JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) diterbitkan oleh Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Articles
401 Documents
Pendampingan Penggunaan Aplikasi RT Online
Dwi Krisbiantoro;
Abdul Azis;
Banu Dwi Putranto
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.947 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v3i2.4605
Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi RT online pada masyarakat Teluk khususnya RT 02 RW 03. Metode pelaksanan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan juga praktik aplikasi RT online yang diikuti oleh perwakilan warga sebanyak 15 orang Hasil yang diperoleh adalah warga telah mampu menggunakan aplikasi RT online guna memudahkan urusan administrasi RT dan melihat informasi yang ada di RT dalam menggunakan aplikasi RT online sehingga lebih efektif dan efisien dalam mendapatkan informasi dan urusan administrasi RT. Hasil dari pendampingan yang telah dilakukan dapat di sebarluaskan ke warga lain sehingga semua warga dapat memanfaatkan adanya teknologi baru di lingkungan RT 02 RW 03.
Pelatihan dan Pendampingan Akuntansi Manajemen UKM Batik di Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Rahmawati Rahmawati;
Djoko Suharjanto;
Muthmainah Muthmainah;
Sarah Rum Handayani;
Djamaluddin Subekti;
Setyaningtyas H;
Fitri Susilowati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.44 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v0i0.5544
Program Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Pijenan, Wijirejo, Pandak, Bantul Yogyakarta. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah UKM Batik Wongso dan Batik Brenda yang memiliki permasalahan sama dengan permasalahan yang dihadapi oleh UKM pada umumnya, yaitu terkait dengan masalah manajemen usaha, administrasi pencatatan/pembukuan, manajemen pemasaran, penyusunan laporan keuangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kinerja usaha serta kehidupan social ekonomi masyarakat pengrajin sehingga dapat menanggulangi kemiskinan. Metode yang digunakan adalah : (1) Observasi dan Wawancara, (2) Focus Group Discussion (FGD), (3) Analysis kebutuhan pelatihan (4) Pelatihan dan Pendampingan. Observasi dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum tentang mitra. FGD dilakukan untuk mengidentifikasi dan membahas secara lebih mendalam terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Analisis kebutuhan pelatihan dilakukan untuk menentukan materi yang dibutuhkan oleh mitra. Hasil kegiatann ini adalah : 1) Mitra membutuhkan pelatihan tentang kewirauahaan, manajemen usaha, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen keuangan. 2) Pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan kinerja usaha serta kehidupan social ekonomi masyarakat pengrajin.
Wisata Edukasi Berbasis Energi Terbarukan Sel Surya
Dian Nova Kusuma Hardani;
Itmi Hidayat Kurniawan;
Winarso Winarso
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (598.45 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v3i2.5154
Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan melalui optimalisasi potensi masyarakat berupa sumber daya yang ada. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan konsidi social ekonomi warga, serta mempermudah akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan. Kelompok sasaran dari kegiatan ini adalah Desa Wisata Pagak yang dikelola oleh BUMDes dan Pokdarwis Desa Pagak. Metode yang digunakan dalam menyelesaian pemasalahan mitra antara lain melalui pendidikan masyarakat, difusi ipteks, pelatihan, dan advokasi. Hasil kegiatan ini adalah adanya sistem pembangkit tenaga listrik surya sebagai bentuk pemanfaatan potensi energy matahari untuk wisata edukasi sekaligus dapat digunakan untuk penerangan di area Desa Kitiran Rawa Lutung.
Peningkatan Pemasaran Produk Kerajinan Bambu di Dusun Sanggrahan I, Desa Muntuk, Dlingo, Bantul
Ani Yunita;
Heri Purwanto
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.214 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v0i0.4603
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh minimnya akses pasar dan informasi pemasaran di Dusun Sanggrahan I, Desa Muntuk, Dlingo, DIY. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan enterpreneurship, memperluas akses pasar dan akses informasi pemasaran baik secara pemasaran manual maupun online produk kerajinan bambu bagi Kelompok PKK di Dusun Sanggarahan I tersebut. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam program kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah memberikan penyuluhan dan pelatihan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta pendampingan pemasaran oleh Tim Pelaksana Program Pengabdian dengan metode pendampingan praktek. Pelaksanaan pengabdian ini memiliki sasaran yaitu Kelompok Ibu PKK Dusun Sanggrahan 1. Hasil dan pembahasan dalam pengabdian ini ialah kelompok PKK Dusun Sanggrahan 1 yang semulapengetahuan anggota kelompok PKK hanya mendapatkan pengetahuan berwirausaha 50 persen menjadi meningkat 75 persen dapat mengetahui dan memahami mengenai pentingnya berwirausaha dan cara pembuatan kerajinan bambu. Semula ketrampilan dan kreatifitas anggota kelompok PKK masih sangat terbatas berkisar 60 persen dalam membuat produk berupa tampah, tambir, irik, kalo dan ceting menjadi 90 persen lebih trampil, kreatif dan inovatif dalam membuat variasi produk kerajinan bambu berupa tempat pensil, tempat tisu, tempat permen dan tempat boneka.Ketrampilam anggota PKK dalam memasarkan hasil kerajinan bambu sebelumnya hanya 40 persen atau masih sangat tergantung dengan tengkulak maka setelah adanya pengabdian ini ketrampilan kelompok PKK melakukan pemasaran kerajinan bambu baik secara manual dengan menawarkan ke toko/swalayan maupun online melalui akun whatsapp, instagram dan facebook menjadi meningkat 70 persen lebih trampil.
Pengembangan Batik Bermotif Local Wisdom Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Kabupaten Ngawi
Nurul Istiqomah;
Izza Mafruhah;
Nunung Sri Mulyani;
Dewi Ismoyowati;
Kresno Sarosa Pribadi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (582.489 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v0i0.3973
Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Maka tiap daerah dipacu untuk mengembangkan batik sesuai dengan kearifan lokal dan keunikan budayanya. Ngawi belum mempunyai batik dengan ciri khas, sehingga agak sulit untuk membedakan batik produksi Ngawi atau daerah di sekitarnya seperti batik dari Sragen atau Magetan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan batik dengan ciri khas Ngawi berdasarkan kekayaanlokal serta warisan budaya sehingga akan menarik dan mendorong peningkatan permintaan pasar serta pendapatan masyarakat khususnya UMKM yang bergerak di bidang Batik. Pengabdian ini dilaksanakan di Ngawi dan bertujuan :1) Menggali motif khas batik Ngawi dengan memperhatikan kekayaan alam dan budaya 2). Mengenalkan model baru produkdi batik yang mengkolaborasikan antara batik tulis dan print dengan metode malam dingin3) meningkatkan pemasaran dengan pembuatan web dan instragram batik Ngawi. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah : 1). Focus Group Discussion dengan beberapa stakeholder mengenai kekayaan budaya, sejarah dan alam di Ngawi yang melibatkan pelaku UMKM batik sehingga bisa memberikan konsep mengenai motif batik yang lebih bisa diterima oleh masyarakat luas, dan 2). Pelatihan, mendemonstrasikan membatik dengan teknik malam dingin kepada mitra UKM batik supaya pengetahuannya semakin bertambah dan mempersingkat proses membatik. Hasil dari pengabdian ini adalah diperolehnya desain motif batik khas Ngawi dengan berdasarkan ada kekayaan alam dan budaya yang ada di Ngawi yaitu motif Benteng Van Den Bosch/ Benteng Pendem yang dikolaborasikan dengan motif pohon bambu, daun jati serta motif Trinil yang merupakan salah satu aset terbesar di Ngawi, serta motif Waduk Pondok yang merupakan slah satu kekayaan ekologi yang dimiliki Ngawi. UKM mitra pengabdian juga mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan terbaru dalam proses membatik dengan menggunakan metode malam dingin, yang proses pembatikkannya menjadi lebih cepat karena membutuhkan waktu ± 2 motif untuk proses pembuatan motif sehingga menghemat ongkos produksi. Screen batik yang digunakan dalam proses membatik dengan malam dingin bisa digunakan sampai dengan 1.000 lembar batik. Meningkatnya pemasaran batik ngawi dengan media online.
Inisiasi Teknologi Hayati Pada Petani Untuk Mendukung Revegetasi Lahan Bekas Perladangan
Hanna Artuti Ekamawanti;
Herkulana Herkulana
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.426 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v3i2.3492
Masyarakat di desa Antan Rayan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal. Kegiatan ini bertujuan menginisiasi munculnya wirausahawan pertanian dengan pengetahuan dan keterampilan menghasilkan produk arang sekam dan produk teknologi hayati mikoriza untuk pembuatan bibit unggul. Khalayak sasaran yang dijadikan sebagai mitra adalah kelompok tani Naremang dan kelompok pemuda GPdI, khususnya di Nangun Nuyung. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi. Tahapan kegiatan yang dilakukan tahap penyadaran (penyuluhan dan pembekalan/bimbingan teknis) dan tahap penumbuhan (pendampingan praktis, pengawasan dan evaluasi). Hasil menunjukkan 70% peserta dapat memahami materi tentang potensi dan peluang pengembangan wirausaha pertanian. Persentase anggota mitra yang dapat membuat arang sekam 50%, 30% dapat membuat inokulum mikoriza dan bibit unggul dari 10 orang yang aktif mengikuti kegiatan ini.Produk teknologi hayati yang dihasilkandalam bentuk inokulum mikoriza arbuskula dan produk arang sekam tersebut dapat digunakan untuk membuat bibit-bibit unggul tanaman penghasil kayu dan buah-buahan. Selain dapat menunjang keberhasilan revegetasi lahan bekas perladangan, produk-produk tersebut juga dapat dijadikan peluang usaha mitra yang bernilai ekonomis yang dikelola oleh koperasi unit desa melalui pembentukan pengurus.
Implementasi Sistem Informasi Posyandu Berbasis Web dan Android di Desa Bimomartani
Sri Kusumadewi;
Rahadian Kurniawan;
Hepi Wahyuningsih
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (685.417 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v3i2.4903
Kegiatan Posyandu merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan Posyandu dilakukan di Desa dan didukung sepenuhnya oleh para Kader Posyandu. Di Desa Bimomartani kegiatan Posyandu dilaksanakan dengan baik di 12 pedukuhan. Kegiatan Posyandu di sini belum didukung oleh fasilitas berbasis teknologi informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan Kader dalam menggunakan aplikasi teknologi informasi guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah pelatihan implementasi Sistem Informasi Posyandu berbasis web dan Android di Desa Bimomartani. Aktivitas utama dari kegiatan ini adalah pelatihan kedua sistem tersebut ke para Kader dan Bidan Desa. Hasil pelatihan menujukkan bahwa terjadi kenaikan tingkat ketrampilan penggunaan aplikasi teknologi informasi terutama untuk sistem yang berbasis Android. Keseringan mereka menggunakan smartphoneini menyebabkan mereka terampil menggunakan smartphonedibanding menggunakan laptop, karena 92% kader adalah ibu rumah tangga. Pengalaman sebagai Kader Posyandu juga mempengaruhi kecepatan Kader dalam mengoperasikan Sistem Informasi Posyandu. Kader yang memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun cenderung cepat tanggap dalam memberikan input data setiap item yang harus diisi. Berdasarkan masukan dari Kader dan Bidan, masih dibutuhkan benerapa fitur tambahan pada sistem ini. Hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan informasi terbaru. Komitmen tim untuk terus mengembangkan sistem ini secara berkelanjutan sangat dibutuhkan seiring dengan semakin bertambahnya kebutuhan informasi kesehatan ibu, anak dan keluarga dari waktu ke waktu. Secara umum Sistem Informasi Posyandu membantu Kader dalam menyimpan data dan membuat laporan kesehatan ibu dan anak.
Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Menurunkan Peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM)
Dwi Nopriyanto;
Muhammad Aminuddin;
Iwan Samsugito;
Rita Puspasari;
Ruminem Ruminem;
Mayusef Syukmana
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.613 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v3i2.4726
Meningkatnya kejadian PTM merupakan permasalahan yang banyak terjadi di area Asia Tenggara, serta diprediksi terus meningkat pada tahun 2030, dan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dimana 64% sebagian besar disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler, hipertensi dan diabetes melitus. Strategi pemberdayaan masyarakat digunakan untuk merubah perilaku masyarakat dalammenurunkan masalah penyakit PTM seperti hipertensi dan diabetes melitus.Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat melibatkan kelompok masyarakat di 10 RT yang berada di Kelurahan Sambutan, dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sambutan. Metode pemecahan masalah diantaranya (1) Survey dengan cara melakukan screening pemeriksaan kesehatan, (2) Pendidikan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan, dan (3) Pelatihan dengan melakukan demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan dari 242 orang, teridentifikasi sekitar 103 orang (42,5 %) mengalami penyakit hipertensi, 66 orang (27,3 %) teridentifikasi gejalan diabetes melitus sampai dengan teridentifikasi menderita diabetes melitus. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan wawasan bagi masyarakat tentang penyakit tidak menular dan diharapkan menjadi awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan berperilaku hidup sehat di kelurahan Sambutan kota Samarinda.
Analisis Kemampuan Mengembangkan Bahan Ajar yang Kontekstual Berbasis Power Point pada Guru SMP Negeri 11 Merauke
Syamsul Bahri;
Helga C. A. Silubun;
Minuk Riyana
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.052 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v0i0.4104
SMP Negeri 11 Merauke terletak di Distrik Sota yang peserta didiknya cukup beragam, bahkan ada dari negara tetangga, yaitu PNG. Hasil ujian nasional peserta didik, khususnya mata pelajaran IPA pada tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik tergolong rendah. Salah satu hal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik adalah pembelajaran yang belum dilengkapi dengan media pembelajaran yang kontekstual.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru IPA agar mampu mebuat media pembelajaran yang kontekstual dengan menggunakan PowerPoint. Media pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, khususnya pada ujian nasional. Adapun subjek dalam kegiatan ini adalah guru-guru SMP Negeri 11 Merauke yang terletak di Distrik Sota yang merupakan daerah perbatasan antara RI dengan Papua New Guinea yang berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah dengan melakukan pelatihan, pendampingan serta pembuatan media pembelajaran IPA yang kontekstual dengan mengintegrasikan ke dalam PowerPoint. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menggunakan PowerPoint untuk media pembelajaran sebesar 24,5%, yaitu dari 27,3% menjadi 45,7%. Secara umum, pengetahuan dan kemampuan guru menggunakan PowerPoint sebagai media pembelajaran masih tergolong rendah cukup rendah. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh stakeholder untuk memperhatikan kemampuan guru di dalam menggunakan TIK, khususnya yang berhubungan langsung dengan pembelajaran. Hal ini tentunya akan mendukung karakteristik pembelajaran abad 21 serta pembelajaran di era revolusi industri 4.0 (I4.0).
Inisiasi Pengembangan dan Pendampingan Peternakan Sapi Secara Terpadu di Kelompok Ternak Sapi Kandang Kalimasodo
Nono Ngadiyono;
I Gede Suparta Budisatria;
Endang Baliarti;
Panjono Panjono;
Tri Satya Mastuti Widi;
Muhammad Danang Eko Yulianto;
Bayu Andri Atmoko
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.826 KB)
|
DOI: 10.30595/jppm.v3i2.4200
Kelompok ternak sapi “Kandang Kalimasodo” terbentuk pada tahun 2015 sebagai upaya peternak rakyat dalam merintis agro industry peternakan dan pertanian organic secara terpadu di Desa Karangdukuh, Jogonalan, Klaten. Kendala utama kelompok tersebut adalah masih minimnya pengetahuan mengenai pengolahan pupuk organic dari limbah ternak, pengolahan pakan ternak, dan pemeliharaan sapi yang efisien serta belum adanya adopsi teknologi pada system usaha peternakan rakyat yang masih bersifat tradisional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kawasan sentra peternakan sapi rakyat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan beternak sapi potong secara terpadu dengan pertanian organik, peningkatan efisiensi dan kemandirian penyediaan pakan melalui transfer teknologi pengolahan pakan dan pengolahan limbah. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pendampingan dan pelatihan membuat jerami fermentasi, pupuk organic kompos dan pengobatan ternak. Hasil kegiatan menunjukkan anggota kelompok ternak Kandang Kalimasodo berpartisipasi aktif dan memiliki kemauan untuk belajar mengenai manajemen budidaya sapi potong, memiliki kemampuan untuk membut jerami fermentasi dan pupuk organic cair dan padat secara mandiri. Produktivitas sapi yang dipelihara sudah cukup baik, sehingga perlu pendampingan secara terus menerus kepada peternak dalam menjalankan usaha peternakan sapi potong.