cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Evaluasi Proses Program Penanggulangan Gizi Kurang Pada Balita Di Upt Puskesmas Pasundan Kota Bandung Azizah, Elita Al; Kumalasari, Isti; Fitrianingsih, Asti Dewi Rahayu; Insani, Hurry Mega
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22161

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak dan membutuhkan intervensi berkelanjutan berbasis pelayanan primer. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2022 sampai 2023, UPT Puskesmas Pasundan mencatat penurunan prevalensi gizi kurang tertinggi dibandingkan puskesmas lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi program penanggulangan gizi kurang di UPT Puskesmas Pasundan dari aspek perencanaan, implementasi, output, dan outcome dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan grounded theory. Program disusun sesuai standar manajemen Puskesmas dengan pola USG dan mencakup tiga program utama yaitu pemantauan pertumbuhan, penyuluhan dan konseling gizi, serta pemberian makanan tambahan yang dilaksanakan secara terstruktur meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan pelatihan kader, media edukasi, dan alokasi dana. Implementasi program dinilai cukup efektif dengan pelaksanaan rutin dan partisipasi aktif masyarakat, meski masih terdapat hambatan dalam ketepatan sasaran. Output program meliputi peningkatan cakupan, pemahaman orang tua, dan perbaikan status gizi balita, sedangkan outcome menunjukkan tren penurunan prevalensi gizi kurang setiap tahun. Meskipun demikian, peningkatan pemantauan dan koordinasi lintas sektor masih diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program. Temuan ini menjadi dasar perbaikan intervensi melalui optimalisasi sumber daya dan penguatan kolaborasi antar pihak. Secara keseluruhan, program penanggulangan gizi kurang di UPT Puskesmas Pasundan telah sesuai dengan standar prioritas masalah dan menunjukkan hasil positif, namun perlu ditingkatkan pada aspek pelatihan, sumber daya, dan pemerataan pelaksanaan.
Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Tingkat Kejadian Preeklampsia Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Setiawan, Budi; Sudiadnyani, Ni Putu; Anggunan, Anggunan; Syariff, Fonda Octarianingsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21404

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius dan masih menjadi penyebab utama kematian ibu dan bayi baru lahir di dunia, termasuk di Indonesia. Sindrom ini umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dengan tanda hipertensi dan proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2022–2024, khususnya pada kelompok usia ibu lanjut. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 69 ibu hamil trimester kedua atau ketiga yang menjalani pemeriksaan antenatal (ANC) dan bersalin di rumah sakit tersebut. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dengan uji Chi-Square dilakukan untuk menguji hubungan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil berusia 35 tahun memiliki risiko preeklampsia lebih tinggi secara signifikan dibandingkan usia 22–35 tahun, dengan odds ratio (OR) 4,103 (p=0,014). Sebanyak 78,0% ibu hamil 35 tahun mengalami preeklampsia, sementara pada kelompok usia lebih muda hanya 46,4%. Hasil ini mengonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu dan kejadian preeklampsia. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok usia berisiko tinggi diperlukan untuk menurunkan angka kejadian dan komplikasi preeklampsia.
Hubungan Body Image Dan Eating Behavior Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Asania, Fitri Qurrotun; Riani, Risky Ika; Rohmani, Afiana; Widiasih A, Esti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.20574

Abstract

Remaja mengalami ketidakpuasan karena memiliki ketidakseimbangan proporsi tubuh mereka yang inginkan. Hal ini berdampak pada psikologi yang menyebabkan mereka lebih cenderung melakukan pembatasan perilaku makan untuk mencegah penambahan berat badan. Metode studi observasi analitis menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada 150 mahasiswi memanfaatkan instrumen Multidimensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) serta kuesioner The Eating Attitude Test (EAT-26). Faktor independen dalam penelitian ini mencakup body image dan variabel terikatnya adalah eating behavior. Uji statistik keterkaitan antar faktor diuji dengan metode spearman rank. Nilai rata-rata body image pada responden yaitu 50,61 yang berarti positif, nilai rata-rata eating behavior pada responden  96,87 yang berarti baik tidak ada gangguan. Hasil uji ini didapatkan keterhubungan antara body image dan eating behavior terhadap mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang disertai skor signifikasi 0,000 (0,05) serta skor korelasi koefisien yaitu 0,492. Sehingga didapatkan hasil bertambahnya skor body image sejalan dengan meningkatnya skor eating behavior. Terdapat keterkaitan antara citra tubuh dan eating behavior di kalangan mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.
Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial Tiktok Terhadap Depresi Dan Narsisme Pada Mahasiswa S1 Angkatan 2020 Universitas Tanjungpura Surya, M.; Arundina T.T, Agustina; Yuniarni, Desni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20865

Abstract

Penggunaan media sosial seperti TikTok yang berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif bagi penggunanya. Dampak tersebut dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental berupa depresi dan juga narsisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh durasi penggunaan media sosial TikTok terhadap depresi dan narsisme pada mahasiswa S1 angkatan 2020 Universitas Tanjungpura. Metode yang dipergunakan pada penelitian ini merupakan jenis metode kuantitatif dengan menggunakan cross sectional sebagai pendekatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 109 mahasiswa/i S1 angkatan 2020 Universitas Tanjungpura dengan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil didapatkan pada penelitian ini yaitu pada kusioner hubungan durasi penggunaan TikTok terhadap depresi nilai signifikan yang didapati sebesar 0,204 (p0,05), sedangkan pada kuesioner durasi penggunaan TikTok terhadap tingkat narsisme didapati nilai sebesar 0,861 (p0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifkan dari durasi penggunaan media sosial TikTok terhadap depresi dan juga narsisme pada mahasiswa S1 angkatan 2020 Universitas Tanjungpura.
Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Angkatan 2021 S.D. 2023 Prodi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung Ramadhan, Kurnia; Sharrif, Fonda Octarianingsih; Rimawati, Veronica Ela; Hermawan, Dessy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21212

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan cara yang umum digunakan untuk mengetahui status gizi dan menentukan apakah berat badan seseorang berada dalam kategori ideal. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi IMT adalah tingkat stres. Mahasiswa yang menempuh pendidikan pada fakultas kedokteran cenderung mengalami stres lebih tinggi dari pada mahasiswa dari fakultas lain, disebabkan oleh berbagai tekanan akademik seperti tinggal jauh dari keluarga, kendala finansial, beban tugas yang menumpuk, serta manajemen waktu yang kurang efektif. Stres dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, sehingga dapat menyebabkan perubahan pola makan dan berdampak pada perubahan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan IMT pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Angkatan 2021-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 211 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat dan tinggi badan serta kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan IMT (p = 0,024) pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Angkatan 2021-2023.
Posterior Reversible Encephalopathy Syndrome: Patofisiologi, Manifestasi Klinis Dan Radiologis : Literature Review Wahyudi, Safat; Andiyani, Dinda Zahra; Fitriantoro, Santo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20830

Abstract

Artikel ini bertujuan meninjau patofisiologi, manifestasi klinis, dan temuan radiologis Posterior Reversible Encephalopathy Syndrome (PRES) berdasarkan 43 artikel yang dipublikasikan dalam 15 tahun terakhir. PRES memiliki istilah lain yaitu reversible posterior leukoencephalopathy syndrome (RPLS), reversible posterior cerebral edema syndrome, posterior leukoencephalopathy syndrome, hyperperfusion encephalopathy, dan brain capillary leak syndrome. Hampir dalam dua dekade terakhir kasus PRES mulai banyak dideskripsikan pada serial kasus. PRES dikenali karena gejala klinisnya reversibel dan berdasarkan temuan brain imaging. Patofisiologi pada PRES belum sepenuhnya diketahui, namun disfungsi endotel berperan penting pada kelainan ini. Diagnosa PRES sebaiknya dipertimbangkan pada pada pasien dengan gejala neurologis akut dengan riwayat gagal ginjal, pasien dengan fluktuasi tekanan darah, riwayat penggunaan obat sitotoksik, kelainan autoimun, atau eklamsia. Temuan radiografis yang khas adalah edema vasogenik subkorteks bilateral yang membaik dalam hitungan hari atau minggu. Pada kebanyakan kasus, PRES menunjukkan perbaikan klinis dan radiologis spontan. Pada gejala yang ringan, mungkin hanya terjadi satu gejala seperti nyeri kepala atau kejang, dan pada radiologis menunjukkan area edema vasogenik atau bahkan normal. Pada kasus yang berat, PRES dapat menyebabkan morbiditas bahkan mortalitas, seperti perdarahan akut atau edema fossa posterior masif yang dapat menyebabkan hidrosefalus obstruksi atau kompresi batang otak. PRES merupakan sindrom yang underdiagnosed karena kurangnya kesadaran tenaga medis terhadap sindrom ini. Dengan meningkatnya ketersediaan dan kualitas imaging, kesadaran PRES oleh tenaga medis mulai meningkat. 
Laporan Kasus: Dermatitis Kontak Iritan pada Radiografer Rumah Sakit (Pendekatan 7 langkah Diagnosis Okupasi) Mawanti, Wening Tri; Rahmanissa, Nindya Adhavirany
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.24696

Abstract

Dermatitis kontak iritan merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada tenaga kesehatan akibat pajanan bahan kimia, aktivitas wet work, serta penggunaan alat pelindung diri yang berkepanjangan. Penentuan hubungan kausal antara penyakit dan pekerjaan memerlukan pendekatan diagnosis okupasi yang sistematis. Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif analitik laporan kasus pada seorang pekerja dengan keluhan kulit yang diduga berhubungan dengan pekerjaan. Analisis dilakukan berdasarkan 7 langkah diagnosis okupasi, meliputi penegakan diagnosis klinis, identifikasi pajanan bahaya potensial di tempat kerja, analisis hubungan pajanan dan diagnosis klinis, penilaian kecukupan pajanan, faktor individu dan faktor pajanan di luar pekerjaan serta penetapan diagnosis okupasi. Data diperoleh dari anamnesis klinis dan okupasi, pemeriksaan fisik serta rekam medis. Seorang perempuan usia 25 tahun bekerja sebagai radiografer rumah sakit mengeluhkan gatal, kulit kering, dan lenting pada punggung kedua tangan sejak 8 bulan, memberat saat bekerja. Pemeriksaan fisik menunjukkan eritema multipel disertai skuama dan likenifikasi. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara dermatitis kontak iritan dengan pajanan pekerjaan berupa penggunaan sabun cuci tangan dengan kandungan Sodium lauryl ether sulfate konsentrasi tinggi, paparan media kontras berbasis yodium, serta aktivitas wet work berulang. Faktor individu dan pajanan di luar pekerjaan turut berperan sebagai faktor pendukung. Dermatitis kontak iritan pada kasus ini merupakan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Pendekatan 7 langkah diagnosis okupasi efektif dalam menilai hubungan kausal antara penyakit dan faktor pekerjaan.
Hubungan Antara Riwayat Trauma Dengan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal Pada Pasien Low Back Pain (LBP) Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung Amanda, Zeira Rahma; Fitriyani, Fitriyani; Anggraeni, Marisa; Sina, Muhammad Ibnu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21000

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai, dengan hernia nukleus pulposus (HNP) sebagai salah satu penyebab utama, di mana trauma akut maupun berulang diketahui berperan sebagai faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat trauma dengan kejadian HNP lumbal pada pasien LBP di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case–control, melibatkan 72 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, terdiri dari 36 pasien HNP sebagai kelompok kasus dan 36 pasien non-HNP sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner riwayat trauma, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara riwayat trauma dan kejadian HNP (p 0,001), dengan nilai odds ratio sebesar 5,50 (95% CI: 1,958–15,447), yang menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat trauma memiliki risiko 5,5 kali lebih besar mengalami HNP dibandingkan pasien tanpa riwayat trauma. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa riwayat trauma berhubungan secara signifikan dengan kejadian HNP lumbal pada pasien LBP dan perlu menjadi perhatian dalam evaluasi klinis untuk mencegah komplikasi neurologis yang lebih berat.
Efek Pemberian Penta Herbs Forte Terhadap Aktivitas Spesifik Enzim Katalase Hati Tikus Sprague Dawley Yang Diinduksi Hipoksia Sistemik Kronik Putri, Viola Ananda Jerika; Limanan, David; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21171

Abstract

Hipoksia sistemik dapat memicu stres oksidatif akibat peningkatan reactive oxygen species (ROS) yang berpotensi mengganggu fungsi hati. Enzim katalase berperan penting dalam sistem pertahanan antioksidan endogen melalui penguraian hidrogen peroksida (H₂O₂). Penelitian ini bertujuan mengamati aktivitas enzim katalase hati pada tikus Sprague Dawley yang dipaparkan hipoksia sistemik dengan durasi berbeda serta menilai kecenderungan perubahan aktivitas enzim setelah pemberian Penta Herbs Forte (PHF), suatu formulasi herbal kombinasi dari lima tanaman obat. Sebanyak 32 ekor tikus jantan Sprague Dawley dibagi ke dalam delapan kelompok berdasarkan durasi hipoksia (normoksia, 1 hari, 7 hari, dan 14 hari) serta perlakuan (kontrol dan PHF). Induksi hipoksia dilakukan menggunakan hypoxia chamber dengan paparan 24 jam per hari. Aktivitas enzim katalase hati diukur menggunakan metode spektrofotometri. Hasil menunjukkan bahwa paparan hipoksia dengan durasi yang lebih lama cenderung diikuti oleh penurunan aktivitas enzim katalase pada kelompok kontrol. Pada kelompok yang menerima PHF, aktivitas enzim katalase secara umum berada pada nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol pada berbagai durasi hipoksia, meskipun sebagian besar perbedaannya tidak bermakna secara statistik (p 0,05). Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa PHF berpotensi mendukung aktivitas sistem antioksidan hati pada kondisi hipoksia sistemik. Namun, interpretasi hasil masih terbatas pada konteks eksperimental dan memerlukan penelitian lanjutan.
Pengaruh Pemberian Air Zamzam Setelah Latihan Fisik Terhadap Status Hidrasi Pemain Bulu Tangkis Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Mutmainnah, Alfira; Irwan, Andi Alamanda; Wello, Eny Arlini; Syamsu, Rahmat Faisal; Kartika, Irna Diyana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21521

Abstract

Bulu tangkis merupakan olahraga intensitas tinggi yang dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh, sehingga pemenuhan kebutuhan cairan sangat penting terutama setelah latihan. Air Zamzam diketahui memiliki kandungan mineral esensial dan pH basa yang lebih tinggi dibanding air mineral biasa, serta diduga dapat meningkatkan status hidrasi tubuh melalui stimulasi ekspresi aquaporin (AQP). Penelitian ini merupakan eksperimen nyata dengan metode kuantitatif komparatif. Sampel terdiri dari 8 mahasiswa (n=8) yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok kontrol yang diberi air mineral biasa dan kelompok perlakuan yang diberi air Zamzam masing-masing 500 mL sebelum melakukan aktivitas fisik selama 30 menit. Status hidrasi dievaluasi berdasarkan parameter warna, berat jenis, pH, dan volume urin. Hasil menunjukkan bahwa seluruh subjek (100%) pada kedua kelompok tetap mengalami dehidrasi berdasarkan semua parameter tersebut. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok, sehingga hipotesis alternatif ditolak. Dengan demikian, konsumsi air Zamzam setelah latihan fisik tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap status hidrasi pada mahasiswa pemain bulu tangkis Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue