cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan tentang Penanggulangan Tuberkulosis Paru dan Sanitasi Rumah Sehat Syahputra, Anda; Abdurrahman, Abdurrahman; AS, Emilda; Hayati, Mawar; Agustina, Fitriani; Harahap, Lili Kartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17631

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis disebabkan oleh faktor lingkungan yang berperan dalam penularan penyakit tuberkulosis. Lingkungan yang buruk sangat mendukung aktifnya dan berkembangnya bakteri M. tuberculosis dengan baik. Lingkungan khususnya lingkungan rumah sangat berisiko terhadap perkembangbiakan dan penyebaran bakteri sebab bakteri ini berada di udara. Keberadaan bakteri di udara sangat ditentukan oleh kelembaban dalam rumah, cahaya matahari yang masuk, dan ventilasi. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Langsa Lama dengan jumlah sasaran sebanyak 32 orang dengan edukasi penanggunalangn tuberculosis dan sanitasi rumah sehat. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hasil dari edukasi yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan adanya peningkatan pengetahuan pada katagori baik sebanyak 4 orang (12,5%) dan meningkat setelah diberikan edukasi sebanyak 29 orang (90,6%). Serta keadaan sanitasi rumah sehat dalam katagori memenuhi syarat. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi penanggulangan tuberculosis dan sanitasi rumah sehat. Kata Kunci: Tuberkulosis, Sanitasi Rumah Sehat, Penyuluhan ABSTRACT Tuberculosis is caused by environmental factors that play a role in the transmission of the disease. Poor environmental conditions greatly support the activity and growth of *M. tuberculosis* bacteria. The home environment, in particular, poses a high risk for the reproduction and spread of the bacteria, as the bacteria are airborne. The presence of bacteria in the air is significantly influenced by household humidity, sunlight exposure, and ventilation. This activity was carried out in the Langsa Lama sub-district, targeting 32 people, with education focused on tuberculosis prevention and healthy home sanitation. The expected evaluation aimed to increase public knowledge. The results of the education showed that after training, there was an increase in participants' knowledge, with 4 people (12.5%) in the good category before the training, and this number increased to 29 people (90.6%) after the education. Additionally, household sanitation was classified as meeting the required standards. This activity concluded that public knowledge improved after being educated on tuberculosis prevention and healthy home sanitation. Keywords: Tuberculosis, Healthy Home Sanitation, Counseling
Inovasi Digital Dalam Edukasi Kesehatan: Peran Kader Posyandu Dalam Mengendalikan Hipertensi Sya'id, Achmad; Tursina, Hella Meldy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20061

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sulit dikendalikan, sehingga prevalensinya terus meningkat dan menjadi tantangan kesehatan global. Edukasi kesehatan yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengelolaan hipertensi, terutama di komunitas rentan. Kader Posyandu, sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jatisari tentang hipertensi melalui pemanfaatan inovasi digital dalam edukasi kesehatan, serta melibatkan peran kader Posyandu guna mendukung upaya peningkatan pemahaman dan pengendalian penyakit di tingkat desa.  Program ini melibatkan pelatihan kader Posyandu dalam penggunaan media digital, termasuk aplikasi mobile dan platform media sosial, untuk menyampaikan informasi tentang hipertensi. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, video edukasi, serta materi digital yang mudah diakses oleh masyarakat. Implementasi inovasi digital menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Sebelum intervensi, rata-rata skor pengetahuan adalah 24%, sementara setelah intervensi meningkat menjadi 76%. Kader Posyandu juga melaporkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pemantauan tekanan darah dan penerapan gaya hidup sehat. Inovasi digital dalam edukasi kesehatan yang dilakukan oleh kader Posyandu terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang hipertensi. Program ini tidak hanya memperkuat kemandirian desa dalam pengendalian penyakit kronis tetapi juga membangun jaringan dukungan yang lebih kuat antara kader dan masyarakat. Diharapkan pendekatan ini dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi di berbagai wilayah. Kata Kunci: Hipertensi, Inovasi Digital, Edukasi Kesehatan, Kader Posyandu   ABSTRACT Hypertension is one of the non-communicable illnesses, but is troublesome to control, so its predominance proceeds to extend and creates a worldwide well-being challenge. Viable health education is basic to extend mindfulness and administration of hypertension, particularly in defenseless communities. integrated health post cadres, as the cutting edge in open well-being administrations, have a key part in giving instruction to the community. The aims is to enhance the understanding of hypertension among the people of Jatisari Village through the use of digital innovations in health education, and to involve the role of Posyandu cadres to support efforts in improving understanding and disease control at the village level. This program includes preparing integrated health post cadreswith the use of advanced media, counting portable applications, and social media stages, to communicate data almost hypertension. Instruction is carried out through intelligent counselling, instructive recordings, and computerized materials that are effectively open to the community. The usage of computerized development appeared a critical increment in community information almost hypertension. Sometime recently the intercession, the normal information score was 24%, whereas after the mediation it expanded to 76%. Integrated health post cadres are moreover detailed expanded community association in observing blood weight and actualizing a solid way of life. Computerized advancement in well-being instruction carried out by integrated health post cadres has demonstrated success in expanding public knowledge and mindfulness of hypertension. This program not as it were reinforces town autonomy in controlling unremitting infections but also builds a more grounded back organized between cadres and the community. It is trusted that this approach can be broadly connected to move forward the quality of life of hypertension sufferers in different locales. Keywords: Hypertension, Digital Innovation, Health Education, Integrated Health Post Cadres
Edukasi Kesiapsiagaan Keluarga Ibu Hamil dalam Mencegah Terjadinya Eklamsia di PMB Rimawani Purba Desa Sei Glugur Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang Khodijah, Dodoh; Zuraidah, Zuraidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17864

Abstract

ABSTRAK Eklamsia adalah kondisi kegawatdaruratan kebidanan berupa kejang pada ibu hamil yang biasanya diawali adanya preeklamsia. Eklampsia merupakan indikator buruknya kesiapsiagaan melahirkan dan kesiapan komplikasi. Kesiapsiagaan kelahiran dan kesiapan komplikasi adalah strategi penting dari program ibu yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan secara tepat waktu pelayanan profesional bagi ibu dan bayi. Keterlambatan dalam mencari perawatan dan kurangnya pengetahuan tentang keparahan gejala berkontribusi lebih dari setengah atas semua kasus kematian ibu yang terkait preeklamsia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah agar peserta dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesiapsiagaan keluarga ibu hamil tentang preeklamsia dalam mencegah terjadinya eklamsia. Kegiatan Pengabdian masyarakat diawali dengan screening terhadap ibu hamil yang mempunyai risiko terjadinya preeklamsia. Pengukuran tentang kesiapsiagaan keluarga ibu hamil preeklamsia, selanjutnya diberikan penyuluhan dan demontasi penggunaan panduan kesiapsiagaan keluarga ibu hamil preeeklamsia dalam mencegah eklamsia. Di akhir kegiatan peserta di nilai kemampuan pengetahuan tentang kesiapsiagaan keluarga ibu hamil preeklamsia. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh terdapat terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan keluarga ibu hamil tentang pencegahan eklamsia sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yaitu dari 9.11 point menjadi 11.09 point. Edukasi  bermanfaat meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga dan diharapkan bidan dapat melakukan penyuluhan tentang kesiapsiagaan dan penggunaan buku saku yang diintegrasikan dalam kegiatan lain di puskesmas. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Keluarga, Preeklamsia, Eklamsia  ABSTRACT Eclampsia is an obstetric emergency condition in the form of seizures in pregnant women which is usually preceded by preeclampsia. Eclampsia is an indicator of poor birth preparedness and complication readiness. Birth preparedness and complication readiness are important strategies of the maternal program that aim to improve timely use of professional services for mothers and babies. Delays in seeking care and lack of knowledge about the severity of symptoms contribute to more than half of all maternal deaths related to preeclampsia. The purpose of this community service is for participants to increase their knowledge about the preparedness of pregnant women's families for preeclampsia in preventing eclampsia. Community service activities begin with screening of pregnant women who are at risk of preeclampsia. Measurement of the preparedness of families of pregnant women with preeclampsia, then provided with counseling and demonstration of the use of the preparedness guide for families of pregnant women with preeclampsia in preventing eclampsia. At the end of the activity, participants were assessed for their knowledge of the preparedness of families of pregnant women with preeclampsia. The results of community service showed that there was an increase in the average knowledge of pregnant women's families about preventing eclampsia before and after the intervention, namely from 9.11 points to 11.09 points. Education is useful in increasing the knowledge of mothers and families and it is hoped that midwives can provide counseling on preparedness and the use of pocket books which are integrated into other activities at the health center. Keywords: Preparedness, Family, Preeclampsia, Eclampsia
Pelatihan Penguatan Pelvic Floor sebagai Pencegahan Inkontinensia Urin Pada Ibu-Ibu Lansia Pengajian Ranting ‘Aisyiyah Mojo, Surabaya Romadhona, Nurul Faj'ri; Putri, Fadma; Saputro, Tri Ade; Vrire, Arzy Auliya Cinta; Maharani, Difka Vinaya Ratu; Al Aslamiyah, Faiqotul Himmah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20373

Abstract

ABSTRAK Setiap individu akan mengalami masa lanjut usia sebagai bagian dari siklus kehidupannya. seseorang dikategorikan sebagai lanjut usia ketika mencapai usia 60 tahun atau lebih. Munculnya masalah kesehatan pada populasi lanjut usia bisa terjadi relatif awal, bahkan di usia 40-an atau 50-an. Sistem perkemihan merupakan salah satu sistem tubuh yang sangat mudah mengalami penurunan fungsi, dan gangguan pada sistem ini seringkali menimbulkan dampak yang cukup serius, seperti gangguan perkemihan yang umum terjadi. Salah satunya adalah inkontinensia urin. Inkontinensia urin ditandai dengan ketidakmampuan tubuh mengontrol pengeluaran urin, yang terjadi tanpa disadari oleh penderitanya. Untuk mengatasi keluhan tersebut dapat dilakukan dengan exercise, yaitu penguatan otot – otot panggul dengan pelvic floor muscle exercise (PFME). Tujuan  pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada lansia ibu – ibu Aisyiyah tentang  penatalaksanaan inkontinensia  urin  di RT 12, Kel. Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya. Pelatihan ini menggunakan presentasi PowerPoint, tanya jawab, dan pemutaran video latihan serta demonstrasi teknik latihan yang dapat dilakukan secara mandiri. Evaluasi pre-test dan post-test dilakukan dengan kuesioner. Hasil  dari  kegiatan  ini  didapatkan  para  peserta  menunjukkan sikap yang positif selama  mengikuti kegiatan pengabdian dari awal sampai akhir dan adanya peningkatan pemahaman tentang isi materi yang disampaikan serta pelatihan yang diberikan. Perlu  diadakan  penyuluhan  kesehatan  secara  berkelanjutan  pada  lansia  agar tercapai kehidupan lansia yang sehat dan bugar. Kata Kunci: Lansia, Inkontinensia Urin, Latihan Otot Panggul  ABSTRACT Every individual will experience old age as a part of their life cycle. A person is categorized as elderly upon reaching the age of 60 years or older. The onset of health issues in the elderly population can occur relatively early, even in their 40 or 50 years old. The urinary system is one of the bodily systems particularly susceptible to functional decline, and disturbances in this system often lead to significant consequences, such as the common occurrence of urinary disorders. One such disorder is urinary incontinence. Urinary incontinence is characterized by the body's inability to control urin output, which occurs involuntarily. To address these complaints, exercise can be performed, specifically strengthening the pelvic muscles with pelvic floor muscle exercise (PFME). This community service aims to educate elderly mothers of Aisyiyah in RT 12, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, regarding the management of urinary incontinence. This training utilizes PowerPoint presentations, question-and-answer sessions, and showing exercise videos along with demonstrations of exercise techniques that can be performed independently. Pre-test and post-test evaluations are conducted using questionnaires. The results of this activity showed that the participants displayed a positive attitude throughout the community service, from beginning to end, and demonstrated an increased understanding of the presented material and the provided training. It is necessary to conduct continuous health education for the elderly to achieve a healthy and fit later life. Keywords: Elderly, Urinary Incontinence, Pelvic Floor Muscle Exercise
Lansia Sehat Bersama Prolanis: Peningkatan Status Kesehatan Pasien Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Klinik Azzahra Palembang Syakurah, Rizma Adlia; Munawarah, Siti Halimatul; Ningsih, Windi Indah Fajar; Tuzzuhro, Siti Nuraziza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17107

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu permasalahan kesehatan. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sebagai salah satu upaya promotif preventif dari BPJS Kesehatan untuk menanggulangi akibat PTM, khususnya yang berkaitan dengan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus tipe II. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 45 orang peserta prolanis, aktivitas dalam Prolanis tersebut berupa senam prolanis, edukasi kelompok, pemeriksaan kesehatan (seperti berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status IMT, ukur tekanan darah, cek kolesterol, asam urat, dan gula darah), serta konseling gizi sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan. Melalui kegiatan Prolanis tersebut, diharapkan peserta prolanis dapat rutin berkunjung ke layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap dirinya agar dapat mencapai kualitas hidup yang optimal. Kata Kunci: PTM, Prolanis, BPJS Kesehatan  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are one of the health problems. The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is one of the preventive promotive efforts of BPJS Health to tackle the consequences of NCDs, especially those related to hypertension and type II diabetes mellitus. This community service activity was attended by 45 prolanis participants, the activities in Prolanis were in the form of prolanis exercises, group education, health checks (such as weight and height to determine BMI status, measure blood pressure, check cholesterol, uric acid, and blood sugar), and nutritional counseling as a follow-up to the examination results. Through these Prolanis activities, it is hoped that prolanis participants can routinely visit health services to conduct health checks on themselves in order to achieve optimal quality of life.  Keywords: NCD, Prolanis, BPJS Health
Edukasi Urban Farming Bagi Ibu Rumah Tangga Rt 02/Rw10 Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang Anggraeni, Santi Rukminita; Hakim, Ayyas Ziya Ul; Asyam, Abdullah; Sari, Qurnia Wulan; Sofiana, Neng Tanty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20183

Abstract

ABSTRAK Urban farming muncul sebagai salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di daerah perkotaan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pkm) ini bertujuan untuk memberikan edukasi urban farming kepada kaum ibu rumah tangga Desa Cisempur, Jatinangor. Metode pelaksanaan program terdiri dari edukasi penyuluhan dan praktik urban farming dengan menanam sayuran dalam polibag. Kegiatan dilaksanakan selama bulan November hingga Desember 2024 bagi 18 orang ibu rumah tangga warga RT 02/RW 10, Desa Cisempur, Jatinangor Sumedang. Hasil evaluasi menunjukkan 66,7% peserta menyatakan bahwa program yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tidak memiliki halaman untuk mendapatkan sayuran segar. Sebanyak 80% peserta menyampaikan minat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 46,7% sangat tertarik untuk berpartisipasi pada program sejenis di masa mendatang. Umpan balik peserta memberikan informasi bahwa edukasi yang telah dilakukan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang urban farming yang dapat diterapkan dengan mudah. Program ini juga berpotensi bermanfaat dalam penyediaan bahan pangan segar untuk konsumsi pribadi namun belum memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan. Dukungan sarana serta kebijakan pemerintah setempat dapat menjadi upaya tindak lanjut agar program urban farming yang telah diinisiasi dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.  Kata Kunci: Pertanian Kota, Ketahanan Pangan Lokal, Edukasi  ABSTRACT Urban farming emerged as one of the strategies to address food security, environmental sustainability, and community involvement in urban areas, especially in areas that have limited land. This community service activity (pkm) aimed to provide urban farming education to housewives in Cisempur Village, Jatinangor. The method of implementing the program consisted of counseling education and practice of urban farming by planting vegetables in polybags. The activities were carried out from November to December 2024 for 18 housewives from RT 02 / RW 10, Cisempur Village, Jatinangor Sumedang. The evaluation results showed that 66.7% of participants stated that the program was very useful for people who do not have a yard to get fresh vegetables. As many as 80% of participants expressed interest in applying the knowledge gained in their daily lives. 46.7% were very interested in participating in similar programs in the future. Participant feedback provided information that the carried-out education had increased knowledge and experience that urban farming can be applied easily. The program was also potentially useful in providing fresh food for personal consumption but has not yet provided a tangible economic impact. Supports of facilities and local government policies can be a follow-up effort for the urban farming program that has been initiated can be a means of empowering communities for local food security while improving environmental quality.  Keywords: Urban Agriculture, Local Food Security, Education
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu yang Memiliki Balita tentang ISPA melalui Pendidikan Kesehatan Widayanti, Marcellina Rasemi; Silalahi, Veronica; Saputra, Agung Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19445

Abstract

ABSTRAK ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah infeksi yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Penyebaran mudah menular melalui air liur dan saat bersin dan dengan cepat menular melalui udara. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan para orangtua tentang ISPA menjadi factor yang menyebabkan terjadinya ISPA pada balita dan bahkan muncul kejadian berulang pada balita.  Ketidaktahuan ini dapat disebabkan kurangnya informasi yang didapatkan para ibu. Fenomena yang muncul di tempat mitra, bahwa masih ada balita yang sering menderita ISPA dan bahkan ISPA nya berulang, salah satunya adalah karena lingkungan yang kurang bersih, dan paparan asap rokok dirumah, dan tertular dari keluarga yang sedang menderita ISPA dimana mereka tidak memakai masker dirumah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 20 orang ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Seruni Balai RW 4, Kelurahan Kedungdoro, Surabaya, yang tujuannya untuk meningkatan pengetahuan responden tentang ISPA. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai ISPA, dimana sebelumnya diberikan pretest terlebih dahulu, kemudian setelah pemberian intervensi diberikan kembali posttest. Hasil yang didapatkan sebelum diberikan pendidikan Kesehatan responden memiliki pengetahuan sebanyak 65% responden, pengetahuan baik sebanyak 25% responden dan pengetahuan kurang sebanyak 10% responden. Setelah diberikan pendidikan kesehatan 80% responden memiliki pengetahuan baik dan 20% pengetahuans sedang. Peningkatan pengetahuan tentang ISPA membantu para ibu yang memiliki balita untuk berperilaku sehat dan menghindari faktor resiko yang menyebabkan kejadian berulang dan keparahan ISPA. Kata Kunci: ISPA, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan  ABSTRACT ARTI (Acute Respiratory Tract Infection) is an infection of the throat, nose, and lungs that can be caused by bacteria, viruses, and fungi. Spread is easily transmitted through saliva, and when sneezing, it is quickly transmitted through the air. Lack of awareness and knowledge among parents about ARTI is a factor that causes the occurrence of ARTI in toddlers and even appears to be a repeated event.  This ignorance can be caused by a lack of information. The phenomenon is that there are still toddlers who often suffer from ARTI and even recurrent, one of which is due to a less clean environment, and exposure to cigarette smoke at home, and contracted from families who are suffering from ARTI where they do not wear masks at home. This activity was carried out on 20 mothers who have toddlers at Posyandu Seruni Balai RW 4,  Kedungdoro District, Surabaya, whose purpose was to increase respondents' knowledge about ARTI. This activity was carried out by providing health education about ARTI, where the pretest was given first, then after the intervention, the posttest was given again. Before being given health education respondents have knowledge 65% of respondents, good knowledge 25% of respondents, and poor knowledge 10% of respondents. After being given health education 80% of respondents have good knowledge and 20% have moderate knowledge. Increased knowledge about ARTI helps mothers who have toddlers to behave healthily and avoid risk factors that cause the recurrence and severity of ARTI. Keywords: ARTI, Health Education, Knowledge
Program Penyuluhan Registrasi Produk Kosmetik untuk Meningkatkan Kesadaran Remaja di SMK Farmasi Bina Putera Nusantar Tasikmalaya Nurdianti, Lusi; Rahayuningsih, Nur; Indra, Indra; Setiawan, Fajar; Gustaman, Firman; Wulandari, Winda Trisna; Wardani, Gatut Ari; Aprillia, Ade Yeni; Annissya, Widia Primi; Julyanti, Ai Rian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19960

Abstract

ABSTRAK Kosmetik telah menjadi kebutuhan sehari-hari, namun masih banyak produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan regulasi. Banyak produk kosmetik illegal dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga beresiko mengandung bahan berbahaya. Selain itu, kesadaran Masyarakat, terutama siswa/I sekolah kejuruan farmasi, tentang pentingnya kosmetik yang aman dan halal masih terbatas. Program pengabdian masyarakt ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/I SMK Farmasi Bina Putera Nusantara Tasikmalaya mengenai pentingnya penandaan dan regristrasi sediaan kosmetik yang baik dan halal, sehingga mereka dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan kritis dalam memilih produk kosmetik. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan metode presentasi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Media yang digunakan meliputi brosur, spanduk, dan presentasi menggunakan PowerPoint. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa/I terhadap aspek legalitas dan keamanan kosmetik, ditunjukkan dengan peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test. Siswa/I menjadi lebih memahami pentingnya regristrasi BPOM, penandaan kosmetik, seta konsep halal dalam produk kosmetik. Program penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa/I mengenai kosmetik yang aman dan halal. Dengan edukasi yang tepat, generasi muda dapat menjadi konsumen yang lebih bijak dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang terjamin kualitas serta keamanannya Kata Kunci: Penyuluhan, Kosmetik Halal, Regristrasi BPOM, Edukasi Konsumen, Keamanan Kosmetik  ABSTRACT Cosmetics have become an essential part of daily life. However, many products on the market do not meet safety and regulatory standards. The presence of illegal and unregistered cosmetics, which may contain harmful substances, remains a significant concern. Public awareness- particularly among vocational pharmacy students- is still lacking regarding the importance of safe and halal-certified cosmetics. This community engagement program aims to enhance students’ understanding of SMK Farmasi Bina Putera Nusantara Tasikmalaya regarding the importance of proper cosmetic labeling and registration, enabling them to become more informed and critical consumers. The program was conducted as an educational seminar using a presentation-based approach, interactive discussion, and pre-test and post-test assessment to evaluate participants’ comprehension. The materials were delivered through brochures, banners, and PowerPoint presentations. The evaluation results indicated a significant improvement in students’ knowledge of cosmetic legality and safety. Post-test scores demonstrated an increased understanding of BPOM registration, cosmetic labelling regulations, and halal certification requirements compared to pre-test results. The outreach program effectively raised students’ awareness and knowledge of safe and halal cosmetics. Proper education can empower younger generations to make informed choices when selecting and using cosmetics that comply with safety and regulatory standards. Keywords: Awareness Program, Halal Cosmetics, BPOM Registration, Consumer Education, Cosmetic Safety
Edukasi tentang Manfaat Konsumsi Rutin Tablet FE dan Vitamin C Dalam Mencegah Anemia Ginanjar, Riza; Jayanti, Christin; Insani, Citra; Pebriani, Avina; Awali, Fikri Rizky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20003

Abstract

ABSTRAK Prevalensi anemia mencapai 32% di kalangan remaja, anemia merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Di STIKes RSPAD Gatot Soebroto, penyuluhan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan anemia melalui konsumsi tablet besi dan vitamin C. Pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman awal, konsumsi tablet besi dan vitamin C, dan sesi diskusi untuk menilai pemahaman peserta adalah semua metode yang digunakan. Diikuti oleh seratus peserta, evaluasi sebelum kegiatan menunjukkan bahwa banyak siswa belum tahu cara mencegah anemia, dan evaluasi setelah kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta melakukannya dengan baik. Diharapkan bahwa pelatihan ini dapat dilakukan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang cara mencegah anemia dan meningkatkan konsumsi suplemen. Orang-orang di Amerika Serikat yang tidak sedang hamil disarankan untuk minum TTD dengan dosis 1 tablet setiap minggu sepanjang tahun. Batas nilai anemia ringan adalah 11.0 hingga 11.9 g/dL, anemia sedang adalah 8.0 hingga 10.9 g/dL, dan anemia berat adalah di bawah 8.0 g/dL. Kata Kunci: Anemia, Tablet Fe, vitamin C  ABSTRACT The prevalence of anemia reaches 32% among adolescents, making anemia a significant health issue in Indonesia. At STIKes RSPAD Gatot Soebroto, health education is needed to increase students' knowledge about anemia prevention through the consumption of iron tablets and vitamin C. Pretest and posttest to measure initial understanding, consumption of iron tablets and vitamin C, and discussion sessions to assess participants' understanding are all methods used. Followed by one hundred participants, the pre-activity evaluation showed that many students did not know how to prevent anemia, and the post-activity evaluation showed that most participants did well. It is hoped that this training can be conducted periodically to enhance teenagers' knowledge about how to prevent anemia and increase supplement consumption. People in the United States who are not pregnant are advised to take TTD at a dose of 1 tablet per week throughout the year. The threshold for mild anemia is 11.0 to 11.9 g/dL, moderate anemia is 8.0 to 10.9 g/dL, and severe anemia is below 8.0 g/dL.Keywords: Anemia, Fe Tablets, Vitamin C
Pemberdayaan Kelompok Posyandu dalam Inovasi Nugget Tuna sebagai Upaya Penanganan Balita Stunting di Pesisir Belawan Sicanang Simanjuntak, Siska Evi Martina; Febriyanti, Eka; Sibero, Alexander F.K; Awidyah, Awidyah; Wulandari, Fadillah; Simanungkalit, Sri Mianda; Julita, Dian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17406

Abstract

ABSTRAK Ikan Tuna mempunyai peranan penting sebagai sumber asam amino dan omega tinggi. Protein yang terkandung di dalam ikan merupakan komponen yang menyumbang 20% dari total protein hewani.Balita cenderung sulit untuk makan ikan sehingga ahrus diolah dalam bentuk yang menarik. Hasil ikan yang didapat masih dijual segar untuk sumber mata pencaharian masyarakat dan belum diolah menjadi makanan bergizi bagi Balita sehingga masih tingginya prevalensi stunting di Belawan Sicanang. Tujuan kegiatan PKM untuk memberdayakan, menguatkan partisipasi masyarakat dalam swamedikasi, optimalisasi potensi ikan tuna, edukasi kesehatan mengenai penanganan stunting dan manfaat ikan tuna, pelatihan dan pendampingan mengolah ikan tuna menjadi nugget tuna. Kegiatan diawali melalui survei untuk mengukur pemahaman mengenai pemanfaatan ikan tuna. Setelah dilaksanakan edukasi, peserta kembali diminta mengisi kuesioner untuk melihat peningkatan pemahamannya. Sebelum edukasi Kesehatan tentang pemanfaatan ikan tuna, mayoritas pengetahuan peserta kurang (50%) dan setelah edukasi kesehatan mayoritas pengetahuan peserta meningkat menjadi kategori baik (80 %). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang inovasi ikan tuna menjadi nugget tuna dapat membantu masyarakat memanfaatkan ikan tuna dengan optimal dalam upaya percepatan penanganan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Belawan Sicanang. Kata Kunci: Nugget Tuna, Inovasi, Stunting  ABSTRACT Tuna has an important role as a source of amino acids and high omega. The protein contained in fish is a component that accounts for 20% of total animal protein. Toddlers tend to find it difficult to eat fish so it must be processed in an attractive form. The fish obtained is still sold fresh for the community's livelihood and has not been processed into nutritious food for toddlers so that there is still a high prevalence of stunting in Belawan Sicanang. The objectives of PKM activities are to empower, strengthen community participation in self-medication, optimize the potential of tuna fish, health education about handling stunting and the benefits of tuna fish, training and assistance in processing tuna fish into tuna nuggets. The activity began with a survey to measure understanding of the utilization of tuna fish. After the education, participants were again asked to fill out a questionnaire to see the improvement of their understanding. Before health education on tuna fish utilization, the majority of participants' knowledge was poor (50%) and after health education the majority of participants' knowledge increased to the good category (80%). Increasing participants' knowledge and understanding of tuna fish innovation into tuna nuggets can help the community optimally utilize tuna fish in an effort to accelerate the handling of stunting and improve the economy of the Belawan Sicanang coastal community. Keywords: Tunna, Nugget, Inovation, Stunting

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue