cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Terkait Sexualitas dengan Media Edukasi Berbasis Digitalisasi Era 4.0 di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang Hartati, Suryani; Winarti, Retno; Wahyuni, Ening
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19459

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan kondisi  fisik, mental dan sosial dalam keadaan sehat, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan  fungsi dan  proses kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah/madrasah sangat penting mengingat belum tersosialisasikannya secara menyeluruh cara perawatan kebersihan organ reproduksi, perilaku seksual pranikah, kehamilan anak yang berisiko dan masalah reproduksi pada peserta didik saat ini dan setelah dewasa. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat  untuk melakukan edukasi tentang kebersihan organ reproduksi untuk mencegah timbulnya masalah sexualitas. Metodeadalah penyuluhan kesehatan menggunakan media edukasi berbasis digitalis. pelaksanaan kegiatan  diawali dengan melakukan pengambilan data di sekolah yang ada diwilayah tanggerang kemudian melakukan survey, pemberian pre test dan post test melalui kuesioner tentang pengetahuan organ kesehatan reproduksi dan seksualitas setelah itu pemberian edukasi kesehatan   guna menurunkan angka kejadian masalah  seksualitas. Kegiatan dilaksanakan tanggal 13 Desember  2024   dihadiri oleh  60 siswa di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang. Usia  rata rata 12-15 tahun (85.7%). Tingkat pengetahuan siswa/i meningkat setelah diberikan penyuluhan dan diskusi tanya jawab menjadi 75 %, hal ini menunjukkan siswa/i akan melakukan kegiatan positif menjaga kebersihan organ reproduksinya. Siswa/i  yang mengikuti pendidikan kesehatan di  Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang  sebagian besar usia 12-15 tahun, sehingga berpotensi mengalami masalah kebersihan organ reproduksi karena sudah adanya tanda tanda seksualitas sekunder  yang timbul. Edukasi yang diberikan sangat tepat untuk menambah  pengetahuan sehingga terhindar terjadinya masalah kesehatan pada organ reproduksi.  Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Kesehatan Reproduksi, Sexualitas   ABSTRACT Reproductive health is a physical,and social condition that is healthy, not just free from disease or disability in all aspects related to reproductive health functions and processes. Reproductive health education in schools/madrasahs is very important considering that there has not been comprehensive socialization about how to care for reproductive organ hygiene, premarital sexual behavior, risky child pregnancies and reproductive problems among students now and as adults. The aim of community service activities is to provide education about the cleanliness of reproductive organs to prevent the emergence of sexual problems. The method used is health education using digitalis-based educational media. The implementation of the activity begins with collecting data at schools in the Tanggerang area, then conducting a survey, giving pre-tests and post-tests through questionnaires regarding knowledge of reproductive health organs and sexuality, and after that providing health education to reduce the incidence of sexual problems. The activity was held on December 13, 2024, attended by 60 students at Alam Mekar Bhakti School, Tangerang. Average age 12-15 years (85.7%). The level of students' knowledge increased after being given counseling and question and answer discussions to 77%, this shows that students will carry out positive activities to maintain the cleanliness of their reproductive organs. students who take health education at the Alam Mekar Bhakti School, Tangerang, are aged 12-15 years, so there is the potential to experience problems with the cleanliness of the reproductive organs because signs of secondary sexuality have appeared. The education provided is very appropriate to increase knowledge so as to avoid health problems in the reproductive organs. Keywords: School Age Children, Reproductive Health, Sexuality
Edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan Nyeri Pada Pasien Penyakit Dalam di Ruangan Kalimaya Bawah RSU Dr.Slamet Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.20051

Abstract

ABSTRAK Edukasi merupakan hal yang secara konsisten difasilitasi rumah sakit khususnya pada area yang memiliki resiko tinggi bagi pasien. Hal ini dilakukan rumah sakit agar fungsi kesehatan kembali menjadi optimal. Edukasi dimulai ketika pasien memasuki fasilitas layanan kesehatan dan berlanjut sepanjang masa perawatan, hingga setelah pasien dipulangkan.  Edukasi yang dilakukan di rumah sakit disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya mengenai teknik pengurangan kecemasan dapat membantu orang yang mengalami nyeri, mengurangi tingkat keparahan dan intensitas nyeri mereka. Untuk memberikan edukasi pada keluarga pasien mengenai intervensi non farmakologis, yang dapat diberikan kepada pasien di ruang Kalimaya Bawah RSU dr. Slamet Garut.  Pada edukasi ini metode yang dilakukan dengan ceramah dan demonstrasi interaktif  dan dihadiri oleh 10 orang peserta yang merupakan keluarga pasien.Peserta mampu menyebutkan, menjelaskan, dan mendemonstrasikan  teknik penanganan kecemasan dan  nyeri dengan relaksasi nafas dalam serta dapat menjawab pertanyaan dari pemateri. Setelah dilakukan edukasi ini ada peningkatan dari hasil pre dan pos-test, yang tadinya 60 % menjadi 80%. Peserta memahami edukasi tentang Penanganan Kecemasan dan nyeri pada pasien di Ruang Kalimaya Bawah. Kata Kunci: Edukasi, Kecemasan, Nyeri, Pasien.  ABSTRACT Education is something that is consistently facilitated by hospitals, especially in areas that have a high risk for patients. This is done by the hospital to restore health functions to optimal levels. Education begins when patients enter the healthcare facility and continues throughout the care period, until after the patients are discharged. Education provided in the hospital is tailored to needs, one of which is anxiety reduction techniques that can help people experiencing pain, reducing the severity and intensity of their pain. To provide education to the patient's family regarding non-pharmacological interventions that can be given to patients in the Kalimaya Bawah room at RSU dr. Slamet Garut. In this education, the method used was a lecture and interactive demonstration, attended by 10 participants who are the patients' families. Participants were able to mention, explain, and demonstrate techniques for managing anxiety and pain through deep breathing relaxation, and were able to answer questions from the presenter. After this education, there was an improvement in the pre-test and post-test results, which increased from 60% to 80%. Participants understood the education about Managing Anxiety and Pain in patients in the Lower Kalimaya Room. Keywords: Education, Anxiety, Pain, Patients.
Edukasi “Gen Z-Penting” (Generasi Z-Pencegah Stunting) dengan Media Booklet Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Remaja Putri AS, Emilda; Magfirah, Magfirah; Fazdria, Fazdria; Lina, Lina; Dewi, Silfia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.17901

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, sehingga melalui Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPM) pemerintah menargetkan pada tahun 2025 akan mengurangi 40% jumlah balita pendek. Upaya dalam pencegahan stunting adalah perubahan perilaku masyarakat melalui program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang semuanya berupaya untuk melakukan intervensi dalam perubahan perilaku positif terkait dengan pengetahuan ibu tentang asupan gizi selama hamil, melahirkan dan anak sebelum usia 2 tahun. Sosialisasi tentang pentingnya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih ringan dan menarik serta tidak membosankan terutama dikalangan remaja. Remaja putri yang nantinya sebagai calon ibu sebagai target indikator utama kelompok sasaran percepatan penurunan stunting. Pemberian edukasi atau pendidikan kesehatan dengan menggunakan booklet sangat efektif digunakan sebagai media informasi tentang upaya pencegahan stunting pada remaja. Meningkatkan pengetahuan pada remaja tentang upaya pencegahan stunting melalui media booklet. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah intervensi edukasi stunting melalui media booklet. Adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah remaja putri diberikan edukasi dengan kategori baik yaitu 66,7% menjadi 86,7%. Pemberian edukasi pada remaja dalam upaya pencegahan dini stunting dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan stunting. Remaja putri sebagai calon ibu di masa depan diharapkan memiliki pengetahuan tentang stunting dan upaya pencegahannya. Kata Kunci: Booklet, Education, Stunting  ABSTRACT Efforts to monitor the growth and development of early childhood are primarily the task of the family and community and are assisted by posyandu cadres through posyandu activities. The Posyandu program is carried out in each village by cadres who have been given knowledge and training by health workers to disseminate knowledge about health, especially child growth and development among parents. Generally, posyandu activities include weighing toddlers and providing nutrition, so that the main target of posyandu is more focused on the physical growth stage. Therefore, it is necessary to provide knowledge to the public about early detection of child development, so that preventive measures can be taken to overcome developmental disorders in toddlers. This service activity is to increase the community's knowledge and abilities regarding stimulating the development of children aged 12-18 months as an effort to detect early child growth and development. Service activities are carried out using counseling and training methods followed by roleplay with the target community in Sungai Pauh Village, West Langsa District, Langsa City in August 2023 with a target number of 40 people. there was a difference in knowledge scores between before and after the community was given counseling in the good category, namely 47.5% to 90% and the skills of the participants before and after the community were given training, the majority had good skills at 87.5%. Through this activity, people experience increased knowledge and skills, and it is important for mothers to monitor children's growth and development through stimulation that is appropriate to the child's age development stages. Keywords: Monitoring, Development, Baby, Society
Optimalisasi Keterampilan Kader dalam Penanganan Gejala Awal Stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Mekar Baru Tanjungpinang Pusparianda, Dewi; Deliana, Muthia; Putri, Rima Novia; Silalahi, Santa N.Y
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18867

Abstract

ABSTRAK Data dari Kementrian Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau stroke mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Puskesmas Mekar Baru menyumbangkan angka untuk kejadian PTM di Kota Tanjungpinang. Selain itu, Puskesmas Mekar Baru pelayanan dan fasilitas yang memadai dalam upaya untuk penguatan dan percepatan pengendalian dan penceganan penyakit ini sehingga menurunkan angka kejadian penyakit stroke, pengendalian stroke dan diabetes. Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit stroke deteksi dinidengan menggunakan metode SEGERA KE RS dan pelatihan tentang penanganan stroke sebelum ke RS. Metode pada pengabdian ini berupa edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang deteksi dini stroke menggunakan metode SEGERA KE RS dan pelatihan tentang penanganan stroke sebelum ke Rs kepada 19 orang kader. Hasil Pengabmas ini di dapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dari rata-rata 55,26 menjadi 84,21 dan keterampilan menjadi 100% dapat melakukan pemeriksaan deteksi dini stroke dengan Menggunakan Metode segera Ke RS. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kader Posyandu dalam Melakukan Deteksi Dini Stroke Menggunakan Metode Segera Ke RS sehingga dapat diaplikasikan pada saat posyandu lansia dan Masyarakat sekitar. Kata Kunci: Optimalisasi, Stroke, Segera Ke RS  ABSTRACT Data from the Ministry of Health of the Riau Islands Province has increased quite highly. The Mekar Baru Health Center donated figures for the incidence of NCDs in Tanjungpinang City. In addition, the Mekar Baru Health Center provides adequate services and facilities in an effort to strengthen and accelerate the control and prevention of this disease so as to reduce the incidence of stroke, stroke control and diabetes. The purpose of community service activities is to increase knowledge by providing information to the public about early detection of stroke diseases using the IMMEDIATELY TO HOSPITAL method and training on handling stroke before going to the hospital. The method in this service is in the form of education and training to improve the knowledge and skills of cadres about early detection of stroke using the IMMEDIATELY TO HOSPITAL method and training on handling stroke before going to the hospital to 19 cadres. This study indicates that there was a significant improvement in the knowledge and skills of Posyandu cadres in performing early stroke detection using the "SEGERA KE RS" method. This method can be applied during elderly health post activities (Posyandu Lansia) and to the surrounding community. Keywords: Optimization, Stroke, Immediate To Hospital
Pemeriksaan Kolesterol dan Edukasi Pencegahan Hiperkolesterolemia Pada Jemaat GBKP Pujidadi Binjai Br Tarigan, Rica Vera; Situmorang, Paska Ramawati; Bangun, Seri Rayani; Sihombing, Ruth Agree Kartini; Ginting, Nasipta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20862

Abstract

ABSTRAK Kolesterol diproduksi di hati dan berperan penting dalam dalam proses metabolisme, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan jika kadar kolesterol terlalu tinggi. Kadar kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) dapat menyebabkan plak aterosklerosis pada pembuluh darah,sehingga terjadi kekakuan dan penyempitan pembuluh darah. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kolesterol dan edukasi pencegahan hiperkolesteromia untuk mencegah dan mengendalikan kadar kolesterol. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah melakukan pemeriksaan kolesterol dan memberikan edukasi kepada jemaat PJJ Akwila GBKP Pujidadi dalam pencegahan terjadinya hiperkolesterolemia. Adapun pelaksanaan kegiatan PkM ini ditujukan pada jemaat PJJ Akwila GBKP Pujidadi-Binjai yang berusia di atas 35 tahun sebanyak 30 responden. Tahap pertama yang dilakukan adalah meminta izin lalu melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dan selanjutnya melakukan edukasi pencegahan hiperkolesterolemia dengan membagikan booklet sebagai media PkM. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol diperoleh 50% responden dengan kadar kolesterol tinggi, 27% responden dengan kadar pada ambang batas dan 23% responden dengan kadar kolesterol normal. Dari data tersebut sangat penting dilakukan edukasi pencegahan hiperkolesterolemia agar kadar kolesterol dapat dikendalikan. Setelah dilakukan pemeriksaan kolesterol dan edukasi pada responden, responden mulai mengatur pola makan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik. Hal ini karena diketahui pola hidup yang tidak sehat, seperti mengkonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kurang melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan resiko terjadinya hiperkolesterolemia. Kondisi hiperkolesterolemia yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan penyakit jantung, hipertensi dan stroke. Kata Kunci: Kolesterol, Hiperkolesterolemia, Kardiovaskular, Aterosklerosis  ABSTRACT Cholesterol is produced in the liver and plays an important role in metabolic processes, but it can also have a negative impact on health if cholesterol levels are too high. High cholesterol levels (hypercholesterolemia) can cause atherosclerotic plaque in the blood vessels, resulting in stiffness and narrowing of the blood vessels. Therefore, it is necessary to carry out cholesterol checks and provide education on the prevention of hypercholesteromy to prevent and control cholesterol levels. The purpose of this PKM activity was to conduct cholesterol checks and provide education to the PJJ Akwila GBKP Pujidadi congregation in preventing hypercholesterolemia. The implementation of this PKM activity was aimed at the PJJ Akwila GBKP Pujidadi-Binjai congregation aged over 35 years, totaling 30 respondents. The first step was to ask for permission, then check cholesterol levels and then provide education on the prevention of hypercholesterolemia by distributing booklets as PkM media. The results of checking cholesterol levels were obtained by 50% of respondents with high cholesterol levels, 27% of respondents with borderline levels and 23% of respondents with normal cholesterol levels. From this data, it was very important to provide education on the prevention of hypercholesterolemia so that cholesterol levels can be controlled. After conducting cholesterol checks and education on respondents, respondents began to regulate healthy eating patterns and engage in physical activity. This happened because of unhealthy lifestyles, such as consuming foods high in saturated fat and lack of physical activity, thus increasing the risk of hypercholesterolemia. Hypercholesterolemia conditions that occur continuously can cause heart disease, hypertension and stroke. Keywords: Cholesterol , Hypercholesterolemia, Cardiovascular, atherosclerosis
Implementasi Media Flashcard dan Flashcard-Virtual Bertema Patofisiologi Manusia Nurbaiti, Nurbaiti; Nida, Khairun; Prawestri, Retno; Indriati, Rosita; Rizqi, Muhammad; Rahayu, Kun Mardiwati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.17955

Abstract

ABSTRAK Patofisiologi manusia merupakan mata pelajaran mendasar dalam pendidikan vokasi kesehatan yang memberi bekal pada mahasiswa dengan pengetahuan penting tentang mekanisme penyakit dan gangguan kesehatan. Namun, waktu yang untuk mempelajari materi yang kompleks terbatas, sehingga menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk memahami konsep-konsep utama secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media flashcard dan flash virtual dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada materi patofisiologi manusia, khususnya mengenai penyakit yang disebabkan oleh paparan radiasi. Kegiatan intervensi pembelajaran dilakukan di kelas, dan mahasiswa mempelajari proses patofisiologis akibat paparan radiasi menggunakan flashcard fisik dan media flash virtual. Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan bermakna dalam pemahaman mahasiswa terhadap materi setelah menggunakan alat pembelajaran berbasis flashcard. Sifat interaktif dan repetitif dari media tampaknya berkontribusi positif terhadap performa belajar mereka. Flashcard dan media flash virtual merupakan alat bantu yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam mempelajari patofisiologi manusia, terutama dalam mengatasi keterbatasan waktu pengajaran. Metode ini dapat diintegrasikan dalam pendidikan vokasi kesehatan guna mendukung pengalaman belajar yang lebih menarik.  Kata Kunci: Flashcard, Flash Virtual, Pembelajaran, Patofisiologi  ABSTRACT Human pathophysiology is a fundamental subject in health vocational education, equipping students with essential knowledge about disease mechanisms and health disorders. However, the time allocated for studying this complex material is often limited, posing a challenge for students to grasp and retain key concepts effectively. This study aimed to evaluate the effectiveness of using flashcards and virtual flash media in enhancing students' learning outcomes in human pathophysiology, specifically focusing on diseases caused by radiation exposure. A classroom-based intervention was conducted in which students utilized both physical flashcards and virtual flash media to study radiation-induced pathophysiological conditions. Pre- and post-learning assessments were administered to measure changes in students’ knowledge levels. The results revealed a significant improvement in students’ understanding and retention of the material after using the flashcard-based learning tools. The interactive and repetitive nature of the media contributed positively to their learning performance. Flashcards and virtual flash media are effective tools for improving student comprehension in human pathophysiology, particularly within limited instructional time. These methods can be integrated into health vocational education to support more engaging learning experiences. Keywords: Flashcard, Flash Virtual, Learning, Pathophysiology 
Efektifitas Edukasi Perawatan Luka terhadap Pengetahuan Ibu Post Partum di Rumah Sakit Umum Garut Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20634

Abstract

ABSTRAK Perawatan luka yang tidak benar dapat menyebabkan terjadinya  infeksi pada ibu post partum. Infeksi akibat perawatan yang buruk dapat  menyebabkan komplikasi. Pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab perawatan luka post partum yang kurang baik, edukasi perawatan luka berkontribusi untuk mencegah komplikasi pada ibu post partum. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui efektifitas edukasi perawatan luka terhadap pengetahuan ibu post partum. Metode yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat ini berupa pendidikan kesehatan yang dimulai dengan pre-test dilanjutkan pemberian materi dengan metode ceramah dan tanya jawab, disesi akhir dilakukan post-test. Peserta dalam pengabdian masyarakat ini adalah ibu post partum dan keluarganya berjumlah 30 orang. Setelah dilakukan edukasi kesehatan didapatkan hasil terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan perawatan luka pada ibu post partum. Hasil uji beda Wilcoxon pada skor pre-test dan post-test menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan pendidkan kesehatan terhadap pengetahuan dan praktik perawatan luka ibu post partum (p value < 0.05). Ibu post partum keluarganya diharapkan mau dan  mampu melakukan perawatan luka pada ibu post partum secara mandiri. Kata Kunci: Edukasi, Perawatan Luka, Ibu Post Partum  ABSTRACT Improper wound care can cause infection in postpartum mothers. Infection due to poor care can cause complications. Knowledge is one of the factors causing poor postpartum wound care; wound care education is one of the factors that contributes to preventing complications in postpartum mothers. The purpose of this community service is to determine the effectiveness of wound care education in postpartum mothers' knowledge. The method used in this community service is health education, which begins with a pre-test followed by providing material using lecture and question-and-answer methods. A post-test is conducted in the final session. Participants in this community service were postpartum mothers and their families, totaling 30 people. After health education, the results showed an increase in the average knowledge of wound care in postpartum mothers. The results of the Wilcoxon difference test on the pre-test and post-test scores showed a significant effect of health education on the knowledge and practice of wound care in postpartum mothers (p value <0.05). Postpartum mothers and their families are expected to be willing and able to carry out wound care in postpartum mothers independently. Keywords: Education, Wound Care, Postpartum Mothers
Edukasi Posisi Ergonomis dan Latihan Peregangan di Tempat Kerja di Rumah Produksi Baso Aci Acay RW 18 Kelurahan Sukamenteri Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Lukman, Mamat; Susanti, Raini Diah; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20202

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan program nasional yang dibentuk untuk melindungi pekerja maupun pengusaha serta perusahaan sebagai usaha untuk memaksimalkan produksi dengan mencegah terjadinyacedera di tempat kerja. Masalah kesehatan kerja berupa nyeri di bagian bahu, tangan, dan pinggang. Hal tersebutdisebabkan oleh posisi tubuh pekerja yang masih tidak sesuai dengan ergonomi tubuh. Meningkatkan pemahaman dalam upaya Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi secara mandiri masalah yang terjadi masalah gangguan ergonomi. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Penyuluhan mengenai peregangan otot yamg Baik dan Benar Saat Bekerja dalam upaya pencegahan resiko kerja, dilaksanakan secara langsung dengan jumlah peserta 14 peserta. Peserta penyuluhan terlihat antusias saat pemberian materi berlangsung. Peserta mengikuti penyuluhan dengan senang hati karena penyuluhan dilaksanakan dengan menyenangkan. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena peserta memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik. Dari hasil Kagiatan, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan belajar didapatkan bahwa kebutuhan belajar pekerja di home industryBaso Aci Acay Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, meliputi kebutuhan belajar perceived needs, unperceived needs, dan misperceived needs. Kata Kunci: Ergonomis, Peregangan, Home Industri  ABSTRACT Occupational Safety and Health (K3) is a national program established to protect workers and employers as well as companies in an effort to maximize production by preventing workplace injuries. Occupational health problems are pain in the shoulders, hands, and waist. This is due to the position of the worker's body that is still not in accordance with the body's ergonomics.  Improve understanding in an effort to find out the problems that can occur and how to independently address the problems that occur with ergonomic disorders problems. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method. Counseling on muscle stretching that is Good and Correct While Working in an effort to prevent work risks, was carried out directly with a total of 14 participants. The counseling participants looked enthusiastic when the material was given. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out in a fun way. The counseling activities were conducive because the participants paid attention to the material presented well.  From the results of the activity, it can be concluded that the learning needs of workers in the home industry Baso Aci Acay, Sukamenteri Village, Garut District, Garut City, Garut Regency, include perceived needs, unperceived needs, and misperceived needs. Keywords: Ergonomic, Stretch, Home Industry
Pendidikan Kesehatan tentang Kiat-Kiat Sebelum dan Sesuah Donor Darah di SMAN I Majalaya Mamuroh, Lilis; Irza, Damad; Bahlail, Rezka; Sukmawati, Sukmawati; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20440

Abstract

ABSTRAK Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dihindari oleh pendonor setelah mendonorkan darahnya. berbagai risiko yang mungkin muncul setelah donor dilakukan. Dimana donor dapat mengakibatkan reaksi hipovolemik  akibat  pengurangan  volume  darah  secara  cepat,  seperti  pusing,  mual, muntah, lemas, hingga pingsan. Pendidikan  kesehatan adalah salah satu upaya   untuk mengenalkan apa itu donor darah dan juga kiat-kiat pola hidup sehat yang dapat dilakukan calon pendonor sebelum mendonorkan darahnya, juga mengenalkan hal-hal yang boleh dan dilarang setelah seseorang mendonorkan darahnya. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan pendonor  tentang kiat-kiat sebelum dan sesudah donor darah. Metoda yang digunakan dalam pengebdian Masyarakat ini  adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi Peserta  20 peserta didik SMAN I Majalaya. Hasil dari pengabdian  ini meninjukan  adanya peniningkatan pengetahuan tentang kiat-kiat sebelum dan sesudah donor darah. Hasil pretest menunjukan baik 6 (30%),  cukup 10 (50%), Kurang 4(20%). Setelah mengikuti Pendidikan Kesehatan   mengalami peningkatan hasil post test  menunjukan baik 18 (90%0, cukup (10%). Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Kiat-Kiat, Donor Darah ABSTRACT There are several things that donors must do and avoid after donating blood. various risks that may arise after donation is carried out. Where donation can cause hypovolemic reactions due to rapid reduction in blood volume, such as dizziness, nausea, vomiting, weakness, or fainting. Health education is one effort to introduce what blood donation is and also healthy lifestyle tips that prospective donors can do before donating their blood, also introducing things that are allowed and prohibited after someone donates their blood. The purpose of Community Service is to increase donor knowledge about tips before and after blood donation. The method used in this Community Service is lectures, questions and answers and discussions Participants 20 students of SMAN I Majalaya.The results of this service indicate an increase in knowledge about tips before and after blood donation. The pretest results showed good 6 (30%), sufficient 10 (50%), Less 4 (20%). Conclusion: after participating in Health Education, there was an increase in the post-test results showing good 18 (90%0, sufficient (10%). Keywords: Health Education, Tips, Blood Donation 
Pelatihan dan Pendampingan Deteksi Dini Hipertensi, Pemberian Slow Deep Breathing dan Pemeriksaan Kesehatan sebagai Upaya Perawatan Jangka Panjang bagi Lansia di Panti Werda Wana Seraya Yusniawati, Yustina Ni putu; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Harditya, I Kadek Buja; Lewar, Emanuel Ileatan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19599

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian serius. Meningkatnya usia lansia di Indonesia sejalan dengan meningkatnya insidensi penyakit degeneratif pada lansia. Salah satu penyakit degeneratif yang mempunyai tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi adalah hipertensi. Di Provinsi Bali khususnya di Denpasar, kasus hipertensi menduduki posisi ke empat dengan jumlah kasus meningkat sebanyak 61,15%, dibandingkan pada tahun 2020 terdapat kasus sebanyak 54.082 jiwa. Terbentuknya lansia yang memiliki pemahaman yang baik tentang hipertensi dan penatalaksanaan hipertensi dengan makan makanan sehat, minum obat teratur dan produktif melakukan tindakan rileksasi dengan slow deep breathing serta memiliki hasil pemeriksaan tensi yang stabil. Penyuluhan kepada lansia dan penjaga lansia di Panti Werda Wana Seraya tentang deteksi dini hipertensi dan penatalaksanaan hipertensi untuk lansia, pelatihan dan pendampingan terkait tindakan untuk mencegah hipertensi dan meningkatkan rileksasi pada lansia dengan slow deep breathing secara singkat, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada lansia untuk deteksi dini kesehatan lansia, dan melakukan evaluasi semua kegiatan PKM yang telah dilaksanakan. Kegiatan perkenalan dari tim PKM kepada pengurus Panti Werdha Wana Seraya dan peserta PKM, kegiatan penjajakan berjalan dengan baik dan lancar dan tim PKM disambut baik oleh Kepala Panti Werdha Wana Seraya. Kegiatan kedua dilanjutkan dengan penyuluhan deteksi dini hipertensi dan mengajarkan slow deep breathing. Pada kegiatan kedua ini, peserta antusias mengikuti kegiatan dengan aktif bertanya. Peserta PKM juga mengikuti kegiatan relaksasi dengan slow deep breathing dengan antusias dan bersemangat. Pada pertemuan ketiga, kegiatan evaluasi penyuluhan deteksi dini hipertensi dan slow deep breathing. Kegiatan penyuluhan deteksi dini kejadian hipertensi perlu ditingkatkan terutama pada lansia perlu dilakukan secara terus menerus.  Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Slow Deep Breathing, Relaksasi  ABSTRACT Hypertension is a health issue that requires serious attention. The increasing elderly population in Indonesia is in line with the rising incidence of degenerative diseases among seniors. One of the degenerative diseases with high morbidity and mortality rates is hypertension. In Bali, specifically in Denpasar, hypertension cases rank fourth, with a 61.15% increase compared to 2020, when there were 54,082 cases. This community service program (PKM) is to foster elderly individuals who have a good understanding of hypertension and its management through healthy eating, regular medication, and productive relaxation practices like slow deep breathing, as well as achieving stable blood pressure readings. Providing education to the elderly and caregivers at the Wana Seraya Nursing Home about early detection of hypertension and its management for seniors, training and support related to hypertension prevention and relaxation techniques using slow deep breathing, conducting health screenings for early detection of health issues among seniors, and evaluating all PKM activities that have been implemented. An introductory session from the PKM team to the management of the Wana Seraya Nursing Home and participants, with a smooth and successful engagement where the team was warmly welcomed by the Head of the Nursing Home. The second activity involved a seminar on early detection of hypertension and teaching slow deep breathing. Participants were enthusiastic and actively asked questions during this session. They also engaged in relaxation activities using slow deep breathing with enthusiasm and eagerness. In the third meeting, the evaluation of the hypertension detection seminar and slow deep breathing was conducted. There is a need to enhance ongoing education about early detection of hypertension, especially among the elderly Keywords: Elderly, Hypertension, Slow Deep Breathing, Relaxation.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue