cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan tentang KB Suntik 1 Bulan di BPM Hj.Zuniawati Palembang Oktari, Vivi; Wulandari, Wiwiet
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20892

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu tentang penggunaan kontrasepsi suntik 1 bulan sebagai salah satu metode Keluarga Berencana (KB) yang efektif. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2025 di BPM Hj. Zuniawati Palembang oleh tim dosen dan mahasiswa STIKES Pembina Palembang. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab, dengan dukungan media edukasi seperti leaflet, video, dan alat peraga. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta memahami pengertian, manfaat, serta risiko dari penggunaan KB suntik 1 bulan. Kegiatan ini berlangsung lancar dan mendapatkan respon positif dari peserta, menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya pengendalian kehamilan secara terencana. Kata Kunci: KB Suntik 1 Bulan, Penyuluhan, Metode Kontrasepsi, Kesehatan Reproduksi, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT The objective of this community service activity was to increase the knowledge and awareness of mothers regarding the use of 1-month injectable contraceptives as an effective family planning (FP) method. The activity was conducted on March 3, 2025, at BPM Hj. Zuniawati in Palembang by a team of lecturers and students from STIKES Pembina Palembang. The methods used included lectures, interactive discussions, and question-and-answer sessions, supported by educational media such as leaflets, videos, and visual aids. Evaluation results showed that 80% of participants understood the definition, benefits, and potential risks of using 1-month injectable contraception. The activity ran smoothly and received positive responses from the participants, indicating that the educational methods applied were effective in enhancing community understanding of reproductive health and the importance of planned pregnancy. Keywords: 1-Month Injectable Contraceptive, Health Education, Contraceptive Methods, Reproductive Health, Community Service.
Pelatihan tentang Upaya Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri di SMP Hang Tuah 1 Surabaya Purnama, Ni Luh Agustini; Sinawang, Gabriel Wanda; Ekawati, Nora
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18213

Abstract

ABSTRAK Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian khusus. Remaja putri penting merawat genetalia secara tepat sejak dini untuk mengurangi resiko keputihan. Masalah terkait perilaku pencegahan keputihan dialami pada siswi SMP Hang Tuah 1 Surabaya dimana sebagian besar siswi mengalami keputihan dan beberapa siswi memiliki perilaku pencegahan keputihan yang tidak tepat. Hal ini didukung dengan informasi dari pihak sekolah bahwa para siswi belum pernah mendapatkan edukasi tentang pencegahan keputihan.  Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang upaya pencegahan keputihan pada remaja putri di SMP Hang Tuah 1 Surabaya sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan sistem reproduksi remaja putri.Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan menggunakan media pop up book dilanjutkan pendampingan selama 4 minggu. Kegiatan diikuti sebayak 45 siswi remaja di SMP Hang Tuah 1 Surabaya. Remaja sangat antusias mengikuti kegiatan palatihan ini karena merasa hal itu bermanfaat bagi dirinya untuk menjaga kesehatan reproduksi.  Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan keputihan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Terjadi peningkatan perilaku kategori baik dalam pencegahan keputihan jika dibandingkan dengan sebelum pendidikan kesehatan. Pelatihan efektif meningkatakan pengetahuan dan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri. Kata Kunci: Pelatihan, Pencegahan Keputihan, Remaja  ABSTRACT Leucorrhea is one of the reproductive health problems that needs special attention. It is important for young women to take care of their genitalia properly from an early age to reduce the risk of leucorrhea. Problems related to leucorrhea prevention behavior are also experienced by female students at SMP Hang Tuah 1 Surabaya. This is supported by information from the school that the female students have never received education on leucorrhea prevention. The purpose of this community service is to provide training on efforts to prevent leucorrhea in young women at SMP Hang Tuah 1 Surabaya so that it is expected to improve the health of the female reproductive system. Community service activities through health education with pop-up book media followed by mentoring for 4 weeks. The activity was attended by 45 female students at SMP Hang Tuah 1 Surabaya. This community service activity can be carried out well. Because they thought the activity would help them maintain their reproductive health, the teenagers were very excited to participate.Based on the results of the pre-test and post-test evaluations, it shows that there is an increase in the knowledge of young women about preventing vaginal discharge. There is an increase in good category behavior in preventing vaginal discharge when compared to before health education. Effective training increases knowledge and behavior in preventing vaginal discharge in young women Keywords: Training, Leucorrhea Prevention, Adolescents
Pemberdayaan Keluarga Berbasis Pendidikan Kesehatan dalam Pemenuhan Personal Hygiene pada Pasien di RSUD UOBK Dr. Slamet Garut Nurhakim, Furkon; Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Kosim, Kosim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20684

Abstract

ABSTRAK Personal hygiene merupakan aspek penting dalam perawatan pasien di rumah sakit, terutama dalam mencegah infeksi nosokomial dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, masih banyak pasien yang mengalami keterbatasan dalam menjaga kebersihan pribadi, terutama karena kurangnya pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam proses perawatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga pasien melalui pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan peran serta mereka dalam pemenuhan personal hygienepasien di RSUD UOBK Dr. Slamet Garut. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui penyuluhan, pelatihan langsung kepada keluarga pasien, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman keluarga mengenai pentingnya personal hygiene serta peningkatan partisipasi aktif keluarga dalam perawatan pasien. Pemberdayaan keluarga melalui pendekatan pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemenuhan personal hygiene pasien, serta dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam mendukung pelayanan keperawatan yang holistik di rumah sakit. Kata Kunci: Pemberdayaan Keluarga, Pendidikan Kesehatan, Personal Hygiene, Pasien, Rumah Sakit  ABSTRACT Personal hygiene is an important aspect of patient care in hospitals, especially in preventing nosocomial infections and accelerating the healing process. However, many patients still experience limitations in maintaining personal hygiene, especially due to lack of knowledge and family involvement in the care process. This Community Service (PKM) activity aims to empower patient families through health education as an effort to increase their participation in fulfilling patient personal hygiene at UOBK Dr. Slamet Garut Regional Hospital. Implementation methods include education through counseling, direct training for patient families, and evaluation using pre-tests and post-tests to measure improvements in knowledge and skills. The results of the activity showed a significant increase in family understanding of the importance of personal hygiene as well as an increase in active family participation in patient care. The results of the activity showed a significant increase in family understanding of the importance of personal hygiene as well as an increase in active family participation in patient care. Family empowerment through a health education approach is effective in improving the fulfillment of patient personal hygiene and can be a sustainable strategy in supporting holistic nursing services in hospitals. Keywords: Family Empowerment, Health Education, Personal Hygiene, Patients, Hospitals
Program Pendampingan Kader dalam Monitoring Pertumbuhan Balita 0-5 Tahun dengan Berbasis Aplikasi di Desa Jelegong Kabupaten Bandung Mardhiyah, Ai; Eriyani, Theresia; Rakhmawati, Windy; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Mediani, Henny Suzana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20605

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan teknologi untuk memantau kesehatan balita berdampak besar dalam meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan teknologi  memungkinkan para ibu untuk berinteraksi dengan petugas kesehatan tentang perkembangan anak-anak mereka dengan lebih cepat dan mudah, sehingga meminimalkan kemungkinan keterlambatan dalam mendeteksi masalah Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader terkait pencegahan stunting pada balita, meningkatkan pengetahuan kader terkait cara melakukan pencatatan dan pelaporan pertumbuhan anak melalui SIP online sehingga dapat mengoptimalkan monitoring pertumbuhan balita berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan wawancara kepada kader Kesehatan terkait pemanfaatan SIP Online di wilayah tersebut. Sebagian besar kader kesehatan di Desa Jelegong sudah mengetahui pemanfaatan teknologi dalam monitoring pertumbuhan balita dengan menggunakan SIP Online. Perlu dilakukan evaluasi rutin terhadap kapasitas kader dalam memanfaatkan aplikasi SIP daring, serta pemahaman ibu tentang cara memantau pertumbuhan bayi secara digital. Kata Kunci: Balita, Kader Kesehatan, Monitoring, Pertumbuhan, Teknologi ABSTRACT The use of technology to monitor toddler health has a major impact on increasing parental involvement in the process of monitoring child growth and development. Technology allows mothers to interact with health workers about their children's development more quickly and easily, thereby minimizing the possibility of delays in detecting health problems. This study aims to improve the knowledge of cadres regarding the prevention of stunting in toddlers, improve the knowledge of cadres regarding how to record and report child growth through online SIP so that they can optimize technology-based toddler growth monitoring. The method used is counseling and interviews with health cadres regarding the use of Online SIP in the area. Most health cadres in Jelegong Village already know the use of technology in monitoring toddler growth using Online SIP. Routine evaluation of the cadre's capacity in utilizing the online SIP application, as well as mothers' understanding of how to monitor infant growth digitally, is needed. Keywords: Toddlers, Health Cadres, Monitoring, Growth, Technology
Penyuluhan Skabies pada Mahasiswa Penghuni Asrama di Salah Satu Perguruan Tinggi Sumedang Yunivita, Vycke; Ranadhia, Simran; Zahrah, Najla Rafifah; Putri, Reida Salsabila; Adynda, Diandra Aulia; Yasjudan, Amalia Utami; Situmeang, Fania Wardah Rahaf; Yahya, Puti Cut Nurzahrina; Khansa, Alya Naura; Wibisono, Nauval Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20452

Abstract

ABSTRAK Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei, yang banyak ditemukan di lingkungan padat seperti asrama. Rendahnya pengetahuan terhadap gejala awal dan cara pencegahan penyakit ini berpotensi mempercepat penularan di komunitas. Program SAHARA (Scabies Away, Healthy Ramadan) dilaksanakan di Asrama 1, Sumedang, untuk mengetahui indikasi kasus skabies, pengetahuan penghuni asrama dan efektivitas penyuluhan sebagai metode untuk meningkatkan pengetahuan penghuni asrama. Sebanyak 34 responden ikut dalam pre-assessment, dan 30 responden mengikuti program SAHARA termasuk pre-test dan post-test. Metode penyuluhan mencakup presentasi materi, diskusi, dan permainan edukatif. Hasil skrining menunjukkan bahwa tidak ada responden yang terindikasi kasus skabies. Rata-rata nilai pre-test meningkat dari 58.67 menjadi 91.67 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0.798 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dalam Program SAHARA efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden mengenai skabies di lingkungan asrama. Metode penyuluhan dapat diaplikasikan untuk kegiatan promotif dan preventif terkait penyakit kulit di lingkungan kampus. Kata Kunci: Skabies, Asrama Mahasiswa, Penyuluhan, N-Gain  ABSTRACT Scabies is a contagious skin disease caused by an infestation of the mite Sarcoptes scabiei, which is commonly found in densely populated environments such as dormitories. Low awareness of early symptoms and prevention methods can accelerate transmission within communities. The SAHARA Program (Scabies Away, Healthy Ramadan) was conducted at Dormitory 1 in Sumedang to identify potential scabies cases, assess residents’ knowledge, and evaluate the effectiveness of educational outreach in increasing awareness among dormitory residents. A total of 34 respondents participated in the pre-assessment, and 30 respondents took part in the full SAHARA Program, including both pre-test and post-test phases. The educational methods included material presentations, discussions, and interactive learning games. Screening results indicated that no respondents were identified with scabies. The average pre-test score increased from 58.67 to 91.67 in the post-test, with an N-Gain score of 0.798, which falls into the high-effectiveness category. It was concluded that the educational outreach within the SAHARA Program was effective in enhancing respondents’ knowledge about scabies in the dormitory environment. This outreach method could be applied to promotive and preventive health efforts related to skin diseases within campus settings. Keywords: Scabies, Student Dormitory, Outreach, N-Gain
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas Melalui Edukasi Kebutuhan Dasar Ibu Nifas dan Manajemen Laktasi di Wilayah Kerja Puskemas Nogosari Winarsih, Wina Winarsih; Dwihestie, Luluk Khusnul Dwihestie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19939

Abstract

ABSTRAK Masa nifas (postpartum) berlangsung dari satu jam pertama hingga 6–8 minggu setelah persalinan, ditandai dengan involusi uterus dan pemulihan sistem hormonal. Ketidaksiapan ibu serta masalah dalam penyesuaian diri selama kehamilan dan persalinan dapat menghambat peran ibu, memicu kecemasan, hingga gangguan psikologis postpartum. Di Kabupaten Boyolali, dari Januari hingga November 2024, terdapat 18 kasus kematian ibu, termasuk 3 kasus di Kecamatan Nogosari akibat keterlambatan mengenali tanda bahaya masa nifas. Selain itu, cakupan ASI eksklusif di Nogosari mencapai 79,9%, namun masih belum optimal. Faktor penyebabnya meliputi rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang ASI, kurangnya layanan konseling laktasi, minimnya dukungan tenaga kesehatan, faktor sosial budaya, keterbatasan cuti bagi ibu bekerja, serta promosi susu formula yang masif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang kebutuhan dasar masa nifas dan manajemen laktasi. Metode yang dilakukan dengan penyuluhan, diskusi interaktif dengan media poster. Hasil kegiatan penyuluhan menggunakan media poster dengan judul upaya peningkatan pengetahuan ibu nifas melalui  edukasi kebutuhan dasar ibu nifas dan manajemen laktasi di Wilayah Kerja Puskemas Nogosari yang difokuskan di desa Kenteng,  dikarenakan sasarannya adalah ibu nifas, dimana jumlah ibu nifas lebih banyak yaitu 8 ibu nifas di bulan Januari 2025. Kegiatan penyuluhan dengan fokus edukasi dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Januari 2025 pukul 09.00 WIB.  Jumlah ibu nifas yang hadir yaitu 5 ibu nifas. Bertempat di rumah ibu kader KIA. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang kebutuhan dasar ibu nifas dan manajemen laktasi. Kata Kunci: Edukasi, Kebutuhan Dasar Ibu Nifas, Manajemen Laktasi  ABSTRACT The postpartum period lasts from the first hour to 6-8 weeks after delivery, characterized by uterine involution and recovery of the hormonal system. Maternal unpreparedness and adjustment problems during pregnancy and childbirth can hinder maternal roles, trigger anxiety, and postpartum psychological disorders. In Boyolali District, from January to November 2024, there were 18 cases of maternal death, including 3 cases in Nogosari District due to delays in recognizing the danger signs of the postpartum period. In addition, exclusive breastfeeding coverage in Nogosari reached 79.9%, but is still not optimal. The contributing factors include low knowledge of mothers and families about breastfeeding, lack of lactation counseling services, lack of support from health workers, socio-cultural factors, limited leave for working mothers, and massive promotion of formula milk. The purpose of this community service is to increase the knowledge of postpartum mothers about the basic needs of the postpartum period and lactation management. The purpose of this community service is to increase the knowledge of postpartum women about the basic needs of the postpartum period and lactation management. The method used was counseling, interactive discussion with poster media. The results of counseling activities using poster media with the title of efforts to increase the knowledge of postpartum women through education on the basic needs of postpartum women and lactation management in the Nogosari Community Health Center Working Area focused on Kenteng village, because the target is postpartum women, where the number of postpartum women is more, namely 8 postpartum women in January 2025. Counseling activities with a focus on education were held on Tuesday, January 21, 2025 at 09.00 WIB.  The number of postpartum women who attended was 5 postpartum women. Located at the home of the KIA cadre mother. There was an increase in knowledge about the basic needs of postpartum women and lactation management. Keywords: Education, Basic Needs of Postpartum Mothers, Lactation Management
Edukasi Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa SMA 3 PSKD Jakarta Kusumawati, Ira; Enggarwati, Pandan; Yusuf, Bahreni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20323

Abstract

ABSTRAK Kejadian gawat darurat bisa dialami kapan saja, dimana saja, serta bisa dialami siapa saja dan membutuhkan pertolongan secepat mungkin karena bisa mengakibatkan terjadinya kecacatan permanen hingga kematian. Kejadian gawat darurat termasuk keadaan ketika korban mengalami henti nafas dan henti jantung. Keadaan terburuk yang lain bila seseorang mengalami suatu kecelakaan sampai memerlukan bantuan secepatnya misalnya pendarahan yang massif. Pengetahuan melakukan tindakan bantuan hidup dasar sangat diperlukan agar penanganan dapat diberikan dengan cepat dan tepat sehingga nyawa korban dapat terselamatkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah melalui pemberian edukasi melalui penyuluhan atau pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan baik pengetahuan, sikap maupun keterampilan agar masyarakat mampu melakukan tindakan bantuan hidup dasar yang lebih baik. Metode yang dilakukan pada promosi kesehatan ini adalah dengan penjelasan atau ceramah yang dilakukan oleh pemateri kepada peserta secara langsung dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berdasarkan hasil dari analisis terhadap pre-test dan post-test terdapat peningkatan pemahaman peserta terkaitbantuan hidup dasar dengan hasil pengetahuan terkait sikap penolong untuk melakukan BHD mengalami peningkatan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu pre (66) dan post (78). Pengetahuan terkait prosedur BHD juga mengalami peningkatan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu pre (64) dan post (88) dan pengetahuan terkait dengan konsep dasar BHD mengalami peningkatan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu pre (64) dan post (89). Dari hasil kegiatan promosi Kesehatan ini metode ceramah dan tanya jawab secara langsung dapat meningkatkan pemahaman peserta terkaitbantuan hidup dasar. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Edukasi,  Siswa SMA.  ABSTRACT Emergency situations can occur anytime, anywhere, and to anyone, requiring immediate assistance as they may result in permanent disability or even death. Emergency situations include conditions where the victim experiences respiratory arrest and cardiac arrest. Other critical conditions include accidents that require urgent help, such as massive bleeding. Knowledge of basic life support (BLS) procedures is essential so that prompt and appropriate action can be taken, potentially saving the victim’s life. One way to improve this knowledge is through education, such as health counseling or health education programs. Health education is an effort or activity aimed at helping individuals, groups, and communities enhance their knowledge, attitudes, and skills so that they are capable of performing better basic life support actions. The method used in this health promotion activity involved explanations or lectures aided by leaflet media, delivered directly by the instructor to the participants, followed by a question-and-answer session. Based on the analysis of pre-test and post-test results, there was an increase in participants' understanding of basic life support. Knowledge regarding the attitude of a responder towards performing BLS increased from pre (66) to post (78). Knowledge of BLS procedures also improved, from pre (64) to post (88), and understanding of the basic concept of BLS rose from pre (64) to post (89). The results of this health promotion activity indicate that the lecture method, supported by leaflets and direct Q&A sessions, can enhance participants' understanding of basic life support. Keywords: Basic Life Support, Education, High School Students.
Raising Student Health Via Who’s 6-Step Hygiene During KKN Program in Payaraman District South Sumatra Ghiffari, Ahmad; Asmalia, Resy; Ihsan, Muhammad; Wildan, Sahrul; Kurnia, Aisyah Fadhilah; Sandi, Louwen; Fatihah, Nabila Nurul; Andelina, Rizky; Nurfauza, Aqila Meisya Putri Mulya; Hidayat, Muhammad Wahyu; Dwitania, Tasya Julia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.19894

Abstract

ABSTRACT The 63rd KKN program at Universitas Muhammadiyah Palembang involved medical students in community service, focusing on raising awareness and practice of the WHO 6-step handwashing method to prevent infections and promote nutritional health. This study aimed to evaluate the effectiveness of community education on proper handwashing techniques among elementary students. The outreach program included preparation, implementation, and evaluation phases, with educational materials, school visits, counseling, demonstrations, and hands-on practice. A total of 43 students SDN 6 participated, showing significant improvements in knowledge and behavior. At SDN 1, MIN 1 Payaraman and KKN Posko, educational activities and WHO handwashing initiatives were implemented; however, no pre-tests or post-tests were administered. The six-step handwashing education and the automatic hand soap dispenser effectively enhanced students' knowledge and enthusiasm for cleanliness through handwashing at UPT SPD N 06. To maintain this program, the school should implement frequent educational sessions and guarantee the provision of adequate clean water inside the school premises. Keywords: 6-Step Handwashing WHO; Automatic Foam Soap Dispenser, Behavior Change, Elementary School Students, KKN Program
Pendidikan Kesehatan Tentang Koping Adaptif dan Guided Imagery Bagi Lansia Cempaka, Anindya Arum; Lilyana, Maria Theresia Arie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18699

Abstract

ABSTRAK Stres dan kondisi mental yang terganggu dapat dialami manusia tak terkecuali lansia. Semakin bertambahnya usia seseorang akan memperbesar resiko permasalahan dalam hal fisik, ekonomi, pekerjaan dan sosial sehingga memengaruhi kondisi emosional. Individu memiliki cara tersendiri untuk mengatasi stres yang disebut dengan strategi koping sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Guided imagery merupakan teknik relaksasi dengan menggunakan imajinasi tujuan terapeutik. Manfaat dari guided imagery adalah untuk menurunkan tingkat stres. Kegiatan ini bertujuan membuat lanjut usia memiliki tingkat stres yang lebih rendah melalui pendidikan kesehatan tentang koping adaptif dan pelatihan guided imagery bagi lansia. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan kesehatan berupa ceramah dan diskusi serta pelatihan guided imagery. Sasaran peserta dalam kegiatan ini sebanyak 26 orang lansia yang bersedia untuk mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil pre test dan post test, didapatkan peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik meningkat menjadi 77 %. Berdasarkan olah data menggunanakn spss Wilcoxon Hasil Sign Rank Test , didapatkan p-value = 0,027. Pendidikan kesehatan dan latihan guided imagery kepada lansia telah terlaksana dengan baik. Dari hasil pre dan posttest, maka diketahui terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan lansia mengenai koping konstruktif dalam mengatasi stres. Lansia juga mengatakan setelah melakukan guided imagery tubuh terasa rileks dan santai. Kata Kunci: Lanjut usia, Koping, Stres, Guided Imagery  ABSTRACT As a person gets older, the risk of physical, economic, work and social problems increases, thereby affecting emotional conditions. Individuals have their own ways of dealing with stress which are called coping strategies so they can adapt to their environment. Guided imagery is a relaxation technique that uses imagination for therapeutic purposes. The benefit of guided imagery is to reduce stress levels. This activity aims to make older people have lower stress levels through health education about adaptive coping and guided imagery. The method used in this community service is health education and guided imagery training. The target participants were 26 older people who were willing to take part in the activity. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that participants who had a good level of knowledge increased to 77%. Based on the spss Wilcoxon Sign Rank Test results, the p-value = 0.027. From the pre and post test results, it is known that there is a significant increase in the elderly's knowledge regarding constructive coping in dealing with stress. The elderly also said that after doing guided imagery the body felt relaxed. Keywords: Older People, Coping, Stress, Guided Imagery
Edukasi Kesehatan Diabetes Melitus di Apotek Pandjaitan Turen, Kabupaten Malang Wattiheluw, Muhammad Hasan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19959

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak cukup. DM 2 biasa terjadi pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak akibat gaya hidup tidak sehat. Gejala umum meliputi sering buang air kecil, haus berlebihan, dan lapar. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengetahui kadar gula darah dan memeberikan edukasi terkait Diabetes melitus. Metode penelitian berupa pelaksanaannya berupa pemberian materi dan cek gula darah sewaktu pada masyarakat di sekitar apotek pandjaitan farma. Hasil kegaiatan menunjukkan sebanyak 33 responden dari 52 responden berjenis kelamin laki-laki, 37 responen memiliki umur 60 tahun ke atas dan 36 responden memiliki gula darah sewaktu yang terkontrol. Kesimpulan dari kegiatan yaitu tingkat skor pengetahuan dari 52 responden adalah 13,37±3,85 dengan kategori sedang dan tidak ada hubungan yang signifikan antara skor tingkat pengetahuan dan outcome klinik control gula darah (p<0,05). Kata Kunci: Edukasi, Diabetes Mellitus, Tingkat Pengetahuan, Apotek  ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease characterized by high blood sugar levels due to insulin resistance or insufficient insulin production. DM 2 usually occurs in adults, but can also attack children due to an unhealthy lifestyle. Common symptoms include frequent urination, excessive thirst, and hunger. The aim of this activity is to determine blood sugar levels and provide education regarding diabetes mellitus. implementation consisted of providing materials and checking blood sugar in the community around the Pandjaitan Farma pharmacy. The results showed that 33 respondents out of 52 respondents were male, 37 respondents were aged 60 years and over and 36 respondents had controlled blood sugar over time. the level of knowledge score of the 52 respondents was 13.37 ± 3.85 in the medium category and there was no significant relationship between the level of knowledge score and the outcome of the blood sugar control clinic (p <0.05). Keywords: Education, Diabetes Mellitus, Knowledge Level, Pharmacy

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue