cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Public participation and multi-way communication in virtual space: Building deliberative democracy in the era of communicative plenty Mahsun, Muhammad; Parmudi, Mochamad; Masrohatun, Masrohatun; Hashim, Shahrin bin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.25375

Abstract

Purpose - This study examines the phenomenon of Lapor Hendi in Semarang city as a communication channel to enhance public participation in the era of internet-based communication to address two key questions: how does citizen participation in virtual spaces through Lapor Hendi contribute to public policy-making and improving public service quality in Semarang City? How does this experience of participation impact deliberative communication and democracy in virtual spaces within Semarang City? Method - To explore these questions, this study uses a qualitative method with a phenomenological approach that prioritises data collection through in-depth interviews, documentation, and analysis of netizens’ communication texts on social media connected to the Lapor Hendi website. Result  - The results showed that the experience of citizen participation with multi-way communication in expressing aspirations and shaping public discourse through Lapor Hendi has successfully introduced public deliberation into the policymaking processes concerning urban spatial development, public goods governance, and public services. Implication - Qualitative study of the Lapor Hendi initiative in Semarang City offers significant insights into how deliberative democracy can be cultivated and developed in virtual spaces within the local Indonesian context. Originality/Value - This study provides an alternative theory to procedural democracy, which is increasingly experiencing a legitimacy crisis and decline, by developing a communication channel in virtual space for building citizen engagement and democratic policies. *** Tujuan - Studi ini mengkaji fenomena Lapor Hendi di Kota Semarang sebagai saluran komunikasi untuk meningkatkan partisipasi publik di era komunikasi berbasis internet guna menjawab dua pertanyaan kunci: bagaimana partisipasi warga dalam ruang virtual melalui Lapor Hendi berkontribusi pada pembentukan kebijakan publik dan peningkatan kualitas layanan publik di Kota Semarang? Bagaimana pengalaman partisipasi ini mempengaruhi komunikasi deliberatif dan demokrasi dalam ruang virtual di Kota Semarang? Metode - Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang memprioritaskan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis teks komunikasi netizen di media sosial yang terhubung dengan situs web Lapor Hendi. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman partisipasi warga dengan komunikasi dua arah dalam mengemukakan aspirasi dan membentuk diskursus publik melalui Lapor Hendi telah berhasil memperkenalkan deliberasi publik ke dalam proses pembentukan kebijakan terkait pengembangan ruang kota, tata kelola barang publik, dan layanan publik.  Implikasi - Studi kualitatif tentang inisiatif Lapor Hendi di Kota Semarang memberikan wawasan signifikan tentang bagaimana demokrasi deliberatif dapat dikembangkan dan ditumbuhkan di ruang virtual dalam konteks lokal Indonesia. Orisinalitas/Nilai - Studi ini menawarkan teori alternatif terhadap demokrasi prosedural, yang semakin mengalami krisis legitimasi dan penurunan, dengan mengembangkan saluran komunikasi di ruang virtual untuk membangun keterlibatan warga dan kebijakan demokratis. 
Transformation of religious authority in the digital era: A post-normal times analysis by Ziauddin Sardar on the phenomenon of social media da’wah Rachman, Arief; Saumantri, Theguh; Hidayatulloh, Taufik
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.25644

Abstract

Purpose – This study aims to analyze how digital transformation in Islam has altered the structure of religious authority, using the Post-Normal Times (PNT) approach developed by Ziauddin Sardar. Method – This research employs a qualitative-descriptive approach, analyzing the digital da’wah phenomenon, specifically social media's role in shaping religious authority. Result – The findings indicate that the digitalization of religion has caused a shift in religious authority from the traditional hierarchy dominated by scholars and religious institutions to a popularity-based authority, where figures like celebrity preachers and Islamic influencers have become dominant. Social media facilitates the spread of da’wah, but also gives rise to phenomena such as instant fatwas, fragmentation of religious teachings, and the commodification of religion. In the Post-Normal Times framework, the uncertainty of authority increases, where algorithms and popularity replace traditional scholarly credibility. Implication – This study has significant implications for managing digital da’wah, religious literacy, and the need for regulation to minimize negative impacts, such as spreading misinformation and oversimplifying religious teachings. Originality/Value – This study offers an original contribution by applying the Post-Normal Times theory to analyze changes in religious authority within the context of digital da’wah, a topic not widely discussed in the literature on religion and social media. *** Tujuan - Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi digital dalam Islam telah mengubah struktur otoritas agama, menggunakan pendekatan Post-Normal Times (PNT) yang dikembangkan oleh Ziauddin Sardar.  Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, menganalisis fenomena da’wah digital, khususnya peran media sosial dalam membentuk otoritas agama. Hasil - Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi agama telah menyebabkan pergeseran otoritas agama dari hierarki tradisional yang didominasi oleh ulama dan lembaga agama ke otoritas berbasis popularitas, di mana figur seperti pendakwah selebriti dan influencer Islam menjadi dominan. Media sosial memfasilitasi penyebaran da’wah, tetapi juga menimbulkan fenomena seperti fatwa instan, fragmentasi ajaran agama, dan komodifikasi agama. Dalam kerangka Post-Normal Times, ketidakpastian otoritas meningkat, di mana algoritma dan popularitas menggantikan kredibilitas ulama tradisional. Implikasi – Studi ini memiliki implikasi signifikan dalam mengelola da’wah digital, literasi agama, dan kebutuhan regulasi untuk meminimalkan dampak negatif, seperti penyebaran informasi yang salah dan penyederhanaan berlebihan ajaran agama.  Orisinalitas/Nilai – Studi ini memberikan kontribusi asli dengan menerapkan teori Post-Normal Times untuk menganalisis perubahan otoritas agama dalam konteks da’wah digital, topik yang belum banyak dibahas dalam literatur tentang agama dan media sosial.
Da’wah in the TikTok era: Analyzing Gus Miftah’s rhetoric, controversy, and community character education impact Taufikin, Taufikin; Nurhayati, Sri; Muhajarah, Kurnia
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.25646

Abstract

Purpose – This study aimed to examine how Gus Miftah’s TikTok-based da’wah merges rhetorical strategies, audience reaction, and Islamic character education within a dynamic digital setting. Method – Using interpretative and critical discourse analysis, the research sampled Gus Miftah’s TikTok videos, user comments, and YouTube sermons. Linguistic and rhetorical patterns were coded and triangulated to ensure analytical reliability. Result – Findings revealed that his succinct, humor-infused style successfully engaged younger audiences yet incited controversy regarding doctrinal fidelity, underscoring the delicate balance between accessibility and theological rigor in digital religious discourse. Implication – This tension highlights the need for ethical, pedagogical, and communicative recalibration, prompting religious figures to reconcile user-friendly presentation with doctrinal depth. Future efforts must address algorithmic constraints and community-driven discourse to maintain credibility. Originality/Value – The study addresses a gap by analyzing how TikTok’s algorithmic culture and participatory audience mechanics shape contemporary da’wah. It offers novel insights into how digital media redefine religious authority and communication in online contexts. *** Tujuan – Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana da’wah Gus Miftah di platform TikTok menggabungkan strategi retorika, reaksi audiens, dan pendidikan karakter Islam dalam konteks digital yang dinamis. Metode – Menggunakan analisis wacana interpretatif dan kritis, penelitian ini menganalisis video TikTok Gus Miftah, komentar pengguna, dan khotbah YouTube. Pola linguistik dan retorika dikodekan dan ditriangulasi untuk memastikan keandalan analisis. Hasil – Temuan menunjukkan bahwa gaya penyampaiannya yang ringkas dan sarat humor berhasil menarik perhatian audiens muda, namun juga memicu kontroversi terkait kesetiaan doktrinal, menyoroti keseimbangan halus antara aksesibilitas dan ketelitian teologis dalam diskursus agama digital. Implikasi – Ketegangan ini menyoroti kebutuhan akan penyesuaian etis, pedagogis, dan komunikatif, mendorong tokoh agama untuk menyeimbangkan presentasi yang ramah pengguna dengan kedalaman doktrinal. Upaya di masa depan harus mengatasi batasan algoritmik dan diskursus yang didorong oleh komunitas untuk mempertahankan kredibilitas. Orisinalitas/Nilai – Studi ini mengisi celah dengan menganalisis bagaimana budaya algoritmik TikTok dan mekanisme audiens partisipatif membentuk da’wah kontemporer. Studi ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana media digital mendefinisikan ulang otoritas agama dan komunikasi dalam konteks online.
Volunteer management and institutional performance: Developing amil competencies for enhanced effectiveness in Islamic social finance organizations Marfu'ah, Usfiyatul; Zainurrakhmah, Zainurrakhmah; Sahasti, Julananda Putri; Safitri, Ani
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.25787

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the ability of Amil volunteers in the collection and distribution of ZIS funds, and to reveal the differences in position between Amil volunteers and Amil Method – This research uses a descriptive qualitative method. Primary data were obtained through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews involving 15 Amil volunteers at LAZISNU Semarang City, while secondary data were obtained from several sources, both from journal articles, official websites of zakat; infaq; and shadaqah management institutions, ministry of religion websites, and online news that have relevance to the research theme. Result  –  The results showed that the potential of Amil volunteers in collecting and distributing ZIS funds is minimal. There are more Amil volunteers than Amil, but they lack adequate skills. In addition, there is a gap between Amil and Amil volunteers. The gap can be observed in the recognition, the knowledge of ZIS materials, or the capacity to manage ZIS Implication – The results of this study are expected to contribute to increasing the effectiveness and efficiency of ZIS human resource management, especially for ZIS volunteers Originality/Value – This research is the first study explaining ZIS volunteers, so it has high originality. Originality is seen in the primary focus of the study, human resources in Islamic organizations, which are not widely highlighted in research studies. *** Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan relawan Amil dalam pengumpulan dan pendistribusian dana ZIS, serta mengidentifikasi perbedaan peran antara relawan Amil dan Amil Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) dan wawancara mendalam dengan 15 relawan Amil di LAZISNU Kota Semarang, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, termasuk artikel jurnal, situs web resmi lembaga pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah, situs web Kementerian Agama, serta berita online yang relevan dengan tema penelitian. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi relawan Amil dalam mengumpulkan dan mendistribusikan dana ZIS sangat minim. Jumlah relawan Amil lebih banyak daripada Amil, namun mereka kurang memiliki keterampilan yang memadai. Selain itu, terdapat kesenjangan antara Amil dan relawan Amil. Kesenjangan tersebut dapat diamati dalam hal pengakuan, pengetahuan tentang materi ZIS, atau kemampuan mengelola ZIS Implikasi – Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi manajemen sumber daya manusia ZIS, terutama untuk relawan ZIS. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan studi pertama yang menjelaskan relawan ZIS, sehingga memiliki keaslian yang tinggi. Keaslian terlihat pada fokus utama penelitian, yaitu sumber daya manusia dalam organisasi Islam, yang belum banyak ditekankan dalam penelitian-penelitian sebelumnya.  
Cross-cultural da’wah: Internalization of hadith in the oral traditions of Urang Sunda Risdayah, Enok; Paryati, Paryati; Fitri, Susanti Ainul; Rustandi, Ridwan; Aisyah, Siti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26082

Abstract

Purpose – This study aims to comprehensively examine how Sundanese idioms and oral traditions effectively transmit Islamic values derived from hadith within the context of cross-cultural da'wah Method – This research employs a qualitative method with a descriptive approach, specifically utilizing content analysis and thematic analysis techniques to examine the intersection of Sundanese cultural idioms and Islamic hadith in da'wah practices. Result – The Sundanese oral tradition in the form of proverbs is a form of local intelligence in understanding hadith as a source of Islamic teachings, which functions as a cross-cultural communicative competence to avoid misunderstandings due to differences in expectations, worldviews, and values. Cross-cultural da'wah emphasises the universality of Islam that transcends geographical and socio-cultural boundaries, leveraging universal human similarities and the dynamics of cultural change to convey Islamic messages to diverse community groups effectively. Implication – The transformation of Arabic hadith into Sundanese proverbs shows that Islamic preaching can succeed when religious messages are communicated through local cultural forms familiar to the local community, without changing the essence of the teachings. The cross-cultural approach to da'wah through local oral traditions proves that Islam has a universal nature that can adapt to various socio-cultural contexts, thereby facilitating the acceptance and practice of Islamic teachings in the daily lives of the Sundanese people. Originality/Value – This study addresses a critical gap in existing literature by providing the first comprehensive analysis of the direct relationship between Sundanese idioms and hadith within the specific context of da'wah, offering a novel holistic approach that considers deeply rooted local cultural factors in Sundanese society. *** Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk secara komprehensif mengkaji bagaimana idiom-idiom Sunda dan tradisi lisan secara efektif menyampaikan nilai-nilai Islam yang berasal dari hadis dalam konteks da'wah lintas budaya. Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, khususnya dengan teknik analisis konten dan analisis tematik untuk mengkaji perpaduan antara idiom-idiom budaya Sunda dan hadis Islam dalam praktik da'wah. Hasil – Tradisi lisan Sunda dalam bentuk peribahasa merupakan bentuk kecerdasan lokal dalam memahami hadis sebagai sumber ajaran Islam, yang berfungsi sebagai kompetensi komunikatif lintas budaya untuk menghindari kesalahpahaman akibat perbedaan ekspektasi, pandangan dunia, dan nilai-nilai. Da'wah lintas budaya menekankan universalitas Islam yang melampaui batas geografis dan sosio-budaya, memanfaatkan kesamaan manusia universal dan dinamika perubahan budaya untuk menyampaikan pesan-pesan Islam secara efektif kepada kelompok masyarakat yang beragam. Implikasi – Transformasi hadis Arab menjadi peribahasa Sunda menunjukkan bahwa dakwah Islam dapat berhasil ketika pesan-pesan agama disampaikan melalui bentuk-bentuk budaya lokal yang familiar bagi komunitas setempat, tanpa mengubah esensi ajaran tersebut. Pendekatan lintas budaya dalam dakwah melalui tradisi lisan lokal membuktikan bahwa Islam memiliki sifat universal yang dapat beradaptasi dengan berbagai konteks sosio-budaya, sehingga memudahkan penerimaan dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda. Orisinalitas/Nilai – Studi ini mengatasi celah kritis dalam literatur yang ada dengan menyediakan analisis komprehensif pertama tentang hubungan langsung antara peribahasa Sunda dan hadis dalam konteks khusus dakwah, menawarkan pendekatan holistik baru yang mempertimbangkan faktor budaya lokal yang mendalam dalam masyarakat Sunda.
Challenges and development of contemporary islamic da'wah in Japan, South Korea, and Taiwan Yuwono, Ardi Tri; Sebastian, Andi; Rahman, Haru; Chung-Hee, Amir; Chen, Abdullah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26253

Abstract

Purpose – This study aims to identify various challenges and developments of contemporary Islamic da'wah in Japan, South Korea, and Taiwan. Method – This research relies on a qualitative approach with a literature study method, where data is collected through searching written sources such as books, academic journals, news articles, historical documents, and online publications related to the development of Islamic da'wah in Japan, South Korea, and Taiwan. Result – Da'is (Islamic preacher) in Japan, South Korea, and Taiwan face several challenges in spreading Islam, such as: (1) The World Trade Center incident in the United States on September 11, 2001 which negatively impacted the image of Islam among East Asia society; (2) Problems related to funerals; (3) Difficulty in finding a place to perform ablution; (4) Difficulties in integrating Islamic values into East Asia traditions, and; (5) The difficulty of the older generation in passing on Islamic knowledge to the younger generation. Implication – This research could encourage: (1) Train and empower Muslim youth in the region so that they can develop a da'wah approach that integrates Islamic teachings with culture and technology, as well as have broad insights and always follow the latest developments; (2) Understand the characteristics, interests, and needs of the local community; (3) Linking Islamic teachings to relevant social issues and offering inspiring solutions, and; (4) Muslims in the region are expected to demonstrate good behaviour and be consistent with the Islamic teachings they preach. Originality/Value – The novelty of this study lies in the more comprehensive and up-to-date presentation of the dynamics of Islam in East Asia, especially related to da'wah challenges and strategies in Japan, South Korea, and Taiwan. With a focus on a wide period, from 1950 to 2025, this study not only provides insight into the changing attitudes and acceptance of Islam by society but also presents recommendations for developing more effective da'wah strategies in the future. *** Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dan perkembangan da'wah Islam kontemporer di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data dikumpulkan melalui pencarian sumber tertulis seperti buku, jurnal akademik, artikel berita, dokumen historis, dan publikasi online yang berkaitan dengan perkembangan da'wah Islam di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Hasil – Da'is (penyebar ajaran Islam) di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan menghadapi beberapa tantangan dalam menyebarkan Islam, antara lain: (1) Insiden World Trade Center di Amerika Serikat pada 11 September 2001 yang berdampak negatif terhadap citra Islam di masyarakat Asia Timur; (2) Masalah terkait upacara pemakaman; (3) Kesulitan menemukan tempat untuk berwudhu; (4) Kesulitan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi Asia Timur, dan; (5) Kesulitan generasi tua dalam meneruskan pengetahuan Islam kepada generasi muda. Implikasi – Penelitian ini dapat mendorong: (1) Melatih dan memberdayakan pemuda Muslim di wilayah tersebut agar dapat mengembangkan pendekatan da'wah yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan budaya dan teknologi, serta memiliki wawasan yang luas dan selalu mengikuti perkembangan terbaru; (2) Memahami karakteristik, minat, dan kebutuhan masyarakat lokal; (3) Menghubungkan ajaran Islam dengan isu-isu sosial yang relevan dan menawarkan solusi yang inspiratif, dan; (4) Muslim di wilayah tersebut diharapkan menunjukkan perilaku yang baik dan konsisten dengan ajaran Islam yang mereka ajarkan. Orisinalitas/Nilai – Keunikan studi ini terletak pada penyajian yang lebih komprehensif dan terkini mengenai dinamika Islam di Asia Timur, terutama terkait tantangan dan strategi dakwah di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Dengan fokus pada periode yang luas, dari 1950 hingga 2025, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan tentang perubahan sikap dan penerimaan Islam oleh masyarakat tetapi juga menyajikan rekomendasi untuk mengembangkan strategi dakwah yang lebih efektif di masa depan.
Enhancing students on climate issues through social media marketing and green knowledge sharing: A contemporary da'wah approach in Indonesia and Turkey Sutopo; Nur Hendrasto; Afif Zaerofi; Haidar, Abdullah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26371

Abstract

Purpose - This study examines the influence of social media marketing and green knowledge sharing on climate change awareness among university students in Indonesia and Turkey. These digital initiatives are framed as a contemporary form of da'wah bil hal, where Islamic values of environmental stewardship are promoted through action-based communication and active engagement on social media platforms. Method - A quantitative approach was employed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to analyze data collected from 327 students through purposive sampling. Result  -  The findings reveal that social media marketing significantly impacts green knowledge sharing (β = 0.279, p = 0.016) and climate awareness (β = 0.305, p = 0.012), with green knowledge sharing mediating the relationship (β = 0.112, p = 0.038). However, climate awareness alone does not significantly lead to pro-environmental behavior. Implication – The study highlights that empowering students through social media campaigns can be an effective strategy for environmental da'wah, integrating Islamic values into climate action. Originality/Value - This study is one of the first cross-cultural investigations linking social media-driven environmental communication with Islamic da'wah practices between Indonesia and Turkey. It highlights cultural variations in environmental awareness and communication style, where Indonesian students show higher collectivist-driven engagement in green campaigns. In contrast, Turkish students tend to approach environmental messaging more individually. These contrasts enrich understanding of how Islamic da'wah bil hal can be contextualized across different cultural and educational settings. *** Tujuan - Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial dan berbagi pengetahuan hijau terhadap kesadaran perubahan iklim di kalangan mahasiswa universitas di Indonesia dan Turki. Inisiatif digital ini dikonsepkan sebagai bentuk kontemporer dari da'wah bil hal, di mana nilai-nilai Islam tentang pengelolaan lingkungan dipromosikan melalui komunikasi berbasis aksi dan keterlibatan aktif di platform media sosial. Metode - Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menganalisis data yang dikumpulkan dari 327 mahasiswa melalui sampling purposif. Hasil  -  Temuan menunjukkan bahwa pemasaran media sosial secara signifikan mempengaruhi berbagi pengetahuan hijau (β = 0.279, p = 0.016) dan kesadaran iklim (β = 0.305, p = 0.012), dengan berbagi pengetahuan hijau sebagai mediator dalam hubungan tersebut (β = 0.112, p = 0.038). Namun, kesadaran iklim sendiri tidak secara signifikan mengarah pada perilaku pro-lingkungan. Implikasi – Studi ini menyoroti bahwa memberdayakan mahasiswa melalui kampanye media sosial dapat menjadi strategi efektif untuk da'wah lingkungan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam aksi iklim. Orisinalitas/Nilai - Studi ini merupakan salah satu penelitian lintas budaya pertama yang menghubungkan komunikasi lingkungan berbasis media sosial dengan praktik da'wah Islam antara Indonesia dan Turki. Studi ini menyoroti variasi budaya dalam kesadaran lingkungan dan gaya komunikasi, di mana mahasiswa Indonesia menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi didorong oleh kolektivisme dalam kampanye hijau. Sebaliknya, mahasiswa Turki cenderung mendekati pesan lingkungan secara lebih individual. Perbedaan ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana da'wah bil hal Islam dapat dikontekstualisasikan dalam berbagai setting budaya dan pendidikan.
Constructing self-esteem: Authoritative da’wah material in Syi’ir Ngudi Susilo by Bisri Mustofa Ansori, Mohammad; Ningsih, Yusria; Jaili, Hambali
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26496

Abstract

Purpose – The purpose of this study is to analyze how Syi'ir Ngudi Susilo by Bisri Mustofa constructs and conveys the concept of self-esteem as an authoritative da’wah material Method – This study used a qualitative method with a semiotic analysis approach. The data collection techniques included reading and note-taking. The data analysis methods used the Agih Method and the Match Method. Result – The results showed that the construction of self-esteem in the Syi’ir Ngudi Susilo is achieved by identifying elements related to self-esteem in the Syi’ir. These elements include self-knowledge, self and others, self-acceptance, self-reliance, self-expression, self-confidence, and self-awareness. These elements align with the concept of self-esteem development, which includes the practices of living consciously, self-acceptance, self-responsibility, self-assertiveness, living purposefully, and personal integrity. Ngudi Susilo communicates authoritative da'wah material effectively in an aesthetic, emotional, and easy-to-understand manner. Implication – The study has several significant implications in the fields of Islamic preaching (da’wah), education, psychology, and cultural studies. These implications highlight the broader impact of syi'ir in shaping religious understanding, promoting self-esteem, and preserving traditional Islamic literary forms Originality/Value – This study is the first study that breaks new ground by using Saussure’s semiotic framework to examine how syi'ir constructs self-esteem and serves as an authoritative da'wah material. The syi'ir is not only just a religious or artistic form but also a therapeutic tool for personal and social development. *** Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Syi'ir Ngudi Susilo karya Bisri Mustofa membangun dan menyampaikan konsep harga diri sebagai bahan dakwah yang otoritatif.  Metode – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotik. Teknik pengumpulan data meliputi pembacaan dan pencatatan. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode Agih dan Metode Match. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan harga diri dalam Syi’ir Ngudi Susilo dicapai dengan mengidentifikasi unsur-unsur yang berkaitan dengan harga diri dalam Syi’ir. Unsur-unsur tersebut meliputi pengetahuan diri, hubungan diri dengan orang lain, penerimaan diri, kemandirian, ekspresi diri, kepercayaan diri, dan kesadaran diri. Elemen-elemen ini sejalan dengan konsep pengembangan harga diri, yang mencakup praktik hidup secara sadar, penerimaan diri, tanggung jawab diri, keberanian diri, hidup dengan tujuan, dan integritas pribadi. Ngudi Susilo menyampaikan materi dakwah secara efektif dengan cara yang estetis, emosional, dan mudah dipahami. Implikasi – Studi ini memiliki beberapa implikasi signifikan di bidang dakwah Islam, pendidikan, psikologi, dan studi budaya. Implikasi ini menyoroti dampak yang lebih luas dari syi'ir dalam membentuk pemahaman agama, mempromosikan harga diri, dan melestarikan bentuk sastra Islam tradisional. Orisinalitas/Nilai – Studi ini merupakan studi pertama yang membuka jalan baru dengan menggunakan kerangka semiotik Saussure untuk menganalisis bagaimana syi'ir membangun harga diri dan berfungsi sebagai materi da'wah yang otoritatif. Syi'ir tidak hanya sekadar bentuk keagamaan atau seni, tetapi juga alat terapeutik untuk pengembangan pribadi dan sosial. 
Packaging religion through training: Da'wah commodification among middle-class muslim women in Indonesia Uswatusolihah, Uus; Suharto, Abdul Wachid Bambang; Fuad, Muskinul; Asmaya, Enung
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.26965

Abstract

Purpose – This article examines the phenomenon of the commodification of da'wah through religious training programs targeted at middle-class Muslim women in contemporary Indonesia, specifically the Spiritual Motherhood and Miracle Women trainings. Method – The study employs an ethnographic approach, collecting data through participant observation, interviews, and document analysis. Result – The results showed that distinctive patterns in these da'wah trainings: they are held in prestigious venues, involve speakers and participants predominantly from the middle class—especially women—and maintain ongoing communication networks among alums. The commodification of religion within these trainings is evident in branded material packaging, training fees and discounts, the use of celebrity figures, and book production. Implication – This study asserts that commodification serves as a means to present and frame Islamic values, reflecting the dynamics of religious adaptation within a society increasingly influenced by consumer culture. These findings encourage critical reflection on the practices and directions of da'wah in the modern era. Originality/Value – This research is the first study on packaging preaching through paid spiritual training, such as Spiritual Motherhood and Miracle Women. *** Tujuan – Artikel ini mengkaji fenomena komodifikasi da'wah melalui program pelatihan keagamaan yang ditujukan bagi perempuan Muslim kelas menengah di Indonesia kontemporer, khususnya program Spiritual Motherhood dan Miracle Women. Metode – Studi ini menggunakan pendekatan etnografis, mengumpulkan data melalui observasi partisipan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan pola khas dalam program-program da'wah ini: diselenggarakan di tempat-tempat prestisius, melibatkan pembicara dan peserta yang sebagian besar berasal dari kelas menengah—terutama perempuan—serta mempertahankan jaringan komunikasi berkelanjutan di antara alumni. Komodifikasi agama dalam program-program ini terlihat jelas melalui kemasan materi bermerk, biaya pelatihan dan diskon, penggunaan figur selebriti, serta produksi buku. Implikasi – Studi ini menegaskan bahwa komodifikasi berfungsi sebagai sarana untuk menyajikan dan membingkai nilai-nilai Islam, mencerminkan dinamika adaptasi agama dalam masyarakat yang semakin dipengaruhi oleh budaya konsumerisme. Temuan ini mendorong refleksi kritis terhadap praktik dan arah da'wah di era modern. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan studi pertama yang mengkaji kemasan dakwah melalui pelatihan spiritual berbayar, seperti Spiritual Motherhood dan Miracle Women.
Da’wah tourism: Formulation of collaborative governance perspective development Susanto, Dedy; Musyafak, Najahan; Raharjo, Raharjo; Anasom, Anasom; Niswah, Uswatun; Hakim, Lukmanul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 43 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v43.1.13214

Abstract

Purpose - Departing from the phenomenon that the number of da’wah tourist destinations is quite large, especially the tombs of ulama', and the number of tourist visits have increased significantly, this study aims to describe the formulation of tourism destination development, describe collaborative governance in tourism destination development and describe the inhibiting and supporting factors of tourism destination development in Semarang City.Method - The type and approach of research used is descriptive with a qualitative approach. Data validity checks using data source triangulation techniques are carried out by comparing the results of observation data with interview data and interview results with related documents and data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing.Result - The results showed that the development of da’wah tourist destinations had yet to be carried out. However, there is a growth in the number of da’wah tourist destinations. Collaborative governance in the development of tourism destinations has yet to run optimally. There are several supporting and inhibiting factors in the development of tourism destinations.Implication - The formulation of the development of da'wah tourism in Semarang with collaborative covernance affects the maximum achievement of the professionalism of da'wah tourism services, completeness of facilities and infrastructure, reputation and credibility of the existing destination image so that tourists can feel safe and satisfied and increase their religious awareness. The results of this study are used to provide input to the Semarang city government, the Tourism Office, other related agencies to improve in connection with the development that has been done.Originality - This research is the first research related to da'wah tourism in Semarang City, where in this tourism development research uses a collaborative governance approach.***Tujuan - Berangkat dari adanya fenomena yang berupa jumlah destinasi wisata dakwah cukup banyak, terutama makam ulama’, dan jumlah kunjungan wisatawan mengalami kenaikan yang signifikan, maka penelitian ini bertujuan mendiskripsikan formulasi pengembangan destinasi pariwisata, mendeskripsikan collaborative governance dalam pengembangan destinasi pariwisata dan mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung pengembangan destinasi pariwisata di Kota Semarang.Metode - Tipe dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber data yang dilakukan dengan membandingkan hasil data pengamatan dengan data hasil wawancara dan hasil wawancara dengan dokumen yang terkait, dan analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil  -  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan destinasi wisata dakwah belum dilakukan secara keseluruhan akan tetapi terdapat pertumbuhan jumlah destinasi wisata dakwah, Collaboratie governance dalam pengembangan destinasi pariwisata belum berjalan maksimal dan terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan destinasi pariwisata.Implikasi – Formulasi pengembangan wisata dakwah di Semarang dengan collaborative covernance berpengaruh terhadap pencapaian yang maksimal terhadap profesionalitas pelayanan wisata dakwah, kelengkapan sarana dan prasarana, reputasi dan krebilitas citra destinasi yang ada sehingga wisatawan bisa merasa aman dan puas serta meningkatkan kesadaran beragama mereka. Hasil penelitian ini digunakan untuk memberikan masukan kepada pemerintah kota Semarang, Dinas Pariwisata, Dinas terkait lainnya untuk membenahi sehubungan dengan pengembangan yang telah dilakukan.Orisionalitas – Penelitian ini merupakan penelitian pertama terkait dengan wisata dakwah di Kota Semarang, di mana dalam penelitian pengembangan wisata ini menggunakan pendekatan collaborative governance.