cover
Contact Name
Tarbawiyah
Contact Email
jurnaltarbawiyahiainmetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzakkiahmad81@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan
ISSN : 25793241     EISSN : 2579325X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan is a scientific periodical journals that managed by peer-review, in which other scientists (peer-review) evaluate the article’s value and credibility before published. This journal is dedicated to publish scientific articles in the study of Islamic education from different aspects and perspectives as well as the themes that have been determined. This journal is available in print with ISSN: 2579-3241, and online with ISSN: 2579-325X, and published twice a year, in Juny and December.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Tinjauan Filosofis Pendidikan Islam (Analisis Konsep Islam Mengenai Faktor Pendidikan): (Analisis Konsep Islam Mengenai Faktor Pendidikan) Rinnanik, Rinnanik
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v1i01.1021

Abstract

This study discusses a review of the philosophical concept of Islamic education by analyzing the Islamic concept of educational factors as an effort to educate the Islamic education. Islam is very concerned with education because with the right education and quality, civilized individuals will be formed that eventually led to the social moral life in this age of accelerating globalization dynamics. This is where the educational challenges including Islamic education that is expected to show itself in educating and produce learners who are highly competitive (qualified). Education is an integral factor that must be considered for the success of an education. For it should in the education process of these factors need to be a discussion as well as the special attention which later educational goals that have been designed that can be implemented perfectly good personal realization that belandaskan on the fundamentals of religion, al quran and hadith the prophet. Factors Islamic Education, among others: the Islamic concept of education, children (students), environmental and educational tool according to the teachings of Islam.
Figur Kyai dan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Masrur, Mohammad
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v1i01.1022

Abstract

Pesantren is an important institution in Indonesia to build generation character. Dormitory system (Mondok) has its own advantages in the process of transformation of science intensive theology. Kyai figure was in control in the process of learning activities for Islam in these institutions is the key to the success of a boarding school. Model Kyai's leadership is leadership Charismatic with a spirit of exemplary, where figure Kyai seen by the public as a person who is an expert in the field of religion, seen as able to provide solutions in the areas of social and religious, are also able to contribute to the nation in building younger generation is characterized as widened national educational purposes. Character education is what an Kyai include sincerity education, independence education, brotherhood education and discipline educatio. All of these character-building process carried out on the basis of exemplary. That is all that is taught by a Kyai are sciences that have been exemplified in advance. With exemplary zeal in educating the students, then we may see every graduate boarding school has a character similar to them Kyai.
BEING MODERATE MUSLIMS IN NON-MUSLIM COMMUNITY: AN INTER-RELIGIOUS DIALOGUE IN CHRISTIAN EDUCATIONAL INSTITUTION Sudiono, Titut; Madkur, Ahmad
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1446

Abstract

Dialog lintas agama antara Muslim dan Non-Muslim di sekolah semakin menarik minat banyak ilmuwan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran guru dan siswa Muslim dalam dialog antaragama dan model pengajaran peace-building (pembangunan perdamaian) di sebuah sekolah Kristen. Ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Kristen (SMPK) Seputih Banyak, Lampung Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Kemudian, model Miles & Huberman digunakan untuk menganalisis data. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan sekolah sangat mendukung dialog antaragama di antara semua guru dan siswa yang, memang, memiliki agama yang berbeda. Guru pendidikan agama Islam mempromosikan Islam moderat untuk mendorong dialog antaragama ketika mengajar siswa Muslim dan berinteraksi dengan non-Muslim. Hal ini memberikan pengaruh yang positif terhadap dialog antaragama dan model pengajaran peace-building dikembangkan dan diterapkan di sekolah-sekolah.
PENEMPATAN PEGAWAI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS Alhaddad, Muhammad Roihan; Saleh, Ahmad Syukri; US, Kasful Anwar
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1447

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pentingnya menempatkan pegawai pada sebuah lembaga pendidikan, secara jelas tujuan penempatan SDM ini adalah untuk menempatkan orang yang tepat dan jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga sumber daya manusia yang ada menjadi produktif. Penempatan yang tepat merupakan cara untuk mengoptimalkan kemampuan, keterampilan menuju prestasi kerja yang baik bagi pekerja itu sendiri. Sehingga dalam posisi jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang di harapkan. Kriteria-Kriteria yang harus dipenuhi dalam Penempatan pegawai dalam pelaksanaannya antara lain: pengetahuan, kemampuan dan sikap. Sedangkan Penempatan pegawai menurut ayat al-Qur’an dan Hadits meliputi: pengetahuan, kemampuan/ keahlian, tidak meminta jabatan (Hadits), kuat, satu kalangan/golongan, etos kerja tinggi, dan amanah.
ISLAMIC SCHOOL DEVELOPMENT PLAN USING BALANCED SCORECARD MODEL Rohmatulloh, Rohmatulloh; Nafisah, Neneng; Sopwan, Agus; Hadi, A. Muslim
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1448

Abstract

Rencana pengembangan sekolah merupakan dokumen perencanaan strategis untuk membimbing sekolah dalam menciptakan nilai organisasi. Rumusan strategi diterjemahkan dari visi dan misi sekolah, terdiri dari tujuan dan sasaran strategis, indikator kinerja, dan program inisiatif. Rumusan strategi ini tidak bersifat mandiri, tetapi saling memiliki keterkaitan sebab akibat. Dalam model Balanced Scorecard, seluruh strategi diseimbangkan dan dikaitkan dengan hubungannya untuk saling mendukung antara startegi jangka pendek dengan janga panjang, strategi pendorong dengan strategi hasil. Penerapan BSC pada sekolah Islam dalam rangka untuk mencapai tujuan strategis seperti peserta didik yang berakhlakul karimah, dan unggul dalam berprestasi. Nilai strategis ini didorong oleh beberapa sasaran strategis yang mewakili setiap perspektif dan dimodelkan ke dalam peta strategi yang mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan sekolah.
MEMBANGUN GENERASI “GREAT” BERETIKA MENUJU INDONESIA EMAS Wahyudi, Dedi; Kurniasih, Novita
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1453

Abstract

Kebebasan berkomunikasi dan berpendapat di dunia maya menimbulkan beragam masalah salah satunya hoaks. Parahnya informasi hoaks yang tersebar cenderung berbau SARA, fitnah, dan provokatif yang tak jarang menimbulkan seseorang berurusan dengan hukum. Keterbukaan dan mudahnya mengakses informasi membuat tidak sedikit masyarakat yang langsung men-share informasi tanpa membaca sumber lain ataupun mencari tahu kebenarannya. Banyak orang yang tidak menyadari dampak luar biasa dari berita bohong tersebut. Saat ini, media digital didominasi pemuda millenial yang merupakan “digital natives”. Terwujudnya Indonesia emas 2045 merupakan bentuk integrasi-interkoneksi berbagai lapisan masyarakat, budaya, serta berbagai macam sumber daya yang ada. Jika generasi ini tidak diberikan amunisi yang kuat untuk menangkal serangan hoaks, maka ditakutkan jargon “Indonesia Emas 2045” hanyalah angan belaka. Menjadi generasi yang melek teknologi dan faham pemanfaatanya tidaklah cukup, dibutuhkan pula etika berkomunikasi. Generasi GREAT (Get, Read, Tabayyun) Beretika merupakan aktualisasi dari QS. al-Hujurat ayat 6 yang diharapkan dapat menangkal serangan dan dampak dari hoaks tersebut. Secara eksplisit, al-Qur’an telah memberikan tuntunan untuk menyikapi hoaks yang diintegrasikan dengan zaman kekinian sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Konsep Tauhid Sebagai Subtansi Pendidikan Islam: Belajar dari Pengalaman Luqman Al-Hakim dalam Qur'an Surat Lukman Ayat 13 Agung, Budie; Ramdhani, Khalid; Zuhri, M. Tajudin
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i2.1454

Abstract

This article was written to examine the concept of tauhid as the substance of Islamic Education. The research method used is based on a qualitative approach using a literature review method of literature both sourced from interpretations and thoughts of Islamic Education figures. The results showed that the obligation of an educator towards his child is to teach the values of monotheism and prevent it from doing polytheism. The teachings of monotheism that Luqman al-Hakim gave to his child are in accordance with the natural potential of the child, as it is known that every human being before birth into the world has claimed that God is his God. This study recommends that all stakeholders of Islamic Education internalize the values of monotheism in the curriculum of education in schools and Madrasas.
MEMBACA PELUANG DAN TANTANGAN PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MILLENIAL Khalis, Nur; Akhiruddin, akhiruddin
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1695

Abstract

Tulisan ini berupaya mendeskripsikan paradigma baru pendidikan Islam di era millenial. Bagi dunia pendidikan Islam, era global dan millenial menyimpan banyak pekerjaan, peluang dan tantangan yang harus diselesaikan dan dijawab. Salah satu diantaranya adalah generasi muda Islam telah banyak yang terpapar millenial effect, sehingga berdampak pada sikap dan perilaku yang muncul. Kecenderungan dan ketergantungan pada teknologi dan komunikasi menjadi fenomena yang paling sering terlihat. Generasi muda Islam mulai banyak yang menghabiskan waktunya di depan telpon genggamnya. Silaturrahmi, tatap muka dan berdiksusi menjadi hal yang jarang terlihat. Munculnya era millenial ini, idealnya segara direspon cepat oleh dunia pendidikan Islam. Hakikat dan tujuan dari pendidikan Islam sangatlah jelas, yakni menciptakan insan kamil. Butuh kiat dan strategi tersendiri dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam di tengah-tengah pergumulan era millenial. Oleh sebab itu, pendidikan Islam harus berani merekonstruksi atau mereformulasi paradigma pendidikannya, sehingga mampu tampil dan bersaing di tengah gelombang millenial.
INTEGRASI PENDIDIKAN DENGAN PENUNTUT ILMU DALAM PERSPEKTIF HADIS trie, andiyanto; Aminulloh, Wasis
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1696

Abstract

Menuntut ilmu merupakan kewajiban seorang muslim guna mencerdaskan kehidupan dan mengamalkannya. Ilmu pada dasarnya sebagai kebutuhan umat manusia untuk mempelajari setiap pengetahuan yang ada dimuka bumi ini, baik yang sifatnya formal maupun non formal. Dalam perspektif ilmu Hadits nabi Muhammad bersabda “ menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki atau perempuan”. Pendidikan Islam baik sebagai teori atau konsep maupun sebagai aktifitas atau praktek yang bergerak dalam rangka pembinaan kepribadian yang utuh dan paripurna memerlukan suatu dasar yang kokoh. Dasar yang kokoh dari suatu pendidikan adalah memberikan arah pada tujuan yang akan dicapai, jadi yang maksud dasar dalam suatu pendidikan adalah pandangan hidup yang melandasi seluruh aktivitas pendidikan, karena dasar menyangkut masalah ideal dan fundamental, maka diperlukan landasan pandangan hidup yang kokoh dan komprehensif, serta tidak mudah berubah, karena diyakini memiliki yang telah teruji oleh sejarah.
TRANSMISI NILAI DAN ILMU PENGETAHUAN: Menilik Eksistensi dan Keberfungsian Lembaga Pendidikan Islam Akla, Akla; Muzakki, Ahmad
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 3 No 1 (2019): Tarbawiyah : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v3i1.1698

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang transmisi nilai dan ilmu pengetahuan dalam kontek eksistensi dan keberfungsian lembaga pendidikan Islam. Dalam tonggak sejarah, munculnya lembaga pendidikan Islam berawal dari digunakan dan difungsikannya rumah sahabat Arqam untuk pusat pembelajaran Islam. Lembaga pendidikan Islam tidak sertamerta muncul begitu saja, namun ada beberapa fase dan kronologis yang melatarbelakanginya. Pasca itu, muncul dan berkembang berbagai varian dan bentuk pendidikan Islam secara Kelembagaan ataupun institusi. Dalam perkembangannya, lembaga pendidikan Islam mengemban dua tugas sekaligus, yaitu sebagai wadah transmisi ilmu pengatahuan (agama) dan wadah tranmisi nilai-nilai (akhlak).