cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Deteksi Dini Pencegah Stunting pada Remaja melalui Pemeriksaan Laboratorium C-Reaktif Protein (CRP) Supriyatin, Supriyatin; Ubaedillah, M. Ibnu; Prambudi, Hery
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20734

Abstract

ABSTRAK Sangat penting untuk mendeteksi masalah kesehatan remaja sejak dini untuk mencegah stunting dan masalah kesehatan lainnya. Karena masa remaja sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, nutrisi yang seimbang sangat penting. Mendapatkan pemahaman tentang persepsi remaja tentang pencegahan stunting, terutama di SMAN 1 Dukupuntang. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sejauh mana remaja memahami masalah stunting dan bagaimana mereka dapat membantu mencegahnya.Teknik pengumpulan sample menggunakan teknik purposive sampling. Metode aglutinasi lateks digunakan untuk mengukur kadar CRP secara kuantitatif. Peserta menerima sampel darah vena sebelum diproses di laboratorium. Menunjukkan bahwa kadar CRP sebagian kecil remaja putri yang diteliti menunjukkan gejala inflamasi. Penting untuk diingat bahwa C-reaktif protein (CRP) menunjukkan peradangan dalam tubuh. Peningkatan CRP dapat menunjukkan infeksi, cedera, atau kondisi medis lainnya. Upaya untuk mendeteksi stunting sejak dini di SMAN 1 Dukupuntang, melalui pengujian CRP berhasil. 48 remaja putri yang diuji, sebagian besar (85%) memiliki CRP non-reaktif, yang menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda inflamasi yang signifikan. Namun, sekitar 15% remaja putri memiliki CRP reaktif, yang harus diperhatikan karena dapat menunjukkan proses peradangan dalam tubuh mereka. Penelitian ini telah meningkatkan pemahaman kita tentang status kesehatan remaja dan komponen yang terkait dengan stunting. Diharapkan bahwa saran-saran yang diajukan di atas akan berfungsi sebagai dasar untuk pembuatan program pencegahan stunting yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pemeriksaan CRP  ABSTRACT It is very important to detect adolescent health issues early to prevent stunting and other health problems. Because adolescence is very important for growth and development, balanced nutrition is crucial. To gain an understanding of teenagers' perceptions of stunting prevention, especially at SMAN 1 Dukupuntang. This is expected to provide a clearer picture of the extent to which teenagers understand the issue of stunting and how they can help prevent it. The sampling technique used is purposive sampling. The latex agglutination method is used to quantitatively measure CRP levels. Participants received venous blood samples before being processed in the laboratory. Results show that the CRP levels of a small portion of the adolescent girls studied exhibited signs of inflammation. It is important to remember that C-reactive protein (CRP) indicates inflammation in the body. An increase in CRP can indicate infection, injury, or other medical conditions. Efforts to detect stunting early at SMAN 1 Dukupuntang, through CRP testing, were successful. Of the 48 tested teenage girls, the majority (85%) had non-reactive CRP, indicating that there were no significant signs of inflammation. However, about 15% of the teenage girls had reactive CRP, which should be noted as it may indicate an inflammatory process in their bodies. This research has enhanced our understanding of the health status of adolescents and the components related to stunting. It is hoped that the suggestions put forward above will serve as a basis for the development of more efficient and sustainable stunting prevention programs. Keywords: Stunting, Adolescents, CRP Screening
Pemberdayaan Orang Tua dalam Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah di BKB PAUD Kepodang, Jakarta Timur Purwati, Nyimas Heny; Awaliah, Awaliah; Natashia, Dhea; Rani, Amelia Hartika; Hamidah, Hamidah; Irawati, Diana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18801

Abstract

ABSTRAK Anak usia pra sekolah, khususnya dalam rentang usia 3-5 tahun, berada pada periode penting yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age), jendela kesempatan (window of opportunity), dan periode kritis (critical period) dalam perkembangan anak. Selama masa ini, anak mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Berdasarkan hasil survei di PAUD Kepodang, Jakarta Timur, ditemukan bahwa orang tua kurang memahami perkembangan anak usia pra sekolah, yang mengakibatkan masalah emosional seperti tantrum pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua dalam optimalisasi perkembangan anak usia pra sekolah di PAUD Kepodang melalui metode luring yang komprehensif dan terstruktur. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur karakteristik responden dan tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan edukasi mencakup penyuluhan kesehatan, teknik stimulasi perkembangan, dan pentingnya deteksi dini gangguan perkembangan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah edukasi, dengan persentase ibu yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 50% menjadi 75%. Data demografi menunjukkan bahwa mayoritas ibu berada dalam kategori dewasa (75%) dengan latar belakang pendidikan tinggi (20.8% S1), dan sebagian besar tidak bekerja (75%), sehingga memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak. Pemberdayaan orang tua melalui edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang perkembangan anak usia pra sekolah. Dukungan holistik dan penuh kasih sayang dari orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal, siap menghadapi tantangan di masa depan. Kata Kunci: Anak Usia Pra Sekolah, Pemberdayaan Orang Tua, Perkembangan Anak, Edukasi Orang Tua, PAUD, Perkembangan Emosional Anak ABSTRACT Preschool children, especially in the age range of 3-5 years, are in an important period known as the golden age, window of opportunity, and critical period in child development. During this period, children experience significant changes in physical, cognitive, social, and emotional aspects. Based on the results of a survey at PAUD Kepodang, East Jakarta, it was found that parents do not understand the development of preschool children, which results in emotional problems such as tantrums in children. This community service activity aims to empower parents in optimizing the development of preschool children at PAUD Kepodang through a comprehensive and structured offline method. The data collection method used a questionnaire that measured the characteristics of respondents and the level of parental knowledge before and after education. Educational activities included health counseling, developmental stimulation techniques, and the importance of early detection of developmental disorders. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure changes in parental knowledge. The results showed an increase in parental knowledge after education, with the percentage of mothers who had good knowledge increasing from 50% to 75%. Demographic data shows that the majority of mothers are in the adult category (75%) with a higher education background (20.8% S1), and most are unemployed (75%), so they have more time to interact with their children. Empowering parents through education has proven effective in increasing understanding of the development of preschool children. Holistic and loving support from parents is essential to ensure that children grow and develop optimally, ready to face future challenges. Keywords: Preschool Children, Parent Empowerment, Child Development, Parent Education, PAUD, Child Emotional Development
Edukasi Pencegahan Stunting dan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Berbasis Pangan Lokal Siburian, Urhuhe Dena; Ritonga, Paruhum Tiruon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17448

Abstract

ABSTRAK stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupannya, sejak anak di  dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Stunting disebabkan masalah pada saat kehamilan, persalinan, penyusuan, atau setelahnya, seperti pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak mencukupi asupan nutrisi. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan MP-ASI.  Peserta dalam kegiatan penyuluhan ini adalah ibu yang mempunyai balita  di posyandu Wilayah kerja Puskesmas Siatasbarita Kabupaten Tapanuli Utara yang berjumlah 50 orang. Dilaksanakan edukasi berupa penyuluhan tentang stunting dan MP-ASI, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu, diadakan pretest dan posttest. Pelaksanaan kegiatan pada bulan April sampai bulan September 2024. Dari kegiatan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting dan MP-ASI. Dari kegiatan demonstrasi cara pembuatan MP-ASI, ibu bertambah pengetahuannya tentang pembuatan MP-ASI terutama dengan bahan pangan lokal dan termotivasi untuk membuat sendiri di rumah untuk konsumsi anak sehari-hari. Edukasi meningkatkan pengetahuan ibu dan demonstrasi meningkatkan motivasi ibu membuat MP-ASI untuk konsumsi anak. Diharapkan petugas kesehatan tetap memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pembuatan MP-ASI dan kepada perangkat desa untuk memfasilitasi pengembangan bahan pangan lokal yang tersedia di daerahnya. Kata Kunci:  Bahan Pangan Lokal, MP-ASI, Stunting  ABSTRACT Stunting occurs due to a lack of nutritional intake in children in the first 1,000 days of life, from the time the child is in the womb until he is 2 years old. Stunting is caused by problems during pregnancy, childbirth, breastfeeding, or afterwards, such as providing complementary breast milk (MP-ASI) which does not provide sufficient nutritional intake. to increase mothers' knowledge about stunting and MP-ASI. Participants in this outreach activity were mothers who had toddlers in the posyandu in the working area of the Siatasbarita Health Center, North Tapanuli Regency, totaling 50 people. Education was carried out in the form of counseling about stunting and MP-ASI, then continued with a demonstration of making MP-ASI based on local food. To determine the increase in mother's knowledge, a pretest and posttest were held. Implementation of activities from April to September 2023. From educational activities there was an increase in mothers' knowledge about stunting and MP-ASI. From the demonstration activity on how to make MP-ASI, mothers increased their knowledge about making MP-ASI, especially with local food ingredients and were motivated to make it themselves at home for their children's daily consumption. Conclusion: Education increases mothers' knowledge and demonstrations increase mothers' motivation to make MP-ASI for children's consumption. It is hoped that health workers will continue to provide enlightenment to the community about making MP-ASI and to village officials to facilitate the development of local food ingredients available in their area. Keywords: Local Food Ingredients, MP-ASI, Stunting
Pemberdayaan Ibu-ibu PKK Melalui Pelatihan Daur Ulang Limbah Jerami Padi di Desa Sirnajaya, Sukamakmur Bogor Yatimah, Durotul; Ana, Elsa Fitri; Adman, Adman; Malisi, Chaidar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20626

Abstract

Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor termasuk memprihatinkan, relatif jauh dari indikator masyarakat berdaya. Disisi lain, masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangganya juga tidak memiliki keterampilan hidup (life skill) yang memungkinkan mereka mampu menciptakan produk yang dapat menjadi solusi untuk kehidupan khususnya secara sosial dan ekonomi. Sehubungan dengan itu, mereka perlu diberdayakan, dengan cara diberi pelatihan keterampilan, agar keterampilan hidupnya (life skill) nya meningkat dan pada akhirnya dapat meningkatkan kehidupan sosial ekonomi mereka. Oleh karena itu kami tim Dosen UNJ melakukan kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan bingkai foto dari limbah jerami padi  tersebut terhadap ibu-ibu anggota PKK.Tujuan melakukan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk membangun keterampilan hidup mereka khususnya dalam membuat bingkai foto, bagi ibu-ibu PKK Desa Sirnajaya Kecamatan Sukamakmur Bogor sehingga akhirnya mereka mengalami peningkatan sosial ekonomi. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode ceramah, yang divariasikan dengan metode demonstrasi dan tanya jawab, serta metode praktik membuat bingkai foto berbasis limbah jerami padi.Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dengan (1)Identifikasi kebutuhan terhadap ibu-ibu anggota PKK melalui Focus Group Discussion. (2)Pelaksanaan Kegiatan P2M melalui pemberian teori dan praktik pembuatan bingkai foto(3)Evaluasi dalam proses dan evaluasi di akhir kegiatan pelatihan. (4)Tindak lanjut yakni pengiriman produk pelatihan dalam bentuk bingkai foto berbasis limbah jerami padi ke pihak stakeholder yang ada di Sirnajaya Bogor, yakni pedagang di area Danau Rawagede Sirnajaya Sukamakmur Bogor. Setelah selesai kegiatan pelatihan, ibu-ibu PKK menjadi terampil membuat produk keterampilan bingkai foto yang dijualnya kepada stakeholder. sehingga  akhirnya perekonomian ibu-ibu PKK mengalami peningkatan.
Skrining Dan Monitoring Sport Nutrition Sebagai Upaya Peningkatan Physical Fitness Pada Atlet Laki-Laki Yusni, Yusni; Meutia, Firdalena; Taufik, Nasyaruddin Herry; Nugraha, Gartika Setiya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17953

Abstract

ABSTRAK Sport nutrition (nutrisi olahraga) merupakan salah satu faktor penentu physical fitness (kebugaran fisik) karena dapat menjaga keseimbangan berat badan dan komposisi lemak tubuh sehingga akan berpengaruh dalam menghambat kelelahan, mengurang risiko cidera yang akhirnya berdampak terhadap prestasi atlet. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini adalah untuk melakukan skrining dan monitoring nutrisi olahraga pada atlet laki-laki khususnya cabang olahraga sepakbola dan bola voli. Total sebanyak 19 orang atlet yang terdiri dari 11 atlet sepakbola dan 8 atlet bola Voli, berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 15-18 tahun diikutkan sebagai peserta pada kegiatan pengabdian Masyarakat ini. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi: skrining dan monitoring status gizi atlet dengan mengukur anthropometri (berat badan, tinggi badan, dan Indeks massa tubuh) dan melakukan pemeriksaan komposisi lemak tubuh.Didapatkan sebanyak 15 (78,95%) atlet dengan status gizi normal, 4 orang (21,05%) atlet dengan status gizi overweight (berat berlebih). Hasil pemeriksaan persentase lemak tubuh menunjukkan bahwa sebanyak 13 (68,42%) atlet dengan komposisi lemak tubuh normal, dan sisanya masing-masing 3 atlet memiliki komposisi lemak tubuh sedang (15,79%) dan tinggi  (15,79%).  Deteksi dan monitoring status nutrisi dapat memberikan gambaran status gizi atlet, dengan demikian dapat memberikan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi untuk latihan fisik atlet. Pemeriksaan status gizi pada atlet perlu dilakukan setiap pagi hari sebelum memulai latihan. Kata Kunci: Nutrisi Olahraga, Kebugaran Fisik, Sepakbola, Bola Voli, Atlet  ABSTRACT Sports nutrition is one of the determining factors of physical fitness because it can maintain the balance of body weight and body fat composition, which inhibits fatigue and reduces the risk of injury, ultimately impacting athlete performance. This community service activity aims to screen and monitor sports nutrition for male athletes, especially in football and volleyball. A total of 19 athletes, consisting of 11 football athletes and 8 volleyball athletes, male and aged between 15 and 18 years old, were included as participants in this community service activity. The community service activities carried out include screening and monitoring the nutritional status of athletes by measuring anthropometry (weight, height, and body mass index) and conducting body fat composition examinations. A total of 4 athletes (21.05%) had an overweight nutritional status, while 15 athletes (78.95%) had a normal nutritional status. The analysis of body fat percentage revealed that three athletes each had moderate (15.79%) and high (15.79%) body fat composition, while thirteen athletes (68.42%) had normal body fat composition. Detection and monitoring of nutritional status can provide an overview of the nutritional status of athletes, thus providing interventions that are in accordance with the nutritional needs for physical exercise of athletes. Examination of the nutritional status of athletes needs to be done every morning before starting training. Keywords:Sport nutrition, physical fitness, football, volley ball, athletes
Penerapan Collaborative Governance dalam Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer untuk Mewujudkan Layanan Kesehatan Inklusif dan Berkelanjutan Sundari, Sundari; Sulaiman, Zulkarnain; Bahri, Hanifah; Jumriah, Jumriah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20187

Abstract

ABSTRAK Pelayanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Namun, kompleksitas sistem kesehatan seringkali menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Collaborative Governance dalam integrasi pelayanan kesehatan primer guna meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode survei, wawancara, dan observasi di enam desa di Kabupaten Sidenreng Rappang. Analisis data dilakukan melalui pemetaan pemangku kepentingan dan evaluasi efektivitas program. Adapun hasil dari Penerapan Collaborative Governance melalui kolaborasi multi-stakeholder telah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan serta meningkatkan partisipasi dalam program kesehatan primer. Pemanfaatan media digital turut berkontribusi dalam penyebaran informasi Kesehatan. Kesimpulan dari Pengabdian ini yaitu Model tata kelola kolaboratif terbukti efektif dalam memperkuat integrasi layanan kesehatan primer, meningkatkan akses, serta kesadaran masyarakat tentang kesehatan preventif. Keberlanjutan program membutuhkan peningkatan kapasitas kelembagaan dan strategi komunikasi yang lebih baik. Kata Kunci: Collaborative Governance, Pelayanan Kesehatan Primer, Integrasi Layanan, Inklusivitas, Kesehatan Masyarakat  ABSTRACT Primary health care has a strategic role in improving public health, especially for vulnerable groups such as pregnant women, infants, and the elderly. However, the complexity of the health system often faces challenges such as limited resources and coordination between stakeholders. This study aims to analyze the implementation of Collaborative Governance in the integration of primary health care services to improve access and quality of inclusive and sustainable health services. Research Methods: This study uses a qualitative descriptive approach with survey, interview, and observation methods in six villages in Sidenreng Rappang Regency. Data analysis was carried out through stakeholder mapping and evaluation of program effectiveness. The results of the Implementation of Collaborative Governance through multi-stakeholder collaboration have increased public understanding of health services and increased participation in primary health programs. The use of digital media also contributes to the dissemination of health information. The conclusion of this Community Service is that the collaborative governance model has proven effective in strengthening the integration of primary health care services, increasing access, and public awareness of preventive health. The sustainability of the program requires increased institutional capacity and better communication strategies. Keywords: Collaborative Governance, Primary Healthcare Services, Service Integration, Inclusivity, Public Health
Sosialisasi Mitigasi Bencana Alam sebagai Upaya Membangun Nalar Kritis Siswa SMA 01 Natar Lampung Selatan Mahmud, Imam; Raidar, Usman; Ratnasari, Yuni; Mulyaningsih, Handi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.16919

Abstract

ABSTRAK Bencana alam adalah rangakaian kondisi gejala alam yang mendorong terjadinya kerugian baik secara fisik, sosial atau jiwa, serta ekonomi. Kerugian yang terjadi akan bertambah semakin besar jika tidak adanya upaya untuk memahami prosedur pencegahan, yang sekaligus menjadi bagian dari proses mitigasi yang tepat untuk dilakukan. Dari pengabdian ini diharapkan menghasilkan siswa SMA 1 Natar, Lampung Selatan memiliki nalar kritis dan memiliki tanggung jawab dalam menemukan formulasi mitigasi yang sesuai dengan karakteristik bencana di wilayah dan perwilayahan yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi. Pelaksanaan kegiatan PkM di mulai dari adanya tahapan pra pengabdian dengan melakukan studi pendahuluan menggunakan observasi dan wawancara sederhana di tempat lokasi pengabdian yang dikhususkan pada topik bencana alam yang pada umumnya ada di wilayah tersebut, yakni banjir. Serta selanjutnya dilakukan proses evaluasi terkait program yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini berhasil diikuti oleh 40 Siswa SMA Negeri 1 Natar, para siswa tersebut pada awalnya diberikan materi mengenai pengenalan terkait dengan makna dan definisi bencana alam yang ada di Indonesia, tahapan pengenalan terkait dengan mitigasi bencana alam yang diperlukan untuk proses mengatasi permasalahan bencana alam. kegiatan ini mendapatkan hasil yang cukup efektif, dimana dapat dibuktikan dengan hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa hasil sosialisasi mengenai pemahaman Siswa SMA Negeri 1 Natar dalam memitigasi bencana alam yang terjadi di wilayah mereka masuk ke dalam kategori sedang. Selain itu kemampuan siswa SMA Negeri 1 Natar terhadap informasi yang didapatkan cukup efektif dalam memitigasi bencana alam yang terjadi di wilayah mereka.  Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMA Negeri 1 Natar, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meningkatkan nalar kritis siswa dalam memahami serta memitigasi bencana alam. Program pelaksanaan PkM yang melibatkan pemahaman secara mendalam ini juga menunjukkan hasil positif, dengan hasilnya setiap siswa/i yang ikut dalam pengahabdian diharapkan menjadi agen dari adanya mitigasi bencana di lingkungan Dimana mereka berada. Rekomendasi pada hasil tersebut mencakup dengan dorongan untuk keterlibatan aktif guru dan warga sekolah untuk kemudian memiliki peran menjadi pendampingan berkelanjutan. Kata Kunci: Bencana Alam, Mitigasi Bencana, Nalar Kritis Siswa. ABSTRACT A natural disaster is a condition of natural phenomena that leads to physical, social or life, and economic losses. The losses incurred will increase if there is no effort to understand the prevention procedures, which are also part of the appropriate mitigation process to be carried out. From this service, it is expected to produce students of SMA 1 Natar, South Lampung to have critical reasoning and have responsibility in finding mitigation formulations that are in accordance with the characteristics of the disaster.  This activity was carried out using the socialisation method. The implementation of this PkM activity starts from the pre-service stage by conducting a preliminary study (observation, documentation, and simple interviews) at the service location which is devoted to the topic of natural disasters. And then an evaluation is carried out regarding the programme that has been implemented.  This activity was successfully attended by 40 students of SMA Negeri 1 Natar, the students were given material about the introduction related to the meaning and definition of natural disasters that exist in Indonesia, the introduction related to disaster mitigation needed for the process of overcoming the problem of natural disasters. This activity obtained quite effective results, which can be proven by the evaluation results which show that the results of socialisation regarding the understanding of SMA Negeri 1 Natar students in mitigating natural disasters that occur in their area fall into the medium category. In addition, the ability of SMA Negeri 1 Natar students to obtain information is quite effective in mitigating natural disasters that occur in their area.  Service activities at SMA Negeri 1 Natar, South Lampung, succeeded in increasing students' critical reasoning in mitigating natural disasters. This programme involving specific understanding and training showed positive results, with students expected to become mitigation agents in their environment. Recommendations on the results include active involvement of teachers and school community for continuous mentoring. Keywords: Natural Disasters, Disaster Mitigation, Students' Critical Reasoning.
Pelatihan Spritual Emotional Freedom Technque (Seft) untuk Menurunkan Stres dan Pada Penderita Diabetes Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Ariani, Gusti Agung Ayu; Manumba, Ruliyani; Pangalo, Paulus; Falah, Fakhriatul Agung Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.17780

Abstract

ABSTRAK Diabetes Militus merupakan penyakit menahun yang apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi dan masalah psikologi. Berdasarkan hasil wawancara awal pada 20 penderita Diabetes yang hadir dalam kegiatan prolanis di Puskesmas Telaga Biru mendapatkan hasil 86,4% penderita mudah marah , 81 % mudah tersinggung, 78 % tidak sabar dalam menghadapi masalah 87,1% sulit beristirahat dengan baik, dimana hal tersebut merupakan tanda gejala stres. Sejauh ini belum ada intervensi yang diberikan pada penderita diabetes terkait dengan penangan masalah psikologis/stres. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menurunkan stres  pada penderita diabetes dengan penerapan psikoterapi  SEFT (Spritual Emotional Freedom Technique). Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan  3 orang dosen dan 3 orang mahasiswa serta sebanyak 30 penderita DM type 2 dan 5 orang kader kesehatan. Kegiatan ini diawali dengan persiapan area kerja selanjutnya kegiatan utama terdiri dari pengukuran tingkat stres dengan kuesioner DDS pada awal dan akhir pertemuan, memberikan edukasi kesehatan tentang 5 pilar penanganan diabetes, edukasi perawaatan kaki diabetes dan pelatihan SEFT yang diikuti oleh peserta dan kader kesehatan. Hasil kegiatan ini dapat disimpulkan peserta mengalami pemahaman yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum pelaksanaan kegiatan, selain itu terjadinya penurunan tingkat stres dan peserta merasa lebih rileks setelah mengikuti pelatihan SEFT. Harapannaya setelah kegiatan ini akan ada program berkelanjutan mengenai pemberian terapi nonfarmakologis untuk mengatasi masalah psikososial atau stres pada penderita diabetes yang dapat diberikan oleh kader keseahatan sehingga masalah pada penderita dibetes militus dapat ditangani tidak hanya pada aspek fisik tapi juga aspek psikologis.  Kata Kunci: Stres, Penderita Diabetes Militus, Terapi SEFT  ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease, if not treated properly, can cause various complications and psychological problems. Based on the results of initial interviews with 20 diabetes sufferers who attended prolanis activities at the Telaga Biru Publich Health Center, the results were that 86.4% of sufferers were irritable, 81% were irritable, 78% were impatient in facing problems, 87.1% had difficulty resting well, where things This is a sign of stress. So far there has been no intervention given to diabetes sufferers related to dealing with psychological problems/stress. This community service activity aims to reduce stress in diabetes sufferers by applying SEFT (Spritual Emotional Freedom Technique) psychotherapy. This community service activity involved 3 lecturers and 3 students as well as 30 type 2 DM sufferers and 5 health cadres. This activity begins with preparation of the work area, then the main activities consist of measuring stress levels with the DDS questionnaire at the beginning and end of the meeting, providing health education about the 5 pillars of diabetes management, education on diabetes foot care and SEFT training which is attended by participants and health cadres. The results of this activity can be concluded that participants experienced a much better understanding than before carrying out the activity, apart from that there was a decrease in stress levels and participants felt more relaxed after participating in the SEFT training. It is hoped that after this activity there will be an ongoing program regarding the provision of non-pharmacological therapy to overcome psychosocial problems or stress in diabetes sufferers which can be provided by health cadres so that problems in diabetes mellitus sufferers can be treated not only on the physical aspect but also on the psychological aspect.  Keywords: Stress, Diabetes Mellitus Sufferers, SEFT Therapy
Sosialisasi Platform SatuSehat Mobile dalam Upaya Habituasi Teknologi Kesehatan Berbasis Rekam Medis Kepada Kalangan Pelajar di SMK Kesehatan PGRI Denpasar Widana, Anak Agung Gde Oka; Purwanti, Ika Setya; Bintari, Ni Wayan Desi; Prihatiningsih, Diah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17223

Abstract

ABSTRAK Masalah yang sering terlihat di kalangan pelajar adalah terkait hadirnya sejumlah aplikasi yang berpengaruh pada pada kualitas diri. Salah satu masalah tersebut adalah pemahaman terhadap eksistensi dari aplikasi berbasis kesehatan yang kehadirannya sangat membantu dibidang kesehatan namun belum semua pelajar menyadari eksistensinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempraktekkan serta membiasakan pengoperasian teknologi berbasis kesehatan bagi siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Kegiatan dilaksanakan dengan cara bimbingan serta penyuluhan, Pre Test, Post Test dan diskusi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. Peserta kegiatan ini secara kuantitas berjumlah 33 orang siswa, yang didominasi oleh peserta didik perempuan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasil bahwa; (1) Peserta pengabdian masyarakat di SMK Kesehatan PGRI Denpasar didominasi oleh siswa perempuan dalam rentang usia 17 tahun, (2) Popularitas platform SatuSehat Mobile pada siswa tergolong masih rendah, namun setelah diberikan sosialisasi secara intensif terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman akan eksistensi, fungsi, kewajiban penggunaan dan keterampilan siswa. Sosialisasi platform SatuSehat Mobile dalam upaya habituasi teknologi kesehatan berbasis rekam medis kepada kalangan pelajar di SMK Kesehatan PGRI Denpasar berjalan sesuai dengan rencana dan menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat responsibility yang tinggi. Kata Kunci: SatuSehat Mobile, Habituasi, Teknologi Kesehatan, Rekam Medis  ABSTRACT A problem that is often seen among students is related to the presence of a number of applications that affect the quality of self. One of these problems is understanding the existence of health-based applications whose presence is very helpful in the health sector but not all students are aware of their existence. This service activity aims to introduce, practice and familiarize the operation of health-based technology for students of SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Activities are carried out by means of guidance and counseling, Pre Test, Post Test and question and answer discussions related to the material that has been delivered. Participants in this activity in quantity amounted to 33 students, which were dominated by female students. The implementation of this community service shows the results that; (1) Community service participants at SMK Kesehatan PGRI Denpasar are dominated by female students in the age range of 17 years, (2) The popularity of the SatuSehat Mobile platform among students is still low, but after being given intensive socialization there is a significant increase in understanding of the existence, function, usage obligations and skills of students. The socialization of the SatuSehat Mobile platform in an effort to habituate medical record-based health technology to students at SMK Dwijendra Denpasar has gone according to plan and shows good results with a high level of responsibility. Keywords: SatuSehat Mobile, Habituation, Health Technology, Medical Records
Optimalisasi Peran Kader Dedi Ceting Mewujudkan Zero Stunting Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Sipahutar, Lydia Febrina; kurniyati, Kurniyati; Misniarti, Misniarti; Esmianti, Farida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20396

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat mengganggu pertumbuhan anak karena menyebabkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya atau lebih pendek. Permasalahan yang dapat ditimbulkan dari kondisi stuntingadalah kemampuan kognitif yang lemah dan terhambatnya pertumbuhan psikomotorik, kesulitan dalam menguasai ilmu dan berprestasi dalam olahraga, rentan terkena penyakit degeneratif, dan kualitas sumber daya manusia yang rendah. Peran kader sangat strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Keuntungan kader kesehatan di masyarakat lebih memudahkan menyampaikan informasi kesehatan karena kedekatan secara psikologis maupun waktu. Penting adanya kegiatan pengabdian masyarakat dengan mendayagunakan kader dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan keterampilan deteksi dini. Pencegahan stunting jauh lebih efektif dibandingkan dengan pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Batu Ampar, Taba Mulan dan Kelurahan Durian Depun dengan mengunakan pendekatan teoritis berupa pemaparan materi, diskusi, simulasi dan tanya jawab. Pendekatan praktik berupa penguasaan teknik deteksi dini stunting, stimulasi tumbuh kembang,  penemuan kasus dan pendampingan bagi kader kesehatan selanjutnya dilakukan advokasi dan sosialisasi. Kegiatan ini berhasil memperkuat peran Kader Dedi Ceting melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting di Kecamatan Merigi. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pada Pelatihan dan pendampingan yang diberikan, menjadi motivasi bagi kader untuk berkomitmen dalam melakukan edukasi, pemantauan pertumbuhan anak, dan intervensi gizi di tingkat keluarga. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader, Cegah Stunting  ABSTRACTStunting is a chronic nutritional problem that affects children's growth, leading to a height that is below the expected standard for their age. The consequences of stunting include impaired cognitive abilities, hindered psychomotor development, challenges in acquiring knowledge, poor performance in sports, increased susceptibility to degenerative diseases, and a reduction in the quality of human resources. The role of health cadres was crucial in addressing these issues. The presence of health cadres in the community facilitated the dissemination of health information, owing to their close psychological and temporal proximity to the residents. Community service activities that utilized health cadres in the prevention of stunting through education and early detection skills were of significant importance. Preventing stunting had proven to be much more effective than treating it. The community service was conducted in Batu Ampar Village, Taba Mulan, and Durian Depun Sub-districts, using a theoretical approach that included material presentations, discussions, simulations, and Q&A sessions. The practical approach involved mastering early detection techniques for stunting, stimulating growth and development, identifying cases, and providing guidance to health cadres, followed by advocacy and socialization. The community service successfully strengthened the role of health cadre Dedi Ceting in the early detection and prevention of stunting in Merigi Sub-district. The training and mentoring provided enhanced the understanding, skills, and commitment of the cadres in conducting education, monitoring children's growth, and implementing nutritional interventions at the family level. Keywords: Empowerment, Cadres, Preventing Stunting

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue