cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pendidikan Kesehatan Terkait Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Keterampilan Ibu Balita dalam Pencegahan Penanganan dan Pengendalian Diare pada Balita Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23896

Abstract

ABSTRACT Diarrhea in toddlers is the occurrence of loose or watery stools that occur more than three times a day. Diarrhea is generally caused by consuming food or drinks contaminated with viruses, bacteria, or parasites. This requires a collaborative effort from all community members, and the role of residents, especially mothers with toddlers, is crucial in addressing the problem. The objective of this activity is health education related to improving knowledge, attitudes, and skills in preventing, treating, and controlling diarrhea. Health education is provided using lecture and discussion methods, with pre- and post-tests. The target group is mothers with children at risk of diarrhea in RW IV, Cipacing Village. Results: The activity was attended by residents who participated in the health education, including mothers with toddlers and several Posyandu (Integrated Service Post) cadres. There was an increase in knowledge, attitudes, and skills before and after health education on the prevention, treatment, and control of diarrhea, with a score increase of 31.68%. The average pretest score was 3 (53.38%) and the average posttest score was 4-5 (85.06%). In conclusion, after the Health Education, knowledge, attitudes, and skills related to the prevention, treatment, and control of diarrhea increased in 16 respondents. With appropriate knowledge, attitudes, and skills in prevention, treatment, and control, mothers of toddlers and several Posyandu (Integrated Service Post) cadres are expected to contribute significantly to reducing the incidence of diarrhea in toddlers. Keywords: Toddlers, Diarrhea, Mothers of Toddlers, Health Education.  ABSTRAK Diare pada balita adalah keluhan buang air besar encer atau berair yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasite, dimana hal tersebut memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran warga, khususnya ibu yang memiliki anak balita sangatlah penting dalam upaya untuk mengatatasi permasalahannya. Tujuan kegiatan adalah pendidikan kesehatan terkait peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian diare. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah Ibu dengan anak risiko diare di RW IV Desa Cipacing. Hasil. Kegiatan di hadiri warga yang ikut dalam kegiatan pendidikan kesehatan yang merupakan ibu yang memiliki anak balita dan beberapa kader posyandu. Terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan, penanganan dan pengendalian diare dengan peningkatan nilai sebesar 31,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (53,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah    4-5 yaitu (85,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan, sikap dan keterampilan terkait pencegahan, penanganan dan pengendalian diare pada 16 responden meningkat. Dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian yang tepat, ibu balita dan bebera kader posyandu diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka kejadian diare pada anak balita.  Kata Kunci: Balita, Diare, Ibu Balita, Pendidikan Kesehatan.
Penguatan Kapasitas Keluarga melalui Edukasi untuk Mendorong Komunikasi Efektif dan Mengurangi Beban Perawatan Pasien Hemodialisis Irawati, Diana; Slametiningsih, Slametiningsih; Fitria, Dian; Nursanti, Irna; Natashia, Dhea
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23740

Abstract

ABSTRAK Pasien yang menjalani hemodialisis membutuhkan dukungan keluarga yang optimal. Namun, keluarga sering menghadapi beban perawatan dan keterbatasan dalam memahami kondisi pasien serta berkomunikasi secara efektif, sehingga dapat memengaruhi kualitas dukungan yang diberikan. Menguatkan kapasitas keluarga melalui edukasi untuk meningkatkan pemahaman penyakit, keterampilan komunikasi terapeutik, manajemen stres, serta mengurangi beban perawatan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui edukasi terstruktur mengenai penyakit dan perawatan hemodialisis, pelatihan komunikasi efektif, latihan teknik manajemen stres, dan diskusi kelompok. Sebanyak tiga puluh empat keluarga pasien berpartisipasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan serta pengukuran beban perawatan menggunakan instrumen beban keluarga. Terdapat peningkatan pengetahuan keluarga sebesar 20% setelah intervensi. Selain itu, terjadi penurunan beban perawatan yang ditunjukkan oleh penurunan rerata skor dan pergeseran kategori beban menuju tingkat yang lebih ringan. Kesimpulan: Edukasi komprehensif efektif dalam meningkatkan kapasitas keluarga, memperbaiki kualitas komunikasi keluarga–pasien, dan mengurangi beban perawatan. Program ini memiliki dampak positif dan berpotensi menjadi model pendampingan keluarga di unit hemodialisis. Kata Kunci: Edukasi Keluarga, Hemodialisis, Beban Perawatan, Komunikasi Terapeutik, Manajemen Stres, Dukungan Keluarga.  ABSTRACT Patients undergoing hemodialysis require strong family support, yet family caregivers often experience a heavy caregiving burden and limitations in understanding the patient’s condition and communicating effectively. To strengthen family capacity through education aimed at improving disease understanding, therapeutic communication skills, stress management, and reducing caregiving burden. Methods: This community engagement program consisted of structured educational sessions on hemodialysis care, effective communication training, stress-management exercises, and group discussions. Thirty-four family caregivers participated. Evaluation included pre- and post-test knowledge assessments and caregiving burden measurements using a standardized family burden instrument. Results: Family knowledge increased by 20% following the intervention. A reduction in caregiving burden was observed, reflected by decreased mean burden scores and a shift toward lighter burden categories. Conclusion: Comprehensive education effectively enhances family capacity, improves patient–family communication, and reduces caregiving burden. This program demonstrates positive outcomes and may serve as a model for family-support interventions in hemodialysis units. Keywords: Family Education, Hemodialysis, Caregiving Burden, Therapeutic Communication, Stress Management, Family Support.
Pemberdayaan Kader dalam Pemantauan Pemeriksaan Triple Eliminasi bagi Ibu Hamil di Desa Penfui Timur Kiah, Firda Kalzum; Saleh, Ummi Kaltsum S.; Diaz, Martina Fenansia; Ilma, Nabilah Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23342

Abstract

ABSTRAK Triple eliminasi merupakan program pemerintah untuk mencegah penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV), Hepatitis B, dan Sifilis dari ibu ke anak. Ketiga penyakit ini memiliki risiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada ibu dan janinnya. Kabupaten Kupang masih memiliki angka kematian ibu yang tinggi, Desa Penfui Timur cakupan kunjungan pemeriksaan kehamilan yang rendah yaitu K1 34,23 persen, K4 51,51% persen dan K6 33,74 persen, serta masih ada ibu hamil yang melahirkan dirumah dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan. Tujuan yaitu melakukan sosialisasi dan pendampingan pemantauan pemeriksaan triple eliminasi bagi ibu hamil oleh kader kesehatan melalui Buku KIA. Metode dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan telah melakukan pemantauan pemeriksaan triple eliminasi melalui Buku KIA.   Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Triple Eliminasi, Ibu Hamil.  ABSTRACT Triple elimination is a government program to prevent the transmission of Human Immunodeficiency Virus (HIV), Hepatitis B, and Syphilis from mother to child. These three diseases have a high risk of morbidity and mortality in the mother and fetus. Kupang Regency still has a high maternal mortality rate, East Penfui Village has low coverage of pregnancy check-up visits, namely K1 34.23 percent, K4 51.51% percent and K6 33.74 percent, and there are still pregnant women who give birth at home and are not helped by health workers. The aim is to provide outreach and assistance in monitoring triple elimination examinations for pregnant women by health cadres through the KIA Book. The method in this activity is socialization and mentoring. The evaluation results show that participants have increased their knowledge and have monitored triple elimination examinations through the KIA Book  Keywords: Cadre empowerment, Triple elimination, Pregnant women.
Implementasi Walking Path sebagai Upaya Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia di Panti Wredha Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23426

Abstract

ABSTRAK Panti Wredha Garut adalah fasilitas perumahan untuk lansia dengan tingkat mobilitas yang bervariasi. Observasi mengidentifikasi beberapa faktor risiko jatuh, termasuk lantai licin, rute berjalan yang tidak terstruktur, dan kurangnya fasilitas pendukung seperti pegangan tangan (handrail) dan keset anti-slip. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan jatuh, terutama di antara penghuni lansia dengan keterbatasan kemandirian dan keseimbangan tubuh yang buruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan berjalan dan mengurangi risiko jatuh dengan membangun jalur berjalan sebagai rute aman di dalam fasilitas tersebut. Program ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penghuni, pengasuh, dan mahasiswa, serta mencakup pembersihan area, penandaan jalur dengan warna kontras, dan simulasi berjalan. Selain itu, keset anti-slip disediakan untuk dua unit hunian dengan risiko jatuh tertinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa para penghuni lansia merasa lebih percaya diri dan aman saat berjalan, terutama di area penghubung seperti kamar tidur, ruang makan, dan aula kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, terstruktur, dan ramah lansia yang mendukung peningkatan kualitas hidup penghuni di Panti Wredha Garut. Kata Kunci: Lansia, Risiko Jatuh, Walking Path, Panti Wredha Garut, Lingkungan Ramah Lansia.  ABSTRACT Panti Wredha Garut is a residential facility for the elderly with varying levels of mobility. Observations identified several fall risk factors, including slippery floors, unstructured walking routes, and a lack of supporting facilities such as handrails and anti-slip mats. These conditions significantly increase the likelihood of falls, particularly among elderly residents with limited independence and poor body balance. This community service activity aimed to enhance walking safety and reduce fall risk by constructing a walking path as a safe route within the facility. The program was conducted through a participatory approach involving residents, caregivers, and students, and included cleaning the area, marking the path with contrasting colors, and walking simulations. Additionally, anti-slip mats were provided for the two residential units with the highest fall risk. The results showed that residents felt more confident and secure when walking, especially in connecting areas such as bedrooms, dining rooms, and activity halls. This activity is expected to create a safer, more structured, and elderly-friendly environment that supports an improved quality of life for residents at Panti Wredha Garut. Keywords: Elderly, Fall Risk, Walking Path, Elderly Care Facility, Age-Friendly Environment.
Pemanfaatan Jagung dan Ubi Ungu Dalam Bentuk Cookies sebagai Terapi Komplemnter Pada Ibu Hamil Anemia Mutia, Wa Ode Nurul; Alam, Hilda Sulistia; Dahlan, Dahniar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23452

Abstract

ABSTRAK Anemia pada kehamilan merupakan anemia yang terjadi pada ibu hamil dengan kadar hemoglobin 11, 0 gram/ dL. Pergantian fisiologis sepanjang kehamilan, melalui kenaikan volume plasma yang lebih besar dibanding kenaikan sel darah merah, menimbulkan hemodilusi sehingga berisiko terjadi anemia. Komplikasi anemia dalam kehamilan bisa tingkatkan resiko morbiditas serta mortalitas ibu dan bayi , diantaranya abortus, persalinan prematur, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), sampai kematian ibu sepanjang ataupun setelah persalinan. Tujuan pengabdian ini  yaitu  memberikan edukasi ibu hamil dengan anemia tentang pemanfaatan jagung serta ubi ungu dalam bentuk cookies sebagai terapi  komplementer/ pengobatan pendamping. Program ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho, Kota Baubau pada bulan Juni 2025 dengan sasaran 20 ibu hamil dengan anemia. Metode yang digunakan  yaitu melalui penyuluhan serta menggunakan Pre-Test serta melalui kuesioner. Hasil pengabdian  menunjukan bahwa kenaikan rerata pengetahuan partisipan dari 1, 40 ( Pre-Test) menjadi 1, 80 (Post-Test). Uji statistik menunjukan peningkatan signifikan antara pengetahuan saat sebelum serta sehabis penyuluhan (P-Value= 0,02 0,05. Kesimpulan:Terdapat pengaruh signifikan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil anemia tentang pemanfaatan jagung serta ubi ungu sebagai terapi komplementer dalam penanganan anemia dalam kehamilan. Kata Kunci: Jagung, Ubi Ungu, Cookies, Terapi Komplementer, Ibu Hamil, Anemia.  ABSTRACT Anemia in pregnancy is anemia that occurs in pregnant women with hemoglobin levels of 11.0 grams/dL. Physiological changes throughout pregnancy, through an increase in plasma volume greater than the increase in red blood cells, cause hemodilution so that the risk of anemia occurs. Complications of anemia in pregnancy can increase the risk of maternal and infant morbidity and mortality, including abortion, premature delivery, Low Birth Weight (LBW), to maternal death during or after delivery. The purpose of this community service is to provide education to pregnant women with anemia about the use of corn and purple sweet potatoes in the form of cookies as complementary therapy/accompanying treatment. This program was implemented in the work area of the Kampeonaho Health Center, Baubau City in June 2025 with a target of 20 pregnant women with anemia. The method used was through counseling and using Pre-Test and through questionnaires. The results of the community service showed an increase in the average knowledge of participants from 1.40 (Pre-Test) to 1.80 (Post-Test). Statistical tests showed a significant increase in knowledge before and after counseling (P-Value = 0.02 0.05). Conclusion: There is a significant influence of counseling on increasing the knowledge of pregnant women with anemia regarding the use of corn and purple sweet potatoes as complementary therapy in treating anemia during pregnancy. Keywords: Corn, Purple Sweet Potato, Cookies, Complementary Therapy, Pregnant Women, Anemia
Pemberdayaan Perempuan dalam Pengelolaan Bank Sampah Cinta Bumi untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga yang Berkelanjutan Atiningsih, Suci; Sutanto, Himawan Arif; Hidajat, Taofik; R, M. Naufal Al Fikri; Jazilah, Nikmatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23574

Abstract

ABSTRAK Pengabdian Masyarakat ini berkaitan dengan pemberdayaan Perempuan dalam pengelolaan bank sampah Cinta Bumi untuk meningkatkan ekonomi keluarga yang berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan ini Adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang berasal dari bank sampah. Jadi sampah dikumpulkan kemudian dipilah-pilah sesuai dengan jenis sampah kemudian ditimbang dan dimasukkan ke dalam aplikasi bank sampah sesuai nama dari masing-masing warga yang mengumpulkan sampah. Adalah dengan memberi penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan kepada ibu-ibu warga rt 04 rw 16. Adalah warga rt 04 rw 16 Pucang Sari Timur menjadi paham untuk mengoperasikan aplikasi bank sampah Cinta Bumi sehingga bisa menambah pendapatan warga.  Adalah aplikasi bank sampah itu penting karena Masyarakat diedukasi secara langsung di Tingkat rumah tangga mengenai pentingnya pemilahan sampah juga memilah sampah dari sumbernya Adalah kunci keberhasilan bank sampah. Selain itu juga menciptakan lingkungan yang sehat, karena akan mendorong terciptanya pemukiman yang lebih bersih dan sehat, mengurangi potensi sumber penyakit yang berasal dari tumpukan sampah Kata Kunci: Sampah, Bank Sampah, Sistem Informasi Bank Sampah, Pendapatan Meningkat.  ABSTRACT This community service project is related to the empowerment of women in managing the Cinta Bumi waste bank to improve sustainable family economics. Purpose of this activity is to increase family income from the waste bank. Waste is collected, sorted according to type, weighed, and entered into the waste bank application, labeled with the names of each resident who collects the waste. This involved providing outreach and then training to women in RT 04 RW 16. Residents of RT 04 RW 16, East Pucang Sari, understood how to operate the Cinta Bumi waste bank application, thereby increasing their income. The waste bank application is important because it educates the community directly at the household level about the importance of waste sorting and sorting waste at its source, which is key to the success of the waste bank. Furthermore, it creates a healthy environment by encouraging cleaner and healthier settlements and reducing the potential for disease sources from piles of waste. Keywords: Waste, Waste Bank, Waste Bank Information System, Increased Revenue.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Veronika, Erna; Azteri, Veza; Sari, Widia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23978

Abstract

ABSTRAK Permasalahan mengenai sampah merupakan masalah dan tantangan yang terjadi secara global demikian juga di Indonesia terutama di daerah perkotaan. Setiap tahunnya jumlah penduduk akan bertambah sehingga volume sampah yang dihasilkan otomatis akan terus meningkat sedangkan jumlah lahan dan daya tampung sampah di TPA semakin terbatas. Perlu dilakukan pengelolaan sampah untuk mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA salah satunya dengan melakukan pengelolaan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu serta keterampilan ibu terkait pengelolaan sampah dengan 3R. Tahapan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah pemberian sosialisasi kepada kader, peningkatan keterampilan dan kemampuan ibu dalam mengolah sampah rumah tangga secara mandiri dengan memberikan coaching dan pelatihan teknologi tepat guna pembuatan eco enzyme dan pembuatan sabun dari minyak jelantah, serta pembentukan TPS 3R sebagai wadah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan ibu peserta Posyandu.Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan dan kemampuan ibu dalam mengolah sampah menjadi eco enzyme dan sabun serta terbentuknya TPS 3R. Pemberian pelatihan memberikan keterampilan kepada masyarakat untuk dapat secara mandiri mengelola sampah rumah tangga menjadi eco enzyme dan sabun. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Teknologi Tepat Guna, Eco Enzyme, Sabun, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Waste management constitutes a critical global challenge, including in Indonesia, particularly within urban areas. Annual population growth contributes to an increase in waste generation, while the availability and capacity of landfill sites continue to diminish. Consequently, comprehensive waste management efforts are required to reduce the volume of waste transported to landfills, one of which is through the implementation of the 3R principles (Reduce, Reuse, and Recycle). This community service program aimed to enhance mothers’ knowledge and skills regarding waste management based on the 3R approach. The program activities included delivering educational sessions to community health volunteers, improving participants’ competencies in independently managing household waste through coaching and training on appropriate technologies for producing eco-enzyme and soap from used cooking oil, and establishing a 3R Waste Processing Facility (TPS 3R) as a community-based waste management initiative. The participants of this program were community health volunteers and mothers attending the Posyandu. The implementation of the program demonstrated improvements in participants’ skills and abilities to process household waste into eco-enzyme and soap, as well as the successful establishment of a Waste Processing Facility (TPS 3R) The training provided effectively equipped the community with the necessary skills to independently convert household waste into eco enzyme and soap, thereby supporting sustainable waste management practices.Keywords: Waste Management, Appropriate Technology, Eco Enzyme, Soap, Community Empowerment.
PROKES Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kader dalam Percepatan Penanganan Stunting Kiik, Stefanus Mendes; Sakinah, Siti; Riti, Irlin Falde; Manek, Brigita Dina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23264

Abstract

ABSTRAK Stunting pada waktu masa kanak-kanak memiliki konsekuensi yang mempengaruhi Kesehatan dan pembembangan sumber daya manusia. Selain pertumbuhan fisik yang buruk, stunting mempengaruhi risiko infeksi dan kematian anak-anak, perkembangan kognitif dan motorik, kapasitas belajar dan kinerja di sekolah. Kader berperan penting dalam penanganan dan pencegahan stunting melalui pelayanan Posyandu. Pelayanan imunisasi dan sejenisnya dilakukan melalui Posyandu Desa Manusak yang terbagi menjadi 7 Posyandu. Dusun 1, 2 dan 3 masing-masing memiliki  2 Posyandu sedangkan dusun 4  hanya memiliki 1 posyandu. Tujuan kegiatan adalah: Peningkatan pengetahuan kader, keterampilan kader, dan pelayanan kader. Tujuan lainnya adalah peningkatan kesehatan  anak usia 0-59 bulan sehingga masalah stunting dapat diatasi dan dicegah. Secara spesifik kegiatan-kegiatan yang dilakukan diharapkan meningkatkan pengetahuan kader, keterampilan kader dan pelayanan kader posyandu dalam melakukan promosi dan konseling kesehatan tentang inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian kolostrum, ASI eksklusif, makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI), Pemberian makan bayi dan anak (PMBA), konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis pangan lokal (Kelor/Moringa oleifera dan Umbi-umbian). Penyuluhan tentang PROKES sebagai upaya peningkatan pengetahuan kader dalam percepatan penanganan stunting bertempat di Desa Manusak, kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penyuluhan ini melibatkan 35  kader dari 7 Posyandu. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode Audiovisual yang mengandung unsur suara dan gambar yang dapat dilihat melalui video IMD, ASI- ASI-eksklusif, MP-ASI, kuesioner pre-post, lain-lainPengetahuan kader terhadap meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pelayanan kader di meja 4 Posyandu tersebut memiliki kenaikan rata-rata sebesar 99,43%. Hal ini menunjukkan bahwa penyajian promosi dan konseling bagi kader agar mampu memberikan promosi dan konseling bagi ibu saat Posyandu. Kata Kunci: Pengetahuan, Stunting.  ABSTRACT Stunting in childhood has consequences that affect health and human resource development. In addition to poor physical growth, stunting affects children's risk of infection and death, cognitive and motor development, learning capacity and performance in school. Cadres play an important role in handling and preventing stunting through Posyandu services. Immunization services and the like are carried out through the Manusak Village Posyandu which is divided into 7 Posyandu. Hamlets 1, 2 and 3 each have 2 Posyandu while Hamlet 4 only has 1 Posyandu. The objectives of the activity are: Increasing cadre knowledge, cadre skills, and cadre services. Another goal is to improve the health of children aged 0-59 months so that stunting problems can be overcome and prevented.Specifically, the activities carried out are expected to increase the knowledge of cadres, cadre skills and services of posyandu cadres in conducting health promotion and counseling about early breastfeeding initiation (IMD), provision of colostrum, exclusive breastfeeding, complementary foods for breast milk (MP-ASI), infant and child feeding (PMBA), consumption of diverse, nutritious, balanced and safe food based on local food (Moringa/Moringa oleifera and tubers). Counseling on PROKES as an effort to increase cadre knowledge in accelerating stunting handling took place in Manusak Village, East Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. This counseling involved 35 cadres from 7 Posyandu. Counseling was carried out using the Audiovisual method which contains elements of sound and images that can be seen through IMD videos, ASI-ASI-exclusive, MP-ASI, pre-post questionnaires, etc. Cadre knowledge on improving knowledge, skills and services of cadres at the 4 Posyandu table has an average increase of 99.43%. This shows that the presentation of promotions and counseling for cadres is to be able to provide promotions and counseling for mothers during the Posyandu. Keywords: Knowledge, Stunting.
Pemanfaatan Inovasi Aplikasi Breathemama (Box Breathing Digital) untuk Pencegahan Hipertensi dalam Kehamilan di Lima Provinsi Indonesia Aprina, Aprina; Anita, Anita; Astuti, Titi; Rohmin, Anur; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Suhartini, Suhartini; Nadi, Hartin I.K.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23492

Abstract

ABSTRAKPreeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia dengan prevalensi mencapai 10–15% dari total kehamilan. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan tekanan darah, sakit kepala, dan edema, yang diperburuk oleh stres, kecemasan, serta rendahnya edukasi pengendalian tekanan darah. Hasil wawancara awal di wilayah Lampung, Aceh, Banten, Palembang, dan Ternate menunjukkan keterbatasan pengetahuan ibu hamil serta minimnya pemanfaatan media digital kesehatan sebagai sarana pencegahan hipertensi kehamilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan inovasi aplikasi BreatheMama (Box Breathing Digital) sebagai media edukasi dan intervensi non-farmakologis dalam pencegahan hipertensi pada ibu hamil di lima provinsi Indonesia. Metode yang digunakan adalah edukasi dan pelatihan penerapan aplikasi BreatheMama melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu input (persiapan dan sosialisasi), proses (edukasi kesehatan dan pelatihan penggunaan aplikasi), serta output (penerapan aplikasi selama empat minggu disertai pendampingan dan monitoring tekanan darah). Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah dan tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi. Rata-rata tekanan darah ibu hamil sebelum intervensi menunjukkan kecenderungan tinggi dengan nilai sistolik 142 mmHg dan diastolik 91 mmHg. Setelah penggunaan aplikasi BreatheMama dan praktik box breathing, terjadi penurunan tekanan darah menjadi rata-rata sistolik 121 mmHg dan diastolik 82 mmHg. Tingkat pengetahuan ibu hamil juga mengalami peningkatan signifikan, dari kategori baik sebesar 18% sebelum intervensi menjadi 72% setelah edukasi, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 52% menjadi 6%. Pemanfaatan aplikasi BreatheMama efektif sebagai media edukasi digital dan intervensi non-farmakologis dalam pencegahan hipertensi kehamilan. Aplikasi ini berkontribusi pada peningkatan pengetahuan ibu hamil serta penurunan tekanan darah, sehingga mendukung penguatan layanan promotif dan preventif berbasis teknologi di puskesmas. Kata Kunci: Kehamilan, Hipertensi, Preeklampsia, Box Breathing, Kesehatan Digital    ABSTRACT Preeclampsia is one of the main causes of maternal morbidity and mortality in Indonesia with a prevalence of 10-15% of total pregnancies. This condition is characterized by increased blood pressure, headaches, and edema, which is exacerbated by stress, anxiety, and low blood pressure control education. The results of initial interviews in the Lampung, Aceh, Banten, Palembang, and Ternate regions show the limited knowledge of pregnant women and the lack of use of health digital media as a means of preventing pregnancy hypertension. This activity aims to utilize the innovation of the BreatheMama (Box Breathing Digital) application as an educational medium and non-pharmacological intervention in the prevention of hypertension in pregnant women in five Indonesian provinces. The method used is education and training on the application of the BreatheMama application through a participatory approach. The activity was carried out in three stages, namely input (preparation and socialization), process (health education and application use training), and output (application implementation for four weeks accompanied by assistance and blood pressure monitoring). Evaluation was carried out through blood pressure measurement and knowledge level of pregnant women before and after the intervention. The average blood pressure of pregnant women before the intervention showed a high tendency with a systolic value of 142 mmHg and a diastolic value of 91 mmHg. After the use of the BreatheMama application and box breathing practice, there was a decrease in blood pressure to an average systolic of 121 mmHg and a diastolic of 82 mmHg. The level of knowledge of pregnant women also increased significantly, from the good category of 18% before intervention to 72% after education, while the less knowledge category decreased from 52% to 6%. The use of the BreatheMama application is effective as a digital educational medium and non-pharmacological intervention in the prevention of pregnancy hypertension. This application contributes to increasing the knowledge of pregnant women and reducing blood pressure, thereby supporting the strengthening of technology-based promotive and preventive services at health centers. Keywords: pregnancy, hypertension, preeclampsia, box breathing, digital health
Responsive Teachers, Healthy Students: Pelatihan Guru Berbasis Website untuk Mitigasi Perilaku Bullying, Merokok dan Self-Harm Pada Siswa SDN 2 Tomohon Syafriani, Syafriani; Veronika, Tiara; Estafianto, Hary Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23479

Abstract

ABSTRAK Perilaku berisiko kesehatan seperti bullying, merokok, dan self-harm di kalangan siswa sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada prestasi akademik dan perkembangan psikologis anak. Guru-guru di SDN 2 Tomohon memiliki keterbatasan dalam deteksi dini dan keterampilan konseling karena belum tersedianya pedoman teknis yang sistematis. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi guru dalam mitigasi kasus, khususnya keterampilan deteksi dini dan pendampingan perilaku berisiko di sekolah. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan (workshop) dan pendampingan selama dua hari yang melibatkan 35 responden , serta pengembangan instrumen deteksi dini terstandar berbasis website dan buku pedoman teknis mitigasi. Hasilnya, rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 21,1 pada pre-test menjadi 24,6 pada post-test. Sebanyak 89% responden mengalami peningkatan skor , dan Tim Satgas Guru berhasil dibentuk untuk keberlanjutan program. Kesimpulannya, PKM berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam deteksi dini dan konseling perilaku berisiko melalui implementasi modul mitigasi, instrumen deteksi dini digital, dan penguatan sistem manajemen sekolah. Kata Kunci: Bullying, Perilaku Merokok, Self-Harm.  ABSTRACT Health risk behaviors such as bullying, smoking, and self-harm among elementary school students were serious issues that negatively impacted academic achievement and children's psychological development. Teachers at SDN 2 Tomohon had limitations in early detection and counseling skills due to the absence of systematic technical guidance. This PKM activity aimed to strengthen teacher competency in case mitigation, particularly early detection skills and assistance for at-risk behaviors in schools. The proposed solution involved a two-day training (workshop) and assistance involving 35 respondents , and the development of a standardized website-based early detection instrument and a technical mitigation guidance book. As a result, the average knowledge score significantly increased from 21.1 in the pre-test to 24.6 in the post-test. A total of 89% of the respondents showed an increase in score , and a Teacher Task Force was successfully formed for program sustainability. In conclusion, the PKM successfully improved teachers' abilities in early detection and counseling for at-risk behaviors through the implementation of a mitigation module, a digital early detection instrument, and the strengthening of the school management system. Keywords:  Bullying, Smoking, Self-harm.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue