cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Peningkatan Kesehatan Santri melalui Pengukuran Status Gizi dan Edukasi Pencegahan Diabetes di Pondok Pesantren Sirajussa'adah Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Razi, Muhamad Alif; Majida, Lia Awwalia; Pamungkas, Rizqy Amanatul Husna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22999

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan screening kesehatan (status gizi dan risiko diabetes) dan meningkatkan pengetahuan kesehatan pada santri di Pondok Pesantren Sirajussa'adah Limo, Kota Depok. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi dan pemeriksaan kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS). Setelah screening, dilaksanakan edukasi interaktif mengenai Diabetes Melitus (DM). Edukasi diberikan melalui teknik ceramah dan pemberian buku saku. Hasil screening memberikan data awal profil kesehatan santri. Intervensi edukasi, yang diukur menggunakan pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<.001), dengan rata-rata nilai naik dari 44,67 menjadi 75,46. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan donasi alat ukur tinggi dan berat badan untuk mendukung pemantauan kesehatan mandiri dan berkelanjutan di lingkungan pesantren. Kata Kunci: Diabetes, Edukasi, Pondok Pesantren, Santri, Status Gizi ABSTRACT This community service activity aimed to conduct health screenings (nutritional status and diabetes risk) and enhance health knowledge among santri (students) at Sirajussa'adah Islamic Boarding School in Limo, Depok City. The methodology included anthropometric measurements to determine nutritional status and random blood glucose (RBG) level checks. Following the screening, an interactive education session was provided, focusing on Diabetes Mellitus (DM). Education is provided through lecture techniques and the provision of pocket books. The screening results provided initial data on the health profile of the santri. The education intervention, measured using pre- and post-tests, demonstrated a significant increase in knowledge (p<.001), with the average score rising from 44.67 to 75.46. The activity concluded with the donation of height and weight measurement tools to support sustainable and independent health monitoring within the boarding school. Keywords: Diabetes, Education, Islamic Boarding School, Students, Nutritional Status
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan dan Praktik Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Nagari Limau Puruik, Kecamatan Limau Puruik, Kabupaten Padang Pariaman Zayani, Nofri; Yuntarisa, Atika Pradana; Andriani, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22752

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan aset jangka panjang dan menjadi hak kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Kondisi tubuh yang sehat sangat perlu terus dijaga karena menentukan produktivitas seorang individu. Salah satu obat tradisional yang sering digunakan masyarakat adalah Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang tanaman TOGA dan cara pengoalahannnya di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini terdiri atas tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan pemilihan dan penyiapan media tanam serta jenis tanaman TOGA. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pengisian kuisioner, penyuluhan serta praktik pengolahan TOGA. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan yaitu ceramah dan diskusi interaktif dengan instrumen Satuan Acara Penyuluhan (SAP), Power Point Text, leaflet, dan kuisioner. Sedangkan instrument yang digunakan untuk praktik pengolahan TOGA adalah alat-alat pembuatan sediaan obat TOGA yang mudah didapat di tengah masyarakat seperti termos, alu dan lumping kayu, sarung tangan, wajan perebus, nampan rotan. Tahap evaluasi dengan mengevaluasi jumlah peserta yang hadir dengan yang ditargetkan, antusiasme peserta, dan kuisioner. yang telah diisi peserta sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang tanaman TOGA dan cara pengolahannya dari mayoritas kurang (50.00%) menjadi baik (80.00%). Selain itu, peserta hadir sesuai dengan yang ditargetkan (100%) dan antusias peserta juga tinggi. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang tanaman TOGA dan cara pengolahannya di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Kata Kunci: Rebusan, Seduhan, Tumbukan, TOGA  ABSTRACT Health is a long-term asset and a basic human right. A healthy body condition is very important to maintain because it determines an individual's productivity. One of the traditional medicines often used by the community is Family Medicinal Plants (TOGA). To increase community knowledge and skills about TOGA plants and how to process them in Nagari Limau Puruik, V Koto Timur District, Padang Pariaman Regency. This activity consists of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage is carried out by selecting and preparing planting media and types of TOGA plants. The implementation stage is carried out by filling out questionnaires, counseling and TOGA processing practices. The methods used in the extension activities are lectures and interactive discussions with Extension Program Unit (SAP) instruments, Power Point Text, leaflets, and questionnaires. While the instruments used for TOGA processing practices are TOGA medicinal preparation making tools that are easily available in the community such as thermoses, wooden pestles and mortars, gloves, boiling pans, rattan trays. The evaluation stage by evaluating the number of participants who attended with the target, the enthusiasm of the participants, and the questionnaire. which had been filled out by the participants before and after the activity took place. There was an increase in the knowledge and skills of participants about TOGA plants and how to process them from the majority less (50.00%) to good (80.00%). In addition, participants attended according to the target (100%) and the enthusiasm of the participants was also high. There was an increase in the knowledge and skills of participants about TOGA plants and how to process them in Nagari Limau Puruik, V Koto Timur District, Padang Pariaman Regency. Keywords: Decoction, Infusion, Pounding, TOGA
Edukasi Pemilihan Sampah dan 3R Pada Anak Sekolah SDIT AL Ikhwan Jakarta Utara Millah, Izzatu; Veronika, Erna; Putri, Eka Cempaka; Assauroh, Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23529

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan sampah sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk perilaku peduli lingkungan. Kegiatan edukasi mengenai pemilahan sampah dan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2024 kepada siswa kelas 2 dan kelas 4 SDIT Al-Ikhwan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka dalam mengelola sampah secara benar. Edukasi dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif dengan menggunakan media ppt, poster, diskusi, dan praktik langsung memilah sampah sesuai kategori. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan berdasarkan hasil post-test, dengan ditandai oleh kemampuan mereka dalam membedakan sampah organik, anorganik, dan B3, serta pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan 3R dalam kehidupan sehari-hari. Selain peningkatan pengetahuan, terlihat pula perubahan sikap positif siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah, seperti lebih konsisten membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Kesimpulannya, edukasi pemilahan sampah dan 3R dapat meningkatkan literasi lingkungan siswa sekolah dasar dan dapat menjadi program berkelanjutan untuk mendukung pembentukan budaya peduli lingkungan di sekolah. Kata Kunci: Sampah, Pemilihan Sampah, 3R, Edukasi  ABSTRACT Early waste management is an important step in shaping environmentally conscious behavior. An educational activity on waste sorting and the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) was held on October 14, 2024, for 2nd and 4th grade students at SDIT Al-Ikhwan with the aim of increasing their knowledge and awareness of proper waste management. The education was carried out through interactive lectures using PowerPoint presentations, posters, discussions, and hands-on practice in sorting waste according to category. The results of the activity showed a significant increase in students' knowledge based on the post-test results, as indicated by their ability to distinguish between organic, inorganic, and hazardous waste, as well as a better understanding of the application of 3R in everyday life. In addition to increased knowledge, there was also a positive change in students' attitudes towards school environmental cleanliness, such as being more consistent in disposing of waste in its proper place and reusing items that could still be used. In conclusion, education on waste sorting and the 3Rs can improve the environmental literacy of elementary school students and can be a sustainable program to support the formation of an environmentally conscious culture in schools. Keywords: Garbage, Garbage Sorting, 3R, Education.
Pelatihan Kepemimpinan Guru Berbasis Model Five Practices and Ten Commitments of Exemplary Leadership di Kabupaten Lampung Tengah Hariri, Hasan; Ariyani, Farida; Sari, Siti Rahma; Rusdiani, Atik; Triyantoro, Joko; Mukhlis, Hamid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23371

Abstract

ABSTRAK Pelatihan kepemimpinan guru berbasis model Five Practices and Ten Commitments of Exemplary Leadershipmerupakan upaya strategis untuk mengembangkan kapasaitas kepemimpinan pendidik melaui penerapan prinsip-prinsip kepemimpinan yang visioner, insspiratif, kolaboratif, dan beroirentasi pada perubahan positif di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan guru dan kepala sekolah melalui pelatihan berbasis model Five Practices and Ten Commitments of Exemplary Leadership yang dikembangkan oleh Kouzes dan Posner. Program dilaksanakan di SMKS Al Hikmah Kabupaten Lampung Tengah dan melibatkan guru SMA/SMK sekitar sebanyak 25 kepala seklah dan guru. Pendekatan pelatihan dirancang partisipatif, reflektif, dan aplikatif dengan menekankan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), peer coaching, dan penyusunan action plan. Kegiatan mencakup tahap identifikasi kebutuhan, pelaksanaan workshopinteraktif, praktik lapangan, serta evaluasi dan refleksi hasil pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep teacher leadership, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan manajemen konflik. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi, kolaborasi antarguru, serta penguatan kepemimpinan instruksional berbasis nilai dan etika. Kata Kunci: Kepemimpinan Guru, Five Practices and Ten Commitment, Pengembangan Profesional.  ABSTRACT Teacher leadership training based on the Five Practices and Ten Commitments of Exemplary Leadership model is a strategic effort to develop educator leadership capacity by implementing visionary, inspiring, collaborative, and positive change-oriented leadership principles in the school setting. This community service activity aims to improve the leadership capacity of teachers and principals through training based on the Five Practices and Ten Commitments of Exemplary Leadership model developed by Kouzes and Posner. The program was implemented at SMKS Al Hikmah in Central Lampung Regency and involved teachers from surrounding high schools/vocational schools. The training approach was designed to be participatory, reflective, and applicable, emphasizing experiential learning, peer coaching, and developing action plans. Activities included needs identification, interactive workshops, field practice, and evaluation and reflection on training results. Results showed an increase in participants' understanding of the concept of teacher leadership, communication skills, collaboration, and conflict management. This program had a positive impact on increasing motivation, collaboration between teachers, and strengthening value- and ethics-based instructional leadership. Keywords: Teacher Leadership, Five Practices and Ten Commitments, Professional Development.
Upaya Pencegahan dan Penanganan Penyakit Asam Urat dalam Meningkatkan Kesadaran dan Gaya Hidup Sehat Kepada Masyarakat Shaleha, Resha Resmawati; Eliftiana, Reva; Mujahidah, Luthfi Najdah; Rahmi, Suci Mega; Andriani, Revila; Auli, Tiffani Novisha; Tabina, Dea Rashieka; Wulandari, Ai Sarah; Maharani, N Riska Afrilianti; Widya, Ala Anistia; Octavia, Farrah Azlin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23051

Abstract

ABSTRAK Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh masyarakat, terutama kelompok usia lanjut, dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan penyakit asam urat melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Jami Baiturahim Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya dengan melibatkan 40 peserta, khususnya ibu-ibu pengajian. Metode promosi kesehatan dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet sebagai media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pola makan rendah purin, pentingnya aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan hiperurisemia, meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Kegiatan ini tetap memberikan dampak positif dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. Kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat diidentifikasi sebagai kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan penyakit asam urat. Ke depan, diperlukan perluasan sasaran, penggunaan media edukasi yang lebih variatif, serta peningkatan jumlah responden agar hasil lebih optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Asam Urat, Promosi Kesehatan, Edukasi Masyarakat  ABSTRACT Gout arthritis is one of the most common degenerative diseases found in society, especially among the elderly, and may significantly reduce quality of life if not properly managed. The purpose of this activity was to increase public awareness and knowledge regarding the prevention and management of gout through health education. The program was carried out at Jami Baiturahim Mosque, Setiaratu, Cibeureum District, Tasikmalaya City, involving 40 participants, particularly women from the local religious study group. The health promotion was conducted through lectures, interactive discussions, and the distribution of leaflets as educational media. The results showed an improvement in participants’ understanding of a low-purine diet, the importance of physical activity, and healthy lifestyle practices as preventive measures against hyperuricemia, although statistically no significant difference was found between pre-test and post-test results. Nevertheless, the activity had a positive impact by raising community awareness of adopting a healthier lifestyle. Collaboration between educational institutions, healthcare professionals, and the community was identified as a key factor for successful gout prevention efforts. In the future, broader community engagement, more varied educational media, and a larger number of respondents are recommended to achieve more optimal and sustainable outcomes. Keywords: Gout Arthritis, Health Promotion, Community Education
Pemberdayaan Siswa dalam Pembentukan PHBS Sekolah di Madrasah Aliyah 19 Persis Bentar-Garut Rosidin, Udin; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23196

Abstract

ABSTRAK Kesehatan siswa memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar-mengajar di sekolah. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya berkontribusi pada prestasi akademik siswa, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang sehat, produktif, dan berkualitas. Keperawatan kesehatan sekolah sebagai pendekatan pelayanan kesehatan di sekolah bertujuan untuk mendukung peningkatan kesehatan siswa melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang menghadapi berbagai permasalahan kesehatan. Berdasarkan data yang diperoleh di MA Persis 19 Bentar Garut, sebagian besar siswa memiliki perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang, perilaku buang sampah yang buruk, hampir setengahnya siswa putri memiliki pengetahuan yang rendah terkait anemia. Keadaan tersebut menunjukan rendahnya partisipasi siswa dalam pembentukan PHBS sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam pembentukan PHBS sekolah di MA 19 Persis Bentar Garut. Metode kegiatan yang digunakan adalah pemberdasayaan siswa dalam pembentukan PHBS sekolah. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 263 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 64,19 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 86,96 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 25,77 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati adalah menyusun kebijakan dan peraturan sekolah sebagai pedoman  pelaksanaan PHBS sekolah, mengaktifkan kembali program UKS, pelatihan Duta remaja sehat dan pengelolaan sampah.  Kegiatan yang sudah  direncanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh sekolah bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.                                                                                                                                          Kata Kunci: Pemberdayaan, PHBS Sekolah, Siswa.  ABSTRACT Student health plays an important role in supporting the success of the teaching and learning process in schools. A healthy school environment not only contributes to students' academic achievement but also to the formation of a healthy, productive, and quality young generation. School health nursing as a health service approach in schools aims to support the improvement of student health through promotive, preventive, curative, and rehabilitative efforts. However, in reality, many students still face various health problems. Based on data obtained at MA Persis 19 Bentar Garut, most students have poor clean and healthy living behaviors, poor waste disposal behavior, almost half of female students have low knowledge regarding anemia. This situation indicates low student participation in the formation of PHBS schools. The purpose of this community service activity is to increase student knowledge in the formation of PHBS schools at MA 19 Persis Bentar Garut. The activity method used is student empowerment in the formation of PHBS schools. The number of participants who attended was 263 students. The results of the activity showed an average pre-test score of 64.19 points and an average post-test score of 86.96 points. The conclusion was that there was a 25.77-point increase in knowledge after the health education. The agreed-upon follow-up plans include developing school policies and regulations to guide the implementation of PHBS (Healthy Living Behavior), reactivating the UKS program, training Healthy Youth Ambassadors, and managing waste. The planned activities are expected to be continued by the school in collaboration with the community health center (Puskesmas) as the regional supervisor. Keywords: Empowerment, School PHBS, Students.
Promosi Kesehatan dan Pemanfaatan Semangka Lokal untuk Pencegahan Hipertensi di Desa Kepanjen, Jember Azizah, Laili Nur; Istiqomah, Indriana Noor; Mashuri, Mashuri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22694

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang signifikan di komunitas petani, yang umumnya belum mendapatkan intervensi berbasis sumber daya lokal. Program pengabdian ini bertujuan mempromosikan pencegahan hipertensi melalui edukasi gaya hidup sehat dan pemanfaatan semangka lokal yang kaya kalium dan likopen. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, survei precision health, penyusunan materi edukasi, dan perencanaan pelatihan pengolahan semangka. Survei awal menunjukkan 44% responden memiliki tekanan darah tinggi dan 64% jarang mengonsumsi semangka. Sebanyak 60 eksemplar modul dan 100 leaflet telah didistribusikan. Hasil akhir menunjukkan 90% responden mengalami peningkatan pemahaman tentang hipertensi dan 100% responden bersedia dan antusias berpartisipasi dalam pelatihan pangan sehat. Program ini menunjukkan potensi pemanfaatan pangan lokal dalam promosi kesehatan komunitas Kata Kunci: Agronursinhipertensi, Petani, Precision Health, Promosi Kesehatan, Semangka.  ABSTRACT Hypertension is a significant health problem in farming communities, which generally lack access to locally sourced interventions. This community service program aims to promote hypertension prevention through education on healthy lifestyles and the use of locally grown watermelons, rich in potassium and lycopene. The program included outreach, a precision health survey, the development of educational materials, and the planning of watermelon processing training. The initial survey revealed that 44% of respondents had high blood pressure and 64% rarely consumed watermelon. Sixty modules and 100 leaflets were distributed. Initial results indicate an 90% respondens have increase in understanding of hypertension and 100% respondens have willingness and enthusias to participate in healthy food training. This program demonstrates the potential of utilizing local foods in community health promotion. Keywords: Farmers, Health Promotion, Hypertension, Precision Health, Watermelon.
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Tanakaraeng melalui Inovasi Edukasi dan Diversifikasi Tanaman Patikan Kebo(Euphorbia Hirta) sebagai Sediaan Topikal untuk Penyembuhan Luka Samsir, Samsir; Karim, Abd.; Putra, Ryryn Suryaman Prana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23117

Abstract

ABSTRAK Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam kesehatan masyarakat, namun seringkali belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pemanfaatan tanaman herbal lokal untuk pertolongan pertama, salah satunya adalah Patikan Kebo (Euphorbia hirta). Tanaman ini tumbuh liar di Desa Tanakaraeng dan secara empiris dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan pada luka. Luka yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan risiko infeksi dan komplikasi lain. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberdayakan kader Posyandu melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tanaman Patikan Kebo menjadi sediaan topikal untuk penyembuhan luka. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang kader Posyandu Desa Tanakaraeng. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader secara signifikan sebesar 42,50% setelah diberikan edukasi dan pelatihan. Seluruh peserta (100%) berhasil mempraktikkan cara pengolahan Patikan Kebo menjadi sediaan topikal sederhana. Sebagai kesimpulan, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Desa Tanakaraeng dalam memanfaatkan Patikan Kebo sebagai alternatif pertolongan pertama pada luka. Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Patikan Kebo, Luka, Sediaan Topikal.  ABSTRACT Posyandu cadres have a strategic role in public health, but often lack sufficient knowledge regarding the use of local herbal plants for first aid, one of which is Patikan Kebo (Euphorbia hirta). This plant grows wild in Tanakaraeng Village and can empirically be used to stop bleeding in wounds. Improperly treated wounds can pose a risk of infection and other complications. This Community Service Activity (PKM) aims to empower Posyandu cadres by increasing their knowledge and skills in processing the Patikan Kebo plant into a topical preparation for wound healing. This activity was attended by 15 Posyandu cadres from Tanakaraeng Village. The methods used were counseling, demonstration, and hands-on practice, with evaluation using a pre-test and post-test. The results showed a significant increase in cadres' knowledge by 42.50% after the education and training. All participants (100%) successfully practiced how to process Patikan Kebo into a simple topical preparation. In conclusion, this community service activity proved effective in increasing the knowledge and skills of Posyandu cadres in Tanakaraeng Village in utilizing Patikan Kebo as a first aid alternative for wounds. Keywords: Cadre Empowerment, Patikan Kebo, Wounds, Topical Preparation.
Optimalisasi Stroke Primary Prevention melalui Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Senam Anti-Stroke sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran dan Kesehatan Masyarakat Fernandez, Gratsia Victoria; Renteng, Septriani; Wirawan, Alfonsius Ade
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23213

Abstract

ABSTRAK Upaya pencegahan timbulnya penyakit stroke harus dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan melakukan perubahan pola hidup kearah yang lebih sehat. Untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat terkait pencegahan primer penyakit stroke, khususnya pada masyarakat yang menderita penyakit kronis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Teling Atas pada tanggal Jumat 22 Agustus dan 29 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 54 anggota prolanis. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta, yang ditunjukkan dari perubahan nilai rata-rata dari pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, nilai signifikansi analisa rerata pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan menunjukkan nilai p 0,000 (p value < 0,05), hal ini juga menjelaskan bahwa peningkatan pengetahuan peserta karena pelatihan berpengaruh secara signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Teling Atas Kota Manado dapat terlaksana dengan baik serta bermanfaat bagi peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku dalam melakukan pencegahan primer penyakit stroke. Kata Kunci: Stroke, Pencegahan, Primer, Edukasi, Senam.  ABSTRACT Efforts to prevent the onset of stroke had to begin with increasing public awareness and promoting lifestyle changes toward healthier habits. This community service activity aimed to improve public awareness and health related to primary prevention of stroke, particularly among individuals suffering from chronic diseases. This community service activity was carried out at Puskesmas Teling Atas in Manado City on Friday, August 22 and August 29, 2025, with a total of 54 Prolanis members as participants. The activity was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The evaluation results showed an increase in the participants’ mean knowledge scores, as indicated by the difference between the average knowledge scores before and after the training. In addition, the significance value of the analysis comparing participants’ knowledge before and after the training showed a p value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the increase in participants’ knowledge due to the training was statistically significant. The community service activity conducted at Puskesmas Teling Atas, Manado City, was successfully implemented and provided benefits to participants in improving their knowledge and behavior regarding primary prevention of stroke. Keywords: Stroke, Prevention, Primary, Education, Exercise.
Peningkatan Ketrampilan Keluarga dalam Deteksi Dini Risiko Luka Kaki Diabetikum melalui Pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) Berbasis Website Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Sari, Dian Purwita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22831

Abstract

ABSTRAK Posyandu Menur terletak di Desa Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan penderita diabetes mellitus berjumlah 45 orang. Keluarga mempunyai peran krusial dalam melakukan deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) bagi penderita diabetes mellitus. Pemeriksaan ABI adalah prediktor utama dalam deteksi dini risiko luka kaki diabetikum. Pengukuran ABI bersifat sederhana, non invasif dan dapat dilakukan oleh keluarga penderita yang terlatih. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan keluarga dalam deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) berbasis website. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan kegiatan sosialisasi dan focus group discussion bersama dengan pengurus Posyandu Menur dan Puskesmas Kasihan 2 tentang Plan of Action (PoA) dan Tem of Reference (ToR) kegiatan serta pemaparan teknologi berbasis website. Tahap selanjutnya, pemberian edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan simulasi melalui penerapan teknologi berbasis website, website tersebut dapat diakses dimanapun dan kapanpun, diakses berulang kali secara gratis melalui smartphone. Website tersebut berisi artikel, gambar dan video animasi 2D. Pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 45 orang keluarga dan dilaksanakan di Posyandu Menur. Rata-rata usia mitra adalah 52,08±2,35 tahun, berjenis kelamin perempuan (88,71%), sebagian besar berlatar pendidikan SMA (57,78%) dan tidak bekerja (73,33%). Ketrampilan keluarga dalam melakukan deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), pada kategori baik mencapai 77,78% setelah intervensi, dengan p-value 0,000 artinya terdapat perbedaan secara signifikan, ketrampilan antara sebelum dan sesudah intervensi. Media edukasi kesehatan dengan penerapan teknologi berbasis website berdampak positif bagi ketrampilan keluarga dalam melakukan deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI). Diharapkan keberlanjutan program kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari puskesmas setempat agar penderita diabetes mellitus dapat melakukan pencegahan luka kaki diabetikum secara mandiri dan berkelanjutan.  Kata Kunci: Luka Kaki Diabetikum, Ankle Brachial Index (ABI), Keluarga, Website    ABSTRACT Posyandu Menur, which has 45 individuals with diabetes mellitus, is situated in Tirtonirmolo Village, Kasihan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta Province. The Ankle Brachial Index (ABI) test for individuals with diabetes mellitus can be used to diagnose diabetic foot ulcer risk early, and family members are essential in this process. One important predictor in the early identification of diabetic foot ulcer risk is the ABI test. ABI measurement is easy to do, non-invasive, and accessible to family members with the necessary training. This community program uses a web-based Ankle Brachial Index (ABI) test to help families become more proficient in identifying diabetic foot ulcer risk early. In order to implement this community service, socialization exercises and focus groups with the management of Posyandu Menur and Kasihan 2 Health Center were held to discuss the activities' Plan of Action (PoA) and Terms of Reference (ToR). Additionally, website-based technology was presented. Using website-based technologies to deliver health education through lectures and simulations is the next stage. This website is available for free on a smartphone at any time, from any location, and repeatedly. Articles, pictures, and 2D animated films are all on the website. The Posyandu Menur hosted this community service, which was attended by forty-five families. Their average age is 52.08±2.35 years, and the majority of them are unemployed (73.33%), female (88.71%), and have a high school diploma (57.78%). After the intervention, the family's good category skills in the Ankle Brachial Index (ABI) examination for early diabetic foot ulcer risk detection reached 77.78%, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference in abilities between before and after the intervention. The use of website-based technology applications in health education media improves family abilities in identifying diabetic foot ulcer risk early on using the Ankle Brachial Index (ABI) test. With the help of the neighborhood health center, it is intended that the activities of this program can continue to be sustained, enabling individuals with diabetes mellitus to prevent diabetic foot ulcers on their own and in a sustainable manner. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Ankle Brachial Index (ABI), Family, Website

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue