cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang 1000 HPK di Desa Lumban Inaina dan Sabungan Ni Huta I Hutabarat, Naomi Isabella; Simamora, Janner Pelanjani; Nainggolan, Dimpu Rismawaty; Ujung, Riance Mardiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20240

Abstract

ABSTRAK Seribu HPK (sejak masa konsepsi hingga seorang manusia berusia 2 tahun) merupakan momentum kritis yang akan menentukan kualitas generasi masa depan suatu bangsa. Periode emas merupakan pertumbuhan dan perkembangan seluruh organ dan sistem tubuh dapat terjadi secara optimal (window of opportunity), dimulai sejak janin dalam kandungan hingga bayi berusia 2 tahun. Sasaran dalam pengabdian ini adalah ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Butar dan Sipahutar sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melaksanakan pre test tentang 1000 HPK pada ibu hamil, kemudian melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang 1000 HPK. Dan diakhiri dengan Post test. Luaran pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah menghasilkan karya atau artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal nasional. Tergetnya adalah peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang 1000 HPK dengan sumber dana mandiri. Jadwal pelaksanaan pengabdian dimulai dari Juli sampai Desember 2024. Dari hasil pengukuran pengetahuan ibu hamil dengan pre dan post test, dapat terlihat bahwa jumlah ibu hamil dengan pengetahuan baik tentang 1000 HPK meningkat dari 13,3 % menjadi 73,3 % dan pengetahuan kurang baik 73,3 % menjadi 26,7 %. Sementara dari hasil sikap diperoleh sikap positif yaitu 33,3% menjadi 86,70% dan bersikap negative dari 66,7% menjadi 13,3%. Kegiatan berlangsung dengan baik. Diharapkan kepada ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilannya, tetap mengikuti kelas ibu hamil, dapat mengimplementasikan pemenuhan gizi, setelah bersalin tetap memperhatikan gizi pada bayinya seperti pemberian ASI Eksklusif serta pemberian makanan tambahan sampai bayi berusia 2 tahun atau masa periode emas. Kata Kunci: Ibu Hamil, Pengetahuan, Sikap, 1000 HPK  ABSTRACT A thousand HPK (from conception to a 2-year-old human being) is a critical momentum that will determine the quality of a nation's future generations. The golden period is the growth and development of all organs and body systems can occur optimally (window of opportunity), starting from the fetus in the womb to the 2-year-old baby. The target in this service is pregnant women in the work area of the Butar and Sipahutar Health Centers, as many as 15 people. The method of implementing service activities is to carry out a pre-test of 1000 HPK on pregnant women, then conduct counseling to increase the knowledge and attitude of pregnant women about 1000 HPK. And ended with a Post test. The output of this community service implementation is to produce scientific works or articles published in national journals. The target is to increase the knowledge and attitude of pregnant women about 1000 HPK. Independent source of funds. The schedule for the implementation of the service starts from July to Dec. From the results of measuring the knowledge of pregnant women with pre and post tests, it can be seen that the number of pregnant women with good knowledge about 1000 HPK increased from 13.3% to 73.3%, and poor knowledge from 73.3% to 26.7%. Meanwhile, from the results of the attitude, a positive attitude was obtained, namely 33.3% to 86.70% and a negative attitude from 66.7% to 13.3%. The activity went well. It is expected that pregnant women will regularly check their pregnancy, continue to attend pregnant women's classes and be able to implement nutritional fulfillment and after childbirth continue to pay attention to nutrition in their babies such as Exclusive Breastfeeding and supplementary feeding until the baby is 2 years old or during the golden period. Keywords: Pregnant Women, Knowledge, Attitude, 1000 HPK
Pendampingan dan Permberdayaan Sekolah melalui Kegiatan UKS dalam Pengenalan Bahaya Hipertensi Pada Remaja melalui Novel “The Silent Killer” di Madrasah Aliyah Nurul Iman Latifin, Khoirul; Purwanto, Sigit; Effendi, Zulian; Zikran, Zikran
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18416

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini banyak kejadian hipertensi pada remaja, hipertensi yang terjadi pada usia remaja dapat berdampak pada berbagai ganggauna Kesehatan pada organ tubuh, salah satu gangguan pada sistem kardiovaskuler seperti serangan jatung atau infark miokard. Kejadian hipertensi di remaja cenderung tidak dideteksi sejak awal, sampai muncul gejala lain yang menjadi komplikasi dari hipertensi tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang hipertensi dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mendeteksi masalah hipertensi. Kegiatan ini menggunakan metode Pendidikan Kesehatan dengan menggunakan cerita pendek berupa “Novel The Silent Killer’ untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan melakukan pelatihan keterampilan dalam melakukan deteksi dini hipertensi dengan menggunakan alat tensi digital. Pemilihan peserta kegiatan yaitu dengan cara total sampling dari siswa kelas 11 yang berjumlah 24 siswa. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dievaluasi dengan melakukan pre test dan post test. Respon peserta selama mengikuti kegiatan mulai dari pembukaan yang dilakukan oleh kepala sekolah sampai akhir kegiatan sangat antusias didbuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang hipertensi. Deteksi dini masalah Kesehatan dengan hipertensi pada remaja dapat menjadi pencegah terjadinya komplikasi pada sistem kardiovaskuler. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Siswa.  ABSTRACT Nowadays, there are many cases of hypertension in teenagers. Hypertension that occurs in adolescence can have an impact on various health disorders in the body's organs, one of which is disorders in the cardiovascular system such as heart attacks or myocardial infarction. Hypertension in adolescents tends not to be detected early, until other symptoms appear which are complications of the hypertension. The aim of this activity was to increase students' knowledge about hypertension and improve students' ability to detect hypertension problems. This activity used the Health Education method using a short story in the form of "The Silent Killer Novel" to increase students' knowledge and conduct skills training in early detection of hypertension by using a digital blood pressure monitor. The selection of activity participants was done by means of total sampling from 24 students in grade 11. This community service activity was evaluated by conducting a pre-test and post-test. The response of participants during the activity starting from the opening by the principal until the end of the activity was very enthusiastic as evidenced by the increase in students' knowledge about hypertension. Early detection of health problems with hypertension in adolescents could prevent complications in the cardiovascular system.  Keywords: Hypertension, Health Education, Student.
Sosialisasi dan Simulasi Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Gampong Lamcot Aceh Besar Iqbal, Muhammad; Mahyuddin, Mahyuddin; Khaira, Geubrina Rahmah; Ayunda, Nadila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19910

Abstract

ABSTRAK Penyakit menular yang ditularkan oleh vektor nyamuk merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius jika tidak segera dilakukan intervensi. Pengendalian Sarang Nyamuk (PSN) menjadikan salah satu langkah dalam mengendalikan penyebaran penyakit seperti demam berdarah dan malaria. Rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam mengendalikan vektor nyamuk dapat meningkatkan risiko penularan di keluarga mereka. Oleh karena itu tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Abulyatama Aceh melaksanakan sosialisasi dan simulasi gerakan pemberantasan sarang nyamuk di Desa Gampong Lamcot Aceh Besar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat melalui penyuluhan, distribusi media promosi, serta aksi Gerakan 3M Plus. Pengabdian ini dilaksanakan pada 15 s.d 26 Februari 2025 dengan melibatkan 40 partisipan dari berbagai kelompok masyarakat termasuk anak sekolah, remaja, orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang PSN. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan penyebaran populasi nyamuk penyebab demam berdarah dan malaria di Desa Gampong Lamcot dapat diminimalkan. Kata Kunci: PSN, Demam Berdarah, Malaria, Pemberdayaan Masyarakat  ABSTRACT Mosquito-borne infectious diseases pose a serious public health issue if not promptly addressed. Mosquito Breeding Site Control (Pengendalian Sarang Nyamuk or PSN) is one of the key strategies in controlling the spread of diseases such as dengue fever and malaria. Low awareness and lack of understanding among the community in controlling mosquito vectors can increase the risk of transmission within their families. Therefore, the Community Service Team of Universitas Abulyatama Aceh conducted a socialization and simulation program on mosquito breeding site eradication in Gampong Lamcot Village, Aceh Besar. This program aimed to enhance community awareness and behavior through education, distribution of promotional media, and the implementation of the 3M Plus Movement. The program was carried out from February 15 to 26, 2025, involving 40 participants from various community groups, including school children, adolescents, parents, and the general public. The results indicated an increase in community awareness and knowledge regarding PSN. With the implementation of this program, it is expected that the mosquito population responsible for transmitting dengue fever and malaria in Gampong Lamcot Village can be minimized. Keywords: PSN, Dengue Fever, Malaria, Community Empowerment
Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Remaja tentang Anemia di SMPN 2 Pasar Kemis Saputra, Rangga; Rahmawati, Rista Nova; Santi, Dwi Ros
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.17548

Abstract

ABSTRAK Anemia adalah masalah kesehatan global yang mempengaruhi wanita, anak-anak, dan wanita hamil atau menyusui. Anemia disebabkan oleh kekurangan nutrisi penting, termasuk zat besi, zinc, vitamin, dan protein. Di Indonesia, 1 dari 4 remaja putri mengalami anemia. Penyebabnya antara lain kehilangan darah, infeksi, penyakit, kekurangan zat gizi mikro, dan hemoglobinopati. Pendidikan Kesehatan dapat membantu mengurangi risiko anemia pada remaja. Tujuan penulis melakukan Pengabdian Masyarakat untuk  memberikan Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang anemia di SMPN 2 Pasar Kemis. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2024 ini melibatkan siswi-siswi kelas 8 SMP Negeri 2 Pasar Kemis. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemberian soal pre-test, presentasi informasi anemia, dan post-test. Fasilitator mendorong partisipasi aktif dan membahas hambatan yang mungkin terjadi. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Hasil dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang menggunakan metode penilaian pre-test dan post-test menunjukkan bahwa penyampaian Pendidikan Kesehatan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri di SMP Negeri 2 Pasar Kemis. Sebelum sesi Pendidikan Kesehatan, tingkat pengetahuan mengenai anemia tercatat sebesar 58%. Setelah program tersebut dilaksanakan, tingkat pengetahuan meningkat secara signifikan menjadi 92%, menandakan bahwa mayoritas remaja putri kini memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang anemia. Terjadi perubahan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan.  Kata Kunci: Anemia, Kesehatan, Remaja, Pendidikan  ABSTRACT Anemia is a global health problem that affects women, children, and pregnant or lactating women. Anemia is caused by a deficiency of essential nutrients, including iron, zinc, vitamins, and protein. In Indonesia, 1 in 4 adolescent girls experience anemia. The causes include blood loss, infection, disease, micronutrient deficiencies, and hemoglobinopathy. Health education can help reduce the risk of anemia in adolescents. The author's purpose is to conduct community service to provide health education for adolescents' knowledge about anemia at SMPN 2 Pasar Kemis. The community service activity which was carried out on July 22, 2024 involved 8th grade students of SMP Negeri 2 Pasar Kemis. The activity began with an opening, followed by the provision of pre-test questions, presentation of anemia information, and post-test. Facilitators encourage active participation and discuss possible obstacles. The activity lasted for approximately 45 minutes. The results of Community Service activities using pre-test and post-test assessment methods showed that the delivery of health education was very effective in improving the understanding of adolescent girls at SMP Negeri 2 Pasar Kemis. Before the health education session, the level of knowledge about anemia was recorded at 58%. After the program was implemented, the knowledge level increased significantly to 92%, indicating that the majority of adolescent girls now have better knowledge about anemia.Conclusions: There was a significant change in the level of knowledge between before and after health education.  Keywords: Anemia, Health, Adolescents, Education
Pemberdayaan Kader dan Pendamping Ibu Hamil dalam Meningkatkan Kemampuan Mengurangi Dampak Bencana pada Ibu Hamil Putri, Isnaini; Mutiah, Cut; AS, Emilda; Keumalahayati, Keumalahayati; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18351

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Ibu hamil termasuk dalam kelompok rentan dalam bencana, dimana kelompok masyarakat rentan (vulnerability) harus mendapatkan prioritas. Dengan memberikan asuhan yang tepat kepada ibu hamil diharapkan komplikasi atau dampak yang ditimbulkan akibat bencana bisa diminimalisir sebaik mungkin. Kader kesehatan mempunyai peran yang besar dalam upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untukmencapai derajat kesehatan yang optimal. Pengetahuan pendamping keluarga mempunyai pengaruhnya terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Semakin tinggi pengetahuan pendamping keluarga, maka semakin siap pula anggota keluarga dalam menghadapi bencana. Semakin tinggi pengetahuan anggota keluarga, maka semakin siap pula dalam menghadapi bencana, karena dengan adanya pegetahuan akan dapat menciptakan aksi masyarakat yang efektif (baik secara sendiri maupun bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lainnya) dalam menghadapi bencana.Tujuan Kegiatan: Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader kesehatan dan pendamping ibu hamildalam pengurangan dampak bencana pada ibu hamil di Kecamatan Langsa Baro. Metode Pengabdian: Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi kesehatan serta pelatihan kader dalam pengurangan dampak bencana pada ibu hamil. Hasil Kegiatan: adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah kegiatan pengabmas dengan kategori baik yaitu 43,3% menjadi 83,3% dan perbedaan nilai sikap antara sebelum dan sesudah kegiatan pengabmas dengan kategori baik yaitu 60% menjadi 86,7%. Kesimpulan: Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini komplikasi atau dampak yang ditimbulkan akibat bencana bisa diminimalisir sebaik mungkin sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat menolong dirinya untuk mencapai derajatkesehatan yang optimal pada ibu hamil di situasi bencana dan pasca bencana. Kata Kunci: Kade Kesehatan, Pendampingan Ibu Hamil, Dampak Bencana  ABSTRACT Background: Pregnant women are considered a vulnerable group during disasters, where vulnerable communities must be prioritized. By providing appropriate care to pregnant women, it is hoped that complications or impacts caused by disasters can be minimized as much as possible. Health volunteers play a major role in efforts to enhance the community's ability to help themselves achieve optimal health. The knowledge of family companions has an impact on disaster preparedness. The higher the knowledge of family companions, the more prepared the family members are to face disasters. Increased family knowledge creates readiness for disasters, as knowledge enables effective community action (whether individually or in collaboration with other stakeholders) in disaster situations. Objective: To improve the knowledge, attitudes, and skills of health volunteers and companions of pregnant women in reducing the impact of disasters on pregnant women in Langsa Baro District. Method: The service method used in this activity includes health education interventions and training for volunteers on reducing the impact of disasters on pregnant women. Activity Results: There was an improvement in knowledge scores before and after the community service activity, with a "good" category increase from 43.3% to 83.3%. There was also an increase in attitude scores in the "good" category, from 60% to 86.7%. Conclusion: Through this community service activity, the complications or impacts caused by disasters can be minimized as much as possible as part of efforts to increase the community's ability to help themselves to achieve optimal health for pregnant women in disaster and post-disaster situations.  Keywords: Health Volunteers, Pregnant Women Accompaniment, Disaster Impact
Inisiasi Program Asbak (Aksi Sekolah Berantas Anemia Komprehensif) untuk Model Percontohan Health Promoting School di Denpasar Agustini, Ni Komang Tri; Yoga, Wahyu Krisna; Permana, Pande Putu Gede Putra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17353

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Perilaku konsumsi makanan tidak bergizi dan kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri masih rendah. Solusi yang ditawarkan adalah inisiasi program ASBAK (Aksi Sekolah Berantas Anemia Komprehensif). Tujuan: Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sebaya di sekolah dalam memberikan pelayanan kesehatan pada sesama teman dan remaja di sekolah, mengaplikasikan UKS berbasis digital web dan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengolah jajanan sehat dan diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan. Hasil: Kegiatan yang tercapai adalah peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan anemia remaja, peningkatan keterampilan melakukan skrining kesehatan secara mandiri, pemanfaatan kebun gizi untuk pengolahan jajanan sehat. Kesimpulan: Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian khususnya kesehatan remaja. Kata Kunci: Anemia, Program ASBAK, Kemandirian, Kader Kesehatan Remaja  ABSTRACT The behavior of consuming unhealthy food and adolescent compliance in consuming iron tablets for adolescent girls is still low. The solution offered is the initiation of the ASBAK (Comprehensive School Action to Eradicate Anemia) program. This activity is able to improve the knowledge and skills of peer cadres in schools in providing health services to fellow friends and adolescents in schools, applying digital web-based UKS and improving students' skills in processing healthy snacks and it is hoped that this activity can be carried out routinely and sustainably. Monitoring and evaluation are carried out continuously. The activities achieved are increasing cadre knowledge about preventing adolescent anemia, increasing skills in conducting independent health screening, utilizing nutritional gardens for processing healthy snacks. Conclusion: This activity is able to improve knowledge, skills and independence, especially adolescent health.  Keywords: Anemia, ASBAK Program, Independence, Adolescent Health Cadres
Edukasi Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Perilaku Cerdik di UPT Lab Kesehatan dan Kalibrasi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20612

Abstract

ABSTRAK Pengunjung yang melakukan pemeriksaan penunjang/laboratorium di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Daerah Garut didominasi datang dengan keluhan Penyakit Tidak Menular (PTM), berdasarkan data pelayanan untuk pasien/pengunjung pada kuarter pertama tahun 2024 (Bulan Januari - April 2024) didominasi seperti penyakit hipertensi, diabetes mellitus (DM), TBC, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kolesterol, asam urat dan lain-lain.  . CERDIK, sebuah slogan kesehatan, mempunyai makna yang spesifik untuk mencegah dini menghindari PTM. Melalui CERDIK, masyarakat dapat memulai menata pola hidup yang seimbang, seperti mengatur pola makan, rajin aktivitas fisik, dan mengelola stres. Agar masyarakat mampu  mencegah dan mengendalikan PTM. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang disertai oleh pembagian media berupa leaflet yang berisi informasi mengenai “Cegah PTM dengan CERDIK”. Pendidikan kesehatan dihadiri sebanyak 20  orang peserta yang terdiri dari  klien keluaga klien mengikuti pendidikan kesehatan ini. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mendemonstrasikan ulang yang telah diajarkan oleh pemateri. Pendidikan kesehatan mengenai pengelolaan klien gangguan pernapasan dengan tertib peserta memperhatikan pematerian dengan baik. Hasil dari pretest  dan post ntest  mengalami peningkatan pengetahuan ditandai dengan pesertanmampu  mendemonstrasikan ulang yang diberikan dan dapat menjawab pertanyaan, dan  rata-rata nilai pre-test 68 dan post-test menjadi 96, jadi kenaikan rata-rata  sebesar 28 poin. Kata Kunci: Pencegahan, Penyakit Tidak Menular, Perilaku CERDIK  ABSTRACT Visitors who undergo supporting/laboratory examinations at the Garut Regional Health and Calibration Laboratory are predominantly presenting with Non-Communicable Diseases (NCDs). Based on service data for patients/visitors in the first quarter of 2024 (January - April 2024), the most common complaints include hypertension, diabetes mellitus (DM), tuberculosis (TB), chronic obstructive pulmonary disease (COPD), cholesterol issues, gout, and others. CERDIK, a health slogan, has a specific meaning to prevent and avoid Non-Communicable Diseases (NCDs) early on. Through CERDIK, the community can start to establish a balanced lifestyle, such as regulating eating patterns, being diligent in physical activities, and managing stress. So that the community can prevent and control NCDs. The method of conducting the activity used lecture and demonstration methods accompanied by the distribution of media in the form of leaflets containing information about "Prevent NCDs with CERDIK". The health education was attended by 20 participants, consisting of clients and their families who followed this health education. All participants attended the activity with enthusiasm and were able to demonstrate again what had been taught by the speaker. Health education on managing clients with respiratory disorders was conducted orderly, and participants paid close attention to the presentation. The results of the pretest and posttest showed an increase in knowledge, marked by participants being able to demonstrate what was taught and answer questions. The average pre-test score was 68, and the post-test score was 96, resulting in an average increaseof28points. Keywords: Prevention, Non-Communicable Diseases, SMART Behavior
Sosialisasi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20196

Abstract

ABSTRAK Program kesehatan di sekolah sangat penting untuk dilaksanakan, karena anak sekolah adalah kelompok khusus yang membutuhkan perlindungan dari berbagai masalah kesehatan. Pada saat memasuki sekolah, anak mulai mengenal lingkungan baru dan berhubungan dengan orang-orang yang ada di sekolahnya. Kondisi tersebut membuat anak lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah, yang memungkinkan menjadi ancaman bagi kesehatannya. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak, biasanya berhubungan dengan perilaku tidak sehat di sekolah. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap kebiasaan berperilaku sehat.  Untuk mengatasi permasalahan itu perlu dilakukan kegiatan sosialisasi gerakan hidup bersih dan sehat pada siswa di sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan pada siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 289 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 58,49 poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 66,76  poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup besih dan sehat sebesar 11,87 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh sekolah secara rutin dan  bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.  Kata Kunci: Siswa, Sosialisasi, Gerakan Hidup Sehat  ABSTRACT Health programs in schools are very important to implement because school children are a special group that needs protection from various health problems. When entering school, children begin to get to know a new environment and interact with people at their school. This condition makes children spend more time outside the home which can be a threat to their health. Health problems that often occur in children are usually related to unhealthy behavior at school. This is due to the lack of student knowledge about healthy behavior habits. To overcome this problem, it is necessary to carry out socialization activities for clean and healthy living movements for students at school. The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge about clean and healthy living behavior. The method of activity used is health counseling for students about clean and healthy living behavior. The number of participants who attended was 289 students. The results of the activity showed an average pre-test score of 58.49 points and an average post-test score of 66.76 points. The conclusion of this activity is an increase in students' knowledge about clean and healthy living behavior by 11.87 points. The activities that have been carried out are expected to be continued by schools routinely and in collaboration with health centers as regional supervisors.  Keywords: Students, Socialization, Healthy Living Movement
Pembinaan Model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) di Wilayah Kerja Kota Langsa Mutiah, Cut; Hayati, Keumala; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Oktabina, Rizky Wan; Putri, Isnaini; Rimadeni, Yeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17104

Abstract

ABSTRAK Bencana tahunan yang masih sering terjadi di Kota Langsa adalah banjir yang banyak menyebabkan kerugian materil dan immateril. Beberapa Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kota Langsa berada di daerah rawan bencana banjir sehingga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan. Prinsip pelayanan kesehatan saat bencana harus aman, mudah diakses serta berfungsi dengan kapasitas maksimal untuk menyelamatkan korban dan melakukan pelayanan kesehatan dasar. Fasyankes yang paling dasar di masyarakat adalah Poskesdes. Perlu adanya upaya pembinaan Poskesdes agar tangguh dalam menghadapi bencana. Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan di Poskesdes dalam situasi bencana meliputi Upaya pengurangan resiko pra, saat dan pasca. Pembagian tugas yang jelas membuat masing-masing petugas dapat berperan aktif sesuai dengan tugas pokok. Poskesdes perlu dipersiapkan dan dilengkapi dengan fasilitas dan juga peningkatan kapasitas bidan agar tetap dapat menyediakan layanan esensial. Pembinaan model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) sebagai percontohan di Kota Langsa. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pembinaan Poskesdes Tangguh Bencana melalui observasi langsung dan peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan. Poskesdes di wilayah Langsa Lama mayoritas telah memenuhi keamanan struktural. Terdapat 2 (dua) poskesdes yang berada pada daerah rawan bencana banjir, yaitu Poskesdes sidodadi dan pondok pabrik serta belum memiliki sistem pencegahan bencana terutama pembuatan tanggul. Peserta pelatihan telah terampil dalam melakukan simulasi penanggulangan bencana. Kata Kunci: Pengabmas, Poskesdes, Postana, Tangguh Bencana  ABSTRACT An annual disaster that still frequently occurs in Langsa City is floods which cause a lot of material and immaterial losses. Several health service facilities in Langsa City are located in areas prone to flood disasters, so they have the potential to disrupt health services. The principle of health services during a disaster must be safe, easy to access and function at maximum capacity to save victims and provide basic health services. The most basic health facility in society is the Poskesdes. There needs to be efforts to develop Poskesdes so that they are resilient in facing disasters. One of the health service activities at Poskesdes in disaster situations includes efforts to reduce pre, during and post risks. A clear division of duties allows each officer to play an active role in accordance with their main duties. Poskesdes need to be prepared and equipped with facilities and also increase the capacity of midwives so that they can continue to provide essential services. Development of the Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) model as a model in Langsa City. The method or form of activity used in this community service is the method of developing Postana through direct observation and increasing human resource capacity through training. The majority of Poskesdes in the Langsa Lama area have met structural security. There are 2 (two) Poskesdes in areas prone to flood disasters, Sidodadi and Pondok Pabrik do not yet have a disaster prevention system, especially the construction of embankments. The partisipation have been skilled in carrying out disaster management simulations. Keywords: Community Service, Disaster Resilient, Poskesdes, Postana.
Edukasi Cuan & Sigigi yang Benar untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Pada Anak Sekolah Dasar Endang Kafiar, Renny Endang; Karundeng, Jeni Oktavia; Mardona, Yeli; Tanan, Rosmitha; Diliani, Diliani; Onawame, Fatima Yanti; Berwulo, Johan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20469

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan hal penting dalam meningkatkan derajat Kesehatan Masyarakat karena menjadi penyumbang resiko penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Tujuan pengabdian masyarakat ini dengan memberikan edukasi Mencuci tangan dan Sikat Gigi (Cuan dan Sigigi ) yang benar dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan mengurangi terjadinya resiko penyakit. Untuk memberikan edukasi cuan & sigigi yang benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih pada anak sekolah dasar. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan melalui pendekatan yaitu analisis kondisi wilayah sasaran, dilanjutkan identifikasi masalah, merencanakan intervensi dan melaksanakan implementasi dalam mengatasi masalah yang direncanakan dengan melaksanakan kegiatan berupa edukasi tentang edukasi cuan & sigigi yang benar untuk meningkatkan perilaku hidup bersih pada anak sekolah dasar. Hasil tingkat pengetahuan responden setelah  pemberian edukasi kategori baik 76 (93.8%), kurang 5 (6.2 %) Total Responden 81 (100%).  menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan anak terkait PHBS setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam kategori Baik.  Kata Kunci: Edukasi, Cuan & Sigigi, Anak Sekolah Dasar.  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior is important in improving the health of the community because it contributes to the risk of non-communicable diseases (NCDs) in Indonesia. The purpose of this community service is to provide education on washing hands and brushing teeth (Cuan and Sigigi) correctly to improve clean living behavior and reduce the risk of disease. To provide education on the correct cuan & sigigi to improve clean living behavior in elementary school children. The method of implementing activities carried out through an approach, namely analyzing the conditions of the target area, followed by identifying problems, planning interventions and implementing implementation in overcoming planned problems by implementing activities in the form of education on the correct cuan & sigigi education to improve clean living behavior in elementary school children.the results of the level of knowledge of respondents after providing education in the good category 76 (93.8%), less 5 (6.2%) Total Respondents 81 (100%). Concluded that the level of knowledge of children related to PHBS after implementing community service is in the Good category. Keywords: Education, Cuan & Sigigi, Elementary School Children

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue