cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Membangun Pola Asuh yang Berbasis Kasih Sayang Terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Sari, Nita Nurmala; Umiyati, Umiyati; Mutmainah, Mutmainah; Oktavia, Ima; Nathalia, Offa; Sumiyati, Sumiyati; Khoiriyah, Samrotul; Halimatuskdiah, Halimatuskdiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20287

Abstract

ABSTRAK Sebagai bagian dari tri pusat pendidikan, keluarga merupakan lembaga pendidikan informal bagi anak dan sebagai tembat belajar anak, keluarga berperan untuk membentuk kepribadiaan anak (sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia). Keluarga merupakan salah satu komponen yang berperan strategis untuk membentuk karekater anak, keluarga sangat menentukan tumbuh dan kembangnya karakter anak. Pada esensinya, keluarga meletakkan dasar pendidikan bagi anak (pendidikan informal) seperti ajaran tentang cinta kasih tanpa pamrih, kebajikan sosial lainnya seperti keadilan, ketaatan yang sewajarnya dan kepemimpinan yang adil. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terutama orang tua tentang bagaimana membangun pola asuh yang baik dengan penuh kasis sayang agar terciptanya tumbuh kembang yang optimal pada anak. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan dilakukan di TK dan PAUD yang berada di wilayah Kecamatan Ciruas, Lebak Wangi Dan Kragilan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan menggunakan ceramah, dialog interaktif, diskusi dan tanya jawab berhadiah. Sosialisasi ini telah membuka wawasan masyarakat tentang bagaimana menanamkan pola asuh yang baik pada anak, karena pola asuh yang tidak baik akan berdampak pada perkembangan motorik maupun sensorik anak.Hasil temuan dan pembahasan penelitian mengungkap bahwa pola asuh sebagai basis layanan utama orang tua dalam mendidik anak melalui proses bimbingan (pengembangan Prophetic dan proses konseling (mengatasi permasalahan anak). Pola asuh orang tua dalam dalam lingkupnya mencakup dua aspek meliputi (1) layanan preventif, yaitu upaya membimbing, melatih dan membantu anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan diri(2) layanan kuratif, yaitu upaya membantu anak dalam menyelesaikan hambatan dan masalah yang dihadapi dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan diri. Kata Kunci: Pola Asuh, Kasih Sayang, Anak Usia Dini, Orang Tua.  ABSTRACT As part of the three centers of education, the family is an informal educational institution for children and as a place for children to learn, the family plays a role in shaping the child's personality (healthy, intelligent, cheerful and noble). The family is one of the components that plays a strategic role in shaping the character of children, the family greatly determines the growth and development of the child's character. In essence, the family lays the foundation for education for children (informal education) such as teachings about selfless love, other social virtues such as justice, reasonable obedience and fair leadership. This Field Experience Practice Activity aims to provide information to the community, especially parents, about how to build good parenting patterns with full affection in order to create optimal growth and development in children. Field Experience Practice Activities are carried out in kindergartens and early childhood education centers located in the Ciruas, Lebak Wangi and Kragilan Districts. The method used is socialization using lectures, interactive dialogues, discussions and Q&A with prizes. Results: This socialization has opened the public's insight into how to instill good parenting patterns in children, because bad parenting patterns will have an impact on the child's motor and sensory development. The findings and discussion of the research revealed that parenting patterns are the basis of the main service for parents in educating children through the guidance process (Prophetic development and counseling process (overcoming children's problems). Parenting patterns in their scope include two aspects including (1) preventive services, namely efforts to guide, train and help children in achieving growth and self-development (2) curative services, namely efforts to help children in resolving obstacles and problems faced in achieving growth and self-development. Keywords: Parenting, Affection, Early Childhood, Parents.
Praktik Akupresur dalam Persiapan Persalinan bagi Suami sebagai Calon Pendamping Persalinan Ibu Centis, Maria Conchita Leyla; Bandur, Paskalinda Maria Yosefa; Sanung, Rofina; Gamul, Wilfrida Sarina; Limas, Yasinta Mendra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20254

Abstract

ABSTRAK Proses persalin merupakan suatu proses yang dinantikan oleh setiap ibu hamil. Dalam proses persalinan ibu hamil cendrung merasa cemas karena nyeri yang dirasakan juga terkait proses persalinan itu sendiri. Persiapan dalam menghadapi proses persalinan merupakan salah satu Upaya yang dilakukan untuk membantu mengurangi kecemasan, nyeri dan mempercepat proses persalinan. Melakukan pengajaran praktik akupresur kepada pendamping ibu bersalin merupakan salah satu Upaya yang dapat dilakukan. Untuk memberikan pengetahuan dan praktik kepada calon pendamping ibu bersalin. Ceramah, praktik dan diskusi. Peserta dalan kegiatan adalah ibu hamil dan calon pendamping ibu. Pretest peserta tentang akupresur, rata-rata pengetahuan yaitu 2,11 setelah diberikan materi dan praktik kepada peserta rerata post test pengetahuan menjadi 9,62. Setelah diajarkan tentang praktik akupresur semua peserta mampu melakukan pakupresur yiatu melakukan penekanan pada titik akupresur SP6 dan Li4. Peserta mampu melakukan praktik akupresur secara mandiri Kata Kunci: Persiapan Persalinan, Akupresur  ABSTRACT labor is a process that every pregnant woman looks forward to. In the process of labor, pregnant women tend to feel anxious because the pain felt is also related to the labor process itself. Preparation in the face of labor is one of the efforts made to help reduce anxiety, pain and accelerate the process of labor. Teaching the practice of acupressure to accompanying mothers is one of the efforts that can be done. To provide knowledge and practice to prospective accompanying mothers. Lecture, practice and discussion. Participants in the activity were pregnant women and prospective mother caregivers. participants' pretest about acupressure, the average knowledge is 2.11 after being given material and practice to participants, the average post-test knowledge becomes 9.62. After being taught about acupressure practice, all participants were able to perform acupressure by pressing on acupressure points SP6 and Li4. Conclusion: participants were able to practice acupressure independently. Keywords: Labor Preparation, Acupressure
Pelatihan dan Pendampingan Manajamen Kasus untuk Kelompok Lanjut Usia yang Membutuhkan Perawatan Jangka Panjang Sutini, Ni Kadek; Suyasa, I Gede Putu Darma; Nuartini, Ni Nyoman; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Israfil, Israfil Israfil
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19337

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan populasi rentan dan memiliki banyak masalah Kesehatan yang kompleks karena proses degeneratif. Manajemen kasus Kesehatan lansia dimasyarakat menjadi sangat penting dilakukan untuk memastikan bahwa lansia mendapatkan pelayanan Kesehatan yang baik. Keterlibatan kader Kesehatan lansia dalam manajemen kasus Kesehatan lansia dimasyarakat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan Kesehatan lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kader Kesehatan lansia dalam melaksanakan manajemen kasus Kesehatan lansia dimasyarakat. Kegiatan ini dilaksankan di Desa Melinggih, Provinsi Bali. Peserta dalam kegiatan ini adalah kader kesehatn lansia diwilayah desa setempat yang berjumlah 10 orang. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan PARE (Preparation, Action, Reflection dan Evaluation). Hasil kegiatan ini menemukan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader Kesehatan lansia dalam manajamen kasus Kesehatan lansia dimasyarakat dengan nilai uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai Z= -2.675b dengan p value = < 0,001. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada kader Kesehatan lansia dimasa mendatang harus terus dilakukan untuk membangun meningkatkan pelayanan Kesehatan yang berbasis peran serta masyarakat untuk Kesehatan lansia yang membutuhkan perawatan Kesehatan. Kata Kunci: Lanjut Usia, Gerontik, Kader, Manajemen Kasus, Perawatan Jangka Panjang  ABSTRACT Elderly people are a vulnerable population and have many complex health problems due to the degenerative process. Health case management for the elderly in the community is very important to ensure that the elderly receive good health services. The involvement of elderly health cadres in the management of elderly health cases in the community is one solution that can be done to achieve elderly health goals. This community service activity aims to provide training and assistance to elderly health cadres in implementing elderly health case management in the community. This activity was carried out in Melinggih Village, Bali Province. Participants in this activity were elderly health cadres in the local village area totally 10 people. PKM activities were carried out using the PARE approach (Preparation, Action, Reflection and Evaluation). The results of this activity found an increase in the knowledge and abilities of elderly health cadres in managing elderly health cases in the community with the Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test value obtained Z = -2.675b with p value = <0.001. Training and mentoring activities for elderly health cadres in the future must continue to be carried out to build improvements in health services based on community participation for the health of elderly people who need health care. Keywords: Elderly, Geriatric, Cadres, Case Management, Long-Term Care
Siapkan Masa Depan Sehat: Cegah Penyakit Degeneratif Sejak Dini Salasanti, Citra Dewi; Rahmawati, Rahmawati; Nofianti, Tita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19941

Abstract

ABSTRAK Penyakit degeneratif menjadi tantangan kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Pencegahan sejak usia remaja merupakan langkah strategis untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai pencegahan penyakit degeneratif melalui edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Sebanyak 77 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penyuluhan interaktif dilakukan menggunakan media leaflet dan video edukatif yang dirancang agar mudah dipahami dan menarik bagi remaja. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 3,89 menjadi 5,04, dengan uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah penyuluhan. Penyuluhan berbasis media edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pencegahan penyakit degeneratif. Edukasi kesehatan sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk pola hidup sehat di kalangan remaja, sehingga perlu terus dikembangkan di lingkungan sekolah guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan. Kata Kunci: Degeneratif, Pencegahan, Remaja  ABSTRACT Degenerative diseases have become an increasing health challenge in Indonesia due to unhealthy lifestyle changes. Prevention during adolescence is a strategic step in reducing the risk of non-communicable diseases such as diabetes, hypertension, and cardiovascular diseases. This community service activity aimed to increase students' awareness and understanding of degenerative disease prevention through health education in the school environment. A total of 77 twelfth-grade students from SMA Negeri 1 Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, participated in this program. The interactive counseling was conducted using leaflets and educational videos designed to be easily understood and engaging for teenagers. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure students' knowledge improvement. The evaluation showed an increase in the average score from 3.89 to 5.04, with the Wilcoxon test yielding a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant improvement in students' understanding after the intervention. Conclusion: Educational media-based counseling proved to be effective in enhancing students' awareness of degenerative disease prevention. Early health education plays a crucial role in shaping a healthy lifestyle among adolescents. Therefore, continuous development of health education programs in schools is essential to create a healthier and more productive generation in the future. Keywords : Degeneratif, Prevention, Adolescents
Sosialisasi Manfaat Akar Durian dalam Penurunan Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Sombuk, Hanna L; Suriani, Wa Ode
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18423

Abstract

ABSTRAK Potensi Akar Durian dalam mengelola kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen yang ketat, termasuk pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian terbaru menunjukkan potensi akar durian (Durio zibethinus Murr) sebagai agen hipoglikemik alami. Studi eksperimental pada hewan percobaan mengindikasikan bahwa ekstrak akar durian dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Mekanisme kerja yang diduga meliputi peningkatan sekresi insulin, peningkatan sensitivitas insulin, dan penghambatan enzim α-glukosidase. Menyoroti pentingnya menemukan alternatif pengobatan alami untuk diabetes, mengingat tingginya prevalensi penyakit ini. Fokus pada potensi akar durian dalam menurunkan gula darah, dengan mengacu pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Penderita diabetes disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba pengobatan alternatif, termasuk penggunaan akar durian. diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan akar durian dalam pengobatan diabetes. Kata Kunci: Akar Durian, Diabetes Mellitus, Kadar Glukosa Darah  ABSTRACT The potential of Durian Root in managing blood glucose levels in patients with Diabetes Mellitus. Diabetes mellitus is a chronic disease that requires strict management, including control of blood glucose levels. Recent research shows the potential of durian root (Durio zibethinus Murr) as a natural hypoglycemic agent. Experimental studies in experimental animals indicate that durian root extract can significantly lower blood glucose levels. The suspected mechanism of action includes increased insulin secretion, increased insulin sensitivity, and inhibition of the enzyme α-glucosidase. Highlights the importance of finding natural treatment alternatives for diabetes, given the high prevalence of the disease. Focus on the potential of durian root in lowering blood sugar, by referring to research that has been done previously. Diabetics are advised to always consult a doctor before trying alternative treatments, including the use of durian root. Further research in humans is needed to confirm the effectiveness and safety of the use of durian root in the treatment of diabetes. Keywords: Durian Root, Diabetes Mellitus, Blood Glucose Levels
Program Edukasi Pencegahan DBD untuk Kader Kesehatan dengan Pendekatan PHBS dan PSN di Wilayah Puskesmas Jatipulo II Sangadji, Namira Wadjir; Rusdy, Mirta Dwi Rahma; Veronica, Erna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20721

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Kasus DBD meningkat signifikan di wilayah kerja Puskesmas Jati Pulo II, dari 4 kasus (2023) menjadi 14 kasus (2024). Lingkungan padat penduduk dan kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi faktor risiko utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di wilayah Puskesmas Jatipulo II tentang pencegahan DBD melalui edukasi PHBS serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Metode yang digunakan adalah penyuluhan, dengan pendekatan pre-test dan post-test kepada 20 kader. Terdapat peningkatan pengetahuan kader setelah dilakukan edukasi. Edukasi tentang DBD secara langsung dapat meningkatkan pemahaman kader dan diharapkan mampu menurunkan angka kasus DBD. Kata Kunci: DBD, PHBS, PSN, Kader Kesehatan  ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health issue in Indonesia. The incidence of DHF has significantly increased in the working area of Puskesmas Jati Pulo II, from 4 cases (2023) to 14 cases (2024). Densely populated environments and a lack of Clean and Healthy Behavior (PHBS) are the main risk factors. This community service program aimed to increase knowledge of health cadres in the Puskesmas Jatipulo II area about DHF prevention through education on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and Mosquito Nest Eradication (PSN). The method used was counseling with pre-test and post-test approaches involving 20 participants. There was a significant increase in knowledge post-intervention. Direct education on DHF effectively improved cadre understanding and is expected to reduce DHF incidence. Keywords: DHF, PHBS, PSN, Health Cadres
Implementasi Interpersonal Edukasi dan Kolaborasi Dalam Rangka Peningkatan Kesehatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Club Diamed RS Balimed Denpasar Megayanti, Sri Dewi; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Yusniawati, Yustina Ni Putu; Kamaryati, Ni Putu; Arka, I Gede Widhi; Juliani, Made; Trisna, Made Oktaviani Bulan; Halimah, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18571

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya kenaikan gula darah disebabkan oleh terganggunya hormon insulin yang memiliki fungsi untuk menjaga homeostasis tubuh dengan cara menurunkan kadar gula dalam darah. Tujuan dilakukannya pengabdiam masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dan memandirikan masyarakat terkait upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus tipe II. Adapun metode yang digunakan yaitu melakukan kerja sama IPE dan IPC oleh beberapa prodi di ITEKES Bali yaitu prodi anestesiologi, prodi farmasi, prodi kebidanan, prodi keperawatan dan prodi akupuntur. Hasil pengabdian masyarakat adanya peningkatakan pengetahuan dengan nilai rata-rata nilai pre test sebesar 64 dan rata-rata nilai post test sebesar 90. Artinya dengan adanya pelaksanaan kolaborasi IPE dan IPC adanya peningkatan pengetahuan terkait upaya pencegahan diabetes mellitus pada pasien dengan diabetes mellitus tipe II. Sehingga kedepannya diharapkan menjadi kegiatan rutin dalam proses pemberian edukasi khususnya pasien dengan diabetes mellitus. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, Kolaborasi IPE dan IPC, Tatalaksana DM  ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in blood sugar caused by disruption of the hormone insulin which has a function to maintain the body's homeostasis by lowering blood sugar levels. The purpose of this community service is to increase public knowledge and awareness and make the community independent related to efforts to prevent type II diabetes mellitus. The method used is to collaborate on IPE and IPC by several study programs at ITEKES Bali, namely the anesthesiology study program, pharmacy study program, midwifery study program, nursing study program and acupuncture study program. The results of community service are an increase in knowledge with an average pre-test score of 64 and an average post test score of 90. This means that with the implementation of IPE and IPC collaboration, there is an increase in knowledge related to efforts to prevent diabetes mellitus in patients with type II diabetes mellitus. So that in the future it is expected to become a routine activity in the process of providing education, especially for patients with diabetes mellitus. Keywords: Type II Diabetes Mellitus, IPE and IPC Collaboration, DM Management
Program Osgirl Tingkatkan Pemahaman Gizi Remaja Putri dengan Skrining IMT dan LILA SMP Sila Dharma Indallah, Nabila Wajihan; Nurhidayati, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20503

Abstract

ABSTRAK Status gizi remaja putri menjadi faktor penting yang dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan proses pertumbuhan serta perkembangannya. Stunting, wasting, dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia merupakan tiga beban masalah gizi pada remaja terutama remaja putri yang terjadi di Indonesia. Risiko yang dapat terjadi apabila remaja putri dibiarkan dalam status gizi yang buruk akan menimbulkan dampak yang serius bagi generasi masa depan seperti meningkatnya angka kejadian BBLR. Oleh karena itu, inovasi Program OSGIRL (Optimalisasi Skrining Status Gizi Remaja Putri Berdasarkan IMT dan LILA) perlu untuk dilaksanakan agar remaja putri lebih memahami status gizi mereka dan dapat menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Program OSGIRL bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja putri terhadap status gizinya melalui kegiatan pengukuran dan edukasi serta konseling interpersonal. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan skrining dan edukasi gizi berbasis media sederhana di SMP Sila Dharma Denpasar Timur yang melibatkan 34 remaja putri usia 13–15 tahun. Pengukuran status gizi dilakukan menggunakan pengukuran IMT/U dan LILA, dilanjutkan dengan edukasi melalui leaflet dan konseling individual. Hasil: 32,35% peserta tergolong gizi kurang berdasarkan IMT/U dan 32,35% berisiko KEK berdasarkan LILA. Sebanyak 88,24% peserta menyatakan memahami status gizinya dan 97,06% menganggap leaflet membantu pemahaman. Mayoritas peserta merasa termotivasi untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Hasil uji statistik menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pemahaman terhadap leaflet dengan pemahaman status gizi (p <0,05), serta antara pemahaman status gizi dengan motivasi perubahan perilaku (p < 0,05). Kesimpulan: OSGIRL terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman terhadap status gizi dan motivasi remaja putri untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui pendekatan skrining dan edukasi berbasis media sederhana. Kata Kunci: Remaja Putri, Status Gizi, IMT, LILA, Edukasi Gizi  ABSTRACT The nutritional status of adolescent girls is an important factor that can affect health conditions and the process of growth and development. Stunting, wasting, and obesity as well as micronutrient deficiencies such as anemia are three burdens of nutritional problems in adolescents, especially adolescent girls, that occur in Indonesia. The risks that can occur if adolescent girls are left in poor nutritional status will have a serious impact on future generations such as increasing the incidence of LBW. Therefore, the innovation of the OSGIRL Program (Optimizing Screening of Adolescent Girls' Nutritional Status Based on BMI and MUAC) needs to be implemented so that adolescent girls understand their nutritional status better and can adopt a healthier lifestyle. The OSGIRL program aims to increase awareness and understanding of adolescent girls on their nutritional status through measurement and education activities as well as interpersonal counseling. This study was conducted with a simple media-based nutrition screening and education approach at Sila Dharma Junior High School in East Denpasar involving 34 adolescent girls aged 13-15 years. Nutritional status was measured using IMT/U and MUAC measurements, followed by education through leaflets and individual counseling. 32.35% of participants were classified as undernourished based on IMT/U and 32.35% were at risk of SEZ based on MUAC. A total of 88.24% of participants stated that they understood their nutritional status and 97.06% considered the leaflet helpful for understanding. The majority of participants felt motivated to adopt healthy behaviors. Statistical tests showed that there was a significant relationship between understanding the leaflet and understanding nutritional status (p < 0.05), and between understanding nutritional status and motivation to change behavior (p < 0.05). OSGIRL was shown to be effective in improving the understanding of nutritional status and motivation of adolescent girls to adopt a healthy lifestyle through a simple media-based screening and education approach. Keywords: Adolescent Girls, Nutritional Status, BMI, MUAC, Nutrition Education
Pendidikan Kesehatan tentang Manfaat Sayuran sebagai Sumber Gizi bagi Kesehatan Anak di SDN 01 Cikeruh Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20138

Abstract

ABSTRAK Anak sekolah dasar (SD) adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi dan mereka perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga, karena mereka sedang mengalami pertumbuhan spurt (pertumbuhan cepat). Pada usia emas kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi. Makan makanan yang bergizi membantu pertumbuhan anak. Tubuh memerlukan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral yang cukup. Sayur-sayuran adalah salah satu sumber makanan ini. Siswa sekolah dasar harus diajarkan cara menanam sayuran.  Tujuan dari pendidikan kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar tentang manfaat sayuran sebagai sumber gizi bagi Kesehatan  anak.  Metode PKM  ini dengan menggunakan edukasi dan penanaman bibit kacang hijau sebagai sumber gizi bagi anak sekolah. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 53,5% menjadi 80 %. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan siswa meningkat tentang manfaat sayuran bagi kesehatan dan mereka bisa menanam bibit kacang hijau  sebagai sumber zat gizi.  Direkomendasikan bagi guru untuk memberikan edukasi lanjut tentang manfaat sayuran bagi Kesehatan anak serta dapat dipraktekan di sekolah. Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Pendidikan Kesehatan, Sayuran, Manfaat  ABSTRACT Elementary school children are an age group that is vulnerable to nutritional problems and they need special attention from their families, because they are experiencing a growth spurt. At the golden age of life, children's growth and development occur. Eating nutritious food helps children grow. The body needs food that contains sufficient calories, protein, vitamins, carbohydrates, and minerals. Vegetables are one source of this food. Elementary school students should be taught how to grow vegetables. The purpose of this health education is to determine the knowledge of elementary school children about the benefits of vegetables as a source of nutrition for children's health. This PKM method uses education and planting of green bean seeds as a source of nutrition for school children. The results of this community service can be seen from: After health education was carried out, students' knowledge increased about the benefits of vegetables for health and they were able to plant green bean seeds as a source of nutrition. It is recommended for teachers to provide further education about the benefits of vegetables for children's health and can be practiced at school. Keywords: Elementary School Children, Health Education, Vegetables, Benefits
Pemberdayaan Kemaja Melalui Program “Healthy Youth Corner” Putri, Rahmadaniar Aditya; Kamariyah, Nurul; Firdaus, Firdaus; Noventi, Iis; Hasina, Siti Nur; Santy, Wesiana Heris; Algristian, Hafid; Rohmawati, Riska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.17067

Abstract

ABSTRAK Remaja akan menghadapi berbagai masalah yang kompleks terkait dengan perubahan fisik, kecukupan gizi, perkembangan psikososial, emosi dan kecerdasan yang akhirnya menimbulkan konflik dalam dirinya dan akan mempengaruhi kesehatannya. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini berupa program “Healthy Youth Corner” yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada remaja, orang tua, serta kader terhadap kesehatan diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan, penyuluhan, dan sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 42 remaja, orang tua, dan kader. Sebelum dilakukan kegiatan pengabdian, Sebagian besar (64%) responden memiliki pengetahuan danketerampilan kurang dan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini sebagian besar (69%) memiliki pengetahuan danketerampilan baik. Program Healthy Youth Corner dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terhadap diri. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah dengan pendampingan serta peningkatan keterampilan berkelanjutan bagi kesehatan remaja. Kata Kunci: Kesehatan, Pemberdayaan Remaja, Program Healthy Youth Corner  ABSTRACT Adolescents will face various complex problems related to physical changes, nutritional adequacy, psychosocial development, emotions, and intelligence which ultimately give rise to conflicts within themselves and will affect their health. This community service activity is the "Healthy Youth Corner" program which aims to increase the knowledge and skills of teenagers, parents, and cadres regarding personal health. The method used in this community service activity is to provide training, counseling, and outreach. This activity was carried out for one month and was attended by 42 teenagers, parents, and cadres. Before carrying out service activities, the majority (64%) of respondents had poor knowledge and skills and after participating in this service activity the majority (69%)had good knowledge and skills. The Healthy Youth Corner program can increase teenagers' knowledge and skills regarding themselves. The follow-up plan that can be carried out is with assistance and continuous improvement ofskills for adolescent health. Keywords: Health, Youth Empowerment, Healthy Youth Corner Program

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue