cover
Contact Name
Reni Oktaviani
Contact Email
aksis@unj.ac.id
Phone
+6285920169388
Journal Mail Official
aksis@unj.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25809040     DOI : https://doi.org/10.21009
Aksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a high-qualified open access Journal which is managed by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Indonesian Literature and Language Education), Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta and published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Institute of Research and Community Service) of the Universitas Negeri Jakarta. The journal is published biannually in June and December. The journal welcomes contributions from research on field or literature studies as well as on theoretical and critical studies, which includes the scope of Indonesian language education, Indonesian literary education, Indonesian language, and Indonesian literature.
Articles 207 Documents
Politeness of Speech Between Characters in Novel Hujan by Tere Liye: A Pragmatic Study Yasmin Salsabila Siagian
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050110

Abstract

In expressing an utterance, a person performs a speech act. In performing speech acts, the use of polite language needs to be considered. Not infrequently we feel that we have been speaking properly and correctly, but without realizing it we don't know whether our language is polite or not. To find out this, we can look at using pragmatics. Language politeness, namely through the principle of politeness in language. This principle has several maxims, namely the tact maxim, the generosity maxim, the approbation maxim, the modesty maxim, the agreement maxim, and the sympathy maxim. Therefore, researchers are interested in deepening pragmatic studies, especially language politeness, namely in utterances uttered in a novel. In this study, the method used to analyze the data that researchers have obtained uses a qualitative approach. The data source used for this research is novel entitled Hujan by Tere Liye, while the data type of this research is written data, in the form of story quotes and character dialogues in the novel which contain language unity in the novel. In this study, researchers used data collection techniques in the form of note-taking techniques. The research results in the novel Hujan by Tere Liye found data as many as 39 stories. Keywords: language politeness, maxim, pragmatic, novel Abstrak Dalam mengungkapkan sebuah ujaran, seseorang melakukan tindak tutur. Dalam melakukan tindak tutur, pemakaian bahasa yang santun sangat perlu diperhatikan. Tidak jarang kita merasa sudah melakukan kegiatan bertutur dengan baik dan benar. Namun tanpa disadari, kita tidak mengetahui, cara berbahasa sudah santun atau tidak. Untuk mengetahui hal ini, dapat dilihat dengan menggunakan ilmu pragmatik. Untuk mengetahui kesantunan berbahasa seseorang yakni melalui prinsip kesantunan berbahasa. Prinsip ini memiliki beberapa maksim, yaitu maksim kebijaksanaan (tact maxim), maksim kemurahan (generosity maxim), maksim penerimaan (approbation maxim), maksim kerendahan hati (modesty maxim), maksim kecocokan (agreement maxim), dan maksim kesimpatian (sympathy maxim). Karena itu, peneliti tertarik mendalami kajian pragmatik khususnya kesantunan berbahasa yakni dalam tuturan yang diujarkan dalam sebuah novel. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menganalisis data yang peneliti peroleh menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan untuk penelitian ini adalah novel berjudul Hujan karya Tere Liye, sedangkan jenis data penelitian ini adalah data tulisan berupa kutipan cerita dan dialog tokoh dalam novel yang mengandung kesatuan berbahasa di dalam novel. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik catat. Dari hasil penelitian dalam novel Hujan karya Tere Liye ditemukan data sebanyak 39 tuturan. Kata kunci: kesantunan berbahasa, maksim, kajian pragmatik, novel
Communication Patterns of 7th Grade Students of Sabilal Muhtadin Islamic Junior High School in Online Learning Activity Jamiatul Hamidah; Akhmad Syakir
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050111

Abstract

This study aims to describe the communication patterns of 7th grade students at SMP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin in online learning activities. The method that used in this research is qualitative descriptive method which focus on language behavior in students' social relationships. The data were obtained by transcribing the online learning activities of students of SMP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin on Google Classroom. From the 12 existing classes, one class was taken as a sample with a total of 25 students. Data analysis was carried out by classifying students' communication patterns based on two categories, which are (1) the topics discussed and (2) the backgrounds of speakers and speech partners. The results show that the ethnography/communication patterns of students when in online learning activities can be identified from (1) the topics discussed and (2) the background of speakers and speech partners. Based on the topic, the communication talks about learning materials, assignments, tests/examinations, and student attendance in Google Classroom. Meanwhile, in the communication which based on the background of speakers and speech partners, conversations occur between teachers and students and between students as well. From this background, the closeness between the speaker and the speech partner in a short message shows that they understand the meaning of the message conveyed. Even though sentences are written using abbreviations and tend to be concise sentences, communication is still well established. This is shown by the coherence of each message response. Keywords: communication pattern, student, online learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi siswa kelas 7 di SMP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin dalam kegiatan pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang memfokuskan riset pada perilaku berbahasa dalam hubungan sosial siswa. Data diperoleh dengan mentranskripsi kegiatan pembelajaran daring siswa SMP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin menggunakan Google Classroom. Dari 12 kelas yang ada, diambil satu kelas sebagai sampel, dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan pola komunikasi siswa berdasarkan topik yang dibahas dan latar belakang penutur serta mitra tutur. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah etnografi/pola komunikasi siswa dalam kegiatan pembelajaran daring dapat diidentifikasi dari topik yang dibicarakan, latar belakang penutur, dan mitra tutur. Berdasarkan topiknya, komunikasi yang berlangsung membicarakan tentang materi pembelajaran, tugas, ulangan/ujian, dan presensi/daftar hadir siswa di Google Classroom. Sedangkan berdasarkan latar belakang penutur dan mitratutur, percakapan yang terjadi antara guru dengan siswa, serta antarsiswa. Dari latar belakang tersebut, kedekatan antara penutur dan mitra tutur dalam pesan singkat menunjukkan saling memahami makna pesan yang disampaikan. Meskipun kalimat yang ditulis menggunakan singkatan dan cenderung kalimatnya ringkas, komunikasi tetap terjalin dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari koherensi setiap jawaban pesan. Kata Kunci: pola komunikasi, siswa, pembelajaran daring
Case Studies Against Speech on Tone of Voice Soleh Ibrahim; Haerudin Haerudin
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050112

Abstract

This study aims to get an overview and uncover data on how subjects talk to others. Knowing the factors that cause the onset of speech in the subject. Describe the behavior of the subject when acting speech and apply healing efforts to the case. Interference or interference with speech is as follows. 1) Internal interfering, i.e. communication interruptions derived from the conveyer and the recipient of the message. 2) External interference, i.e. communication interruptions that arise from the environment or outside the recipient of the message. 3) Semantic interference, i.e. communication interruptions arising from conveyors and recipients of member messages of different meanings to the verbal or nonverbal symbols used. Another opinion about speech disorders delivered by Nurjamal et al (2011:29) is speech tone disorder. The audience or listener is the most critical person in addressing the speaker. They will memorize exactly which speech tones vary where the tone of speech is monotonous. Not to mention, if the volume is small, while the room is large, it is perfect that the listener will feel disappointment. We, as speakers, should understand this well. We, as speakers, should understand this well. Whenever possible the tone of speech should not be the same as the tone people read, or as if talking to themselves. Volume and intonation or tone of speech should be clearly audible and varied. The data collection techniques in this study are observations and interviews. Interviews are conducted in an open and closed form. Observations that researchers record events in situations related to propositional knowledge as well as knowledge directly obtained from the data. The result of the diagnosis made by the researchers on this case is to conduct observations and interviews in a chain. Based on the remedial results there is a change although not yet a maximum of 100 percent, namely speaking in a low tone of voice. It seems that healing this problem takes a long time. Because all this can n’t be healed immediately maximum, but requires stages. Keyword: speech delay disorder, speaking skills Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan mengungkap data tentang cara subjek bertutur dengan orang lain. Mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya tindak tutur nada bicara pada subjek. Mendeskripsikan perilaku subjek ketika bertindak tutur dan menerapkan upaya penyembuhan pada kasus tersebut. Gangguan atau interferensi berbicara adalah sebagai berikut. 1) Intervensi internal, yaitu gangguan komunikasi yang berasal dari diri penyampai dan penerima pesan. 2) Interferensi eksternal, yaitu gangguan komunikasi yang muncul dari lingkungan atau di luar diri penerima pesan. 3) Interferensi semantik, yaitu gangguan komunikasi yang timbul karena penyampai dan penerima pesan memberi arti yang berbeda terhadap simbol verbal atau nonverbal yang digunakan. Pendapat lain tentang gangguan berbicara yang disampaikan oleh Nurjamal (2011:29) adalah gangguan nada bicara. Audien atau pendengar adalah orang yang paling kritis dalam menyikapi pembicara. Mereka akan hafal betul mana nada bicara yang variatif mana nada bicara yang monoton. Belum lagi, kalau volume suara kecil, sementara ruangan besar, sudah sempurnalah pendengar akan merasakan kekecewaan. Hendaknya, kita sebagai pembicara, memahami hal ini dengan baik. Sedapat mungkin nada bicara jangan sama dengan nada orang membaca, atau seolah berbicara dengan diri sendiri. Volume dan intonasi atau nada bicara harus jelas terdengar dan variatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan dalam bentuk terbuka dan tertutup. Pengamatan yaitu peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. Hasil diagnosis yang dilakukan peneliti terhadap kasus ini adalah dengan melakukan pengamatan dan wawancara secara berantai. Berdasarkan hasil remedial tersebut terdapat perubahan walaupun belum maksimal 100 persen, yakni berbicara dengan nada suara rendah. Nampaknya penyembuhan terhadap masalah ini membutuhkan waktu yang lama. Karena semua ini tidak bisa langsung sembuh maksimal, tetapi membutuhkan tahapan-tahapan. Kata kunci: gangguan keterlambatan berbicara, keterampilan berbicara
Study of Literature Appreciation Skills Assessment Instruments on Objective Types of Prose and Drama Naili Rohmawati; Fetro Muhammad; Deby Luriawati M.; Wagiran Wagiran
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050103

Abstract

The assessment is based on the measuring instrument used to determine the quantity of learning that is numerical in nature. This study aims to describe how the planning, implementation, and assessment of learning carried out by teachers in learning to write drama texts. In the world of education, measurement consists of two kinds, namely test and non-test. The form of the test can be categorized into two types, namely objective tests and non-objective tests. This study uses an objective type of assessment, namely multiple choice questions. If we look back, there are still many question instruments that are not adapted to the rules of making question instruments so that it affects the lack of quality of the instrument questions that have been made. The fact that is happening today often happens in schools, especially in learning literary appreciation. Therefore, this study aims to reconstruct questions that are not in accordance with the criteria for making question instruments. The type of research used is descriptive qualitative with data in the form of learning stages carried out by one of the class teachers. The collection techniques used in this research are observation, documentation (video), and interviews. The instrument used is a human instrument as the main instrument and a guide to analysis of planning, implementation, and assessment of learning as well as an interview guide as a supporting instrument. Keywords: assessment, instrument, appreciation, literature Abstrak Penilaian didasarkan atas alat ukur yang digunakan untuk menentukan kuantitas pembelajaran yang sifatnya numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran menulis teks drama. Dalam dunia pendidikan, pengukuran terdiri atas dua macam, yakni tes dan nontes. Bentuk tes dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu tes objektif dan tes non-objektif. Penelitian ini menggunakan penilaian jenis objektik yaitu soal pilihan ganda. Jika ditilik kembali, masih banyak ditemukan instrumen soal yang tidak disesuaikan dengan kaidah pembuatan instrumen soal sehingga, berpengaruh pada minimnya kualitas instrumen soal yang telah dibuat. Kenyataan itulah yang saat ini kerap terjadi di sekolah, khususnya pada pembelajaran apresiasi sastra. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi soal yang belum sesuai dengan kriteria-kriteria pembuatan instrumen soal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data berupa tahapan pembelajaran yang dilaksanakan oleh salah satu guru kelas. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi (video), dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa human instrument sebagai instrumen utama dan panduan analisis perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran serta panduan wawancara sebagai instrumen pendukung. Kata kunci: penilaian, instrumen, apresiasi, sastra
The Stories of Datu in South Kalimantan: Literary Reception Studies M. Ridha Anwari; Muhammad Yunus; Sri Normuliatti
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050113

Abstract

This study aims to describe people's perceptions or receptions in the stories of datu in South Kalimantan. The theory used in this research is literature reception study theory. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. The results of this study show that the dominant themes in the stories of datu are about religion, social life, and resistance to crime. The plot used in the stories of datu is mainly progressive plot. The background in the story occurs in various areas of South Kalimantan. In general, characterization raises the commendable attitude and character of datu. Meanwhile, the opinion from the respondents convey that the values ​​contained in the stories of datu is religious values. Keywords: literature reception study, stories of datu, South Kalimantan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan anggapan atau resepsi masyarakat dalam kisah-kisah datu di Kalimantan Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kajian resepsi sastra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dalam penelitian ini yang diangkat dalam kisah-kisah datu adalah keagamaan, kehidupan sosial, dan perlawanan terhadap kejahatan. Alur kisah didominasi oleh alur maju. Latar tempat dalam kisah terjadi di berbagai daerah Kalimantan Selatan. Penokohan secara umum mengangkat tentang sikap dan ketokohan datu yang terpuji. Sementara itu, masyarakat yang menjadi responden penelitin menganggap bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kisah-kisah datu didominasi oleh nilai keagamaan. Kata Kunci: kajian resepsi sastra, kisah datu, Kalimantan Selatan
Sexuality Comparison in Novel Eleven Minutes With Tuhan Izinkanlah Aku Menjadi Pelacur! Memoar Luka Seorang Muslimah Misnawati Misnawati; Lazarus Linarto; Petrus Poerwadi; Alifiah Nurachmana; Albertus Purwaka; Patrisia Cuesdeyeni; Paul Diman; Yuliati Eka Asi
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050101

Abstract

The purpose of this research is to describe the theme of sexuality in the main character, Maria (novel "Eleven Minutes") and Kiran (novel "God allows me to become a prostitute! Memoar Luka a Muslimah"). The theory of comparative literature (comparative literature) will be the analysis knife of this research. Comparative literary theory generally emphasizes the comparison of two or more works from at least two different countries. This research will completely reveal two works from different countries. The findings of the study show: (1) the similarities in the sexuality of the characters Maria and Kiran include: (a) feeling pleasure and innocence when having intercourse; (b) having sex to fulfill biological needs; (c) Confide in each other with guests; (d) a prostitute by profession; and (e) the pay is high. (2) The differences in the themes of sexuality between Maria and Kiran include: (a) the main character Maria's sexual needs are carried out not because of a feeling of disappointment towards God but because they want to know what it is like to have a sexual adventure, while the sexual needs of the main character Kiran are used as the most basic needs because sex is made the main character as an escape from disappointment to God; (b) The main character Maria graduated from high school, while the main character Kiran is a student (c) The end of the story the main character Maria stops being a prostitute, while the main character Kiran remains a prostitute. Keywords: comparison, comparative literature, sexuality, and themes Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tema seksualitas pada tokoh utama, Maria (novel ”Eleven Minutes”) dan Kiran (novel “Tuhan Izinkanlah Aku Menjadi Pelacur! Memoar Luka Seorang Muslimah”). Teori Sastra bandingan (comparative literature) akan menjadi pisau analisis penelitian ini. Teori sastra bandingan umumnya menekankan perbandingan dua karya atau lebih dari sedikitnya dua negara yang berbeda. Penelitian ini akan mengungkap tuntas dua buah karya dari negara yang berbeda. Temuan penelitian menunjukkan: (1) Persamaan tema seksualitas tokoh Maria dan Kiran meliputi: (a) sama-sama merasa nikmat dan tidak berdosa ketika melakukan hubungan intim; (b) melakukan seks untuk memenuhi kebutuhan biologis; (c) Saling curhat dengan tamunya; (d) berprofesi pelacur; dan (e) bayarannya mahal. (2) Perbedaaan tema seksualitas tokoh Maria dan Kiran meliputi: (a) kebutuhan seks oleh tokoh utama Maria dilakukan bukan karena pelarian rasa kecewa terhadap Tuhan tetapi karena ingin tahu bagaimana rasanya berpetualang seks, sedangkan kebutuhan seks tokoh utama Kiran dijadikan sebagai kebutuhan yang paling mendasar karena seks dijadikan tokoh utama sebagai pelarian rasa kecewa terhadap Tuhan; (b) Tokoh utama Maria lulusan SMA, sedangkan tokoh utama Kiran seorang mahasiswa (c) Akhir cerita tokoh utama Maria berhenti menjadi pelacur, sedangkan tokoh utama Kiran tetap menjadi pelacur. Kata kunci: perbandingan, sastra bandingan, seksualitas, dan tema
The Effect of Visualization Strategies on Writing Explanatory Texts Skill on VIIIth Grade Students of SMP Muhammadiyah 3 Jakarta Hadi Nugroho; Endry Boeriswati; Reni Nur Eriyani
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050114

Abstract

This study aims to see the effect of visualization strategies on writing explanatory text skill on VIIIth grade students of SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. The method used in this study was an experimental method with a control group pre-post test design. T-test and Fisher's test were used as data analysis techniques in this study. The results of the t-test on the post-test score between the experimental and the control class indicated that the t-test score was 6.99> 2.06 t-table with dk 24. Significant level = 0.05. Because tcount> ttable means H1 is accepted. The results of this study indicated that the application of visualization strategies had an effect on the ability to write explanatory text for VIII grade students of SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. The results of the general assessment showed that the organizational structure and reviews had the most dominant increase. From the results above, the visualization strategy can be used as a good strategy in learning to write explanatory text. Besides, as well as can be implied for explanatory text learning material with KD 3.10 “Examining explanatory text in the form of exposure to natural phenomena that are heard or read” and KD 4.10. “Presenting information and data in the form of an explanatory text of the process of an oral and written phenomenon by paying attention to the structure, language elements, or oral aspects”. Keywords: visualization strategy, writing explanatory text skill Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi visualisasi terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain penelitian prates dan postes grup kontrol. Uji-t dan uji fisher digunakan sebagai teknik analisis data dalam penelitian ini. Hasil uji-t pada skor postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menujukan bahwa skor thitung 6,99> ttabel 2,06dengan dk 24. Taraf signifikan = 0,05. Karena thitung > ttabel berarti H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan strategi visualisasi berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Hasil penilaian menunjukkan bahwa aspek struktur identifikasi umum dan ulasan mengalami kenaikan yang paling dominan. Dari hasil tersebut, strategi visualisasi dapat dijadikan strategi yang baik dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi serta dapat juga diimplikasikan untuk materi pembelajaran teks eksplanasi dengan KD 3.10 “Menelaah teks eksplanasi berupa paparan kejadian suatu fenomena alam yang diperdengarkan atau dibaca” serta KD 4.10 “Menyajikan informasi dan data dalam bentuk teks eksplanasi proses terjadinya suatu fenomena secara lisan dan tulis dengan memerhatikan struktur, unsur kebahasaan, atau aspek lisan”. Kata kunci: strategi visualisasi, kemampuan menulis teks eksplanasi
Development of Debate Text Learning Material with Simulation Method for X Grade Senior High School Students Amalia Firdausa; Edi Puryanto; Siti Ansoriyah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050118

Abstract

This study aimed to obtain the information about the availability of debate text learning material in school. This research was held in January to June 2020. The main focus in this study was the development of debate text learning material with simulation method for tenth grader of senior high school. The ADDIE model was used as an approach in this research and development (R&D) design. By using debate text learning material with simulation method makes students be able to achieve learning objectives well. Small trial implementation was done on nine X grader of SMK Negeri 40 Jakarta by using the Zoom Meeting and Google Classroom. The result of statistical analysis calculation showed the highest prates score is 70 and the lowest score is 35, while the highest postes score is 95 and the lowest score is 80. Based on the assessment and discussion result by material expert validator and practitioner validator, it was concluded that the debate text material learning material with simulation method for tenth grader of senior high school were proper to be used in the learning process and stimulate students’ skills effectively. Keywords: learning material, debate text, simulation method Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang ketersediaan materi atau bahan ajar teks debat di sekolah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga bulan Juni 2020. Fokus penelitian ini adalah pengembangan materi ajar teks debat dengan metode simulasi untuk siswa kelas X SMA/SMK. Penggunaan materi ajar teks debat dengan metode simulasi ini bertujuan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan R&D (Research & Development) dengan model ADDIE. Pelaksanaan uji coba terbatas dilakukan pada sembilan orang siswa kelas X SMK Negeri 40 Jakarta melalui aplikasi Zoom Meeting dan Google Classroom. Hasil perhitungan analisis statistik menunjukkan nilai prates tertinggi adalah 70 dan nilai terendah adalah 35, sedangkan nilai postes tertinggi adalah 95 dan nilai terendahnya adalah 80. Berdasarkan hasil penilaian dan diskusi dengan validator ahli materi dan validator praktisi, disimpulkan bahwa produk Pengembangan Materi Ajar Teks Debat dengan Metode Simulasi Siswa Kelas X SMA/SMK layak digunakan dalam proses pembelajaran dan efektif untuk mengasah keterampilan siswa. Kata Kunci: materi ajar, teks debat, metode simulasi
Moral and Social Values in the Novel Ceplik by Nanang Al-Qos and It’s Possibility as High School Teaching Materials Ghufroni Ghufroni; Robert Rizki Yono; Ikfi Rizki Amaliyah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050115

Abstract

This study aimed to (1) describe the moral values in the novel “Ceplik” by Nanang Al-Qos, (2) describe social values in the novel “Ceplik” by Nanang Al-Qos. The research method used in this research is descriptive qualitative. The approach used is a sociological approach. Data collection method that used in this research is using read and note method. Data analysis techniques used in this research are identifying data, classifying, describing, and reviewing. The results of the study are four aspects of moral values related to God which are sincerity, praying, patience, and worship. The five aspects of social values are love, forgiveness, politeness, deliberation, and responsibility. The results of this study are planned as teaching materials for high school. Keywords: moral values, social values, novel, high school teaching materials Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan nilai moral dalam novel “Ceplik” karya Nanang Al-Qos, dan (2) mendeskripsikan nilai sosial dalam novel “Ceplik” karya Nanang Al-Qos. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik baca dan catat. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu mengidentifikasi data, mengklasifikasi, mendeskripsikan, dan mengkaji. Hasil penelitian tersebut berupa nilai moral yang berhubungan Tuhan yaitu ikhlas, memanjatkan doa, kesabaran, dan beribadah. Nilai sosial lima aspek berupa kasih sayang, saling memaafkan, kesopanan, musyawarah, dan tanggung jawab. Hasil penelitian ini direncanakan sebagai bahan ajar SMA. Kata kunci: nilai moral, nilai sosial, novel, bahan ajar SMA
Local Wisdom of the Banjar Society in a Collection of Stories of Satipis Apam Barabai By Ida Komalasari Sri Normuliati; Nida Urahmah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050116

Abstract

The presence of a collection of stories in Banjar language and set in South Kalimantan provides an overview to the reader about the local wisdom of the people in South Kalimantan. One of them is a collection of stories about Satipis Apam Barabai by Ida Komalasari. This study aims to reveal the local wisdom of the Banjar people in the collection of Satipis Apam Barabai stories by Ida Komalasari. This research is included in qualitative research with descriptive method. The data collected in the form of words, phrases, sentences, dialogues of the figures, and paragraphs related to the local wisdom of the Banjar people. After the data is collected, the data will be analyzed. The results of the study describe the local wisdom of the Banjar community which is tangible and intangible. Local wisdom that is tangible can be seen from the use of tapih bahalai as a tool to put babies to sleep. Intangible local wisdom is found in the advice that is trusted by the community, including messages not to lie down when it is sunset, messages to read Surah Al-Waqiah after sunset prayers, and it is forbidden to talk about other people while in the cemetery. Keywords: local wisdom, Banjar society, collection of stories Abstrak Kehadiran kumpulan kisah berbahasa Banjar dan berlatarkan tempat di Kalimantan Selatan memberikan gambaran kepada pembaca tentang kearifan lokal masyarakat di Kalimantan Selatan. Salah satunya adalah kumpulan cerita Satipis Apam Barabai Karya Ida Komalasari. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kearifan lokal masyarakat Banjar dalam kumpulan cerita Satipis Apam Barabai Karya Ida Komalasari. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, frasa, kalimat, dialog para tokoh dan paragraf yang berhubungan dengan kearifan lokal masyarakat Banjar. Setelah data terkumpul, data dianalisis. Hasil penelitian mendeskripsikan tentang kearifan lokal masyarakat Banjar yang berwujud nyata dan yang tidak berwujud. Kearifan lokal yang berwujud nyata terlihat dari penggunaan tapih bahalai sebagai salah satu alat untuk menidurkan bayi. Kearifan lokal yang tidak berwujud terdapat pada petuah yang dipercayai oleh masyarakat, di antaranya pesan untuk tidak rebahan ketika menjelang magrib, pesan untuk membaca surah Al-Waqiah setelah salat magrib, dan dilarang membicarakan orang lain saat berada di kuburan. Kata kunci: kearifan lokal, masyarakat Banjar, kumpulan kisah

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2023): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 1, Juni 2021 Vol 5 No 2 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 2, Desember Vol 4 No 1 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 1, Juni 2020 Vol 4 No 2 (2020): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 4 Nomor 2, Desember Vol 3 No 1 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 1, Juni 2019 Vol 3 No 2 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 2, Desember Vol 2 No 1 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 1, Juni 2018 Vol 2 No 2 (2018): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 2 Nomor 2, Desember Vol 1 No 1 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 1, Juni 2017 Vol 1 No 2 (2017): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 1 Nomor 2, Desember More Issue