cover
Contact Name
Supriyadi
Contact Email
jurnalindustriunsera@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalindustriunsera@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya
ISSN : 2407781X     EISSN : 26552655     DOI : -
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, dengan nomor terdaftar ISSN 2407-781X (Print) dan 2655-2655 (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Sudi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Serang Raya. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang Teknik Industri yang diterbitkan dua kali setahun. Ruang lingkup Ilmu mencakup Riset Operasi, Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, Ergonomi dan Sistem Kerja, Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan, dan studi ilmiah lainnya sesuai dengan bidang lingkup penelitian Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Penilaian Proses Produksi dan Ergonomi dengan Penerapan Mesin Pencuci Peragi Kedelai Rafela, Nindy Elsa; Iswanto, Andrian; Saputra, Arief Reza Indra; Pambudi, Nugroho Agung
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i2.8677

Abstract

Proses pencucian dan peragian kedelai merupakan salah satu operasi yang merepresentasikan perlu adanya perbaikan karena beresiko menimbulkan masalah ergonomi yaitu cedera akibat postur kerja yang tidak optimal. Hal ini dikarenakan aktivitas operasi produksi sebagian besar dilakukan tanpa menggunakan alat bantu dan melakukan gerakan secara repetitif sehingga menambah parameter waktu pemrosesan dan masuk dalam pemborosan. Untuk mengevaluasi kondisi proses kerja ini, diperlukan pendekatan yang menggabungkan penilaian proses produksi dan ergonomi terhadap beban kerja fisik. Kuesioner Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui prevalensi cedera MSDs yang dialami dan memberikan informasi kondisi beban kerja yang tidak menguntungkan. Temuan menunjukan bahwa daerah yang paling sering terkena dampak adalah kaki, punggung, dan tangan. Selanjutnya, pengukuran sistem REBA assessment digunakan untuk menganalisis dan mengkategorikan urgensi kedalam empat tingkat perbaikan. Mesin pencuci peragi kedelai dikembangkan dan diteliti untuk meningkatkan produktivitas pekerja pada proses pencucian dan peragian kedelai. Peninjauan eksperimental dilaku¬kan dengan mengkombinasikan analisis efektifitas, kenyamanan dan efisiensi mesin pencuci peragi kedelai. Eksperimental dilakukan di UD.Tempe 85 dengan bahan uji berasal dari mitra. Pengambilan data penelitian efektifitas - efisiensi dilakukan sebanyak 4-5 replikasi dengan mengkomparasikan metode proses manual dan mesin pencuci peragi kedelai. Hasil penelitian menunjukan bahwa  mesin pencuci peragi kedelai jauh lebih cepat daripada metode manual dalam mencuci maupun meragi kedelai dengan kapasitas 2x lipat dibanding hanya 30 kg/jam proses manual. Analisis kenyamanan REBA menunjukan level 1 sangat rendah terkena cedera dengan skor REBA 3 sedangkan metode pencucian peragian manual termasuk dalam level 4 memerlukan penerapan perubahan dengan skor REBA 11. Kelayakan penerapan mesin pencuci peragi kedelai ini direkomendasikan karena menekankan pentingnya risiko rendah dan produktivitas dalam penggunaannya.
A Novel Mathematical Model for Quality Optimization of Textile Products During Shipment Putri, Safira Hutama; Abdullah, Fadil; Rahmawati, Nurmalinda; Dayani, Camillana Calistafo; Kusumadewi, Afriani
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i2.8695

Abstract

The process of shipping products in the textile industry is essential as it determines the effectiveness of the business. However, non-ideal shipping can result in damage to the shipped products. Therefore, this study aims to develop a mathematical model to optimize the shipping process by assessing the textile product damage rate against environmental parameters such as humidity and temperature and shipping parameters such as shipping duration. The model developed using the Response Surface Methodology (RSM) statistical approach is based on linear and nonlinear models. The results showed that the linear model had a better coefficient of determination as a model validation parameter, with a coefficient of determination of 0.83. This value shows the effectiveness of optimizing the shipping process as a monitoring effort to determine the damage to textile products against several parameters that affect it. The results of this study have implications for the field of textile science, especially regarding the dynamics of distribution or logistics, as well as the application of mathematical applications in the textile field. In addition, the practical implications of this research are expected to be used as a monitoring effort for the textile industry to determine the impact of environmental parameters and shipping duration on the products they ship.
Ergonomic Chairless Chair Operator Assembly Manufaktur Otomotif untuk Mengurangi Gejala Musculoskeletal Disorders Nidhar, Ainun; Pramono, Agus Edy
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i2.8852

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) menjadi salah satu penyebab Penyakit  Akibat Kerja (PAK) sebesar 16% dengan industri otomotif menjadi sektor penyumbang MSDs s terbesar ketiga. Dengan berkembangnya industri otomotif di Indonesia sebesar 10,3% , menyebabkan peningkatan kapasitas produksi sehingga waktu produksi unit akan menjadi lebih cepat. Siklus tersebut dapat mempengaruhi peningkatan Work-Related MSDs pada pekerja otomotif terkait masalah aktivitas material handling utamanya perakitan yang menjadi kunci pada proses otomotif. Penelitian mengenai MSDs di sektor industri manufaktur otomotif penting untuk dilakukan, mengingat banyaknya faktor risiko terjadinya MSDs pada operator di sektor tersebut. Objek penelitian yang dianalisis adalah departemen perakitan interior pada lini produksi. Analisa postur kerja terhadap risiko MSDs dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan penilaian Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui gejala-gejala MSDs yang dirasakan operator. Skor REBA sebesar 11 menunjukkan risiko tinggi terjadinya cedera muskuloskeletal yang membutuhkan tindakan segera, sedangkan hasil Nordic Body Map menunjukkan adanya keluhan pada bagian punggung akibat posisi membungkuk dan tangan kanan akibat proses pengangkatan. Sehingga rekomendasi yang diberikan ialah rancangan alat bantu ergonomis berupa exoskeleton kursi tanpa kursi pada operator proses perakitan interior untuk mengurangi tekanan pada punggung. Rancangan yang diusulkan perlu dibuat prototipe dan diteliti lebih lanjut nilai efektivitas penurunan risiko MSDs, serta dari segi ketahanan dan kekuatan materialnya.
Optimalisasi Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Pendekatan Ergonomi dan Efisiensi Dewi, Anissa Puspa; Agus Edy Pramono
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i2.8855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata letak fasilitas workshop veneer kayu guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kesehatan operator. Laminated Veneer Lumber (LVL) dipilih sebagai fokus karena keunggulan kekuatan dan ketahanannya. Namun, proses produksi LVL menghasilkan limbah berbahaya, serta jarak antar fasilitas yang terlalu jauh mengakibatkan pemborosan energi operator dan mempengaruhi kesehatan pekerja. Salah satu urgensi perbaikan tata letak adalah kemampuannya mereduksi jarak perpindahan untuk large component product serta desain layout yang memisahkan proses pengecatan dari ruang perakitan, guna menghindari paparan zat kimia berbahaya pada operator lain. Evaluasi ergonomi dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk menilai risiko musculoskeletal disorders (MSD's) pada operator. Observasi dan wawancara lapangan mengidentifikasi masalah tata letak, yang dianalisis menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) dan Standard Weighted Sum Method (SWS). Hasil pengukuran menunjukkan jarak perpindahan awal antar fasilitas sebesar 94,5 meter. Dengan implementasi layout alternatif, jarak tersebut berkurang menjadi 51,8 meter untuk Alternatif 1 dan 52,8 meter untuk Alternatif 2, yang menghasilkan pengurangan jarak tempuh hingga 45,2%. Layout Alternatif 2, dengan skor tertinggi 242,7 dalam SWS, terbukti lebih unggul dalam mereduksi jarak perpindahan komponen besar dan mengurangi paparan zat kimia melalui pemisahan ruang pengecatan. Perbaikan tata letak ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, keselamatan, dan kenyamanan kerja operator.
Peningkatan Kapasitas Produksi dengan Metode Lean Manufacturing pada Industri Furnitur Apriani, Ades Yulia; Purba, Humiras Hardi; Rimawan, Erry; Juniawan, Singgih
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 10 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v10i2.9176

Abstract

Industri furnitur kayu di Indonesia memiliki peranan penting dalam ekonomi nasional dikarenakan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Salah satu perusahaan furniture nasional yang berada di daerah Cikarang memiliki kapasitas  produksi 70,03% atau di bawah rata-rata nasional sebesar 74,16%. Penelitian ini bertujuan untuk menge­tahui tingkat utilitas produksi saat ini dan strategi dalam meningkatkan tingkat produk­tivitas beserta implementasi solusi yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Value Stream Mapping (VSM) dalam memvisualisasikan dan menganalisis alur proses produksi furnitur untuk mengetahui potensi penyebab waste atau pemborosan operasional proses produksi serta penerapan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) berupa metode 5W1H untuk menghilangkan akar penyebab masalah pada proses produksi furnitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat utilitas jam kerja produksi sebelum dilakukan perbaikan adalah sebesar 108,67% yang mengindi­kasikan bahwa fasilitas produksi saat ini sudah dalam posisi maksimal. Penelitian ini berhasil melakukan identifikasi waste terbesar pada Movement, Overproduction dan Waiting. Dengan melakukan perubahan Batch Process baru sebanyak 50 set, pengadaan Mesin CNC Cutting for Leather and Fabric sebanyak empat unit, pengadaan Mesin CNC Cutting for Woodworking sebanyak tiga unit serta penambahan operator sebanyak 43 orang didapatkan perbaikan signifikan pada Lead Time Process menjadi 8,01 hari dari sebelumnya 11,98 hari dan total Cycle Time produksi menjadi 850 menit dari sebelumnya 1.068 menit; kapasitas produksi meningkat dari rata-rata 70,03% menjadi 92,38% atau terjadi kenaikan sebesar 22,35% serta rasio biaya terhadap revenue yang dihasilkan adalah sebesar Rp.674.406.962,80 menghasilkan kontribusi pendapatan sebesar Rp.190.277.737.037,20.
Strategi Ketahanan Supply Chain Maritime di Perusahaan Freight Forwarding dengan Pendekatan QFD Berbasis Macroergonomi Yuliawati, Evi; Mohamad, Silvana; Fasih, Ahmad
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 11 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v11i1.7895

Abstract

The increasing demand for maritime logistics services requires freight forwarding companies to initiate new ways to operate more efficiently. Business challenges will continue to grow, so companies must balance the quality of logistics services desired by consumers with maritime risks that could disrupt the company's operational performance. This study analyzes the resilience of a freight forwarding company's maritime supply chain. A three-phase Quality Function Deployment (QFD) approach was implemented to develop maritime risk mitigation strategies. The Macroergonomic Analysis of Structure (MAS) perspective involves three elements of the socio-technical system: the technology subsystem, personnel, and external environment. A more optimal work system structure design is hoped to be produced. Integrating the QFD approach based on the MAS perspective resulted in designing maritime supply chain resilience strategies across three subsystem categories. Some of the strategies obtained for each subsystem are as follows: the strategy for the technology subsystem is to implement IT security measures against the potential risk of hacker attacks. The strategy for the personnel subsystem for the top three potential risks is to schedule maintenance for irregular crane maintenance, conduct training for the potential risk of unskilled warehouse operators, and schedule maintenance for the potential risk of irregular truck maintenance. The strategies for the external environment subsystem for the top three potential risks are: designating a maintenance point of contact (PIC) and spare parts for potential crane machine damage, conducting proper maintenance for potential truck machine damage, and obtaining insurance for potential unpredictable road accidents.
Penerapan Metode DMAIC untuk Mengurangi Scrap pada Proses Cutting Fabrikasi Tangki Ermawati, Eli; Purba, Humiras Hardi; Rimawan, Erry
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 11 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v11i1.8152

Abstract

Pertumbuhan sektor liquid telah membuka peluang bisnis yang signifikan dalam industri manufaktur, khususnya pada fabrikasi tangki. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan terhadap material plat baja, yang pada gilirannya menimbulkan permasalahan peningkatan jumlah scrap yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya scrap dalam proses cutting dan mencari solusi untuk meminimalkan scrap tersebut dengan menerapkan metode Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analysis, Improvement, dan Control), yang mengarah pada pemilihan strategi perencanaan yang lebih optimal. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Six Sigma, dan  Design of Experiments (DoE) menghasilkan scrap paling sedikit didapat dengan kombinasi tebal plat 4 mm dimensi 1460 mm, menghasilkan scrap sebanyak 7,890 Kg. Hasil perbaikan terhadap faktor penyebab scrap pada proses cutting, perusahaan dapat mengurangi kerugian sebesar Rp.337.794.647 selama 6 bulan atau Rp.56.299.107/bulan menjadi Rp.263.262.544 atau Rp.43.877.090/bulan. Perusahaan dapat menghemat Rp. 12.422.017/ bulan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat cacat (DPMO) masih tinggi (568) dengan nilai sigma σ 5,75 di bawah target dunia 6σ (3,4 DPMO). Faktor utama penyebab terjadinya scrap adalah dengan adanya kesalahan dimensi dan pemilihan ketebalan plat pada saat proses cutting maka dengan mengimplementasi Six Sigma DMAIC dan DoE dapat secara signifikan mengurangi scrap dan meningkatkan efisiensi operasional dalam industri manufaktur.
Analisis Pengaruh Green Manufacturing terhadap Firm Performance pada Sektor Industri Manufaktur Alas Kaki Robbi, Anis Iman Illahi; Nuryanto, Uli Wildan; Handayani, Yolla Sukma
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 11 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v11i1.9458

Abstract

The footwear industry in Indonesia faces major challenges in maintaining competitiveness and operational efficiency, especially amid global pressure to implement sustainability principles. As one of the approaches that prioritizes efficient and environmentally friendly resource management, green manufacturing is a major concern for companies in improving performance. This study aims to analyze the influence of green manufacturing implementation on company performance in the footwear industry. The data analysis technique used in this study is SEM (Structural Equation Modelling) with the LISREL 8.80 program. Data was collected through a questionnaire distributed to managers and operational staff in several footwear companies in Tangerang Regency to test the relationship between green manufacturing variables and company performance measured based on green design, green process, and green procurement. The study results show that implementing green manufacturing has a positive and significant influence on the performance of footwear industry companies. Applying environmentally friendly technology and using energy and raw materials efficiently has been proven to increase productivity and reduce operational costs. In addition, companies that adopt green manufacturing also recorded improved product quality that is more consistent and in accordance with international standards. This study concludes that applying green manufacturing principles can be an effective strategy to improve the performance of footwear industry companies in terms of productivity, cost efficiency, and product quality. Therefore, companies in this sector are advised to integrate green manufacturing into their production processes to support sustainability and competitiveness in the global market.
Deep Learning Based Recommendation System for Employee Retention Using Bipartite Link Prediction Siregar, Ivan Michael; Othman, Zulaiha Ali; Bakar, Azuraliza Abu
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 11 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v11i1.10069

Abstract

The Human Resources (HR) department faces significant challenges in employee retention. Traditional methods, such as performance evaluations and career development using regression, association, and clustering, have been widely used and have yielded positive results. However, these approaches are limited in predicting changes in employee behaviour and capturing complex relationships between variables. In this study, we leverage AI advancements to enhance predictive analysis by utilizing deep learning’s ability to identify patterns and complex relationships while continuously adapting to employee behavior changes. Specifically, we integrate Graph Convolutional Network (GCN) deep learning-based and bipartite graph-based approaches to construct a robust link prediction model. The bipartite employee-training network serves as input to the GCN, where each convolutional layer aggregates information from neighboring nodes, leveraging observed link information at each hidden layer. During the evaluation phase, the model iteratively aggregates information until an optimal state is reached, uncovering hidden relationship patterns that facilitate employee skill development. Empirical results on a benchmark dataset demonstrate significant performance improvements, with precision, recall, and AUC metrics exceeding 80%, highlighting the model's effectiveness in enhancing employee retention.
Inventory Analysis of Packed Red Cells Components Using Monte Carlo Simulation Fasyabib, Fachrul Yazid; Qisthani, Nabila Noor; Kasanah, Yulinda Uswatun
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 11 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v11i1.10388

Abstract

This study analyzes Packed Red Cells (PRC) inventory management at PMI Banyumas using a Monte Carlo simulation to evaluate different stock management strategies. The initial model shows a significant shortage of blood supply. Two alternative scenarios were simulated to address this issue: adding 55 additional units from external sources and increasing donor participation by 15%. The simulation results demonstrate that these strategies effectively reduce the shortage from 62 units to just 5 units without increasing expired inventory while achieving the lowest total cost of Rp. 9,927,682. These findings highlight that increasing donor participation offers the best performance in balancing supply and demand. This study provides simulation-based strategic recommendations that other PMI branches can replicate to improve bloodstock management, reduce shortages, and maintain optimal service levels.