cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemeriksaan Psikologis Remaja Pasca Konflik Antar Daerah di SMP Kristen Rehoboth Latuheru, Grace; Mailoa, Joice; Brand, Jennifer
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17534

Abstract

ABSTRAK Konflik antar suka/daerah memiliki dampak yang signifikan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Khususnya dalam setting pendidikan berdampak terhadap motivasi belajar, peningkatan perilaku agresifitas dan muncul permasalahan psikologis lainnya. Salah satu upaya untuk mencegah dan menindaklanjuti dampak dari konfik tersebut dengan mengidentifikasi permasalahan melalui pemeriksaan psikologis. Disadari ini merupakan proses yang berkelanjutan sehingga pengabdian masyarakat yang dilakukan dapat membantu proses pemulihan dampak konflik dan meningkatkan keberdayaan dalam menjalani proses pendidikan yang ada. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan sebagai Upaya untuk mengidentifikasi trauma yang dialami oleh korban pasca konflik antar daerah. Asesment dilakukan melalui Tes Psikologi Kepribadian, dan Intelegensi. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapati 16 siswa yang terdiagnosa mengalami gangguan PTSD (Post traumatic stress disorder). Berdasarkan hasil pemeriksaan didapati bahwa muncul agresivitas yang tinggi akibat konflik antar daerah, sehingga perlu dilakukan pemulihan trauma pada para korban Kata Kunci: Pemeriksaan Psikologis, Remaja, Konflik Antar Daerah  ABSTRACT Inter-regional conflict has a significant impact on every aspect of people's lives. Especially in educational settings, it has an impact on learning motivation, increased aggressive behavior, and other psychological problems. One effort to prevent and follow up on the impact of the conflict is to identify issues through psychological examinations. It is realized that this is an ongoing process, so community service can help recover from the impact of the conflict and increase empowerment while undergoing the existing educational process. This Community Service is carried out as an effort to identify the trauma experienced by victims after the inter-regional conflict. Assessment is carried out through Personality Psychology Tests, and Intelligence. Based on the results of the examination, 16 students were diagnosed with PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Based on the results of the examination, it was found that high aggressiveness emerged due to the inter-regional conflict, so trauma recovery is needed for the victims Keywords: Psychological Examination, Adolescents, Inter-regional Conflict
Penguatan Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Tangerang Habibi, Alpan; Umara, Annisaa Fitrah; Irawati, Popy; Sya'bana, Nurcholis Ali
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20716

Abstract

ABSTRAK Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan akan bencana alam, baik bencana gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi. Kondisi darurat di tengah kebencanaan begitu beragam, diantaranya peningkatan risiko kematian seperti hipotermia, dehidrasi dan cardiac arrest. Dalam situasi kebencanaan, risiko henti jantung mendadak bisa meningkat secara signifikan karena berbagai faktor seperti stres, trauma fisik, akses perawatan medis yang terbatas, kondisi lingkungan yang tidak mendukung, dan riwayat penyakit sebelumnya. Dalam situasi tersebut, relawan kebencanaan memainkan peran penting sebagai garda terdepan untuk memberikan pertolongan pertama, termasuk Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada korban yang membutuhkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para relawan kebencanaan di wilayah yang rentan bencana. Diharapkan melalui program ini, pengetahuan dan keterampilan pengurus serta relawan dalam melakukan BHD dapat meningkat, sehingga berdampak positif terhadap upaya penyelamatan korban di lapangan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Kegiatan ini dilakukan terhadap Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Tangerang, bertempat di Perguruan Muhammadiyah Cipondoh pada tanggal 25 Januari 2025 dengan jumlah sampel 25 responden. Dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan diketahui sebagian besar relawan berjenis kelamin laki-laki 52%, tingkat pendidikan Perguruan Tinggi 72%, Bekerja sebagai Wiraswasta 40%, berpenghasilan < UMK (Rp 5.069.708) 80%, berusia < 35 tahun 48%, pengalaman menjadi relawan 0-5 tahun 60%. Sementara hasil evaluasi tingkat pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) relawan menunjukan bahwa sebelum penyuluhan diperoleh sebesar 50,4 dan setelah penyuluhan 86,0 terdapat peningkatan sebesar 35,6. Hal ini sejalan dengan hasil nilai rata-rata keterampilan relawan setelah diberikan latihan dan diperoleh nilai rerata sebesar 83,5. Diharapkan relawan MDMC Kota Tangerang dapat mempertahankan tingkat pengetahuan dan keterampilan dengan menindaklanjuti dengan mendiseminasi hasil kegiatan kepada relawan lain ditingkat cabang atau ranting. Kata Kunci: BHD, Cardiac Arrest, MDMC    ABSTRACT Indonesia is one of the countries prone to natural disasters, including earthquakes, tsunamis, floods, landslides, and volcanic eruptions. Emergency conditions in the midst of a disaster are very diverse, including increased risk of death such as hypothermia, dehydration, and cardiac arrest. In a disaster situation, the risk of sudden cardiac arrest can increase significantly due to various factors such as stress, physical trauma, limited access to medical care, unfavorable environmental conditions, and previous medical history. In such situations, disaster volunteers are on the front line to provide first aid, including Basic Life Support (BLS) to victims in need. This community service activity aims to provide training to disaster volunteers in disaster-prone areas. It is hoped that through this program, the knowledge and skills of administrators and volunteers in carrying out BLS can increase so that it has a positive impact on efforts to rescue victims in the field. Research Methods: The methods used are lectures, discussions, and demonstrations. This activity was carried out by the Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Volunteers of Tangerang City, located at the Muhammadiyah Cipondoh College on January 25, 2025, with a sample of 25 respondents. It was carried out in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of the activity showed that most of the volunteers were male 52%, had a college education level of 72%, worked as entrepreneurs 40%, had an income <UMK (IDR 5,069,708) 80%, were 35-50 years old 36%, had volunteer experience of 0-5 years 60%. Meanwhile, the results of the evaluation of the level of knowledge of Basic Life Support (BLS) of volunteers showed that before the counseling it was obtained at 50.4 and after the counseling 86.0 there was an increase of 35.6. This is in line with the results of the average value of volunteer skills after being given training and obtained an average value of 83.5. It is expected that MDMC volunteers in Tangerang City can maintain their knowledge and skills by following up by disseminating the results of their activities to other volunteers at the branch or sub-branch level. Keywords: BHD, Cardiac Arrest, MDMC
Sosialisasi Penularan HIV/AIDS Pada Remaja di SMK YPKP Sentani Lestari, Lestari; Hasnia, Hasnia; Utami, Arum Surya; Utami, Endah Purwanti; Widia, Harlinda; Sembiring, Putri Lisma Natalia Br
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18116

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran remaja putra dan putri kelas VII di SMK YPKP Sentani terkait penularan HIV/AIDS. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS, terutama karena kurangnya informasi yang akurat mengenai cara penularan dan pencegahan penyakit ini. Program ini melibatkan penyuluhan yang dilakukan sebanyak empat kali pada remaja putra dan putri kelas VII SMK YPKP dengan menggunakan metode ceramah yang interaktif, serta sesi diskusi yang mendorong partisipasi aktif. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya perilaku sehat dan bertanggung jawab dalam mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Media yang digunakan dalam penyulahan ini adalah leaflet yang berisi informasi dasar mengenai defenisi HIV/AIDS, mekanisme penularan, gejala, serta cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan. Setiap sesi penyuluhan berlangsung selama 30-40 menit, selama penyuluhan peseta antusias dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penyuluhan yang dilakukan secara berulang menggunakan media yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta, seperti leaflet, dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai penularan HIV/AIDS. Edukasi yang berkelanjutan mengenai penularan HIV/AIDS, sangat penting dalam membentuk perilaku sehat di kalangan remaja. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model program edukasi serupa di kelas-kelas lainnya dalam rangka pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja. Kata Kunci: HIV/AIDS, Penyuluhan, Penularan, Pencegahan, Remaja, SMK YPKP Sentani.  ABSTRACT This community service activity aims to increase knowledge, understanding and awareness of class VII young men and women at SMK YPKP Sentani regarding the transmission of HIV/AIDS. Adolescents are a vulnerable group to the spread of HIV/AIDS, especially due to the lack of accurate information regarding how to transmit and prevent this disease. This program involves counseling carried out four times for young men and women in class VII of SMK YPKP Sentani using interactive lecture methods, as well as discussion sessions that encourage active participation. Apart from that, this activity also emphasizes the importance of healthy and responsible behavior in preventing the transmission of HIV/AIDS among teenagers. The media used in this education are leaflets which contain basic information regarding the definition of HIV/AIDS, transmission mechanisms, symptoms, and preventive methods that can be taken. Each counseling session lasts 30-40 minutes, during which the counseling participants are enthusiastic and can answer questions correctly. The conclusion from this service activity is that outreach carried out repeatedly using media that suits the needs and characteristics of participants, such as leaflets, can increase teenagers' understanding of HIV/AIDS transmission. Continuous education regarding reproductive health and sexually transmitted diseases, including HIV/AIDS, is very important in shaping healthy behavior among adolescents. It is hoped that this activity can become a model for similar educational programs in other classes in the context of preventing HIV/AIDS among teenagers. Keywords: HIV/AIDS, Counseling, Transmission, Prevention, Teenagers, SMK YPKP Sentani.
Edukasi dan Praktik Pembuatan Menu Gizi Seimbang untuk Meningkatkan Status Gizi dan Kesehatan Remaja Santri di Kota Depok Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Nasrullah, Nanang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17108

Abstract

ABSTRAK Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia remaja Indonesia sebesar 32%. Masih terdapat remaja yang kurang gizi dan gizi lebih juga obesitas. Kurangnya variasi menu dan minimnya pengetahuan gizi seimbang pada remaja santri, sehingga tidak terampil dalam menyediakan dan memilih makanan sehat menggunakan bahan pangan lokal yang ada dilingkungan sekitar. Pesantren juga belum pernah melaksanakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, sehingga tidak mengetahui status gizi pada santri. Melaksanakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, memberikan edukasi dan praktik gizi seimbang untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan remaja. Terdapat 3 kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Agustus – Oktober tahun 2023 yaitu; Pengukuran berat dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi responden, edukasi gizi seimbang pada remaja, dan praktik menu gizi seimbang berbahan pangan lokal. Kegiatan pengukuran menunjukkan 100% santri berstatus gizi normal menurut indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) per Umur. Adanya peningkatan pengetahuan gizi santri sebelum dan sesudah intervensi edukasi gizi (P value: 0,000). Hasil pengamatan praktik uji coba pembuatan salah satu variasi menu sate lilit tempe menunjukkan bahwa para santri sudah mampu mengolah menu secara mandiri, sehingga dapat mempraktikkan variasi menu lainnya yang terdapat di modul variasi menu gizi seimbang untuk remaja santri. Seluruh santri berstatus gizi normal, adanya peningkatan pengetahuan gizi santri setelah diintervensi, dan seluruh santri berhasil mempraktikkan kembali pembuatan menu sate lilit tempe. Kata Kunci: Bahan Pangan Lokal, Edukasi Gizi Remaja, Praktik Menu Gizi  ABSTRACT Riskesdas data in 2018 showed the prevalence of anemia in Indonesian adolescents was 32%. There are still adolescents who are malnourished and overweight as well as obese. The lack of menu variation and minimal knowledge of balanced nutrition among adolescent students, so they are not skilled in providing and choosing healthy food using local food ingredients available in the surrounding environment. Islamic boarding schools have also never carried out weight and height measurements, so they do not know the nutritional status of students. Conducting weight and height measurements, providing balanced nutrition education and practices to improve the nutritional status and health of adolescents. There are 3 activities carried out, namely; Measuring weight and height to determine the nutritional status of respondents, balanced nutrition education for adolescents, and practicing a balanced nutritional menu made from local foods. Measurement activities showed that 100% of students had normal nutritional status according to Body Mass Index (BMI) per Age. There was an increase in students' nutritional knowledge before and after the nutritional education intervention (P value: 0.000). The results of observations of the trial practice of making one variation of the tempe sate lilit menu showed that the students were able to process the menu independently, so they could practice other menu variations contained in the balanced nutrition menu variation module for adolescent students. All students had normal nutritional status, there was an increase in students' nutritional knowledge after the intervention, and all students successfully practiced making the tempe sate lilit menu again. Keywords: Local Food Ingredients, Nutritional Menu Practices, Teenage Nutrition Education
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukamulya Menuju Desa Tangguh Bencana melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Hendardi, Agi Rivi; Adlina, Salsabila; Hakim, Lystiana Nurhayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18381

Abstract

ABSTRAK Program KOSABANGSA dilaksanakan untuk membentuk Desa Sukamulya menjadi Desa Tangguh Bencana, mengingat tingginya risiko bencana tanah longsor di wilayah tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei partisipatif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan dari 77% menjadi 95%. Selain itu, alat peringatan dini longsor (EWS) dan pengering hasil tani berbasis efek rumah kaca berhasil dipasang dan diuji coba oleh warga. Pelatihan budidaya tanaman kaliandra juga dilakukan sebagai metode perkuatan lereng untuk mencegah longsor. Program ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dan mendukung perekonomian lokal melalui penggunaan teknologi tepat guna. Kata Kunci: Desa Tangguh Bencana, Mitigasi Bencana, Early Warning System (EWS), Pengering Efek Rumah Kaca, Budidaya Kaliandra  ABSTRACT The KOSABANGSA program was conducted to develop Sukamulya Village into a Disaster Resilient Village due to its high landslide risk. The activities included participatory surveys, awareness campaigns, training, and assistance to enhance community capacity in disaster mitigation. The results showed an increase in community understanding of disaster risks from 77% to 95%. Additionally, a landslide Early Warning System (EWS) and a greenhouse-effect solar dryer were successfully installed and tested by the villagers. Training on cultivating Calliandra plants was also provided as a slope reinforcement method to prevent landslides. This program successfully improved community disaster preparedness and supported the local economy through the application of appropriate technology. Keywords: Disaster Resilient Village, Disaster Mitigation, Early Warning System (EWS), Greenhouse Effect Solar Dryer, Calliandra Cultivation
Edukasi Penyakit Gastritis dan Demonstrasi Pemanfaatan Pangan Lokal Pisang Raja Menjadi Sereal di Desa Rejeki Rt 01 & 02 Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Msdikki, Maharani Farah Dhifa Dg; Sidiki, Nurfajrina; Nursana, Nursana; Monggidadi, Hasma; Rasyid, Jum Aulia Moh; Amalia, Tasyah; Majida, Tita; Lengkong, Fiki; Harfita, Filzha Putri; Djaafar, Maqfirah Zalza Billah; Tore, Maikel Marselino
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17380

Abstract

ABSTRAK Desa Rejeki merupakan salah satu wilayah bagian dari Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Masyarakat mayoritas bekerja sebagai petani. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, tidak terdapat adanya apotik. Fasilitas Kesehatan di desa ini hanya puskesdes. Berdasarkan hasil pengkajian gastritis merupakan penyakit terbanyak diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol dan pola makan serta kurangnya pengetahuan terkait penyakit gastritis dan penanganannya. Pisang raja adalah salah satu pangan lokal di desa Rejeki yang memiliki kandungan gizi yaitu karbohidrat, protein dan serat yang bermanfaat untuk mengobati penyakit maag, hal ini menjadi rujuk utama sebagai bentuk alternatif pengobatan penyakit gastritis. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait penyakit maag dan pemanfaatan pangan lokal pisang raja sebagai alternatif pengobatan penyakit maag. Menggunakan metode sosialisai dan diskus, evaluasi untuk menilai pengetahuan masyarakat melalui kuesioner pre-test dan post-test. Materi yang digunakan melalui media power point yang berisikan tentang penyakit gastritis. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan, terdapat perbedaan nilai dari sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan sebanyak 30%. Dari perbandingan hasil tersebut terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai materi yang diberikan. Selain itu dilakukan demonstrasi pembuatan sereal pisang raja. Hasil wawancara masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan untuk memanfaatkan pisang raja sebagai alternatif pengobatan dan mulai memanfaatkan pisang raja. Kesimpulan dari pengabdian ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit maag dan pemanfaatan pangan lokal pisang raja. Kata Kunci: Gastritis, Pisang Raja, Sereal  ABSTRACT Rejeki Village is a part of Palolo District, Sigi Regency. The majority of people work as farmers. Based on the results of observations made, there are no pharmacies. The only health facility in this village is the village health center. Based on the results of the study, gastritis is the most common disease caused by the habit of consuming alcohol and eating patterns as well as a lack of knowledge regarding gastritis and its treatment. Plantain is one of the local foods in Rejeki village which contains nutrients, namely carbohydrates, protein and fiber which are useful for treating stomach ulcers, this is the main reference as an alternative form of treatment for gastritis. To increase knowledge and awareness regarding ulcer disease and the use of local plantain food as an alternative treatment for ulcer disease. Using socialization and discussion methods, evaluation to assess community knowledge through pre-test and post-test questionnaires. The material used is through power point media which contains gastritis. Based on the results of the pre-test and post-test given, there was a difference in scores between before and after the counseling was given as much as 30%. From the comparison of these results, there is an increase in public knowledge and understanding of the material provided. Apart from that, there was a demonstration of making plantain cereal. Results of interviews The community experienced an increase in knowledge about using plantains as an alternative treatment and began to use plantains. The conclusion of this service is that there is an increase in public knowledge about stomach ulcers and the use of local plantain food. Keywords: Gastritis, Plantain, Cereal
Skrining Infeksi Kecacingan pada Balita di Posyandu Griya Anugerah Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia; Dewi, Maharani Putri; Firdausy, Nur Bunga; Aprilia, Lintang; Aini, Qurrotu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20491

Abstract

ABSTRAK Cacingan adalah infeksi parasit yang masih umum di masyarakat namun kurang mendapat perhatian. Kelompok usia paling rentan adalah balita dan anak usia sekolah dasar. Penyakit ini termasuk kategori neglected disease karena sifatnya kronis dan gejalanya tidak langsung terlihat. Dampak jangka panjangnya mencakup kekurangan gizi, gangguan tumbuh kembang, dan penurunan kemampuan kognitif. Cacingan juga dapat menyebabkan anemia, kelelahan, serta penurunan prestasi belajar. Penyakit ini masih banyak ditemukan di Indonesia, khususnya jenis Soil Transmitted Helminths (STH) seperti cacing gelang, cambuk, kremi, dan pita. Infeksi ini dapat menurunkan kondisi gizi, kecerdasan, dan produktivitas, sehingga merugikan secara ekonomi dan sosial. Cacingan berdampak pada penurunan hemoglobin dan metabolisme otak, mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh serta gangguan fisik dan mental anak. Pencegahan dapat dilakukan melalui peran ibu dalam menjaga kebersihan serta pemberian obat cacing albendazol sebagai bagian dari program nasional sesuai PMK No. 15 Tahun 2017. Upaya promotif dan deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang infeksi ini terhadap kualitas sumber daya manusia. Sasaran pengmas adalah 50 balita di posyandu Griya Anugerah. Metodenya dengan melakukan penyuluhan tentang kecacingan, pencegahan, dan cara mengatasi infeksi kecacingan pada balita, melakukan penyuluhan tentang infeksi kecacingan dan risikonya, memotong kuku balita secara bergantian, melakukan deteksi dini infeksi cacing menggunakan kuku, dan melakukan pencatatan hasil. Skrining infeksi kecacingan pada balita yang dilaksanakan di Posyandu Perum Griya Anugerah menunjukkan antusiasme tinggi dari para ibu, dengan banyak pertanyaan seputar penyebab dan pencegahan kecacingan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya telur dan larva cacing tambang pada kuku balita, yang berisiko tertelan akibat kebiasaan bermain tanah dan kurangnya kebersihan tangan. Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan mencuci tangan, memotong kuku secara rutin, memakai alas kaki, serta pemberian obat cacing secara berkala. Kata Kunci: Infeksi Kecacingan, Skrining, Parasitologi, Analis Kesehatan  ABSTRACT Worms are a parasitic infection that is still common in society but has received little attention. The most vulnerable age groups are toddlers and elementary school children. This disease is categorized as a neglected disease because it is chronic and the symptoms are not immediately visible. The long-term impacts include malnutrition, impaired growth and development, and decreased cognitive abilities. Worms can also cause anemia, fatigue, and decreased learning achievement. This disease is still widely found in Indonesia, especially the Soil Transmitted Helminths (STH) type such as roundworms, whipworms, pinworms, and tapeworms. This infection can reduce nutritional conditions, intelligence, and productivity, thus causing economic and social losses. Worms have an impact on decreasing hemoglobin and brain metabolism, resulting in decreased immunity and physical and mental disorders in children. Prevention can be done through the role of mothers in maintaining cleanliness and providing albendazole worm medicine as part of the national program according to PMK No. 15 of 2017. Promotional efforts and early detection are needed to prevent the long-term impacts of this infection on the quality of human resources. The target of the community service is 50 toddlers at the Griya Anugerah integrated health post. The method is by providing counseling on worms, prevention, and how to overcome worm infections in toddlers, providing counseling on worm infections and their risks, cutting toddlers' nails alternately, conducting early detection of worm infections using nails, and recording the results. Screening for worm infections in toddlers carried out at Posyandu Perum Griya Anugerah showed high enthusiasm from mothers, with many questions about the causes and prevention of worms. The results of the examination showed the presence of hookworm eggs and larvae on toddlers' nails, which are at risk of being swallowed due to the habit of playing in the soil and lack of hand hygiene. Prevention can be done through the habit of washing hands, cutting nails regularly, wearing footwear, and giving worm medicine periodically. Keywords: Worm Infection, Screening, Parasitology, Health Analyst.
Implementasi Panduan Tatalaksana Malaria pada Kader dan Keluarga Faidiban, Ruth Harriet; Nuryanti, Yayuk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18017

Abstract

ABSTRAK Program Nasional Indonesia bebas malaria tahun 2030 telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, sehingga strategi yang dilaksanakan dengan penguatan komitmen pemangku kepentingan untuk mempertahankan daerah bebas malaria, penguatan sistem surveilens, penguatan jejaring, tatalaksana untuk menjamin kemampuan diagnosa secara dini dan mengobati secara tepat, penguatan kemandirian masyarakat dalam mencegah munculnya kasus baru malaria. Poltekkes Kemenkes Sorong Prodi Manokwari merupakan masyarakat intelektual yang terlibat secara langsung dengan masyarakat khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan memberi solusi terhadap berbagai masalah kesehatan, melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Permasalahan yang ditemukan pada saat pelaksanaan praktek lapangan terpadu pada bulan Maret tahun 2023 adalah penyakit malaria menempati urutan pertama. Fasilitas terdekat yang dapat diakses masyarakat adalah Puskesmas Pembantu. Namun masyarakat jarang berobat ke pustu berhubung terbatasnya obat dan fasilitas layanan. Implementasi tatalaksana malaria yang akan dilakukan sebagai pengabdian pada masyarakat, bagi kader dan ibu-ibu di posyandu Kampung Wasegi Indah diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga masyarakat semakin sadar dalam memelihara kesehatan diri sendiri, dan keluarganya, dan fungsi kader sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dapat membantu masyarakatnya. Tatalaksana  malaria menggunakan buku panduan pada kader dan keluarga yang dilaksanakan didapatkan ada peningkatan pengetahuan dari 75% menjadi  94%, kemudian dilanjutkan dengan pemantauan selama 2 minggu belum ada laporan dari kader dan keluarga yang mengikuti kegiatan adanya anggota keluarga yang mengalami sakit malaria atau gejala malaria. Hal ini menunjukkan adanya kesiapan keluarga dalam memantau kondisi anggota keluarganya dan warga sekitarnya untuk mencegah terjangkitnya malaria pada keluarga dan warga sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Kata Kunci: Tatalaksana Malaria, Kader, Keluarga  ABSTRACT The National Malaria Elimination Program for Indonesia by the year 2030 has been established by the central government. Therefore, the implemented strategies involve strengthening the commitment of stakeholders to maintain malaria-free areas, enhancing surveillance systems, strengthening networks, ensuring early diagnosis and appropriate treatment, and empowering communities to prevent new malaria cases. Poltekkes Kemenkes Sorong Prodi Manokwari, as an intellectual community, directly engages with the public to improve knowledge and provide solutions to various health issues through the Tridharma of Higher Education. The issue encountered during the implementation of integrated field practice in March 2023 is that malaria occupies the first position. The nearest accessible facility for the community is the Sub-district Health Center (Puskesmas Pembantu). However, people rarely seek treatment there due to limited medication and service facilities. The implementation of malaria management, as a service to the community, for cadres and mothers at the Posyandu Kampung Wasegi Indah, is expected to be carried out effectively. This way, the community will become more aware of maintaining their own health and that of their families, and the role of cadres as an extension of healthcare workers can assist the community. The implementation of malaria management using the guidelines provided to community health workers and families has resulted in an increase in knowledge from 75% to 94%. Furthermore, monitoring has been conducted for 2 weeks, during which no reports have been received from the community health workers and families regarding any family members experiencing malaria symptoms. This indicates the readiness of families to monitor the health of their members and the surrounding community in order to prevent malaria transmission within the family and the local environment. Keywords: Malaria Management, Cadre, Family
Mengontrol Hipertensi melalui Pemberian Jus Buah Naga dan Pendidikan Kesehatan pada Lanjut Usia Wijaya, Andri Kusuma; Oktavidiati, Eva; Andari, Fatsiwi Nunik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20114

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi dimana adanya peningkatan tekanan darah kategori tinggi dengan rentan 140 mmHg atau lebih untuk tekanan sistolik dan  untuk tekanan darah diastolic berada pada rentan 90 mmHg atau lebih. Masalah kesehatan hipertensi ini menyerang semua unsur masyarakat yang berada di dunia, terjadi peningkatan penderita hipertensi dari tahun ketahunya dalam hal ini termasuk masyarakat dengan kategori lanjut usia. Lansia atau lanjut usia merupakan keadaan dimana tahapan dari sebuah proses perjalanan hidup manusia yang dengan perubahan penurunan fungsi  tubuh dari seorang lanjut usia terkhusus dalam menghadapi perubahan  stress didalam tubuh lanjut usia tersebut sebagai akibat dari lingkungan yang berada disekitar kehidupan lanjut usia. Proses ini dikatakan juga sebagai keadaan menua dimana adanya proses kemunduran berbagai fungsi dan struktur anatomi dari tubuh seorang manusia. Perubahan struktur anatomi dari lanjut usia akan memiliki akibat pada perubahan fungsi organ system peredaran darah lanjut usia dalam hal ini adanya permasalahan kesehatan yang disebut sebagai hipertensi.  Hipertensi dapat dihindari atau dikontrol dengan berbagai kegiatan salah satunya ialah kegiatan pemeriksaan kesehatan terkait pengukuran tekanan darah, dilanjutkan dengan pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan terkait hipertensi, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan intervensi keperawatan atau pemberian terapi non farmakologi seperti mengkonsumsi jus buah naga sehingga dapat mengontrol munculnya kekambuhan hipertensi. Metode kegiatan yang digunakan ialah pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah lanjut usia mampu mengontrol hipertensi melalui pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan pada lanjut usia. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya 15 lanjut usia yang menderita hipertensi serta terjadi perubahan tekanan darah lanjut usia kearah yang lebih baik dimana terjadi perubahan kategori hipertensi dari yang sebelumnya sebagian besar lanjut usia atau 9 orang lanjut usia (60%) berada pada kategori hipertensi tahap 2 dan 6 orang lanjut usia (40%) berada pada kategori hipertensi tahap 1 setelah pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan sebagian besar lanjut usia penderita hipertensi memiliki tekanan darah dengan kategori pre hipertensi sejumlah 6 orang lanjut usia (40%) sementara sisanya berada pada kategori hipertensi tahap 2 sejumlah 5 orang lanjut usia (33,3%) dan kategori hipertensi tahap 1 sejumlah 4 orang lanjut usia (26,7%). Kesimpulan terjadi perubahan tekanan darah kearah yang lebih baik serta selama kegiatan pengabdian ini lanjut usia penderita hipertensi aktif mengikuti kegiatan mulai dari pemeriksaan kesehatan, sosialisasi pemberian jus buah naga dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu  dengan harapan lanjut usia yang menderita hipertensi dapat mengontrol tekanan darahnya. Kata Kunci: Hipertensi, Buah Naga, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Hypertension is a condition where there is an increase in high blood pressure with a range of 140 mmHg or more for systolic pressure and for diastolic blood pressure is in the range of 90 mmHg or more. This hypertension health problem attacks all elements of society in the world, there is an increase in hypertension sufferers from year to year in this case including the elderly category. Elderly or elderly is a condition where the stages of a human life journey with changes in the decline of the body's function of an elderly person, especially in dealing with changes in stress in the elderly's body as a result of the environment around the elderly's life. This process is also said to be a state of aging where there is a process of decline in various functions and anatomical structures of the human body. Changes in the anatomical structure of the elderly will have an impact on changes in the function of the elderly's circulatory system organs in this case there is a health problem called hypertension. Hypertension can be avoided or controlled with various activities, one of which is a health check-up activity related to measuring blood pressure, followed by providing education or health education related to hypertension, followed by carrying out nursing interventions or providing non-pharmacological therapy such as consuming dragon fruit juice so that it can control the emergence of recurrence of hypertension. The activity methods used are health checks, socialization of dragon fruit juice and health education about hypertension. The purpose of this community service activity is that the elderly are able to control hypertension through the provision of dragon fruit juice and health education for the elderly. The results of this activity showed that there were 15 elderly people suffering from hypertension and there was a change in the elderly's blood pressure towards the better where there was a change in the hypertension category from the previous most elderly or 9 elderly (60%) were in the stage 2 hypertension category and 6 elderly (40%) were in the stage 1 hypertension category after the provision of dragon fruit juice and health education most elderly people with hypertension had blood pressure with the pre-hypertension category of 6 elderly (40%) while the rest were in the stage 2 hypertension category of 5 elderly (33.3%) and the stage 1 hypertension category of 4 elderly (26.7%). The conclusion was that there was a change in blood pressure towards the better and during this community service activity elderly people with hypertension actively participated in activities starting from health checks, socialization of the provision of dragon fruit juice and health education about hypertension at the Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu Social Home. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the UPTD of the Pagar Dewa Bengkulu Tresna Werdha Social Home with the hope that elderly people suffering from hypertension can control their blood pressure. Keywords: Hypertension, Dragon Fruit, Health Education
Upaya Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri tentang Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia dengan Konsumsi Tablet FE Sanjaya, Riona; Andri Kariny, Elsy Juni; Sulistiawati, Ari; Ningrum, Cahya; Safitri, Dea Ayu; Indriyani, Diyana; Riyanti, Emi; Ermanitasari, Ermanitasari; Asih, Langgeng Sri; Kristianti, Yeti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20379

Abstract

ABSTRAK  Anemia merupakan kondisi ketika konsentrasi hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai normal. Tingginya prevalensi anemia pada perempuan, khususnya remaja putri memiliki dampak kesehatan yang serius. Remaja putri sangat berisiko mengalami anemia karena remaja putri mengalami proses fisiologis menstruasi yang mengeluarkan darah secara rutin, sehingga menurunkan konsentrasi hemoglobin dalam tubuh. Selain itu, faktor penyebab anemia yang lain pada remaja putri adalah penyakit infeksi dan pola makan yang tidak baik yang mempengaruhi asupan zat gizi mikro yang diperlukan untuk mencegah anemia. Isi piringku merupakan panduan konsumsi makanan sehari-hari yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI. Slogan ‘Isi piringku’ merupakan pengganti slogan ‘4 Sehat 5 Sempurna’ sebagai pedoman satu kali makan untuk memenuhi gizi seimbang. Penerapan gizi seimbang dengan mengatur frekuensi dan jenis makanan serta menghindari makanan junkfood yang mengandung sedikit zat gizi, merupakan salah satu faktor penting dalam pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja. Edukasi gizi adalah metode dan upaya dalam peningkatan pengetahuan gizi untuk memperbaiki perilaku makan sehingga dapat mencapai status gizi yang optimal. Edukasi gizi “Isi Piringku” merupakan pendekatan edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap gizi dan perilaku dalam mengonsumsi makanan seharihari dalam pilar gizi seimbang Kata Kunci: Anemia, Gizi Seimbang, Remaja  ABSTRACT Anemia is a condition when the hemoglobin (Hb) concentration is lower than normal values . The high prevalence of anemia in women, especially adolescent girls, has serious health impacts. Adolescent girls are at particular risk of experiencing anemia because they experience the physiological process of menstruation which produces blood regularly, thus reducing the hemoglobin concentration in the body. Apart from that, other factors that cause anemia in adolescent girls are infectious diseases and poor diet which affect the intake of micronutrients needed to prevent anemia. The contents of my plate is a daily food consumption guide created by the Indonesian Ministry of Health. The slogan 'Fill my plate' is a replacement for the slogan '4 Healthy 5 Perfect' as a guideline for one meal to fulfill balanced nutrition. Implementing balanced nutrition by regulating the frequency and type of food and avoiding junk food that contains few nutrients is an important factor in preventing and controlling anemia in adolescents. Nutrition education is a method and effort to increase nutritional knowledge to improve eating behavior so that optimal nutritional status can be achieved. Nutrition education "Fill My Plate" is an educational approach that can increase teenagers' knowledge and attitudes towards nutrition and behavior in consuming daily food within the pillars of balanced nutrition. Keywords: Anemia, Balanced Nutrition, Adolescents

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue