cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.rieffa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ari.setiawan@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 23383372     EISSN : 26559269     DOI : -
Core Subject : Education,
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan publishes high-quality manuscripts of evaluation, assessment, and measurement in varied instructional settings, including economics, mathematics, physics, vocation, engineering, and linguistics with their own particular phenomena, and significant studies that address issues of current education concern. The journal seeks high-quality research on how evaluation, measurement, and assessment can improve educational outcomes; research on how different disciplines can inform theoretical, practical, and political perspectives at the local, provincial, regional and international levels, with an effect on elementary, secondary and tertiary education stages.
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Memotret keterlaksanaan dan hambatan evaluasi program Bimbingan Konseling di sekolah: Sebuah kajian pustaka Lismaini, Lismaini; Hidayah, Nur; Khotifah, Yuliati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17160

Abstract

Program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan rancangan layanan yang dibuat oleh konselor sekolah atau guru BK untuk memberikan bantuan kepada peserta didik dalam upaya untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Evaluasi dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program yang diterapkan dan mengetahui kelemahan-kelemahan program tersebut sehingga dapat dijadikan acuan untuk merancang program berikutnya. Artikel ini ditulis dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana keterlaksanaan evaluasi program BK di sekolah dan tantangan-tantangan apa yang ditemukan dalam mengimplementasikan program tersebut, dan bagaimana cara mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil penelitian dari beberapa rujukan menunjukkan bahwa keterlaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling di beberapa sekolah masih rendah. Hal ini disebabkan karena beberapa hambatan yang dihadapi para konselor sekolah dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, diantaranya adalah kurangnya keterampilan guru BK dalam pelaksanaan evaluasi, beban tugas yang terlalu banyak, kurang mampu menetapkan kriteria, data yang kurang lengkap, kurangnya dukungan dari sekolah sampai pada kekhawatiran para konselor sekolah pihak lain mengetahui kelemahannya.   Capturing the implementation and barriers of school counseling program evaluation: A literature review   Abstract: The guidance and counseling program in schools is a service design made by school counselors or counseling teachers to provide assistance to students in an effort to optimize their potential. Evaluation is needed to determine the level of success of the implemented program and to determine the weaknesses of the program so that it can be used as a reference for designing the next program. This article is written in order to find out the extent of the implementation of the counseling program evaluation in schools and what challenges are found in implementing the program, and how to overcome these challenges. The research method used is literature review. Research results from several references show that the implementation of guidance and counseling program evaluation in some schools is still low. This is due to several obstacles faced by school counselors in the implementation of the evaluation, including the lack of skills of counseling teachers in the implementation of evaluation, too much workload, lack of ability to set criteria, incomplete data, lack of support from the school and the concern of school counselors that other parties will find out their weaknesses.
Development of a mathematics ability test instrument for middle school students Pandra, Viktor; Aswarliansyah, Aswarliansyah; Nugroho, Khathibul Umam Zaid
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17248

Abstract

The mathematics ability test instrument created by the teacher is without good and reliable instrument development mechanisms and procedures. This research aims to produce a valid and reliable test instrument to measure junior high school students' mathematical abilities. To make it, development research is carried out. The test instrument development model modifies the Wilson Model and the Oriondo and Antonio Model. There are three stages: initial development of the test instrument, testing of the test instrument, and wide-scale testing. The test sample was limited to 200 students from 4 (four) State Middle Schools in Lubuklinggau City. Meanwhile, the test is limited to 300 students from 6 (six) State Middle Schools in Lubuklinggau City. The trial result data was analyzed quantitatively. Item analysis uses a dichotomous scale. Data were analyzed using the R Program or Bilog MG Program and IBM SPSS Statistics 24. The data analysis technique consists of several aspects. These are test item suitability (goodness of fit), reliability, item characteristic curve, level of difficulty, and information function and SEM. The result is a test instrument for odd-semester middle school students' mathematical abilities. It can be concluded that the validity of the contents of the instrument items is based on the Aiken index which was assessed by 4 experts as valid. The construct validity of the instrument using Exploratory Factor Analysis is valid. The reliability coefficient of the odd semester middle school students' mathematical ability test instrument is 0.883, which means that the test instrument is reliable. The conclusion is that the test instrument produced is valid and reliable for measuring junior high school students' mathematical abilities.
Landasan berfikir matematis untuk mendapatkan ide tentang eksistensi dari bi-clean and clean hopf modules Agustito, Denik; Purnama, Aditya Yoga; Setyawan, Dhimas Nur
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17282

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah mengetahui ide yang muncul dan landasan berfikir matematis yang digunakan saat Puspita dan Wijayanti mendapatkan eksistensi dari modul hopf bi-clean dan modul hopf clean dan metode dari penelitian ini adalah kajian literatur. Kemudian ide tentang komodul clean didefinisikan melalui sifat cleaness dari ring endormofismanya dan landasan berfikir matematisnya adalah analogi yaitu menganalogikan seperti ketika memunculkan ide mengenai modul clean. Dengan memanfaatkan gagasan koaljabar sebagai kasus khusus dari komodul, maka ide tentang koaljabar clean adalah sama sebagai komodul clean. Kemudian ide tentang modul hopf bi-clean didefinisikan melalui sifat cleaness dari struktur dasarnya yaitu sebagai modul clean dan juga sebagai komodul clean, serta landasan berfikir matematisnya adalah generalisasi yaitu dengan cara menggabungkan sifat cleaness dari struktur dasarnya sebagai modul clean dan sebagai komodul clean. Untuk ide dan landasan berfikir matematis dari modul hopf clean mengikuti seperti terbentuknya ide dan landasan berfikir matematis dari modul hopf bi-clean.   Mathematical reasoning about the existence of bi-clean and clean hopf modules   Abstract: The purpose of this paper is to know the ideas that arise and the mathematical reasoning used when Puspita and Wijayanti get the existence of bi-clean hopf modules and clean hopf modules and the method of this research is a literature review.  Then the idea of clean module is defined through the cleanness property of its endomorphism ring and the mathematical reasoning is analogous to the idea of clean module. By utilizing the idea of coalgebra as a special case of commodules, the idea of clean coalgebra is the same as clean commodules. Then the idea of bi-clean Hopf module is defined through the cleaness properties of its basic structure as a clean module and also as a clean commodity, and the basis of mathematical thinking is generalization by combining the cleaness properties of its basic structure as a clean module and as a clean commodity. The idea and mathematical reasoning of the hopf clean module follow the idea and mathematical reasoning of the hopf bi-clean module.
G-Mila: Inovasi media pembelajaran berbasis android untuk adaptasi teknologi di SMP Kalijogo Wates Kamilah, Assa'adatul; Santia, Ika; Hima, Lina Rihatul; Nurfahrudianto, Aan; Handayani, Aprilia Dwi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17342

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi Android untuk sarana belajar dan adaptasi teknologi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis dilakukan analisis kebutuhan; tahap desain melibatkan perancangan aplikasi G-Mila; tahap pengembangan mencakup pembuatan aplikasi G-Mila; tahap implementasi dilakukan uji coba aplikasi; dan tahap evaluasi mengukur validitas aplikasi G-Mila. Penelitian dilakukan di SMP Kalijogo Wates Kabupaten Kediri. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan rata-rata 89% (sangat valid), validasi oleh ahli materi 97,5% (sangat valid), dan validasi oleh praktisi 87% (sangat valid). Aplikasi G-Mila dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat.   G-Mila: Android-based learning media innovation for technology adaptation at Kalijogo Wates Middle School   Abstract This study aims to develop an Android-based learning media for educational and technological adaptation purposes. The research uses the Research and Development method with the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The analysis stage involves needs analysis; the design stage includes the design of the G-Mila application; the development stage covers the creation of the G-Mila application; the implementation stage involves testing the application; and the evaluation stage measures the validity of the G-Mila application. The research was conducted at SMP Kalijogo Wates, Kediri Regency. Validation results by media experts showed an average of 89% (very valid), validation by material experts 97.5% (very valid), and validation by practitioners 87% (very valid). The G-Mila application is deemed suitable for use in mathematics learning on the topic of integer operations.
Analisis layanan bimbingan dan konseling dalam perencanaan karier: Harapan dan realitas Arianti, Alivia Eka; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam perencanaan karier di MAN 2 Kota Malang dalam membantu siswa merencanakan karier mereka. Selain itu juga untuk melihat dan mengetahui perbedaan antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi realitas di lapangan mengenai layanan perencanaan karier. Metode penelitian yang digunakan adalah metode metode campuran (mix method) dengan desain penelitian yaitu explanatory sequential design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen evaluasi perencanaan karier yang terdiri dari 64 item pernyataan yang telah disesuaikan dengan standar dan kriteria evaluasi kinerja konselor profesional menurut ABKIN dan juga telah memenuhi validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi perencanaan karier telah diimplementasikan dengan baik, yaitu sesuai hasil yang didapatkan dengan nilai rata-rata hasil evaluasi sebesar 329 atau 73%  dan berada pada kriteria 5 dan 6 yang artinya pelaksanaan layanan perencanaan karier di MAN 2 Kota Malang sudah dilaksanakan sebagian dan dilaksanakan sepenuhnya. Hal ini juga didukung oleh data kualitatif melalui forum group discussion dengan guru BK di MAN 2 Kota Malang bahwasanya layanan perencanaan karier sudah dilaksanakan secara baik sesuai dengan standar dan kriteria yang ditetapkan oleh ABKIN.   Analysis of guidance and counseling services in career planning: Expectations and reality   Abstract: The purpose of this study is to analyze the implementation of guidance and counseling services in career planning at MAN 2 Malang City to help students plan their careers. In addition, it is also important to see and know the difference between the expected conditions and the real conditions in the field regarding career planning services. The research method used is a mixed method method (mix method) with a research design that is explanatory sequential design. The instrument used is a career planning evaluation instrument consisting of 64 statement items that have been adjusted to the standards and criteria for evaluating professional counselor performance according to ABKIN and have also met validity and reliability. The results showed that career planning evaluation has been implemented well, which is in accordance with the results obtained with an average value of evaluation results of 329 or 73% and is in criteria 5 and 6 which means that the implementation of career planning services at MAN 2 Malang City has been partially implemented and fully implemented. This is also supported by qualitative data through forum group discussions with counseling teachers at MAN 2 Malang City that career planning services have been implemented properly in accordance with the standards and criteria set by ABKIN.
A portrait of electricity and magnetism course from the perspective of Outcome-Based Learning (OBE) curriculum in higher education Diniya, Diniya; Rochintaniawati, Diana; Syarif, Muhammad Ilham; Oshima, Ryugo
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17398

Abstract

This study aims to observe and reveal the process of planning and implementation of the Electricity and Magnetism course program from the perspective of the Outcome-Based Education (OBE) curriculum in higher education. The participants involved in this study were one lecturer and 29 students of the Natural Science Education study program at one of the state universities in Pekanbaru City, Riau. Data collection was conducted in the period of April - May 2024. Data collection techniques were carried out through observations of learning implementation and interviews with lecturers in the Electricity and Magnetism course program as well as document analysis of the Semester Learning Plan (SLP) and practice questions. The results of data analysis show that administratively the course planning in the form of SLP has met the rules of the OBE approach. However, in reality, the strategies of lectures, discussions, and practice questions used in class are not enough to support the expected CLO. In the Science Education undergraduate curriculum, Electricity and Magnetism courses are included in the intermediate-level study program course group. In conclusion, although the Semester Learning Plan (SLP) document shows compliance with the OBE approach, the teaching strategies including lectures, discussions, and practice problems-have not fully supported the achievement of the expected CLO.
Program sekolah Adiwiyata: Membangun perilaku berwawasan lingkungan di SMP Negeri 1 Cisarua Pebriyanti, Kania; Kusnadi , Edi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17435

Abstract

Fokus penelitian ini adalah bagaimana program sekolah Adiwiyata dapat membantu peserta didik SMP Negeri 1 Cisarua menjadi lebih sadar dan berwawasan lingkungan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, yang merupakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, tim Adiwiyata, dan peserta didik SMP Negeri 1 Cisarua. Menurut hasil penelitian, SMP Negeri 1 Cisarua telah memanfaatkan program Sekolah Adiwiyata dengan baik. Sekolah menganut prinsip edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam segala kegiatan untuk mewujudkan lingkungan sekolah ramah lingkungan, baik dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa program sekolah Adiwiyata dilaksanakan secara efektif, dan siswa secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada lingkungan.   Adiwiyata school program: Building environmentally sound behavior at SMP Negeri 1 Cisarua   Abstract: The focus of this research is how the Adiwiyata school program can help Cisarua 1 Middle School students become more environmentally aware and insightful. Data was collected through observation and in-depth interviews, which are qualitative methods in this research. This research involved the school principal, the Adiwiyata team, and students from SMP Negeri 1 Cisarua. According to research results, Cisarua 1 Middle School has made good use of the Adiwiyata School program. The school adheres to educational, participatory, and sustainable principles in all activities to create an environmentally friendly school environment, both in the curriculum and extracurricular activities. In conclusion, this research confirms that the Adiwiyata school program is implemented effectively, and students are actively involved in various activities that focus on the environment.
RM-Sains Klobot Card: Media pembelajaran unik dari limbah jagung yang teruji kelayakannya Khabib, Arif Faisal; Kurniawati, Wahyu
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari ahli media dalam penggunaan media pembelajaran RM-Sains Klobot Card oleh siswa SD kelas 5. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan menjabarkan hasil penilaiaan media pembelajaran dari ahli media.Metode penelitian kualitatif ini dipilih karena keterbatasan penelitian dari segi waktu,sumberdaya,maupun pembiayaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media pembelajaran RM-Sains Klobot Card setelah mendapat penelitian dari ahli media dapat dikatakan sangat layak dengan presentase 95%.Media pembelajaran ini terbuat dari limbah klobot jagung dengan melihat limbah sisa pascapanen tanaman jagung di Indonesia sangat melimpah dan sangat potensial jika digunakan sebagai media pembelajaran pada siswa. Media pembelajaran yang dibuat menggunakan limbah klobot jagung yang diterapkan dalam proses pembelajaran dapat menjadi penarik atau pemicu perhatian siswa dalam belajar karena media tersebut terdapat keunikan tersendiri karena terbuat dari limbah jagung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran RM-Sains Klobot Card sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPAS pada materi rantai makanan.   RM-Science Klobot Card: Unique learning media from corn waste that is tested for feasibility   Abstract: This research aims to determine the feasibility of media experts in using the RM-Sains Klobot Card learning media by grade 5 elementary school students. This research was carried out using a descriptive qualitative method, namely by describing the results of learning media assessments from media experts. This qualitative research method was chosen because of research limitations. in terms of time, resources and financing. The results of this research show that the RM-Sains Klobot Card learning media after receiving research from media experts can be said to be very feasible with a percentage of 95%. This learning media is made from corn husk waste by looking at the post-harvest waste from corn plants in Indonesia which is very abundant and has great potential if used as a learning medium for students. Learning media made using corn husk waste which is applied in the learning process can attract or trigger students' attention in learning because this media has its own uniqueness because it is made from corn husk waste. From the research results it can be concluded that the RM-Sains Klobot Card learning media is very suitable for use. as a learning medium for science subjects on food chain material.
Model discovery learning berbantuan media Scratch pada materi bangun ruang Jannah, Miftahul Jannah; Nur, Nur Fitriyana; Nugroho, Khathibul Umam Zaid
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Model Discovery Learning (DL) berban-tuan media Scratch dalam meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya pada materi bangun ruang. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengidentifikasi dan menganalisis 15 artikel jurnal yang diperoleh dari Google Scholar. Artikel yang dipilih berkaitan de-ngan penerapan Discovery Learning dan penggunaan media Scratch dalam pembelajaran matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Discovery Learning berbantuan media Scratch mampu meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi model pembelajaran yang interaktif dengan media yang menarik dapat meningkatkan partisipasi aktif dan minat belajar peserta didik. Selain itu, media Scratch terbukti efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep bangun ruang secara visual dan interaktif. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa penerapan Model Discovery Learning berbantuan media Scratch dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan hasil belajar matematika dan menarik minat peserta didik, sehingga relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika.   Discovery learning model assisted by Scratch media on space building materials   Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Discovery Learning (DL) model assisted by Scratch media in improving mathematics learning outcomes, particularly on solid geometry topics. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by identifying and analyzing 15 journal articles retrieved from Google Scholar. The selected articles are related to the implementation of Discovery Learning and the use of Scratch media in mathematics learning. The findings indicate that the Discovery Learning model assisted by Scratch media can enhance students' mathematics learning outcomes. These findings demonstrate that the combination of an interactive learning model with engaging media can increase students' active participation and learning interest. Additionally, Scratch media proved effective in helping students understand solid geometry concepts visually and interactively. The conclusion of this review is that the implementation of the Discovery Learning model assisted by Scratch media can serve as an innovative solution to improve mathematics learning outcomes and attract students' interest, making it relevant for application in mathematics education.
Evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di sekolah menengah atas pada mata pelajaran seni budaya Niswah, Sa'adatun; Asiyah, Nur; Sutiyono, Agus
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i2.17605

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Seni Budaya di sekolah menengah atas dengan fokus pada kesiapan dan kompetensi guru, metode pembelajaran, serta pemenuhan fasilitas dan sumber daya pendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di SMAN 1 Kaliwungu dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan tujuh responden terdiri dari guru, siswa dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan dan kompetensi guru dipengaruhi oleh ketersediaan pelatihan profesional, pengalaman, dan dukungan sekolah. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum 2013, seperti pembelajaran berbasis masalah dan penggunaan teknologi digital, memengaruhi kreativitas dan partisipasi siswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan juga diidentifikasi. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan profesional yang berkelanjutan, dukungan sekolah yang kuat, dan alokasi anggaran yang memadai dalam meningkatkan implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Seni Budaya di sekolah menengah atas.   Evaluation of the Implementation of the 2013 Curriculum in senior high schools in the subject of arts and culture   Abstract: This research evaluates the implementation of Curriculum 2013 in Cultural Arts subjects in senior high schools with a focus on teacher readiness and competence, learning methods, and fulfilment of facilities and resources supporting learning. This research uses a qualitative approach with a case study type conducted at SMA N 1 Kaliwungu by collecting data through interviews with seven respondents consisting of teachers, students and principals. The result shows that teachers' readiness and competence are influenced by the availability of professional training, experience, and school support. The learning methods applied in Curriculum 2013, such as problem-based learning and the use of digital technology, influence students' creativity and participation. However, challenges such as limited resources and resistance to change were also identified. Thus, this study highlights the importance of continuous professional training, strong school support and adequate budget allocation in improving the implementation of Curriculum 2013 in Cultural Arts subjects in senior secondary schools.