cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
Penguatan Ketrampilan Kader dalam Optimalisasi Rentang Gerak Lansia Arthritis Gout melalui Senam Ergonomis & Kompres Jahe Prabasari, Ninda Ayu; Juwita, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24018

Abstract

ABSTRAK Perubahan sistem muskuloskeletal lanjut usia menyebabkan perubahan rentang gerak yang berdampak pada activity daily living, jika dibiarkan berlanjut mempengaruhi kualitas hidup lansia dan peningkatan kebutuhan perawatan lansia. Masalah persendian dengan keluhan nyeri sendi paling banyak ditemukan pada lansia. Arthritis gout merupakan penyakit tidak menular tetapi memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia seiring pertambahan usia. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang arthritis gout, pelatihan melakukan senam ergonomis dan kompres jahe untuk mengurangi nyeri sendi. Sejumlah 53 kader lansia yang mengikuti kegiatan ini dengan mayoritas berusia 46-55 tahun, lama menjadi kader 2-10 tahun. Hasil pre test dan post test menunjukkan peningkatan jumlah pengetahuan kategori baik sebanyak 35.84% menjadi 86.79%. Edukasi tentang asam urat, pemberian pelatihan senam ergonomis dan kompres jahe menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader, hal tersebut memberikan dampak positif pada lansia yaitu dapat membantu mengurangi nyeri sendi yang dirasakan, sehingga  optimalisasi rentang gerak lansia dapat tercapai dan aktivitas sehari-hari lansia tidak terganggu.  Kata Kunci: Arthritis Gout, Kompres Jahe, Lansia, Senam Ergonomis. ABSTRACT Changes in the musculoskeletal system in older adults cause changes in range of motion, which impact daily activities. If left untreated, this can impact quality of life and increase the need for care. Joint problems, including pain, are most common in older adults. Gout arthritis is a non-communicable disease but has a high prevalence in Indonesia with increasing age. This community service program aims to provide knowledge about gout arthritis, training in ergonomic exercises, and ginger compresses to reduce joint pain. Fifty-three elderly cadres participated in this activity, the majority aged 46-55, with 2-10 years of experience. Pre test and post test results showed an increase in knowledge in the good category, from 35.84% to 86.79%. Education about gout, ergonomic exercise training, and ginger compresses demonstrated an increase in the knowledge and skills of the cadres. This has a positive impact on the elderly, helping to reduce joint pain, optimizing their range of motion and ensuring their daily activities are not disrupted. Keywords: Gout Arthritis, Ginger Compress, Elderly, Ergonomic Exercise.
Pemberdayaan Masyarakat dan Sosialisasi Pencegahan Penyakit Hipertensi melalui Makanan Pendamping Dari Daun Basil dan Pengaplikasian Personal Health Record di Desa Cintapuri Sidiq, Abdurrahman; Wahyudi, Wahyudi; Rahmiati, Nur; Puspawati, Puspawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24046

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang tinggi prevalensinya di kalangan lansia, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Cintapuri, Kabupaten Banjar. Penyakit ini sering tidak bergejala namun berpotensi menyebabkan komplikasi serius, sehingga diperlukan upaya pencegahan dini melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi, memperkenalkan Personal Health Record (PHR) berbasis AI sebagai alat pemantau kesehatan, serta memanfaatkan kearifan lokal melalui pemanfaatan daun basil (Ocimum basilicum L.) dalam pembuatan makanan pendamping (nugget) yang potensial menurunkan tekanan darah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup sosialisasi edukasi hipertensi, pelatihan penggunaan aplikasi PHR, serta pelatihan pembuatan nugget daun basil. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta pemeriksaan kesehatan gratis sebagai pendukung. Terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaan hipertensi pasca-sosialisasi. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme terhadap penggunaan aplikasi PHR dan penerimaan positif terhadap nugget daun basil sebagai alternatif makanan fungsional. Integrasi edukasi, teknologi kesehatan digital, dan pemanfaatan tanaman lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pencegahan hipertensi. Pendekatan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai model pemberdayaan kesehatan berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Hipertensi, Daun Basil, Personal Health Record, Pemberdayaan Masyarakat, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a highly prevalent degenerative disease among the elderly, particularly in rural areas such as Cintapuri Village, Banjar Regency. Often asymptomatic yet potentially fatal, it necessitates early preventive measures through community-based education and empowerment. This community service aims to enhance public knowledge on hypertension prevention, introduce an AI-based Personal Health Record (PHR) application for health monitoring, and leverage local wisdom by utilizing basil leaves (Ocimum basilicum L.) in functional food development—specifically, basil leaf-enriched nuggets—with potential antihypertensive properties. The initiative employed a community engagement approach, comprising health education sessions, PHR application training, and hands-on workshops for making basil nuggets. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to assess knowledge improvement, supported by free health screenings. A significant increase in participants’ understanding of hypertension risk factors, prevention, and self-management was observed post-intervention. High enthusiasm was also noted toward PHR adoption and positive acceptance of basil nuggets as a functional food alternative. The integration of health education, digital health tools, and local plant-based innovation proves effective in strengthening community capacity for hypertension prevention. This model holds promise for scalability as a culturally grounded, sustainable public health empowerment strategy. Keywords: Hypertension, Basil Leaf, Personal Health Record, Community Empowerment, Elderly.
Optimalisasi Screening PTM dan Skrining TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Kijang, Kabupaten Bintan Deliana, Muthia; Putri, Rima Novia; Romalina, Romalina; Purbianto, Purbianto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23755

Abstract

ABSTRAK Program Kementerian Kesehatan berupa enam pilar tranformasi kesehatan saat ini harus didukung oleh semua instansi dan lapisan masyarakat termasuk juga Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Peningkatan kasus TBC dan Penyakit tidak menular di Kabupaten Bintan mendorong kerjasana dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dan Puskesmas Kijang. Meningkatkan pengetahuan dan capaian pemeriksaan Masyarakat wilayah kerja Puskesmas Kijang dalam penanggulangan PTM dan Penyakit TBC. Pengabdian ini berupa penyuluhan dan skrining PTM serta skrining TBC pada Masyarakat di dua posyandu wilayah kerja puskesmas Kijang, Kabupaten Bintan. Hasil pretest dan post test menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan tentang Hipertensi meningkat dari 72,69 menjadi 78,36. Hasil skrining PTM didapat 7 orang (35%) dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg yang dapat dikategorikan sebagai hipertensi, 11 orang (55%) dengan kadar kolesterol di atas batas normal (200 mg/dl), serta 4 orang (20%) dengan kadar asam urat tinggi. Selain itu dari hasil skrining TB didapatkan 6 orang (19,4%) dengan terduga TB.  Pengabdian Masyarakat ini meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kijang tentang PTM khususnya hipertensi, skrening PTM dan TB dapat dilakukan dengan lancar dan tersaring beberapa kasus baru. Diharapkan kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan menjadikan Kabupaten Bintan sebagai desa Binaan dan peneliti selanjutnya dapat mengidentifikasi faktor yang melatarbelakangi rendahnya pemeriksaan rutin masyarakat. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Hipertensi, Tuberculosis, Puskesmas.  ABSTRACT The Ministry of Health's program, consisting of six pillars of health transformation, must currently be supported by all agencies and layers of society, including the Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. The increase in TB cases and non-communicable diseases in Bintan Regency encourages cooperation with the Bintan Regency Health Office and Kijang Community Health Center. Improving the knowledge and examination achievements of the community in the working area of Kijang Health Center in the prevention of non-communicable diseases and TB. This service involves counseling and NCD screening as well as TB screening for the community at two integrated health posts in the working area of Kijang Community Health Center, Bintan Regency. The results of the pretest and posttest showed that the average knowledge score about Hypertension increased from 72.69 to 78.36. The NCD screening results found 7 people (35%) with blood pressure ≥140/90 mmHg, which can be categorized as hypertensive, 11 people (55%) with cholesterol levels above the normal limit (200 mg/dl), and 4 people (20%) with high uric acid levels. In addition, the TB screening results found 6 people (19.4%) suspected of having TB. With this Community Service, the community's knowledge in the working area of Kijang Health Center has increased, NCD and TB screening can be carried out smoothly, and several new cases have been identified. It is hoped that this activity can be continued by making Bintan Regency a model village and future researcher can identify the factors underlying the low rate of routine chack-ups among the community. Keywords: Non-Communicable Diseases, Hypertention, Tuberkuloasis, Community Health Center.
Optimalisasi Peran Uks dan Dokter Kecil Menggunakkan Kit Skrining Karies sebagai Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Putri, Citra Feriana; Utami, Rika Sri; Husna, Nurul; Alqarni, Bintang; Zakhirah, Siti; Hidayat, Azka Fariz
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23474

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka karies gigi pada anak usia sekolah dasar di Aceh Besar menunjukkan masih rendahnya praktik deteksi dini kesehatan gigi di lingkungan sekolah. Kondisi ini mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat di MIN 20 Aceh Besar melalui inovasi Kit Skrining Karies Anak berbasis teknologi tepat guna yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru UKS dan dokter kecil dalam melakukan pemeriksaan gigi sederhana secara mandiri. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan pelatihan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan selama empat bulan, melibatkan 10 guru UKS dan 30 dokter kecil. Peserta dilatih menggunakan kit deteksi dini karies, melakukan skrining gigi rutin, serta mencatat hasil pemeriksaan dalam formulir yang disusun bersama tim pengabdi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengenali tanda awal karies, terbentuknya sistem skrining rutin setiap bulan, serta meningkatnya kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Program ini berhasil memperkuat peran UKS sebagai pusat kegiatan promotif dan preventif di sekolah dasar. Kegiatan lanjutan disarankan untuk difokuskan pada perluasan implementasi Kit Skrining Karies Anak ke sekolah lain dan pengembangan model monitoring digital agar hasil skrining dapat diintegrasikan dengan layanan puskesmas secara berkelanjutan. Kata Kunci: UKS, Dokter Kecil, Skrining Karies, Teknologi Tepat Guna, Kesehatan Gigi Anak.  ABSTRACT The high prevalence of dental caries among elementary school children in Aceh Besar reflects the lack of early detection practices for oral health within school settings. To address this issue, a community service program was carried out at MIN 20 Aceh Besar through the innovation of a Child Caries Screening Kit based on appropriate technology. This program aimed to enhance the skills of school health unit (UKS) teachers and student health cadres (young doctors) in conducting independent basic dental screenings. The activity employed a participatory training approach and continuous mentoring over four months, involving 10 UKS teachers and 30 young doctors. Participants were trained to use the screening kit, perform routine monthly examinations, and record findings using standardized forms developed with the project team. The results demonstrated significant improvement in participants’ knowledge and ability to identify early caries, the establishment of a structured monthly screening system, and increased awareness among students regarding oral hygiene. Overall, this program strengthened the role of UKS as a center for promotive and preventive health activities in schools. Future programs are recommended to expand the implementation of the screening kit to other schools and to develop a digital monitoring system that connects school-based screening data with local public health centers for sustainable follow-up care. Keywords: School Health Unit, Young Doctors, Caries Screening, Appropriate Technology, Children’s Oral Health.
Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pencegahan Kecacingan: Intervensi Kesehatan untuk Siswa Sekolah Dasar di Palembang Ghiffari, Ahmad; Risdianyah, Risdiansyah; Permana, Adhi; Artanto, Ardi; Utama, Budi; Asmalia, Resy; Badri, Putri Rizki Amaliah; Ihsan, Muhammad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24598

Abstract

ABSTRAKKegiatan penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) ini dilaksanakan di SD Negeri 188 Palembang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan praktik CTPS yang benar. Menggunakan metode edukatif berupa penyuluhan melalui media visual dan demonstrasi, serta pendampingan langsung kepada siswa, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran penyakit infeksi melalui kebiasaan mencuci tangan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan, dengan rata-rata nilai post-test meningkat sebesar 0,47 poin dari nilai pre-test. Kegiatan ini telah berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan di tingkat sekolah dasar dan menjadi model bagi kegiatan serupa di wilayah lain. Penting bagi guru dan pihak sekolah untuk mengintegrasikan kebiasaan CTPS dalam rutinitas harian, seperti sebelum makan. Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Kecacingan, Penyuluhan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).  ABSTRACT The handwashing with soap (HWWS) educational intervention was implemented at SD Negeri 188 Palembang to enhance elementary school students’ knowledge and practical skills in proper hand hygiene. The program applied structured health education methods, including audio-visual presentations, live demonstrations, and guided practice. This intervention aimed to prevent the transmission of infectious diseases associated with poor hand hygiene behavior. Evaluation using pre-test and post-test assessments showed a measurable improvement in students’ knowledge, with a mean post-test score increase of 0.47 points compared to the pre-test. These findings indicate that structured HWWS education effectively improves hand hygiene awareness among elementary school students and supports school-based health promotion programs as a sustainable community health intervention model. It is essential for teachers and school authorities to integrate handwashing hygiene habits into daily routines, such as before meals. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Handwashing Hygiene, Health Education, Helminthiasis.
Pemberdayaan Caregiver dalam Mendukung Tingkat Kemampuan Fungsional Lansia Melalui Teknologi Geriatric Care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta Mizulia, Thirta; Wardhani, Riska Risty; Fatmawati, Veni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24418

Abstract

ABSTRAK Caregiver adalah pendamping yang memberikan bantuan kepada seseorang yang tidak mampu mengurus diri sendiri atau memiliki keterbatasan fisik dan mental. Caregiver sangat dibutuhkan oleh kondisi lansia stroke karena sebagian besar pasien lansia memiliki ketergantungan dan kesulitan melakukan aktivitas secara mandiri. Proses penurunan ini akan mengganggu dan menurunkan kemampuan fungsional lansia dalam melakukan aktivitas, sehingga mengakibatkan lansia membutuhkan bantuan dari orang lain. Tujuan program ini adalah memberikan pemberdayaan caregiver dalam mendukung tingkat kemampuan fungsional lansia melalui teknologi geriatric care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta. Metode program ini melalui persiapan, pre-test dan post-test, pengembangan dan uji coba aplikasi, pelatihan penggunaan aplikasi kepada caregiver, pelatihan cara pemeriksaan, evaluasi dan kontrol peningkatan pengetahuan caregiver, kemandirian lansia, serta ketercapaian luaran program. Hasil dari rata-rata tingkat pemahaman caregiver dalam penggunaan aplikasi sebelum program sebesar 51,8 dan sesudah program sebesar 98,1, terdapat peningkatan pemahaman caregiver sebesar 46,3%, yang menunjukkan bahwa caregiver mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri, memahami fitur pemeriksaan, serta melakukan pendampingan lansia secara lebih terarah. Hasil pengukuran kemampuan fungsional menggunakan indeks Barthel yaitu adanya peningkatan setelah diberikan latihan yang dipandu melalui aplikasi Geriatric Care. Sebelum mengikuti latihan, nilai rata-rata pre-testadalah 56,72, yang menunjukkan bahwa lansia masih berada pada tingkat kemandirian yang terbatas. Setelah mengikuti latihan serta pendampingan caregiver, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 64,97. Program ini memberikan hasil signifikan dalam upaya meningkatkan pemberdayaan caregiver dalam mendukung tingkat kemampuan fungsional lansia melalui teknologi geriatric care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta. Kata Kunci: Caregiver, Lansia, Stroke, Aplikasi Geriatric Care, Kemampuan Fungsional.  ABSTRACT Caregivers are companions who provide assistance to someone who is unable to care for themselves or has physical and mental limitations. Caregivers are very much needed by elderly stroke patients because most elderly patients are dependent and have difficulty performing activities independently. This decline process will disrupt and reduce the functional ability of the elderly in performing activities, resulting in the elderly needing assistance from others. The objective of this program is to provide caregiver empowerment in supporting the level of functional ability of the elderly through geriatric care technology at the Indonesian Stroke Foundation in Yogyakarta. This program method is through preparation, pre-test and post-test, application development and testing, application usage training for caregivers, examination method training, evaluation and control of caregiver knowledge improvement, elderly independence, and achievement of program outcomes. The results of the average level of caregiver understanding in using the application before the program were 51.8 and after the program were 98.1, there was an increase in caregiver understanding of 46.3%, which indicates that caregivers are able to operate the application independently, understand the examination features, and provide more targeted assistance to the elderly. The results of measuring functional ability using the Barthel index showed an increase after being given guided exercises through the Geriatric Care application. Before participating in the training, the average pre-test score was 56.72, indicating that the elderly were still at a limited level of independence. After participating in the training and caregiver assistance, the average post-test score increased to 64.97.  This program has a significantresults in efforts to increase caregiver empowerment in supporting the level of functional ability of the elderly through geriatric care technology at the Indonesian Stroke Foundation in Yogyakarta. Keywords: Caregiver, Elderly, Stroke, Geriatric Care Application, Functional Ability.
Edukasi Peningkatan Pengetahuan Ibu Mengenai Kehamilan Risiko Tinggi dengan Program Cerita Bumil Cahyaningrum, Nabilla Fitria; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24260

Abstract

ABSTRAK Rendahnya pengetahuan ibu hamil dan keterbatasan keterampilan kader mengenai kehamilan risiko tinggi merupakan tantangan signifikan dalam upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal di Desa Trosemi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta kader kesehatan dalam mengidentifikasi hingga mengelola kehamilan berisiko tinggi. Metode yang diterapkan adalah sosialisasi dan penyuluhan interaktif yang melibatkan 15 ibu hamil dan 5 kader kesehatan sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre testdan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan dan observasi langsung untuk evaluasi keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dari rata rata pre test 64,64% menjadi post test 88,96%. Observasi menunjukkan peningkatan hardskill kader dalam konseling dan softskill ibu dalam mengajukan pertanyaan terkait kehamilan resiko tinggi. Program "Cerita Bumil" di Desa Trosemi berhasil meningkatkan pemahaman ibu hamil dan kader kesehatan mengenai kehamilan risiko tinggi. Kata Kunci: Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kesehatan, Ibu Hamil, Kader Kesehatan, Cerita Bumil. ABSTRACT The low knowledge of pregnant women and the limited skills of cadres regarding high-risk pregnancies are significant challenges in efforts to reduce maternal morbidity and mortality in Trosemi Village. To improve the knowledge and skills of pregnant women and health cadres in identifying and managing high-risk pregnancies. The method applied was socialization and interactive counseling involving 15 pregnant women and 5 health cadres as partners. Evaluation is carried out through a comparison of pre-test and post test results to measure the level of knowledge and direct observation for skill evaluation. The results showed an increase in participants' knowledge, from an average pre-test of 64.64% to a post-test of 88.96%. Observations show an increase in the hard skills of cadres in counseling and soft skills of mothers in asking questions related to high-risk pregnancies. The "Cerita Bumil" program in Trosemi Village has succeeded in increasing the understanding of pregnant women and health cadres about high-risk pregnancies. Keywords: Highrisk Pregnancy, Health Education, Pregnant Women, Health Cadres, Cerita Bumil.
Deteksi Dini Kadar Gula Darah, Kejadian Dermatitis dan Faktor Risiko Obesitas pada Siswa SMP Daarul Aitam Palembang Chairani, Liza; Tanzila, Raden Ayu; Rahmawaty, Hasyifa Khaila; Hany, Salwa Tsabita; Ivantri, Muhammad Ghali
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24153

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a developing country that still suffers from multiple nutritional problems, one of which is obesity in children and adolescents. Obesity, a multifactorial disease caused by excessive accumulation of fat tissue, has wide-ranging effects, ranging from skin complaints to increased blood sugar levels, which can lead to the development of metabolic diseases such as diabetes mellitus. With this background in mind, the team leader and members conducted community service at Daarul Aitam Junior High School. Anthropometric measurements, random blood sugar levels, and in-depth interviews were conducted to identify complaints of itching as a sign of skin dermatitis. Of the 94 students, 56.38% were male. 22.34% had a BMI/Age above the 75th percentile, and 4.26% had a random blood sugar level above 120 mg/dl. Information was presented regarding risk factors for dermatitis and metabolic diseases such as diabetes mellitus, which are the effects of obesity and high blood sugar levels. Furthermore, in-depth education was provided regarding preventing and reducing risk factors for obesity and increased blood sugar levels through lifestyle changes. Keywords: Early Detection, Anthropometry, Blood Sugar Levels, Dermatitis.  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih dihadapkan dengan masalah gizi ganda yang salah satunya obesitas pada anak dan remaja. Obesitas yang merupakan suatu penyakit multifaktorial, yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan, yang akan memberikan dampak yang luas mulai dari keluhan pada kulit sampai terjadinya peningkatan kadar gula darah yang berisiko terjadinya penyakit metabolik berupa diabetes mellitus. Dengan latar belakang tersebut maka ketua tim dan anggota melakukan pengabdian di SMP Daarul Aitam. Dilakukan pemeriksaan antropometri, kadar gula darah sewaktu dan wawancara mendalam mencari keluhan gatal sebagai kejadian dermatitis pada kulit. Dari 94 siswa terdapat 56,38% adalah siswa laki-laki. Siswa dengan IMT/U diatas persentil 75 sebanyak 22,34% dan siswa yang mempunyai kadar gula darah sewaktu diatas 120 mg/dl sebanyak 4,26%. Dilakukan pemberian informasi terkait faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus sebagai dampak dari obesitas dan tingginya kadar gula darah. Selanjutnya dilakukan edukasi mendalam terkaiat pencegahan dan menurunkan faktor risiko terjadinya obesitas dan peningkatan kadar gula darah dengan mengubah gaya hidup.  Kata Kunci: Deteksi Dini, Antropometri, Kadar Gula Darah, Dermatitis.
Peningkatan Kesiapsiagaan Keluarga dalam Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Anak di Rumah melalui Edukasi Kesehatan dan Simulasi Digital di Kelurahan Sukajaya Fauziah Bastian, Yani Annisa; Ainurrahmah, Yusni; Rinjani, Santi; Jinan, Ridwan Riadul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23882

Abstract

ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan tidak hanya terjadi di lingkungan Rumah Sakit, melainkan dapat juga terjadi dalam lingkungan rumah tangga terutama pada kelompok anak usia balita, diantaranya kejadian tersedak, luka bakar dan kejang demam. Adapun Faktor yang menjadi penentu keselamatan anak saat kejadian gawat darurat seperti pengetahuan, akses informasi dan keterampilan praktis anggota keluarga khususnya ibu mengenai identifikasi tanda bahaya, pertolongan pertama dan kapan harus merujuk ke layanan darurat masih terbatas. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader serta Ibu Rumah Tangga dengan anak usia 0-5 tahun dalam penanganan pertama kejadian kegawatadaruratan melalui edukasi dan simulasi digital. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 26 November 2025 di RW 16 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dengan jumlah peserta 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test, antara lain pemahaman kegawatdaruratan dirumah dan penanganan pertama. Kesimpulan kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam menangani kondisi gawat darurat, dan pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Kegawatdaruratan,Anak, Keluarga, Simulasi Digital.  ABSTRACT Emergency conditions do not only occur in hospital settings but can also arise within households, particularly among children under five years old, such as choking, burns, and febrile seizures. Factors that determine a child’s safety during emergencies—such as knowledge, access to information, and practical skills of family members, especially mothers, regarding the identification of danger signs, first aid, and when to seek emergency services—remain limited. Purpose: This community service program aims to improve the knowledge and preparedness of community health volunteers and mothers with children aged 0–5 years in providing initial management of emergency events through education and digital simulation. The implementation method included preparation, execution, evaluation, and monitoring. The activity was conducted on November 26, 2025, in RW 16, Sukajaya Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency, with a total of 50 participants. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills based on pre-test and post-test findings, including understanding of home emergencies and first-response actions. Conclusion: This activity had a positive impact by increasing families’ knowledge and preparedness in handling emergency conditions and empowering community health volunteers as agents of change within the community. Keywords: Education, Emergency, Children, Family, Digital Simulation.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Mencegah Terjadinya Stunting di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Ngletih Kota Kediri Dewi, Rahma Kusuma; Kusumawati, Lindha Sri; Prasetyanti, Dhita Kris; Ardela, Mayasari Putri; Aminah, Siti; Putri, Pria Sabila; Khotimah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.20829

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak dan menjadi prioritas pembangunan nasional karena prevalensinya tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemberdayaan kader posyandu melalui peningkatan pengetahuan dan motivasi menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting, khususnya pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mengetahui efektivitas intervensi pendidikan kesehatan melalui media booklet dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader posyandu terkait gizi dan pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-testpada 45 kader posyandu di Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media booklet dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader terkait gizi dan pencegahan stunting, dengan evaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Paired Sample t-test. Peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi (p = 0,000) dan motivasi kader dalam pencegahan stunting (p = 0,000) setelah intervensi menggunakan media booklet. Namun, peningkatan pengetahuan tentang stunting tidak signifikan secara statistik (p = 0,154), sehingga diperlukan penguatan strategi edukasi pada aspek tersebut. Intervensi menggunakan media bookletefektif meningkatkan pengetahuan gizi dan motivasi kader, namun belum optimal pada pemahaman stunting. Diperlukan strategi edukatif yang lebih interaktif dan aplikatif, seperti video, infografis, dan simulasi. Pelatihan berkala, partisipasi kader dalam penyusunan materi, serta evaluasi rutin penting untuk menjaga efektivitas dan keberlanjutan program. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader Posyandu, Pengetahuan, Motivasi, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that adversely affects child growth and remains a national development priority due to its high prevalence in developing countries, including Indonesia. Empowering community health cadres by enhancing their knowledge and motivation is a strategic effort to prevent stunting, particularly during the first 1,000 days of life. This study aimed to assess the effectiveness of health education intervention using booklet media in improving the knowledge and motivation of posyandu cadres regarding nutrition and stunting prevention. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach was employed, involving 45 posyandu cadres in Tempurejo Subdistrict, Kediri City. The intervention consisted of structured health education sessions using booklet media, focusing on nutrition and stunting prevention. Data were collected before and after the intervention and analyzed using the Paired Sample t-test. There was a statistically significant improvement in cadres’ nutritional knowledge (p = 0.000) and motivation for stunting prevention (p = 0.000) following the booklet-based intervention. However, the increase in stunting-related knowledge was not statistically significant (p = 0.154), indicating the need for enhanced educational strategies targeting this aspect. The booklet-based intervention effectively improved cadres' nutritional knowledge and motivation but was less effective in enhancing their understanding of stunting. More interactive and practical educational strategies—such as videos, infographics, and field simulations—are recommended. Periodic training, active involvement of cadres in material development, and routine evaluation are essential to ensure the sustainability and impact of the program. Keywords: Empowerment, Posyandu Cadres, Knowledge, Motivation, Stunting.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue