cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Meningkatkatkan Pengetahuan tentang Penyakit Diabetes Mellitus pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk Chrisnawati, Chrisnawati; Kurniawan, Ahmad Rizqie; Safitri, Serli Wulan; Adiantara, Ken Rangga Galang; Apriyanti, Firda; Prastiwi, Firman; Ayumi, Ayumi; Sitanggang, Yohana Agustina; Mahdiansyah, Priska Ekayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23189

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health problem characterized by hyperglycemia, which can lead to chronic complications and decreased quality of life. In Indonesia, the increasing number of DM cases highlights the urgency of public education for the prevention and management of the disease. Health education plays a crucial role in improving self-care behaviors and glycemic control. The objective of this community service activity was to provide education aimed at increasing public knowledge about DM in the working area of the Sungai Tabuk Health Center. The activity took place at the Village Office Hall of Abumbun Jaya, Sungai Tabuk, on October 13, 2025, involving 50 participants who were either diagnosed with DM or at high risk of developing the disease. The program included blood pressure measurements, random blood glucose tests, and an initial assessment of participants’ knowledge (pretest) using a questionnaire. This was followed by a health education session delivered through leaflet and audio-visual media using a lecture method, and subsequently a posttest to reassess participants’ knowledge levels.The pretest results showed that most participants had poor (22%) and less satisfactory (62%) levels of knowledge. However, posttest results revealed an improvement, with 48% showing fair and 28% showing good levels of knowledge. The Marginal Homogeneity Test produced a p-value of 0.000, indicating a significant effect of the educational intervention on the participants’ knowledge levels.Health education using leaflet and audio-visual media significantly improved public knowledge about Diabetes Mellitus in the working area of the Sungai Tabuk Health Center. It is expected that the community will be able to recognize risk factors, seek early treatment, and adopt healthier lifestyles to control the risk of developing Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Education, Health Knowledge.  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) adalah masalah kesehatan global yang ditandai dengan hiperglikemia, yang dapat menyebabkan komplikasi kronis dan menurunkan kualitas hidup. Di Indonesia, peningkatan kasus DM menunjukkan urgensi edukasi masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian penyakit. Edukasi kesehatan penting untuk meningkatkan perilaku perawatan diri dan memperbaiki kontrol glikemik. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk. Pengabdian masyarakat dilakukan di Pondopo Kantor Desa Abumbun Jaya, Sungai Tabuk, pada tanggal 13 Oktober 2025, dengan 50 peserta yang merupakan penderita DM atau berisiko tinggi. Kegiatan meliputi pengukuran tekanan darah, cek gula darah sewaktu, dan pengukuran tingkat pengetahuan (pretest) menggunakan kuesioner. Selanjutnya, diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet dan audio-visual menggunakan metode ceramah, diikuti dengan pengukuran kembali pengetahuan (posttest). Hasil pretest menunjukkan sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan tidak baik (22%) dan kurang baik (62%), sedangkan posttest menunjukkan peningkatan menjadi cukup baik (48%) dan baik (28%). Analisis Marginal Homogeneity Test menghasilkan nilai p=0.000, yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan masyarakat. Pendidikan kesehatan melalui media leaflet dan audio-visual secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk. Diharapkan masyarakat mampu menilai faktor risiko, melakukan pengobatan secepatnya, dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat untuk mengendalikan risiko diabetes mellitus Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Kesehatan.
Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Zero Waste Plus pada Kelompok Yusuf, Mani; Rizal, Abdul; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Anwar, Anwar; Sembiring, Jefri; Rupang, Maya Sari; Adrianus, Adrianus; Daoed, Denvy Meidian; Fredy, Fredy; Suriani, Wa Ode; Timba, Yohanes Onaltus; Nongtit, Nikodemus; Kolewora, Riez Kifli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23152

Abstract

ABSTRAK Pertanian berkelanjutan menuntut penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif dari bahan kimia sintetis. Namun, di Kelompok TK-PPEG Mekar Jaya, Kampung Jaya Makmur, masyarakat masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian, peternakan, dan rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair berbasis konsep Zero Waste Plus. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 4 tahapan yakni 1) Sosilalisasi awal kegiatan, 2) Sosialisasi dan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, kotoran hewan dan tanaman pertanian sebagai pupuk organik, 3) Pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair dan  4) Monitoring dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan peningkatan pemahaman konsep zero waste dari 60% menjadi 90%, serta kemampuan membuat pupuk organik padat dan cair meningkat dari rata-rata 40% menjadi 85%. Selain itu, peserta mampu mengaplikasikan hasil pelatihan secara mandiri pada kegiatan budidaya sayuran dan tanaman obat. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat khusus kelompok TK-PPEG Jaya Makmur dalam memanfaatkan limbah pertanian sebagai pupuk organik padat dan cair. Kata kunci: Zero Waste Plus, Pupuk Organik, Kebun Sehat ABSTRACT Sustainable agriculture requires the use of organic fertilizers to maintain soil fertility and reduce the negative impacts of synthetic chemicals. However, the TK-PPEG Mekar Jaya group in Jaya Makmur Village still faces limited knowledge and skills in producing organic fertilizers. This community service activity aims to improve the community’s capacity and skills in utilizing agricultural, livestock, and household waste to produce solid and liquid organic fertilizers based on the Zero Waste Plus concept. The program was implemented through four main stages: (1) initial activity socialization, (2) socialization and counseling on the use of household, livestock, and agricultural waste as organic fertilizers, (3) training on the production of solid and liquid organic fertilizers, and (4) program monitoring and evaluation. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills, with understanding of the zero waste concept rising from 60% to 90%, and the ability to produce solid and liquid organic fertilizers increasing from an average of 40% to 85%. In addition, participants were able to independently apply the training outcomes in vegetable and medicinal plant cultivation activities. This community service activity successfully enhanced the capacity of the TK-PPEG Mekar Jaya group in utilizing agricultural waste as solid and liquid organic fertilizers.  Keywords : Zero Waste Plus, organic fertilizer, healthy garden
Sosialisasi tentang Pengelolaan Kesehatan Mental pada Remaja di SMA Negeri Jatinangor Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23216

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode transisi, ditandai dengan perubahan fisik, mental, sosial dan emosional. Pada usia remaja sering kali menghadapi permasalahan  kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan aspek yang kurang mendapat perhatian dikalangan siswa sekolah seperti stres akademik. Kesehatan mental remaja pada siswa sekolah dipengaruhi berbagai faktor seperti beban akademik yang tinggi, tuntutan untuk meraih prestasi dan persiapan ujian. Hal tersebut merupakan penyebab terjadinya stres pada remaja yang seringkali tidak disadari padahal sangat berdampak pada kualitas hidup mereka. Kondisi ini dimungkinkan kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan mental sehingga tidak berusaha mencari bantuan professional. Hasil survey yang dilakukan di SMAN di Jatinangor menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan mental sebanyak 40% memiliki pengetahuan kurang. Sikapsiswa terhadap pengelolaan kesehatan mental sebanyak 58,33% memiliki sikap tidak mendukung. Persepsi tentang layanan konsultasi kesehatan mental di sekolah 45% memiliki perspektif negatif,  dan perilaku tentang koping mekanisme dari suatu keadaan 46,66%  siswa tidak melakukan perilaku yang baik. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, persepsi dan perilaku siswa dalam pengelolaan kesehatan mental pada remaja  di SMAN Jatinangor. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi tentang pengelolaan kesehatan mental pada remaja di SMAN Jatinangor. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 55,73 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 77,85 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 22,12 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati sekolah adalah pemberdayaan guru Bimbingan dan Konseling dalam penanganan siswa yang mengalami masalah kesehatan mental.   Kata Kunci: Kesehatan mental, Sosialisasi, Siswa.  ABSTRACT Adolescence is a transitional period, marked by physical, mental, social, and emotional changes. Adolescence often faces mental health issues. Mental health is an aspect that receives less attention among school students, such as academic stress. Adolescent mental health in school students is influenced by various factors such as high academic loads, demands for achievement, and exam preparation. This is a cause of stress in adolescents that is often not recognized even though it has a significant impact on their quality of life. This condition is possibly due to adolescents' lack of understanding about mental health, so they do not try to seek professional help. The results of a survey conducted at a high school in Jatinangor showed that 40% of students had insufficient knowledge about mental health. 58.33% of students' attitudes towards mental health management were unsupportive. Perceptions about mental health consultation services in schools were 45% negative, and behaviors regarding coping mechanisms for a situation were 46.66% of students did not behave well. The aim of this activity is to increase students' knowledge, attitudes, perceptions, and behavior in managing mental health in adolescents at Jatinangor High School. The activity method used was socialization about mental health management in Jatinangor High School. A total of 35 students attended. The activity results showed an average pre-test score of 55.73 points and an average post-test score of 77.85 points. The conclusion was that there was a 22.12 point increase in knowledge after the health education. The school's agreed-upon follow-up plan is to empower guidance and counseling teachers to handle students experiencing mental health issues. Keywords: Mental Health, Socialization, Students.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Mata Rabun Jauh (Myopia) dan Peningkatan Dukungan Keluarga untuk Mengontrol Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Sekolah Damawiyah, Siti; Pribadi, Priyo Mukti; Wijayanti, Lono; Wulandari, Sri; Sari, Siti Rumania Astika; Novita, Dinda Eva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22917

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah khususnya remaja merupakan kelompok masyarakat yang memiliki tingkat aktivitas penggunaan gadget yang tinggi baik dalam hal pembelajaran maupun bermain game. Banyaknya aktivitas penggunaan gadget  menjadikan remaja lebih berisiko tinggi untuk mengalami myopia dan terjadinya peningkatan progresivitas myopia. Fakta fenomena hasil study lapangan di wilayah Kelurahan Kebonsari Surabaya di dapatkan ada beberapa anak usia sekolah yang menggunakan kacamata minus dalam kegiatan sehari-harinya. Berbagai dampak dari miopia diantaranya adalah dampak yang dapat dirasakan secara langsung misalnya terganggunya fokus belajar akibat penglihatan kabur yang dapat disertai dengan gejala pusing kepala sehingga dapat menyebabkan penurunan produktivitas kinerja yang berdampak pada penurunan prestasi . Penurunan tajam penglihatan miopia akan sangat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menyerap materi pembelajaran, sehingga potensi untuk meningkatkan kecerdasan menjadi berkurang. Selain itu, beberapa dampak lain dari miopia yang merugikan adalah dapat menjadi salah satu risiko meningkatnya penyakit mata katarak, glaukoma, ablasio retina, bahkan kebutaan permanen. Pengabdian ini dilaksanakan di wilayah Kebonsari, Surabaya, yang memiliki karakteristik pemukiman padat dengan tingkat kesadaran kesehatan mata anak- anak yang masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang kesehatan mata, mengenali gejala miopia, serta mempromosikan gaya hidup visual yang sehat. Metode  dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi senam mata, pemeriksaan visus sederhana, dan pemberian edukasi visual berbasis media cetak dan digital. Evaluasi dilakukan menggunakan sesi tanya jawab serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pencegahan miopia. Beberapa anak terindikasi mengalami gangguan penglihatan dan diarahkan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan. Program ini memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya promotif dan preventif bidang oftalmologi dasar. Sebagai luaran, kegiatan ini menghasilkan artikel ilmiah, artikel media massa, video kegiatan, HKI serta bahan penyuluhan yang dapat direplikasi pada kegiatan serupa di wilayah lain. Kata Kunci: Deteksi Dini, Miopia, Dukungan Keluarga, Gadget.ABSTRACT School-age children, especially teenagers, are a group of people with high levels of gadget use, both for learning and playing games. This high level of gadget use puts teenagers at higher risk for developing myopia and increasing myopia progression. A field study in the Kebonsari Village, Surabaya, found that several school-age children use nearsighted glasses in their daily activities. The various impacts of myopia include those that can be felt directly, such as impaired learning focus due to blurred vision, which can be accompanied by symptoms of dizziness, which can lead to decreased work productivity, which has an impact on decreased achievement. The decrease in myopia's visual acuity will significantly affect a person's ability to absorb learning materials, thus reducing the potential for increasing intelligence. In addition, several other detrimental impacts of myopia include an increased risk of cataracts, glaucoma, retinal detachment, and even permanent blindness. This community service was carried out in the Kebonsari area, Surabaya, which is characterized by dense residential areas with a low level of awareness of children's eye health. This community service activity aims to increase children's knowledge about eye health, recognize the symptoms of myopia, and promote a healthy visual lifestyle. The method was carried out through counseling, eye exercise demonstrations, simple vision tests, and visual education based on print and digital media. Evaluation was conducted through question-and-answer sessions and observations throughout the activity. Results showed an increase in participants' understanding of myopia prevention. Several children were diagnosed with visual impairment and were referred for further examination at a health facility. This program strengthened public awareness of the importance of maintaining eye health from an early age and increased community participation in promotive and preventive efforts in basic ophthalmology. As outputs, this activity produced scientific articles, media articles, activity videos, intellectual property rights (IPR), and education materials that can be replicated in similar activities in other regions. Keywords: Early Detection, Myopia, Family Support, Gadgets.
Strengthening Health Cadre Capasity in Tb Detection: Evaluation in Urban South Jakarta Kusumaratna, Rina Kurniasri; Tan, Suriyani; Sari, Mutiara Indah Sekar; Rahayu, Mutiara Sri; Herteniza, Ranna Adjani; Riskawa, Risna Muthmainnah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23129

Abstract

ABSTRACT Proper TB management hinges on three key aspects: early diagnosis, early detection of drug resistance, and prompt initiation of treatment plans. Mobilizing the community to actively participate in TB screening activities conducted by health facilities is crucial. Enhancing the knowledge and skills of health cadres is necessary to enable them to independently and support health workers in community TB screening efforts. This activity aims to evaluate, assess and address issues, improve TB case detection and treatment, and empower health cadres to become TB champions, accelerating the elimination of tuberculosis, in Pasar Minggu sub-district, South Jakarta. Results indicate that the education and training activities effectively enhanced cadres' TB screening and contact investigation skills. Post-test assessments showed significant (p<0.05) improvement in understanding and abilities, with average scores rising considerably from 78.67 (pre-test) to 98.67 (post-test), confirming successful knowledge and skill acquisition. Health cadres identified five new cases through home visits during active case-finding and contact investigation efforts. Engaging the community is crucial for effective public health interventions, ensuring both relevance and practical implementation. Keywords: Skill Development, Tuberculosis Management, Community Involvement.
Literasi Keuangan untuk Sustainable Development Goals: Workshop Pengenalan Aplikasi Laporan Keuangan Sederhana bagi Pengurus dan Anggota Rahastra CU Kota Bandung Widajatun, Vincentia Wahju; Mukhlis, Tanti Irawati; Susanti, Neneng; Sumantri, Muhammad Bayu Aji; Padmanegara, Oliver Hasan; Yanida, Pebri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.21059

Abstract

ABSTRACT The increasingly dynamic development of the financial sector requires an increase in financial literacy for the community, especially for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Low financial literacy can lead to less than optimal financial management, thus having a negative impact on business performance and sustainability. This study seeks to enhance the comprehension of financial literacy among MSME participants through the Community Service (PkM) initiative in partnership with Rahastra Cooperative. The approach employed in this program includes lectures and tutorials that offer knowledge and training on utilizing digital financial recording applications for MSME operators. The training outcomes indicate that the adoption of digital technology for financial recording assists MSMEs in generating more organized financial reports, thereby improving their access to financing and enhancing their financial management practices. Therefore, boosting technology-driven financial literacy can serve as an effective means to elevate the competitiveness and long-term viability of MSMEs.. Keywords: Financial Literacy, Msmes, Digital Financial Recording, Financial Applications, Financial Management.  ABSTRAK Perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis menuntut peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Literasi keuangan yang rendah dapat menyebabkan pengelolaan keuangan yang kurang optimal, sehingga berdampak negatif pada kinerja dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan bagi pelaku UMKM melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang bekerja sama dengan Koperasi Rahastra. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tutorial yang memberikan wawasan serta pelatihan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital bagi pelaku UMKM. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pencatatan keuangan membantu UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang lebih sistematis, sehingga dapat meningkatkan akses mereka terhadap pendanaan serta memperbaiki pengelolaan keuangan usaha. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan berbasis teknologi dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM. Kata Kunci: Literasi Keuangan, UMKM, Pencatatan Keuangan Digital, Aplikasi Keuangan, Pengelolaan Keuangan.
Peningkatan Pengetahuan melalui Edukasi dan Simulasi Phbs dalam Pencegahan Skabies dan Herpes di Kelurahan Tanjung Raya Bandar Lampung Wijonarko, Wijonarko; Ferry, Ferry; Putra, Hendra Jaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23236

Abstract

ABSTRAK Skabies dan herpes merupakan penyakit kulit yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat, khususnya di lingkungan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang rendah. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyebab, cara penularan, dan pencegahan kedua penyakit ini dapat meningkatkan angka kejadian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mencegah skabies dan herpes melalui edukasi serta simulasi penerapan PHBS. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, pembagian leaflet, dan simulasi praktik PHBS yang benar, diikuti oleh 30 peserta warga Kelurahan Tanjung Raya di Posyandu Lestari 3. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi langsung keterampilan peserta dalam simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 62,3 menjadi 88,5 (peningkatan 26,2 poin). Selain itu, 90% peserta mampu mempraktikkan langkah PHBS dengan benar sesuai panduan. Kesimpulan kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam  pencegahan skabies dan herpes. Kata Kunci:  Skabies, Herpes, PHBS.  ABSTRACT Scabies and herpes are skin diseases that remain a health problem in the community, especially in areas with high population density and low implementation of Clean and Healthy Living Behaviours (PHBS). Lack of public knowledge about the causes, transmission, and prevention of these two diseases can increase their incidence. This community service activity aims to enhance residents' knowledge and skills in preventing scabies and herpes through education and simulations of CHLS implementation. The methods used included interactive lectures, discussions, leaflet distribution, and simulations of proper PHBS practices, attended by 30 residents of Tanjung Raya Village at the Lestari 3 Health Post. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement, as well as direct observation of participants' skills in the simulations. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 62.3 to 88.5 (an increase of 26.2 points). In addition, 90% of participants were able to practise PHBS steps correctly according to the guidelines. The conclusion of this activity proved to be effective in increasing the community's understanding and skills in preventing scabies and herpes. Keywords: Scabies, Herpes, PHBS
Pemberdayaan Ibu melalui Dedikasi dalam Upaya Pencegahan Stunting Sinaga, Desriati; Arisandi, Ermawaty; Taringan, Rica Vera Br
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23030

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah bentuk kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama. Kurangnya pemahaman masyarakat dalam melakukan deteksi penyimpangan pertumbuhan bayi menjadi salah satu faktor penyebab tidak terdeteksinya dari awal kejadian stunting pada anak. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kelompok ibu Moria dalam melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang dan stimulasi pada anak. Metode dalam kegiatan ini dilakukan dengan tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Terdapat tiga kegiatan utama yang dilakukan yaitu 1) edukasi tentang stunting dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita, 20 deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan balita, dan 3) stimulasi tumbuh kembang sesuai umur dengan permainan edukatif. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam menggunakan timbangan, pengukur tinggi badan dan menggunakan KPSP dan stimulasi melakukan deteksi dini dan mampu melakukan stimulasi tumbuh kembang melalui permainan edukatif pada anak. Kegiatan pemberdayaan mitra ini telah meningkatkan kesadaran mitra tentang pentingnya deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang anak sebagai salah satu upaya mencegah stunting.   Kata Kunci: Pemberdayaan, Ibu, Deteksi, Stimulasi, Stunting.   ABSTRACT Stunting is a form of growth failure caused by the prolonged accumulation of nutritional deficiencies. A lack of community understanding in detecting deviations in infant growth is one of the contributing factors to the late detection of stunting in children. This study aimed to improve the knowledge and skills of the Moria mothers’ group in conducting early detection of growth and developmental deviations as well as stimulation in children. The activities were carried out through several stages, including preparation, socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Three main activities were conducted: (1) education about stunting and the importance of monitoring child growth and development, (2) early detection of growth and developmental deviations, and (3) age-appropriate developmental stimulation through educational play. The evaluation showed an increase in the partners’ understanding and skills in using weighing scales, height measurement tools, developmental screening instruments (KPSP), and in performing early detection and developmental stimulation through educational play with children. This community empowerment activity successfully enhanced partners’ awareness of the importance of early detection and developmental stimulation as an effort to prevent stunting. Keywords: Empowerment, Mother, Detection, Stimulation, Stunting. 
Program Pelayanan Kesehatan Terpadu dalam Optimalisasi Gizi Balita dan Pengelolaan Sampah di Desa Sudimara Tabanan Agustini, Ni Komang Tri; Wahyunadi, Ni Made Dwi; Sanjana, I Wayan Edi; Tripayana, I Nyoman; Antares, Ardhinata
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23195

Abstract

ABSTRAK Kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan sangat dipengaruhi oleh perilaku gizi dan pengelolaan lingkungan. Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, merupakan salah satu daerah dengan permasalahan gizi anak balita serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan untuk skrining kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang bagi anak balita serta menumbuhkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Meliputi penyuluhan gizi dan praktik pembuatan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal, pemeriksaan kesehatan masyarakat (tekanan darah, GDS, kolesterol, dan asam urat), serta edukasi dan demonstrasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan, pembuatan kompos, dan eco-enzym. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan perangkat desa. Sebanyak 85–90% peserta memahami cara penyusunan MP-ASI bergizi seimbang, sementara 70% peserta mulai menerapkan pemilahan sampah di rumah. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, baik dalam aspek gizi maupun pengelolaan sampah. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme untuk membentuk Bank Sampah Desa Sudimara sebagai bentuk keberlanjutan program. Kata Kunci: Gizi Balita, Kesehatan,Skrining, Pengelolaan Sampah.  ABSTRACT Public health in rural areas is greatly influenced by nutritional behavior and environmental management. Sudimara Village, Tabanan District, is one of the areas with nutritional problems for toddlers and low public awareness of household waste management. This activity was carried out to screen the public health, increase public knowledge about balanced nutrition for toddlers and raise awareness of sustainable waste management. Includes nutrition counseling and practice of making Complementary Breastfeeding Food (MP-ASI) from local food ingredients, public health checks (blood pressure, GDS, cholesterol, and uric acid), as well as education and demonstration of household waste management through sorting, composting, and eco-enzyme production. The activity was attended by 40 participants consisting of housewives, Posyandu cadres, and village officials. As many as 85–90% of participants understood how to prepare balanced nutritional MP-ASI, while 70% of participants began to implement waste sorting at home. This activity showed a significant increase in participants' knowledge, both in terms of nutrition and waste management. Furthermore, the community demonstrated enthusiasm for establishing the Sudimara Village Waste Bank as a form of program sustainability. Keywords: Toddler Nutrition, Health, Screening, Waste Management
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Ikan Teri (Stolephorus Commersonii) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Gampong Suak Indrapuri Kabupaten Aceh Barat Susanti, Susanti; Gustini, Sri; Husaini, Muhammad; Norisa, Nanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22641

Abstract

ABSTRACT Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growthdisorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. Efforts to preventstunting are carried out by processing anchovies into other food ingredients such as anchovy sticks. The purpose ofthis community service activity is to improve the knowledge and skills of mothers in efforts to prevent and treatstunting through the processing of foodstuffs from anchovies into processed food to be given to children in stuntingprevention. The implementation of this community service activity is by providing counseling and demonstrationsabout processing anchovies into anchovy sticks. The measurement results showed an increase in high knowledge from20% to 93.3%. It is hoped that the implementation of this community service can be a forum to share information andincrease public education related to the processing of anchovies into other food ingredients that can be consumed bybabies and toddlers in an effort to prevent  stunting. Keywords: Stunting, Anchovy Processing, Community Empowerment.  ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Upaya pencegahan stunting diilakukan dengan pengolahan ikan teri menjadi bahan makanan lainnya seperti stik ikan teri. Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam upaya pencegahan dan perawatan stunting melalui pengolahan bahan makanan dari ikan teri menjadi makanan olahan untuk diberikan pada anak dalam pencegahan stunting. Pelaksanaan kegiatan pengadian masyarakat ini dengan pemberian penyuluhan dan demontrasi tentang pengolahan ikan teri menjadi stik ikan teri. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan pengetahuan tinggi dari 20% menjadi 93,3%. Diharapkan Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi dan meningkatkan edukasi masyarakat terkait dengan pengolahan ikan teri menjadi bahan makanan lain yang dapat dikonsumsi oleh bayi dan balita dalam upaya pencegahan stunting Kata Kunci: Stunting, Pengolahan Ikan Teri, Pemberdayaan Masyarakat.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue