cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pencegahan Kehamilan Usia Dini dan Pergaulan Bebas Melalui Peran Teman Sebaya di SMPN 3 Mande Desa Jamali, Cianjur, Jawa Barat Simatupang, Erna Juliana; R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Sinaga, Wanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.19914

Abstract

ABSTRAK Permasalahan remaja yang sering terjadi di antaranya adalah permasalahan pergaulan bebas yang dapat menyebabkan berbagai persoalan. Seks bebas dapat terjadi karena pengaruh dari lingkungan dan pergaulan serta lingkungan yang salah.  Penggunaan hp dan media sosial yang tidak bijak juga dapat memicu terjadinya pergaulan bebas pada remaja. Terdapat peningkatan kasus kehamilan usia dini yang disebabkan oleh pergaulan bebas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMPN I Mande Kab. Cianjur, Provinsi Jawa Barat untuk menggali permasalahan, ide dan gagasan dari remaja melalui kegiatan focus grup discussion (FGD) agar dapat diberikan penyuluhan Kesehatan dan solusi yang tepat kepada remaja khususnya dalam permasalahan Kehamilan di Usia Muda dan Resiko Pergaulan Bebas.  Kegiatan dilakukan dengan serangkaian melalui tahapan Focus Grup Discussion (FGD), Penyuluhan, Simulasi Peran Teman sebaya dan pembentukan kelompok teman sebaya di SMPN I Mande, Kab. Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tahapan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan: analisis masalah Kesehatan di desa Mande, forum grup diskusi bersama tokoh masyarakat dan menetapkan prioritas masalah. Menetpakan kegiatan penanganan maslah melalui FGD, Penyuluhan dan Pembentukan Teman Sebaya. Tahap Implementasi:  Kegiatan FGD dibagi dalam 5 kelompok untuk menggali pengetahuan, ide dan gagasan dari peserta diskusi. Setelah dilakukan FGD kepada remaja diberikan penyuluhan Kesehatan mengguankan media Power Poin Presentasi di kelas dan LCD, selanjutnya pembentukan kelompok teman sebaya yang disebut SAHABAT Remaja melalui simulasi peran kelompok teman sebaya. Dari hasil diskusi kelompok kecil (small grup discussion) ditemukan perbedaan faktor penyebab kehamilan usia muda dan pergaulan bebas dari kelompok yang terdiri dari guru BK, Wali kelas, dan Kepala Sekolah dimana dari hasil diskusi ditemukan Penggunaan HP merupakan salah satu faktor pemicu kehamilan usia muda dan pergaulan bebas, dikarenakan dari hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan pada HP siswa/i ditemukan aplikasi, iformasi, video dan game yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan usia remaja. Sementara pada kelompok siswa/i remaja tidak ditemukan faktor ini. Hal ini dapat disebabkan karena remaja kurang peka terhadap efek negatif dari penggunaan HP.  Penyuluhan yang dilakukan meningkatkan pengetahuan remaja dan peserta diskusi sepakat untuk meningkatkan peran teman sebaya dalam mencegah kehamilan usia muda melalui kelompok teman sebaya. Saran; pentingnya dilakukan edukasi apda remaja dan orang tua serta Masyarakat tentang penggunaan HP dan sumber infroamsi yang tepat dan benar sesuai kebutuhan remaja, perlunya pengawasan kepada aktivitas dan kegiatan remaja serta meningkatkan pola asuh yang baik pada remaja.  Kata Kunci: Resiko Kehamilan Usia Muda, Pergaulan Bebas, Fokus Grup Diskusi, Penyuluhan Kesehatan, Kelompok Teman Sebaya  ABSTRACT Teenage problems that often occur include the problem of promiscuity which can cause various problems. Casual sex can occur due to the influence of the wrong environment and relationships. Unwise use of handphone and social media can also trigger promiscuity in teenagers. There is an increase in cases of early preganancy caused by promiscuity. The aim of the community service activities carried out at SMPN I Mande Village, Cianjur District, West Java Province to explore problems by Foccus Grup Discussion (FGD), toughts and ideas from teenagers so that they can provide health education and appropriate solutons to teenagers. Especially regarding the problems of pregnancy at a young age and the risks of promiscuity. Activities were carries out with a series of focus grup discussion (FGD) activities, counselling, peer role simulation and the promotion of peer groups at SMPN I Mande Cianjur, West Java. The activity stages were carried out through the preparation stage: analysis of health problems in Mande Village, discussion group forums with community leaders and determining problem priorities. Dertimine problem handling activities through FGD, counselling and formation of peer group for teenagers. Impelentasion stage: FGD activities were divided into 5 group to explore knowledge, ideas and insights from discussion participants. After FGD was carried aout teenagers were given health education using power poin presentasion and LCDin class, then the formation of a peer group called SAHABAT REMAJA (Teenage FRIENDS) through a simulation of the role of peer groupus.  From the results of small grup discussion, it was found that there were differences in the factors causing young pregnancy and promiscuity from groups consisting of guidance counsellors, homeroom tehchers and school principals, where from the results of the discussion it was found that the use of cellphones was one of the triggering factors for young pregnancy and promiscuity, because the results of examinations that had been carried out omn students” smart phone found applications, information, videos and games that were not in accordance with the needs ad age of teenagers. Meanwhile, in the group of adolescent students, this factor was not found. This can be caused by teenagers being less sensitive to the negative effects of using smartphones. The counselling carried out increased teenager knowledge and discussion participants agreed to increase the role of peers in preventing young pregnancies thorugh peer groups. The suggestion is that it is important to educate teenagers, parents and the community about correct use of handphone and information sources according to the need to supervise teenager activities and improve good parenting patterns for teengagers.  Keywords: Risks of early pregnancy, Promiscuity, Focus Grup Discussion, Health Education, Peer Group of teenagers
Pemberdayaan Anak Disabilitas melalui Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Eco-Enzyme di SLB Negeri 1 Parepare Amir, Rahmi; Samparan, Nirwana; Meidina, Tatiana; Bastiana, Bastiana; Amri, Amri; Syarief, Faisal; Hendri, Hendri; Aminah, Aminah; Yusriana, Yusriana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18685

Abstract

ABSTRAK Masalah sampah menjadi tantangan utama saat ini dengan volume global yang terus meningkat seiring pertambahan penduduk, dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat semakin mengkhawatirkan. Eco-enzymemuncul sebagai solusi inovatif dalam mengelola sampah organik, memanfaatkannya menjadi produk yang berguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi mengenai demam berdarah dengue (DBD) dan pengelolaan limbah menjadi eco-enzyme terhadap pengetahuan dan sikap anak disabilitas di SLB Negeri 1 Parepare.. Jenis penelitian adalah Quasi Eksprimen dengan rancangan One-group Pretes dan Posttes design, sampel penelitian yaitu siswa  di SLB Negeri 1 Parepare sebanyak 36 orang, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Edukasi diberikan dalam bentuk Power Point setelah 1 pekan diberikan posttes. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi yaitu 3,72 dan setelah perlakuan meningkat menjadi 8,00. Dan rata-rata nilai sikap sebelum intervensi sebesar 20,56 setelah dilakukan intervensi meningkat sebesar 34,97. Analisis data dengan menggunakan uji paired T tes. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi pengelolaan sampah menjadi eco-enzyme terhadap pengetahuan (p=0,000), dan sikap (p=0,000) anak disabilitas . Disarankan bagi siswa dapat bersinergi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat dengan melakukan pengelolaan sampah, bagi sekolah diharapkan integrasi materi tentang pengelolaan sampah kedalam kurikulum sekolah.  Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Eco-Enzyme,  Anak Disabilitas, Edukasi Lingkungan
Pendidikan Kesehatan Stop Bullying Pada Remaja Mustajab, Abdullah Azam; Setyawati, Ari; Purnamasari, Ika; Alviana, Fifi; Mulyani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20733

Abstract

ABSTRAK Usia remaja menjadi salah satu masa dimana rawan melakukan atau mengalami kenakalan dan berperilaku agresif atau bullying. Perilaku bullying bisa terjadi dimana diantaranya di sekolahan. Bullying dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan kesejahteraan korban. Kondisi tersebebut perlu ditangani dan di stop supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kegiatan dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman terhadap remaja untuk stop melakukan bullying. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja tentang stop perilaku bullying di MAN 02 Wonosobo. Para siswa dan siswi sangat antusias dan kooperatif selama pemberian Pendidikan Kesehatan, siswa dan siswi yang hadir sebanyak 44 orang dan mereka memahami materi pendidikan kesehatan yang telah diberikan serta dilakukan diskusi interaktif antara pemateri dan peserta. Program pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi terkait perilaku bullying sehingga bisa menghindari perilaku bullying. Kata Kunci: Bullying, Pendidikan Kesehatan, Perundungan, Remaja  ABSTRACT Adolescence is one of the times when it is prone to committing or experiencing delinquency and aggressive behavior or bullying. Bullying behavior can occur anywhere, including at school. Bullying can have a serious impact on the mental health and well-being of the victim. This condition needs to be addressed and stopped so that unwanted things do not happen. activities are carried out as an effort to provide understanding to teenagers to stop bullying. Community service activities are carried out by providing health education to teenagers about stopping bullying behavior at MAN 02 Wonosobo. The students were very enthusiastic and cooperative during the provision of Health Education, 44 students attended and they understood the health education material that had been given and interactive discussions were held between the speakers and participants. This community service program can increase students' knowledge regarding bullying behavior so that they can avoid bullying behavior. Keywords: Adolescenc, Bully, Bullying, Health Education.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Dusun Citeureup Mengenai Antibiotik Serta Upaya Dalam Pencegahan Resistensinya Naim, Anna Jannatun; Rahayuningsih, Nur; Dhiyannisa, Risella Shafa; Fadilah, Dedeh Zahratul; Raihan, M. Rizky; Nuraulia, Rifa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.16622

Abstract

ABSTRAK Resistensi antibiotik merupakan permasalahan kesehatan global yang disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Antibiotik, baik yang berasal dari mikroorganisme maupun hasil sintesis, berfungsi menghambat atau membunuh bakteri patogen. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat memicu resistensi, di mana bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan, sehingga efektivitas terapi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang rasional di Kampung Citeureup, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok terarah (FGD) dengan tenaga penyuluh, aparatur desa, dan kepala dusun guna memahami tingkat pengetahuan awal masyarakat. Selain itu, dilakukan penyuluhan interaktif yang mencakup prinsip penggunaan antibiotik yang benar serta dampak negatif dari penggunaannya yang tidak rasional. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pre-test dan post-test guna mengukur perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired Samples T-Test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa intervensi edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas untuk menekan angka resistensi antibiotik di masyarakat. Kata Kunci: Antibiotik, Resistensi, Edukasi Kesehatan, Penyuluhan Masyarakat. ABSTRACT Antibiotic resistance is a global health issue caused by the improper use of antibiotics. Antibiotics, whether derived from microorganisms or synthetically produced, function to inhibit or kill pathogenic bacteria. However, uncontrolled use can trigger resistance, where bacteria become immune to treatment, reducing the effectiveness of therapy. This study aims to evaluate the effectiveness of education on rational antibiotic use in Kampung Citeureup, Pakemitan Village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency. The methods used included a focus group discussion (FGD) with health educators, village officials, and community leaders to assess the initial level of public knowledge. Additionally, interactive counseling sessions were conducted, covering the principles of proper antibiotic use and the negative effects of irrational consumption. The evaluation was carried out by comparing pre-test and post-test scores to measure changes in participants’ understanding after receiving the education. Statistical analysis using the Paired Samples T-Test showed a significant increase in participants’ understanding, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). This indicates that the educational intervention was effective in raising public awareness of proper antibiotic use. Therefore, similar educational programs should continue to be implemented on a broader scale to reduce the incidence of antibiotic resistance in the community. Keywords: Antibiotics, Resistance, Health Education, Community Outreach.
Increasing Health Cadre Capacity in Education and Counseling Services at Posyandu and Posbindu Triyanto, Arifin; Subagya, Ami Novianti; Kusumawardhana, Feri Dini; Hendriyanti, Yeni; Septiani, Dila; Jatira'ufani, Nefit Anugrah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20578

Abstract

ABSTRACT The health status of Indonesian society both in toddler, adult population and elderly are still a serious concern. Community-based health services such as posyandu and posbindu become an effort to maintaining health in community. Currently, activities such as posyandu and posbindu face many diverse challenges. One of the obstacles experienced is the lack of role of health cadres. Training programs for health cadres can increasing the number of posbindu cadres, increasing the availability of health promotion media for posbindu participants, increasing cadre knowledge and skills in education and counseling. This activity aims to increase the capacity of health cadres in education and counseling services at posyandu and psbindu. The method applied in this community service is through health education. The series of activities include health education through lecture methods and question and answer discussions and at the end of the session a joint screening simulation of non-communicable diseases and counseling simulations were carried out. In this activity, the increase in cadre capacity was evaluated in terms of knowledge with pre- and post-tests. The activity was attended by 20 participants consisting of health cadres at posyandu, posbindu and youth organizations who served as youth cadres. The results of the pre- and post-test measurements showed that there was an increase in participant knowledge by 18 points with a p value of 0.001. Based on these results, it can be concluded that health education activities for cadres can increase the capacity of cadres in education and counseling services at posyandu dan posbindu. Keywords: Education, Health Cadres, Counseling, Posbindu, Posyandu
Edukasi Meningkatkatkan Kualitas Hidup Lansia Dengan Krisis Hipertensi Melalui Dukungan Keluarga Prastiwi, Firman; Azali, Lalu M. Panji; Budiman, Amin Aji; Rahmad, Muhamad Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20151

Abstract

ABSTRAK Krisis hipertensi juga dapat terjadi karena hipertensi yang tidak ditangani dengan baik. Angka kejadian krisis hipertensi berkorelasi positif dengan penurunan kualitas hidup pasien. Keluarga yang memberi dukungan pada pasien dengan hipertensi dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Keluarga adalah sumber utama dukungan sosial bagi sebagian besar orang tua, yang merupakan faktor penting dalam kesehatan dan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pendidikan tentang dukungan keluarga. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup orang tua yang mengalami krisis hipertensi dengan menawarkan dukungan keluarga. Pada tanggal 22 Februari 2025, Posyandu Mekar Sari Wonorejo dan Tim mengadakan pengabdian kepada masyarakat dengan tema meningkatkan kualitas hidup lansia dengan krisis hipertensi melalui dukungan keluarga diikuti 38 peserta. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa terdapat tingkat pengetahuan yang diperoleh sebelum pemberian edukasi (pretest) terdapat pengetahun tidak baik berjumlah 9 orang (23,7%), kurang baik 25 orang (65,8%), cukup baik 3 orang (7,9%), baik 1 orang (2,6%). Setelah diberikan edukasi (posttest) terdapat tingkat pengetahuan tidak baik berjumlah 1 orang (2,6%), kurang baik 6 orang (15,8%), cukup baik 20 orang (52,6%), baik 11 orang (28,9%). Hasil analisis tingkat homogenitas marginal menunjukkan p nilai 0.000, yang menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan dan dukungan keluarga terhadap pengetahuan pada kualitas hidup orang tua yang berisiko mengalami krisis hipertensi. Kata Kunci: Krisis Hipertensi, Lansia, Edukasi Kesehatan, Dukungan Keluarga  ABSTRACT Hypertensive crisis can also occur due to hypertension that is not properly managed. The incidence of hypertensive crisis is positively correlated with a decrease in the quality of life of patients. Families who provide support to patients with hypertension can affect the quality of life of the elderly. Family is the main source of social support for most elderly people, which is an important factor in their health and quality of life. Therefore, it is very important to provide education about family support. The purpose of this community service is to improve the quality of life of elderly people who experience hypertensive crises by offering family support. On February 22, 2025, Posyandu Mekar Sari Wonorejo and the team held a community service with the theme of improving the quality of life of the elderly with hypertensive crisis through family support attended by 38 participants. The results of the study showed that there was a level of knowledge obtained before the provision of education (pretest); there was poor knowledge totaling 9 people (23.7%), less good 25 people (65.8%), quite good 3 people (7.9%), and good 1 person (2.6%). After being given education (posttest), there was a level of knowledge that was not good, amounting to 1 person (2.6%), less good 6 people (15.8%), quite good 20 people (52.6%), and good 11 people (28.9%). The results of the analysis of the marginal homogeneity level showed a p-value of 0.000, which indicates that there is an influence of education and family support on knowledge on the quality of life of parents at risk of experiencing a hypertensive crisis. Keywords: Hypertension Crisis, Elderly, Health Education, Family Support
Pelatihan Pembuatan Rebusan Daun Kelor ( Moringo Oliefera) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Raka, I Made; Momot, Simon Lukas; Abdullah, Vera Iriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17219

Abstract

ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa prevalensi hipertensi di dunia tahun 2013 mencapai 1 miliar orang dan meningkat menjadi 1,15 milyar atau sekitar 80% kenaikan  ditahun 2025. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Pengobatan hipertensi dapat dilakukan secara non-farmakologi yaitu dengan menggunakan ekstrak daun kelor (Moringa aleifera ). Hal ini disebabkan karena daun kelor kalium senyawa kalium yang bersifat antihipertensi sehingga dapat membantu mengontrol tekanan darah, ritme dan fungsi jantung sehingga dapat mencegah hipertensi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta ketrampilan Masyarakat dalam pengolahan rebusan daun kelor. Metode yang digunakan  adalah penyuluhan dan demonstrasi. Sebanyak 32 sasaran telah mengikuti kegiatan dengan baik dan 100% terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Terdapat 32  lansia yang mengalami  hipertensi, kegiatan  sosialisasi dan demonstrasi tentang manfaat rebusan daun kelor merupakan kegiatan pertama yang dilakukan di Puskesmas dan berjalan dengan sangat baik serta  telah dilakukan pemeriksaan  tekanan darah. Kata Kunci: Lansia, Peningkatan Tekanan Darah, Terapi Non Farmakologi   ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), the prevalence of hypertension in the world in 2013 reached 1 billion people and will increase to 1.15 billion or around 80% increase in 2025. Hypertension or high blood pressure is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg on two measurements with an interval of five minutes in a state of sufficient rest or calm. Hypertension is one of the main causes of premature death throughout the world. Hypertension treatment can be done non-pharmacologically, namely by using Moringa aleifera leaf extract. This is because Moringa leaves contain potassium compounds which have antihypertensive properties so they can help control blood pressure, rhythm and heart function so they can prevent hypertension. To increase knowledge, attitudes and skills of the community in processing Moringa leaf decoction. Method: the method used is counseling and demonstration. 32 targets participated in the activities well and there was a 100% increase in knowledge, attitudes and skills. There were 32 elderly people who had hypertension, socialization activities and demonstrations about the benefits of boiled Moringa leaves were the first activities carried out at the Community Health Center and went very well and blood pressure checks were carried out. Keywords: Elderly, Increased Blood Pressure, Non-Pharmacological Therapy
Program Pendidikan Kesehatan Mengenai PHBS Menggunakan Media Edukasi Berbasis Digitalisasi Era 4.0 untuk Siswa di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang Dewi, Ajeng; Musripah, Musripah; Hartati, Suryani; Winarti, Retno; Alfanira, Alfanira; Wahyuni, Ening
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20421

Abstract

ABSTRAK PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong diri sendiri di kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan. Hal ini merupakan strategi yang digunakan untuk menciptakan kemandirian dalam meningkatkan taraf kesehatannya di bidang kesehatan masyarakat. Penyakit yang banyak diderita oleh siswa SD yaitu penyakit cacingan sebesar 60-80%, dan caries gigi sebanyak 74,4%. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya upaya secara komprehensif dari berbagai sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan PHBS di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang. Penyuluhan kesehatan ini diikuti oleh 40 siswa kelas 3, 4 dan 5. Kegiatan ini dilakukan pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah diberikan penyuluhan Kesehatan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan diketahui hasil posttest mengalami peningkatan sebesar 55%. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai konsep PHBS di lingkungan sekolah. Penulis berharap dengan adanya peningkatan pengetahuan responden dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.  Kata Kunci: Pola Hidup Bersih dan Sehat, Sekolah, Siswa  ABSTRACT PHBS is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning, which makes a family, group or community able to help themselves in health and play an active role in realizing health. This is a strategy used to create independence in improving the level of health in the field of public health. The diseases that many elementary school students suffer from are worms at 60-80%, and dental caries at 74.4%. Therefore, to overcome this problem there needs to be a comprehensive effort from various sectors. This community service activity aims to increase knowledge and application of PHBS at the Alam Mekar Bhakti School, Tangerang. This health education was attended by 40 students in grades 3, 4 and 5. This activity was carried out by pretest and posttest to measure the level of students' knowledge before and after being given health education. This health education was attended by 40 students in grades 3, 4 and 5. This activity was carried out by pretest and posttest to measure the level of students' knowledge before and after being given health education. Based on the activities that have been carried out, it is known that the posttest results have increased to 90% of students who can answer correctly. There is an increase in students' knowledge regarding PHBS concepts in the school environment. The author hopes that with increased knowledge respondents can implement a clean and healthy lifestyle in the school environment. Keywords: Clean and Healthy Lifestyle, School, Students
Edukasi dan Pendampingan Assesment Pra Anestesi Ample Kepada Pasien dan Keluarga Pasien Sebelum Dilakukan Tindakan Anestesi Dd Poli Anestesi RSUD Singaraja Yusniawati, Yustina Ni putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Wijaya, I Nyoman Hendra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19543

Abstract

ABSTRAK Persiapan operasi dilakukan terhadap pasien dimulai sejak pasien masuk ke ruang perawatan sampai saat pasien berada di kamar operasi sebelum tindakan pembiusan dan operasi dilakukan. Tahap-tahap yang dilakukan sebelum pembedahan adalah persiapan fisik, persiapan mental atau psikis, latihan sebelum operasi (preoperatif exercise), informed consent, dan pemberian obat-obatan premedikasi. Kegiatan ini penting dilaksanakan agar pasien bisa dilakukan tindakan operasi dengan aman tanpa ada komplikasi saat pemberian agen anestesi. Dukungan keluarga dalam mendampingi pasien yang akan operasi juga sangat dibutuhkan. Pengetahuan keluarga dan pasien serta dukungan keluarga tentang penatalaksanaan assesment pra anestesi kurang maka beresiko akan gagalnya kegiatan operasi karena pasien tidak mengikuti syarat dari assesment pra anestesi. Pemberian edukasi dan pendampingan pada keluarga pasien meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dari pasien dan keluarga dalam mengikuti assesment pra anestesi dengan baik sebagai persiapan sebelum dilakukan anestesi pada pembedahan elektif. Melakukan edukasi dan pendampingan kepada pasien dan keluarga dalam assesment pra anestesi terkait AMPLE sehingga pasien dan keluarga dapat mengetahui pentingnya assesment AMPLE sebelum tindakan anestesi. Melakukan pendampingan dan edukasi kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga dalam mendampingi dan menyiapkan pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan dan anestesi. Setelah dilakukan pemberian edukasi dan pendampingan pada keluarga pasien dan dilakuken evaluasi diperoleh hasil bahwa sebanyak 30 peserta terdapat 2 orang mendapat nilai 100, 15 orang mendapat nilai 90, dan 13 orang mendapat nilai 80. Pemberian edukasi tentang AMPLE ini perlu dilakukan secara terus menerus kepada keluarga pasien yang akan dilakukan tindakan operasi agar dapat memahami pentingnya penatalaksanaan AMPLE untuk mencegah terjadinya kontraindikasi saat dilakukan operasi.  Kata Kunci: Assesment Pra AMPLE, Pasien Dan Keluarga, Edukasi, Pengetahuan dan Dukungan Keluarga ABSTRACT Preparations for surgery are carried out on patients starting from the time the patient enters the treatment room until the time the patient is in the operating room before anesthesia and surgery are carried out. The stages carried out before surgery are physical preparation, mental or psychological preparation, preoperative exercise, informed consent, and administration of premedication drugs. This activity is important to carry out so that patients can undergo surgery safely without any complications when administering anesthetic agents. Family support in accompanying patients undergoing surgery is also very much needed. Family and patient knowledge and family support regarding the management of the pre-anesthesia assessment are lacking, which means there is a risk that the operation will fail because the patient does not follow the requirements of the pre-anesthesia assessment. Objective: to increase knowledge and awareness of patients and families in participating in pre-anesthesia assessments properly as preparation before anesthesia for elective surgery. Providing education and assistance to patient families increases the knowledge and awareness of patients and families in participating in pre-anesthesia assessments properly as preparation before anesthesia is carried out in elective surgery. Provide education and assistance to patients and families in pre-anesthesia assessments related to AMPLE so that patients and families can know the importance of AMPLE assessments before anesthesia procedures. Provide assistance and education to families about the importance of family support in accompanying and preparing patients for surgery and anesthesiXXX. After providing education and assistance to the patient's family and carrying out an evaluation, the results showed that of the 30 participants, 2 people got a score of 100, 15 people got a score of 90, and 13 people got a score of 80. Providing education about AMPLE needs to be carried out continuously to the families of patients who will undergo surgery so that they can understand the importance of managing AMPLE to prevent contraindications during surgery. Keywords: Pre-AMPLE Assessment, Patient And Family, Education, Knowledge and Family Support
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Sungai Langka tentang Pola Makan yang Sehat untuk Mengurangi Risiko Hipertensi Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Pramesona, Bayu Anggileo; Sutarto, Sutarto; Wahono, Endro Prasetyo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19782

Abstract

ABSTRAK Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yang tidak dapat diubah dan yang dapat diubah. Faktor risiko yang dapat diubah diantaranya adalah pola makan. Masih kurangnya informasi mengenai pola makan untuk mencegah hipertensi membuat pengetahuan masyarakat tentang perbaikan pola makan masih rendah. Di Kabupaten Pesawaran jumlah penduduk yang berusia >55 tahun, yang merupakan golongan usia yang berisiko tinggi untuk menderita hipertensi, sebanyak 14,86%. Meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, mengenai pola makan untuk mengurangi risiko hipertensi. Kegiatan mencakup FGD yang bertujuan untuk penyusunan media informasi serta penyuluhan. Kegiatan diikuti oleh dua puluh orang perwakilan yang berasal dari semua dusun di Desa Sungai Langka. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan, diberikan pre dan post-test sebagai bentuk evaluasi. Pada pretest 30% peserta tidak paham, 35% peserta kurang paham dan 35% peserta paham mengenai pola makan untuk mencegah hipertensi. Pada post-test, pemahaman meningkat menjadi sebanyak 50% peserta paham dan 50% sangat paham. Kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sungai Langka mengenai pola makan dalam mengurangi risiko hipertensi. Kata Kunci: Faktor Risiko, Hipertensi, Penyuluhan, Pola Makan  ABSTRACT Hypertension is influenced by several risk factors, both modifiable and uncontrollable. Modifiable risk factors include diet. Due to the lack of information about diet to prevent hypertension, the public's knowledge about improving diet is still low. In Pesawaran Regency, the number of residents aged >55 years, an age group at high risk for hypertension, is 14.86%. To increase the knowledge of the people of Sungai Langka Village, Gedong Tataan District, about diet to reduce the risk of hypertension. Activities include FGDs aimed at compiling information media and counselling. The activity was attended by twenty representatives from all hamlets in Sungai Langka Village. Before and after the counselling, pre- and post-tests were conducted as a form of evaluation. In pre-test, 30% of the participants did not understand, 35% of the participants did not understand, and 35% of the participants understood about diet to prevent hypertension. In the post-test, the understanding increased to 50% of the participants understood and 50% understood very well. This outreach activity can increase the knowledge of the people of Sungai Langka village about dietary patterns to reduce the risk of hypertension. Keywords: Risk Factors, Hypertension, Counselling, Diet

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue