan asupan yang terbaik sebagai tanda kepedulian terhadap keselamatan anak. Menyusui hal yang terbaik untuk bayi karena ASI dapat memberikan gizi yang cukup, sesuai dengan kebutuhan bayi selain ASI dan mudah di cerna pada usus bayi.Tehnik menyusui merupakan hal yang penting dalam memulai proses menyusui ibu pada bayinya, hanya karena ibu tidak mengetahui tehnik menyusui yang benar, seperti misalnya cara meletakan bayi setelah menyusui dapat mengakibatkan puting susu terasa nyeri, ibu perlu belajar berinteraksi dengan bayi.Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada tahun 2022 tercatat hanya 67,96 % turun dari 69,7%, dan perlu dukungan intensif dari tenaga kesehatan agar cakupan bisa meningkat.Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kesiapan ibu dalam upaya pemenuhan kesejahteraan ibu menyusui. Metode yang digunakan dengan melakukan pengajaran bagaimana meningkatkan kesejahteraan bayi seperti bagaimana tehnik menyusui yang benar, posisi menyusui benar, pengosongan payudara, tanda bayi cukup ASI dan perlekatan bayi.  Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara langsung di Puskesmas Berangas Banjarmasin dengan alur pemberian kuesioner sebelum pemberian materi, peragaan, diskusi dan tanya jawab. Kata Kunci: Kesiapan,ibu hamil, kesejahteraan ibu menyusui  ABSTRAK The health of mothers and children in the family is one indicator of the welfare of mothers and children. The success of maternal welfare and health efforts can be seen from the maternal mortality rate (MMR). The role of health workers is very influential and is a dominant factor. The well-being of mothers who successfully breastfeed from six months is described as their success in providing the best nutrition as a sign of concern for the child's safety. Breastfeeding is the best thing for babies because breast milk can provide adequate nutrition, according to the baby's needs apart from breast milk and is easily digested in the baby's intestines. Breastfeeding technique is an important thing in starting the mother's breastfeeding process for her baby, simply because the mother does not know the correct breastfeeding technique. It's true, for example, how to place a baby after breastfeeding can cause the nipple to feel sore, mothers need to learn to interact with the baby. Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia in 2022 was recorded at only 67.96%, down from 69.7%, and requires intensive support from health workers. so that coverage can increase. The aim of the service is to increase the readiness of mothers in efforts to fulfill the welfare of breastfeeding mothers. The method used is teaching how to improve the baby's welfare, such as correct breastfeeding techniques, correct breastfeeding position, emptying the breast, signs that the baby is getting enough breast milk and the baby's attachment. Community service is carried out directly at the Berangas Banjarmasin Community Health Center with the flow of giving questionnaires before giving material, demonstrations, discussions and questions and answers. Keywords: Readiness, Pregnant Women, Welfare of Breastfeeding Mothers
Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Edukasi, Pemeriksaan Hb, dan Pemberian Biskuit Jamu (Kombinasi Daun Ubi Jalar dan Ikan Mujair) Pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Siborong-Borong Ganda Agustina Hartati Simbolon; Sulastry Pakpahan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16918

Abstract

ABSTRAK Saat ini stunting menjadi pusat perhatian nasional dalam masalah kesehatan di Indonesia. Sejak tahun 2013 terjadi penurunan angka stunting secara konsisten mulai dari 37,2%, menurun pada tahun 2016, 2018, 2019, 2021 dan pada tahun 2022 berada pada angka 21,6%. Penurunan nangka stunting yang telah ditargetkan oleh Pemerintah sampai akhir tahun 2024 adalah 14%, sehingga perlu adanya penurunan stunting sebesar 3,8% setiap tahunnya. Ibu hamil di Kabupaten Tapanuli Utara memiliki prevalensi anemia yaitu 58,05% dari jumlah ibu hamil sebanyak 7443 pada tahun 2021.  Sehingga melatar belakangi pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada ibu hamil berupa penyuluhan pencegahan stunting pada ibu hamil, pemeriksaan kadar Hb dan pemberian biskuit Jamu (kombinasi daun ubi jalar dan ikan mujair) sebagai dukungan pada program pemerintah dalam penanggulangan stunting dengan melakukan kegiatan berfokus pada 1000 HPK melalui penyediaan makanan pendukung gizi berbasis pangan lokal yang dilaksanakan di Puskesmas Siborong-Borong . Peserta kegiatan pengabdian masyarakat diikuti 32 orang ibu hamil, dengan hasil adanya  peningkatan rerata pengetahuan dan perubahan sikap tentang pencegahan stunting pada ibu hamil setelah dilakukan penyuluhan. Setelah pemberian biskuit Jamu , diperoleh peningkatan kadar Hb yang sebelumnya 18 orang tidak anemia (normal), 10 orang anemia ringan dan 4 orang anemia sedang, setelah dievaluasi 4 minggu kemudian, 28 orang tidak anemia (normal) dan 4 orang anemia ringan . Perlunya pemanfaatan pangan lokal untuk meningkatkan gizi dan kesehatan ibu hamil. Biskuit Jamu dapat diolah dirumah karena bermanfaat untuk menaikkan kadar Hb ibu. Untuk pencegahan resikon stunting pada ibu hamil sebaiknya ibu Hamill rutin memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat. Kata Kunci: Penyuluhan, Stunting, Hb, Biskuit Jamu   ABSTRACT Currently, stunting is the center of national attention regarding health problems in Indonesia. Since 2013, there has been a consistent decline in stunting rates starting from 37.2%, decreasing in 2016, 2018, 2019, 2021 and in 2022 it will be at 21.6%. The reduction in jackfruit stunting that has been targeted by the Government until the end of 2024 is 14%, so there needs to be a reduction in stunting of 3.8% every year. Pregnant women in North Tapanuli Regency have a prevalence of anemia, namely 58.05% of the total number of pregnant women of 7443 in 2021. One form of support for government programs in preventing stunting is carrying out activities focused on 1000 HPK, providing nutritional support food based on local food, So that is the background for community service carried out on pregnant women in the form of counseling on stunting prevention, giving Jamu biscuits (a combination of sweet potato leaves and tilapia fish) and checking Hb levels carried out at the Siborong-Borong Community Health Center.  Participants in community service activities were 32 pregnant women, with the result being an increase in the average knowledge and changes in attitudes regarding stunting prevention in pregnant women after the counseling was carried out. After giving Jamu biscuits, an increase in Hb levels was obtained, previously 18 people were not anemic (normal), 10 people were mildly anemic and 4 people were moderately anemic. After being evaluated 4 weeks later, 28 people were not anemic (normal) and 4 people were mildly anemic. There is a need to use local food to improve the nutrition and health of pregnant women. Herbal medicine biscuits can be prepared at home because they are useful for increasing the mother's Hb levels. To prevent the risk of stunting in pregnant women, pregnant women should routinely have their health checked at the nearest health facility.  Keywords: Counseling, Stunting, Hb, Jamu Biscuits
Pendampingan Implementasi Model PJBL Menggunakan Website Sebagai Media Pembelajaran Fisika di SMAN 2 Tondano Kamaruddin, Kamaruddin; Silangen, Patricia Mardiana; Londa, Treesje Katrina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17791

Abstract

ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan terkait implementasi model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) dengan memanfaatkan website sebagai media pembelajaran fisika di SMAN 2 Tondano. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi survei awal untuk mengetahui minat dan motivasi peserta didik dalam menggunakan media pembelajaran fisika berbasis website yang terintegrasi dengan model PjBL, serta Focus Group Discussion (FGD) yang dilengkapi dengan pendampingan dalam penerapan model PjBL berbasis website pada mata pelajaran fisika. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa minat dan motivasi siswa dalam menerapkan model PjBL menggunakan website sebagai media pembelajaran fisika cukup tinggi. Penggunaan website sebagai media pembelajaran fisika memungkinkan peningkatan interaksi dan pemahaman konsep siswa, serta mendorong kreativitas dan kemandirian dalam belajar melalui model PjBL. Evaluasi terhadap pelaksanaan FGD dan pendampingan menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Diharapkan, implementasi model PjBL berbasis website ini dapat diterapkan secara luas di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran fisika. Kata kunci: Pendampingan, PjBL, Media Pembelajaran Fisika, Website  ABSTRACT This community service program aims to provide assistance in the implementation of the project-based learning (PjBL) model by utilizing a website as a learning medium for physics at SMAN 2 Tondano. The methods used in this activity include an initial survey to assess students' interest and motivation in using the website-based physics learning media integrated with the PjBL model, as well as a Focus Group Discussion (FGD) accompanied by guidance in the implementation of the website-based PjBL model in physics subjects. The results of this activity showed that students’ interest and motivation to apply the PjBL model using the website as a physics learning medium were quite high. The use of the website as a physics learning medium facilitates increased student interaction and understanding of concepts, as well as encourages creativity and independence in learning through the PjBL model. The evaluation of the FGD and mentoring process showed very satisfactory results. It is hoped that the implementation of the website-based PjBL model can be widely applied in schools to improve the quality of education, particularly in physics subjects.  Keywords: Assistance, Project-Based Learning (PjBL), Physics Learning Media, Websites
Program Pemeriksaan Fungsi Paru pada Atlet Indoor Hockey Jawa Barat dengan Peak Flow Meter di Kampus UPI Jawa Barat Laksita, Muhammad Naufal; Wijaya, Theo Elbert; Siringoringo, Birgita Natalia; Talenta, Diva Inzani; Navela, Tiara Ane; Ramadhan, Naufal Izzuddin Wahyu; Simangunsong, Yehezkiel Austincamry; Kamal, Nayla Hanifa; Issoedibyo, Kusuma Azzahra Antonia; Tambun, Joyce Stefany; Widyadhana, Ajril; Hendriaffalya, Raden Diva Adelia Nur; Hermawan, Irwan; Salman, Salman; Indriansah, Dian; Ramdhani, Yuda Kusmayadi; Muharam, Toni; Juliawan, Indra Agung; Andriani, Dini; Ayu Juliawan, Ayu; Saputri, Raden Ayu Hardianti; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.15456

Abstract

ABSTRAK Olahraga sering dikaitkan dengan peningkatan derajat dan fungsi kesehatan. Hoki merupakan olahraga dengan intensitas tinggi yang dipercaya dapat meningkatkan fungsi paru. Selama ini belum ada data terkait gambaran fungsi paru pada Atlet Hoki di Jawa Barat. Pengukuran Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) menggunakan Peak Flow Meter (PFM) bisa dijadikan metode penilaian kualitas dan fungsi paru. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi paru Atlet Hoki Universitas Pendidikan Indonesia. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pemeriksaan langsung menggunakan alat antropometri seperti timbangan berat badan digital, pita ukur, tensi meter, termometer, dan Peak Flow Meter (PFM). Hasil dari pemeriksaan menunjukan bahwa PEFR dari 31 atlet hoki dari Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Bandung, adalah 477,09 ± 114,22 dengan nilai PEFR laki - laki yang berjumlah 538,67 ±123,01 dan nilai PEFR perempuan yang berjumlah 419,38 ± 203,04. Kesimpulan yang didapatkan dari pemeriksaan ini adalah nilai PEFR altet hoki berada diatas rata-rata orang normal. PEFR laki - laki lebih tinggi dari nilai PEFR perempuan. Saran pemeriksaan fungsi paru rutin diperlukan untuk memantau dan mendeteksi kesehatan paru sedini mungkin. Kata Kunci : PEFR, Atlet Hoki, Fungsi Paru , Antropometri ABSTRACT Respiratory diseases continue to be a burden on Indonesian society, including adolescents and adults. Related diseases include asthma, COPD, and ARI.To prevent diseases from becoming more lethal, quality monitoring of the lungs should be done. The Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) can be used to measure the quality of the lungs. With regular monitoring, lung disease can be detected early so that treatment can be carried out as quickly as possible. This dedication is intended to describe the lung function of 31 Hockey Athletes of Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung The dedication was held by applying Anthropometry measurement using anthropometric instruments such as digital weight scales, measuring tapes, voltage metres, thermometers, and peak flow metres. (PFM). The results of the examination showed that the PEFR of 31 hockey athletes from the Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, was 477,09 ± 114,22 with a male score of 538,67 ± 123,01 and a female score of 419,38 ± 203,04. This is due to the difference in lung volume and lung physiological function. In addition, differences in the Body Mass Index (BMI), physical activity, race, place of residence, and age also affect a person's PEFR. Routine examination is required to monitor lung health in athletes - Sports Athletes Indonesia Keywords : PEFR, Hockey Athletes , Lung Function , Anthropometry

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue