cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
Generasi Milenial Yang Menikah: Partner Phubbing Dan Kepuasan Pernikahan Candra Malika, Ni Made Devina; Rinaldi, Martaria Rizky
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66949

Abstract

Generasi milenial yang menjalani kehidupan pernikahan tentunya akan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan pernikahannya, termasuk tanggung jawab dalam rumah tangga, beban finansial dan keharusan menjaga keharmonisan pernikahan. Kehidupan pernikahan dan tantangan yang dihadapi akan berkontribusi pada kepuasan pernikahan pasangannya. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partner phubbing dengan kepuasan pernikahan. Pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data melalui formulir online dan didapat 146 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala partner phubbing dan skala Enrich Marital Satisfaction (EMS) mengukur kepuasan pernikahan. Hasil menunjukkan ada hubungan negatif signifikan antara partner phubbing dengan kepuasan pernikahan (r = -0,367, p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi partner phubbing maka semakin rendah kepuasan pernikahan begitupun sebaliknya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis pada generasi milenial untuk mengurangi partner phubbing untuk meningkatkan kepuasan dalam kehidupan pernikahan.
Toxic Relationship In Gen Z: Systematic Literature Review Dini Chairunnisa; Audya Nursyifa Febrianti; Nadia Maghvira Ramadhan; Alkaf, Nadia; Khairunnisa, Najwaa
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66950

Abstract

Toxic relationship adalah suatu hubungan yang bertujuan untuk menghancurkan kesehatan mental dengan berbagai cara, seperti dengan merendahkan diri sendiri dan orang lain, sehingga menimbulkan penolakan diri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika toxic relationship di kalangan Gen Z, dengan fokus pada dampak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 10 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic relationship pada Gen Z ditandai dengan pola interaksi manipulatif, pengendalian berlebihan, dan kekerasan emosional maupun fisik. Faktor-faktor penyebabnya meliputi karakteristik kepribadian pelaku, pengalaman masa lalu yang disfungsional, serta pengaruh media sosial. Dampak toxic relationship mencakup gangguan kesehatan mental semacam depresi dan kecemasan, masalah kesehatan fisik, dan isolasi sosial. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi emosional, dan akses terhadap intervensi psikologis untuk mengatasi dampak toxic relationship di kalangan Gen Z
Gambaran Subjective Well-Being Pada Wanita Yang Aktif Dalam Kegiatan Ngayah Di Bali Septiani Putri Widana, Ni Made Rajani; Wulandari, Nanda Yunika; Moordiningsih; Peristianto, Sheilla Varadhila; Dyah Arum, Angelina
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66952

Abstract

Ngayah merupakan tradisi dari Bali yang berupa kegiatan gotong royong,dimana kegiatan ini bisa dilakukan dalam lingkup kepada tuhan maupun kepada manusia. Wanita yang sudah menikah akan memiliki tanggung jawab untuk ngayah di banjar (lingkungan) mereka, yang dimana wanita juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi ibu rumah tangga, dan bekerja. Memiliki banyak tanggung jawab akan membuat beban kerja yang berat sehingga dapat mempengaruhi Subjective Well-Being. Subjective Well-Being merupakan perasaan seseornag tentang hidupnya termasuk perasaan positif, negatif serta mampu menilai kepuasan hidupnya. Penelitian ini dilakukan guna memahami lebih dalam lagi mengenai Subjective Well-Being pada wanita yang aktif dalam kegiatan ngayah terutama yang sudah menikah. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi kualitatif dan melibatkan tiga subjek yang aktif dalam kegiatan ngayah. Metode pengumpulan data menggunakan studi literatur dan wawancara dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif setiap subjek berbeda-beda namun memiliki tingkat yang hampir sama yaitu saling berkesinambungan. Selain itu, tidak hanya kepuasan hidup, pengalaman bahagia, emosi negatif, dan penyelesaian masalah yang dapat dikatakan kesejahteraan subjektif, namun terdapat hubungan dengan penerimaan diri individu.
Systematic Literature Review And Bibliometric Analysis: Work Engagement Pada Karyawan Outsourcing Ramona, Adevira Eka; Ira Hidayati; Annisa Fitriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66955

Abstract

Dalam perusahaan atau organisasi, work engagement dianggap penting karena karyawan perlu terlibat sepenuhnya dalam menjalankan pekerjaan sehingga menjadikan karyawan lebih produktif. Namun menjaga tingkat work engagement pada karyawan outsourcing merupakan sebuah tantangan, hal ini dipengaruhi oleh kondisi kerja yang layak, upah yang adil, dan kesejahteraan dimana mengingat sistem kerjanya merupakan sistem kerja kontrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor serta tantangan-tantangan yang mempengaruhi work engagement pada karyawan outsourcing. Metode penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) menggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan Bibliometric Analysis. Dari proses seleksi, diperoleh 22 artikel jurnal dari berbagai database yaitu Ebsco, Emerald Insight, PubMed, Sage Journals, Scient Direct, Scopus, Semantic, dan Taylor and Francis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa person organization fit, job autonomy, dan work environment merupakan faktor yang paling mempengaruhi work engagement pada karyawan outsourcing. Selain itu, burnout, turnover intention, job insecurity, job fatigue, dan time pressure yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menjadi tantangan atau menjadi penghambat dalam work engagement pada karyawan outsourcing.
Menelusuri Pengaruh Idola K-Pop Terhadap Motivasi Belajar Dan Kesehatan Mental Generasi Z : Sebuah Kajian Kualitatif Asni; Kamila, Deisma Putri; Kamila, Nayla Zahra; Chairunnisa, Dini; Lestari, Reni Permata; Zindan, Muhammad Naufal
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66956

Abstract

Generasi Z, yang lahir antara pertengahan tahun 1997 sampai 2012, tumbuh dalam era digital yang dipenuhi dengan budaya populer global, terutama fenomena K-pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana fandom K-pop di kalangan generasi Z mempengaruhi motivasi belajar dan kesehatan mental mereka. Dengan pendekatan kualitatif, Tujuan dari penelitian ini menggali pengalaman dan perspektif penggemar K-pop, mengidentifikasi interaksi antara motivasi belajar dan dampak kesehatan mental yang ditimbulkan oleh idola K-pop. Keterlibatan K-pop bagi generasi Z mempunyai pengaruh posistif yaitu Para penggemar merasa termotivasi untuk meniru sikap positif idola mereka dalam menghadapi tantangan hidup, termasuk dalam mencapai tujuan akademik. Mereka terinspirasi oleh perjuangan para idola yang tidak hanya berfokus pada kesuksesan tetapi juga pada proses dan usaha yang diperlukan untuk mencapainya. Hal ini menjadi dorongan bagi generasi Z untuk lebih semangat belajar dan mengejar impian mereka, meskipun dengan adanya tantangan yang harus dihadapi, Namun, di sisi lain, keterlibatan yang mendalam dengan K-pop juga menimbulkan beberapa dampak negatif. Salah satunya adalah kecenderungan obsesi berlebihan terhadap idola, yang mengarah pada peningkatan waktu layar yang tidak produktif dan penundaan tugas akademik. Selain itu, terdapat juga dampak terhadap kesehatan mental, seperti Merasa lebih baik secara emosional setelah mendengarkan musik K-pop atau mengikuti aktivitas terkait, seperti menonton variety show atau konser virtual. K-pop juga membantu penggemar mengalihkan perhatian dari kecemasan dan stres yang mereka alami, memberikan dukungan emosional yang penting, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.
Hubungan Self Esteem Dengan Kecenderungan Kompulsif Buying Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Babalan Rafida Zahra, Dilla; Asiah; Violina, Erwita Ika; Ginting, Rafael Lisinus
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.67275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan kecenderungan kompulsif buying pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Babalan. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subejek dalam penelitian ini terdiri dari 135 peserta didik yang duduk di kelas XI di SMA Negeri 1 Babalan dengan menggunakan random sampling. Metode pengumpulan data ini menggunakan uji analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan uji normalitas dengan nilai sebesar 0,200 yang berarti data berdistribusi normal, uji linearitas dengan nilai sig deviation from linearity sebesar 0,997 yang berarti terdapat hubungan yang linear antar variabel dan uji korelasi sebesar -0,415 dengan signifikan (P/0,001) maka dapat diambil kesimpulan bahwa adanya hubungan negatif antara self esteem dengan kecenderungan kompulsif buying pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Babalan dengan kategori hubungan sedang. Dengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini diterima.
PENGARUH SELF-ESTEEM, DUKUNGAN SOSIAL, DAN PROBLEM FOCUSED COPING TERHADAP KEINGINAN BUNUH DIRI PADA REMAJA KORBAN BULLYING DI UNIT PPA SATRESKRIM POLRES PONOROGO Maimuna, Zahro; Prabawanti, Ciptasari
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh self-esteem, dukungan sosial, dan problem focused coping terhadap keinginan bunuh diri pada remaja korban bullying di Unit PPA Satreskrim Polres Ponorogo. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dan survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah (1) remaja berusia 10-24 tahun; (2) pernah mengalami bullying. Sampel dalam penelitian ini adalah korban bullying yang ditangani di Unit PPA Satreskrim Polres Ponorogo, berjumlah 39 responden.Teknik penentuan sampel yang digunakan yakni purposive sampling dananalisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah multiple regression analysis.Keseluruhan komputasi olah data menggunakan SPSS 20.0 for Windows. Hasil uji hipotesis secara simultan diperoleh nilai R Square sebesar 0,455, dan nilai R sebesar 0,674 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,01), memberikan sumbangan efektif sebesar45,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis mayor diterima, dimana ada pengaruh signifikan self-esteem, dukungan sosial, dan problem focused coping secara simultan terhadap keinginan bunuh diri. Uji hipotesis minor, nilai (t) untuk pengaruh self–esteem (X1) terhadap keinginan bunuh diri (Y) adalah (t) sebesar –0,521, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,01, memberikan sumbangan efektif sebesar 7,94%, sehingga disimpulkan ada pengaruh negatif variabel self–esteem (X1) terhadap keinginan bunuh diri (Y), hipotesis minor (X1) diterima. b) Selanjutnya, diketahui nilai (t) -0,532, dengan nilai signifikansi pengaruh dukungan sosial (X2) terhadap keinginan bunuh diri (Y) sebesar 0,000 < 0,01 memberikan sumbangan efektif sebesar 8,56%, maka disimpulkan ada pengaruh negatif variabel dukungan sosial (X2) terhadap keinginan bunuh diri (Y), hipotesis minor (X2) diterima. c) Nilai (t) pengaruh problem focused coping (X3) terhadap keinginan bunuh diri (Y) adalah (t) sebesar -0,648 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,01 memberikan sumbangan efektif sebesar 29%, sehingga disimpulkan ada pengaruh negatif variabel problem focused coping (X3) terhadap keinginan bunuh diri (Y). Hipotesis minor (X3) diterima, bermakna ada pengaruh negatif pada variabel problem focused coping terhadap keinginan bunuh diri. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan self-esteem, dukungan sosial, dan problem focused copingi secara simultan terhadap keinginan bunuh diri sebesar 45,5%.
QUALITY OF WORK LIFE, MOTIVASI KERJA OTONOM, DAN MOTIVASI KERJA TERKENDALI Pertiwi , Nisa Indah; Kusmiadewi, Nelvy
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69404

Abstract

Suatu perusahaan dalam mencapai tujuan membutuhkan karyawan yang memiliki dorongan (motivasi) untuk menggunakan kemampuan dalam bekerja secara mandiri dan penuh tanggang jawab. Motivasi kerja dapat digerakkan oleh kehidupan kerja dengan menyediakan kondisi kerja yang memuaskan dan mensejahterakan atau quality of work life pada suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh quality of work life terhadap dua tipe motivasi kerja yaitu motivasi kerja otonom dan motivasi kerja terkendali. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental. Partisipan penelitian adalah 56 karyawan sebuah perusahaan outsourcing. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan alat ukur quality of work life yang diadaptasi dari Timossi dan alat ukur motivasi kerja yang diadaptasi dari The Motivation at Work Scale (MAWS). Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quality of work life berpengaruh terhadap motivasi kerja otonom karyawan perusahaan outsourcing serta quality of work life berpengaruh terhadap motivasi kerja terkendali karyawan perusahaan outsourcing
BERSIKAP LEMAH LEMBUT DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI IMPLEMENTASI SURAH ALI IMRAN AYAT 159 Zakia, Rhahima; Zaini, Hasan; Irman, Irman
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69405

Abstract

Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki peranan penting dalam mengembangkan potensi siswa di sekolah. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses konseling adalah kemampuan konselor dalam menerapkan sikap dan pendekatan yang tepat, salah satunya sikap lemah lembut. Konsep lemah lembut ini sebenarnya telah digariskan dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 159 yang menekankan pentingnya berlaku lemah lembut, pemaaf, bermusyawarah, dan bertawakkal dalam menangani suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi sikap lemah lembut berdasarkan nilai-nilai Surah Ali Imran ayat 159 dalam praktik layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen yang melibatkan 4 orang guru Bimbingan dan Konseling dari 4 sekolah menengah atas di Kabupaten Sijunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor memahami pentingnya bersikap lemah lembut dan menerapkannya melalui penggunaan bahasa yang santun, menunjukkan empati dan kepedulian, bersikap sabar, menghargai pendapat siswa, serta menjalin hubungan secara bertahap. Implementasi sikap lemah lembut terbukti membawa manfaat positif seperti meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan siswa, menciptakan hubungan yang lebih dekat dan penuh kehangatan, serta membuat siswa lebih kooperatif. Penelitian ini menegaskan relevansi nilai-nilai Al-Qur'an, khususnya sikap lemah lembut, untuk diimplementasikan dalam praktik bimbingan dan konseling di sekolah.
KOLABORASI PERSONIL SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING SESUAI KURIKULUM MERDEKA Fitri, Maulida; Firman, Firman; S, Neviyarni
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69406

Abstract

Kolaborasi antar personil sekolah sangat penting dalam pelaksanaan manajemen BK. Namun nyatanya fenomena yang terlihat dilapangan masih terdapat personil sekolah yang belum melakukan perannya masing-masing dalam pelayanan BK dengan maksimal. Seperti dukungan sarana dan prasarana yang kurang dari kepala sekolah, guru BK yang tidak membuat program dengan efektif dan efesien, dan guru bidang studi/kelas yang tidak bekejasama dalam membagi informasi mengenai pola perkembangan siswa dikelas. Dalam pelaksanaan manajemen disekolah dihimpun oleh suatu kurikulum yang disebut kurikulum merdeka. Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan potensi individu siswa melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan personal. Dalam konteks ini, peran bimbingan dan konseling menjadi sangat penting untuk membantu siswa mengatasi berbagai tantangan akademik dan non-akademik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kolaborasi antar peronil sekolah dalam BK. Sehingga diperlukan sistem manajemen yang baik agar pelayanan BK terlaksana dengan optimal. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam mengenai bagaimana manajemen BK dalam pengoptimalan peranan personil sekolah untuk kolaborasi pelaksaan BK disekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan data-data dari hasil penelitian terdahulu dan hasil-hasilnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan BK disekolah harus menerapkan POAC agar personil sekolah mengetahui dan menjalankan perannya, dengan begitu dapat terciptanya kolaborasi personil sekolah dalam pelaksanaan BK yang optimal sesuai dengan kurikulum Merdeka.